Semangat Kebangsaan Makin Menguat Merah Putih Berkibar di Enam Pesantren Eks Afiliasi JI

SURABAYA, JATIM – Maspolin.id|| Enam pondok pesantren di Jawa Timur yang sebelumnya terafiliasi dengan Jamaah Islamiyah (JI) menggelar upacara bendera memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan dan penguatan nilai kebangsaan di lingkungan pesantren.

Enam pesantren tersebut yakni Ponpes Ar-Rohmah Ngawi, Ponpes Al-Ihsan Madiun, Ponpes Al-Ikhlas Lamongan, Ponpes Al-Islam Solokuro Lamongan, Ponpes Al-Uswah Sumenep, dan Ponpes Al-Abbas Malang.

Densus 88 Antiteror Polri turut melakukan pembinaan dan pendampingan dengan pendekatan humanis sebagai bagian dari upaya mencegah berkembangnya intoleransi, radikalisme, dan ekstremisme sekaligus memperkuat komitmen terhadap Pancasila dan NKRI. Kementerian Agama dan BPIP juga terlibat dalam penguatan wawasan kebangsaan serta pembinaan pendidikan di lingkungan pesantren.

Salah satu momentum terlihat di Ponpes Al-Islam, Solokuro, Lamongan. Para santri menjadi petugas upacara dan mengibarkan Merah Putih dengan khidmat. Pelaksanaan upacara tersebut menjadi simbol perubahan sekaligus semakin kuatnya penerimaan terhadap nilai kebangsaan di lingkungan pesantren.

Di Ngawi, pemberitaan media juga mencatat keterlibatan ratusan eks anggota JI dan mantan narapidana terorisme bersama santri dalam upacara kemerdekaan di Ponpes Ar-Rohmah.

Momentum HUT ke-81 RI juga dimanfaatkan sejumlah eks napiter untuk mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, menjaga persatuan dan tidak mudah terpengaruh narasi provokatif yang dapat memecah belah bangsa.

Melalui pembinaan berkelanjutan, Densus 88 bersama kementerian dan lembaga terkait mendorong pesantren serta para eks anggota JI untuk terus memperkuat semangat cinta Tanah Air, toleransi, dan komitmen menjaga persatuan Indonesia.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/vs

Maksimalkan Operasi Kemanusiaan di Manggarai, Astamaops Kapolri Turun Langsung

Manggarai, NTT – Maspolin.id|| Polri memaksimalkan operasi kemanusiaan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan turunnya langsung Astamaops Kapolri Komjen Pol. Dr. Muhammad Fadil Imran, M.Si. ke wilayah terdampak untuk memastikan penanganan berjalan cepat dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Pada Senin (17/8/2026), Astamaops Kapolri bersama Wakapolda NTT Brigjen Pol. Faizal, S.I.K., M.H. dan Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah, S.I.K., S.H., M.Si., mendatangi Posko Pengungsi Barang Kolo, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok.

Berdasarkan data yang dilaporkan Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah pada 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA, tercatat 163 korban, terdiri dari 27 orang meninggal dunia, 32 orang luka berat, dan 104 orang luka ringan.

Kapolres Manggarai juga melaporkan terdapat 45 titik posko pengungsian yang tersebar di delapan kecamatan dengan total 13.881 pengungsi. Data tersebut bersifat dinamis dan terus diperbarui sesuai perkembangan di lapangan.

Datang, Cek, Langsung Bantu

Sekitar pukul 12.40 WITA, Astamaops Kapolri tiba di Posko Pengungsi Barang Kolo. Setibanya di lokasi, Astamaops Kapolri langsung mengecek kondisi pengungsi dan kebutuhan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Polri membagikan 2.500 paket bantuan sosial/sembako, menyalurkan tenda darurat, serta menyerahkan 2 unit Starling untuk mendukung pelayanan kepada masyarakat.

Setiap paket sembako berisi beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, mi instan, teh celup, kecap, biskuit, dan minyak goreng.

Bantuan tersebut melengkapi dukungan yang telah didistribusikan ke berbagai posko berupa tenda, terpal, genset, makanan dan minuman, serta bantuan kesehatan.

Kapolres Manggarai AKBP Levi Defriansyah menegaskan bahwa jajaran Polri berupaya memastikan masyarakat tidak menghadapi bencana seorang diri.

