Polda Jatim Mulai Panggil Saksi Kasus Robohnya Ponpes Al Khoziny

Konpers Bid Humas Polda Jatim dan Tim DVI, terkait kasus robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. (Dok. Bid. Humas Polda Jatim).

SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Kepolisian Daerah Jawa Timur terus melanjutkan proses hukum terkait peristiwa robohnya bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Setelah status kasus ini resmi dinaikkan ke tahap penyidikan, tim gabungan penyidik Polda Jatim kini mulai fokus mengumpulkan bukti-bukti yang relevan guna menemukan pihak yang bertanggung jawab.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abraham Abast menjelaskan, peningkatan status ini menandai langkah lanjutan penegakan hukum yang kini diarahkan pada pembuktian unsur pidana.

“Dengan ditingkatkannya status menjadi penyidikan, tim penyidik Polda Jatim akan mengumpulkan bukti-bukti yang relevan dengan peristiwa pidana yang terjadi guna menemukan tersangkanya,” ujar Kombes Pol Abast di RS Bhayangkara Surabaya, Jum’at (10/10/2025).

Menurut Kombes Pol Abast, tim penyidik gabungan dari Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Jatim saat ini tengah bekerja secara sistematis sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

“Untuk dapat menemukan siapa tersangkanya, tim penyidik Polda Jatim melakukan sesuai dengan prosedur hukum atau sesuai dengan KUHAP. Itu yang sekarang sedang dilakukan,” jelas Kombes Abast.

Lebih lanjut, Kabid Humas Polda Jatim mengatakan mulai pekan depan pihaknya telah menjadwalkan pemanggilan terhadap sejumlah saksi.

Kombes Pol Abast menegaskan, para saksi yang dipanggil adalah mereka yang dinilai memiliki keterkaitan langsung dan relevansi dengan peristiwa robohnya bangunan di Ponpes Al Khoziny tersebut.

“Kami sudah mulai membuat pemanggilan terhadap beberapa saksi yang relevan, ujar Kombes Pol Abast.

Kabid Humas Polda Jatim ini juga menegaskan, tidak serta merta 17 saksi yang sudah pernah dimintai keterangan ditahap penyelidikan otomatis akan diperiksa kembali di tahap penyidikan.

Yang akan kita panggil lagi hanya yang dinilai memiliki relevansi langsung dengan kejadian robohnya bangunan tersebut, jadi semua akan berproses sesuai kebutuhan pembuktian,” tegas Kombes Abast.

Ia menjelaskan bahwa saksi yang telah diperiksa di tahap penyelidikan bisa saja kembali dipanggil di tahap penyidikan, tergantung relevansi keterangannya terhadap pembuktian unsur pidana.

“Saksi yang dimintai keterangan di awal belum tentu akan sama di tahap penyidikan. Begitu juga sebaliknya, bisa muncul saksi baru yang memiliki keterangan penting,” ujar Kombes Pol Abast.

Ditegaskan pula oleh Kombes Pol Abast bahwa proses hukum ini dijalankan secara hati-hati dan proporsional, mengingat sebagian saksi berasal dari keluarga korban yang masih berduka.

“Kami mohon pengertian dari rekan-rekan media dan masyarakat. Proses hukum tetap berjalan, namun kami tentu tidak tergesa-gesa.

Kami menghormati keluarga korban yang sedang berduka,” tegas mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat ini.

Kombes Pol Abast memastikan Polda Jatim akan terus memberikan informasi terbaru kepada publik secara berkala.

“Kami sudah memanggil beberapa saksi, tentunya lebih dari satu.

Mudah-mudahan semuanya bisa hadir. Nanti kami akan sampaikan update perkembangan penyidikan secara bertahap,” pungkasnya.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/vs

Hingga Saat Ini 51 Jenazah Santri Ponpes Al Khoziny Berhasil Dikenali

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast saat konferensi Pers di Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya, Sabtu malam (11/10/2025). (Dok. Bid.Humas Polda Jatim).

SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Proses identifikasi korban robohnya bangunan Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terus dilakukan secara intensif oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast saat konferensi Pers di Posko DVI RS Bhayangkara Surabaya, Sabtu malam (11/10/2025).

