Dittipideksus Bareskrim Polri Ungkap Kasus Peredaran Sianida Untuk Penambangan Ilegal

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri mengungkap kasus perdagangan bahan berbahaya berupa Sodium Cyanide alias Sianida. Penyidik pun menetapkan S alias U dan DW sebagai tersangka dalam kasus ini.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Ade Safri Simanjuntak, mengatakan bahwa awalnya penyidik memperoleh informasi adanya dugaan perdagangan secara Ilegal bahan berbahaya berupa Sodium Cyanide/Sianida kepada Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) di beberapa daerah Indonesia. Bahan berbahaya ini diduga merupakan hasil importasi dari China dan Korea.

“Dari hasil penyelidikan, ditemukan dugaan bahwa pelaku usaha melakukan kegiatan memperdagangkan Sodium Cyanide/Sianida tanpa memiliki perizinan yang dipersyaratkan sesuai ketentuan yang berlaku,” jelasnya, Selasa (30/6/26).

Menurutnya, bahan berbahaya tersebut didistribusikan atau diedarkan atau diperdagangkan kepada pelaku dibidang pertambangan tanpa melalui mekanisme pendistribusian dan pengawasan yang telah ditetapkan pemerintah. Tim Penyelidik Dittipideksus Bareskrim Polri kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah lokasi yang dicurigai sebagai tempat penyimpanan dan distribusi.

“Penyidikan juga berhasil menemukan dan mengamankan 362 Drum Sodium Cyanide/Sianida atau 18,1 ton dari tiga lokasi,” ungkapnya.

Tersangka dijerat Pasal 106 Jo Pasal 24 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2024 sebagaimana telah diubah dengan Pasal 46 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang dengan ancaman pidana 4 tahun atau denda 10 Miliar Rupiah; dan/atau

Kemudian, Pasal 62 Jo Pasal 8 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dengan ancaman hukuman 5 Tahun atau denda Rp2 Miliar. (ay/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/sss

Malam Apresiasi HUT Bhayangkara, Polsek Pacet Panen Penghargaan Bupati dan Kapolres Mojokerto

Mojokerto, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 tahun 2026 menjadi momentum yang sangat membanggakan bagi jajaran Polsek Pacet. Dalam acara Malam Apresiasi yang berlangsung penuh khidmat, deretan penghargaan bergengsi sukses diraih dan diserahkan langsung oleh Bupati Mojokerto serta Kapolres Mojokerto, AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si.

Deretan penghargaan ini menjadi bukti nyata dari totalitas pengabdian kepolisian di wilayah lereng Gunung Welirang tersebut, baik dalam hal pemeliharaan Kamtibmas maupun inovasi sosial kemasyarakatan.
Pada kategori internal kepolisian dan sistem keamanan wilayah, Polsek Pacet berhasil mencatatkan namanya sebagai:
1. Juara 1 Dai Kamtibmas berhasil diraih oleh Septi Intan Defina, seorang siswi berbakat dari MTs Pacet, yang dinilai sukses menyampaikan pesan keamanan melalui pendekatan religius yang menyentuh masyarakat.
2. Juara 2 Satkamling tingkat Polres Mojokerto, yang membuktikan aktifnya sistem keamanan swakarsa di lingkungan warga Pacet alamat Dusun Podorejo Desa Sajen Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto.

Lebih membanggakan lagi, apresiasi tinggi juga diberikan kepada dua personel Bhabinkamtibmas yang dinilai melampaui panggilan tugas pokoknya. Keduanya diganjar penghargaan atas dedikasi sosial berupa :
1. Bripka Deny Amiludin Fikri yaitu Inovasi Pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) bagi anak-anak berkebutuhan khusus, serta
2. Aiptu Ahmad Shodiq yaitu Inovasi Pelestarian Satwa guna menjaga keseimbangan ekosistem alam di wilayah Pacet.

