Evakuasi Dua Jenazah Korban Banjir Bandang di Nibong Aceh Utara

Aceh Utara, ACEH – Maspolin.id|| Tim gabungan TNI–Polri bersama warga setempat berhasil mengevakuasi dua jenazah korban banjir bandang di Desa Nibong, Kecamatan Syamtalira Bayu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (27/11/2025). Proses evakuasi berlangsung dramatis karena derasnya arus air serta kondisi medan yang sulit diakses.

Evakuasi dimulai sekitar pukul 09.00 WIB setelah petugas menerima laporan adanya dugaan temuan jenazah yang terbawa arus banjir. Personel gabungan terdiri dari Danramil 05 Syamtalira Bayu Kapt. Arh. I Wayan Ardibawa, Kapolsek Syamtalira Bayu Iptu Gunanto, para Kanit Polsek, Bhabinkamtibmas, serta bantuan pasukan Yon Kap 11 Sp. Kuramat.

Kapolres Lhokseumawe AKBP Ahzan, melalui Kapolsek Syamtalira Bayu IPTU Gunanto menjelaskan bahwa tim bergerak cepat memverifikasi laporan tersebut.

“Benar informasi diterima benar-benar valid,tim langsung menuju lokasi dengan membawa perlengkapan evakuasi. Kondisi arus air sangat deras, sehingga seluruh proses dilakukan dengan kehati-hatian tinggi,” ujarnya.

Petugas bersama warga menelusuri area aliran banjir bandang dengan berjalan kaki sambil mengikatkan tali pengaman sebagai antisipasi terseret arus. Upaya pertama membuahkan hasil sekitar pukul 10.30 WIB, saat tim menemukan satu jenazah perempuan.

Upaya pencarian kemudian dilanjutkan. Sekitar pukul 12.15 WIB, tim kembali menemukan satu jenazah laki-laki di titik terpisah yang kondisi arusnya lebih kuat. Kedua jenazah kemudian dievakuasi ke Puskesmas Syamtalira Bayu untuk pendataan dan identifikasi.

Korban perempuan diketahui bernama Roslina (42), seorang guru asal Desa Baro Kulam Gajah, Kecamatan Syamtalira Bayu. Sementara korban laki-laki adalah M. Jamil (57), seorang PNS asal Desa Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua, Kota Lhokseumawe.

Setelah proses pendataan, kedua jenazah kemudian dibawa ke RS Cut Meutia untuk pemeriksaan lanjutan dan diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses fardhu kifayah.

Kapolsek menyebutkan bahwa proses evakuasi menghadapi sejumlah kendala, termasuk curah hujan tinggi, arus air yang deras, pemadaman listrik, hingga terputusnya jaringan internet.

“Meski banyak hambatan, tim bergerak semaksimal mungkin demi memastikan kedua korban dapat ditemukan dan dibawa pulang dengan layak,” ujarnya.

Kegiatan evakuasi selesai sekitar pukul 17.00 WIB. Aparat tetap siaga mengantisipasi kemungkinan temuan korban lain mengingat situasi banjir bandang yang masih belum sepenuhnya surut.

Berita dan Gambar: Polda Sumut 1.030 Personel Tangani 221 Bencana di Sumatera Utara

SUMUT – Maspolin.id|| Polri mengerahkan 1.030 personel dalam operasi kemanusiaan untuk menangani bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara sejak 24 hingga 27 November 2025. Berdasarkan laporan terkini hingga Kamis pukul 12.30 WIB, total terdapat 221 kejadian bencana yang terdiri dari 119 longsor, 90 banjir, 10 pohon tumbang, dan 2 angin puting beliung. Peristiwa tersebut tersebar di 12 kabupaten/kota.

Bencana yang terjadi mengakibatkan 212 korban jiwa, dengan rincian 43 meninggal dunia, 81 luka-luka, dan 88 masih dalam proses pencarian, serta 1.168 warga mengungsi.

Pada skala kewilayahan, sejumlah Polres mencatat dampak signifikan. Polres Mandailing Natal menangani 12 kejadian dengan 400 pengungsi; Polres Padang Sidempuan mencatat 13 kejadian disertai 1 korban meninggal dan 120 pengungsi; Polres Pakpak Bharat menangani 24 kejadian longsor dengan 2 korban meninggal; sementara Polres Tapanuli Selatan mencatat 20 kejadian dengan 17 korban meninggal, 73 luka-luka, serta 500 pengungsi.

Polres Tapanuli Utara tercatat sebagai wilayah terdampak paling berat, dengan 54 kejadian, 41 korban meninggal, 31 hilang serta 134 pengungsi. Polres Sibolga juga melaporkan 11 kejadian longsor dengan 61 korban jiwa serta 47 orang masih hilang. Adapun Polres Langkat mencatat 27 kejadian dengan 750 pengungsi.

