Sosok Anggota Polri yang Selamatkan Bendera Merah Putih di Tengah Kericuhan Aksi Damai Aceh

BANDA ACEH, ACEH – Maspolin.id|| Di tengah kericuhan yang terjadi dalam rangkaian peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-21 di halaman Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/08/2026).

Seorang personel Polda Aceh bergerak cepat menyelamatkan Bendera Merah Putih yang sempat diturunkan dari tiang oleh sejumlah massa.

Bendera Merah Putih tersebut berhasil diamankan Iptu Edi Zulkarnein setelah situasi di sekitar Masjid Raya Baiturrahman memanas usai pelaksanaan doa bersama. Saat itu, terjadi ketegangan antara massa dan aparat keamanan.

Direktur Intelkam Polda Aceh Kombes Pol. Said Anna Fauza, bersama Iptu Edi Zulkarnein, terus memantau perkembangan situasi dan pergerakan massa di sekitar lokasi.

Di tengah kerumunan, sejumlah massa terlihat berupaya menaiki tiang bendera untuk menurunkan Bendera Merah Putih.
Iptu Edi kemudian memberikan imbauan agar tindakan tersebut dihentikan, selain karena tidak dibenarkan juga berisiko membahayakan keselamatan.

Namun, imbauan tersebut tidak diindahkan. Dalam situasi yang semakin tidak terkendali, Bendera Merah Putih akhirnya berhasil diturunkan dari tiang dan kemudian diganti dengan bendera Bintang Bulan.

Begitu Bendera Merah Putih terlepas dan jatuh ke tanah, Iptu Edi langsung bergerak menuju tengah kerumunan untuk mengamankannya.

Langkah tersebut dilakukan di tengah situasi yang penuh tekanan, Sempat terjadi tarik-menarik antara Iptu Edi dan sejumlah massa yang berupaya mengambil kembali bendera tersebut.

Dengan mempertimbangkan kondisi di lapangan, Iptu Edi akhirnya berhasil menguasai dan mengamankan Bendera Merah Putih dari kerumunan.

Setelah itu, ia segera menjauh dari lokasi karena sejumlah massa mengejarnya. Untuk menghindari benturan lebih lanjut, Iptu Edi melompati pagar kompleks Masjid Raya Baiturrahman sambil tetap membawa Bendera Merah Putih yang telah diamankan.
Bendera tersebut selanjutnya diserahkan kepada Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Aceh untuk diamankan dan ditangani lebih lanjut.

Aksi cepat Iptu Edi Zulkarnein berlangsung spontan di tengah situasi yang berisiko, Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah Bendera Merah Putih mengalami kerusakan atau diperlakukan secara tidak semestinya sebagai simbol negara.
Peristiwa ini juga menunjukkan upaya personel kepolisian menjaga situasi tetap terkendali sekaligus melindungi simbol negara di tengah kondisi massa yang dinamis.

 

Humas Polda Aceh

red/mpl/sss

 

 

Penegakan Hukum Dilakukan di 9 Polda, Polri Ungkap 72 Tersangka Karhutla

DIVISI HUMAS POLRI – Maspolin.id|| Polri memperkuat upaya pencegahan, penanganan, dan penegakan hukum terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi kemarau panjang dan fenomena El Nino. Langkah tersebut dilakukan melalui penguatan mitigasi sejak tahap prabencana, kesiapsiagaan personel dan sarana prasarana, hingga penindakan tegas terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada pemadaman dan penegakan hukum, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya kebakaran sejak dini.

“Yang kita harapkan dengan teman-teman media, khususnya kita bisa memberikan awareness, pengetahuan, kesadaran kepada masyarakat tentang pendekatan membangun kesadaran dan tindakan untuk melindungi lingkungan,” ujar Trunoyudo dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (23/8/2026).

Menurutnya, Polri bersama berbagai pemangku kepentingan telah melakukan langkah antisipasi berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 28 Juli 2026 terkait fenomena El Nino, cuaca ekstrem, serta ancaman karhutla.

Polri memperkuat mitigasi melalui pembaruan pemetaan wilayah rawan karhutla, verifikasi hotspot di lapangan, penguatan early warning system, serta patroli terpadu bersama TNI, Manggala Agni, pemerintah daerah dan masyarakat. Ratusan apel kesiapsiagaan dan kegiatan sosialisasi pencegahan juga telah dilakukan di berbagai wilayah.

Trunoyudo menegaskan, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, termasuk pembukaan lahan dengan cara membakar maupun pembakaran sampah.

“Yang kami sampaikan ini bukan sekadar hanya mitigasi karhutla dan penegakan hukum persoalan lingkungan saja, tapi juga awareness terhadap keselamatan masyarakat dan tentunya adalah perlindungan terhadap lingkungan sebagai suatu keberlanjutan dan kesejahteraan bagi kehidupan bangsa Indonesia,” tegasnya.

Sementara itu, Karo Binops Stamaops Polri Brigjen Pol. Auliansyah Lubis mengatakan, Polri telah melakukan persiapan menghadapi potensi karhutla sejak jauh sebelum memasuki puncak musim kemarau. Persiapan tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta kesiapan personel hingga tingkat kewilayahan.