“Update dari proses identifikasi kantong jenazah hari ini, Tim DVI Polda Jatim berhasil mengenali 1 jenazah Santri Ponpes Al Khoziny,” kata Abast.

Kabid Humas Polda Jatim mengatakan bahwa tim DVI Polda Jatim dibentuk dengan melibatkan berbagai pihak dan tenaga ahli yang bekerja tanpa henti selama 24 jam.

Bahwa tim DVI ini dibentuk tentunya bersama-sama dengan instansi terkait yang ada,” ujar Kombes Pol Abast.

Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, tim DVI bekerja secara penuh untuk memastikan seluruh jenazah korban dapat teridentifikasi dengan tepat.

Sementara itu Kabiddokkes Polda Jatim Kombes Pol Dr. dr. Mohammad Khusnan Marzuki menyampaikan,1 kantong jenazah yang berhasil diidentifikasi adalah kantong jenazah nomor Post Mortem RSB B-059.

“Jenazah teridentifikasi melalui DNA dan medis gigi, cocok dengan nomor Antemortem 056 sebagai Muhammad Ridwan Sahari, laki-laki, 14 tahun, alamat Bendul Merisi Jaya Timur No.17, RT 002 RW 012, Bendul Merisi, Wonocolo, Kota Surabaya,” jelas Khusnan.

Dengan bertambahnya hasil identifikasi tersebut, hingga hari ini tim gabungan telah berhasil mengidentifikasi 51 korban dari 67 kantong jenazah yang diterima.

Kombes Pol Khusnan menegaskan bahwa seluruh proses identifikasi dilakukan secara teliti dan ilmiah untuk memastikan hasil yang akurat.

“Untuk supaya identifikasi ini betul-betul tidak terbantahkan atau 99,99%, sehingga kami lakukan dengan tes DNA dan rekonsiliasi ante mortem dan post mortem,” kata Khusnan.

Selain pemeriksaan DNA, lanjut Kombes Khusnan metode medis gigi juga digunakan untuk memperkuat hasil identifikasi.

Kombes Pol Khusnan pun meminta kesabaran keluarga korban sembari memastikan bahwa tim DVI terus berupaya maksimal.

Terkait waktu penyelesaian proses identifikasi, Kabid Dokkes Polda Jatim ini menyebut bahwa setiap kasus memiliki karakteristik berbeda.

“Kalau dulu bisa sampai dua bulan. Jadi saya berharap bisa cepat. Kami sering kontak dengan Pusdokkes juga untuk betul-betul menjaga ketelitian dan kecepatan,” ujarnya.

Kombes Pol Khusnan juga mengatakan dari laporan kehilangan antemortem ada 63 dan sudah teridentifikasi korban 51.

Ia menyampaikan, ante mortem yang belum teridentifikasi sampai detik ini ada 12, sedangkan untuk kantong jenazah yang belum teridentifikasi ada 13.

“Jadi kantong jenazah yang sudah teridentifikasi 54 dengan identitas korban sebanyak 51,” pungkasnya.

Dengan kerja keras tim DVI Polda Jatim bersama seluruh unsur terkait, diharapkan proses identifikasi seluruh korban dapat segera tuntas, sehingga para keluarga bisa memperoleh kepastian dan jenazah dapat dimakamkan.

Untuk diketahui, Tim DVI Polda Jatim melibatkan para ahli, yaitu dari Persatuan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), dan Rumah Sakit Bhayangkara yang ada di Jawa Timur.

Selain itu juga Pusdokkes Polri, Biddokkes Polda Jatim, dan unsur pemerintah daerah, yang mendukung kegiatan operasi DVI.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/vs

Densus 88 AT Polri Gelar Seminar Nasional Kolaboratif Agama dan Radikalisme

(Dok. Densus 88).

BENGKULU – Maspolin.id|| Densus 88 AT Polri melalui Direktorat Pencegahan berkolaborasi dengan UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu dan Badan Kesbangpol Provinsi Bengkulu menggelar Seminar Nasional Kolaboratif Agama dan Radikalisme dengan tema Sinergi dalam Menangkal Ideologi Radikal di Era Digital pada Kamis, 9 Oktober 2025.

