Pelaku Penganiayaan Bermotif Asmara di Kuningan Berhasil Diciduk

Kuningan, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol. Hendra Rochmawan mengatakan bahwa Polisi bergerak cepat menangani kasus dugaan penganiayaan berat bermotif asmara yang terjadi di Jalan Raya Ciawigebang– Cidahu, Blok Kojengkang, Desa Cihideunggirang, Kecamatan Cidahu, Kabupaten Kuningan, Senin (24/11/2025) malam.  Seorang pemuda berinisial MM (20) berhasil diamankan setelah melukai SS (22) Warga desa Cipakem Kecamatan Maleber dengan senjata tajam jenis celurit.

Kapolres Kuningan AKBP Muhammad Ali Akbar membenarkan penanganan kasus tersebut. Ia menjelaskan bahwa pelaku ditangkap hanya beberapa jam setelah kejadian.
Menurut Kasat, insiden bermula ketika pelaku menelepon korban dan berpura-pura meminta pertolongan karena kehabisan bensin.

“Korban saat itu sedang berada di Ciawigebang. Karena niat membantu, korban mendatangi lokasi yang disebutkan oleh pelaku. Namun setibanya di sana, pelaku langsung melakukan serangan menggunakan celurit hingga mengenai punggung kiri korban,” jelasmya.

Korban mengalami luka sayatan cukup serius dan harus menjalani operasi di RS Mitra Husada Ciawigebang. Hingga saat ini penyidik masih mendalami dugaan motif pelaku, namun indikasi mengarah kepada persoalan asmara.

“Ada dugaan kuat motifnya terkait masalah hubungan asmara. Namun hal ini masih kami dalami melalui pemeriksaan lebih lanjut.  Dari pengakuan pelaku, korban melakukan pelecehan kepada pacarnya dengan cara mencium pacar pelaku secara paksa. Kemudian, pacar korban menceritakannya kepada pelaku hingga pelaku tersulut emosi,” ujarmya

“Setelah melukai korban, pelaku melarikan diri.” ungkap Kapolres.

Tim Unit Resmob Polres Kuningan kemudian melakukan penyisiran dan berhasil mengamankan pelaku pada Selasa (25/11/2025) pukul 04.00 WIB di sebuah rumah warga di Desa Cikeusik, Kecamatan Cidahu.
“Pelaku kami tangkap tanpa perlawanan dengan sejumlah barang bukti yang masih dikuasainya,” tambahnya.

Barang Bukti yang berhasil diamankan 1 unit sepeda motor Honda Beat hitam E-2778-YBJ.  1 unit handphone Samsung Galaxy A04e, 1 potong hoodie hitam, 1 pasang sandal Nikko hitam, 1 bilah celurit bergagang kayu warna hitam.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 351 KUHP tentang tindak pidana penganiayaan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

“Kami memastikan proses hukum berjalan sesuai prosedur. Korban sudah mendapatkan perawatan medis dan kami terus mendalami keterangan dari saksi-saksi,” tutupnya.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/adr

 

Pemkot Bandung Perkuat Edukasi dan Infrastruktur, Tekan Kecelakaan Lalu Lintas Kelompok Usia Muda

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Data World Safety Annual Report 2023 menunjukkan, kelompok usia 15–24 tahun merupakan kelompok yang paling rentan menjadi korban kecelakaan lalu lintas, baik luka-luka maupun meninggal dunia.

Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung Iskandar Zulkarnain, pada kegiatan Hari Peringatan Sedunia untuk Korban Kecelakaan Lalu Lintas (World Day of Remembrance for Road Traffic Victims / WDOR) di Novotel Bandung, Selasa (25/11/2025).

“Angka ini memanggil kita semua untuk bergerak lebih cepat, lebih serius, dan lebih terarah. Anak muda adalah kelompok yang paling aktif beraktivitas, sehingga paling membutuhkan edukasi, pengawasan, dan pendampingan dalam berlalu lintas,” katanya.

Zul menjelaskan, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Perhubungan (Dishub) terus menjalankan berbagai program pencegahan kecelakaan lalu lintas. Salah satunya adalah Program Satria (Sadar Tertib Lalu Lintas Praremaja) yang secara khusus menyasar pelajar SMP kelompok usia muda yang paling rentan terlibat kecelakaan.

Upaya edukasi juga diperkuat dengan pemeliharaan fasilitas keselamatan jalan seperti penerangan jalan umum, rambu-rambu, marka, serta fasilitas pendukung lainnya agar kondisi jalan semakin aman digunakan masyarakat.

