Penutupan Kejuaraan Menembak Brimob Xtreme 2026: Ajang Menembak Internasional Sarat Prestasi dan Sportivitas

JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kejuaraan menembak bergengsi bertaraf internasional Brimob Xtreme 2026 resmi ditutup Dankorbrimob Polri Komjen Pol Ramdani Hidayat pada Minggu (12/4/2026) di Lapangan Tembak Presisi Hoegeng Iman Santoso, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Cimanggis, Depok, Jawa Barat. Kegiatan yang berlangsung selama enam hari, sejak 7 hingga 12 April 2026 ini, sukses menjadi panggung kompetitif bagi para atlet menembak dari dalam dan luar negeri.

Diselenggarakan oleh Korbrimob Polri dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri, kejuaraan ini mengusung tema “Legacy of Valor, Precision for the Extreme”, yang merefleksikan nilai keberanian, ketelitian, dan profesionalisme dalam menghadapi situasi ekstrem.

Ajang ini mempertandingkan sejumlah divisi bergengsi, di antaranya IPSC (International Practical Shooting Confederation) Handgun Level III dan PCC Optic Level II, serta berbagai divisi lainnya yang melibatkan peserta dari kalangan TNI, Polri, hingga masyarakat sipil. Tidak hanya itu, kejuaraan ini juga diikuti oleh peserta internasional dari beberapa negara sahabat seperti Malaysia, China, dan Korea Selatan.

Antusiasme tinggi terlihat dari partisipasi peserta sebanyak 475 penembak dari berbagai instansi dan klub menembak. Para peserta diuji melalui 20 stage menantang yang dirancang sesuai standar internasional IPSC, menitikberatkan pada aspek kecepatan, akurasi, ketangkasan, kekuatan fisik, serta ketahanan mental.

Selama pelaksanaan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang adu kemampuan, tetapi juga sarana pembinaan karakter, peningkatan disiplin, serta penanaman nilai sportivitas bagi seluruh peserta.

Keberhasilan penyelenggaraan Brimob Xtreme 2026 turut memperkuat citra Korps Brimob Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan berdaya saing global. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah strategis dalam mempererat hubungan antara aparat keamanan, atlet menembak, dan masyarakat umum, sekaligus mendorong peningkatan prestasi olahraga menembak Indonesia di kancah nasional maupun internasional.

Dengan berakhirnya seluruh rangkaian perlombaan, diharapkan semangat kompetisi, solidaritas, dan nilai-nilai kejuangan yang terbangun selama kejuaraan dapat terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi pengembangan olahraga menembak di masa mendatang.

Adapun perolehan hasil juara dari 16 divisi, sebagai berikut:
– Handgun Revolver – Overall
1. Ciciota, Surbakti (INA)
2. Muh. Alfath Yasin, DK (INA)
3. Tukiman (INA)

– Handgun Classic – Overall
1. Daniel, Lee (INA)
2. Aziz, Fernanda (INA)
3. Agus, Sutrisno (INA)

– Handgun Production – Lady
1. Missy, Binti Jaafar (MAS)
2. Azlina, Binti Azizan (MAS)
3. Zurieaty, Binti Mohamad (MAS)

– Handgun Production – Junior
1. Krisna Abiyu Arma, Putra (INA)
2. Muhammad Owen Zainal, Rahadiansyah (INA)
3. Dafa Renaldy, Saputra (INA)

– Handgun Production – Overall
1. Vincentius, Djajadiningrat (INA)
2. Makruf, Handoko (INA)
3. Muhammad Sahrulloh, Bin Syahrizal (MAS)

– Handgun Production Optics – Overall
1. Muhammad Awaludin, Ilham (INA)
2. Sultan Omar, Ali (INA)
3. Li, Jiayun (CHN)

– Handgun Standard – Junior
1. Yudistira Aulia, Lutfie (INA)
2. Dennis Muhammad Putra, Budiman (INA)
3. Naufal Randi, Adhitya (INA)

– Handgun Standard – Overall
1. Hans Christian PT, Manihuruk (INA)
2. Khalil Gibran M, Harahap (INA)
3. Rama, Tribudiman (INA)

