Kapolres Manggarai Timur Naik Sepeda Motor Antar Bantuan, Jangkau 156 Warga di Kampung Podol

Manggarai Timur, NTT – Maspolin.id|| Keterbatasan akses tak menyurutkan langkah Polri untuk menjangkau masyarakat terdampak bencana. Menggunakan sepeda motor, Kapolres Manggarai Timur Haryanto, bersama personel menyisir wilayah terpencil dan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada warga di Kampung Podol, Desa Ruan, Kecamatan Kota Komba, Kabupaten Manggarai Timur, Minggu (30/8/2026).

Sebanyak 10 personel Polres Manggarai Timur terlibat dalam kegiatan tersebut. Mereka mendatangi langsung lokasi pengungsian yang dihuni 54 kepala keluarga atau 156 jiwa terdampak bencana.Bantuan yang dibawa dan diserahkan kepada masyarakat terdiri dari 100 kilogram beras, 10 selimut bayi, 5 dus biskuit, 2 dus pampers, 15 paket mi instan, 10 kain sarung, 2 dus susu balita, 10 tikar bayi, serta 10 dus air minum.

Bantuan tersebut disalurkan secara langsung agar kebutuhan dasar warga yang masih berada dalam kondisi pascabencana dapat terbantu.

Kapolres Manggarai Timur Haryanto mengatakan, langkah tersebut merupakan tindak lanjut petunjuk dan arahan Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, agar personel aktif menyisir wilayah-wilayah yang sulit dijangkau.

“Atas petunjuk dan arahan dari Bapak Kapolda NTT, Bapak Inspektur Jenderal Polisi Rudi Darmoko, kami personel Polres Manggarai Timur mendatangi, menyisir kampung-kampung yang sangat terpencil. Kita mendatangi masyarakat yang terdampak bencana, kita salurkan, kita distribusikan bantuan-bantuan dari Bapak Kapolri, maupun Bapak Kapolda, maupun dari polda-polda yang lain,” ujar Haryanto.

Penggunaan sepeda motor menjadi pilihan untuk mendukung mobilitas personel menuju Kampung Podol. Di tengah kondisi akses yang terbatas, kendaraan roda dua memungkinkan rombongan lebih mudah menjangkau wilayah yang tidak selalu dapat dilalui kendaraan roda empat.

Bagi warga pengungsi, kedatangan personel Polri tidak hanya berarti menerima bantuan. Kehadiran langsung aparat di tengah mereka juga memberikan rasa diperhatikan dan menguatkan semangat masyarakat dalam menghadapi masa pemulihan.

Dengan jumlah 54 KK atau 156 jiwa, kebutuhan warga di lokasi pengungsian tentu tidak sedikit. Bantuan berupa beras, air minum, makanan, perlengkapan bayi hingga kebutuhan sehari-hari diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat.

Kepala Dusun Podol menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Kapolri, Kapolda NTT, serta Kapolres Manggarai Timur atas bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolri, Bapak Kapolda NTT, dan Bapak Kapolres Manggarai Timur yang telah memberikan bantuan kepada masyarakat kami. Bantuan ini sangat berarti bagi warga, terutama bagi keluarga yang masih berada dalam kondisi terdampak bencana,” ungkapnya.

Kepala Dusun Podol juga mengapresiasi kesediaan Kapolres bersama anggota untuk datang langsung ke wilayah mereka. Menurutnya, kehadiran personel kepolisian memberikan semangat tersendiri bagi warga yang sedang menjalani masa sulit.

Kapolda NTT melalui jajaran Polres Manggarai Timur terus mendorong agar pendistribusian bantuan dilakukan secara merata dan menyentuh masyarakat yang benar-benar membutuhkan, termasuk warga yang tinggal di wilayah terpencil.

Bagi Polri, distribusi bantuan bukan sekadar memindahkan logistik dari satu tempat ke tempat lain. Ada tanggung jawab untuk memastikan bantuan benar-benar sampai kepada masyarakat yang menjadi sasaran.

Perjalanan menggunakan sepeda motor menuju Kampung Podol menjadi bukti bahwa keterbatasan medan bukan alasan untuk berhenti melayani.

Ketika jalan sulit ditempuh, personel mencari cara. Ketika warga membutuhkan, polisi datang. Dan ketika masyarakat masih bertahan di pengungsian, Polri berupaya memastikan mereka tidak merasa sendirian.

Dari Kampung Podol, pesan itu kembali ditegaskan: Polri hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membantu masyarakat bangkit dari bencana.

 

Humas Polda NTT

red/mpl/sss

Polda Sulut Amankan Empat Tersangka dari 3 Kasus Narkoba dan Psikotropika

POLDA SULUT – Maspolin.id|| Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut) berhasil mengungkap tiga kasus tindak pidana penyalahgunaan narkotika dan psikotropika di bulan Agustus 2026. Hasil pengungkapan ini disampaikan dalam konferensi pers bertempat di Lobi Gedung Ditresnarkoba Polda Sulut, Senin (31/8/2026) pagi, yang dihadiri oleh Kabid Humas Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, Direktur Reserse Narkoba Kombes Pol Yandri Makaminan dan para Kasubdit.