Selain penghargaan untuk jajaran internal, Malam Apresiasi ini juga menjadi panggung kehormatan bagi warga masyarakat yang selama ini menjadi mitra strategis kepolisian. Bupati dan Kapolres Mojokerto memberikan penghargaan khusus kepada Sdr. Elang Yudha Waskita, S.E., selaku Owner Black Dew, atas sumbangsih dan keikhlasannya membantu tugas kepolisian dengan meminjamkan lahan miliknya untuk didirikan Pos Pengamanan (PosPam) Cembor selama berlangsungnya Operasi Ketupat Semeru 2026. Kehadiran PosPam ini dinilai sangat vital dalam mengurai kemacetan di jalur wisata.

Tujuh Relawan Kemanusiaan Pacet. yang secara konsisten dan tanpa pamrih aktif membantu tugas evakuasi bencana alam dan kecelakaan lalu lintas di jalur ekstrem Cangar dan sekitarnya. Ketujuh relawan inspiratif tersebut adalah:
1. Suyit (55 tahun): Tergabung dalam relawan Welirang Community Rescue sejak tahun 2013 hingga sekarang, bertugas sebagai sopir ambulans relawan untuk penanganan laka lantas di jalur Cangar.
2. Dwi Lida Juliono (51 tahun): Tergabung dalam relawan Majapahit Tanggap Bencana (MTB) sejak tahun 2014, bertugas sebagai sopir ambulans relawan dalam penanganan laka lantas.
3. Made Zakaria (43 tahun): Tergabung dalam Welirang Community Rescue sejak tahun 2017, aktif dalam penanganan laka lantas maupun bencana di wilayah Pacet.
4. Khoirul Anam (45 tahun): Anggota relawan Perkemi Pacet sejak tahun 2020, bertindak sebagai sopir ambulans dan aktif menangani laka lantas serta bencana di jalur Cangar dan sekitarnya.
5. Moh. Mustofa (46 tahun): Bergabung dengan Welirang Community Rescue sejak tahun 2018, aktif dalam penanganan laka lantas maupun bencana.
6. Sugiantoro (48 tahun): Tergabung sebagai relawan ISM sejak tahun 2020, aktif dalam penanganan laka lantas maupun bencana di wilayah jalur Cangar.
7. Ponali (53 tahun): Anggota Majapahit Tanggap Bencana (MTB) sejak tahun 2014, bertugas sebagai sopir ambulans relawan untuk penanganan laka lantas di kawasan Pacet dan sekitarnya.

Menanggapi pencapaian dan apresiasi luar biasa ini, Kapolres Mojokerto, AKBP Dr. (C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si., memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang terlibat. Beliau menegaskan bahwa keberhasilan ini adalah wujud nyata kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat.
“Penghargaan ini sejatinya adalah milik masyarakat. Tanpa sinergi kuat dengan para pahlawan kemanusiaan seperti ketujuh relawan dari Welirang Community Rescue, MTB, Perkemi Pacet, dan ISM ini, serta kepedulian mitra seperti Owner Black Dew, tugas kepolisian tidak akan berjalan maksimal di lapangan,” tegas Kapolres Mojokerto.

Kapolsek Pacet AKP M.K. Umam juga menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pimpinan. “Alhamdulillah, kami segenap keluarga besar Polsek Pacet mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Bapak Kapolres Mojokerto atas perhatian dan reward yang diberikan kepada anggota kami serta masyarakat Pacet yang luar biasa. Penghargaan ini menjadi suntikan motivasi bagi kami untuk terus memberikan pengabdian terbaik dan menjaga amanah dalam melayani masyarakat,” ungkap Kapolsek Pacet.

Momentum Malam Apresiasi ini diharapkan menjadi pemacu semangat bagi seluruh jajaran untuk terus berinovasi dan memberikan pelayanan prima. Sinergi yang terjalin erat antara kepolisian, pemerintah daerah, dan warga sipil ini menjadi wujud nyata dari tekad menjaga harmoni dan keselamatan di Bumi Majapahit.

