Gara-Gara Berita Viral, Polrestabes Surabaya Tegaskan Pengambilan Barang Bukti Kecelakaan Tak Dipungut Biaya

SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Viral di media sosial warga yang mengaku diminta membayar Rp 1 juta saat mengurus surat pengeluaran barang bukti kendaraan kecelakaan di Satlantas Colombo, Surabaya. Polisi memastikan pengambilan kendaraan barang bukti kecelakaan tidak dipungut biaya.

Keluhan tersebut disampaikan akun Threads Kristiani, @tasyamaecella96. Dalam unggahannya, ia menyertakan surat pengeluaran barang bukti kendaraan bermotor yang menggunakan kop surat Polrestabes Surabaya. Ia juga melampirkan bukti transfer senilai Rp1 juta.

“Ambil barang bukti kecelakaan GRATIS. Iya sih gratis tapi buat minta surat pengeluaran kendaraan harus bayar,” tulis Kristiani dalam unggahannya.

Kristiani kemudian membuat unggahan lanjutan. Ia mengatakan tidak bermaksud membuat kegaduhan, melainkan meminta pertanggungjawaban atas pengalaman yang dialaminya.

“Saya tidak mencari keributan, saya hanya meminta pertanggungjawaban,” tulisnya.

Ia berharap dugaan pungutan tersebut dapat ditindaklanjuti. Kristiani juga menyatakan siap bertanggung jawab apabila informasi yang disampaikannya terbukti keliru.

Menanggapi hal itu, Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Galih Bayu Raditya menegaskan pengambilan kendaraan yang menjadi barang bukti kecelakaan tidak dipungut biaya.

“Ini pengambilan kendaraan barang bukti itu gratis, tidak ada dipungut biaya,” kata AKBP Galih dikutip Jumat (28/8/2026).

ia mengatakan pihaknya masih menyelidiki dugaan pungutan Rp 1 juta tersebut. Polisi akan mencari fakta terkait pembayaran yang disebut dilakukan warga.

“Ini saya tidak tahu tidak benar atau tidak (ada pungutan biaya). Soalnya masih saya selidiki dulu. Kita cari dulu fakta-faktanya,” ujarnya.

Selain itu, ia juga mempersilakan warga melaporkan dugaan pungutan tersebut ke Propam Polrestabes Surabaya. Menurutnya, masyarakat yang kasus kecelakaannya telah selesai dapat mengambil kendaraan barang bukti dengan membawa dokumen kepemilikan.

“Ya silakan bawa bukti-bukti kepemilikannya saja. Bukti-bukti kepemilikan dan kalau memang kasusnya sudah selesai, ya silakan diambil saja,” katanya. (nf/hn/rs)

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/vs

Merdeka Run 2026 Diikuti 10.530 Peserta

Suasana pengambilan race pack Merdeka Run 2026 di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026. (Foto: Humas Setkab/Azka)

JAKARTA – Maspolin.id|| Merdeka Run 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga untuk merayakan HUT ke-81 Republik Indonesia, tetapi juga menjadi ruang bagi masyarakat dari berbagai latar belakang untuk mengambil bagian dalam semangat kemerdekaan. Hal itu tercermin dari antusiasme peserta penyandang disabilitas yang bersiap mengikuti ajang lari tersebut.

Salah satunya Wini Nur Kustiah, warga asal Cikarang, Jawa Barat, yang hadir menggunakan kursi roda saat mengambil race pack Merdeka Run 2026 di Wisma Serbaguna Gelora Bung Karno, Jakarta, pada Jumat, 28 Agustus 2026.

Dengan wajah ceria, Wini menyambut kesempatan untuk mengikuti Merdeka Run 2026 sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan.

“Karena ingin memeriahkan hari kemerdekaan,” ujar Wini.

Ia pun menitipkan pesan kepada seluruh peserta agar tetap semangat dan optimistis hingga mencapai garis finish.

“Semoga sukses terus dan semangat, optimis, dan finish,” pesannya.