“Pengungkapan ini merupakan komitmen nyata Kepolisian dalam memberantas peredaran barang haram di wilayah Sulawesi Utara. Dalam pengungkapan ini, petugas mengamankan empat orang tersangka yang terdiri dari tiga pria dan satu wanita,” ujar Kabid Humas Polda Sulut di hadapan sejumlah awak media.

​Secara terperinci, dari tiga kasus yang berhasil diungkap, dua di antaranya merupakan kasus tindak pidana narkotika, sementara satu kasus lainnya merupakan penyalahgunaan psikotropika.

Sementara itu, ​​Direktur Reserse Narkoba Polda Sulut Kombes Pol Yandri Makaminan menyatakan, penangkapan dilakukan di beberapa titik lokasi dengan total empat orang tersangka yang kini telah ditahan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

​”Pengungkapan ini berkat hasil penyelidikan intensif anggota kami di lapangan serta adanya laporan dari masyarakat,” ujar Yandri.

​Dalam kasus psikotropika, pada tanggal 27 Agustus petugas mengamankan seorang tersangka wanita berinisial FS yang diduga hendak menyelundupkan barang haram ke luar Sulawesi Utara. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa 70 butir psikotropika, 521 butir obat keras, serta sejumlah uang tunai hasil transaksi penjualan.

Sementara itu untuk kasus sabu, pada tanggal 23 Agustus 2026 petugas mencegat seseorang yang kedapatan membawa 1,6 gram narkotika jenis sabu di kawasan Pelabuhan Manado. Pelaku rencananya akan mengedarkan paket sabu tersebut ke luar wilayah Provinsi Sulut.

“Kemudian pada hari Selasa, 25 Agustus, personel Direktorat Resnarkoba Polda Sulut juga mengungkap kasus sabu di Minahasa Tenggara. Polisi meringkus dua orang tersangka inisial DM (50) dan RM (36) di wilayah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra). Dari penangkapan ini, petugas menyita barang bukti sebanyak 63 gram sabu yang telah terbagi ke dalam 62 paket siap edar,” lanjutnya.

​Selain mengamankan total empat tersangka (tiga kasus narkotika dan satu kasus psikotropika), penyidik menyita berbagai barang bukti pendukung seperti bong (alat isap sabu), telepon genggam, dan uang tunai.

Yandri Makaminan mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga lingkungan masing-masing agar terhindar dari bahaya narkoba, sejalan dengan komitmen mewujudkan wilayah “Bersinar” (Bersih dari Narkoba). ​Secara khusus, para orang tua diminta lebih peka terhadap perubahan perilaku anak-anak mereka di rumah.

​”Perhatikan jika ada indikasi yang mencurigakan, misalnya anak muda yang bertahan di dalam kamar selama berhari-hari tanpa aktivitas jelas. Itu bisa menjadi salah satu gejala awal pengguna narkotika maupun psikotropika,” imbaunya.

​Masyarakat yang menemukan indikasi atau aktivitas mencurigakan terkait penyalahgunaan obat-obatan terlarang diharapkan segera melapor ke pihak kepolisian terdekat.

 

Humas Polda Sulut

red/mpl/sss

Kapolda NTT Sambangi Keuskupan Agung Ende Bawa Bantuan Rp100 Juta untuk Pemulihan Gereja Pascagempa

Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, saat menyambangi Keuskupan Agung Ende di Istana Uskup Agung Ende, kawasan Nuaguta, Kelurahan Onelako, Kecamatan Ndona, Jumat (28/8/2026).

Ende, NTT – Maspolin.id|| Di tengah puing-puing bangunan dan luka yang masih dirasakan masyarakat akibat gempa bumi Flores, kepedulian terus bergerak. Bukan hanya dalam bentuk bantuan logistik, tetapi juga melalui silaturahmi yang menghadirkan kekuatan dan harapan bagi masyarakat yang sedang berjuang untuk bangkit.

Hal itu ditunjukkan Kapolda NTT Irjen Pol. Rudi Darmoko, saat menyambangi Keuskupan Agung Ende di Istana Uskup Agung Ende, kawasan Nuaguta, Kelurahan Onelako, Kecamatan Ndona, Jumat (28/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kepedulian Polda NTT terhadap masyarakat terdampak gempa bumi yang mengguncang Pulau Flores pada 15 Agustus 2026.

Kapolda NTT hadir didampingi Kapolres Ende, sejumlah Pejabat Utama Polda NTT serta jajaran Bhayangkari. Kedatangan rombongan disambut hangat Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD., bersama para imam dan komunitas Keuskupan Agung Ende.

Pertemuan itu berlangsung dalam suasana penuh kehangatan. Di tengah situasi pascabencana, silaturahmi tersebut menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan sekaligus memastikan proses pemulihan berjalan bersama.

