Rekayasa Lalu Lintas Situasional di Sekitar DPR RI Disiapkan Oleh Ditlantas Polda Metro Jaya

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Firman Darmansyah

PMJ – Maspolin.id|| Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah menyiapkan langkah pengaturan arus lalu lintas di sekitar Gedung DPR RI pada Kamis (27/8/2026). Rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi di lapangan serta pergerakan massa.

Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Firman Darmansyah mengatakan, rekayasa lalu lintas tidak diberlakukan secara menyeluruh, melainkan hanya dilakukan apabila kondisi di lapangan membutuhkan pengaturan atau pengalihan arus.

“Apabila harus dilakukan rekayasa, itu sifatnya situasional dan terbatas. Apabila kondisi lalu lintas lancar, tidak kami lakukan pengalihan arus,” ujar Firman.

Ia menjelaskan, apabila situasi mengharuskan adanya pengalihan arus di sejumlah titik, personel Ditlantas Polda Metro Jaya telah disiapkan untuk berada di lokasi guna memberikan petunjuk dan arahan kepada masyarakat maupun pengguna jalan.

“Namun apabila harus dilakukan pengalihan di beberapa titik, kami pastikan petugas sudah berada pada titik-titik tersebut untuk memberikan petunjuk dan arahan,” katanya.

Firman menegaskan, secara umum kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah hukum Polda Metro Jaya hingga saat ini pada kegiatan Kamis hari ini (27/8/2026), berada dalam keadaan aman dan kondusif.

“Kami memastikan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polda Metro Jaya saat ini hingga besok dalam kondisi aman dan kondusif,” pungkasnya.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Baku Tembak Polisi dengan DPO diLampung Utara 3 Polisi Terluka

Lampung Utara – Maspolin.id|| Penindakan terhadap seorang pria yang masuk daftar pencarian orang (DPO) kasus narkotika di Lampung Utara berujung baku tembak. PHP (30) tewas dalam insiden tersebut, sementara tiga anggota polisi mengalami luka-luka.

Peristiwa terjadi di kawasan Muara Jaya, Kelurahan Kotabumi Udik, Kecamatan Kotabumi, sekitar pukul 02.45 WIB.

Kepala Bidang Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari mengatakan, penindakan dilakukan setelah polisi menerima informasi masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan senjata api di wilayah tersebut.

Petugas kemudian menyisir kawasan Muara Jaya. Saat berada di lokasi, polisi mendapati adanya kegiatan hiburan musik dan melakukan upaya pengamanan.

Namun, menurut keterangan kepolisian, PHP melakukan perlawanan dengan menembakkan senjata api ke arah petugas. Baku tembak pun terjadi.

“Dalam kejadian tersebut, seorang pria berinisial PHP (30) tewas setelah terlibat baku tembak dengan petugas. Sementara itu, tiga anggota polisi mengalami luka,” kata Yuni.

Tiga anggota polisi yang terluka masing-masing berinisial AA, AAC, dan BA. AA mengalami luka tembak pada kaki kanan, AAC mengalami luka gores pada pelipis, sedangkan BA mengalami luka tembak pada bagian perut.

Ketiganya sempat menjalani perawatan di Rumah Sakit Handayani Kotabumi. Karena membutuhkan penanganan lebih lanjut, BA kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Urip Sumoharjo, Bandarlampung,(25/08/2026).

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan satu pucuk senjata api rakitan jenis revolver berwarna krom dengan gagang cokelat. Petugas juga menemukan dua butir amunisi kaliber 9 milimeter dan tiga selongsong peluru.

Yuni menegaskan, PHP merupakan DPO Satuan Reserse Narkoba Polres Lampung Utara. Polisi juga tengah mendalami dugaan keterkaitannya dengan jaringan peredaran senjata api ilegal di wilayah tersebut.

“Saat ini penyidik masih mendalami keterkaitan PHP dengan jaringan lainnya. Kami akan mendalami asal-usul senjata api tersebut, termasuk kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat,” ujarnya.