“Kami pastikan masyarakat tidak sendiri. Kami hadir di posko, membantu evakuasi, menyalurkan sembako, menyiapkan tenda darurat, memberikan pelayanan kesehatan, sekaligus menjaga keamanan. Apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di lapangan kami data dan kami koordinasikan agar segera ditindaklanjuti,” ujar Levi.

Bersinergi, Satu Gerak untuk Masyarakat

Penanganan gempa di Manggarai dilakukan secara terpadu dan lintas instansi. Polri tidak bekerja sendiri, melainkan bersinergi dengan TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan, dan berbagai unsur masyarakat.

Masing-masing unsur bergerak sesuai tugasnya. TNI mendukung evakuasi, pengamanan, mobilisasi personel dan logistik. Basarnas fokus pada pencarian, pertolongan dan evakuasi korban. BPBD bersama pemerintah daerah mengoordinasikan penanganan kebencanaan, pendataan, kebutuhan pengungsi serta pengelolaan posko.

Sementara itu, tenaga kesehatan memberikan pelayanan medis dan memantau kondisi para pengungsi, termasuk kelompok rentan seperti anak-anak, lansia dan penyandang disabilitas.

Polri berperan dalam evakuasi, pelayanan posko, distribusi bantuan, pengamanan, patroli serta memastikan koordinasi antarlembaga berjalan efektif.

Sinergi tersebut penting karena jumlah pengungsi mencapai ribuan orang dan tersebar di puluhan titik.

Kapolres Manggarai menegaskan bahwa kolaborasi menjadi kunci agar penanganan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Semua unsur punya peran masing-masing dan harus saling menguatkan. TNI, Basarnas, BPBD, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, relawan dan masyarakat semuanya bergerak untuk satu tujuan, yaitu menyelamatkan dan membantu masyarakat terdampak,” kata Levi.

45 Posko, 13.881 Pengungsi

Menurut data Kapolres Manggarai, 45 posko pengungsian tersebar di delapan kecamatan, yakni Langke Rembong, Reok, Reok Barat, Cibal, Cibal Barat, Lelak, Wae Rii, dan Satar Mese.

Total terdapat 13.881 pengungsi yang berada di posko-posko tersebut.

Jumlah pengungsi terbesar berada di Kecamatan Reok dan Wae Rii. Kecamatan Reok memiliki 7 posko dengan 4.488 pengungsi, sedangkan Wae Rii memiliki 17 posko dengan 4.476 pengungsi.

Beberapa titik dengan jumlah pengungsi besar antara lain Posko Robek 1.500 jiwa, Posko Barangkolong 1.330 jiwa, Posko Golo Mendo 1.058 jiwa, Posko Tengku Romot 602 jiwa, dan Posko Golo Sita 583 jiwa.

Tantangan di Lapangan

Kapolres Manggarai mengatakan penanganan memiliki sejumlah tantangan, mulai dari luasnya wilayah terdampak, banyaknya titik pengungsian, kebutuhan logistik yang berbeda-beda, hingga data yang terus bergerak.

“Tantangannya cukup besar. Pengungsi tersebar di 45 titik, kebutuhan setiap posko berbeda, sementara data di lapangan terus bergerak. Karena itu koordinasi harus cepat. Ketika satu posko membutuhkan sesuatu, kita harus segera tahu dan mencari solusinya bersama,” ujar Levi.

Di tengah situasi tersebut, personel Polri juga melakukan patroli untuk menjaga keamanan dan mencegah potensi gangguan kamtibmas.

“Dalam situasi bencana, masyarakat membutuhkan bantuan sekaligus rasa aman. Jadi kami tidak hanya mengantar bantuan, tetapi juga memastikan kondisi di pengungsian tetap aman. Personel akan terus berada di lapangan,” tegas Levi.

Ratusan Personel Bergerak

Operasi kemanusiaan di Manggarai melibatkan 100 personel Polri, 31 personel TNI, 68 personel Brimob termasuk Resimen 2 Pelopor Korps Brimob Polri, 5 personel Basarnas, dan 6 personel BPBD Jawa Timur.

Personel gabungan melakukan evakuasi korban, pelayanan pengungsi, distribusi bantuan, dukungan kesehatan, pengamanan lokasi, serta patroli.