“Polri juga sudah melakukan kegiatan-kegiatan persiapan di seluruh wilayah. Jadi seluruh Satker, seluruh Polda sampai dengan jajaran Polres itu sudah melakukan persiapan,” ujar Auliansyah.

Menurut Auliansyah, kesiapan tersebut meliputi apel personel, pengecekan sarana prasarana, patroli darat dan udara menggunakan helikopter maupun drone, sosialisasi larangan membakar, pemetaan titik rawan, serta pembangunan infrastruktur pembasahan seperti embung, sekat kanal dan sumur bor.

Dalam respons terhadap titik panas, Polri menerapkan mekanisme deteksi dini melalui satelit maupun laporan masyarakat yang kemudian diverifikasi langsung di lapangan. Apabila ditemukan titik api, personel bersama stakeholder terkait segera melakukan pemadaman dan pendinginan sebelum dilanjutkan dengan proses penyelidikan apabila ditemukan dugaan tindak pidana.

“Respons ancaman titik api, Polri menerapkan SOP respons cepat dengan target satu sampai dua jam sejak satelit mendeteksi hotspot,” jelas Auliansyah.

Ia menambahkan, Polri juga menyiapkan kekuatan personel dan berbagai sarana pendukung untuk menangani karhutla, termasuk pompa air portabel, kendaraan taktis sarana karhutla, drone fire suppression, serta helikopter yang dapat digunakan untuk water bombing.

Dari sisi penegakan hukum, Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Pol. Mohammad Irhamni menyampaikan bahwa sejak 1 Januari hingga 21 Agustus 2026, jajaran Polri telah menerbitkan 89 laporan polisi terkait dugaan tindak pidana karhutla di sembilan Polda, yakni Polda Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Aceh, dan Kalimantan Utara.

Dari penanganan tersebut, Polri telah menetapkan 72 tersangka perorangan dengan total luas lahan terbakar dalam perkara yang ditangani mencapai 1.006,67 hektare.

Irhamni menjelaskan, sebagian besar perkara yang ditangani bermula dari pemantauan hotspot yang kemudian diverifikasi oleh petugas di lapangan. Apabila ditemukan titik api atau lahan terbakar, petugas terlebih dahulu melakukan pemadaman dan pendinginan untuk memastikan keselamatan personel. Setelah kondisi dinyatakan aman, penyidik melakukan olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan alat bukti untuk menentukan ada atau tidaknya unsur pidana.

Menurutnya, modus yang ditemukan dalam sejumlah perkara tersebut didominasi pembukaan lahan dengan cara sengaja membakar. Cara tersebut dipilih karena dinilai lebih murah dan ekonomis dibandingkan menggunakan metode pembukaan lahan lainnya.

“Sebagian besar modus operandi yang digunakan oleh para tersangka adalah membuka lahan dengan cara sengaja membakar agar biaya operasional kegiatan berkebun menjadi murah atau ekonomis,” ujar Irhamni.

Dalam praktiknya, lahan yang sebelumnya telah ditebang kemudian dibakar untuk membersihkan sisa vegetasi. Selain lebih murah, pembakaran juga dianggap memberikan keuntungan bagi pelaku karena abu hasil pembakaran dapat dimanfaatkan sebagai unsur yang menyuburkan tanah sebelum lahan digunakan untuk kegiatan perkebunan.

Irhamni menegaskan, alasan ekonomi tidak dapat menjadi pembenaran untuk melakukan pembakaran, terlebih dalam kondisi kemarau panjang dan El Nino yang membuat api lebih mudah meluas serta sulit dikendalikan.

“Alasan apa pun, alasan ekonomi, mudah, dan sebagainya, itu tetap tolong jangan dilakukan pembakaran di saat-saat seperti ini,” tegasnya.

Dalam proses penyidikan, Polri juga telah menyita berbagai barang bukti yang menguatkan dugaan adanya aktivitas pembakaran secara sengaja. Barang bukti tersebut antara lain 35 korek api, sejumlah botol dan jerigen berisi bahan bakar, 21 parang, dua kapak, cangkul, dua unit chainsaw, sampel tanah terbakar, bibit sawit, hingga batang kayu bekas terbakar.

Irhamni menegaskan bahwa pengakuan tersangka bukan menjadi satu-satunya dasar dalam menetapkan seseorang sebagai tersangka. Penyidik tetap mengedepankan alat bukti yang diperoleh melalui olah TKP, keterangan saksi, petunjuk, barang bukti, serta penelusuran transaksi keuangan.

“Pengakuan tidak menjadi utama yang mutlak, tetapi alat bukti-alat bukti yang harus kami cari,” jelasnya.

Karena itu, Bareskrim Polri tidak hanya mendalami pelaku yang berada di lapangan, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang menyuruh, mendanai, atau memperoleh keuntungan dari aktivitas pembakaran tersebut. Penyidik akan mendalami aliran transaksi keuangan untuk mengetahui apakah pembakaran dilakukan atas kepentingan pribadi atau terdapat keterlibatan pihak lain, termasuk kemungkinan adanya korporasi.

“Ini tidak berhenti di sini. Tidak berhenti pada aktor lapangannya, tetapi kepentingan dari kegiatan pembakaran itu untuk apa, untuk siapa, itu pasti akan kami kejar sampai tuntas,” tegas Irhamni.