Dalam kunjungan tersebut, Polda NTT menyerahkan bantuan berupa bahan pokok serta dana sebesar Rp100 juta yang diperuntukkan bagi pemulihan dan perbaikan sarana ibadah yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Bantuan dana tersebut diserahkan secara simbolis oleh Kapolres Ende kepada Uskup Agung Ende.

Kapolda NTT menegaskan, bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas dari keluarga besar Polda NTT kepada masyarakat yang terdampak bencana.

“Bantuan yang diserahkan kepada Keuskupan Agung Ende merupakan donasi sukarela dari seluruh anggota Polda NTT. Kami berharap bantuan ini dapat membantu mempercepat proses renovasi gereja-gereja yang rusak akibat guncangan gempa,” ujar Rudi Darmoko.

Menurutnya, tempat ibadah memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Karena itu, pemulihan sarana ibadah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pemulihan masyarakat pascabencana.

Kapolda juga menyampaikan bahwa seluruh jajaran kepolisian di wilayah terdampak telah diarahkan untuk terus membantu masyarakat secara langsung, termasuk membersihkan puing-puing rumah warga, fasilitas pendidikan maupun rumah ibadah.

Bagi Polda NTT, penanganan bencana bukan hanya tentang mendistribusikan bantuan. Kehadiran personel di tengah masyarakat juga menjadi bagian penting untuk membangun kembali rasa aman dan optimisme.

Kapolda NTT menginstruksikan jajaran untuk terus menyisir wilayah terdampak, termasuk memastikan masyarakat yang membutuhkan bantuan dapat segera dijangkau.

Ia pun mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan apabila masih terdapat wilayah yang terisolasi atau belum mendapatkan bantuan.

“Apabila masih ada masyarakat atau wilayah yang belum tersentuh bantuan, segera informasikan kepada kami. Kami akan berupaya mengerahkan sumber daya yang ada untuk menjangkau dan membantu masyarakat,” tegasnya.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa proses pemulihan tidak boleh berhenti hanya karena sebagian wilayah telah mulai kembali beraktivitas. Masih ada warga yang membutuhkan bantuan, masih ada bangunan yang harus dibersihkan, dan masih ada rasa takut yang perlu dipulihkan.

Uskup Agung Ende Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD., menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kepedulian Kapolda NTT bersama seluruh jajaran.

Menurutnya, kunjungan langsung Kapolda ke Keuskupan Agung Ende, termasuk perhatian terhadap gereja-gereja yang mengalami kerusakan, memberikan dukungan moral yang sangat berarti bagi umat.

“Kami sangat mengapresiasi dan bersyukur atas kunjungan serta bantuan dari Bapak Kapolda NTT dan seluruh personel Polda NTT. Dukungan ini membuat kami tidak merasa berjalan sendirian dalam menghadapi masa-masa sulit ini,” ungkap Mgr. Paulus.

Keuskupan Agung Ende sendiri telah membentuk Posko Keuskupan untuk mengoordinasikan penanganan korban dan kebutuhan umat pascabencana.

Kehadiran personel kepolisian yang turut membantu membersihkan puing-puing bangunan gereja dan kapela yang rusak juga dinilai memberikan manfaat nyata dalam mempercepat proses pemulihan.

Menyikapi kondisi sejumlah bangunan gereja yang mengalami retakan akibat gempa, Uskup Agung Ende juga telah mengimbau para Romo dan Pastor Paroki agar pelaksanaan Misa dan kegiatan ibadah untuk sementara dilakukan di ruang terbuka.

Langkah tersebut diambil sebagai bentuk kehati-hatian demi memastikan keselamatan umat, mengingat kondisi sejumlah bangunan belum sepenuhnya dinyatakan aman.

Di tengah situasi tersebut, bantuan dan dukungan dari berbagai pihak menjadi penting agar kehidupan masyarakat dapat kembali pulih secara bertahap.

Pertemuan Kapolda NTT dan Uskup Agung Ende kemudian ditutup dengan doa dan harapan agar seluruh masyarakat terdampak diberikan kekuatan dalam menghadapi masa pemulihan.

Uskup Agung Ende turut mendoakan seluruh personel Polda NTT agar senantiasa diberikan kesehatan, kekuatan dan perlindungan Tuhan dalam menjalankan tugas kemanusiaan.

Silaturahmi tersebut menjadi gambaran bahwa di tengah bencana, batas-batas perbedaan tidak menjadi penghalang untuk saling menguatkan.

Polri hadir, tokoh agama bergerak, dan masyarakat bergandengan tangan. Sebab pemulihan setelah bencana bukan hanya tentang membangun kembali bangunan yang rusak, tetapi juga merawat persaudaraan dan menumbuhkan kembali harapan.

 

Humas Polda NTT

red/mpl/sss

 

Kasus Pengeroyokan 2 Polisi, Polres Blora Tahan Tiga Pelaku dan Periksa 15 Saksi

Blora, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Kericuhan saat pengamanan karnaval dalam rangka HUT ke-81 Republik Indonesia di Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, berujung pada pengeroyokan terhadap dua anggota Polsek Ngawen.