Berdasarkan laporan Kapolres Manggarai, hingga 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA tercatat 2.398 fasilitas mengalami kerusakan, meningkat dari data sebelumnya sebanyak 2.081 fasilitas.

Kerusakan meliputi fasilitas pemerintah, pendidikan, fasilitas umum, fasilitas masyarakat, dan fasilitas kesehatan.

Data Bergerak, Respons Harus Cepat

Polri bersama seluruh unsur terkait terus memperbarui data korban, pengungsi, kerusakan, serta kebutuhan masyarakat sebagai dasar menentukan prioritas penanganan berikutnya.

Setelah meninjau Kecamatan Reok, Astamaops Kapolri bersama rombongan melanjutkan perjalanan menuju Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, untuk melihat langsung kondisi korban dan penanganan bencana.

Kapolres Manggarai memastikan jajarannya akan terus berada bersama masyarakat.

“Data berubah, kebutuhan berubah, maka respons juga harus cepat menyesuaikan. Prinsip kami sederhana: siapa yang membutuhkan harus kami bantu, dan di mana masyarakat membutuhkan kehadiran Polri, di situ personel kami berada,” ujar Levi.

Operasi kemanusiaan di Manggarai menunjukkan bahwa penanganan bencana merupakan kerja bersama. Polri hadir, TNI bergerak, Basarnas menyelamatkan, BPBD mengoordinasikan, tenaga kesehatan melayani, pemerintah daerah memastikan kebutuhan warga, dan masyarakat serta relawan ikut menguatkan.

Semua bergerak dalam satu tujuan: menyelamatkan, membantu, dan memastikan masyarakat terdampak tidak menghadapi bencana sendirian.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Perkuat Operasi Penyelamatan dan Kemanusiaan di NTT, Brimob Sudah Bergerak ke Lokasi Bencana

JAKARTA – Maspolin.id|| Operasi kemanusiaan Polri di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bergerak. Pasukan Korps Brimob yang diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta pada Sabtu (15/8/2026) malam kini telah berada di wilayah terdampak dan bergerak menuju lokasi bencana untuk memperkuat operasi penyelamatan dan kemanusiaan.

Sebanyak 100 personel Korbrimob BKO Polda NTT dipimpin Kombes Pol. Hasripuddin, S.I.K., selaku Pamendal Korbrimob Polri BKO Polda NTT. Pasukan diperkuat personel kesehatan dan TIK serta membawa berbagai peralatan SAR dan dukungan operasional.

Misi mereka jelas: mencari dan menyelamatkan korban, membantu evakuasi, memperkuat penanganan pascabencana, sekaligus memastikan bantuan kemanusiaan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Langsung Bergerak ke Titik Terdampak

Setelah tiba di NTT, personel langsung melaksanakan apel, pengecekan kekuatan, pembagian tugas dan persiapan peralatan.

Pasukan kemudian digeser menuju tiga titik, yakni Posko Leda Urata dan Sambi Rampas di wilayah hukum Polres Manggarai Timur serta wilayah hukum Polres Manggarai.

Di lokasi, personel melaksanakan penguatan SAR dan penanganan pascabencana sesuai kebutuhan serta berkoordinasi dengan jajaran Polda NTT dan stakeholder terkait.

Bawa Peralatan untuk Operasi Penyelamatan

Untuk mendukung operasi, pasukan membawa berbagai perlengkapan, antara lain helm SAR, carabiner, figure eight, lift jacket, webbing, harness, tandu, kantong jenazah, Weber Lucas, chainsaw, tas medis, 14 unit tenda, Starlink, Wontech dan perlengkapan komunikasi.

Polri juga membawa 250 paket Makanan Tambahan Polri (MTP) untuk mendukung kebutuhan pangan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Bukan Hanya SAR, Bantuan Juga Dikawal

Personel Brimob juga ditugaskan mengawal distribusi sembako, obat-obatan dan bantuan sosial agar bantuan dapat bergerak dari posko hingga sampai kepada warga terdampak.

Kombes Pol. Hasripuddin bersama Dansat Brimob Polda NTT Kombes Pol. Afrizal Asri, S.I.K., turut mendampingi Forkopimda Provinsi NTT dalam pemberian bantuan sosial kepada warga Desa Gorontalo, Kecamatan Komodo, Kabupaten Manggarai Barat.