– Handgun Optics – Overall
1. Prabu Rakyan Raka, Nalyndra (INA)
2. Muh. Syafi Malik ABD, Aziz (INA)
3. Roy, Harianto (INA)

– Handgun Open – Junior
1. Athala Mohan, Ussuri (INA)
2. Ayra Mabelle, Ussuri (INA)
3. Ardhito Geraldy, Sitinjak (INA)

– Handgun Open – Overall
1. Nico, Santoso (INA)
2. Fitri Rahman, Bin Sumpa (MAS)
3. Sarah Ayu, Tamalea (INA)

– PCC PC Optics – Overall
1. Daniel, Loekman (INA)
2. Muhammad Araf, Habibi (INA)
3. Nadif Janitra, Airlangga (INA)

– Non PCC Putra – Overall
1. Alvin Nasution, (PCC) (INA)
2. Krisdiyanto, (PCC) (INA)
3. Khintesa Nur Wibowo, (PCC) (INA)

– Non PCC Putri – Overall
1. Eunike Jhon, (PCC) (INA)
2. Dinda Charelina Tahir Saputri, (PCC) (INA)
3. Lorenia Permata Runtuwene, (PCC) (INA)

– Non Pistol Putra – Overall
1. Yusuf Abdul, Syukron (INA)
2. Ilham Dwi, Shandya (INA)
3. Nederlan, Hulopi (INA)

– Non Pistol Putri – Overall
1. Diah, Ayuningrum (INA)
2. Vereena Shaneisha, Putri (INA)
3. Lucky, Juane (INA)

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Polisi Tangkap Pria Tipu Korban Rp.160 Juta di Muara Angke

JAKARTA – Maspolin.id|| Polsek Kawasan Sunda Kelapa Polres Pelabuhan Tanjung Priok, menangkap pria berinisial ARK (35) yang diduga menipu dengan modus menjual sebidang tanah di Muara Angke PHPT Blok G Nomor 24 Kelurahan Pluit, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara yang merugikan korban senilai Rp160 juta.

“Pelaku ditangkap pada Selasa (7/2) sekitar pukul 13.00 WIB di pinggir jalan di RT 10, RW 11 Muara Angke, Pluit, Jakarta Utara,” kata Kanit Reskrim Polsek Sunda Kelapa Iptu Indra Basuki, S.H., M.H., di Sunda Kelapa, Jumat 10/4/2026.

Ia mengatakan pelaku dijerat pasal 486 dan atau 492 UU Nomor 1 tahun 2023 tentang KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman penjara maksimal empat tahun.

“Modus operandi yang digunakan pelaku adalah menawarkan dan menjual objek tanah dan bangunan yang bukan miliknya tanpa seizin pemilik sah,” kata dia.

Ia menjelaskan kejadian ini berawal pada Sabtu (24/1) pelaku menemui korban untuk menawarkan sebidang tanah beserta bangunan di kompleks PHPT Muara Angke, Kemudian korban dan pelaku dengan didampingi oleh saksi melakukan negosiasi terkait harga dan proses pengurusan dokumen.

Mereka bersepakat harga tanah dan bangunan tersebut senilai Rp260 juta dan cara pembayaran dibayarkan pada Senin (26/1) di kediaman korban. Uang sebesar Rp160 juta ditransfer ke rekening pelaku sebagai pembayaran di awal pembelian tanah.

Setelah menerima pembayaran, pelaku menjanjikan akan segera mengurus dokumen dan menyerahkan dokumen tersebut kepada korban. Lalu setelah beberapa waktu, korban merasa agak sulit berkomunikasi dengan pelaku dan korban mencari informasi terkait objek yang dibelinya tersebut.

Setelah itu, korban mendapatkan informasi kalau objek yang dibelinya sudah menjadi milik orang lain dan korban mencoba menghubungi pelaku untuk meminta penjelasan tentang hal tersebut tapi tidak ditanggapi.

Lalu Korban melapor dan petugas langsung melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap pelaku,.