 

bjatim/mpl/mku

Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Polri Bedah 80 Rumah Layak Huni, Bapak Usin (85) Kini Miliki Rumah Baru Berpanel Surya

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polri melaksanakan program bedah rumah di 80 titik yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia sebagai wujud nyata kepedulian kepada masyarakat. Salah satu rumah yang diresmikan pada Selasa (30/6) pukul 11.00 WIB berada di Kampung Sentul RT 003/RW 008, Kelurahan Cikeas Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, milik Bapak Usin (85).

Di usia senjanya, Bapak Usin akhirnya dapat menempati rumah yang lebih layak, aman, dan nyaman. Rumah tersebut dibangun dengan konsep sederhana namun fungsional, terdiri atas ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. Sebagai nilai tambah, rumah ini dilengkapi panel surya sebagai sumber energi listrik yang ramah lingkungan, hemat energi, serta mudah dalam perawatannya.

Peresmian rumah dilakukan oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., didampingi Dankorbrimob Polri, Kadivhubinter Polri, Aslog Kapolri, dan Karofaskon Slog Polri. Suasana berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Setelah menyerahkan kunci rumah dan menggunting pita peresmian, Wakapolri menyempatkan berbincang dengan Bapak Usin dan warga sekitar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan bantuan sosial berupa paket sembako kepada masyarakat.

Wakapolri mengatakan program bedah rumah merupakan bentuk nyata kepedulian Polri kepada masyarakat sekaligus wujud pengabdian yang ingin terus dirasakan manfaatnya.

“Dalam rangka Hari Bhayangkara ke-80, Polri melaksanakan program bedah rumah secara serentak di 80 titik di seluruh Indonesia. Seluruh penerima manfaat telah melalui proses asesmen sehingga bantuan yang diberikan tepat sasaran. Kami berharap program ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan rumah layak huni. Kami juga memohon doa dan dukungan masyarakat agar Polri senantiasa mampu menjaga keamanan, memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa, serta terus hadir memberikan manfaat bagi masyarakat.”

Ketua RT 003/RW 008 Cikeas Udik, Bapak Slamet, mewakili warga menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan kepada salah satu warganya.

“Alhamdulillah, terima kasih banyak kepada Bapak Wakapolri dan semua dari Polri yang sudah membantu Pak Usin. Beliau sudah 85 tahun dan memang rumahnya sangat membutuhkan perbaikan. Sekarang beliau sudah punya rumah yang layak dan nyaman. Kami sebagai warga ikut senang melihatnya. Mudah-mudahan Polri selalu diberi kesehatan, lancar menjalankan tugas, dan terus peduli dengan masyarakat kecil seperti kami.”

Program bedah rumah di 80 titik menjadi salah satu rangkaian bakti sosial menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Melalui program ini, Polri tidak hanya menghadirkan hunian yang layak bagi masyarakat yang membutuhkan, tetapi juga menghadirkan harapan, kepedulian, dan semangat gotong royong sebagai bagian dari pengabdian Polri untuk masyarakat.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Polres Kepulauan Seribu Gelar Upacara Tabur Bunga Memperingati HUT Bhayangkara ke-80

PMJ – Maspolin.id|| Polres Kepulauan Seribu melakukan upacara tabur bunga dari atas kapal di perairan utara DKI Jakarta dalam memperingati HUT ke-80 Polri atau Hari Bhayangkara yang jatuh pada Rabu, 1 Juli 2026.

“Upacara tabur bunga sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjasa bagi bangsa dan negara,” ucap Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra, Rabu (1/7/2026).

Ia mengatakan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh anggota Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, Hari Bhayangkara bukan sekadar peringatan seremonial, tetapi menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

“Keberhasilan menjaga situasi kamtibmas di wilayah Kepulauan Seribu tidak terlepas dari kolaborasi yang baik antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta seluruh elemen masyarakat,” ujar Kapolres.