Ia mengatakan, sebagian besar tersangka yang telah ditetapkan sejauh ini merupakan individu yang mengaku melakukan pembakaran untuk kepentingan membuka lahan sendiri. Namun, penyidik tetap akan mengembangkan perkara berdasarkan fakta dan alat bukti yang ditemukan untuk memastikan ada atau tidaknya pihak lain yang terlibat.

“Baik korporasi ataupun individu akan kami lakukan pengejaran dan lakukan penegakan hukum secara tegas,” ujarnya.

Dalam penanganan perkara, Polri menerapkan mekanisme bertahap, mulai dari monitoring hotspot, verifikasi lapangan, pemadaman dan pendinginan, penyelidikan, hingga peningkatan status perkara ke tahap penyidikan apabila ditemukan peristiwa pidana. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan saksi, penyitaan barang bukti dan penetapan tersangka.

Terhadap para pelaku, penyidik menerapkan sejumlah ketentuan pidana, antara lain Undang-Undang Kehutanan, Undang-Undang Perkebunan, Undang-Undang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, serta ketentuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Irhamni menegaskan bahwa penegakan hukum merupakan bagian dari upaya Polri untuk memberikan efek jera sekaligus mencegah terjadinya pembakaran berulang selama periode kemarau.

“Polri melakukan penegakan hukum terkait perkara kebakaran hutan dan lahan merupakan bagian dari komitmen untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memberikan kepastian hukum kepada masyarakat,” kata Irhamni.

Ia memastikan proses penegakan hukum akan terus dikembangkan secara profesional berdasarkan alat bukti. Polri tidak hanya akan mengejar pelaku pembakaran di lapangan, tetapi juga pihak yang menyuruh melakukan maupun pihak yang memperoleh keuntungan dari kejahatan tersebut.

“Kami akan terus mengejar semua pelaku atau orang yang menyuruh melakukan dan semua pihak yang memperoleh keuntungan atas kejahatan pembakaran hutan dan lahan tersebut,” tegasnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sc

Polri Raih Juara III Karnaval Kemerdekaan HUT RI ke-81, Didukung 367 Ribu Warga, Usung Tema Pesona Sulawesi Utara

JAKARTA – Maspolin.id|| Dukungan 367.315 warga mengantarkan kendaraan hias Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) meraih Juara III Karnaval Kendaraan Hias dalam rangkaian Pesta Rakyat Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di kawasan Monumen Nasional (Monas), Jakarta.

Bersaing dengan 31 kendaraan hias dari kementerian dan lembaga lainnya, kendaraan Polri tampil membawa tema “Polri untuk Masyarakat – Pesona Sulawesi Utara.” Tema tersebut memadukan kekayaan budaya Sulawesi Utara dengan pesan tentang kedekatan Polri bersama masyarakat serta berbagai program unggulan Polri.

Kemenangan Polri ditetapkan melalui Keputusan Sekretaris Kementerian Ekonomi Kreatif/Sekretaris Utama Badan Ekonomi Kreatif Nomor SK/HK.01.01/42/S/2026 tentang Penetapan Pemenang Karnaval Kendaraan Hias pada Kegiatan Pesta Rakyat Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

Dalam keputusan tersebut, Kementerian Sosial meraih Juara I dengan 654.032 suara, Kementerian Pertanian Juara II dengan 518.103 suara, dan Polri Juara III dengan 367.315 suara.

Voting dibuka untuk masyarakat pada 17 Agustus 2026 pukul 12.00 WIB hingga 18 Agustus 2026 pukul 24.00 WIB.

Pesona Sulawesi Utara, Pesan Polri untuk Masyarakat

Kendaraan hias Polri dirancang sebagai representasi Polri yang hadir di tengah masyarakat, menjaga persatuan, melindungi keberagaman, serta bersama-sama membangun Indonesia yang aman, maju dan sejahtera.

Nuansa Sulawesi Utara ditampilkan melalui ornamen budaya dan kekayaan kerajinan tenun yang dipadukan dengan program-program unggulan Polri, seperti MBG/SPPG, Ketahanan Pangan, layanan 110, Desk Ketenagakerjaan, SMA Kemala Taruna Bhayangkara, Jembatan Merah Putih Presisi, Gerakan Asri, Polri Super App Presisi, Smart City dan Road Safety Policing, hingga Hunian Tetap Presisi Aceh.

Penampilan karnaval semakin semarak dengan kehadiran Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo yang kompak mengenakan pakaian adat Dayak Kalimantan.

Keduanya diiringi pasukan adat Bali dan pasukan berkuda, menciptakan perpaduan budaya Nusantara dalam satu barisan.

Pesan yang ingin disampaikan jelas: Indonesia kaya akan perbedaan, tetapi tetap satu dalam semangat persatuan.

32 Kendaraan Hias Ramaikan Monas

Karnaval kendaraan hias menjadi bagian dari rangkaian Malam Merdeka di kawasan Monas, Senin (17/8/2026).

Sebanyak 32 kendaraan hias dari berbagai kementerian dan lembaga melintas bergantian dari Monas menuju Bundaran HI. Masing-masing menampilkan kreativitas, budaya dan pesan dari program yang dijalankan.

Presiden Prabowo Subianto bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dan jajaran Kabinet Merah Putih menyaksikan langsung parade tersebut.