Untuk mempercepat penanganan, Polri melakukan berbagai langkah, mulai dari pembersihan akses jalan, evakuasi korban, operasi pencarian, pelayanan kesehatan, pemasangan jaringan komunikasi darurat Starlink, hingga pengaturan lalu lintas. Total kekuatan yang dikerahkan terdiri dari 545 personel Satwil, 121 personel Ditsamapta, 345 personel Satbrimob, 8 personel Bid TIK dan 11 personel Biddokkes.

Hasil analisa situasi menunjukkan empat wilayah tambahan terdampak: Kabupaten Langkat, Kota Padang Sidempuan, Kabupaten Nias Selatan dan Kabupaten Serdang Bedagai. Dua korban ditemukan selamat dalam kondisi luka di wilayah Tapanuli Selatan. Cuaca hingga kini masih didominasi hujan intensitas tinggi dengan potensi longsor susulan akibat curah hujan ekstrem beberapa hari terakhir.

Sebagai tindak lanjut, Polri akan mendatangkan helikopter BKO Mabes Polri untuk evakuasi udara dan distribusi logistik. Polri juga memperluas titik pengungsian bersama Pemerintah Daerah, mendirikan dapur umum, serta mengirim enam truk bantuan logistik ke Sibolga, Tapanuli Tengah dan Tapanuli Utara. Kapolda Sumut bersama pejabat utama turut bergerak menuju lokasi terdampak untuk memimpin langsung operasi kemanusiaan.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa seluruh jajaran Polri berada dalam status kesiapsiagaan penuh untuk membantu warga.

“Polri memaksimalkan seluruh kekuatan dari tingkat Polsek hingga Polda untuk menyelamatkan warga dan mempercepat penanganan di titik-titik terdampak. Fokus utama kami adalah evakuasi, pencarian korban, dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi,” ujarnya.

Dengan dukungan lintas satuan dan koordinasi dengan pemerintah daerah, Polri memastikan penanganan bencana dilakukan cepat, terukur, dan berkelanjutan untuk mempercepat pemulihan masyarakat.

“Kami mengajak pemerintah daerah, relawan, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak. Operasi kemanusiaan ini membutuhkan kolaborasi penuh,” tutupnya.

 

Humas Polda Sumut

red/mpl/nn

Polres Klaten Menjawab Kasus Viral Curhatan di Jaket

(Sumber FB)
Klaten, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Viral curhatan di Jaket Soal Laporan ke Polisi Mandek, Polres Klaten Buka Suara.
Viral di media sosial video seorang pria mengendarai sepeda motor di Klaten, Jateng menuliskan keluhannya kepada kepolisian.
“Saya bikin laporan polisi sejak 26 Juni 2024 hingga sekarang dipersulit dan tidak ada kejelasan. Polsek Klaten Kota, Polres Kab Klaten,” demikian tertulis di bagian belakang jaket warna oranye pria dalam video tersebut, dikutip Selasa (25/11/2025).
Video yang diunggah sekitar dua hari lalu tersebut mengundang keprihatinan dan simpati dari warganet.
Saat dimintai konfirmasi, Kasat Reskrim Polres Klaten, AKP Taufik Frida Mustofa, membenarkan bahwa Polsek Klaten menerima
aduan seperti yang dituliskan pada jaket pria brinisial MSA.
“Benar dari kami jajaran Polres Klaten menerima adu an yang telah diadukan oleh saudara MSA. Yang menindaklanjuti pada saat itu Polsek Klaten dan posisi kasusnya saat ini masih dalam penyelidikan,” kata Taufik di Mapolres Klaten, Selasa.
Taufik menjelaskan bahwa MSA mengadukan terkait fitnah dan penghinaan terhadap keluarganya.
Itu kami terima aduannya 26 Juni 2024. Kemudian kami melakukan penyelidikan dan kami berkomitmen bahwasanya kita akan melakukan penyelidikan hingga menemukan
kekuatan hukum atau mencapai kepastian hukum,” ujarnya.
“Sumber tribunsumsel”
#beritaviral
bjateng/mpl/ls

250 Guru BK di Depok Dibekali Ilmu Pencegahan Ekstremisme

Depok, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Densus 88 AT Polri bersama Kementerian PPPA, Dinas Pendidikan Kota Depok, dan KCD wil 2 Jawa Barat mengadakan kegiatan peningkatan kapasitas Guru BK SD, SMP, SMA/SMK Negeri & Swasta Kota Depok di Gedung Dibaleka Lt. 10 Pemkot Depok Jawa Barat, Kamis (27/11/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 250 orang Guru BK.