Ia berharap semangat Hari Bhayangkara ke-80 semakin memperkuat komitmen seluruh personel Polri untuk hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang profesional, modern, serta dipercaya publik. Tokoh& Masyarakat

Kapolres mengatakan bahwa sinergi yang selama ini telah terbangun harus terus dipelihara karena Polri tidak dapat bekerja sendiri. “Dengan dukungan seluruh elemen masyarakat dan instansi terkait, kami optimistis situasi keamanan di Kepulauan Seribu akan tetap aman, tertib, dan kondusif,” katanya.

Polres Kepulauan Seribu menggelar Upacara Hari Bhayangkara ke-80 di Kantor Perwakilan Polres Kepulauan Seribu, Marina Ancol, Jakarta Utara yang diikuti berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), instansi terkait, serta personel Polres Kepulauan Seribu.

Kapolres Kepulauan Seribu AKBP Argadija Putra memimpin upacara diikuti pejabat utara dan Pemkab Kabupaten Seribu jajaran TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan, Basarnas, Imigrasi, KSOP, serta tamu undangan lainnya.

Polres Kepulauan Seribu juga menyerahkan bantuan sosial kepada Sabuk Kamtibmas Polres Kepulauan Seribu sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para mitra kepolisian dalam membantu menciptakan situasi keamanan yang aman dan kondusif. (ndt/hn/rs)

 

Tribratanews

bjak/mpl/ay

Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf Terima Penghargaan Nugraha Sakanti pada HUT Bhayangkara ke-80

JAKARTA – Maspolin.id|| Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf menerima penghargaan Nugraha Sakanti dalam rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Mabes Polri.

Nugraha Sakanti merupakan tanda kehormatan tertinggi dari negara yang diberikan kepada kesatuan atau satuan kerja di lingkungan Polri yang dinilai memiliki jasa luar biasa di bidang kepolisian, memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, serta berkontribusi dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

Penghargaan tersebut diterima Kapolda Lampung sebagai bentuk apresiasi atas capaian dan dedikasi Polda Lampung dalam menjalankan tugas kepolisian yang profesional, humanis, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol. Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan penghargaan yang diterima Kapolda Lampung menjadi kebanggaan bagi seluruh jajaran Polda Lampung sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan kinerja.

“Penghargaan Nugraha Sakanti yang diterima Bapak Kapolda merupakan kehormatan bagi seluruh keluarga besar Polda Lampung. Ini menjadi bukti bahwa dedikasi, kerja keras, dan sinergi seluruh personel mendapat apresiasi di tingkat nasional,” ujar Yuni, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan, tetapi juga amanah agar seluruh personel terus menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang Presisi, humanis, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” katanya.

Yuni menambahkan, di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Helfi Assegaf, Polda Lampung berkomitmen terus memperkuat pelayanan publik, penegakan hukum, serta pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Bapak Kapolda selalu menekankan bahwa setiap keberhasilan merupakan hasil kerja bersama seluruh personel. Karena itu, penghargaan ini akan menjadi penyemangat untuk terus berinovasi dan memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Nugraha Sakanti merupakan tanda kehormatan yang diberikan negara kepada kesatuan atau satuan kerja di lingkungan Polri yang memiliki jasa luar biasa di bidang kepolisian.

Penghargaan tersebut menjadi simbol kehormatan, dedikasi, loyalitas, dan pengabdian tanpa batas dalam menjaga keamanan, ketertiban, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara. (ta/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/sc

Kapolda Bali Ajak Personel Teladani Semangat Mahapatih Gajah Mada di HUT Bhayangkara ke-80

DENPASAR, BALI – Maspolin.id|| Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya mengajak seluruh personel Polri untuk meneladani semangat Mahapatih Gajah Mada dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat pada HUT Bhayangkara Ke-80.

Usai memimpin apel peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara Ke-80 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, ia menyatakan peringatan HUT Bhayangkara tahun ini mengangkat simbol nasionalisme, keberagaman budaya, dan toleransi yang menjadi kekuatan bangsa, khususnya di Bali.