Kami masih mendalami kasus ini dan masih dalam tahap penyidikan, kata dia.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Itwasda Polda Metro Jaya Sambangi Satpas SIM Bekasi Kota Wujudkan Layanan Bebas Pungli

Bekasi, PMJ – Maspolin.id|| Suasana di Satpas SIM Polres Metro Bekasi Kota pada Jumat (10/4) siang tampak berbeda. Di tengah antrean masyarakat yang sedang mengurus administrasi berkendara, hadir tim dari Itwasda Polda Metro Jaya yang dipimpin langsung oleh Kombes Pol Muhammad, S.H., S.I.K., M.Si.

Bukan sekadar kunjungan formal, kehadiran Auditor Madya TK. III beserta lima personelnya ini membawa misi penting: memastikan senyum masyarakat tetap terjaga saat mengakses layanan publik Polri.

Kegiatan supervisi ini merupakan tindak lanjut nyata atas rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK RI) terkait peningkatan kualitas pelayanan publik sektor lalu lintas. Polri menyadari bahwa transparansi bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan kepuasan yang dirasakan langsung oleh warga di lapangan.

Dimulai pukul 12.30 WIB hingga selesai, tim melakukan peninjauan menyeluruh terhadap alur pelayanan. Beberapa poin utama yang menjadi fokus antara lain:

Transparansi Biaya: Memastikan tidak ada celah bagi praktik pungli.

Kecepatan Layanan: Memangkas birokrasi yang berbelit demi kenyamanan pemohon SIM.

Fasilitas Publik: Memastikan sarana prasarana pendukung memadai bagi lansia, penyandang disabilitas, dan ibu menyusui.

Komitmen Melayani dengan Hati
Langkah ini menjadi bukti bahwa Polda Metro Jaya terus membuka diri terhadap masukan dari lembaga eksternal seperti KPK demi transformasi Polri yang lebih Presisi. Harapannya, Satpas SIM Polres Metro Bekasi Kota dapat menjadi role model pelayanan publik yang modern, humanis, dan berintegritas tinggi.

Dengan pengawasan yang ketat dan berkelanjutan, diharapkan citra kepolisian sebagai pengayom masyarakat semakin kuat, seiring dengan meningkatnya kepercayaan publik terhadap birokrasi yang bersih dan melayani.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Satgas Damai Cartenz Gencarkan Patroli Taktis di Sinak Jaga Ketentraman Warga

Sinak, Puncak, PAPUA TENGAH – Maspolin.id|| Personel Satgas Tindak dan Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz 2026  melaksanakan patroli taktis di Distrik Sinak Kabupaten Puncak, Kamis (09/04/2026) sore, sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan dan memastikan aktivitas masyarakat berjalan aman dan lancar.

Kegiatan yang dipusatkan di Pos Tagalame TNI/Rajawali 2 142 tersebut dilakukan dengan menyusuri medan yang menantang, mulai dari aliran sungai berbatu hingga lereng curam. Kondisi geografis yang cukup berat tidak menyurutkan langkah personel dalam menjangkau wilayah-wilayah yang dinilai rawan.

Di lapangan, personel terlihat saling membantu saat menyeberangi sungai dengan arus deras serta bergerak hati-hati di jalur berbatu. Kekompakan dan kesiapsiagaan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan patroli berjalan aman dan efektif.

Selain fokus pada pengamanan dan penegakan hukum, personel juga mengedepankan pendekatan komunikatif dengan masyarakat. Dalam patroli tersebut, anggota berdialog langsung dengan warga untuk menyampaikan imbauan kamtibmas.

Kehadiran aparat di tengah aktivitas warga mendapat respons positif. Masyarakat menyambut baik patroli yang dilakukan, terutama karena komunikasi berjalan terbuka dan memberikan rasa aman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa patroli tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan sekaligus memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Patroli ini kami laksanakan sebagai bentuk kehadiran negara untuk memberikan rasa aman serta memastikan situasi tetap kondusif di wilayah operasi,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz 2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menegaskan bahwa sinergi antar personel di lapangan terus diperkuat guna mendukung pelaksanaan tugas secara optimal.

“Pelaksanaan patroli ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan sekaligus memastikan setiap langkah penegakan hukum berjalan secara profesional dan terukur,” katanya.