Semangat serupa juga dibawa Anggi Wahyuda, seorang pelari dengan satu kaki yang akan menjadikan Merdeka Run 2026 sebagai bagian dari persiapannya menghadapi half marathon pada September mendatang.

Bagi Anggi, lari sejauh 8 kilometer di Merdeka Run menjadi kesempatan untuk membangun kesiapan fisik dan mental sebelum menghadapi tantangan yang lebih besar. Ia pun telah menjalani latihan rutin sebagai bagian dari persiapannya.

Anggi dikenal dengan julukan Kaki Seribu. Julukan tersebut, menurutnya, memiliki makna mendalam.

“Satu kaki seribu mimpi. Jadi walaupun saya memiliki keterbatasan hidup dengan satu kaki, tapi itu enggak membuat saya terbatas dalam hidup,” ujar Anggi.

Pada September 2026 mendatang, Anggi menargetkan untuk mengikuti half marathon dan berharap dapat menjadi finisher pertama dari Indonesia yang menyelesaikan jarak tersebut dengan satu kaki.

Kepada peserta lain, khususnya teman-teman penyandang disabilitas, Anggi mengingatkan pentingnya fokus pada kemampuan diri sendiri dan tidak memaksakan diri mengikuti kecepatan peserta lain.

“Yang penting adalah keselamatan sendiri. Karena yang paling penting dari pertandingan adalah finish dengan happy,” katanya.

Kehadiran Wini dan Anggi menjadi gambaran semangat inklusivitas dalam perayaan kemerdekaan tahun ini. Melalui Merdeka Run 2026, masyarakat dari berbagai latar belakang dapat bersama-sama mengambil bagian dan merayakan kemerdekaan melalui olahraga.

“Merdeka Run, saatnya Indonesia inklusif,” ujar Anggi. (LYS/AIT)

red/mpl/sss

121 Turis Asing di Nepal Selamat dari Bencana Banjir

(Gambar CNN Indonesia)

MOSKOW, UNI SOVIET – Maspolin.id|| Jumlah wisatawan asing yang berhasil diselamatkan pascabanjir di Nepal bertambah menjadi 121 orang, demikian laporan Dewan Pariwisata Nepal pada Jumat.

Sebelumnya, Kathmandu Post melaporkan bahwa 117 orang telah diselamatkan.

“Daftar wisatawan asing yang diselamatkan hingga pukul 15.30 [09.45 GMT] Jumat, 28 Agustus 2026. Total: 121,” demikian keterangan dokumen yang diunggah di situs dewan tersebut.

Wisatawan yang diselamatkan mencakup warga negara asal India, China, Korea Selatan, Amerika Serikat, Rusia, Italia, Bulgaria, dan Swiss. Sementara itu ada tiga kewarganegaraan dari 121 penyintas belum terkonfirmasi.

Operasi penyelamatan di wilayah Nepal yang dilanda banjir kembali dilanjutkan setelah sempat dihentikan sementara akibat tingginya permukaan air, demikian laporan media yang mengutip perwakilan militer setempat.

Arus air yang deras mengalir masuk ke Sungai Bhote Koshi di wilayah pegunungan Nepal pada Rabu (26/8).

Penyebab banjir bandang itu awalnya dilaporkan akibat dari gempa bumi dan tanah longsor susulan.

Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) pada Kamis (27/8) menyebutkan bahwa aktivitas seismik tersebut disebabkan oleh runtuhnya gletser, bukan getaran di bawah tanah.

Berdasarkan data terkini, jumlah korban tewas akibat banjir di Nepal telah mencapai 547 orang.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

 

red/mpl/sc

Banjir Bandang di Nepal-China Sudah Lebih 1.400 Orang Korban

(Gambar Kompas.com)

TOKYO, JEPANG (ANTARA) – Maspolin.id|| Lebih dari 1.400 orang dilaporkan hilang dan ratusan lainnya tewas setelah banjir bandang dan longsor dahsyat melanda sejumlah wilayah di sepanjang perbatasan antara Nepal dan Daerah Otonom Tibet, China, menurut otoritas setempat pada Kamis.

Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan sehari setelah bencana tersebut terjadi, yang menurut sejumlah laporan kemungkinan dipicu oleh runtuhnya gletser. Sementara itu, jumlah korban tewas dari kedua sisi perbatasan telah melampaui 390 orang.

Otoritas pariwisata Nepal mengatakan bahwa orang-orang yang hilang termasuk wisatawan asing dari lebih dari 30 negara, di antaranya India, Malaysia, Ukraina, dan Amerika Serikat.

Di antara mereka yang hilang juga terdapat satu keluarga asal Jepang yang terdiri dari lima orang, termasuk anak-anak. Menurut otoritas Nepal, keluarga tersebut memasuki Nepal dari wilayah China.

Kedutaan Besar Jepang di Kathmandu telah meminta otoritas setempat untuk mencari keluarga tersebut, yang diduga sedang melakukan perjalanan sebagai bagian dari sebuah tur.

Sebelumnya, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengirim pesan kepada Presiden China Xi Jinping, Perdana Menteri Li Qiang, serta Perdana Menteri Nepal Balendra Shah untuk menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban dan berharap proses pemulihan bagi mereka yang terdampak bencana dapat berlangsung dengan cepat.

Berdasarkan analisis citra satelit yang dilakukan oleh Hidenori Watanabe, profesor di Universitas Tokyo, sebagian gletser dengan lebar sekitar 1 kilometer dan panjang 2 kilometer kemungkinan runtuh dan jatuh sekitar 1,2 kilometer hingga mencapai dasar lembah.

Sungai Bhotekoshi di wilayah pegunungan Rasuwa, Nepal, meluap dan merusak rumah serta berbagai infrastruktur, termasuk sebuah pembangkit listrik tenaga air.

Kantor berita China Xinhua melaporkan bahwa tiga orang tewas dan lebih dari 550 lainnya masih belum diketahui keberadaannya setelah longsor terjadi di Shigatse, salah satu kota besar di Daerah Otonom Tibet, China.

Sumber: Kyodo

red/mpl/sc

Dolly Parton dinilai Punya Cara Unik Menyatukan Banyak Orang dari Lagunya

JAKARTA (ANTARA) – Maspolin.id|| Lagu-lagu mendiang Dolly Parton dinilai memiliki cara yang unik dan kekuatan untuk menyatukan dan membuat orang dari berbagai latar belakang merasa dekat.

Psikolog dan profesor psikologi Wilfrid Laurier University Judy Eaton, Ph.D., menjelaskan dalam artikel Psychology Today, Rabu (26/8), bahwa salah satu kekuatan Parton terletak pada caranya menceritakan persoalan hidup yang berat dengan bahasa yang positif dan penuh harapan.

Eaton bersama Danielle Law dan Avnee Sharma menganalisis lagu-lagu yang ditulis Parton secara mandiri sepanjang 1967 hingga 2020. Mereka melihat pilihan kata dalam lagu-lagu tersebut dan membandingkannya dengan 10 lagu teratas dalam tangga lagu country dan pop Billboard pada periode yang sama.

Hasil analisis menunjukkan lagu-lagu Parton menggunakan lebih banyak kata yang menggambarkan emosi positif dibandingkan lagu-lagu yang menjadi pembanding. Penggunaan bahasa positif dalam karya Parton juga relatif konsisten selama periode penelitian.

Hal itu menarik karena Parton tidak selalu bercerita tentang hal-hal menyenangkan. Lagu-lagunya juga mengangkat perundungan, kesehatan mental, kehamilan yang tidak direncanakan, keadilan sosial, hingga kesulitan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Eaton, kekuatan Parton terletak pada caranya membuat persoalan yang sangat personal terasa universal. Cerita tentang seseorang yang merasa malu karena berbeda, misalnya, dapat membuat pendengar mengingat pengalaman mereka sendiri.

Pendekatan tersebut membuat pendengar dengan latar belakang berbeda dapat menemukan bagian dari dirinya dalam lagu yang sama. Mereka mungkin memiliki pandangan politik atau budaya yang berbeda, tetapi, tetap dapat memahami perasaan tentang kehilangan, perjuangan, keluarga, harapan, atau keinginan untuk diterima.