Kegiatan ini dihadiri oleh sekitar 250 peserta dan diisi oleh narasumber Dr. M. Najih Arromadhoini, M.Ag. Dalam materinya, Dr. Najih menjelaskan tentang fenomena global terorisme yang menjadi ancaman beragama dan trend radikalisme yang sudah berkembang sejak tahun 1960-an.

Dr. Najih juga menjelaskan bahwa radikalisme dapat terjadi pada semua agama, dan kelompok radikal memiliki afiliasi di Indonesia seperti Al-Qaeda dan JAD. Ia juga menekankan pentingnya menguatkan wawasan keagamaan dan kebangsaan untuk mencegah radikalisme.

Sesi tanya jawab juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini, di mana peserta aktif bertanya dan berdiskusi dengan narasumber tentang ideologi yang benar, cara membedakan ajaran radikalisme di media sosial, dan mengapa banyak golongan-golongan dalam Islam.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mencegah penyebaran paham radikalisme di wilayah Bengkulu.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Polwan Sumut Sabet Emas di Piala Dunia Kickboxing Uzbekistan

BRIPDA APRILIA EKA PUTRI LUMBANTUNGKUP, S.Pd., berhasil mengibarkan Merah Putih di kancah olahraga dunia dengan meraih Medali Emas pada Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025. (Dok. Div. Humas Polri).

SUMUT – Maspolin.id|| Prestasi gemilang kembali ditorehkan keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Seorang Polwan muda dari Polda Sumatera Utara, BRIPDA APRILIA EKA PUTRI LUMBANTUNGKUP, S.Pd., berhasil mengibarkan Merah Putih di kancah olahraga dunia dengan meraih Medali Emas pada Uzbekistan Kickboxing World Cup 2025.

Kejuaraan bergengsi yang berlangsung pada 7-12 Oktober 2025 di Tashkent, Uzbekistan ini mempertemukan atlet-atlet terbaik dunia dari negara-negara dengan tradisi dan pembinaan kickboxing yang sangat kuat. Di tengah persaingan yang ketat, BRIPDA APRILIA tampil perkasa dan berhasil keluar sebagai juara dunia pada kategori K-1 52 KG Female.

Merespons kemenangan ini, Irjen Pol Irjen Pol. Drs. Mulia Hasudungan Ritonga, M.Si. selaku Kakorsabhara Baharkam Polri menyampaikan apresiasi dan kebanggaan yang mendalam.

“Atas nama pimpinan dan seluruh jajaran, kami mengucapkan selamat sebesar-besarnya kepada BRIPDA APRILIA. Prestasi ini adalah bukti nyata bahwa semangat juang dan daya saing personel Polri di bidang olahraga tidak kalah tangguh dibanding di medan tugas operasional. Di panggung dunia yang keras, ia tidak hanya bertanding, tetapi menang dan mengharumkan nama Indonesia,” ujar IJP Ritonga.

Lebih lanjut, IJP Ritonga menegaskan komitmen Komite Olahraga Polri (KOR) dalam membina bakat-bakat unggulan di tubuh Polri.

“Komite Olahraga Polri akan terus mendorong dan memfasilitasi personel berprestasi. Kemenangan BRIPDA APRILIA menjadi inspirasi dan pembuktian bahwa program pembinaan atlet kita berada di jalur yang tepat. Ini baru awal, kita akan terus pertahankan dan tingkatkan prestasi ini. Kami buktikan, Polri turut aktif mengibarkan Merah Putih melalui prestasi olahraga dunia,” tegasnya. (ta/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/nn

RS Bhayangkara Polri Terima Kunjungan Koroner Kedubes Inggris Bahas Repatriasi Jenazah

Rombongan Kedutaan Besar Inggris yang terdiri dari Poonam Jandu selaku Coroner Liaison Officer, Falma Kemalasari selaku Vice Consul, dan Gilang Ahmad Rizki selaku Pro-Consul. (Dok. Div. Humas Polri).