Melalui patroli rutin yang dilaksanakan dengan pendekatan persuasif dan adaptif terhadap kondisi wilayah, situasi keamanan di Distrik Sinak diharapkan tetap terjaga serta semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran aparat di lapangan.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Satgas Damai Cartenz Gelar Patroli Humanis dan Pelayanan Kesehatan di Sinak

Puncak, PAPUA TENGAH – Maspolin.id|| Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas keamanan sekaligus membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan humanis di wilayah penugasan.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu (12/4/2026) di Kampung Ngingga Baru, tepatnya di Gereja Tabernakel, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak. Dalam kegiatan ini, personel melaksanakan patroli jalan kaki, pelayanan kesehatan kepada masyarakat, serta berbincang santai dengan warga setempat.

Kehadiran personel disambut hangat oleh masyarakat yang memanfaatkan layanan kesehatan yang diberikan. Selain itu, interaksi langsung antara aparat dan warga juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan serta membangun rasa percaya di tengah masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan terkendali. Pendekatan yang dilakukan oleh personel Satgas Damai Cartenz dinilai memberikan dampak positif, baik dalam menjaga stabilitas keamanan maupun meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kehadiran Polri di wilayah tersebut.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen. Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan patroli yang dikombinasikan dengan pelayanan sosial merupakan strategi utama dalam menciptakan situasi yang kondusif di Papua.

“Kami tidak hanya hadir untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan manfaat nyata kepada masyarakat. Pendekatan humanis seperti ini menjadi kunci dalam membangun kepercayaan dan menjaga stabilitas wilayah,” tegas Kaops Irjen. Pol. Faizal Ramadhani.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum.,menambahkan bahwa interaksi langsung dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendeteksi potensi gangguan keamanan sejak dini.

“Dengan patroli dialogis dan pelayanan kesehatan, kami dapat lebih dekat dengan masyarakat serta mengetahui secara langsung kondisi di lapangan. Ini penting untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” ujarnya Kombes. Pol. Adarma Sinaga.

Melalui kegiatan ini, Satgas Damai Cartenz berharap kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dirasakan sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai mitra yang peduli dan hadir memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Siap Bersaing Global, Brimob X-Treme 2026 Buktikan Kemampuan Personel dan Atlet Indonesia

Depok, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Korps Brimob Polri resmi menggelar Brimob X-Treme 2026, kejuaraan menembak bergengsi bertaraf internasional dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Korps Brimob Polri, yang berlangsung pada 7–12 April 2026 di Lapangan Tembak 300 Hoegeng Iman Santoso dan Lapangan Tembak Sat Wanteror Pas Gegana, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Jawa Barat.

Mengusung tema “Legacy of Valor, Precision for the Extreme”, kejuaraan ini menjadi refleksi perjalanan panjang Korps Brimob Polri dalam menjaga nilai-nilai kejuangan, sekaligus menegaskan arah transformasi Brimob yang unggul, modern, inovatif, dan responsif.

Sejak hari pertama pelaksanaan, Brimob X-Treme 2026 menunjukkan antusiasme tinggi dengan kehadiran ratusan peserta, mencapai 447 hingga 475 penembak, yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari personel TNI, Polri, hingga masyarakat umum. Ajang ini juga diikuti oleh peserta internasional dari Malaysia, China, dan Korea Selatan, menandakan pengakuan global terhadap kualitas penyelenggaraan kompetisi menembak di Indonesia.

Kompetisi ini menghadirkan kategori IPSC (International Practical Shooting Confederation) Handgun Level III serta PCC Optic Level II, dengan total 20 stage yang dirancang menantang dan menguji secara komprehensif kemampuan peserta, mulai dari kecepatan, ketepatan, ketangkasan, hingga ketahanan fisik dan mental.

Seluruh rangkaian pertandingan disusun sesuai standar internasional IPSC, sehingga menjamin pelaksanaan yang fair, aman, dan profesional, sekaligus menjadi tolok ukur objektif kemampuan atlet di level dunia.