Sementara itu, melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), pemerintah terus melakukan pemeliharaan, perbaikan, dan peningkatan kualitas jalan.

“Infrastruktur jalan yang baik adalah faktor penting untuk menekan risiko kecelakaan,” ucapnya.

“Semua langkah ini merupakan bagian dari upaya kolektif untuk mewujudkan Bandung yang lebih tertata, aman, dan berorientasi pada keselamatan warganya,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh upaya menekan angka kecelakaan tidak akan efektif jika hanya dilakukan satu instansi.

“Keselamatan jalan adalah tanggung jawab kolektif. Kita membutuhkan sinergi nyata dari kepolisian, sekolah, komunitas, media, lembaga kesehatan, dunia usaha, dan masyarakat itu sendiri. Kota Bandung dibangun dengan semangat kolaborasi, dan keselamatan jalan adalah ruang kolaborasi yang tidak bisa ditawar,” katanya.

Menurutnya, makna peringatan WDOR, mengingatkan kepada semua bahwa keselamatan adalah hak setiap warga.

“Tidak ada satu pun perjalanan yang layak dibayar dengan nyawa. Pemerintah Kota Bandung akan terus memperkuat kebijakan, memperbaiki infrastruktur, meningkatkan digitalisasi sistem transportasi, serta menanamkan budaya tertib berlalu lintas sebagai karakter warga Bandung,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Perhubungan Kota Bandung Siti Mulyani menjelaskan, Pemkot Bandung terus mengembangkan program edukasi keselamatan sejak usia dini.

Program tersebut meliputi:
1. Salut (Sadar Lalu Lintas Usia Dini)
Ditujukan bagi anak PAUD, TK, dan SD untuk menanamkan pembiasaan tertib sejak kecil.

2. Satria (Sadar Tertib Lalu Lintas Praremaja)
Menyasar tingkat SMP, dan saat ini telah diterapkan di 30 sekolah.

3. Optimalisasi Fasilitas Keselamatan Jalan
Penyempurnaan rambu, marka, PJU, hingga fasilitas penyeberangan untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan.

Seluruh kegiatan edukasi ini berlangsung sejak 27 Oktober hingga 4 Desember 2025.

“Kegiatan ini menjadi momentum berkelanjutan untuk membangun kesadaran dan komitmen bersama demi mewujudkan Kota Bandung yang selamat, tertib, dan berbudaya dalam berlalu lintas,” ujarnya. 

 

Pemprov Jabar

bjabar/mpl/he

PKL dan Bangli Membandel di Sepanjang Jalan Raya Citayam Ditertibkan Satpol PP Depok

Satpol PP Kota Depok tertibkan PKL dan Bangli di Jalan Raya Citayam pada Rabu (26/11/25). (Foto: Satpol PP Kota Depok).

Depok, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama tim terpadu kembali melaksanakan penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) dan bangunan liar (Bangli) di sepanjang Jalan Raya Citayam, mulai dari Kelurahan Ratu Jaya hingga Kelurahan Bojong Pondok Terong (Stasiun Citayam), Kecamatan Cipayung, pada Rabu (26/11/25).

Dari hasil penertiban, tim berhasil menertibkan sebanyak 4 warung rokok, 2 pangkalan ojek, dan 87 bangli, sehingga total keseluruhan mencapai 92 objek.

Bangunan-bangunan tersebut sebelumnya berdiri secara semi permanen di atas lahan negara dan ruang publik sehingga mengganggu ketertiban umum, kebersihan lingkungan, serta kelancaran aktivitas masyarakat.

Kapala Satpol PP Kota Depok, Dede Hidayat, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah tegas sekaligus upaya penataan wilayah agar kembali sesuai peruntukan.

“Penertiban ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Depok dalam mengembalikan fungsi fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) sesuai dengan aturan yang berlaku. Kami sudah memberikan peringatan secara bertahap, dan hari ini dilakukan penertiban agar kawasan ini menjadi lebih tertib, bersih, dan aman untuk masyarakat,” ujarnya kepada berita.depok.go.id, Kamis (27/11/25).

Penertiban ini dilaksanakan sebagai bentuk penegakan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Ketentraman Masyarakat dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat, khususnya Pasal 28 tentang tertib usaha/berjualan dan Pasal 30 tentang tertib bangunan.