Penyelidikan masih dilakukan untuk mengungkap lebih jauh asal senjata api serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut. (Ad/hn/rs)

Pengamanan Aksi 27 Agustus 2026 Disiapkan, Polda Metro Jaya Pastikan Jakarta Tetap Kondusif

POLDA METRO JAYA – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah DKI Jakarta tetap aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat pun hingga kini masih berlangsung normal di berbagai wilayah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan menjalankan aktivitas seperti biasa.

“Kami menyampaikan kepada seluruh warga masyarakat tetap tenang bahwa situasi dan kondisi DKI Jakarta dalam kondisi aman dan kondusif,” kata Budi Hermanto di Jakarta, Selasa (25/08/2026).

Menurut Budi, kondisi tersebut terlihat dari berbagai aktivitas masyarakat yang tetap berjalan normal. Polda Metro Jaya bersama jajaran juga terus memberikan pelayanan dan pengamanan terhadap berbagai kegiatan masyarakat.

Selain aktivitas rutin, Polda Metro Jaya telah menerima pemberitahuan terkait rencana aksi penyampaian aspirasi pada Kamis (27/08/2026) di kawasan DPR RI.

Terdapat dua kelompok yang telah menyampaikan pemberitahuan aksi, dengan jumlah peserta masing-masing diperkirakan antara 100 hingga 200 orang.

Budi menjelaskan, penyampaian aspirasi merupakan bagian dari aktivitas masyarakat yang setiap hari mendapat pelayanan pengamanan kepolisian. Dalam sehari, Polda Metro Jaya dapat menerima pemberitahuan sekitar 40 hingga 80 kegiatan aksi.

“Pada Senin ini, 71 aksi penyampaian aspirasi di beberapa titik yang dilaksanakan di DPR, ada lagi di beberapa kementerian kewilayahan, termasuk di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan,” ujarnya.

Di luar kegiatan penyampaian aspirasi, Polda Metro Jaya juga melakukan pengamanan terhadap berbagai kegiatan masyarakat lainnya. Tercatat sedikitnya 16 kegiatan, mulai dari konser musik, Jambore Nasional hingga kegiatan masyarakat lainnya.

“Ada 16 kegiatan aktivitas masyarakat lainnya seperti konser musik, kegiatan-kegiatan Jambore Nasional, kegiatan masyarakat lainnya. Kami melakukan pengamanan pelayanan oleh Polda Metro Jaya dan Polres jajaran,” kata Budi.

Terkait rencana aksi pada Kamis mendatang, Polda Metro Jaya masih menunggu informasi lebih lanjut mengenai perkembangan jumlah massa dan kegiatan yang akan berlangsung.

Koordinasi juga akan dilakukan untuk memastikan penyampaian aspirasi dapat berjalan tertib, aman, dan damai dengan mempertimbangkan karakteristik masing-masing wilayah.

Sementara itu, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional. Jika terjadi peningkatan jumlah massa secara signifikan, kepolisian akan menyesuaikan pola pengaturan lalu lintas guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat.

“Kami memprioritaskan kepentingan masyarakat secara keseluruhan. Ada dua masyarakat yang akan menyampaikan aspirasi ataupun masyarakat yang melaksanakan kegiatan rutin,” pungkasnya. (Ad/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/pr

Penyanderaan Warga Sipil di Jila Mendapat Kecaman Ketua Barisan Merah Putih

Ketua Barisan Merah Putih Provinsi Papua, Yeri Stenly Hamadi

JAYAPURA, PAPUA – Maspolin.id|| Ketua Barisan Merah Putih Provinsi Papua, Yeri Stenly Hamadi, mengecam tindakan penyanderaan terhadap sembilan warga sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Ia menegaskan bahwa masyarakat sipil tidak boleh menjadi korban konflik maupun dijadikan alat politik oleh pihak mana pun.

Yeri menyampaikan pernyataan tersebut di Kota Jayapura, Sabtu (22/8/2026). Menurutnya, penyanderaan terhadap masyarakat sipil, terlebih kepada kelompok rentan perempuan dan anak-anak yang menjadi korban, merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan harus segera dihentikan.