“Bullying, tekanan psikologis, dan kekerasan pada anak dapat berkembang menjadi tindakan ekstrem bila tidak ditangani sejak dini, sehingga peran Guru BK menjadi garda terdepan dalam deteksi dini, pendampingan, dan pencegahan berbagai kerentanan psikososial di sekolah,” ujar Direktur Pencegahan yang diwakili Kombes Pol Moh Dofir.

Kegiatan ini bertujuan untuk membekali Guru BK dengan pemahaman psikologis anak sebagai dasar pencegahan ekstremisme, penguatan peran dalam perlindungan siswa dari paparan intoleransi dan radikalisme, pembangunan lingkungan sekolah yang aman, serta strategi kontra narasi dan penanganan siswa berisiko.

“Rekrutmen terorisme kini bergerak ke dunia digital melalui TikTok, game online, serta grup tertutup yang menargetkan remaja rentan akibat bullying, depresi, dan masalah keluarga,” kata Ust. Sufyan Tsauri, Ex Terorisme dan Pengamat IRET.

Guru BK diharapkan dapat menjadi garda terdepan dalam deteksi dini dan pencegahan ekstremisme di sekolah.

“Anak di satuan pendidikan wajib mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan sebagaimana diamanatkan UU Perlindungan Anak,” kata Prima Dea Pangestu, Kementerian PPA.

Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring kolaboratif antara sekolah, pemerintah daerah, dan Densus 88 AT Polri untuk menciptakan sekolah yang aman, ramah anak, dan bebas dari kekerasan maupun ekstremisme.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Kakorlantas Prediksi Terjadi 2 Kali Arus Puncak dan 2 Kali Arus Balik di Nataru 2025

KORLANTAS POLRI, JAKARTA – Maspolin.id|| Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H, M.Hum. prediksi puncak arus mudik dan puncak arus balik terjadi sebanyak 2 kali pada musim Operasi Lilin tahun 2025 ini. Korlantas Polri beserta jajaran melakukan rapat terkait pelaksanaan Operasi Lilin 2025, Rabu 27/11/2025.

Dalam rapat dengar pendapat atau RDP yang dilaksanakan di gedung DPR dengan Komisi III, Irjen Pol Agus memperkirakan terjadinya puncak arus mudik akan terjadi 2 kali yaitu pada tanggal 20 dan 24 Desember 2025 dengan sebelumnya melakukan gelar pasukan yang akan dilaksanakan pada tanggal 19 Desember 2025.

“Terkait persiapan operasi lilin jadi diperkirakan pada saat operasi lilin nanti tanggal 20 sampai dengan tanggal 2. Jadi tanggal 19 nanti gelar pasukan, prediksi puncak mudik pertama yaitu tanggal 20 dan prediksi mudik kedua operasi lilin yaitu tanggal 24,” jelasnya di hadapan komisi 3 DPR RI.

Kakorlantas dalam RDP tersebut juga menjelaskan prediksi arus puncak mudik akan bisa berubah saat kementrian dan stakeholder menetapkan WFA atau WFH untuk para karyawannya pada tanggal 22, 23, dan 24 Desember 2025

“Ketika kami rapat dengan kementrian dan lembaga di tanggal 22, 23, 24 itu nanti ada work from anywhere atau mungkin work from home itu juga nanti akan bisa bergeser. Karena nanti rangkaian untuk pergeseran yang menuju ke trans Jawa dan ke Merak Lampung itu mungkin akan mendahului,” jelasnya.

Sementara arus balik musim Nataru 2025 diprediksi terjadi 2 kali yaitu di tanggal 28 Desember 2025 dan tanggal 4 Januari 2026.

“Termasuk juga arus baliknya juga demikian arus balik itu mungkin bisa dua kali prediksi kami dengan stakeholder yang sudah kami rapat yaitu tanggak 28 termasuk juga di penyebrangan termasuk juga di jalan tol termasuk juga jalan arteri dan mudik arus balik yang kedua yaitu tanggal 4,” ungkapnya.

Serupa dengan prediksi arus mudik, arus balik Nataru 2025 di prediksi bisa terjadi perubahan bila pemerintah menetapkan pada 29, 30 dan 31 diberlakukan WFH atau WFA untuk seluruh staf dan pekerja.

“Itupun juga nanti bagaimana di tanggal 29, 30, 31 hari senin, selasa, rabu apabila ada kebijakan pemerintah work from anywhere itu juga nanti akan berubah,” pungkasnya menjelaskan.

Ketentuan terkait WFH yang akan diberlakukan pemerintah, Kakorlantas masih melakukan rapat marathon dengan dengan mabes Polri dan Kementrian dalam rangka pelaksanaan Operasi Lilin 2025.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/pr

Tekankan Pendekatan Humanis dan Revitalisasi ETLE, Korlantas Polri Siap Hadapi Nataru 2025–2026

Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.