Polres Blora kini memperluas penyidikan dengan memeriksa 15 saksi untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian sekaligus mendalami peran masing-masing pihak dalam kericuhan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Blora AKP Zaenul Arifin mengatakan jumlah saksi yang diperiksa bertambah dari sebelumnya 11 orang. Pemeriksaan dilakukan untuk memperjelas kronologi serta mengungkap keterlibatan masing-masing pihak dalam peristiwa tersebut.

“Pemeriksaan 15 saksi terkait kasus pengeroyokan anggota kepolisian saat bertugas di Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, Blora ini untuk mendalami kronologi kejadian serta peran masing-masing pihak,” kata Zaenul di Blora, Sabtu (29/08/2026).

Para saksi yang diperiksa terdiri atas saksi korban, personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berada di lokasi, serta sejumlah warga yang keterangannya berkaitan dengan rekaman video berdurasi sekitar 50 detik yang beredar.

Penyidikan kasus tersebut dilakukan setelah polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka dan melakukan penahanan terhadap ketiganya.

Peristiwa tersebut terjadi di perempatan Dukuh Randualas, Desa Rowobungkul, Kecamatan Ngawen, pada Sabtu (22/8) sekitar pukul 16.30 WIB.

Menurut Zaenul, kericuhan bermula dari aksi saling ejek antarpeserta karnaval yang kemudian berkembang menjadi perkelahian antara warga Dukuh Tembang dan Dukuh Randualas.

Petugas gabungan yang berada di lokasi kemudian berupaya melerai dan mengendalikan situasi. Namun, ketika mencoba menghentikan perkelahian, dua anggota Polsek Ngawen justru menjadi sasaran pemukulan.

“Anggota melerai, malah didorong sampai jatuh, sempat dipukul dan terluka,” ujarnya.

Kedua anggota tersebut yakni Aipda MS dan Aiptu SP. Keduanya mengalami luka dan sempat mendapatkan perawatan medis di Puskesmas Rowobungkul.

Aipda MS mengalami luka memar pada bagian dahi, hidung, dan lutut kiri. Sementara Aiptu SP mengalami luka robek pada bagian atas kepala, benjolan di kepala, serta memar dan benjolan pada bagian dahi.

Dalam proses penyidikan, polisi sebelumnya mengamankan 11 orang untuk menjalani pemeriksaan. Setelah mendalami keterangan para saksi dan mengumpulkan sejumlah alat bukti, penyidik kemudian menetapkan tiga orang sebagai tersangka.

Ketiga tersangka masing-masing berinisial SJ, NR, dan BD, yang seluruhnya merupakan warga Kabupaten Blora.

Polisi masih terus mendalami perkara tersebut, termasuk mencocokkan keterangan para saksi dengan rekaman video yang beredar untuk memastikan rangkaian kejadian dan peran masing-masing pihak.

Pengamanan karnaval tingkat desa tersebut sebelumnya melibatkan personel gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Linmas.

Penyidikan masih berlanjut untuk melengkapi seluruh alat bukti dan mengungkap secara menyeluruh perkara pengeroyokan terhadap dua anggota kepolisian yang terjadi saat menjalankan tugas pengamanan kegiatan masyarakat tersebut. (Ad/hn/rs)

 

Humas Polda Jateng

bjateng/mpl/ls

Pemberantasan Peredaran Rokok Illegal Terus Digencarkan, Polres Wonogiri Musnahkan 1,65 Juta Rokok Ilegal

Wonogiri, JAWA TENGAH – Maspolin.id||Sebanyak 1.650.466 batang rokok ilegal dimusnahkan dalam kegiatan pemusnahan barang bukti tindak pidana umum yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht) oleh Kejaksaan Negeri Wonogiri.

Pemusnahan berlangsung di halaman Pendopo Rumah Dinas Bupati Wonogiri, Jalan Kabupaten Nomor 4, Sanggrahan, Giripurwo, Senin (31/8/2026) pagi.

Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata sinergitas aparat penegak hukum bersama pemerintah daerah dalam mencegah peredaran barang kena cukai ilegal sekaligus memastikan barang bukti perkara yang telah berkekuatan hukum tetap tidak kembali disalahgunakan.

Pemusnahan dihadiri Bupati Wonogiri Setyo Sukarno, Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Rodricho Ivan Pattihahuan, M.Tr.Mil, Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim, S.H., S.I.K., Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri Hery Somantri, S.H., M.H., Kepala Bea Cukai Surakarta Kholis K., Ketua DPRD Wonogiri Sriyono, S.Pd., serta jajaran Forkopimda dan instansi terkait.

Kepala Seksi Pemulihan Aset dan Pengelolaan Barang Bukti Kejaksaan Negeri Wonogiri Rozy Haromain, S.H., M.H., mengatakan barang bukti yang dimusnahkan berasal dari satu perkara rokok ilegal.

“Barang bukti tersebut sebanyak 1.650.466 batang jenis SKM dan SPM,” jelasnya.