Antusiasme masyarakat terlihat sepanjang jalur karnaval. Sorak-sorai dan tepuk tangan pecah setiap kendaraan melintas. Presiden Prabowo juga tampak memberikan hormat dan membalas lambaian tangan para peserta.

Karnaval kemudian ditutup dengan pesta kembang api yang menghiasi langit kawasan Monas.

Polri: Terima Kasih untuk 367 Ribu Suara Masyarakat

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menyampaikan terima kasih setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat yang telah memberikan dukungan.

“Polri menyampaikan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh masyarakat Indonesia yang telah memilih dan mendukung kendaraan karnaval Polri. Juara III ini bukan sekadar penghargaan, tetapi merupakan bentuk kepercayaan dan apresiasi masyarakat kepada Polri,” ujar Trunoyudo.

Menurutnya, 367.315 suara yang diberikan masyarakat menjadi energi bagi Polri untuk terus meningkatkan pengabdian.

“Setiap suara adalah bentuk dukungan. Setiap dukungan menjadi motivasi bagi kami untuk terus hadir, bekerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Trunoyudo menegaskan, penghargaan tersebut harus menjadi pemacu bagi seluruh anggota Polri untuk terus menghadirkan manfaat nyata.

“Kepercayaan masyarakat adalah amanah. Karena itu, penghargaan ini menjadi energi bagi Polri untuk terus berbenah, berinovasi dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi seluruh personel Polri, seniman, kreator, perancang serta berbagai pihak yang terlibat dalam mempersiapkan kendaraan karnaval.

“Terima kasih Indonesia. Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah memilih dan mendukung Polri. Penghargaan ini kami terima dengan penuh rasa syukur dan kami persembahkan kembali untuk masyarakat,” ucap Trunoyudo.

Kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa kreativitas dapat menjadi jembatan untuk mendekatkan institusi dengan masyarakat.

Polri hadir di tengah masyarakat.

Polri tumbuh bersama masyarakat.

Polri mengabdi untuk Indonesia.

🇮🇩 Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Merdeka!

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sc

Lansia Korban Reruntuhan dan Ibu Hamil Warga Palue di Evakuasi Polisi Lewat Udara

Maumere, NTT – Maspolin.id|| Polri bersama unsur terkait terus mempercepat penanganan warga terdampak gempa bumi di wilayah Kecamatan Palue, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di tengah keterbatasan akses darat dan laut pascabencana, jalur udara dimanfaatkan untuk mengevakuasi dua warga yang membutuhkan penanganan medis segera, Kamis (20/8/2026).

Dua warga yang dievakuasi yakni Maria Noni (71), warga Cawalo, Desa Rokirole, yang mengalami patah tulang paha kiri bagian bawah akibat tertimpa reruntuhan rumah, serta Maria Angela Ngei (30), warga Desa Rokirole, yang sedang hamil dan dalam kondisi siap bersalin.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, proses evakuasi dilakukan sebagai bentuk respons cepat Polri bersama seluruh unsur terkait untuk memastikan warga terdampak yang membutuhkan pertolongan medis dapat segera mendapatkan penanganan.

“Polri terus melakukan langkah-langkah kemanusiaan untuk memastikan masyarakat terdampak bencana, khususnya mereka yang membutuhkan penanganan medis segera, dapat dievakuasi dengan aman dan cepat. Dalam kondisi akses darat dan laut yang terbatas, jalur udara menjadi salah satu upaya untuk mempercepat korban mendapatkan pelayanan kesehatan,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya, Kamis (20/8/2026).

Proses evakuasi dimulai sekitar pukul 10.28 WITA di Lapangan Futsal Karang Mas, Dusun Mudemi, Desa Reruwairere, Kecamatan Maumere. Dua armada udara dikerahkan, yakni Helikopter BNPB Airbus H125 9292 dan Helikopter PK-CAY BEII429, untuk mendukung proses pemindahan kedua korban menuju Maumere.

Maria Noni membutuhkan penanganan medis lanjutan akibat patah tulang paha yang dialaminya setelah tertimpa reruntuhan bangunan rumah. Sementara Maria Angela Ngei dievakuasi karena kondisi kehamilannya yang sudah siap bersalin sehingga membutuhkan pemantauan dan pelayanan kesehatan lebih lanjut.

Jajaran Polres Sikka turut terlibat dalam proses evakuasi untuk memastikan seluruh tahapan pemindahan korban berjalan aman, tertib dan terkendali, sekaligus memberikan pendampingan selama proses menuju armada udara.

Trunoyudo menegaskan, keterlibatan Polri dalam penanganan bencana tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga memastikan proses evakuasi dan pelayanan kemanusiaan dapat berjalan optimal.

“Kehadiran personel Polri di lapangan merupakan bagian dari upaya bersama dalam penanganan bencana. Kami membantu memastikan proses evakuasi berlangsung aman, tertib dan lancar, serta memberikan dukungan kepada masyarakat dan tenaga kesehatan dalam menangani warga yang membutuhkan pertolongan,” jelasnya.

Setelah seluruh persiapan selesai, kedua korban kemudian diterbangkan menuju Maumere untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis lebih lanjut. Rangkaian proses evakuasi selesai sekitar pukul 11.35 WITA dan berlangsung aman, lancar serta kondusif.

