POLRI MENGHADAPI PERUBAHAN

Saran dan Masukan
IJP Purn. Drs. Sisno Adiwinoto, M.M.
Diskusi Pusat Kajian Ilmu Kepolisian PSIK PTIK
Jakarta, 1 September 2026

 

1. PENDAHULUAN
Era saat ini ditandai perubahan yang sangat cepat di bidang teknologi, sosial, ekonomi, hingga pola kejahatan.

Berdasarkan data Bareskrim Polri dan Kominfo tahun 2024-2025, kejahatan siber meningkat signifikan dan kerugian akibat judi online ditaksir mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.
Namun tak kalah pentingnya juga banyak terjadinya penipuan on line
Hal ini menuntut Polri untuk beradaptasi secara cepat dan strategis.

Dalam semangat Protect and Serve atau Melindungi dan Melayani, Polri harus tetap menjalankan fungsi sebagai Penegak Hukum, namun dengan prioritas utama menjadi Pelindung, Pengayom, dan Pelayan Masyarakat yang adaptif terhadap perubahan. Agar Polri tetap relevan dan dipercaya masyarakat.

2. ENAM PRIORITAS KUNCI POLRI KE DEPAN

2.1 Adaptasi Teknologi & Digitalisasi
1. Cybercrime & Kejahatan Digital: Penipuan online, judi online, pinjol ilegal, deepfake, peretasan data. Polri membutuhkan unit siber yang kuat dan SDM forensik digital.
2. AI & Data Analytics: Pemanfaatan AI untuk prediksi kejahatan, pemetaan hotspot, dan analisis CCTV.
3. Smart Policing: Bodycam, database terintegrasi, pelayanan SIM/SKCK online tanpa calo.

2.2 Peningkatan Kepercayaan Publik & Humanis
1. Polisi Humanis: Pendekatan mengayomi melalui edukasi di sekolah, kampung, dan medsos.
2. Transparansi & Akuntabilitas: Penanganan kasus cepat, bebas KKN. Penguatan pengawasan internal dan eksternal.
3. Komunikasi Publik: Aktif di medsos untuk edukasi, klarifikasi hoaks, dan mendengar keluhan warga.

2.3 Menghadapi Ancaman Baru
1. Kriminalitas Transnasional: Narkoba, TPPO, judi online lintas negara, terorisme.
2. Radikalisme & Hoaks: Deradikalisasi dan literasi digital untuk cegah perpecahan.
3. Bencana & Krisis: Peran Polri dalam SAR, konflik sosial, dan pengamanan pemilu/pilkada.

2.4 Penguatan SDM Polri
1. Rekrutmen & Pelatihan: SDM yang melek hukum, teknologi, psikologi, dan komunikasi.
2. Kesejahteraan & Integritas: Pencegahan pungli melalui peningkatan kesejahteraan.
3. Spesialisasi: Penyidik, forensik, mediator konflik, polisi komunitas.

2.5 Penegakan Hukum yang Berkeadilan
1. Restorative Justice: Mengutamakan keadilan pemulihan, terutama kasus ringan.
2. Responsif Isu Sosial: Perhatian pada gender, anak, disabilitas, kelompok rentan.
3. Penegakan tanpa pandang bulu: Hukum adil untuk semua lapisan.

2.6 Sinergi & Kolaborasi
1. Dengan TNI, Pemda, Tokoh Agama, Komunitas: Kamtibmas tidak dapat dilakukan sendiri.
2. Dengan Swasta & Akademisi: Untuk riset kejahatan baru, teknologi, dan pencegahan.