Penelitian Eaton, Law, dan Sharma mengenai karya Parton tersebut diterbitkan pada 2025. Temuan mereka menunjukkan bahwa cara menyampaikan cerita dapat berperan dalam membangun hubungan emosional antara musik dan pendengarnya.

Bagi Eaton, kekuatan musik Parton pada akhirnya terletak pada kemampuannya mengingatkan pendengar bahwa di balik berbagai perbedaan, setiap orang memiliki pengalaman dan perasaan yang sama sebagai manusia.

Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Natisha Andarningtyas

 

antara

red/mpl/pr

1 Oktober 2026 Film “Lobang Buaya” dijadwalkan ditayangkan

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v80), quality = 90?

JAKARTA (ANTARA) – Maspolin.id|| Rumah produksi Adhya Pictures dan Dapur Films merilis cuplikan penggoda dan poster film “Lobang Buaya”, yang dijadwalkan ditayangkan di bioskop mulai 1 Oktober 2026.

Film arahan sutradara Hanung Bramantyo itu berlatar waktu satu tahun sebelum peristiwa tragis tahun 1965, yang mencakup kejadian pembantaian massal dan kerusuhan.

“Saya berpikir kembali, perasaan apa yang kita rasakan ketika dengar peristiwa ’65? Jawabannya adalah horor,” kata Hanung sebagaimana dikutip dalam siaran pers rumah produksi Adhya Pictures di Jakarta, Jumat.

“Saya memilih horor bukan hanya karena ingin membuat penonton merasakan ketakutan yang ada di dalam cerita, tetapi juga horor yang kita rasakan dari persoalan kekuasaan, korupsi, dan bagaimana manusia bisa saling menindas,” ia menjelaskan.

Sebelum dirilis di Indonesia, film “Lobang Buaya” diputar di Bucheon International Fantastic Film Festival (BIFAN) 2026 di Korea Selatan dan International Film Festival Rotterdam (IFFR) 2026 di Belanda.

Cerita film “Lobang Buaya” dimulai tahun 1964, ketika Desa Lobang Buaya dilanda teror pembunuhan berantai.

Materi promosi film yang dirilis pada Jumat memperlihatkan upaya Letnan Soegeng, yang diperankan oleh Baskara Mahendra, untuk menemukan dalang pembunuhan misterius yang terjadi setiap tanggal 30 di desa tersebut.

​​​​​​​”Lewat film ini, kalian akan mengikuti setiap langkah Soegeng untuk mencari dalang di balik misteri pembunuhan berantai ini,” kata Baskara.

“Saya yakin dari setiap petunjuk yang ditemukan, setiap korban yang berjatuhan, penonton akan dibawa melalui perjalanan yang enggak cuma menegangkan dan seru, tapi juga membuat kita bertanya, siapa yang berdosa dalam kisah ini?” katanya.

Daftar pemeran film “Lobang Buaya” juga mencakup Carissa Perusset, Iskak Khivano, Anya Zen, dan Mathias Muchus.

Pewarta: Abdu Faisal
Editor: Maryati

 

antara

red/mpl/pr

Peredaran Narkotika Senilai Rp21 Miliar Digagalkan Polda Babel

PANGKALPINANG, BABEL – Maspolin.id|| Direktorat Reserse Narkoba Polda Kepulauan Bangka Belitung bersama Bea Cukai Pangkalpinang menggagalkan peredaran narkotika dalam jumlah besar.

Sebanyak 16,46 kilogram sabu dan hampir 5.000 butir ekstasi dengan nilai mencapai Rp21,2 miliar berhasil disita.

Dalam operasi tersebut, tim gabungan turut mengamankan seorang tersangka berinisial A alias AS, warga Pangkalpinang yang diketahui berprofesi sebagai nelayan.

Penangkapan dilakukan pada Rabu, 26 Agustus 2026, sekitar pukul 05.30 WIB, di dua lokasi berbeda di Kota Pangkalpinang.