Dalam kejuaraan ini, dipertandingkan 18 kategori lomba, yang mencakup:

Kategori IPSC (8 kelas): IPSC Handgun Open, Standard, Classic, Production, Production Optic, Optic, Revolver, serta PCC Optic.

Kategori Non-IPSC (2 kelas): Non-IPSC Handgun dan PCC Optic (Putra/Putri).

Kategori Presisi 25 Meter (4 kelas): TNI/Polri individu dan beregu, serta sipil individu dan beregu.

Kategori Eksekutif 25 Meter (4 kelas): TNI/Polri individu dan beregu, serta sipil individu dan beregu.

Lebih dari sekadar kompetisi, Brimob X-Treme 2026 menjadi ruang strategis untuk memperkuat pembinaan atlet sekaligus membuktikan bahwa kemampuan hasil pelatihan personel dan atlet Indonesia siap diadu di level dunia.

Dalam sambutannya, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar pertandingan.

“Kejuaraan menembak Brimob X-Treme 2026 ini merupakan wujud nyata dari upaya menjaga dan merawat warisan nilai-nilai kejuangan Korps Brimob Polri yang penuh dengan keberanian dan pengabdian kepada bangsa dan negara,” ujar Ramdani Hidayat.

Ia menambahkan, kejuaraan ini juga menjadi sarana pembinaan dan kolaborasi lintas sektor.

“Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi ajang pembinaan dan peningkatan prestasi atlet menembak baik dari dalam negeri maupun luar negeri, sekaligus sebagai sarana mempererat hubungan antara Korps Brimob dengan komunitas olahraga menembak secara luas,” lanjut Ramdani Hidayat.

Lebih lanjut, Dankorbrimob menekankan bahwa ajang ini merupakan bentuk pembuktian kesiapan Indonesia di panggung global.

“Brimob X-Treme 2026 bukan hanya sekadar ajang kompetisi, tetapi merupakan bentuk pembuktian bahwa kemampuan dan hasil pelatihan personel serta atlet kita siap diadu dan mampu bersaing di level dunia,” terang Ramdani Hidayat.

“Kejuaraan ini bukan hanya tentang siapa yang menang, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun standar profesionalisme, memperkuat jejaring internasional, dan menunjukkan bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah kompetisi berkelas dunia,” imbuh Ramdani Hidayat.

Melalui Brimob X-Treme 2026, Korps Brimob Polri tidak hanya menghadirkan kompetisi menembak berkualitas internasional, tetapi juga memperkuat citra Polri sebagai institusi yang profesional, modern, dan berdaya saing global, sejalan dengan semangat Transformasi Polri.

Ajang ini diharapkan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi, memperkuat sinergi lintas sektor, serta mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Presiden Prabowo Optimistis Pencak Silat Tembus Olimpiade

Presiden Prabowo memberikan sambutan pada Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia Masa Bakti 2026–2030 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu, 11 April 2026.

JAKARTA – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen kuat untuk mendorong pencak silat semakin mendunia hingga menembus Olimpiade. Komitmen tersebut disampaikan oleh Presiden dalam sambutannya pada Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia Masa Bakti 2026–2030 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu, 11 April 2026.

Dalam forum bertema “Pencak Silat Mendunia Menuju Olimpiade” tersebut, Presiden menyampaikan rasa bangga dan kehormatan atas perjalanan panjang pencak silat yang telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang internasional.

“Hari ini adalah bagi saya hari penuh kebanggaan dan kebahagiaan, juga penuh kehormatan,” ucap Presiden.

Menurut Presiden, pencak silat telah menjadi duta bangsa di panggung dunia melalui berbagai prestasi internasional. Kepala Negara pun mengapresiasi capaian atlet dan pembinaan yang telah menghasilkan banyak medali, serta meningkatkan kehormatan Indonesia.

“Kita telah mengharumkan nama bangsa di kancah internasional. Kita cukup membanggakan di beberapa tempat. Kita menyumbang banyak sekali emas, perak, dan perunggu. Kita mendukung kehormatan bangsa di mata dunia,” katanya.

Namun demikian, Presiden mengingatkan bahwa perjalanan menuju olimpiade masih membutuhkan kerja keras dan konsistensi. Presiden Prabawo optimistis pencak silat akan menjadi cabang olimpiade di masa depan.