3. KERANGKA KAJIAN: SWOT + POAC + ANCAMAN GLOBAL + ASTAGATRA

3.1 Analisis SWOT

*INTERNAL* *EKSTERNAL*
*POSITIF* *S – STRENGTH*
1. SDM besar dan berpengalaman
2. Kewenangan luas
3. Kepercayaan masyarakat *O – OPPORTUNITY*
4. Dukungan UU
5. Teknologi AI
6. Kerja sama internasional
*NEGATIF* *W – WEAKNESS*
1. Isu integritas
2. Kesenjangan SDM siber
3. Birokrasi *T – THREAT*
4. Cybercrime & Judi Online
5. Hoaks & Disinformasi
6. Krisis Ekonomi

3.2 Manajemen POAC
1. Planning: Renstra 2025-2030. Fokus: digitalisasi, polisi humanis, cybercrime.
2. Organizing: Restrukturisasi Bareskrim Siber. Bentuk Satgas Judi Online.
3. Actuating: Pelatihan, patroli siber, edukasi sekolah/kampung.
4. Controlling: Evaluasi kinerja, pengawasan Propam, feedback via aplikasi.

3.3 Ancaman Global
1. Keamanan Non-Tradisional: Cybercrime, TPPO, narkoba, terorisme, perubahan iklim.
2. Perang Informasi: Hoaks, buzzer, disintegrasi bangsa.
3. Krisis Ekonomi: Pemicu kriminalitas jalanan dan penipuan.

3.4 ASTAGATRA – Wawasan Nusantara
Tri Gatra: Geografi, Demografi, SDA
Panca Gatra: Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya, Hankam
Contoh: Demografi bonus → Antisipasi tawuran via Bhabinkamtibmas. Ideologi radikal → Sinergi Densus-BNPT-Tokoh Agama.

4. PENUTUP & REKOMENDASI
Polri harus bertransformasi dari Penegak Hukum menjadi Pelindung, Pengayom, dan Pelayan Masyarakat yang adaptif.

Rekomendasi: Segera bentuk Roadmap Transformasi Digital 2025-2030 dengan 4 pilar: SDM Unggul, Teknologi Presisi, Hukum Adaptif, dan Kepercayaan Publik.

Dengan kerangka SWOT → POAC → Ancaman Global & Astagatra, Polri akan tampil strategis, manajerial, dan berwawasan Nusantara.

Demikian, semoga bermanfaat.

WN Malaysia Produksi Etomidate Ditangkap Polda Metro dan Sita 131 Cartridge dan 10 Bungkus Bubuk

Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ade Candra

PMJ – Maspolin.id|| Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menangkap seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial LYL (42). WN Malaysia tersebut diduga mengoperasikan industri rumahan untuk memproduksi narkotika jenis etomidate di Jakarta Selatan.

Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ade Candra mengatakan pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat mengenai dugaan transaksi narkotika di kawasan Tebet, Jakarta Selatan.

Berbekal informasi tersebut, polisi melakukan pemantauan dan pemetaan lokasi sebelum mengamankan LYL pada Selasa (18/08/2026). Saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan sejumlah cartridge dan bubuk yang diduga mengandung etomidate.

“Setelah melakukan pemantauan dan pemetaan lokasi, petugas langsung mengamankan LYL. Saat digeledah, polisi menemukan cartridge dan bubuk yang diduga kuat mengandung etomidate pada diri tersangka,” kata Ade dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/08/2026).

Polisi kemudian mengembangkan penyelidikan ke tempat tinggal LYL yang juga berada di wilayah Jakarta Selatan. Di lokasi tersebut, petugas menemukan fasilitas yang diduga digunakan untuk mengolah dan memproduksi narkotika.

Dari dua lokasi penggeledahan, polisi menyita 131 cartridge yang disebut berkaitan dengan etomidate dan 10 bungkus bubuk yang diduga mengandung zat tersebut.

Selain itu, petugas mengamankan sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam proses produksi, antara lain gelas ukur, alat suntik, kompor, alat press, timbangan digital, serta berbagai cairan pelarut.

LYL bersama seluruh barang bukti kini diamankan di Mapolda Metro Jaya untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut. Polisi juga akan melakukan pendalaman terkait aktivitas produksi dan peredaran narkotika tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pengungkapan kasus narkotika tidak terlepas dari peran masyarakat dalam memberikan informasi kepada kepolisian

“Sekecil apa pun informasi dari masyarakat, sangat berguna bagi kepolisian. Dimulai dari lingkungan terdekat dan sekitar untuk kita sama-sama peduli,” ujar Budi Hermanto.