Pemusnahan dilakukan dengan cara menghancurkan dan membakar barang bukti hingga tidak dapat digunakan kembali. Proses tersebut dilakukan secara langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri bersama unsur Forkopimda dan tamu undangan.

Kepala Kejaksaan Negeri Wonogiri Hery Somantri mengatakan eksekusi terhadap barang bukti merupakan bagian penting dari proses penegakan hukum setelah suatu perkara memperoleh kekuatan hukum tetap.

Menurutnya, putusan pengadilan terhadap barang bukti dapat berupa pengembalian kepada pihak yang berhak, dirampas untuk negara apabila memiliki nilai ekonomis, maupun dirampas untuk dimusnahkan apabila barang tersebut merupakan sarana atau hasil kejahatan yang tidak boleh kembali beredar.

“Pemusnahan ini juga untuk mengantisipasi adanya penyimpangan serta penyalahgunaan barang bukti agar tidak dapat dipergunakan kembali,” ujarnya.

Ia menegaskan kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai dampak peredaran rokok ilegal.

“Marilah bersama-sama menumbuhkan kesamaan sikap dalam rangka membangun kesadaran tentang rokok ilegal yang dapat merugikan negara serta meningkatkan komitmen untuk melakukan upaya-upaya pencegahan tindak pidana,” katanya.

Sementara itu, Polres Wonogiri terus mendorong penguatan sinergitas bersama Bea Cukai, Kejaksaan, pemerintah daerah dan instansi terkait dalam melakukan pencegahan serta penindakan terhadap peredaran rokok ilegal.

Kapolres Wonogiri AKBP Haris Munandar Hasyim menekankan pentingnya deteksi dini dan pemetaan terhadap potensi jaringan peredaran rokok ilegal, mulai dari distributor, pengecer, lokasi penyimpanan hingga jalur distribusinya.

Langkah tersebut diperlukan mengingat pelaku dapat mengubah pola distribusi untuk menghindari pengawasan, termasuk memanfaatkan jalur alternatif, kendaraan pribadi, jasa ekspedisi maupun penjualan secara tertutup melalui platform digital.

Dengan dimusnahkannya barang bukti yang telah inkracht, aparat penegak hukum memastikan barang tersebut tidak kembali masuk ke masyarakat. Di sisi lain, pengawasan dan upaya pencegahan tetap perlu dilakukan secara berkelanjutan guna menekan potensi peredaran rokok ilegal di Kabupaten Wonogiri. (Humas Polres Wonogiri Polda Jateng).

 

Humas Polda Jateng

birojateng/mpl/gg

Sejumlah Jabatan Strategis Berganti, Polri Kembali Mutasi Pati dan Pamen

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir

MABES POLRI – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melakukan rotasi dan mutasi terhadap 424 Perwira Tinggi (Pati) dan Perwira Menengah (Pamen) di lingkungan Polri. Mutasi tersebut tertuang dalam tiga Surat Telegram Kapolri yang diterbitkan pada 30 Agustus 2026, yakni ST/1877/VIII/KEP./2026, ST/1878/VIII/KEP./2026, dan ST/1879/VIII/KEP./2026.

Dari keseluruhan personel yang dimutasi, sebanyak 344 personel mendapatkan promosi atau penempatan jabatan baru. Selain itu, terdapat personel yang menyelesaikan pendidikan, berangkat pendidikan, hingga memasuki masa pensiun.

Rotasi tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan. Perubahan jabatan ini merupakan bagian dari dinamika organisasi, pembinaan karier, penyegaran, serta kebutuhan organisasi dalam menghadapi tantangan tugas yang terus berkembang.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi merupakan bagian dari proses pembinaan organisasi dan karier personel Polri. Penempatan personel pada jabatan baru dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi serta kompetensi dan pengalaman yang dimiliki.

“Mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi dan pembinaan karier personel. Penempatan pada jabatan baru tentunya telah disesuaikan dengan kebutuhan organisasi, kompetensi, serta tantangan tugas yang dihadapi,” kata Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir dalam keterangannya di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Salah satu perubahan jabatan strategis terjadi pada posisi Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops). Irjen Pol. Roycke Harry Langie, yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara, dipercaya mengemban jabatan sebagai Astamaops Kapolri. Ia menggantikan Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran yang dimutasikan sebagai Pati Stamaops Polri dalam rangka pensiun.

Posisi Kapolda Sulawesi Utara selanjutnya diisi Brigjen Pol. Yudo Hermanto yang sebelumnya menjabat Karopaminal Divpropam Polri.