KORLANTAS POLRI, JAKARTA – Maspolin.id|| Korlantas Polri menegaskan kesiapan penuh dalam menghadapi masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Hal tersebut disampaikan Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum. dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi III DPR RI pada Kamis (27/11), yang turut dihadiri para PJU Korlantas dan Dirlantas jajaran dari seluruh Indonesia.

Dalam paparannya, Irjen Pol Agus menekankan bahwa rangkaian pengamanan Nataru diawali dengan Operasi Zebra, yang saat ini masih berjalan hingga 30 November. Ia menegaskan bahwa fokus Operasi Zebra bukan sekadar penindakan, namun membangun kedekatan dengan masyarakat.

“Tentunya untuk Operasi Lilin diawali dengan Operasi Zebra. Saat ini kita sudah melakukan Operasi Zebra. Jadi Operasi Zebra ini tentunya kami Kakorlantas Polri dan Dirlantas jajaran tidak bangga untuk melakukan penegakkan hukum, tetapi bagaimana caranya kita deket dengan masyarakat jadi komunikasi dengan masyarakat itu lebih bagus,” jelas Kakorlantas Polri Irjen Pol Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum.

Kakorlantas menjelaskan, paradigma lama yang selalu mengaitkan tingginya angka kecelakaan dengan kurangnya penindakan tidak lagi relevan. Menurutnya, kunci utama menurunkan angka kecelakaan justru ada pada interaksi humanis antara polisi lalu lintas dan masyarakat.

“Dulu ketika terjadi peristiwa kecelakaan ‘oh ternyata penegakkan hukumnya kurang, tilangnya harus tinggi’, (tapi) ternyata sekarang tidak. Bahwa ketika kita dekat dengan masyarakat, kita bisa komunikasi dengan masyarakat, dan kita diterima di tengah masyarakat, dan kita ngopi bersama, cangkrukan bersama, di situ kita bisa memberikan sebuah pengertian gerakan moral pentingnya tertib berlalu lintas untuk keselamatan,” jelasnya.

Ia menegaskan, pendekatan persuasif dan program-program humanis seperti Polantas Menyapa terbukti berdampak signifikan dalam menekan angka kecelakaan dan fatalitas di berbagai daerah.

“Jadi tidak harus tilang yang tegas, sehingga nanti kecelakaan akan berkurang, tetapi dengan kita dengan masyarakat, dengan program Polantas Menyapa, ini bisa membuktikan bahwa peristiwa kecelakaan menurun, termasuk juga peristiwa fatalitas menurun,” tegasnya.

Selain interaksi langsung, Korlantas Polri juga memperkuat aspek teknologi melalui revitalisasi ETLE Nasional untuk mendukung penegakan hukum yang lebih objektif dan modern.

“Saat ini kami luncurkan dengan revitalisasi ETLE Nasional, yang sudah hampir semuanya sudah bisa melakukan penegakan hukum dengan ETLE,” kata Irjen Pol Agus.

Korlantas Polri memastikan seluruh jajaran siap melaksanakan Operasi Lilin 2025 dengan pendekatan yang lebih humanis, teknologi yang lebih mutakhir, serta strategi pengamanan terpadu untuk memastikan kelancaran dan keselamatan masyarakat selama periode Nataru.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/pr

Presiden Prabowo Terima Kunjungan Ratu Máxima di Istana Merdeka

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Ratu Máxima dari Belanda di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 27 November 2025. Foto: BPMI Setpres/Rusman

JAKARTA – Maspolin.id|| Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Ratu Máxima dari Belanda di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 27 November 2025. Kunjungan tersebut merupakan bagian dari agenda kerja Ratu Máxima dalam kapasitasnya sebagai United Nations Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health, dengan fokus pada isu inklusi keuangan dan penguatan ketahanan finansial masyarakat.

Sekitar pukul 12.00 WIB, iring-iringan kendaraan Ratu Máxima memasuki halaman Istana Merdeka. Suasana penyambutan berlangsung hangat dan meriah, diawali dengan pasukan jajar kehormatan yang telah bersiap menyambut kedatangan Ratu Máxima. Selain itu, kehadiran Ratu Máxima turut disambut dengan penampilan Tari Indang dari Sumatera Barat yang dibawakan oleh 12 penari dan pemusik, menghadirkan nuansa budaya Nusantara yang dinamis di halaman istana.

Begitu turun dari kendaraan, Ratu Máxima disambut langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Kedua pemimpin tampak saling berjabat tangan dan bertukar salam hangat sebelum Presiden Prabowo mengajak Ratu Máxima untuk sejenak menyaksikan pertunjukan Tari Indang yang tengah berlangsung. Ratu Máxima terlihat menikmati dan mengapresiasi penampilan budaya tersebut, sembari memberikan senyum dan gestur penghargaan kepada para penari usai tarian selesai dipentaskan.