Kegiatan juga mengacu pada Keputusan Wali Kota Depok Nomor 821.27/209/Kpts/SatpolPP/Huk/2025 tentang Tim Operasi Penertiban Terpadu.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali mendirikan bangunan liar atau membuka usaha di lokasi yang bukan peruntukannya.

“Kami mengajak seluruh warga untuk mematuhi ketentuan yang berlaku. Jika masih ditemukan pelanggaran, maka penindakan akan kembali dilakukan secara tegas dan terukur,” tambahnya.

Dia menegaskan bahwa kegiatan penertiban serupa akan terus dilakukan secara bertahap di wilayah lain, sebagai bagian dari komitmen menciptakan Kota Depok yang tertib, nyaman, dan ramah lingkungan.

“Sebelum dilakukan penertiban, Satpol PP Kota Depok telah mengedepankan langkah persuasif melalui penerbitan tiga kali surat peringatan, serta pemberitahuan pembongkaran kepada para pemilik dan pengelola bangunan maupun lapak yang berdiri di atas fasilitas sosial dan fasilitas umum, termasuk di bantaran sungai,” ungkapnya.

Sebanyak 150 personel Satpol PP Kota Depok dikerahkan dalam operasi ini, didukung 35 personel Satpol PP Kabupaten Bogor, unsur TNI/Polri, Polisi Militer, Garnisun, Kodim, Dishub, DLHK, Dinas PUPR, aparat kecamatan, serta kelurahan setempat.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan digunakan peralatan berupa 1 unit beko, 1 unit towing, 1 unit dump truck, serta sejumlah kendaraan patroli.

Dalam kegiatan tersebut, Kasatpol PP Kota Depok, Dede Hidayat, didampingi Kepala Bidang Ketentraman dan Pengamanan Pengawalan (Trantibum Panwal) Satpol PP Kota Depok Agus Mohammad, Kepala Bidang Pembinaan Sumber Daya dan Perlindungan Masyarakat Satpol PP Kota Depok, Wawang Buang dan Kepala Seksi Trantibum, Teguh Santoso. (JD 03/ ED 01).

 

Pemkot Depok

bjabar/mpl/he

Sejumlah Personel Ditembaki Saat Gerebek Pengedar Psikotropika di Pekalongan

Pekalongan, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Aksi penangkapan pengedar psikotropika di Kedungwuni dan Kota Pekalongan berujung dramatis dan menegangkan. Anggota Satres Narkoba Polres Pekalongan sempat mendapatkan perlawanan keras, bahkan tembakan, saat hendak melakukan pengembangan kasus di rumah terduga pelaku utama.

Insiden ini bermula pada Selasa (25/11/2025) sekitar pukul 20.00 wib. Tim Opsnal Satres Narkoba Polres Pekalongan berhasil mengamankan dua pria yang menguasai obat keras jenis Alprazolam di pinggir Jalan Tangkil Tengah, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan.

Setelah diinterogasi, barang haram tersebut diakui didapatkan dari A (44) yang berdomisili di Pringlangu, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan.

Tim Opsnal segera bergerak melakukan pengembangan ke rumah A dengan dipandu oleh salah satu tersangka yang ditangkap sebelumnya, KA (24).

Saat anggota Satres Narkoba hendak melakukan pemeriksaan ke dalam rumah A, tim mendadak mendapatkan perlawanan. Tiba-tiba, beberapa orang keluar dari rumah Afiandi dan salah satunya melepaskan tembakan ke arah petugas.

Tembakan yang dilepaskan mengenai kaca samping depan sebelah kiri mobil yang digunakan anggota. Beruntung, driver (pengemudi) yang membawa tersangka Anam berhasil menghindar dengan sigap dan tidak ada personil yang terluka. Petugas kemudian mengamankan diri dan segera meminta bantuan ke Polsek Buaran, Kota Pekalongan.

Merespons ancaman tersebut, Kapolres Pekalongan segera mengirimkan tim bantuan gabungan dari Unit Satreskrim Polres Pekalongan dan Brimob Subden B Pelopor Pekalongan untuk tindak lanjut penangkapan.

Kasat Resnarkoba Polres Pekalongan, Iptu Albertus Sudaryono, membenarkan adanya perlawanan yang ekstrem tersebut.

“Kami telah berhasil mengungkap peredaran psikotropika jenis obat Alprazolam. Setelah menangkap satu tersangka, KA, kami mengembangkan ke saudara A di Pringlangu, Kota Pekalongan. Saat hendak melakukan upaya paksa, anggota kami mendapatkan perlawanan yaitu penembakan yang mengenai kaca samping depan sebelah kiri mobil anggota,” jelasnya, Rabu (26/11/2025).