Pergantian juga terjadi pada kepemimpinan Polda Papua Barat Daya. Brigjen Pol. Hengki Haryadi yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau diangkat sebagai Kapolda Papua Barat Daya. Sementara Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat Daya mendapat penugasan baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Jabatan Wakapolda Riau selanjutnya diemban Brigjen Pol. Simson Zet Ringu yang sebelumnya menjabat Wakapolda Gorontalo. Sementara posisi Wakapolda Gorontalo dipercayakan kepada Kombes Pol. Dedy Suhartono yang sebelumnya bertugas di Korlantas Polri. Lalu, Brigjen Pol. D.I. Susetio Cahyadi dipercaya sebagai Wakapolda Maluku Utara Menggantikan Brigjen Pol. Stephen Maleachi Napiun yang kini dipercaya sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri

Di tingkat Mabes Polri, Irjen Pol. Jawari mendapat amanah sebagai Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM) menggantikan Irjen Pol. Anwar yang dimutasikan sebagai Pati SSDM Polri dalam rangka pensiun.

Perubahan juga terjadi pada posisi Koordinator Staf Ahli (Koorsahli) Kapolri. Irjen Pol. Ruslan Ependi dipercaya mengemban jabatan tersebut menggantikan Irjen Pol. Herry Rudolf Nahak yang dimutasikan sebagai Pati Sahli Kapolri dalam rangka pensiun.

Sementara itu, Kombes Pol. Ian Rizkian Milyardin mendapat penugasan sebagai Kepala Pelayanan Markas (Kayanma) Polri menggantikan Kombes Pol. Yudi Arkara Oktobera yang diangkat sebagai Karobinopsnal Baharkam Polri.

Rotasi juga mencakup penugasan di bidang pendidikan dan pengembangan kompetensi personel. Sejumlah Pati dan Pamen mendapatkan penugasan untuk mengikuti maupun menyelesaikan pendidikan serta mengemban tugas sebagai Widyaiswara dan dosen di lingkungan Lemdiklat Polri.

Irjen Pol. Johnny menegaskan, seluruh pejabat yang mendapatkan amanah baru diharapkan dapat segera menyesuaikan diri dan menjalankan tugas secara optimal.

“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab. Kami berharap para pejabat yang mendapat penugasan baru dapat segera beradaptasi, melanjutkan program yang sudah berjalan, serta meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan, penyegaran organisasi tersebut diharapkan dapat menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas sekaligus memperkuat organisasi Polri dalam menghadapi berbagai tantangan ke depan.

“Pada prinsipnya, seluruh proses mutasi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas, memperkuat kepemimpinan, dan memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat,” tutupnya.

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Buat Curhat Sekaligus Ngopi Gratis, Polisi Bangun Warung Aspirasi Buat Ojol

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Sejumlah pengemudi ojek online (ojol) di kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dibuat terkejut dengan pendekatan tak biasa yang dilakukan polisi.

Alih-alih hanya berhadapan dengan petugas saat pemeriksaan di jalan, para driver ojol justru diajak mampir, menikmati hidangan gratis, sekaligus berbincang santai bersama polisi melalui program Warung Aspirasi yang digagas Satlantas Polres Bogor.

Warung tersebut disediakan sebagai ruang bagi para pengemudi ojol untuk beristirahat, bersilaturahmi, hingga menyampaikan berbagai keluhan dan persoalan yang mereka hadapi selama bekerja di jalan.

Suasananya pun dibuat santai. Para pengemudi dapat duduk bersama petugas kepolisian sambil menikmati hidangan dan menyampaikan langsung berbagai aspirasi tanpa suasana formal.

“Kami ingin hadir bukan hanya ketika masyarakat membutuhkan pelayanan atau ketika terjadi permasalahan. Melalui Warung Aspirasi ini, kami ingin mendengar langsung apa yang dirasakan dan dibutuhkan oleh rekan-rekan ojol,” kata Kasatlantas Polres Bogor AKP Afif Widhi Ananto kepada wartawan, Sabtu (29/08/2026).

Bagi para pengemudi ojol, ruang komunikasi seperti ini menjadi pengalaman yang berbeda. Mereka tidak hanya mendapatkan tempat untuk beristirahat, tetapi juga kesempatan menyampaikan persoalan yang selama ini mereka hadapi saat mencari nafkah di jalan.

Salah satu pengemudi ojol, Hendri, menyambut positif program tersebut. Ia mengaku biasanya bertemu polisi hanya ketika sedang berada di jalan atau dalam kegiatan tertentu.

“Biasanya kami hanya bertemu dengan polisi saat di jalan atau ketika ada kegiatan tertentu. Sekarang kami bisa duduk bersama, ngobrol, menyampaikan keluhan dan aspirasi secara langsung,” ujar Hendri.

Menurutnya, kehadiran Warung Aspirasi membuat para pengemudi merasa lebih diperhatikan. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menjadi ruang komunikasi antara polisi dengan masyarakat.

“Kami merasa diperhatikan. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan karena sangat bermanfaat bagi kami,” katanya.

Melalui Warung Aspirasi, Satlantas Polres Bogor ingin membangun komunikasi yang lebih dekat dengan para pengemudi ojol.

Polisi juga memberikan pemahaman bahwa tugas kepolisian tidak semata-mata melakukan penindakan, tetapi juga mendengar persoalanT masyarakat dan berupaya memberikan solusi.