JAKARTA – Maspolin.id|| Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri menerima kunjungan resmi dari perwakilan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta pada Jumat, 10 Oktober 2025. Kunjungan strategis ini bertujuan untuk menjalin komunikasi dan kerja sama yang lebih efektif antara Koroner Inggris dengan otoritas Indonesia, khususnya dalam penanganan autopsi jenazah yang akan direpatriasi ke Inggris dan penanganan kasus hukum terkait.

Rombongan Kedutaan Besar Inggris yang terdiri dari Poonam Jandu selaku Coroner Liaison Officer, Falma Kemalasari selaku Vice Consul, dan Gilang Ahmad Rizki selaku Pro-Consul, diterima langsung oleh Kepala RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono, M.Kes., M.H., beserta jajaran pejabat utama dan tim dari Instalasi Kedokteran Forensik.

Kunjungan ini berfokus pada upaya mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang prosedur dan layanan forensik di Indonesia, sekaligus berbagi pengalaman terkait penanganan jenazah warga negara asing (WNA) dalam proses repatriasi, baik di Indonesia maupun di Inggris.

Kepala RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri, Brigjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan menegaskan pentingnya kerja sama lintas negara di bidang forensik.

“Kami sangat menyambut baik kunjungan ini. Komunikasi dan kerja sama yang baik dengan pihak kedutaan sangat penting untuk memastikan proses forensik berjalan profesional dan transparan,” ujarnya.

Perwakilan Kedutaan Besar Inggris juga menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat dan kesempatan berharga untuk berdiskusi langsung mengenai praktik forensik di Indonesia.

Melalui kunjungan ini, RS Bhayangkara Tk. I Pusdokkes Polri dan Kedutaan Besar Inggris berharap dapat terus memperkuat kerja sama di bidang kedokteran forensik serta membangun sinergi yang lebih solid dalam penanganan kasus kemanusiaan lintas negara.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo Hadirkan TPA Natabel Jannah untuk Generasi Qur’ani Pecinta Al-Qur’an

Taman Pembelajaran Al-Qur’an (TPA) Natabel Jannah di kawasan padat penduduk Komplek Jalan Lamtorogung, Kelurahan Panarung, Kota Palangka Raya. (Dok. Div. Humas Polri)

PALANGKARAYA, KALTENG – Maspolin.id|| Di tengah kehidupan masyarakat modern, kebutuhan akan pendidikan akhlak dan keagamaan makin penting. Hal ini menginspirasi Komjen Pol Dedi Prasetyo, Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri), untuk mendirikan Taman Pembelajaran Al-Qur’an (TPA) Natabel Jannah di kawasan padat penduduk Komplek Jalan Lamtorogung, Kelurahan Panarung, Kota Palangka Raya.

TPA Natabel Jannah hadir sebagai tempat belajar sekaligus wadah pembinaan rohani bagi anak-anak agar tumbuh menjadi generasi Qur’ani yang berakhlak mulia dan berjiwa sosial tinggi. Dengan suasana belajar yang ramah, para santri dibimbing tidak hanya untuk membaca, tetapi juga memahami dan mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.

Seluruh kegiatan di TPA ini tidak dipungut biaya sepeser pun. Baik pendaftaran maupun biaya bulanan semuanya ditanggung langsung oleh Bapak Pendiri, sebagai bentuk ketulusan dan kepedulian terhadap pendidikan agama bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa dakwah dan kepedulian sosial bisa berjalan beriringan.

Kami Ingin Agar Anak-Anak Sejak Disini Mencintai Al-Qur’an

Dengan dukungan para ustaz dan ustazah yang sabar dan berdedikasi, para santri mendapatkan pembelajaran mencakup tahsin, tahfiz, adab Islami, doa-doa harian, hingga pembiasaan ibadah; seluruh kegiatan dikemas menarik dan interaktif agar anak-anak belajar dengan semangat dan kegembiraan.