Evakuasi tersebut menjadi bagian dari respons cepat terhadap masyarakat terdampak gempa di Palue, terutama warga dengan kondisi rentan yang membutuhkan akses pelayanan kesehatan secara segera.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Polri akan terus bersinergi dengan BNPB, pemerintah daerah, tenaga kesehatan dan seluruh unsur terkait untuk memastikan masyarakat terdampak bencana mendapatkan bantuan serta penanganan yang dibutuhkan,” pungkas Trunoyudo.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sc

Pemadaman Karhutla di Jalan Raflesia Palangka Raya ditinjau Langsung Kapolda

PALANGKA RAYA, KALTENG – Maspolin.id|| Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Iwan Kurniawan, S.I.K., M.Si., didampingi Dansatbrimob Polda Kalteng Kombespol Dieno Hendro Widodo, S.I.K., M.H., serta sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Kalteng, meninjau langsung proses pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Jalan Raflesia, Kota Palangka Raya, Minggu (23/8/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan sebagai bentuk respons cepat Polri dalam memastikan penanganan karhutla berjalan secara maksimal, sekaligus mengecek kondisi di lapangan serta kesiapan personel dalam melakukan pemadaman dan pengendalian agar api tidak meluas ke area lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Kalteng melihat langsung upaya pemadaman yang dilakukan oleh personel gabungan.
Kehadiran pimpinan di lokasi juga menjadi bentuk dukungan moril kepada seluruh personel yang berjibaku melakukan pemadaman di tengah kondisi cuaca panas dan medan yang cukup sulit.

Dansatbrimob Polda Kalteng Kombespol Dieno Hendro Widodo, S.I.K., M.H., mengatakan bahwa Satbrimob Polda Kalteng siap mendukung penuh upaya penanganan karhutla bersama seluruh unsur terkait.

“Kami dari Satbrimob Polda Kalimantan Tengah siap mendukung penuh upaya penanganan karhutla. Personel akan terus kami siagakan untuk membantu proses pemadaman dan memastikan api dapat dikendalikan sehingga tidak meluas. Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu terjadinya kebakaran lahan,” ujar Kombespol Dieno Hendro Widodo.

Ia menambahkan, penanganan karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, baik aparat, pemerintah daerah maupun masyarakat. Kewaspadaan dan kepedulian bersama dinilai sangat penting, khususnya dalam menghadapi kondisi musim kemarau.

Satbrimob Polda Kalteng juga terus mengedepankan langkah cepat dan terukur dalam setiap penanganan karhutla, dengan tetap memperhatikan keselamatan personel serta masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.

Polri mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan dan lahan.

 

Humas Polda Kalteng

red/mpl/pr

Polres Barito Utara dan Tim Gabungan Berhasil Padamkan Titik Api di Desa Bintang Ninggi II

Muara Teweh, KALTENG – Maspolin.id|| Polres Barito Utara bergerak cepat merespons laporan adanya kemunculan titik api (hotspot) di wilayah hukumnya. Melalui Polsek Bukit Sawit bersama tim gabungan, aksi tanggap ground check langsung dilakukan di Km. 3 Jalan Hauling, Desa Bintang Ninggi II, Kecamatan Teweh Selatan, Kabupaten Barito Utara, Minggu (23/8/2026) siang.

Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) ini melibatkan personel Polsek Bukit Sawit yang memimpin koordinasi di lapangan bersama puluhan personel gabungan dari BPBD (20 orang), Damkar (9 orang), Masyarakat Peduli Api (MPA) 10 orang, Masyarakat Adat (MA) 10 orang, serta dukungan dari PT. BIMA (2 orang). Tim diterjunkan lengkap dengan sarana dan prasarana mitigasi seperti mobil tangki, pompa punggung (jet shooter), hingga alat navigasi GPS.

Tim gabungan bergerak dari Polsek Bukit Sawit pada pukul 09.00 WIB menempuh jalur darat sejauh ± 20 kilometer. Kendati dihadapkan pada hambatan medan jalan berdebu serta minimnya sumber air di sekitar lokasi, berkat dedikasi dan sinergi tinggi, tim berhasil menemukan lokasi hotspot (koordinat S: -1.0604783, E: 114.89301) pada pukul 09.40 WIB dan langsung melakukan pemadaman secara terukur hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Kapolres Barito Utara, melalui Kasubsipenmas Sihumas Polres Barito Utara, menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan dan tindakan cepat ini merupakan komitmen nyata Polres Barito Utara dalam menjaga wilayah dari ancaman Karhutla.

“Polres Barito Utara bersama instansi terkait senantiasa siaga dan responsif terhadap setiap kemunculan titik api di wilayah Barito Utara. Kami tidak hanya fokus pada upaya pemadaman di lapangan, tetapi juga secara masif memberikan edukasi dan imbauan pencegahan kepada masyarakat,” tegas Kasubsipenmas.

“Kami mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak membuka lahan atau perkebunan dengan cara dibakar, terlebih saat memasuki musim kemarau. Apabila melihat atau menemukan titik api, kami meminta masyarakat untuk segera melaporkannya ke Polsek terdekat atau melalui Layanan Call Center 110 Polres Barito Utara agar dapat segera ditangani,” pungkasnya.

Setelah memastikan situasi aman, kondusif, dan titik api benar-benar padam, seluruh personel kembali ke posko pada pukul 15.00 WIB. Selama rangkaian kegiatan ground check hingga pemadaman berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan terkendali.