“Polri ingin menunjukkan keberagaman budaya dan toleransi di Bali sangat tinggi. Kita menghormati semua perbedaan dan bersatu seperti semangat yang ditunjukkan dalam kisah Gajah Mada yang mempersatukan Nusantara,” ujar Kapolda, Rabu (1/7/2026).

Ia menegaskan, semangat tersebut harus menjadi teladan bagi seluruh anggota Polri agar semakin dewasa, profesional, dan mampu memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Kapolda juga menyoroti kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Bali yang dinilai tetap kondusif.

Meski tindak kriminalitas masih terjadi, Polda Bali terus berupaya mengendalikan dan menekan angka kejahatan melalui langkah-langkah penegakan hukum dan pencegahan.

“Data terakhir menunjukkan angka kriminalitas mengalami penurunan, termasuk pada kasus 4C, yakni curat, curas, curanmor, dan kejahatan konvensional lainnya,” kata Kapolda.

Menurutnya, penurunan tersebut tidak lepas dari peningkatan intensitas patroli, penjagaan, serta berbagai upaya pencegahan untuk meminimalisasi potensi gangguan kamtibmas di Bali.

Kapolda berharap, memasuki usia Ke-80 tahun, Polri semakin profesional dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menjaga stabilitas keamanan di Pulau Dewata.

 

Humas Polda Bali

red/mpl/sc

Presiden Prabowo Pimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara di Bogor

Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026.

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto memimpin Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor, pada Rabu, 1 Juli 2026. Presiden Prabowo tiba di Lapangan Satuan Latihan Korbrimob sekitar pukul 07.35 WIB.

Rangkaian upacara dimulai dengan masuknya Komandan Upacara ke lapangan, dilanjutkan dengan masuknya Lambang Kesatuan Polri Tri Brata serta penghormatan kepada Lambang Kesatuan Polri Tri Brata. Bertindak selaku Komandan Upacara yakni Irjen Pol. Suhendri.

Sekitar pukul 07.55 WIB, Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden menuju mimbar kehormatan. Presiden kemudian menerima laporan Perwira Upacara Brigjen Pol. Gatot Mangkurat Putra P.J., sebelum menuju mimbar upacara selaku Inspektur Upacara, didampingi oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo.

Prosesi upacara diawali dengan penghormatan kebesaran, laporan Komandan Upacara kepada Inspektur Upacara, serta pemeriksaan pasukan. Presiden Prabowo kemudian memimpin mengheningkan cipta, dilanjutkan dengan pengucapan Tri Brata sebagai pedoman hidup anggota Polri.

Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia dan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya kepada sejumlah satuan dan personel Polri. Presiden turut menganugerahkan Pangkat Kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah purnawirawan.

Usai rangkaian penganugerahan, Presiden Prabowo menyampaikan amanat selaku Inspektur Upacara. Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyampaikan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh keluarga besar Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Tema peringatan tahun ini, ‘Polri untuk Masyarakat’ adalah sangat tepat, ini adalah jati diri, ini adalah arah pengabdian, ini adalah dan harus terus menjadi kompas moral setiap insan Bhayangkara,” ujar Presiden.

Setelah upacara pokok, Presiden Prabowo didampingi Panglima TNI menuju ke depan pasukan untuk menerima Penganugerahan Medali Keamanan dan Keselamatan Publik atau Loka Praja Samrakshana yang disematkan oleh Kapolri. Prosesi tersebut dilanjutkan dengan foto bersama Presiden dengan pasukan.

Rangkaian peringatan kemudian dilanjutkan dengan sejumlah peragaan kemampuan dan keterampilan personel Polri. Presiden dan Wakil Presiden menyaksikan penampilan Drum Corps Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian, kolone senapan, peragaan penyelamatan sandera, terjun payung, serta aksi trail cross jumping dan smoke bomb.

Presiden Prabowo bersama Wakil Presiden juga menyaksikan defile pasukan yang melintas di hadapan mimbar upacara. Defile tersebut menampilkan kesiapan, disiplin, serta soliditas jajaran Polri dalam menjalankan tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

Setelah rangkaian upacara dan defile, acara dilanjutkan dengan syukuran Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026. Dalam prosesi syukuran tersebut, Presiden Prabowo melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diberikan kepada Kapolri.

Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026 menjadi momentum bagi Polri untuk terus memperkuat komitmen pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat. Peringatan ini mencerminkan semangat Korps Bhayangkara dalam menjaga stabilitas keamanan nasional dan mendukung pembangunan Indonesia. (BPMI Setpres)

red/mpl/pr

Presiden Prabowo Anugerahkan Tanda Kehormatan dan Pangkat Istimewa kepada Jajaran Polri

Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia di Lapangan Upacara Nagara Janottama Satuan Latihan Korbrimob, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 1 Juli 2026.

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan kepada jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia dalam Upacara Peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun 2026. Penganugerahan tersebut digelar di Lapangan Upacara Nagara Janottama Satuan Latihan Korbrimob, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 1 Juli 2026.

Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo secara resmi menganugerahkan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dan Bintang Bhayangkara Nararya, dan pangkat secara istimewa. Penganugerahan ini berdasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI) Nomor 37 dan 38/TK/Tahun 2026, serta Nomor 55/POLRI/Tahun 2026 tentang Penganugerahan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dan Bintang Bhayangkara Nararya, serta Penganugerahan Pangkat Secara Istimewa.

Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti diberikan kepada 11 (Sebelas) kesatuan di lingkungan Kepolisian. Adapun kesebelas satuan tersebut yakni:
1. Polda Metro Jaya;
2. Polda Jawa Barat;
3. Polda Sumatra Utara;
4. Polda Riau;
5. Polda Lampung;
6. Polda Jawa Tengah;
7. Polda Banten;
8. Polda Kalimantan Tengah;
9. Polda Jawa Timur;
10. Divisi Hukum (Divkum) Polri, dan
11. Pusat Keuangan (Puskeu) Polri.

Selain itu, Kepala Negara juga menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Bhayangkara Nararya kepada 3 (tiga) penerima, yakni:
1. Kombes Pol Ach. Prasetiyo Adhi Wibowo, Widyaiswara Kepolisian Madya Tingkat III Sespim Lemdiklat Polri;
2. AKP Nengsi Marline Waromy, Kaurrenmin Setum Polda Papua Barat; dan
3. Aiptu Wawan Setiyawan, Bintara Subsi Protokol Yanma Satlat Brimob Polri.

Sementara, pangkat secara istimewa dianugerahkan Presiden Prabowo kepada 3 (tiga) purnawirawan Polri. Penganugerahan ini diberikan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian, dedikasi, dan jasa yang luar biasa kepada bangsa dan negara. Ketiga penerima penghargaan tersebut adalah:
1. Irjen Pol (Purn) Sidarto Danusubroto, dianugerahi pangkat berupa Komjen Pol. Kehormatan;
2. Irjen Pol (Purn) Taufiequrachman Ruki, dianugerahi pangkat berupa Komjen Pol. Kehormatan; dan
3. Brigjen Pol (Purn) Taufiq Effendi, dianugerahi pangkat berupa Irjen Pol. Kehormatan.

Penganugerahan tanda kehormatan dan pangkat secara istimewa tersebut menjadi wujud penghargaan negara kepada insan-insan Bhayangkara yang telah menunjukkan dedikasi, integritas, loyalitas, serta pengabdian terbaik dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. (BPMI Setpres)

red/mpl/pr

Kolone Senjata Bentuk Logo 80 Tahun Polri Warnai Upacara Hari Bhayangkara ke-80

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Atraksi Kolone Senjata menjadi salah satu sajian yang menyita perhatian dalam Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7). Dengan mengandalkan kekompakan, disiplin, dan ketepatan gerakan, personel Polri menampilkan formasi senjata yang membentuk tulisan “80th Polri”, sebagai simbol delapan dekade pengabdian Korps Bhayangkara kepada bangsa dan negara.