Setelah mendapatkan bantuan, tim gabungan berhasil melakukan penggerebekan dan menangkap A di dalam rumahnya. Dari penangkapan dan penggeledahan, petugas menyita satu pucuk Airsoft Gun merek Baretta tipe M84 dan 24 butir psikotropika jenis Alprazolam.

Para tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolres Pekalongan untuk pengembangan dan penyidikan lebih lanjut.

 

Humas Polda Jateng

bjateng/mpl/ls

Penutupan Apel Kasatwil 2025: Titik Awal Ekspektasi Publik Untuk Polri Semakin Humanis dan Responsif

Cikeas, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menutup kegiatan apel Kasatwil tahun 2025 di Satlat Brimob, Cikeas, Jawa Barat pada Rabu (26/11/2025).

Dalam amanatnya, Komjen Dedi mengatakan, apel Kasatwil bukan akhir, melainkan titik awal dari ekspektasi publik agar Polri semakin transparan, humanis, responsif, dan berpegang pada prinsip to serve and protect.

“Apel Kasatwil merupakan momentum refleksi, transfer knowledge, serta evaluasi bersama atas kinerja tahun 2025 sebagai dasar peningkatan kinerja Polri ke depan,” kata Dedi.

Mantan Irwasum Polri ini mengatakan, Polri bukan organisasi anti kritik. Masukan dari masyarakat, akademisi, dan pemerhati menjadi dasar bagi Polri untuk berubah menjadi lebih profesional dan dipercaya publik.

Untuk itu, kata Dedi, Polri mengundang seluruh pihak eksternal untuk menyampaikan saran tertulis terkait perubahan paradigma penanganan unras sebagai ruang partisipasi publik dalam penyusunan Perkap.

Dedi mengatakan, Polri saat ini sedang menyusun Perkap baru terkait penanganan unjuk rasa sebagai bagian dari perubahan Institusi menuju ke arah yang lebih baik.

Untuk itu, kata Dedi, Polri mengundang seluruh pihak eksternal untuk menyampaikan saran tertulis.

“Penyusunan Perkap dilakukan secara matang dengan mempertimbangkan masukan dari koalisi masyarakat sipil, pakar, akademisi, serta berbasis studi komparatif, termasuk rencana referensi ke Inggris untuk memperdalam konsep code of conduct,” katanya.

Eks Kadiv Humas Polri ini mengatakan, pada Januari akan dilaksanakan studi komparatif ke Inggris untuk mendalami lima siklus dalam bertindak yang menjadi standar di kepolisian di negara tersebut.

Aturan baru nantinya akan menggantikan pola tiga tahapan (hijau–kuning–merah) menjadi lima tahapan dengan enam cara bertindak.

“Mengarahkan bahwa setiap komandan lapangan wajib membuat laporan terperinci mengenai cara bertindak dalam lima tahapan unras dalam bentuk decision log sebagai bahan evaluasi dan akuntabilitas untuk meningkatkan profesionalisme penanganan unras ke depan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dedi menegaskan para Kapolres adalah calon pemimpin Polri di masa depan, sehingga perubahan Polri kearah yang lebih baik ditentukan oleh kualitas SDM yang mengisinya.

“Mengajak seluruh jajaran berpikir kritis dalam menghadapi masalah serta memastikan penyelesaian berbasis kajian dan fakta di lapangan,” ucapnya.

Mengambil pembelajaran dari Agustus Kelabu dan Black September, khususnya terkait kelayakan tenda personel di lapangan, yang harus diperbaiki agar lebih layak bagi pergantian pasukan yang berlangsung hingga satu bulan.

Prototipe tenda baru telah dirumuskan melalui studi komparatif, lebih manusiawi, dan tidak panas, dan akan didistribusikan bertahap ke seluruh satuan wilayah.

Terakhir, ia pun mengapresiasi seluruh jajaran atas kinerja satu tahun terakhir dan menekankan pentingnya menyamakan visi sejalan dengan program Akselerasi Transformasi Polri dan Quick Wins yang mencerminkan perubahan nyata dan terukur.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Berita Dalam Gambar: Pada Apel Kasatwil 2025 Diperagakan Model Pelayanan Unjuk Rasa Terbaru

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Polri menampilkan peragaan lengkap konsep pelayanan unjuk rasa dalam rangka Apel Kasatwil Tahun 2025, sebagai bentuk kesiapan operasional dan penyegaran SOP dalam pengendalian massa yang lebih humanis, modern, dan berbasis hak asasi manusia. Peragaan yang dilakukan oleh Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri tersebut memperlihatkan secara utuh lima tingkatan eskalasi unjuk rasa, mulai dari situasi tertib hingga eskalasi rusuh berat, berikut langkah-langkah kepolisian yang harus dilakukan pada setiap tahap.