Hingga kini, sebanyak 85 santri aktif mengikuti pembelajaran di TPA Natabel Jannah; menurut Ustaz Azizurrahman selaku pengelola, kehadiran TPA ini merupakan wujud nyata upaya membangun generasi muda yang berlandaskan nilai-nilai Qur’ani.

“Kami ingin agar anak-anak sejak dini mencintai Al-Qur’an, memiliki akhlak karimah, dan kelak menjadi pribadi yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” ujarnya.

Keberadaan TPA Natabel Jannah Palangka Raya menjadi inspirasi sekaligus teladan bahwa pendidikan agama dapat tumbuh kuat di tengah masyarakat bila dibangun dengan niat tulus dan keikhlasan; dari tempat sederhana inilah, semangat membangun generasi Qur’ani terus menyala untuk masa depan yang lebih beriman dan berakhlak.

TPA Natabel Jannah Palangka Raya resmi didirikan pada tanggal 12 Januari 2024, bersamaan dengan peresmian Masjid Natabel Jannah oleh Komjen Pol Dedi Prasetyo di Komplek Perumahan Bhayangkara Residence, Jalan Lamtoro Gung, Kota Palangka Raya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

PW GPA Jakarta Apresiasi Penghapusan Budaya “Tot Tot Wuk Wuk” di Jalan Raya

Kakorlantas Polri, Irjen Pol Agus Suryonugroho

JAKARTA – Maspolin.id|| Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Al Washliyah (PW GPA) Provinsi DKI Jakarta, Dedi Siregar, menyampaikan apresiasi kepada Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho atas kebijakan tegas dan progresif dalam menghapus budaya “Tot Tot Wuk Wuk” di jalan raya, Jumat (10/10/2025).

Dedi menyebutkan bahwa suara sirene dan strobo dari kendaraan non-prioritas kini sudah tidak lagi terdengar maupun terlihat di jalan raya. Hal ini dinilai sebagai keberhasilan kebijakan Kakorlantas yang mampu menekan bahkan hampir menghapus budaya berkendara arogan yang selama ini meresahkan masyarakat.

“Kami menyampaikan rasa hormat setinggi-tingginya kepada Kakorlantas Polri atas keberhasilan menerapkan kebijakan progresif yang menekan, bahkan nyaris menghapus, budaya ‘Tot Tot Wuk Wuk’ di jalanan Indonesia,” ujar Dedi.

Istilah “Tot Tot Wuk Wuk” selama ini dikenal sebagai simbol perilaku pengendara yang sembarangan membunyikan klakson, berkendara ugal-ugalan, dan menunjukkan arogansi di jalan. Menurutnya, perilaku tersebut kini mulai hilang dari jalan-jalan besar maupun kecil.

Dedi menilai perubahan ini bukan hanya hasil dari penindakan, melainkan juga karena adanya peningkatan kesadaran bersama yang didorong oleh edukasi dan penegakan hukum yang konsisten.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut tidak hanya menyentuh aspek lalu lintas, tetapi juga mencerminkan upaya serius Polri, khususnya Korlantas, dalam membangun budaya tertib dan saling menghormati di ruang publik.

“Dengan mengedepankan pendekatan persuasif dan teknologi pemantauan modern, Kakorlantas berhasil membawa perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat,” ucapnya.

Menurut Dedi, banyak masyarakat merasakan jalan raya kini lebih tenang, tanpa gangguan suara klakson atau sirene yang tidak pada tempatnya.

“Dua pekan setelah Kakorlantas menyampaikan larangan penggunaan sirene untuk pengawalan, suara ‘tot-tot wuk-wuk’ kini menghilang dari jalan. Kami angkat topi untuk Kakorlantas atas setiap langkah kecil yang membawa perubahan besar,” ungkapnya.

PW GPA juga mengapresiasi strategi yang dilakukan Kakorlantas melalui pendekatan edukatif, penegakan hukum konsisten, dan pemanfaatan teknologi pemantauan lalu lintas.

“Kami yakin, dengan strategi ini, Indonesia akan menuju peradaban lalu lintas yang lebih tertib dan beretika,” ujarnya.