Budi Hermanto mengimbau masyarakat segera melaporkan informasi terkait potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) melalui Call Center Polri 110 yang beroperasi selama 24 jam.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Dapur Lapangan Polri Sajikan Makanan Hangat untuk Korban Gempa Ngada

Ngada, NTT – Maspolin.id|| Malam di lokasi pengungsian Bekek, Desa Tadho Tengah, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, terasa berbeda pada Sabtu (29/8/2026). Di tengah suasana pascagempa yang masih menyisakan kecemasan, kehadiran Dapur Lapangan Polri menghadirkan sesuatu yang sederhana namun berarti: makanan hangat dan kepedulian.
Mulai pukul 19.00 WITA, personel Polres Ngada melalui Operasi Aman Nusa II Turangga 2026 menyiapkan dan membagikan makanan hangat kepada warga yang mengungsi akibat bencana gempa bumi Flores.

Asap dari dapur lapangan menjadi tanda bahwa di tengah situasi darurat, pelayanan kepada masyarakat terus berjalan. Personel Polri tidak hanya berada di sekitar lokasi untuk menjaga keamanan, tetapi juga turun langsung memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi.

Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol Henry Novika Chandra,mengatakan bahwa kehadiran dapur lapangan merupakan bagian dari komitmen Polri untuk terus mendampingi masyarakat selama masa tanggap darurat.

“Polri ingin memastikan masyarakat terdampak bencana tidak merasa sendiri. Kehadiran personel di pengungsian bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memberikan pelayanan dan membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat,” ujar Kabidhumas Polda NTT menyampaikan pesan Kapolda.

Bagi warga pengungsi, makanan hangat yang dibagikan malam itu bukan sekadar santapan. Setelah melalui hari-hari penuh ketidakpastian akibat gempa, makanan yang disiapkan dan diberikan langsung oleh personel menjadi bentuk perhatian yang dapat dirasakan secara nyata.

Kegiatan dapur lapangan juga menjadi ruang bagi personel untuk berinteraksi dengan warga, mendengarkan kondisi mereka sekaligus memantau kebutuhan yang masih diperlukan selama berada di pengungsian.

Polres Ngada memastikan pelayanan kepada masyarakat dilakukan bersama dengan unsur pemerintah daerah, TNI dan pihak terkait lainnya. Sinergi tersebut menjadi bagian penting dalam penanganan dampak bencana agar kebutuhan masyarakat dapat direspons secara cepat dan tepat.

Kapolda NTT melalui Kabidhumas menegaskan bahwa penanganan bencana membutuhkan kehadiran bersama dan berkelanjutan. Tidak hanya ketika bantuan pertama datang, tetapi juga selama masyarakat masih membutuhkan dukungan untuk kembali pulih.

“Kami mengajak masyarakat untuk tetap kuat dan saling membantu. Sampaikan kepada petugas apabila ada kebutuhan mendesak di lokasi pengungsian. Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik selama proses pemulihan,” katanya.

Kehadiran Dapur Lapangan Polri di Pengungsian Bekek sekaligus menjadi gambaran bahwa tugas kepolisian dalam situasi bencana memiliki dimensi kemanusiaan yang luas.

Polisi hadir menjaga situasi tetap aman, tetapi juga membantu menyiapkan makanan, menyapa warga, memantau kondisi pengungsian dan memberikan rasa tenang kepada mereka yang sedang menghadapi masa sulit.

Di bawah cahaya malam di Pengungsian Bekek, sepiring makanan hangat menjadi lebih dari sekadar pemenuhan kebutuhan perut. Ia menjadi simbol bahwa negara hadir, bahwa masyarakat diperhatikan, dan bahwa mereka tidak harus menghadapi bencana seorang diri.