“Perjalanan masih jauh, kita berharap pencak silat akan masuk olimpiade. Kita yakin akan masuk, tapi kita tidak perlu juga terlalu obsesi. Obsesi kita harus menjaga mutu kemurnian daripada pencak silat itu sendiri,” ujar Presiden.

Kekuatan pencak silat, kata Presiden, terletak pada kualitas ilmu dan nilai yang diwariskan. Presiden Prabowo meyakini bahwa makin murni dan kuat ajaran yang dijaga, makin besar daya tariknya bagi dunia internasional.

“Kalau ilmunya murni, ilmunya kuat, saudara-saudara dari mana-mana akan datang belajar. Dan itu sudah terbukti dari banyak negara datang ke kita belajar dan kadang-kadang mereka belajar dan mereka jadi hebat-hebat,” lanjutnya.

“Saya siap terus, akan terus mendukung. Dengan jabatan ataupun tidak dengan jabatan, seorang pendekar adalah sampai nafas dia terakhir, dia pendekar,” tandasnya.

Dengan semangat menjaga kemurnian ajaran dan memperkuat kualitas, Presiden Prabowo optimistis pencak silat tidak hanya akan terus berjaya sebagai warisan budaya, tetapi juga akan mendapatkan tempat terhormat di panggung olahraga dunia. (BPMI Setpres)

red/mpl/sss

Tegaskan Regenerasi dan Pengabdian Tanpa Batas, Presiden Prabowo Pamit dari Ketua Umum IPSI

Presiden Prabowo menghadiri Musyawarah Nasional XVI IPSI Masa Bakti 2026–2030 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu, 11 April 2026.

JAKARTA – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto menyatakan tidak akan melanjutkan jabatannya sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) dalam Musyawarah Nasional XVI IPSI Masa Bakti 2026–2030 yang digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada Sabtu, 11 April 2026.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil seiring dengan tanggung jawab besar yang kini diembannya sebagai kepala negara. Ia menilai peran sebagai Presiden membutuhkan fokus penuh sehingga tidak memungkinkan dirinya untuk menjalankan tugas secara optimal di IPSI.

“Alhamdulillah hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai Ketua Umum PB IPSI karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai Ketua Umum PB IPSI,” ujar Presiden.

Presiden Prabowo juga menyampaikan bahwa dirinya telah mengabdikan diri di dunia pencak silat selama kurang lebih 34 tahun, baik sebagai wakil ketua umum maupun ketua umum IPSI. Ia mengaku bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan panjang organisasi tersebut dalam membina dan mengembangkan pencak silat di tingkat nasional maupun internasional.

Meski tidak lagi menjabat, Presiden menegaskan komitmennya untuk tetap mendukung IPSI dan perkembangan pencak silat Indonesia. Menurutnya, seorang pendekar tidak terikat oleh jabatan formal, melainkan oleh pengabdian yang terus berjalan sepanjang hayat.

“Saya siap terus, akan terus mendukung, dengan jabatan ataupun tidak dengan jabatan. Seorang pendekar adalah sampai nafas dia terakhir, dia pendekar,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Prabowo juga mendorong IPSI untuk menyiapkan regenerasi kepemimpinan yang kuat dan visioner. Ia meyakini bahwa organisasi ini memiliki kader terbaik yang mampu melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan serta membawa pencak silat semakin maju di masa depan.

“Saya yakin generasi penerus yang pantas untuk meneruskan tongkat kepimpinan di IPSI dan pasti saya akan dukung PB IPSI ke depan,” ucap Presiden.

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar IPSI atas dukungan dan kebersamaan selama masa kepemimpinannya. Kepala Negara berharap IPSI terus menjadi garda terdepan dalam membina karakter bangsa sekaligus mengharumkan nama Indonesia di kancah global. (BPMI Setpres)

red/mpl/sss

Makar Dengan Bungkus Demokrasi

Oleh: S Stanley Sumampouw

Hari ini, pemerintahan Prabowo Subianto bahkan belum genap dua tahun. Namun, riak politik yang mengarah pada upaya delegitimasi sudah bergerak lebih cepat dari usia kekuasaan itu sendiri.