PW GPA turut mengajak seluruh elemen masyarakat, komunitas otomotif, pengemudi ojek daring, dan pelaku transportasi publik untuk mendukung inisiatif tersebut. Menurutnya, perubahan harus dimulai dari kesadaran bersama bahwa jalan raya adalah ruang publik yang wajib dijaga kenyamanannya.

“Sekali lagi, kami mengapresiasi langkah Kakorlantas sebagai bentuk nyata transformasi pelayanan Polri yang makin humanis dan modern,” tutup Dedi.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Polisi Lakukan Penyelidikan pada Dua Sekolah Internasional di Tangsel yang Diteror Bom

Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang

Tangerang Selatan – Maspolin.id|| Dua sekolah internasional di Tangerang Selatan (Tangsel) mendapatkan pesan yang berisikan teror bom. Pihak kepolisian bergerak melakukan penyelidikan.
Polres Tangerang Selatan pada hari ini kami sudah melakukan pengamanan dan olah TKP ada di dua tempat kejadian perkara, kata Kapolres Tangsel AKBP Victor Inkiriwang kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).

Victor mengatakan sekolah pertama adalah Jakarta Nanyang School di Pagedangan, Kabupaten Tangerang. Sekolah itu mendapatkan pesan bahwa ada bom diletakkan di sekolah.

Mendapatkan informasi adanya teror, adanya informasi diletakkan bom di tempat kejadian yang pertama itu, di Jakarta Nanyang School, yang berada di Pagedangan di daerah Kabupaten Tangerang, jelasnya.

Kedua adalah Sekolah Mentari Intercultural School. Pesan dikirimkan pada pagi hari dan baru diketahui siang harinya.

Kemudian mendapatkan informasi melalui Kapolsek Pondok Aren bahwa informasi yang serupa berupa teror juga adanya diletakkan bom didapatkan juga oleh sekolah di daerah Kecamatan Pondok Aren, tepatnya di Sekolah Mentari Intercultural School, yang berada di Bintaro, jelasnya.

Polres Tangerang Selatan bersama Jibom Gegana Polda Metro Jaya bergerak ke lokasi. Direktorat Reserse Umum dan Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya juga dilibatkan.

Polisi sudah melakukan penyisiran di dua sekolah tersebut. Berdasarkan hasil penyisiran, tidak ditemukan adanya bahan peledak seperti yang tercantum dalam teror tersebut.

Bersama tim dari Jibom Gegana Brimob Polda Metro Jaya, kita juga bekerja sama dengan Direktorat Cyber Polda Metro Jaya dan Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya, melakukan olah TKP untuk Jibom Gegana Brimob Polda Metro Jaya melakukan penyisiran, pengamanan. Puji Tuhan, alhamdulillah, hasilnya juga tidak ditemukan bahan peledak atau bom dan sejenisnya, imbuhnya.

Victor meminta masyarakat tidak panik. Dia mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan serangkaian pendalaman, termasuk mencari sosok pengirim pesan teror tersebut.

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

KPK Periksa Sesditjen Binalavotas Kemenaker Dalam Kasus pemerasan TKA

Jubir KPK Budi Prasetyo, Foto Antara.

JAKARTA (ANTARA) – Maspolin.id|| Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Sekretaris Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan Memey Meirita Handayani (MMH) sebagai saksi dalam penyidikan kasus dugaan pemerasan dalam pengurusan rencana penggunaan tenaga kerja asing atau RPTKA di lingkungan Kemenaker.

“Pemeriksaan bertempat di Gedung Merah Putih KPK atas nama MMH selaku Sesditjen Binalavotas Kemenaker,” ujar Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo saat dikonfirmasi ANTARA dari Jakarta, Jumat.

Budi mengatakan KPK juga memeriksa dua orang saksi lainnya di Polres Karanganyar, Jawa Tengah, yakni AP selaku notaris, dan AYM selaku pihak swasta.

Sebelumnya, pada 5 Juni 2025, KPK mengungkapkan identitas delapan orang tersangka kasus pemerasan dalam pengurusan RPTKA di Kemenaker, yakni aparatur sipil negara di Kemenaker bernama Suhartono, Haryanto, Wisnu Pramono, Devi Anggraeni, Gatot Widiartono, Putri Citra Wahyoe, Jamal Shodiqin, dan Alfa Eshad.