Lokasi pertama berada di Jalan Semabung. Petugas menemukan sejumlah paket sabu yang dikemas menyerupai kemasan teh asal China dan disimpan di dalam mobil yang digunakan tersangka.

Pengembangan kemudian dilakukan hingga ke lokasi kedua di Jalan Tenggiri. Dari sebuah rumah, petugas kembali menemukan kardus berisi narkotika, timbangan digital, serta sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk mengemas barang haram tersebut.

Kapolda Kepulauan Bangka Belitung, Irjen Pol. Viktor Sihombing, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti melalui penyelidikan oleh tim gabungan.

“Polda Babel tidak akan pernah berhenti menanggulangi narkoba. Ini adalah masalah bersama yang membutuhkan sinergi dengan berbagai instansi, termasuk Bea Cukai,” ujar Viktor, Kamis (270/8/2026).

Tersangka kini dijerat dengan Pasal 114 Undang-Undang tentang Narkotika dengan ancaman hukuman berat, termasuk pidana seumur hidup.

Dari jumlah barang bukti yang berhasil diamankan, pengungkapan tersebut diperkirakan telah menyelamatkan sekitar 87.305 jiwa dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Sementara itu, Dirresnarkoba Polda Babel, Kombes Pol. Ronald F. Sipayung, mengatakan pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan peredaran narkotika yang terkait dengan tersangka.

Saat ini, penyidik tengah melakukan analisis digital forensik terhadap telepon genggam dan barang bukti elektronik yang disita.

“Kami sedang mendalami data elektronik dari telepon genggam tersangka untuk membongkar jaringan, baik yang berada di atas maupun di bawahnya,” kata Ronald.

Polda Babel memastikan pengungkapan kasus ini belum berhenti pada penangkapan satu tersangka. Polisi masih terus menelusuri kemungkinan adanya jaringan yang lebih besar di balik peredaran sabu dan ekstasi senilai puluhan miliar rupiah tersebut. (Ad/hn/rs)

 

Humas Polda Babel

red/mpl/sss

Edarkan Vape Narkoba di Medan WN Malaysia ditangkap Polisi

MEDAN, SUMUT – Maspolin.id|| Peredaran vape yang diduga mengandung narkoba di Kota Medan berhasil dibongkar Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan.

Seorang warga negara asing (WNA) asal Malaysia berinisial FCB (22) dan kekasihnya, N (35), ditangkap polisi.

Dari tangan keduanya, petugas mengamankan 29 unit vape yang diduga mengandung narkotika serta uang tunai 15.000 ringgit Malaysia yang ditemukan di tempat kos mereka.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polrestabes Medan AKBP Rafli Yusuf Nugraha mengatakan, kedua tersangka ditangkap pada Rabu malam (25/08/2026) di area parkir ruko di Jalan Cemara, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Saat ditangkap, keduanya berada di dalam sebuah mobil. Polisi menemukan 24 unit vape yang diduga mengandung narkoba di dalam tas ransel.

“Ketika kami tangkap, keduanya sedang berada di dalam mobil. Kami menemukan 24 pcs vape narkoba yang disimpan di dalam tas ransel,” kata Rafli di Medan.

Pengungkapan kasus bermula dari informasi masyarakat mengenai aktivitas seorang pria dan perempuan yang diduga mengedarkan vape mengandung narkoba.

Petugas Unit 2 Satresnarkoba Polrestabes Medan kemudian melakukan penyelidikan hingga akhirnya menangkap kedua pasangan tersebut.

Penyidikan kemudian dikembangkan dengan menggeledah tempat kos yang dihuni FCB dan N di Jalan PWS, Kecamatan Medan Petisah. Dari lokasi itu, polisi kembali menemukan lima unit vape yang diduga mengandung narkoba.

Petugas juga menemukan uang pecahan ringgit Malaysia senilai 15.000 ringgit yang disimpan di dalam sebuah brankas. Uang tersebut diduga berasal dari hasil penjualan narkoba.

“Total ada 29 pcs pod vape yang kami sita. Uang pecahan ringgit Malaysia tersebut diduga merupakan hasil penjualan narkoba,” ujar Rafli.