 

Humas Polda Kalteng

red/mpl/pr

Situasi Kembali Aman ketika Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Respons Gangguan Tembakan

Jayawijaya, PAPUA PEGUNUNGAN – Maspolin.id|| Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama personel Polsek Asologaima dan BKO Brimob merespons gangguan tembakan yang terdengar dari arah sekitar Polsek Asologaima, Kampung Kimbim, Distrik Asologaima, Kabupaten Jayawijaya, Senin (17/8/2026) pagi. Situasi di wilayah tersebut kemudian kembali aman dan terkendali.

Gangguan tembakan terdengar sekitar pukul 06.00 WIT dengan suara rentetan yang diperkirakan sebanyak kurang lebih 10 kali. Saat kejadian, personel Polsek Asologaima bersama BKO Brimob yang sedang melaksanakan siaga langsung meningkatkan kewaspadaan dan melakukan respons terhadap sumber suara tembakan.

Personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dari Pos Wamena kemudian bergerak menuju Polsek Asologaima untuk memberikan dukungan pengamanan. Personel gabungan selanjutnya melakukan pemantauan dan penyisiran di sekitar wilayah untuk memastikan situasi tetap aman serta mengantisipasi kemungkinan adanya gangguan lanjutan.

Dari hasil pengecekan awal, tidak ditemukan korban maupun kerugian materiel pada bangunan Polsek Asologaima. Aktivitas masyarakat di sekitar lokasi juga kembali berjalan normal setelah situasi dinyatakan aman dan terkendali.

Sebagai tindak lanjut, pada Selasa (18/8/2026), personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz-2026 turut memberikan dukungan pengamanan terhadap proses olah tempat kejadian perkara yang dilakukan personel Satreskrim Polres Jayawijaya. Tim juga meminta keterangan sejumlah saksi dan melakukan pemeriksaan terhadap area yang diduga menjadi lokasi asal tembakan.

Dari hasil olah TKP tersebut, petugas menemukan jejak kaki serta 10 selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter di sekitar lokasi yang diduga menjadi titik asal tembakan. Seluruh barang temuan tersebut telah diamankan oleh personel identifikasi Satreskrim Polres Jayawijaya untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, hasil pemeriksaan pada area Kantor Polsek Asologaima tidak menemukan bekas tembakan pada bangunan maupun lingkungan kantor. Aparat juga terus melakukan pendalaman untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan respons cepat personel merupakan bagian dari upaya memastikan keamanan masyarakat dan personel kepolisian tetap terjaga.

“Kami memastikan personel di lapangan telah mengambil langkah cepat dan terukur setelah menerima informasi adanya gangguan tembakan. Yang menjadi perhatian utama adalah memastikan keamanan masyarakat dan personel. Dari hasil pengecekan, tidak terdapat korban maupun kerugian materiel pada Polsek Asologaima,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

Menurutnya, proses penanganan kejadian tidak berhenti pada respons awal. Aparat terus melakukan langkah penyelidikan untuk memastikan fakta kejadian sekaligus mengidentifikasi pihak yang bertanggung jawab.

“Kami terus melakukan pendalaman berdasarkan hasil olah TKP dan keterangan yang diperoleh di lapangan. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, karena proses penyelidikan masih berlangsung,” tambahnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan dukungan pengamanan dalam proses olah TKP dilakukan untuk memastikan kegiatan penyelidikan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

“Personel Satgas Gakkum Operasi Damai Cartenz-2026 memberikan dukungan pengamanan dalam proses olah TKP yang dilakukan oleh Satreskrim Polres Jayawijaya. Temuan di lapangan selanjutnya menjadi bagian dari proses penyelidikan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara lebih jelas,” jelas Wakaops Damai Cartenz-2026.

Ia menambahkan, kehadiran aparat di wilayah Asologaima juga diarahkan untuk menjaga situasi tetap kondusif serta memberikan rasa aman kepada masyarakat.

“Kami tetap mengedepankan langkah yang terukur dan tidak ingin masyarakat merasa terganggu. Kehadiran personel ditujukan untuk memastikan keamanan sekaligus mencegah kemungkinan terjadinya gangguan susulan,” katanya.

Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh dari masyarakat dan personel yang berada di lokasi, setelah suara tembakan berhenti, situasi di sekitar permukiman kembali tenang. Aktivitas masyarakat kemudian berlangsung seperti biasa.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran Polres Jayawijaya dan unsur pengamanan terkait terus melakukan pemantauan serta penyelidikan terhadap kejadian tersebut. Aparat juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjalankan aktivitas secara normal dan segera menyampaikan informasi kepada petugas apabila mengetahui adanya hal yang dapat mengganggu keamanan.

Dalam momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan komitmennya untuk menjaga situasi keamanan di wilayah Papua Pegunungan agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman, tenang, dan nyaman.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Pemerintah Kirim 65 Ton Logistik ke NTT pada Hari Ke 5 Pascabencana

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya meninjau langsung persiapan pengiriman total 65 ton logistik menuju NTT di Posko Bantuan NTT di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, pada Rabu, 19 Agustus 2026. (Foto: BPMI Setpres)

NTT – Maspolin.id|| Pemerintah terus mempercepat penanganan bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Atas instruksi Presiden Prabowo Subianto, pemerintah pada hari kelima pascabencana kembali memberangkatkan lima pesawat yang membawa bantuan logistik bagi masyarakat terdampak, Rabu, 19 Agustus 2026.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan bahwa lima pesawat tersebut membawa total 65 ton logistik menuju NTT. Dengan pengiriman pada hari kelima tersebut, total bantuan yang telah diangkut sejak hari pertama mencapai 253 ton.