Polres Ngada berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan dan pelayanan kepada masyarakat terdampak, memperkuat koordinasi dengan seluruh unsur terkait, serta memastikan dukungan kemanusiaan terus diberikan hingga masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan secara normal.

 

Humas Polda NTT

red/mpl/nn

Bareskrim Telusuri Informasi Dugaan WNI Jadi Korban TPPO di Jeju Korsel

Direktur PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nurul Azizah

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Perempuan dan Anak serta Pidana Perdagangan Orang (Dittipid PPA-PPO) Bareskrim Polri menelusuri informasi mengenai dugaan warga negara Indonesia (WNI) menjadi korban dan terlibat tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Pulau Jeju, Korea Selatan.

Direktur PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nurul Azizah mengatakan, informasi tersebut diketahui pihaknya melalui media sosial. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan berkoordinasi dengan Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri serta kementerian dan lembaga terkait.

“Terkait pemberitaan tersebut, dari Direktorat PPA dan PPO Bareskrim sudah melakukan koordinasi dengan Div Hub Inter Polri dan kementerian terkait. Sampai saat ini belum ada laporan resmi yang kami terima,” kata Nurul saat dikonfirmasi di Jakarta, Minggu (30/8/2026).

Nurul menjelaskan, informasi mengenai dugaan TPPO tersebut telah menjadi bahan pembahasan dan ditindaklanjuti melalui koordinasi awal secara informal dengan sejumlah pihak terkait.

Menurutnya, hingga kini belum ada laporan resmi yang diterima Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri terkait dugaan TPPO yang disebut terjadi terhadap WNI di Jeju.

“Alurnya ini laporan itu dari P2MI maupun BP2MI, tapi sampai sekarang belum ada laporan resmi yang kami terima. Tetapi, informasi tersebut sudah kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Nurul menambahkan, apabila pelapor telah menyampaikan informasi tersebut kepada Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Korea Selatan, seharusnya informasi tersebut dapat diteruskan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.

Namun, hingga saat ini, pihaknya belum menerima pemberitahuan maupun laporan resmi yang berkaitan dengan unggahan tersebut.

“WNI ilegal tetap menjadi tanggung jawab negara, tetapi mereka tetap melapor. Kami tetap berkoordinasi, biasanya P2MI yang menerima laporan, atau kami share ke desk perlindungan imigran Indonesia. Dari P2MI akan berkoordinasi dengan pihak Korea, di situlah titik alurnya bertemu,” jelasnya.

Ia menuturkan, terkait ada atau tidaknya laporan yang telah disampaikan, hal tersebut masih akan dikonfirmasi melalui koordinasi antara P2MI dan perwakilan Indonesia di Korea Selatan.

Informasi mengenai dugaan TPPO tersebut sebelumnya beredar melalui unggahan di media sosial Instagram. Akun @Kioyyx_ yang mengaku sebagai WNI dan tinggal di Jeju menyampaikan dugaan perdagangan manusia yang disebut terjadi di wilayah Seogwipo.

Dalam unggahannya, pemilik akun meminta bantuan masyarakat untuk mengetahui instansi atau pihak yang dapat dihubungi guna melaporkan dugaan tersebut. Ia juga meminta pihak yang mengetahui saluran pelaporan, termasuk aparat kepolisian, untuk menghubunginya melalui pesan langsung (direct message/DM).

Pemilik akun mengklaim telah menyampaikan laporan kepada Kantor Imigrasi Jeju melalui surat elektronik (email). Menurut pengakuannya, laporan tersebut telah diterima dan akan diproses sesuai antrean.

Ia juga mengaku telah menghubungi KBRI di Korea Selatan. Namun, berdasarkan informasi yang diterimanya, pelaporan terkait tindak pidana harus dilakukan oleh korban secara langsung kepada Kantor Polisi Seogwipo.