Menurut polisi, FCB dan N merupakan pasangan kekasih yang awalnya berkenalan melalui media sosial. Keduanya kemudian bertemu di Malaysia dan diduga sepakat menjalankan bisnis ilegal dengan mengedarkan vape yang mengandung narkoba di Medan.

Dari hasil pemeriksaan, FCB diduga pertama kali membawa 20 unit vape dari Malaysia pada Juli 2026. Barang tersebut kemudian habis terjual dengan bantuan N, Pembelinya umumnya teman N yang berada di Kota Medan,” katanya.

Polisi menduga FCB menyelundupkan vape tersebut dengan cara menyelipkannya di antara lipatan pakaian yang dimasukkan ke dalam koper,
Pada pengiriman berikutnya, FCB diduga kembali membawa 40 unit vape dari Malaysia dengan modus serupa.

Polisi menduga 29 unit yang disita merupakan sisa dari 40 unit yang dibawa dalam pengiriman kedua
Penyidik kini masih mendalami jaringan peredaran tersebut, termasuk menelusuri pemasok dan jalur distribusi vape yang diduga mengandung narkoba.

Polrestabes Medan juga berkoordinasi dengan kepolisian Malaysia untuk mengungkap pihak yang diduga memasok barang tersebut dari Malaysia.
“Kami telah melakukan pemeriksaan urine terhadap keduanya dan hasilnya positif etomidate. Kasus ini masih kami kembangkan. Kami akan berkoordinasi dengan Kepolisian Malaysia untuk menangkap bos dari kedua pelaku,” kata Rafli.
(Ad/hn/rs)

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Bareskrim Ungkap Sindikat Penyelundupan Emas Ilegal ke Hong Kong, Modusnya Tempel di Tubuh

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Tertentu (Dittipidter) Bareskrim Polri mengungkap dugaan sindikat penyelundupan emas ilegal ke Hong Kong dengan modus yang tak biasa.

Emas hasil pengolahan diduga ditempelkan di sekujur tubuh sebelum dibawa ke luar negeri atau dikenal dengan modus body strapping.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni mengatakan, penyidik telah menangkap seorang tersangka berinisial R pada Selasa (25/08/2026).

R ditangkap setibanya dari Jepang di Bandara Soekarno-Hatta.

“Penangkapan tersangka R oleh rekan-rekan penyidik setibanya dari Jepang di Bandara Soekarno-Hatta,” ujar Irhamni dalam keterangannya di Jakarta,(26/08/2026).

Dari hasil pemeriksaan, R kemudian menunjukkan sebuah rumah di kawasan Penjaringan, Jakarta Utara, yang diduga menjadi lokasi transaksi jual beli emas ilegal.

Penyidik bergerak cepat dengan menggeledah rumah tersebut pada Selasa (25/08/2026) malam.

Dari hasil penggeledahan, lokasi itu diduga merupakan markas seorang warga negara China berinisial GCZ.

Irhamni menyebut GCZ diduga berperan sebagai pihak yang menampung sekaligus mengatur penyelundupan emas ilegal menuju Hong Kong.

“Yang mana GCZ ini adalah warga negara China yang menampung, yang menyelundupkan emas ke Hong Kong,” katanya.

Tak hanya menjadi tempat transaksi, rumah tersebut juga diduga digunakan sebagai lokasi pemurnian dan pengolahan emas ilegal sebelum dikirim ke Hong Kong.

Untuk mengungkap aktivitas tersebut, penyidik menyita sejumlah peralatan yang diduga digunakan dalam proses pemurnian dan pengolahan emas.

Selain peralatan, polisi turut mengamankan uang tunai, dokumen transaksi, serta sejumlah perjanjian, Barang-barang tersebut akan menjadi petunjuk penting untuk membongkar lebih jauh jaringan dan aliran dana sindikat.

“Dari dokumen transaksi inilah kami coba nantinya koordinasi dengan PPATK untuk melakukan penelusuran transaksi-transaksi keuangan mereka di mana aset-aset mereka disimpan,” ujar Irhamni.