Pendekatan humanis tersebut diharapkan dapat memperkuat hubungan antara polisi dan masyarakat, khususnya para pengemudi ojol yang setiap hari beraktivitas di jalan raya.
(Ad/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/nn

Kompolnas Minta Polri Usut Tuntas Pelaku Serta Dalang Kericuhan Demo DPR

HUMAS POLRI – Maspolin.id|| Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) meminta Polri mengusut secara menyeluruh kericuhan yang terjadi setelah aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (27/08/2026).

Komisioner Kompolnas Choirul Anam menilai penanganan kasus tidak cukup hanya dengan mengidentifikasi pelaku kekerasan di lapangan. Polisi juga diminta menelusuri pihak-pihak yang diduga berada di balik kerusuhan, termasuk aliran dana hingga pihak yang memasok barang untuk aksi tersebut.

“Saya kira memang peristiwa 27 Agustus kemarin malam hari harus diusut tuntas siapa saja yang melakukan kekerasan, siapa saja yang ada di balik kerusuhan itu, aliran dananya, terus memasok barang-barang dan sebagainya ya harus diusut tuntas,” kata Anam, Minggu (30/8/2026).

Menurut Anam, pengusutan secara menyeluruh diperlukan untuk memastikan aksi penyampaian pendapat tetap berlangsung secara damai dan tidak
berubah menjadi tindakan kekerasan.

Ia menegaskan, aparat penegak hukum perlu mengungkap siapa saja yang terlibat serta pihak yang paling bertanggung jawab atas terjadinya kericuhan.

“Karena dalam konteks hak asasi manusia itu juga dilarang, oleh karenanya Polda Metro Jaya harus mengusut tuntas ini, ya perusuhnya siapa, terus siapa yang paling bertanggung jawab dan lain sebagainya tanpa terkecuali,” ujarnya.

Kericuhan sebelumnya terjadi setelah aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). Situasi memanas pada sore hingga malam hari di sejumlah titik.

Di kawasan bawah Flyover Slipi, sejumlah orang dilaporkan melakukan perusakan fasilitas umum dan membakar ban di tengah jalan. Polisi kemudian menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa di sekitar pos polisi Slipi.

Kompolnas mendorong proses penegakan hukum dilakukan secara menyeluruh dan profesional, sehingga pihak yang terbukti melakukan tindak kekerasan dapat dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan hukum. (Ad/hn/rs)

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Satgas Kepolisian Ops Damai Cartenz Hadir Jaga Keamanan di Muara

Puncak Jaya, PAPUA TENGAH – Maspolin.id|| Situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Distrik Muara, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, terpantau aman dan aktivitas masyarakat berjalan normal, Sabtu (29/8/2026). Kondisi tersebut turut dipantau personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 melalui patroli jalan kaki yang dilakukan secara humanis sejak pukul 09.00 WIT.

Dalam patroli tersebut, personel menyusuri sejumlah titik aktivitas masyarakat sekaligus menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan warga. Dialog berlangsung santai, membahas aktivitas sehari-hari serta kondisi keamanan di lingkungan sekitar.

Patroli juga menyasar halaman SMP Satu Atap Mewoluk, Distrik Muara, Puncak Jaya. Kehadiran personel di lingkungan sekolah menjadi bagian dari upaya memastikan situasi tetap aman sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat dan pihak sekolah.

Di sela kegiatan, personel juga mendapat perhatian dari warga. Seorang mama-mama dengan sukarela memberikan pisang kepada anggota Satgas untuk dijadikan bekal selama melaksanakan patroli.

Pemberian tersebut berlangsung sederhana, namun mencerminkan adanya interaksi positif antara personel dan masyarakat. Kehadiran personel tidak hanya dipandang dalam konteks pengamanan, tetapi juga menjadi ruang bagi warga untuk berkomunikasi secara langsung.

Wakil Kepala Sekolah SMP Satu Atap Mewoluk, Lukas Murib, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kehadiran personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz yang turut menjaga keamanan di lingkungan masyarakat, termasuk di sekitar sekolah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada anggota Satgas Damai Cartenz yang telah melindungi dan mengunjungi kami untuk keamanan bersama di lokasi kita, khususnya di Papua. Kehadiran bapak-bapak sangat berarti bagi kami dan masyarakat,” ujar Lukas.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan patroli di wilayah harus dilakukan dengan tetap mengedepankan pendekatan humanis dan komunikasi dengan masyarakat.

“Patroli bukan hanya untuk memantau situasi keamanan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi personel untuk hadir dan berkomunikasi langsung dengan masyarakat. Dengarkan apa yang disampaikan warga dan bangun hubungan yang baik selama menjalankan tugas,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

Ia menambahkan, kehadiran personel di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus memperkuat hubungan antara aparat keamanan dengan warga.

“Dengan komunikasi yang baik, personel dapat mengetahui kondisi yang sebenarnya di lapangan. Kehadiran yang humanis juga diharapkan dapat memberikan rasa aman dan membuat masyarakat merasa nyaman dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” tambah Kaops Damai Cartenz-2026.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan patroli jalan kaki memberikan ruang bagi personel untuk melihat secara langsung kondisi lingkungan sekaligus berinteraksi dengan masyarakat.