Pemilik akun kemudian menyebut sebagian korban merupakan imigran ilegal yang disebut takut melapor langsung kepada kepolisian. Kondisi tersebut, menurutnya, menjadi alasan dirinya berupaya menggunakan jalur lain untuk menyampaikan informasi dugaan TPPO.

Dalam unggahannya, pemilik akun juga mengklaim terdapat ratusan WNI yang datang ke Jeju untuk bekerja secara ilegal. Ia menuding pelaku merupakan WNI yang tinggal di Jeju dan mengaku memiliki bukti terkait dugaan tersebut.

Ia menyebut pihak yang hendak dilaporkan diduga merekrut WNI di Indonesia untuk diberangkatkan ke Jeju dengan imbalan sekitar 7 juta won per orang atau sekitar Rp90 juta lebih.

“Setahu saya, tampaknya ratusan bahkan mungkin lebih dari seribu orang telah tiba di Jeju. Setelah tiba, beberapa mengajukan status pengungsi, sementara yang lainnya bekerja sebagai penduduk ilegal,” tulis akun tersebut.

Akun itu juga menyebut sebagian WNI yang diberangkatkan ke Jeju ditolak masuk saat menjalani pemeriksaan imigrasi dan kemudian dikembalikan ke Indonesia.

Bareskrim Polri memastikan informasi tersebut tetap menjadi perhatian dan telah ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebenaran informasi sekaligus menentukan mekanisme penanganan apabila ditemukan adanya dugaan tindak pidana.

 

HUMAS POLRI

red/mpl?sss

89 Tersangka Karhutla di Tetapkan Bareskrim Polri

JAKARTA – Maspolin.id|| Polri menetapkan 89 tersangka perorangan dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia, Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya 72 tersangka.

Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Pol M. Irhamni mengatakan, polisi terus bergerak mencari dan menindak pelaku pembakaran hutan dan lahan.

“Kami intensif, proaktif mencari pelaku-pelaku yang melakukan pembakaran tentunya. Kurang lebih tersangkanya ada 89 per Sabtu kemarin,” kata Irhamni kepada awak media, dikutip Minggu (30/08/2026).

Penetapan 89 tersangka itu dilakukan setelah polisi menerima 189 laporan terkait dugaan karhutla. Polda jajaran bersama Dittipidter Bareskrim Polri juga terus melakukan penelusuran dan pemeriksaan di sejumlah tempat kejadian perkara (TKP).

Menurut Irhamni, peningkatan jumlah tersangka merupakan hasil penguatan penanganan kasus di daerah melalui asistensi yang dilakukan jajaran Polda bersama Dittipidter Bareskrim Polri.

“Jadi, meningkat dengan jumlah kemarin, itu seiring dengan aktifnya rekan-rekan dari Polda dan dari Dittipidter Bareskrim melaksanakan kegiatan asistensi,” ujarnya.

Polri memastikan pengusutan tidak berhenti pada pelaku perorangan. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan korporasi, termasuk dugaan perintah pembakaran.

“Jangan khawatir kalau ada alat bukti sedikit apa pun yang penting menguatkan bahwa itu memang perintah dari korporasi, akan kami kejar dan akan kami tindak tentunya,” tegas Irhamni.

Penindakan terhadap pelaku karhutla dilakukan di tengah meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah Indonesia sepanjang 2026.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat 454 kejadian karhutla sepanjang tahun ini.

Sementara itu, data Sistem Monitoring Karhutla Kementerian Kehutanan menunjukkan luas area terbakar sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 202.010,96 hektare.

Angka tersebut hampir dua kali lipat dibandingkan akhir Juni 2026 yang tercatat 107.465,47 hektare. Artinya, sekitar 94.545,49 hektare area terbakar hanya dalam satu bulan, yakni sepanjang Juli.