“Jadi, sejak hari pertama 27 ton sampai dengan hari kelima ini sudah terangkut 253 ton logistik, baik itu makanan, minuman, tenda, perlengkapan kesehatan, dan perlengkapan lainnya yang dibutuhkan oleh warga terdampak di NTT,” ujar Seskab dalam keterangannya di Posko Bantuan NTT di Base Ops Lanud Halim Perdanakusuma, pada Rabu, 19 Agustus 2026 pukul 04.00 WIB.

Pemerintah menyiapkan dua posko utama sebagai pusat distribusi bantuan, yakni di Labuan Bajo dan Maumere. Dari posko Labuan Bajo, bantuan logistik akan didistribusikan ke sejumlah wilayah, antara lain Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, dan Ngada. Sementara itu, dari posko Maumere, bantuan akan disalurkan ke Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Seskab menjelaskan bahwa pemerintah mengoptimalkan berbagai jalur untuk memastikan bantuan dapat segera menjangkau masyarakat terdampak. Distribusi melalui jalur udara dilakukan menggunakan helikopter, pesawat Cassa, serta pesawat berukuran lebih kecil untuk menjangkau wilayah-wilayah yang membutuhkan.

Selain jalur udara, distribusi juga didukung melalui jalur laut dengan pengerahan tiga kapal perang Republik Indonesia (KRI) milik TNI Angkatan Laut. Satu kapal rumah sakit juga telah berada di lokasi untuk mendukung penanganan bencana.

Sementara itu, akses melalui jalur darat telah kembali dapat dilalui. “Laporan dari Menteri PU, seluruh jalur darat sudah dapat dilewati sejak hari kedua,” ungkap Seskab.

Seskab menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan penanganan bencana di NTT. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan proses penanganan dan distribusi bantuan dapat berlangsung dengan cepat sehingga seluruh kebutuhan masyarakat terdampak segera terpenuhi.

“Pemerintah terus memantau penanganan bencana di sana sehingga diharapkan pelaksanaan penanganan dapat berjalan cepat, seluruh logistik dapat secepat mungkin diterima oleh masyarakat,” tutur Seskab.

Pada kesempatan tersebut, Seskab juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan bencana, mulai dari aparat, warga, relawan, hingga berbagai unsur lainnya.

“Terima kasih kepada seluruh aparat yang bertugas, kepada warga, kepada relawan, kepada siapapun yang turut membantu penanganan bencana ini sehingga logistik dapat terkirim secepat mungkin dan dapat dirasa manfaatnya secepat mungkin oleh warga yang terdampak,” pungkas Seskab. (AIT)

red/mpl/pr

Bareskrim Polri Ungkap Kasus Business Email Compromise, Kerugian Korban Capai USD 350 Ribu

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri mengungkap tindak pidana transnasional dengan modus Business Email Compromise (BEC) yang menyasar perusahaan asal Amerika Serikat. Dalam kasus ini, korban mengalami kerugian sebesar USD 350.325 atau sekitar Rp5,6 miliar.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Lobby Gedung Bareskrim Polri Lantai 1, Rabu (19/8/2026). Pengungkapan dilakukan melalui sinergi antara Bareskrim Polri, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), serta Federal Bureau of Investigation (FBI) Amerika Serikat.

Kasubdit 1 Dittipid Siber Bareskrim Polri Kombes Pol Deddy Supriadi mengatakan, kasus tersebut bermula ketika perusahaan Aiki Power Tools yang berkedudukan di Amerika Serikat melakukan transaksi perdagangan hardware komputer dengan perusahaan Drup Machinery Corp yang berada di China.

Dalam aksinya, pelaku melakukan manipulasi dan penyamaran komunikasi melalui email sehingga seolah-olah berasal dari pihak perusahaan yang sah. Pelaku kemudian mengarahkan pembayaran transaksi ke rekening perusahaan yang telah disiapkan di Indonesia.

“Modus yang digunakan adalah Business Email Compromise, yaitu melakukan kompromi dan manipulasi komunikasi melalui email bisnis sehingga korban meyakini informasi yang diterima merupakan komunikasi resmi dari pihak yang bertransaksi,” ujar Deddy.

Korban kemudian melakukan transfer sebesar USD 350.325 ke rekening Bank BCA nomor 5345187445 atas nama PT Aksesoris Andalan Bersama yang telah disiapkan para pelaku.

Berdasarkan hasil penelusuran, PPATK melakukan penghentian sementara terhadap transaksi sehingga sebagian besar dana masih dapat diamankan. Dari total dana yang masuk, sekitar USD 70.000 telah ditransfer ke sejumlah rekening di China melalui beberapa transaksi, sementara dana lainnya berhasil dihentikan dan kemudian diblokir secara permanen oleh penyidik.

“Rekening tersebut masih memiliki saldo sekitar USD 285.859 atau setara kurang lebih Rp5 miliar. Dana tersebut telah diamankan untuk kepentingan proses penyidikan dan selanjutnya dapat dilakukan pemulihan aset kepada korban melalui mekanisme hukum,” jelas Deddy.