Ini bukan sekadar kritik. Ini bukan sekadar oposisi. Ini adalah pola lama yang kini kembali tampil dengan wajah baru. Yaitu, makar yang dibungkus rapih demokrasi.

Narasi Lama, Demokrasi sebagai Tameng.

Setiap gelombang tekanan politik selalu datang dengan bungkus yang sama: “Ini kebebasan berpendapat. Ini hak demokrasi. Ini perlawanan terhadap pembungkaman.”

Namun ketika ditelisik lebih dalam, substansi yang muncul bukan lagi kritik kebijakan, melainkan dorongan sistematis untuk menjatuhkan kekuasaan yang sah.

Forum Utan Kayu menjadi contoh terbaru. Nama seperti Syaiful Mujani, muncul dengan narasi yang tidak lagi sekadar mengkritik, tetapi jelas-jelas mendorong delegitimasi kekuasaan yang sah.

Seperti biasa, kalimat pembelaannya tetap seragam: “Ini bukan makar, ini demokrasi.”

Dari Kritik ke Agitasi Terstruktur.

Dalam forum dan ruang-ruang diskursus yang sama, hadir pula nama-nama tidak asing, seperti: Feri Amsari, Islah Bahrawi dan jaringan aktivis Utan Kayu.

Fenomena ini menunjukkan satu hal: kritik tidak lagi berhenti pada evaluasi kebijakan, tetapi bergerak menjadi agitasi opini publik.

Yang dibangun bukan solusi melainkan persepsi krisis.

Masuknya Figur Politisi Senior: Sinyal Politik yang Tidak Bisa Diabaikan.

Lebih menarik lagi ketika nama seperti Jusuf Kalla ikut muncul dalam dinamika kritik terhadap pemerintahan.

Sebagai mantan Wakil Presiden dua periode, setiap pernyataan dan sikap politiknya memiliki bobot besar dalam membentuk opini publik.

Ketika figur sekelas Jusuf Kalla berada dalam spektrum kritik yang tajam terhadap pemerintah, maka ini bukan lagi sekadar perbedaan pandangan, melainkan sinyal politik yang bisa dimanfaatkan oleh kelompok tertentu untuk memperkuat narasi delegitimasi.

Disinilah letak bahayanya, kritik elite bisa menjadi bahan bakar bagi gerakan yang lebih ekstrem di level bawah.

Kelompok Lama Pola Lama.

Fernomena ini bukan hal baru. Kita pernah melihat pola serupa dalam berbagai fase politik Indonesia:

  • Koalisi aktivis
  • Kelompok intelektual
  • Purnawirawan militer seperti lingkaran Sunarko.

Semua bergerak dalam satu irama membangun narasi bahwa negara sedang krisis dan tidak baik-baik saja. Padahal faktanya, tidak ada krisis nasional yang cukup besar untuk membenarkan seruan “jatuhkan pemerintah”.

Pertanyaan Fundamental: Apa Dosa Besar Prabowo?

Jika ini benar gerakan moral, maka pertanyaan paling mendasar harus dijawab:

Apa kesalahan fatal Prabowo?

  • Apakah negara dalam kondisi darurat? Tidak.
  • Apakah ekonomi runtuh? Tidak.
  • Apakah konstitusi kolaps? Tidak.

Yang ada hanyalah kritik berbasis persepsi yang kemudian dibesar-besarkan menjadi seolah-olah krisis nasional.

Demokrasi atau Kedok Destabilisasi?

Demokrasi memang menjamin kebebasan berpendapat. Namun demokrasi tidak pernah memberikan ruang untuk:

  • delegitimasi sistem secara sistematis
  • ajakan menjatuhkan pemerintah di luar konstitusi
  • mobilisasi opini untuk menciptakan ketidakstabilan.

Ketika batas ini dilanggar, maka demokrasi telah berubah fungsi, dari sistem kebebasan menjadi alat tekanan politik.

Makar Gaya Baru: Lebih Halus Lebih Berbahaya.