Bareskrim Gandeng PPATK Telusuri Aliran Dana
Bareskrim Polri selanjutnya akan berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) untuk menelusuri transaksi keuangan serta aset yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyelundupan emas ilegal tersebut.

Polisi juga menduga GCZ telah melarikan diri ke luar negeri. Pengejaran terhadap yang bersangkutan akan dilakukan sembari penyidik mengembangkan kasus untuk mengungkap pihak-pihak lain yang diduga terlibat.

“Kami akan melakukan pengejaran dan proses penyitaan dalam rangka pengembalian aset atas penjualan emas ilegal ataupun penyelundupan,” kata Irhamni.

Penyidik masih mendalami jaringan tersebut, termasuk modus operandi, aliran dana, aset yang diduga berasal dari aktivitas ilegal, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam penyelundupan emas ke Hong Kong. (Ad/hn/rs)

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Polisi Buru Pemasok Narkoba Revaldo

Jakarta Barat – Maspolin.id|| Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Barat masih memburu orang yang diduga memasok narkotika kepada artis Revaldo Fifaldi. Polisi menyebut identitas pemasok tersebut telah dikantongi dan saat ini tengah dilakukan pencarian untuk menangkap yang bersangkutan.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Pol Nasriadi mengatakan, penyidik telah mengetahui identitas pihak yang diduga menjual narkotika kepada Revaldo.

“Saat ini sudah mengantongi penyuplai atau yang memberi atau yang menjual narkotika tersebut ke saudara R. Tinggal saat ini anggota masih bergerak untuk melakukan pencarian, penangkapan,” ujar Nasriadi kepada wartawan di Jakarta,(26/08/2026).

Menurut Nasriadi, narkotika tersebut dipesan Revaldo melalui sambungan telepon. Pembayaran kemudian dilakukan dengan cara mentransfer uang ke rekening yang diduga milik pemasok.

Dari hasil pemeriksaan sementara, Revaldo membeli sabu seberat setengah gram dengan harga Rp650 ribu.

“Dibelilah setengah gram (sabu) dengan harga Rp650 ribu dan itu ditransfer ke rekening si pelaku (penyuplai) ini,” kata Nasriadi.

Revaldo diamankan polisi pada Senin (24/8) setelah petugas menerima informasi mengenai dugaan transaksi narkotika di sebuah apartemen di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

Mendapat informasi tersebut, tim Satresnarkoba Polres Metro Jakarta Barat kemudian bergerak menuju Apartemen Altiz, Jalan Bintaro Utama 3A No. 1, Kelurahan Pondok Karya, Kecamatan Pondok Aren.

Setibanya di lokasi, petugas menemukan seseorang yang memiliki ciri-ciri sesuai dengan informasi yang diterima. Orang tersebut kemudian diamankan untuk menjalani pemeriksaan.

Dari hasil interogasi terhadap Revaldo, polisi memperoleh informasi mengenai asal narkotika yang ditemukan dalam penguasaannya.

“Dari hasil interogasi, barang bukti sabu dibeli dari seseorang seharga Rp650 ribu dengan cara memesan sabu-sabu setengah gram dan dibayar dengan cara transfer,” ujar Nasriadi.

Revaldo bersama barang bukti selanjutnya dibawa ke Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Barat untuk menjalani pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut.

Revaldo sebelumnya juga pernah tersandung kasus narkotika. Pada 2006, ia ditangkap karena memiliki paket sabu dan kemudian divonis dua tahun penjara.

Kini, polisi masih memburu pihak yang diduga menjadi pemasok narkotika dalam kasus terbaru tersebut. (Ad/hn/rs)

 

Humas PMJ

bjak/mpl/apl

Jangan Lewatkan

Polres Metro Jakpus Gagalkan Peredaran 25,2 Kg Sabu Senilai Rp30 Miliar

Jakarta Pusat - Maspolin.id|| Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 25,2 kilogram dengan nilai diperkirakan mencapai Rp30 miliar. Pengungkapan tersebut...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.