Polri pun terus melakukan pendalaman untuk memastikan setiap pihak yang terbukti terlibat dalam karhutla, baik pelaku perorangan maupun pihak yang memberi perintah, diproses sesuai hukum. (Ad/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/sc

Polisi Gadungan Modus Minta Bantuan Warga yang Terdampak Kebakaran di Desa Adat Sade Ditangkap Polda NTB

MATARAM, NTB – Maspolin.id|| Seorang polisi gadungan berinisial BD alias Bayu (29), terungkap menipu sejumlah pengusaha dengan meminta bantuan untuk warga terdampak kebakaran di Desa Adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda NTB, Kombes Pol. Arisandi, mengungkapkan pengungkapan tindak pidana yang mengarah pada penipuan ini berawal dari tindak lanjut laporan sejumlah korban.

“Setelah mendapat laporan, tim dari Unit Reaksi Cepat (URC) Puma Jatanras Ditreskrimum Polda NTB langsung melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap yang bersangkutan di wilayah Karang Taliwang, Kota Mataram,” ungkapnya, dilansir dari antaranews, Senin (31/8/26).

Selain menangkap pria yang diketahui berasal dari Kabupaten Lombok Utara tersebut, polisi juga mengamankan barang bukti berupa telepon seluler yang diduga digunakan pelaku untuk menghubungi dan menipu para korban.

Kini yang bersangkutan telah ditahan di Mapolda NTB dan diperiksa lebih lanjut dalam status tersangka yang diduga melanggar Pasal 492 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

“Jadi, dari pemeriksaan yang bersangkutan telah mengakui seluruh perbuatannya, termasuk menipu korban dengan mengatasnamakan sebagai pejabat Polri,” tambahnya.

Bahwa pelaku dalam pengakuan di hadapan penyidik menyatakan motif melakukan aksi penipuan itu untuk kepentingan ekonomi pribadi.

“Modusnya tidak hanya menghubungi via telepon para korban, namun juga melakukan buka donasi untuk warga terdampak kebakaran di Desa Sade,” tuturnya.

Adapun korban yang disasar dalam aksi ini berasal dari kalangan pengusaha perhotelan, pengusaha barang grosiran, biro perjalanan, hingga masyarakat.

“Dalam aksinya, pelaku mengaku sebagai sejumlah pejabat kepolisian, mulai dari direktur, kasat, kapolsek hingga kanit,” jelasnya.

Keuntungan dari aksi tersebut, Bayu tercatat mendapatkan kiriman uang hingga jutaan rupiah. Ada juga dalam bentuk parsel buah, hingga air kemasan dalam jumlah sepuluh dus.

“Jadi, kerugian para korban bervariasi. Dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah. Pelaku melakukan aksinya dalam waktu satu tahun terakhir. Untuk total yang diperoleh pelaku, masih kami hitung,” ujarnya.

Kombes Pol. Arisandi, menuturkan kasus ini masih dalam pengembangan untuk menelusuri keterlibatan orang lain maupun korban. (ek/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/sc

Kebakaran di Batu Ceper Berhasil Diatasi oleh 27 Unit Damkar

Ratusan rumah warga di Jalan Batu Ceper Gang 8 dan 9 RW 01, Kebon Kelapa, Gambir, Jakarta Pusat ludes dilalap si jago merah, Senin (31/8) sore.

JAKARTA – Maspolin.id|| Sebanyak 27 unit pemadam dengan kekuatan 135 personel Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Pusat, berhasil mengatasi api yang membakar rumah warga di Jalan Batu Ceper Gang 8 dan 9 RW 01, Kebon Kelapa, Gambir, Senin (31/8) sore.

Dikabarkan, sekitar 114 rumah warga di pemukiman padat penduduk ini ludes terbakar dan 310 Kepala Keluarga (KK) atau 880 jiwa harus kehilangan tempat tinggal.

Sekitar 114 rumah warga ludes terbakar

Kasudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Syarifudin mengungkapkan, pihaknya pertama kali menerima laporan kebakaran sekitar pukul 13.40 . Dalam waktu lima menit, tujuh unit pemadam pertama tiba di lokasi untuk lakukan penangan awal.

“Karena lokasi yang padat, api cepat menjalar. Kami menambah kekuatan dengan total 27 armada pemadam dan 135 personel,” ujar Syarifudin.