“Saya turut prihatin dan mengecam keras tindakan yang telah dilakukan oleh TPNPB/kelompok kriminal bersenjata yang telah melakukan penyanderaan terhadap masyarakat sipil di Distrik Jila, Kabupaten Mimika,” kata Yeri.

Ia menegaskan bahwa masyarakat sipil tidak seharusnya dijadikan sasaran dalam suatu konflik. Menurutnya, perempuan dan anak-anak juga tidak boleh dijadikan korban maupun objek kepentingan politik dengan mengorbankan keselamatan mereka.

“Bagi saya, masyarakat sipil tidak boleh dijadikan korban konflik dan bukan merupakan alat politik. Tidak boleh masyarakat sipil, terlebih perempuan dan anak-anak, dijadikan sasaran ataupun disandera oleh pihak mana pun,” ujarnya.

Yeri meminta pihak yang melakukan penyanderaan segera membebaskan seluruh warga sipil yang menjadi korban. Ia berharap para korban dapat kembali kepada keluarga dalam kondisi selamat.

“Untuk itu, saya berharap kepada pihak TPNPB yang melakukan penyanderaan agar segera membebaskan dan melepaskan masyarakat sipil yang telah disandera. Mereka adalah masyarakat sipil yang tidak tahu apa-apa dan pada umumnya masih terdapat anak-anak di bawah umur,” katanya.

Selain itu, Yeri meminta petugas keamanan melalui Satgas Kepolisian Damai Cartenz melakukan penegakan hukum terhadap kelompok yang melakukan tindakan kriminal dan meresahkan masyarakat di Tanah Papua. Ia berharap seluruh proses hukum dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami juga meminta kepada pihak keamanan, dalam hal ini Satgas Damai Cartenz, agar segera melakukan penegakan hukum secara tegas terhadap kelompok-kelompok yang melakukan tindakan kriminal dan meresahkan masyarakat di Tanah Papua, sehingga proses hukum dapat berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Yeri juga menyampaikan apresiasi kepada Satgas Kepolisian Damai Cartenz atas pengungkapan kasus pembunuhan terhadap almarhum Bripka Anumerta Fredy Lukas Awe. Ia berharap proses hukum terhadap pihak yang terlibat dapat terus berjalan sesuai dengan ketentuan hukum.

“Kami juga mengapresiasi Satgas Damai Cartenz yang telah berhasil mengungkap pelaku pembunuhan terhadap Bripka Anumerta Fredy Lukas Awe. Kami berharap proses hukum terhadap para pelaku dapat terus dilanjutkan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Yeri.

Yeri turut menyampaikan keprihatinan kepada para korban dan keluarga yang terdampak penyanderaan. Ia berharap seluruh warga yang masih disandera dapat segera dibebaskan dalam keadaan selamat.

“Kepada seluruh masyarakat Papua, khususnya masyarakat di Kabupaten Mimika, saya mengimbau agar tetap tenang, menjaga keamanan dan ketertiban, serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum tentu kebenarannya maupun informasi hoaks yang disebarkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kedamaian dan keamanan serta mengikuti informasi yang disampaikan melalui sumber yang dapat dipercaya.

“Mari kita bersama-sama menjaga kedamaian dan keamanan agar seluruh aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik. Masyarakat juga diharapkan mengikuti informasi yang akurat dari pihak keamanan dan kepolisian,” pungkasnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Kejar Pelaku Penganiayaan Berat di Dekai

Dekai, PAPUA PEGUNUNGAN – Maspolin.id|| Tim Gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo tengah melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku penganiayaan berat menggunakan senjata tajam terhadap seorang warga bernama Adit (40) di kawasan Jalan Sosial, Kompleks Kali Bonto, Kota Dekai, Kabupaten Yahukimo, Kamis (20/8/2026) malam.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., saat diwawancarai media pada Sabtu (22/8), mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 19.15 WIT saat wilayah sekitar Kali Bonto mengalami pemadaman listrik. Korban mengalami luka robek pada bagian leher dan telah dievakuasi ke RSUD Dekai untuk mendapatkan penanganan medis.