Menurut KPK, para tersangka dalam kurun waktu 2019-2024 atau pada era Menaker Ida Fauziyah telah mengumpulkan sekitar Rp53,7 miliar dari pemerasan pengurusan RPTKA.

KPK menjelaskan RPTKA merupakan persyaratan yang harus dipenuhi oleh tenaga kerja asing agar dapat bekerja di Indonesia.

Apabila RPTKA tidak diterbitkan Kemenaker, penerbitan izin kerja dan izin tinggal akan terhambat sehingga para tenaga kerja asing akan dikenai denda sebesar Rp1 juta per hari. Dengan demikian, pemohon RPTKA terpaksa memberikan uang kepada tersangka.

Selain itu, KPK mengungkapkan bahwa kasus pemerasan pengurusan RPTKA tersebut diduga terjadi sejak era Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada periode 2009-2014, yang kemudian dilanjutkan Hanif Dhakiri pada 2014-2019, dan Ida Fauziyah pada 2019–2024.

KPK lantas menahan delapan tersangka tersebut. Kloter pertama untuk empat tersangka pada 17 Juli 2025, dan kloter kedua pada 24 Juli 2025.

Pewarta: Rio Feisal
Editor: Didik Kusbiantoro

 

Antara

bjak/mpl/ma

Pemprov DKI Berhentikan Sekretaris Kelurahan Karena Flexing

(Ilustrasi flexing)

JAKARTA (ANTARA) – Maspolin.id|| Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberhentikan sementara Sekretaris Kelurahan Petojo Selatan Febriwaldi setelah fotonya yang memamerkan gaya hidup mewah viral di media sosial.

“Kami menegakkan aturan dengan prinsip kehati-hatian dan sesuai prosedur. Pembebasan sementara ini dilakukan untuk menjaga integritas pelayanan publik sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” kata Inspektur Provinsi DKI Jakarta Dhany Sukma di Jakarta, Jumat.

Dia mengatakan pemberhentian itu dilakukan melalui Keputusan Lurah Petojo Selatan Nomor 42 Tahun 2025.

Saat ini, menurut dia, yang bersangkutan masih dalam pemeriksaan untuk menentukan sanksi yang akan diberikan.

“Kami langsung berkoordinasi dengan Wali Kota Jakarta Pusat dan Inspektur Pembantu Kota untuk segera mengambil tindakan. Pemeriksaan akan dilakukan untuk menentukan sanksi yang diberikan,” ujar Dhany.

Febriwaldi diduga melakukan pelanggaran disiplin sebagaimana diatur dalam Pasal 3 huruf c, d, dan f Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, serta Pasal 2 ayat (3) huruf d dan h Peraturan Gubernur Nomor 8 Tahun 2024 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil.

Dia menjadi sorotan publik setelah fotonya yang menunjukkan gaya hidup mewah beredar di media sosial. Unggahan yang viral itu di antaranya memperlihatkan momen perjalanan ke luar negeri pada 2015-2016 saat ia masih bertugas di Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, pembelian sepeda motor pada 2020, serta sepeda pada 2022.

Perilaku tersebut diduga tidak sejalan dengan Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor 14/SE/2023 tentang Penerapan Pola Hidup Sederhana bagi Pegawai Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.

Dhany pun berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi aparatur sipil negara (ASN) lainnya untuk tetap bekerja secara profesional dan menghindari tindakan yang dapat memicu kemarahan publik.

“Kami menghormati seluruh proses pemeriksaan yang sedang berjalan. Prinsipnya, setiap aparatur sipil negara harus menjadi teladan bagi masyarakat, baik dalam kinerja maupun perilaku sehari-hari,” tutur Dhany.

Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Rr. Cornea Khairany

 

Antara

bjak/mpl/ma

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Presiden Prabowo Anugerahkan Bintang Mahaputera kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit dan...

MABES POLRI - Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera Adipurna kepada Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo dan Bintang Mahaputera Adipradana kepada...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.