Setelah prosesi penyambutan, Presiden Prabowo dan Ratu Máxima menaiki tangga Istana Merdeka bersama. Di beranda utama, Presiden Prabowo memperkenalkan para anggota delegasi Indonesia yang hadir, antara lain Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Dewi, Jurnalis Senior Najwa Shihab, serta Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti.

Usai sesi perkenalan delegasi, keduanya melanjutkan agenda ke ruang kredensial untuk melakukan sesi foto bersama. Kegiatan kemudian berlanjut dengan pertemuan tête-à-tête di ruang kerja Presiden Prabowo. Dalam suasana yang akrab dan produktif, keduanya bertukar pandangan terkait berbagai isu yang menjadi fokus utama misi UNSGSA.

Setelah pertemuan tersebut, agenda dilanjutkan dengan pertemuan bilateral dalam format working lunch bersama delegasi masing-masing. Pertemuan tersebut digelar di ruang oval Istana Merdeka dan berlangsung konstruktif, membahas peluang kolaborasi strategis dalam memajukan ekosistem inklusi keuangan yang berkelanjutan.

Pertemuan Presiden Prabowo dengan Ratu Máxima ini menegaskan komitmen Indonesia dalam memperkuat arsitektur keuangan inklusif dan sehat agar berdampak nyata bagi masyarakat. Selain itu, kunjungan ini juga diharapkan dapat mempercepat transformasi sektor keuangan digital, inklusi kredit bagi pekerja dan UKM, akses perumahan layak, perlindungan konsumen terhadap penipuan finansial, hingga perbaikan kesejahteraan masyarakat. (BPMI Setpres)

 

red/mpl/sss

Presiden Prabowo dan Ratu Máxima Bahas Transformasi Inklusi dan Kesehatan Keuangan di Indonesia

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan Ratu Máxima dari Belanda di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 27 November 2025. Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev

JAKARTA – Maspolin.id|| Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Ratu Máxima dari Belanda yang berperan sebagai United Nations Secretary-General’s Special Advocate (UNSGSA) for Financial Health pada Kamis, 27 November 2025.

Pertemuan ini berlangsung dalam rangka kunjungan kerja Maxima sebagai Utusan Khusus PBB untuk Kesehatan Finansial (UNSGSA). REUTERS/Willy Kurniawan

Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, menunjukkan keseriusan Indonesia dalam mempercepat agenda besar inklusi keuangan dan kesehatan finansial sebagai fondasi kesejahteraan masyarakat di masa depan.

Dalam pengantar pertemuan, Presiden Prabowo menyampaikan penghargaan tinggi atas kontribusi Ratu Máxima dalam memajukan konsep kesehatan keuangan di berbagai negara, termasuk Indonesia.

“Yang Mulia Ratu Máxima, sekali lagi saya ingin menyambut Anda di Indonesia dan menyampaikan penghargaan yang mendalam atas kunjungan Anda disini dalam peran Anda sebagai advokat khusus Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Kesehatan Keuangan,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden menegaskan bahwa Indonesia memerlukan strategi nasional yang terstruktur dan kuat, termasuk pembentukan dewan lintas sektor yang akan memberikan rekomendasi langsung kepada Presiden dan mempercepat implementasi kebijakan.

“Saya pikir ini adalah sesuatu yang nyata dan kita bisa bergerak sangat cepat,” tegas Kepala Negara.

Menanggapi komitmen tersebut, Ratu Máxima menyampaikan apresiasi atas pencapaian Indonesia dalam memperluas akses layanan keuangan, sembari menekankan pentingnya tujuan akhir dari inklusi finansial.

“Saya pikir sekarang saatnya melihat alasan di balik inklusi keuangan. Kita ingin mereka memiliki kehidupan yang lebih baik hari ini dan esok, serta tidak terjerumus dalam masalah. Jadi, saya pikir Itulah inti dari kesehatan finansial,” tutur Ratu Máxima.

Ratu Máxima juga mengakui bahwa Indonesia telah menunjukkan kemajuan besar, namun masih perlu memperkuat implementasi agar manfaat inklusi benar-benar dirasakan masyarakat kecil, pekerja informal, dan pelaku UMKM.

Pertemuan ini menandai babak baru kerja sama strategis antara Indonesia dan komunitas internasional dalam penguatan arsitektur kebijakan keuangan nasional, mendorong layanan keuangan aman dan terjangkau, memperkuat literasi dan ketahanan finansial keluarga, hingga program nyata yang berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan rakyat.