Atraksi tersebut merupakan bagian dari rangkaian upacara yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para pejabat negara, pimpinan TNI-Polri, serta ribuan masyarakat yang turut menyaksikan secara langsung peringatan Hari Bhayangkara ke-80 bertema “Polri untuk Masyarakat”.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, atraksi Kolone Senjata bukan sekadar pertunjukan seremonial, melainkan menggambarkan karakter dasar setiap insan Bhayangkara yang menjunjung tinggi disiplin, kekompakan, dan profesionalisme dalam menjalankan tugas.

“Kolone Senjata menuntut kekompakan, konsentrasi, disiplin, dan ketepatan gerakan. Nilai-nilai itu merupakan cerminan karakter yang harus dimiliki setiap anggota Polri dalam memberikan perlindungan, pengayoman, pelayanan, serta penegakan hukum kepada masyarakat,” ujar Johnny.

Ia menjelaskan, formasi “80th Polri” yang dibentuk dalam atraksi tersebut menjadi simbol perjalanan panjang pengabdian Polri selama delapan dekade sekaligus semangat untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang modern, profesional, dan semakin dipercaya masyarakat.

“Pembentukan logo 80 tahun Polri melalui atraksi Kolone Senapan menjadi simbol perjalanan pengabdian Polri selama delapan puluh tahun. Momentum Hari Bhayangkara ini menjadi pengingat bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus menjaga semangat pengabdian, meningkatkan profesionalisme, dan menghadirkan pelayanan yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Johnny.

Selain atraksi Kolone Senapan, Upacara Hari Bhayangkara ke-80 juga dimeriahkan dengan demonstrasi kemampuan personel Korps Brimob, simulasi pembebasan sandera, penerjunan personel, parade kendaraan operasional, serta defile yang melibatkan puluhan elemen masyarakat sebagai wujud sinergi Polri dengan seluruh komponen bangsa.

Melalui berbagai atraksi tersebut, Polri tidak hanya menampilkan kesiapsiagaan dan kemampuan operasional personel, tetapi juga menegaskan komitmennya untuk terus mengabdi kepada masyarakat sesuai tema Hari Bhayangkara ke-80, “Polri untuk Masyarakat.”

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Hari Bhayangkara ke-80, Polri Tegaskan Komitmen Pengabdian melalui Tema “Polri untuk Masyarakat”

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Satlat Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, Rabu (1/7). Mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, peringatan tahun ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan komitmen Polri untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, dan penegakan hukum yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, usia ke-80 bukan sekadar perjalanan waktu bagi institusi Polri, tetapi merupakan perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa dan negara.

“Hari Bhayangkara ke-80 memiliki makna yang sangat penting. Delapan puluh tahun bukan sekadar perjalanan usia sebuah institusi, tetapi merupakan perjalanan panjang pengabdian Polri kepada masyarakat, bangsa, dan negara. Momentum ini menjadi refleksi untuk memperteguh semangat dan komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, pengayoman, serta penegakan hukum yang berkeadilan,” ujar Johnny.

Menurutnya, melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polri terus memperkuat transformasi menuju institusi kepolisian yang modern, profesional, transparan, dan semakin dipercaya masyarakat.

Johnny menegaskan bahwa tema “Polri untuk Masyarakat” dipilih karena masyarakat merupakan kekuatan utama Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

“Tema ‘Polri untuk Masyarakat’ sangat relevan karena kami menyadari bahwa kekuatan sejati Polri adalah masyarakat. Oleh karena itu, orientasi kepada masyarakat menjadi komitmen dalam setiap pelaksanaan tugas, baik pelayanan publik, perlindungan, pengayoman, maupun penegakan hukum yang berkeadilan,” katanya.

Ia menambahkan, Hari Bhayangkara ke-80 menjadi momentum bagi seluruh insan Bhayangkara untuk terus menghadirkan Polri yang semakin profesional, humanis, dan adaptif dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta tantangan keamanan yang terus berkembang.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Jangan Lewatkan

Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.