Sekitar pukul 16.17 atau tiga jam setelah kejadian, petugas berhasil melokalisir api dan hingga pukul 18.16 masih melakukan pendinginan di lokasi kebakaran.

“Dugaan sementara, api berasal dari salah satu rumah kos dan merambat cepat ke rumah warga,” ucap Syarifudin.

Menurut Syarifudin, api cepat merembet karena letak rumah warga berdempetan ditambah tiupan angin yang cukup kencang

 

Pemprov DKI

bjak/mpl/ma

Polisi Kejar Begal yang Terekam CCTV di Jaksel

Jakarta Selatan – Maspolin.id|| Polisi menyelidiki dugaan aksi pembegalan yang terekam kamera pengawas (CCTV) di Jalan Tebet Barat Raya, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (29/08/2026) sekitar pukul 05.35 WIB.

Kapolsek Tebet AKP Ischak mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai kejadian tersebut dan kini tengah melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi serta mengidentifikasi para pelaku.

“Betul, saat ini dalam proses penyelidikan,” kata Ischak saat dihubungi di Jakarta, Senin (31/08/2026).

Polisi juga masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi yang mengetahui maupun menyaksikan kejadian. Jumlah saksi yang telah diperiksa masih dalam pendataan.

Sementara itu, rekaman CCTV yang beredar di media sosial memperlihatkan dua pemuda dikejar sekelompok pengendara sepeda motor.

Keduanya kemudian masuk ke halaman sebuah warung sembako untuk menghindari kejaran. Namun, sejumlah orang yang mengejar terlihat ikut masuk ke halaman warung. Salah seorang di antaranya tampak diduga membawa senjata tajam.

Dalam rekaman tersebut, sepeda motor yang digunakan kedua pemuda itu kemudian dibawa oleh kelompok pengejar. Mereka selanjutnya meninggalkan lokasi dengan membawa sepeda motor tersebut.

Polisi masih mendalami kasus ini, termasuk menelusuri identitas para terduga pelaku, memeriksa saksi, serta mengumpulkan bukti untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian.
(Ad/hn/rs)

 

Tribratanews

bjak/mpl/apl

Diduga Sebar Konten Molotov, Polda Metro Jaya Tangkap Pemilik Akun Pemukiman Setan

PMJ – Maspolin.id|| Direktorat Reserse Siber (Ditressiber) Polda Metro Jaya menangkap pemilik akun Instagram @pemukiman._.setan berinisial AFA. Penangkapan dilakukan terkait dugaan penyebaran konten berbahaya yang memuat petunjuk pembuatan bom molotov serta ajakan provokatif untuk melakukan kekerasan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan, penangkapan AFA tidak berkaitan dengan unggahan mengenai isu penyerangan terhadap organisasi masyarakat (ormas) GRIB. Polisi, kata dia, fokus menangani dugaan penyebaran materi berbahaya dan konten yang mendorong tindakan kekerasan.

“Penangkapan bukan berkaitan dengan unggahan penyerangan terhadap GRIB, melainkan dugaan penyebaran konten yang memuat daftar bahan serta petunjuk pembuatan bom molotov dan alat pembakar, disertai tulisan provokatif yang mengarah pada ajakan melakukan tindakan kekerasan terhadap aparat maupun objek tertentu,” kata Budi di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Budi mengatakan AFA ditangkap di wilayah Cibodas, Kota Tangerang, pada Minggu (30/8) sekitar pukul 23.30 WIB.

Setelah ditangkap, AFA ditetapkan sebagai tersangka. Saat ini, dia masih menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan oleh penyidik Ditressiber Polda Metro Jaya.

Penanganan perkara tersebut dilakukan untuk mendalami aktivitas akun yang bersangkutan, termasuk dugaan penyebaran konten yang berpotensi mendorong terjadinya kekerasan.