Dirsamapta Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol. Moh. Ngajib menjelaskan bahwa model pelayanan unjuk rasa ini merupakan penyempurnaan dari pola lama, dengan menekankan profesionalisme, proporsionalitas, dan penggunaan kekuatan sesuai Perkap No. 1 Tahun 2009 serta standar HAM dalam Perkap No. 8 Tahun 2009.

“Peragaan ini bukan sekadar simulasi, tetapi penegasan bahwa setiap tindakan kepolisian dalam pengamanan unjuk rasa harus sesuai prosedur, terukur, dan menghormati hak-hak warga. Itulah standar pelayanan yang wajib diterapkan di seluruh satuan wilayah,” tegas Ngajib.

Dalam kegiatan tersebut, Polri memeragakan tata cara pelayanan unjuk rasa berdasarkan lima tingkat eskalasi:

1. Tertib – Massa patuh imbauan dan kegiatan masyarakat tetap berjalan lancar. Petugas menerapkan kehadiran polisi sebagai tindakan pencegahan (deterrent) serta imbauan lisan.

2. Kurang Tertib – Massa mulai mengejek, provokasi ringan, dan tidak mengindahkan imbauan. Petugas menerapkan kendali tangan kosong lunak dan negosiasi oleh Kapolres sebagai pengendali taktis.

3. Tidak Tertib – Massa mulai melempar, melakukan pembakaran lokal, atau gangguan yang menyebabkan luka ringan. Petugas melakukan kendali tangan kosong keras dan pendorongan dengan meriam air (AWC).

4. Rusuh – Massa melakukan kekerasan, perusakan, serangan fisik, dan penutupan jalan secara masif. Petugas menerapkan penggunaan senjata tumpul, gas air mata, atau alat non-mematikan sesuai standar.

5. Rusuh Berat – Situasi meningkat hingga memerlukan lintas ganti ke satuan Brimob atau penanganan oleh tim Raimas jika tidak tersedia PHH Brimob.

Menurut Brigjen Ngajib, penyederhanaan prosedur dari 38 tahap menjadi lima fase membuat pola pelayanan lebih mudah dipahami dan diterapkan oleh petugas, namun tetap menjaga prinsip kehati-hatian.

“Kita ingin seluruh Kasatwil memahami bahwa respons kepolisian tidak boleh reaktif. Ia harus melalui tahapan yang jelas, dengan evaluasi pada setiap tindakan. Inilah bentuk modernisasi pengendalian massa yang akuntabel,” ujarnya.

Peragaan tersebut memperlihatkan keterlibatan terpadu berbagai fungsi kepolisian, seperti:

– Sabhara sebagai Dalmas awal,

– Propam sebagai pengawas tindakan dan kepatuhan prosedur,

– Lalu Lintas untuk pengaturan arus,

– Reskrim dalam identifikasi provokator dan pelaku pidana,

– Intelkam untuk penggalangan massa,

– Humas melakukan dokumentasi dan publikasi,

– K-9 untuk sterilitas area,

– serta tim negosiator bersertifikasi untuk meredam eskalasi.

Teknologi baru juga ditampilkan, seperti helm Dalmas dengan konektor suara yang memungkinkan instruksi didengar hingga radius 2 km, serta penggunaan drone dalam pengambilan keputusan taktis.

Brigjen Ngajib menegaskan bahwa tujuan utama peragaan ini adalah menyamakan persepsi seluruh Kasatwil dalam memberikan pelayanan unjuk rasa yang humanis namun tetap tegas.

“Pelayanan unjuk rasa bukan sekadar pengamanan, tetapi pelayanan publik. Kita wajib memastikan massa dapat menyampaikan aspirasi dengan aman, dan negara tetap hadir menjaga ketertiban umum secara proporsional,” ujar Dirsamapta.

Ia menambahkan bahwa kemampuan komunikasi, negosiasi, dan penguasaan lapangan menjadi kunci sukses aparat di era sekarang.