Dalam pengungkapan kasus ini, penyidik menangkap dua tersangka, yakni LPK, laki-laki berusia 56 tahun yang merupakan warga negara Indonesia, serta LJ, laki-laki berusia 46 tahun yang merupakan warga negara China.

LPK diduga berperan membantu menyiapkan legalitas perusahaan dan rekening yang digunakan untuk menampung hasil kejahatan. Sementara LJ berperan dalam komunikasi dengan pihak lain yang berada di China serta membantu menjalankan transaksi atas dana hasil kejahatan.

Dari kedua tersangka, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa dua unit telepon seluler, masing-masing Samsung Galaxy milik LPK dan Samsung Galaxy A72 milik LJ.

Kasubnit Dittipid Siber Bareskrim Polri Kompol Bambang Meiriawan menjelaskan, kedua tersangka di Indonesia diduga mendapatkan keuntungan sebesar 5 persen dari setiap transaksi yang masuk ke rekening yang mereka siapkan.

“Peran tersangka yang kami amankan di Indonesia adalah menyiapkan akta pendirian perusahaan dan rekening yang kemudian digunakan untuk menampung uang hasil kejahatan. Setelah rekening tersebut siap, informasi rekening dikirimkan kepada pelaku yang berada di China,” ungkap Bambang.

Bambang menambahkan, setelah dana masuk ke rekening, pelaku yang berada di China memberikan informasi kepada tersangka di Indonesia untuk melakukan eksekusi terhadap dana tersebut. Sebagian dana kemudian dikirimkan ke sejumlah rekening di China.

“Dari kesepakatan yang ada, masing-masing tersangka mendapatkan 5 persen dari setiap uang yang masuk ke rekening tersebut,” katanya.

Sementara itu, otak pelaku berinisial CW yang diduga berada di China masih dalam proses pencarian. Bareskrim Polri juga telah berkoordinasi dengan FBI untuk menelusuri identitas serta keberadaan yang bersangkutan.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan ketentuan pidana terkait manipulasi informasi atau dokumen elektronik sebagaimana Pasal 51 ayat (1) juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024 sebagaimana perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Selain itu, penyidik menerapkan sangkaan tindak pidana penipuan, tindak pidana transfer dana, serta tindak pidana pencucian uang dan ketentuan penyertaan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.

“Ancaman pidana maksimal terhadap sangkaan pasal yang diterapkan dalam perkara ini adalah 15 tahun penjara,” tegas Deddy.

Deddy menegaskan, pengungkapan perkara tersebut menjadi bukti bahwa Polri terus memperkuat sinergi dengan lembaga dalam negeri maupun mitra penegak hukum internasional untuk mengungkap kejahatan siber yang bersifat lintas negara.

“Polri akan terus memperkuat kerja sama dan sinergi dengan PPATK, FBI, maupun mitra penegak hukum lainnya dalam menelusuri kejahatan siber dan aliran dana hasil kejahatan, khususnya yang memiliki jaringan lintas negara,” tutupnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sc

2 Gapoktan Bawang putih di Cianjur Mendapat 1000 Paket Bansos dari Wakapolri

Cianjur, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, bagikan 1.000 paket bantuan sosial untuk para petani dan masyarakat di kaki Gunung Gede Pangrango tepatnya di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.

Bantuan sosial yang dibagikan utamanya pada petani yang menjalankan program tanam serentak bawang putih itu berisikan sembako untuk pemenuhan kebutuhan pangan.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, mangatakan bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan dan membantu para petani selama masa tanam bawang putih.

“Semoga bantuan ini bisa membantu para petani. Dengan kebutuhan yang tercukupi dapat fokus pada bertani bawang putih, sehingga hasil panennya dapat melimpah,” kata dia, Rabu (19/8/2026).

Dia juga mengaku bahagia dapat memberi bantuan pada para petani. “Melihat raut bahagia dari petani dan masyarakat, tentu jadi kebagian tersendiri bagi kami. Dan juga membuktikan Polri terus hadir di tengah masyarakat,” kata dia.

Di sisi lain, Wakapolri menyebut jika Cianjur menjadi salah satu dari 14 daerah di Jawa Barat yang dipilih untuk menjalankan program tanam serentak bawang putih untuk mewujudkan swasembada bawang putih di Indonesia.

Menurut dia, lahan yang digunakan ialah dari PTPN, Dinas Pertanian, dan Gapoktan. Di tahap awal, total ada 44,58 hektare lahan yang sudah siap tanam.

“Luasan lahan ini akan terus berkembang secara bertahap,” kata dia.

Dia menjelaskan, dalam empat bulan ke depan, dari tanam serentak tersebut akan menghasilkan panen seliter lebih kurang 450 ton bawang putih.

“Jumlah produksinya juga akan bertambah seiring penambahan lahan. Hingga target swasembada bawang putih terwujud,” kata dia.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Jangan Lewatkan

Polres Metro Jakpus Gagalkan Peredaran 25,2 Kg Sabu Senilai Rp30 Miliar

Jakarta Pusat - Maspolin.id|| Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 25,2 kilogram dengan nilai diperkirakan mencapai Rp30 miliar. Pengungkapan tersebut...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.