Hari ini, makar tidak lagi berbentuk kudeta bersenjata. Ia berevolusi menjadi:

  • Forum diskusi
  • panggung intelektual
  • narasi akademik
  • kampanye opini publik

Semua tampak sah. Semua tampak legal. Namun arah akhirnya tetap sama: menggoyang kekuasaan tanpa mandat rakyat.

Jangan Biarkan Demokrasi Dibajak.

Bangsa ini tidak kekurangan kritik. Yang kurang adalah kejujuran dalam membedakan: mana kritik, dan mana agenda tersembunyi.

  • Ketika elite berbicara keras
  • Ketika aktivis menggerakkan opini
  • Ketika massa mulai diprovokasi

maka garis antara demokrasi dan makar menjadi sangat tipis. Dan jika itu dibiarkan, maka yang runtuh bukan hanya pemerintah, tetapi kepercayaan terhadap demokrasi itu sendiri.

Pada akhirnya makar paling berbahaya adalah yang datang dengan wajah demokrasi.

Cinere-Depok, Minggu 12 April 2026, pk 13.33

** Penulis adalah Pemred www.maspolin.id dan www.tabloidrealita.id, Pengusaha dan Ketua Umum Masyarakat Polisi Indonesia

Mantan Direktur dan Pendiri DSI Berinisial AS Ditahan Penyidik Bareskrim Polri

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Proses hukum kasus PT Dana Syariah Indonesia (DSI) masih terus berjalan. Terbaru, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan terhadap tersangka berinisial AS, yang merupakan mantan direktur DSI periode 2018–2024 sekaligus salah satu pendiri perusahaan tersebut. Setelah pemeriksaan, AS langsung ditahan.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Pol Ade Safri Simanjuntak menjelaskan bahwa AS tiba di Gedung Bareskrim Polri sekitar pukul 11.00 WIB pada Rabu (8/4) dan menjalani pemeriksaan di lantai 5. Proses pemeriksaan dimulai pukul 11.23 WIB hingga selesai pada pukul 19.00 WIB.

”Pemeriksaan berlangsung selama kurang lebih 7 jam dan selesai dilakukan pemeriksaan pada pukul 19.00 WIB. Dalam pemeriksaan yang dilakukan, penyidik mengajukan kurang lebih 50 pertanyaan kepada tersangka AS,” kata Ade Safri pada Jumat (10/4).

Setelah proses pemeriksaan selesai, penyidik memutuskan untuk melakukan penahanan terhadap tersangka AS selama 20 hari di Rumah Tahanan (Rutan) Bareskrim Polri. Menurut Ade Safri, langkah tersebut telah sesuai dengan rencana penanganan perkara DSI dan proses pemeriksaan berjalan sesuai jadwal.

”Dalam penanganan perkara a quo, penyidik juga terus berkoordinasi dengan PPATK dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) guna mengoptimalkan upaya penelusuran aset untuk menemukan, mengidentifikasi, dan melacak harta kekayaan yang disembunyikan, dialihkan, atau berasal dari hasil tindak pidana,” terang dia.

Ia menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memaksimalkan pemulihan kerugian yang dialami para korban. Oleh karena itu, penyidik juga berkoordinasi dengan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dalam proses pengajuan restitusi bagi korban.

”Berdasarkan hasil koordinasi tersebut, terhitung mulai tanggal 1 April 2026 telah dibuka kanal pengaduan online oleh LPSK, dan para korban dapat mengajukan pendaftaran sebagai pemohon restitusi kepada LPSK, serta selanjutnya dilakukan proses verifikasi,” jelasnya.

Ade Safri menambahkan bahwa pengajuan restitusi dapat dilakukan secara daring melalui laman resmi LPSK, yakni https://simpusaka.lpsk.go.id/layanan_simpusaka/ untuk pendaftaran permohonan dan https://e-restitusi.lpsk.go.id/auth untuk klaim kerugian korban.

”Kami pastikan bahwa penyidikan atas perkara aquo akan berjalan secara profesional, transparan dan akuntabel. Profesional artinya prosedural dan tuntas,” tegasnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Jangan Lewatkan

Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.