Sebelumnya, informasi mengenai penangkapan pemilik akun tersebut beredar di media sosial. Akun Instagram @kontekscoid mengunggah informasi bahwa admin akun Pemukiman Setan (P.S.) disebut dijemput aparat Siber Polda Metro Jaya.

Dalam unggahan tersebut disebutkan penjemputan diduga berkaitan dengan dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) serta isu penyerangan terhadap GRIB Jaya.

Dalam video yang beredar, terlihat seseorang yang disebut sebagai P.S. tengah berkomunikasi melalui panggilan video dengan seseorang. Lawan bicaranya kemudian meminta agar P.S. tidak membuka pintu maupun keluar rumah.

Polisi menegaskan proses hukum terhadap AFA saat ini masih berjalan dan penyidik masih mendalami perkara tersebut.
(Ad/hn/rs)

 

Humas Polda Metro

bjak/mpl/apl

Polda Kalsel Uji Cara Baru Padamkan Karhutla Gambut, Bara Api Disuntik dari Dalam Tanah

KALIMANTAN SELATAN – Maspolin.id|| Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan (Polda Kalsel) terus berinovasi dalam menanggulangi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Jajaran Polda Kalsel melakukan uji coba pemadaman api menggunakan cairan khusus berbahan dasar minyak nabati (Methyl Ester Sulfonate / MES) yang disuntikkan langsung ke dalam tanah lahan gambut.

Kabid Humas Polda Kalsel Kombes Pol. Nur Khamid, mengatakan, dalam pernyataannya Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, pada Minggu (30/8/2026) sore di Guntung Damar, Banjarbaru, menyampaikan bahwa eksperimen ini memanfaatkan kolam bioflok yang diisi dengan cairan hasil pengembangan laboratorium. Metode penyuntikan air dan cairan khusus ini efektif menurunkan suhu tanah serta memadamkan titik api dan asap di bawah permukaan gambut .

Beliau menjelaskan mekanisme pemadaman dan efektivitas dengan menggunakan bahan baku berupa cairan pemadam yang dikembangkan dari bahan dasar minyak nabati (MES) yang diteliti oleh Laboratorium Forensik Polda Kalsel. Metode ini bekerja dengan cara memutus pasokan oksigen pada material mudah terbakar di bawah permukaan tanah gambut.

Bara api yang ada di dalam lahan gambut menjadi salah satu kendala dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Guntung Damar, Banjarbaru. Api yang sudah dipadamkan di permukaan masih menyisakan bara panas dan kembali muncul dari dalam tanah.

Sementara untuk pemadaman permukaan, penggunaan lapisan busa juga diterapkan dengan prinsip serupa. Hasilnya, dalam hitungan detik setelah penyuntikan, suhu area gambut yang membara langsung dingin dan hembusan asap berhasil dihentikan.

Persoalan lainnya adalah jarak sumber air dengan lokasi titik api. Kondisi ini membuat proses pemadaman membutuhkan cara berbeda. Kapolda Kalsel Irjen Pol. Rosyanto Yudha Hermawan kemudian menerapkan dua metode untuk membantu mempercepat pemadaman, yakni pipa suntik yang diarahkan ke dalam gambut dan kolam bioflok sebagai penampungan air di dekat lokasi kebakaran.

Pihak Polda Kalsel saat ini sedang melakukan pemetaan wilayah dan perhitungan kebutuhan volume cairan serta air yang diperlukan untuk pemadaman skala luas, khususnya di area rawan seperti kawasan Gunung Damar dan Desa Pengayuan. Evaluasi dan pengembangan lanjutan akan terus dilakukan agar metode ini dapat diterapkan secara optimal di lapangan.

 

Humas Polda Kalsel

red/mpl/sss

Jangan Lewatkan

Polres Metro Jakpus Gagalkan Peredaran 25,2 Kg Sabu Senilai Rp30 Miliar

Jakarta Pusat - Maspolin.id|| Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 25,2 kilogram dengan nilai diperkirakan mencapai Rp30 miliar. Pengungkapan tersebut...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.