Pertemuan bilateral ini juga menjadi langkah maju yang sekaligus membuka peluang besar bagi transformasi ekonomi nasional berbasis keadilan, akses setara, dan keberlanjutan sosial. (BPMI Setpres)

 

red/mpl/sss

Bandara Morowali (Heboh Negara dalam Negara)

Penulis: Abdulkadir Martoprawiro

Berikut penjelasan lengkap tentang 2 bandara di Morowali. Saya buat terstruktur, sangat hati-hati, dan berdasarkan fakta yang dapat diverifikasi. Saya juga meluruskan beberapa klaim yang tidak akurat, serta memberikan konteks penting terkait dua bandara di Morowali: Bandara Morowali (milik pemerintah) dan Bandara IMIP (milik perusahaan).

𝟭. 𝗔𝗱𝗮 𝗗𝘂𝗮 𝗕𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗱𝗶 𝗠𝗼𝗿𝗼𝘄𝗮𝗹𝗶 — 𝗞𝗲𝗱𝘂𝗮𝗻𝘆𝗮 𝗕𝗲𝗿𝗯𝗲𝗱𝗮 𝗧𝗼𝘁𝗮𝗹

Morowali memang memiliki dua bandara, yang sering kali membuat publik bingung:

(𝘼) 𝘽𝙖𝙣𝙙𝙖𝙧𝙖 𝙈𝙤𝙧𝙤𝙬𝙖𝙡𝙞 (𝘽𝙖𝙣𝙙𝙖𝙧𝙖 𝙐𝙙𝙖𝙧𝙖 𝘽𝙪𝙣𝙜𝙠𝙪 / 𝘽𝙖𝙣𝙙𝙖𝙧𝙖 𝙈𝙖𝙡𝙚𝙤)

* Milik: Pemerintah Kabupaten Morowali (dibangun dengan APBN/APBD).
* Pengelola: Kementerian Perhubungan (Direktorat Jenderal Perhubungan Udara).
* Status: Bandara umum (public airport).
* Fasilitas: runway 1.400 m (direncanakan jadi 2.200 m), terminal sipil.
* Aparat negara hadir penuh dalam kapasitas bandara domestik — TNI/Polri dapat masuk bebas karena bandara ini adalah bandara umum yang dikelola pemerintah. Tidak ada pos imigrasi atau bea cukai, karena Bandara Morowali bukan bandara internasional.
• Fungsi: pelayanan publik, konektivitas warga, jalur logistik regional.

Ini bandara negara dan sama sekali tidak bermasalah. Bandara ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo. Tapi Jokowi tidak meresmikan bandara kedua di bawah ini.

(𝘽) 𝘽𝙖𝙣𝙙𝙖𝙧𝙖 𝙄𝙈𝙄𝙋 / 𝘽𝙖𝙣𝙙𝙖𝙧𝙖 𝙋𝙏 𝙄𝙣𝙙𝙤𝙣𝙚𝙨𝙞𝙖 𝙈𝙤𝙧𝙤𝙬𝙖𝙡𝙞 𝙄𝙣𝙙𝙪𝙨𝙩𝙧𝙞𝙖𝙡 𝙋𝙖𝙧𝙠 (𝙄𝙈𝙄𝙋)

* Milik: PT IMIP (private airport) — korporasi konsorsium Indonesia–Tiongkok.
• Fungsi: bandara khusus (private airstrip) untuk logistik internal industri:
* mengangkut pekerja
* menerima barang teknis
* mobilitas internal dalam kawasan industri
* Diatur oleh: Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Udara tentang “bandar udara khusus” (mirip dengan airstrip milik perusahaan emas, tembaga, sawit, dan batubara).
* Bukan bandara publik, sehingga:
• tidak wajib memiliki pos Bea Cukai dan Imigrasi
• tidak wajib menerima lalu lintas umum
• akses publik bisa dibatasi
• tapi tetap wajib berada di bawah pengawasan negara (melalui izin operasi, flight approval, dan pengawasan keselamatan).

Bandara IMIP bukan bandara internasional dan tidak boleh menerima penerbangan dari luar negeri tanpa izin khusus.

⸻
𝟮. 𝗞𝗹𝗮𝗶𝗺 “𝗼𝘁𝗼𝗿𝗶𝘁𝗮𝘀 𝗜𝗻𝗱𝗼𝗻𝗲𝘀𝗶𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸” — 𝗽𝗲𝗿𝗹𝘂 𝗱𝗶𝗹𝘂𝗿𝘂𝘀𝗸𝗮𝗻

Pernyataan ini muncul dari ruang diskusi, tetapi bukan informasi resmi pemerintah. Mari cek realitasnya:

𝙏𝙉𝙄/𝙋𝙊𝙇𝙍𝙄 𝙩𝙞𝙙𝙖𝙠 𝙗𝙞𝙨𝙖 𝙢𝙖𝙨𝙪𝙠 “𝙨𝙚𝙨𝙪𝙠𝙖 𝙝𝙖𝙩𝙞”

Benar bahwa TNI/Polri perlu koordinasi untuk masuk ke fasilitas privat, sama seperti jika masuk pabrik Astra, smelter Vale, atau tambang Freeport.
Ini adalah aturan standar objek vital industri.