“Pelaku setelah kejadian langsung melarikan diri. Setelah menerima informasi, tim gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo langsung merespons dengan mendatangi lokasi kejadian dan melakukan langkah-langkah penyidikan. Diantaranya mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti yang memungkinkan yang masih ada di TKP,” ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026.

Berdasarkan keterangan awal, salah seorang saksi yang berada di lantai atas mendengar korban berteriak meminta pertolongan. Saksi kemudian turun ke lantai bawah dan menemukan korban dalam kondisi tergeletak di atas meja makan.

Korban sempat menyampaikan kepada saksi bahwa pelaku melarikan diri ke arah gereja. Saksi kemudian meminta bantuan warga lainnya untuk mengevakuasi korban ke RSUD Dekai guna mendapatkan penanganan medis.

Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., menambahkan bahwa petugas saat ini telah mengantongi ciri-ciri pelaku. Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga berasal dari KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Yalenang pimpinan Kombi Yemberengge. Namun, dugaan tersebut masih didalami untuk memastikan identitas dan keterlibatan pihak yang bertanggung jawab.

Dari hasil penanganan medis, korban hingga Jumat (21/8/2026) malam diketahui dalam kondisi sadar dan berangsur membaik setelah mendapatkan perawatan di RSUD Dekai.

“Kondisi korban alhamdulillah sadar dan lukanya sudah ditangani dengan baik. Dan saat ini masih dalam perawatan medis di rumah sakit,” tambahnya.

Selanjutnya, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo terus melakukan pendalaman terhadap keterangan saksi dan informasi yang diperoleh untuk mengungkap secara utuh rangkaian kejadian serta menemukan keberadaan pelaku.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap pelaku.

“Personel telah merespons kejadian dan melakukan langkah-langkah penyelidikan. Kami terus mengumpulkan informasi serta keterangan saksi untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kejadian ini,” kata Kaops Damai Cartenz-2026.

Penanganan perkara dilakukan secara terukur dan sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku. Aparat juga terus berkoordinasi dengan jajaran kewilayahan untuk memastikan setiap informasi yang diperoleh dapat ditindaklanjuti dalam proses pengungkapan kasus.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo mengimbau masyarakat untuk tetap tenang serta tidak mudah terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Masyarakat yang mengetahui ciri-ciri maupun keberadaan pelaku diharapkan segera menyampaikannya kepada aparat melalui saluran yang tersedia.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan penanganan terhadap korban tetap menjadi perhatian, sementara penyelidikan dan pengejaran terhadap pelaku terus dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Para Mantan Kapolri dan Wakapolri Berkumpul di Mabes Polri dalam Momen Istimewa Hari Juang Polri

JAKARTA – Maspolin.id|| Ada pemandangan istimewa dalam Peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 di Lapangan Bhayangkara, Mabes Polri, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Para mantan Kapolri dan Wakapolri dari berbagai masa hadir bersama jajaran pimpinan serta personel Polri saat ini dalam satu momentum untuk mengenang perjalanan panjang pengabdian Kepolisian.

Upacara dipimpin Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. Kehadiran para senior Polri menjadikan peringatan Hari Juang di Mabes Polri terasa berbeda. Para tokoh yang pernah mengemban amanah memimpin institusi pada masanya kembali hadir di tengah keluarga besar Bhayangkara.

Hari Juang Polri yang diperingati setiap 21 Agustus merupakan momentum untuk mengenang perjuangan Polisi Istimewa dalam mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Peringatan ini merujuk pada peristiwa Proklamasi Polisi di Surabaya pada 21 Agustus 1945, ketika Inspektur Polisi Kelas I Moehammad Jasin bersama anggota Polisi Istimewa menyatakan kesetiaan kepada Republik Indonesia dan mengambil sikap untuk berdiri bersama rakyat mempertahankan kemerdekaan. Semangat keberanian, kesetiaan, dan pengabdian yang ditunjukkan para pendahulu tersebut menjadi nilai yang terus diwariskan dan diwujudkan Polri sesuai tantangan pada setiap zaman.