“Kapolres harus dikenal oleh masyarakatnya. Semakin baik hubungan polisi dengan warga, semakin kecil potensi eskalasi unjuk rasa meningkat,” tutup Brigjen Ngajib.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Komitmen Wujudkan Keamanan Global, 7 Atase Polisi Negara Sahabat Hadiri Apel Kasatwil 2025

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Apel Kasatwil Polri tahun 2025 turut mengundang 10 Atpol negara sahabat. Hal itu merupakan komitmen mewujudkan keamanan global. Adapun dari 10 yang diundang, tujuh Atpol negara sahabat yang hadir yakni, Kepolisian Australia, Amerika Serikat (FBI), China, Filipina, Jepang, Malaysia dan Perancis.

Selain itu, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan kegiatan tersebut juga mengundang Kepolisian Hongkong. Hal itu untuk mencari model penanganan aksi unjuk rasa atau demonstrasi di Indonesia.

Menurut Sigit, ke depannya, Polri akan mengubah doktrin penanganan demonstrasi yang tadinya menjaga menjadi melayani. Hal ini komitmen sesuai dengan komitmen polisi yang sejak awal menjamin hak kebebasan berpendapat masyarakat.

“Di satu sisi kita juga tentunya miliki konsep dalam menghadapi rusuh massa yang tentunya apabila tidak  kita kendalikan akan berdampak stabilitas kamtibmas, terganggunya fasilitas publik, sektor ekonomi yang tentunya harus kita jaga. Ini menjadi bagian kita evaluasi sekaligus pembahasan dalam apel kasatwil,” ucap Sigit, Rabu (26/11/2025).

Apel Kasatwil bertajuk ‘Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat’ ini, kata Sigit sengaja dilaksanakan di Satlat Brimob Cikeas. Para Kapolda dan Kapolres bakal bermalam di tenda sslama tiga hari ke depan.

“Tentunya kegiatan ini yang pertama meningkatkan soliditas internal kekompakan utamanya. Bagaimana kita melakukan preview penanaman ulang doktrin kita Tribrata dan Catur Prasetya. Dan tentunya hakikat dari tugas Polri di dalam melaksanakan tugas pokok fungsinya sebagai pelaksana alat negara di bidang harkamtibmas di bidang penegakan hukum dan memberikan perlindungan pengayoman pelayanan terhadap keamanan yang di dalam negeri,” ujar Sigit.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Irjen Sandi Nugroho: Komunikasi Publik Yang Baik, Fondasi Penting Untuk Polri Yang Modern dan Dipercaya Masyarakat

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho mendorong seluruh Kapolda dan Kapolres di Indonesia untuk memperkuat komunikasi publik serta meningkatkan layanan informasi agar kehadiran Polri semakin dirasakan masyarakat. Pesan ini disampaikan saat menjadi narasumber pada hari kedua Apel Kasatwil 2025, Selasa, (25/11/2025) di Mako Satuan Latihan Korbrimob, Cikeas, Kabupaten Bogor.

Apel yang mengusung tema “Transformasi Polri yang Profesional untuk Masyarakat” tersebut berlangsung selama 24–26 November 2025, dan diikuti oleh 36 Kapolda, 36 Karoops Polda, serta 508 Kapolres dari seluruh Indonesia.

Dalam paparannya, Kadiv Humas menekankan bahwa komunikasi publik yang baik adalah fondasi penting bagi Polri yang modern dan dipercaya masyarakat.

“Kebaikan polisi jangan ditutup-tutupi. Apa yang sudah dikerjakan anggota kita setiap hari harus sampai ke publik, karena itulah bukti bahwa Polri hadir dan bekerja untuk masyarakat,” ujarnya.

Sandi menjelaskan bahwa kinerja kepolisian di seluruh Indonesia kini telah terdokumentasi melalui kanal resmi seperti SPIT Media Hub dan Policetube, sehingga menjadi sarana transparansi sekaligus memudahkan masyarakat dan media mengakses informasi.

Selain memperkuat kanal informasi, Kadiv Humas juga mengajak seluruh satuan kewilayahan untuk membangun layanan informasi publik yang profesional melalui penguatan PPID.

“Sudah saatnya setiap Polda dan Polres memberikan layanan informasi publik yang terbuka dan tertib. Ini bukan sekadar kewajiban administrasi, tetapi wujud penghormatan kita kepada hak masyarakat untuk tahu,” tegasnya.