“Patroli jalan kaki memungkinkan personel lebih dekat dengan masyarakat. Ketika bertemu warga, personel dapat menyapa, berbincang dan mendengarkan langsung kondisi di lingkungan mereka. Ini merupakan bagian dari pelaksanaan tugas yang mengedepankan pendekatan humanis,” kata Wakaops Damai Cartenz-2026.

Menurutnya, perhatian dan sambutan sederhana dari masyarakat selama patroli merupakan bagian dari komunikasi yang terbangun di lapangan.

“Interaksi sederhana seperti berbincang dengan warga maupun perhatian yang diberikan masyarakat menjadi bagian dari hubungan positif yang perlu dijaga. Personel harus tetap menghargai setiap bentuk komunikasi dan membangun suasana yang baik selama bertugas,” tambah Wakaops Damai Cartenz-2026.

Patroli jalan kaki berlangsung dengan aman dan lancar. Di tengah aktivitas masyarakat yang berjalan normal, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 terus menyempatkan diri menyapa warga, memantau lingkungan sekolah, serta membangun komunikasi secara langsung.

Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk kehadiran personel di Distrik Muara, Puncak Jaya, dalam menjaga situasi kamtibmas sekaligus memperkuat hubungan yang baik dengan masyarakat.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Berikan Pelayanan Kesehatan di Sinak

Sinak, PAPUA TENGAH – Maspolin.id|| Aktivitas masyarakat di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, berlangsung seperti biasa pada Kamis (27/8/2026). Di tengah aktivitas warga, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menyambangi sejumlah titik dan berinteraksi langsung dengan masyarakat.

Personel berhenti di sejumlah titik, menyapa warga, berbincang mengenai aktivitas sehari-hari, kemudian memeriksa kondisi kesehatan beberapa warga. Percakapan berlangsung sederhana, mulai dari kegiatan masyarakat hingga kondisi lingkungan dan kesehatan warga.

Bagi warga yang ditemui saat kegiatan, percakapan tersebut menjadi kesempatan untuk menyampaikan kondisi lingkungan dan kesehatan mereka secara langsung kepada personel.

Dalam percakapan tersebut, warga menyampaikan kondisi lingkungan dan aktivitas mereka sehari-hari kepada personel. Sejumlah warga juga mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dilakukan personel di lokasi.

Pemeriksaan dilakukan dengan mengecek kondisi kesehatan warga dan memberikan penanganan sesuai kebutuhan. Sejumlah warga memilih mengikuti pemeriksaan tersebut di sela aktivitas mereka.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, yang ditemui dalam kegiatan tersebut mengatakan dirinya senang dapat berbincang langsung dengan personel.

“Bisa bertemu dan berbicara seperti ini kami senang. Kami bisa cerita tentang keadaan di sini dan juga mendapat pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Menurut warga tersebut, komunikasi langsung dengan personel memberikan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kondisi yang mereka alami.

“Kami berharap kegiatan seperti ini bisa terus dilakukan. Yang penting kami bisa beraktivitas dengan tenang dan bisa berkomunikasi dengan petugas,” tambahnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan personel perlu mengetahui kondisi masyarakat secara langsung saat melaksanakan tugas di wilayah.

“Personel perlu mengetahui kondisi masyarakat secara langsung. Karena itu, ketika berada di tengah warga, manfaatkan kesempatan untuk berkomunikasi, mendengarkan apa yang mereka sampaikan, dan memberikan pelayanan sesuai kebutuhan,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

Ia juga meminta personel menjaga komunikasi dengan masyarakat selama menjalankan tugas.

“Jaga komunikasi dengan masyarakat. Dengarkan apa yang mereka sampaikan dan berikan pelayanan dengan baik. Hubungan yang baik akan membantu personel memahami kondisi di wilayah tugas,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan interaksi dengan masyarakat menjadi bagian dari pelaksanaan tugas personel di wilayah Sinak.

“Ketika bertemu masyarakat, personel tidak hanya menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga dapat mendengarkan kebutuhan dan kondisi warga. Pelayanan kesehatan juga menjadi salah satu bentuk pelayanan yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” kata Wakaops Damai Cartenz-2026.

Kegiatan tersebut berlangsung di tengah aktivitas masyarakat yang tetap berjalan. Warga menjalankan kegiatan sehari-hari, sementara personel menyempatkan diri untuk menyapa, berbincang, dan memberikan pemeriksaan kesehatan kepada warga yang ditemui.

Pertemuan berlangsung singkat, tetapi memberi ruang bagi warga untuk berbincang dengan personel dan mendapatkan pemeriksaan kesehatan di tengah aktivitas mereka.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Jangan Lewatkan

Polres Metro Jakpus Gagalkan Peredaran 25,2 Kg Sabu Senilai Rp30 Miliar

Jakarta Pusat - Maspolin.id|| Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 25,2 kilogram dengan nilai diperkirakan mencapai Rp30 miliar. Pengungkapan tersebut...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.