Salah satu pemandangan yang menarik perhatian adalah kehadiran sejumlah mantan Kapolri. Jenderal Polisi (Purn) Drs. Roesmanhadi, S.H., M.M., M.H.; Jenderal Polisi (Purn) Drs. H. Bambang Hendarso Danuri, M.M.; Komjen Pol (Purn) Drs. Adang Daradjatun; Komjen Pol (Purn) Drs. R. Makbul Padmanagara; dan Komjen Pol (Purn) Drs. Oegroseno, S.H., hadir dalam upacara tersebut.

Dari unsur PP Polri dan PKBB turut hadir sejumlah purnawirawan perwira tinggi Polri. Mereka yang pernah mengemban amanah dalam berbagai periode kepemimpinan hadir bersama generasi Polri yang saat ini menjalankan tugas.

Kehadiran para senior tersebut membuat Lapangan Bhayangkara seolah menjadi ruang yang mempertemukan perjalanan panjang Polri dalam satu momentum. Para pemimpin dari berbagai masa berdiri bersama jajaran pimpinan dan personel Polri saat ini.

Momen itu bukan sekadar pertemuan para purnawirawan dengan generasi aktif. Lebih dari itu, kehadiran mereka menjadi gambaran bahwa perjalanan Polri dibangun melalui pengabdian banyak generasi.

Para mantan pimpinan Polri pernah menghadapi tantangan sesuai zamannya. Kini, generasi Polri saat ini menghadapi tantangan yang berbeda, mulai dari dinamika keamanan, perkembangan teknologi, perubahan sosial, hingga tuntutan masyarakat terhadap pelayanan Kepolisian yang semakin baik.

Namun, nilai dasar pengabdian tetap sama: menjaga keamanan, melindungi masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan pelayanan terbaik kepada bangsa dan negara.

Purnatugas Bukan Akhir dari Pengabdian

Kehadiran para senior juga memperlihatkan bahwa purnatugas bukan akhir dari hubungan dengan institusi.

Pengalaman, keteladanan, dan kepedulian terhadap Polri tetap menjadi bagian dari perjalanan keluarga besar Bhayangkara. Para senior yang pernah memimpin institusi kini hadir sebagai saksi perjalanan Polri sekaligus bagian dari sejarah yang terus dikenang.

Suasana tersebut terasa semakin kuat ketika seluruh peserta mengikuti rangkaian upacara dengan khidmat. Para senior dan personel aktif berada dalam satu lapangan, membawa pengalaman dari masa yang berbeda tetapi dipertemukan oleh institusi dan semangat pengabdian yang sama.

Hari Juang Polri menjadi momentum untuk melihat bahwa sebuah institusi tidak dibangun dalam satu masa. Ada perjalanan panjang, ada pengabdian banyak generasi, dan ada nilai-nilai yang terus dijaga.

Kapolri di Surabaya, Wakapolri di Jakarta

Pada waktu yang sama, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin Upacara Hari Juang Polri di Monumen Polisi Istimewa, Surabaya, Jawa Timur.

Surabaya memiliki makna historis karena menjadi tempat Proklamasi Polisi pada 21 Agustus 1945. Jika Surabaya mengajak seluruh insan Bhayangkara menengok kembali akar sejarah perjuangan Polisi, maka Jakarta menghadirkan wajah perjalanan panjang institusi melalui pertemuan para pemimpin dan senior Polri lintas generasi.

Dua lokasi tersebut memiliki pesan yang saling melengkapi: sejarah menjadi sumber nilai, sementara pengabdian hari ini menjadi wujud nyata untuk meneruskan nilai tersebut.

Seluruh Polda Kobarkan Semangat Hari Juang

Semangat Hari Juang Polri Tahun 2026 juga dilaksanakan oleh seluruh jajaran Polda di Indonesia.

Upacara dan berbagai kegiatan digelar di wilayah masing-masing sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para pendahulu sekaligus momentum memperkuat komitmen memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat.

Dari pusat hingga daerah, seluruh keluarga besar Polri kembali mengingat bahwa tantangan Kepolisian akan terus berubah. Namun, keberanian, integritas, loyalitas, profesionalisme dan semangat melayani masyarakat harus tetap menjadi bagian dari karakter setiap insan Bhayangkara.

Peringatan di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri akhirnya menghadirkan pesan yang sederhana namun kuat.