Sandi juga menekankan pentingnya respon cepat terhadap hoaks dan provokasi di ruang digital, serta perlunya komunikasi publik yang disiapkan sejak pra-aksi, saat aksi, hingga pasca aksi agar narasi tidak dikuasai rumor.

“Di era digital, kecepatan dan ketepatan informasi menjadi kunci. Kalau kita tidak hadir, ruang publik akan diisi oleh framing sepihak,” tambahnya.

Kadiv Humas menutup paparannya dengan mengajak seluruh Kapolda dan Kapolres menjadi penggerak utama transformasi komunikasi Polri.

“Kita semua pengemban fungsi kehumasan. Dimanapun kita bertugas, kewajiban kita adalah memuliakan profesi kepolisian melalui kerja yang baik dan komunikasi yang benar,” tutupnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Kapolri Pimpin Renungan Nilai-Nilai Ksatria Bhayangkara Komitmen Moral dalam Transformasi Polri

Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung Renungan Nilai-Nilai Ksatria Bhayangkara, sebuah prosesi sakral yang menjadi rangkaian utama dalam Apel Kasatwil 2025. Kegiatan ini digelar di Mako Satuan Latihan Korbrimob Polri, Cikeas, Kabupaten Bogor, dengan melibatkan seluruh unsur kepemimpinan operasional Polri.

Renungan yang berlangsung dalam suasana gelap dan diterangi ribuan obor itu diikuti oleh Pejabat Utama (PJU) Mabes Polri, para Kapolda, para Karo Ops, serta Kapolres dari seluruh Indonesia, total lebih dari 600 peserta sesuai susunan formasi resmi kegiatan.

Para peserta membentuk lima lingkaran konsentris mengelilingi api unggun utama, menggambarkan soliditas dan persatuan seluruh jajaran Polri dalam menjaga nilai-nilai integritas. Lingkaran inti diisi oleh PJU Mabes Polri dan Kapolda, disusul Karo Ops, Kapolresta, dan ratusan Kapolres yang mengelilingi titik api dengan khidmat.

Memasuki puncak acara, Kapolri memimpin pembacaan Ikrar Ksatria Bhayangkara, sebuah komitmen moral untuk memperkuat arah transformasi Polri. Dengan lantang, Kapolri mengucapkan:

“Dengan memohon ridha Tuhan Yang Maha Esa, di bawah panji Merah Putih, di hadapan api perjuangan rakyat Indonesia, Kami, Ksatria Bhayangkara, berikrar… Membangun Polri yang melindungi, Polri yang melayani, Polri yang mengayomi, Polri yang dicintai dan dipercaya masyarakat.”

Ikrar tersebut diikuti serempak oleh seluruh Kapolda, Karo Ops, dan Kapolres, menciptakan gema komitmen bersama yang memenuhi area renungan. Kapolri menegaskan bahwa ikrar ini merupakan kompas moral Polri untuk memperkuat integritas dan pelayanan publik.

Dalam penutup ikrarnya, Kapolri kembali menekankan tekad kolektif Polri:
“Demi seluruh rakyat Indonesia, demi kehormatan Kepolisian Negara Republik Indonesia… Kami berjanji untuk setia pada ikrar kami. Kami tegak, kami siap, kami setia.”

Renungan Nilai-Nilai Ksatria Bhayangkara ini dirancang sebagai momen refleksi mendalam, diiringi visual sejarah perjuangan Komjen Pol (P) M. Jasin yang ditampilkan pada layar LED sebagai simbol keberanian moral dan keteguhan prinsip. Seluruh rangkaian menegaskan bahwa Polri memasuki babak baru perubahan yang menempatkan integritas, keberanian moral, dan pelayanan masyarakat sebagai fondasi utama.

Acara ditutup dengan Kapolri berjabat tangan dengan seluruh jajaran sebagai peneguhan solidaritas korps dan tekad memperkuat kepercayaan publik.

Dengan digelarnya Renungan Nilai-Nilai Ksatria Bhayangkara ini, Polri menegaskan kesiapannya untuk membangun institusi yang bersih, berani, melayani, dicintai, dan dipercaya masyarakat.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Ketum Bhayangkari Kunjungi Para Pengungsi Korban Longsor Banjarnegara

Banjarnegara, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Momen kebersamaan dan empati menyelimuti lokasi pengungsian warga terdampak bencana tanah longsor di Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Ketua Umum Bhayangkari, Ibu Juliati Sigit Prabowo, didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Jawa Tengah, Ibu Diana Ribut Hari Wibowo, beserta para pengurus, hadir langsung pada Minggu (23/11/2025) untuk menyalurkan kepedulian dalam kegiatan bertajuk “Bhayangkari Peduli Bhakti Sosial dan Bhakti Kesehatan Bencana Tanah Longsor Banjarnegara”.