Namun:

TNI tetap bisa masuk dan melakukan operasi jika diperlukan

𝗕𝘂𝗸𝘁𝗶 𝗽𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗷𝗲𝗹𝗮𝘀:
Latihan Kopasgat/Kopasgard pada 20 November 2025 benar-benar dilakukan di dalam kawasan IMIP, artinya koordinasi berjalan dan akses diberikan.

Jika benar-benar “tidak bisa masuk”, latihan tersebut mustahil terjadi.

Jadi yang benar adalah:
* akses dibatasi, bukan dilarang;
* perlu protokol, bukan “negara tidak bisa masuk”.

⸻
𝟯. 𝗞𝗹𝗮𝗶𝗺 “𝗯𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝘁𝗶𝗱𝗮𝗸 𝗽𝘂𝗻𝘆𝗮 𝗯𝗲𝗮 𝗰𝘂𝗸𝗮𝗶 & 𝗶𝗺𝗶𝗴𝗿𝗮𝘀𝗶, 𝘀𝗲𝗵𝗶𝗻𝗴𝗴𝗮 𝗯𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 & 𝗼𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗯𝗮𝘀 𝗸𝗲𝗹𝘂𝗮𝗿 𝗺𝗮𝘀𝘂𝗸” 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗽𝗲𝗿𝗹𝘂 𝗱𝗶𝗽𝗲𝗿𝗷𝗲𝗹𝗮𝘀

Ini hanya benar sebagian, karena:

Bandara IMIP memang tidak punya Bea Cukai & Imigrasi

TAPI…

Bandara IMIP bukan bandara internasional

* tidak boleh menerima pesawat dari luar negeri
* tidak boleh memproses orang asing dari luar negeri
* hanya boleh melayani:
• penerbangan domestik non-komersial
• penerbangan carter industri
• logistik internal pabrik

Jika ada orang asing yang masuk dari luar negeri:

Mereka harus melalui bandara internasional resmi, lalu baru terbang domestik (atau lewat jalur darat/laut).
Tidak bisa mendarat langsung di IMIP.

Jadi tidak benar bahwa “orang bisa keluar masuk tanpa kontrol negara”.
Kontrol negara tetap ada — melalui:
* imigrasi bandara internasional (Makassar, Kendari, Manado, Jakarta)
* flight approval Kemenhub
* manifest flight domestik
* pengawasan TNI/Polri di kawasan industri asing

⸻
𝟰. 𝗔𝗽𝗮𝗸𝗮𝗵 𝗯𝗮𝗻𝗱𝗮𝗿𝗮 𝗜𝗠𝗜𝗣 𝗮𝗻𝗼𝗺𝗮𝗹𝗶 𝗸𝗲𝗱𝗮𝘂𝗹𝗮𝘁𝗮𝗻?

Sebenarnya tidak unik.

Indonesia punya puluhan bandara khusus:
* Freeport (Papua)
* PT Vale (Sorowako)
* Adaro (Kalimantan)
* Pupuk Kaltim
* Perkebunan sawit di Kalimantan & Sumatra
* Bandara Kediri (awal mula: bandara khusus milik PT Gudang Garam)

Semua dimiliki swasta tetapi tetap di bawah izin pemerintah.

Yang spesial di IMIP adalah:
* ukuran industrinya (raksasa)
* jumlah pekerja Tiongkok & Indonesia (puluhan ribu)
* isu sosial-politik yang sensitif
* rendahnya literasi kebijakan yang digiring menjadi kecurigaan publik

Tapi secara legal, bandara IMIP mengikuti jalur hukum yang sama dengan bandara khusus lain.

⸻
𝟱. 𝗠𝗲𝗻𝗴𝗮𝗽𝗮 𝗸𝗮𝘀𝘂𝘀 𝗜𝗠𝗜𝗣 𝗷𝗮𝗱𝗶 “𝗶𝘀𝘂 𝗯𝗲𝘀𝗮𝗿”?