Para pemimpin boleh datang dari masa yang berbeda. Tantangan boleh berubah. Tetapi semuanya dipertemukan oleh satu sejarah dan satu pengabdian: Polri untuk bangsa dan negara.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Bertolak ke Sumatra, Presiden Prabowo Kembali Turun Langsung Tangani Karhutla

Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Pekanbaru, Riau, pada Senin pagi, 24 Agustus 2026, untuk kembali meninjau langsung penanganan karhutla. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto bertolak menuju Pekanbaru, Riau, pada Senin pagi, 24 Agustus 2026, untuk kembali meninjau langsung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen Kepala Negara untuk memastikan penanganan karhutla berjalan hingga tuntas, sekaligus memperkuat langkah pencegahan agar kebakaran serupa tidak terus berulang.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa Presiden ingin memastikan langsung kondisi terkini di lapangan setelah sebelumnya memimpin penanganan karhutla di Kalimantan.

“Bapak Presiden ingin memastikan penanganan berjalan sampai tuntas, tidak hanya menerima laporan, tetapi melihat dan mendengar langsung sendiri kondisi di lapangan, memastikan titik api benar-benar padam, dan seluruh keputusan yang telah diambil dilaksanakan dengan cepat, terpadu, dan tepat,” ujar Seskab Teddy dalam keterangannya, Senin, 24 Agustus 2026.

Menurut Seskab Teddy, perhatian Presiden tidak berhenti pada upaya pemadaman. Kepala Negara juga menekankan pentingnya kordinasi antara pejabat lingkungan Pemerintah Daerah, khususnya Gubernur, Pangdam dan Kapolda harus padu dalam mencegah kebakaran berulang. Bangun sistem pencegahan yang lebih kuat dan permanen sehingga pemerintah tidak terus menghadapi persoalan yang sama setiap musim kemarau.

“Arahan Bapak Presiden sudah jelas, bahwa kita tidak boleh setiap tahun hanya sibuk memadamkan api. Sistem pencegahannya harus diperkuat. Mulai dari sumur bor dan embung atau sumber air, pengawasan permanen, deteksi dini hotspot, hingga kesiapan desa-desa rawan Karhutla. Pencegahan harus dilakukan jauh sebelum api muncul,” kata Seskab Teddy.

Turut mendampingi Presiden dalam kunjungan kali ini yaitu Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Dalam Negeri Tito Karnivian, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dan Kepala BIN Muhammad Herindra.

Selain memastikan pemadaman dan pencegahan, Seskab Teddy menegaskan bahwa pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyebab kebakaran. Apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum, pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas sesuai ketentuan yang berlaku. (BPMI SETPRES)

 

 

red/mpl/sss

Presiden Prabowo Pimpin Rapat di Hambalang, Evaluasi Penanganan Karhutla Kalimantan dan Pemulihan Pascagempa NTT

Presiden Prabowo Subianto mengadakan rapat bersama pertemuan bersama sejumlah menteri, Panglima TNI, dan para Kepala Staf Angkatan di kediaman Presiden di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (23/08/2026) malam. (Foto: BPMI Setpres)

ISTANA HAMBALANG – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto mengevaluasi tindak lanjut berbagai instruksi pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan serta pemulihan pascagempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Pembahasan tersebut dilakukan dalam pertemuan bersama sejumlah menteri, Panglima TNI, dan para Kepala Staf Angkatan di kediaman Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Minggu malam, 23 Agustus 2026.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa sepanjang Minggu sore hingga malam, Presiden memanggil sejumlah menteri dan pejabat terkait untuk membahas beberapa isu strategis. Pertemuan dengan jajaran TNI menjadi sesi terakhir dari rangkaian tersebut.

“Pada sesi pertemuan terakhir bersama Panglima TNI dan Kepala Staf Angkatan, Presiden membahas tindak lanjut instruksi Presiden mengenai dukungan yang telah diperintahkan untuk didistribusikan ke daerah Kalimantan dan NTT, khususnya yang melalui penerbangan udara,” demikian keterangan Seskab.

Untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan, pemerintah menambah 17 pesawat water bombing. Penguatan armada udara tersebut menjadi bagian dari langkah percepatan pemadaman kebakaran di wilayah terdampak.

Selain armada udara, sebanyak 1.500 personel tambahan beserta perlengkapan perorangan juga telah tiba untuk memperkuat penanganan karhutla di Kalimantan. Pemerintah turut mengirimkan 200 pompa beserta pipa sebagai bagian dari upaya pemadaman kebakaran bawah tanah di lahan gambut.

Dalam pertemuan yang sama, Presiden juga membahas kelanjutan rekonstruksi serta penanganan masyarakat terdampak gempa di NTT. Pemerintah terus memastikan dukungan yang telah diperintahkan dapat menjangkau wilayah terdampak dan mendukung proses pemulihan masyarakat.

Presiden turut menyampaikan apresiasi atas gerak cepat personel TNI dan Polri yang terlibat dalam berbagai operasi penanganan di lapangan, baik dalam penanggulangan karhutla di Kalimantan, penanganan dampak gempa di NTT, maupun berbagai tugas pelayanan masyarakat di wilayah lainnya.

“(Presiden menyampaikan) apresiasi terhadap gerak cepat personel TNI-Polri di berbagai sektor dan wilayah seluruh Indonesia,” lanjut Seskab.

Pemerintah terus memastikan penanganan bencana, perlindungan masyarakat, serta proses pemulihan di wilayah terdampak dapat berjalan secara cepat dan efektif. (BPMI SETPRES)

red/mpl/sss

Polres Tabalong Sita 25 Paket Sabu Seberat 120,18 Gram

Tabalong, KALIMANTAN SELATAN – Maspolin.id|| Satuan Reserse Narkoba Polres Tabalong kembali mengungkap dugaan peredaran narkotika di wilayah hukumnya. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial HNA (44), warga Kelurahan Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak.

Dari tangan terduga pelaku, polisi menemukan 25 paket yang diduga berisi narkotika jenis sabu dengan total berat bersih mencapai 120,18 gram.

Pengungkapan kasus tersebut dilakukan personel Satresnarkoba Polres Tabalong di bawah pimpinan Kasat Narkoba AKP Andi Prateknjo, S.H., pada Jumat (21/8/2026) siang. Lokasi penindakan berada di kawasan tepi jalan Kelurahan Belimbing Raya, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla melalui kasi Humas IPTU Heri Siswoyo, S.H., M.H., menjelaskan, Pengungkapan tersebut terjadi pada Jumat (21/8/2026) siang di tepi jalan di kelurahan Belimbing Raya Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong.

Kasus tersebut bermula dari laporan masyarakat yang disampaikan melalui layanan telepon Polri 110. Informasi yang diterima petugas berkaitan dengan dugaan aktivitas pesta serta transaksi narkotika yang disebut kerap berlangsung di kawasan tersebut.

Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Satresnarkoba Polres Tabalong segera melakukan penyelidikan di sekitar lokasi. Saat menemukan seorang pria yang memiliki ciri-ciri sesuai informasi, petugas langsung melakukan pemeriksaan.

Dari pemeriksaan tersebut, polisi menemukan 25 bungkus plastik klip yang berisi serbuk kristal bening dan diduga merupakan narkotika golongan I bukan tanaman.

Selain barang yang diduga sabu, petugas turut menyita sejumlah barang lain yang ditemukan dalam penindakan tersebut. Barang bukti itu meliputi satu kemasan kacang, satu plastik aluminium warna silver, satu plastik klip, bungkus minuman kotak, satu unit gawai warna silver, serta satu unit skuter warna merah.

HNA bersama seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Mapolres Tabalong untuk menjalani proses hukum dan pemeriksaan lebih lanjut.

Dalam perkara tersebut, tersangka diproses dengan sangkaan Pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ketentuan subsidair sebagaimana pasal yang diterapkan penyidik dalam perkara tersebut.

Kapolres Tabalong AKBP Wahyu Ismoyo J., S.I.K., M.H., M.Tr.Opsla menegaskan bahwa Polres Tabalong akan terus melakukan pemberantasan terhadap peredaran narkotika serta mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan.