Kedatangan Ibu Juliati Sigit Prabowo disambut haru oleh ratusan warga di lokasi pengungsian. Dengan senyum hangat dan penuh perhatian, beliau menyapa satu per satu para pengungsi. Beliau sempat berbincang singkat, mendengarkan cerita dan keluh kesah mereka, serta memberikan kata-kata penyemangat agar warga tetap tabah menghadapi musibah. Kontak mata yang tulus dan sentuhan lembut di bahu pengungsi dewasa maupun anak-anak menjadi energi positif, seolah berbagi kekuatan di tengah keterbatasan.

Selepas menyapa warga, rombongan meninjau langsung aktivitas fasilitas dan pelayanan kesehatan yang disiapkan bagi para pengungsi oleh SIM Dokkes Polres Banjarnegara yang bekerja sama dengan unsur terkait.

Tidak hanya memenuhi kebutuhan fisik, Ibu Ketua Umum juga meninjau kegiatan pendampingan psikologi yang diselenggarakan oleh Tim Trauma Healing dari Polda Jawa Tengah. Beliau mengamati bagaimana tim tersebut dengan sabar berinteraksi, mengajak warga berbincang, serta memberikan dukungan emosional, khususnya kepada kelompok rentan seperti lansia dan anak-anak.

Ibu Juliati Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi mendalam atas upaya Tim Trauma Healing yang bekerja keras memulihkan kondisi mental, menjaga semangat, dan menumbuhkan harapan di tengah trauma akibat bencana. Kesehatan mental dan psikologis warga dianggap sama pentingnya dengan kebutuhan materi.

Bagi anak-anak, kedatangan rombongan Bhayangkari menjadi momen istimewa. Di sela-sela kunjungan, Ibu Ketua Umum secara langsung menyerahkan hadiah berupa mainan yang membuat mata polos mereka berbinar gembira. Melihat anak-anak, beliau tak segan untuk berbagi keceriaan dengan mengajak mereka bermain dan tertawa lepas. Momen ini menghadirkan sedikit jeda dari duka, mengembalikan tawa dan optimisme di wajah-wajah masa depan bangsa yang tengah berada di tengah cobaan.

Puncak dari kegiatan ini adalah penyerahan bantuan secara simbolis. Sebagai bentuk kepedulian dan upaya nyata meringankan beban warga, sejumlah paket bantuan berupa sembako dan bahan kebutuhan pokok lainnya diserahkan langsung kepada para pengungsi.

Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga yang kehilangan harta benda akibat bencana. Tak hanya warga yang terdampak bencana, bantuan juga diserahkan kepada para petugas yang selama ini berjuang keras menangani bencana, mencari korban yang hilang dan melayani masyarakat.

Air mata haru dan ucapan terima kasih tulus dari pengungsi mengiringi penyerahan bantuan tersebut.  Ketum Bhayangkari berharap, bantuan yang diserahkannya ini dapat bermanfaat dan mengurangi beban bagi para korban yang terdampak.

“Semoga bantuan ini dapat bermanfaat dan meringankan beban para korban bencana alam dan diberikan kesabaran dan tabah menghadapi musibah ini,” ucapnya yang disambut rasa syukur dan terimakasih dari warga yang menerima bantuan.

​Menanggapi kegiatan ini, Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol. Artanto, mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan kehadiran Ibu Ketua Umum Bhayangkari, Ibu Juliati Sigit Prabowo, beserta rombongan. Kegiatan ‘Bhayangkari Peduli’ ini disebutnya sebagi wujud nyata solidaritas Polri dan Bhayangkari kepada masyarakat yang tertimpa bencana.

“Kami berharap semoga kepedulian dan bantuan yang diberikan ini dapat meringankan beban saudara-saudara kita korban longsor di Banjarnegara, serta memulihkan semangat mereka untuk bangkit kembali,”pungkas Artanto.

 

Humas Polda Jateng

bjateng/mpl/gg

 

 

Jangan Lewatkan

Bareskrim Polri Gagalkan Peredaran 5 Kg Narkoba Jenis Etomidate Asal Malaysia

BARESKRIM POLRI - Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri bersama Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) menggagalkan peredaran narkotika jenis baru, Etomidate, seberat...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.