Karena:
* berada di pusat industri strategis nikel & baterai
* investasi asing besar
* sensitivitas geopolitik
• konteks pertahanan (dekat ALKI)
* narasi politik di media & media sosial

Sebagian kritikan valid, terutama soal:
* diperlukannya peningkatan transparansi
* pengawasan keamanan & keselamatan
* area yang sangat tertutup
* potensi pelanggaran ketenagakerjaan (note: potensi belum berarti realitas)

Tapi sebagian lagi adalah narasi berlebihan atau tidak tepat:
* dikatakan “negara tidak bisa masuk” → tidak akurat(*)
* dikatakan “tidak ada kontrol negara” → tidak benar
* dikatakan “bandara internasional gelap” → tidak sesuai fakta

(*) Lha, isu diketahui, lalu disebar, justru karena diizinkan digunakan untuk latihan militer kok.

⸻
𝟲. 𝗣𝗲𝗻𝘂𝘁𝘂𝗽

Bandara Pemerintah (Bandara Morowali):
* aman
* terbuka
* diawasi negara
* tidak ada masalah

Bandara IMIP (Bandara khusus perusahaan):
* legal sebagai bandara privat
* akses dibatasi, bukan ditutup
* negara tetap punya wewenang
* perlu pengawasan lebih baik, mengingat sensitivitas kawasan industri

Narasi “negara dalam negara” lebih merupakan kritik keras soal kurangnya transparansi (atau kurangnya pengetahuan ybs), bukan deskripsi konkrit tentang hilangnya kedaulatan.

 

Heboh Bandara IMIP, TNI AU Pastikan Tidak Ada Pesawat Asing di Bandara IMIP

Asisten Teritorial Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Muda Palito Sitorus di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (27/11/2025). ANTARA/Walda Marison.

Morowali, SULTENG – Maspolin.id|| Asisten Teritorial Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal Muda Palito Sitorus mengatakan sejauh ini pihaknya belum memantau adanya aktivitas keluar ataupun masuknya pesawat asing di Bandara swasta milik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), di Morowali, Sulawesi Tengah.

“Jadi kami juga memantau bahwa pergerakan-pergerakan pesawat di sana memang belum ada yang dari luar negeri ya. Jadi memang dari internal saja,” kata Palito saat ditemui awak media di kawasan Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis.

Walau tidak memiliki aktivitas pesawat dari luar negeri, Palito memastikan pihaknya akan tetap memperkuat pengawasan di bandara udara IMIP.

Jika ada temuan adanya aktivitas pesawat tidak berizin di bandara IMIP, Palito memastikan pihaknya akan menindak tegas pesawat tersebut.

“Tentu Angkatan Udara itu akan melakukan tindakan. Tapi selama ini di sana itu belum ada pergerakan-pergerakan dari pesawat asing,” kata Palito.

Untuk diketahui, bandara IMIP merupakan bandara swasta yang dibangun dengan dana hasil pengelolaan koperasi perusahaan.

Bandara yang berlokasi di kawasan industri Morowali ini digunakan untuk mengantar para pekerja IMIP sekaligus logistik perusahaan.

ANTARA pun sempat melakukan perjalanan ke IMIP bersama rombongan Mabes TNI beberapa waktu lalu.

Berdasarkan pantauan di lokasi, tidak ada unsur pemerintahan di lokasi bandara seperti Bea Cukai dan aparat keamanan dari kepolisian ataupun TNI.

TNI pun menggelar latihan gabungan militer di bandara tersebut dari mulai operasi forc down atau penurunan paksa pesawat asing dengan pesawat tempur hingga operasi perebutan bandara oleh pasukan Korpasgat pada 20 November 2025 lalu.

Latihan itu digelar untuk mengasah kemampuan TNI dalam mencegah aksi penambangan ilegal yang kerap merugikan negara

Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin saat jumpa pers di Morowali usai memantau langsung simulasi mengatakan banyak fenomena anomali di Indonesia yang dapat merugikan negara terutama di bidang pemanfaatan sumber daya alam.

Salah satunya yakni pembangunan fasilitas transportasi yang tidak mengikutsertakan unsur pemerintah di dalamnya.

“TNI menggelar latihan terhadap bandara yang tidak memiliki perangkat negara yang bertugas di dalam bandara tersebut Ini merupakan hal yang anomali di dalam negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Sjafrie.

Hal tersebut dinilai Sjafrie sangat merugikan negara karena pemerintah tidak bisa memantau langsung aktivitas apa saja yang dilakukan di bandara IMIP.

Dia menegaskan bahwa tidak ada konsep “negara dalam negara” yang berlaku di Indonesia. Karenanya dia memerintahkan jajaran TNI untuk memperketat pengawasan segala bentuk fasilitas transportasi untuk mencegah terjadinya aktivitas ilegal yang merugikan negara.

Pewarta: Walda Marison
Editor: Budi Suyanto

 

Antara

red/mpl/pr

 

 

Jangan Lewatkan

Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran 5 Kg Narkoba Jenis Etomidate Asal Malaysia

BARESKRIM POLRI - Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) menggagalkan peredaran narkotika jenis baru, Etomidate, seberat...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.