 

Humas Polda Kalsel

red/mpl/nn

Tekan Karhutla di Kalteng hingga 7.000 Hektare, Presiden Apresiasi Sinergi TNI-Polri

PALANGKARAYA, KALTENG – Maspolin.id|| Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengapresiasi Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bersama jajaran TNI-Polri dan seluruh unsur terkait yang berhasil menekan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kalteng.

Apresiasi tersebut disampaikan Presiden saat melakukan kunjungan kerja ke Palangka Raya, Sabtu (22/8/2026). Dalam kesempatan itu, Presiden menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam mencegah dan menangani karhutla.

Kapolda Kalteng Irjen Pol. Iwan Kurniawan mengatakan, berdasarkan data yang disampaikan, luas lahan yang terbakar di Kalteng pada tahun ini tercatat sekitar 7.000 hektare. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan beberapa tahun sebelumnya yang juga dipengaruhi fenomena El Nino.

Pada 2015, luas lahan terbakar di Kalteng tercatat lebih dari 500.000 hektare. Angka tersebut kemudian mencapai hampir 185.000 hektare pada 2019 dan hampir 200.000 hektare pada 2023.

“Presiden menilai penurunan tersebut merupakan buah dari kerja keras dan sinergitas seluruh unsur,” kata Iwan saat dikonfirmasi, Minggu (23/8/2026).

Menurut Kapolda, Presiden juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan karhutla, mulai dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga masyarakat yang turut berperan di lapangan.

“Bapak Presiden mengucapkan terima kasih kepada seluruh unsur, termasuk Polri, TNI, BPBD, Manggala Agni, dan Masyarakat Peduli Api yang telah bekerja siang dan malam. Ini merupakan bukti negara hadir untuk melindungi rakyat dari bencana asap,” ujar Iwan.

Ia menegaskan, keberhasilan menekan luas karhutla tersebut tidak terlepas dari penguatan strategi penanganan di lapangan melalui Operasi Aman Nusa II.

Operasi tersebut memprioritaskan lima wilayah yang dinilai rawan karhutla, yakni Kota Palangka Raya, Kabupaten Pulang Pisau, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur, dan Kapuas.

Dalam salah satu penanganan di wilayah hutan rawa dan perkebunan masyarakat, dari total 32,5 hektare lahan yang terbakar, sebanyak 26,4 hektare berhasil dipadamkan. Penanganan dilakukan secara terpadu dengan mengerahkan personel dan sarana prasarana dari berbagai unsur.

“Untuk mendukung percepatan penanganan dan pemadaman karhutla, personel gabungan yang terdiri dari TNI-Polri, BPBD, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, serta para relawan dikerahkan ke lokasi. Selain mengerahkan personel, berbagai peralatan pemadaman turut diturunkan untuk mempercepat proses pemadaman dan mencegah api meluas ke area lainnya,” jelasnya.

Selain pengerahan personel, pemerintah juga memperkuat dukungan sarana penanggulangan karhutla. Presiden, kata Kapolda, telah menyalurkan bantuan hampir 1.000 unit sumur bor dan alkon untuk mengatasi keterbatasan sumber air, khususnya di wilayah lahan gambut.

“Presiden juga telah menyalurkan bantuan hampir 1.000 unit sumur bor dan alkon untuk mengatasi kendala air di lokasi gambut,” terang Irjen Iwan.

Kapolda Kalteng menegaskan pihaknya akan terus menindaklanjuti arahan Presiden dengan memperkuat koordinasi dan kesiapsiagaan bersama seluruh pemangku kepentingan.

“Kami akan terus memperkuat sinergi dan kesiapsiagaan agar penanganan karhutla semakin optimal, sehingga cita-cita mewujudkan Kalimantan Tengah yang bebas asap dapat tercapai,” pungkasnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Jangan Lewatkan

Polres Metro Jakpus Gagalkan Peredaran 25,2 Kg Sabu Senilai Rp30 Miliar

Jakarta Pusat - Maspolin.id|| Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 25,2 kilogram dengan nilai diperkirakan mencapai Rp30 miliar. Pengungkapan tersebut...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.