Perkuatan Lain Terus Bergerak

Respons Polri tidak berhenti pada pasukan Brimob. 10 K9 bersama 21 personel Polisi Satwa, termasuk handler, dokter hewan dan paramedis K9, juga telah disiapkan untuk memperkuat pencarian korban.

Polri juga menyiapkan DVI, Dokkes, trauma healing, obat-obatan, tenda, makanan, Watergen, Wontech, perangkat komunikasi serta dukungan transportasi udara sesuai kebutuhan lapangan.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., mengatakan seluruh perkuatan tersebut merupakan bagian dari operasi kemanusiaan yang dilakukan secara cepat dan bertahap.

“Dari Jakarta diberangkatkan malam hari, begitu tiba di NTT personel langsung bergerak ke lapangan. Polri tidak hanya melakukan SAR, tetapi juga memastikan sembako, obat-obatan dan bantuan lainnya sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.”

Menurut Trunoyudo, setiap perkembangan situasi menjadi dasar untuk menentukan perkuatan berikutnya.

“Operasi kemanusiaan ini terus berjalan. Setiap perkembangan di lapangan menjadi dasar bagi Polri untuk menentukan perkuatan berikutnya, baik personel, SAR, kesehatan maupun logistik.”

Pasukan Brimob sudah bergerak. Operasi penyelamatan dan kemanusiaan terus berjalan. Polri hadir untuk mencari, menolong, mengawal bantuan dan memastikan masyarakat terdampak gempa NTT tidak menghadapi bencana ini sendirian.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Personel Polri Kembangkan Aplikasi Pengelolaan Kontinjensi Pengaduan Masyarakat Berbasis Realtime dan Quick Response

MABES POLRI – Maspolin.id|| Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terus mendorong personel untuk mempercepat transformasi pelayanan publik berbasis digital guna memperkuat kecepatan dan ketepatan respons terhadap berbagai potensi gangguan keamanan. Salah satunya melalui proyek perubahan yang digagas Kombes Pol. Hari Brata, S.I.K., M.H., bertajuk “Membangun Manajemen Pengaduan Kontinjensi Responsif Terintegrasi sebagai Resiliensi Keamanan Nasional.”

Gagasan tersebut dilatarbelakangi semakin kompleksnya dinamika keamanan nasional di tengah perkembangan teknologi informasi, media sosial, dan konektivitas digital. Di sisi lain, masyarakat semakin aktif menggunakan kanal digital untuk menyampaikan pengaduan maupun informasi terkait keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Melalui proyek perubahan ini, pengaduan masyarakat tidak hanya dipandang sebagai layanan administratif, tetapi juga diarahkan menjadi sumber informasi strategis untuk mendukung deteksi dini, intelijen taktis, percepatan respons, serta pengambilan keputusan operasional Polri.

Dalam keterangannya, Kombes Pol. Hari Brata mengatakan transformasi tersebut diperlukan agar pengelolaan pengaduan kontinjensi mampu mengikuti perkembangan ancaman yang semakin cepat dan kompleks.

“Pengaduan masyarakat harus kita kelola bukan hanya sebagai laporan yang masuk, tetapi menjadi informasi strategis yang dapat mendukung deteksi dini dan mempercepat respons Polri. Karena itu, sistemnya harus responsif, terintegrasi, realtime, dan mampu mendukung pengambilan keputusan secara cepat dan tepat,” kata Hari Brata dalam keterangannya di Jakarta, Senin (17/8/2026).

Proyek perubahan tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan pengelolaan pengaduan masyarakat melalui penguatan kebijakan, penyusunan SOP Quick Response, pengembangan Dashboard Monitoring Pengaduan Kontinjensi Realtime, serta penguatan koordinasi lintas fungsi dan lintas instansi.

Dalam implementasinya, proyek tersebut juga mencakup pengembangan prototype dashboard yang mengintegrasikan data pengaduan masyarakat secara cepat, akurat, dan terpusat. Sistem tersebut juga diarahkan untuk menyempurnakan Daily Operating Reporting System (DORS) yang telah dimiliki Polri, sehingga pengelolaan informasi tidak hanya mencakup kejadian atau kejahatan konvensional, tetapi juga dapat mengakomodasi kejadian kontinjensi yang membutuhkan penanganan secara cepat.

Integrasi tersebut memungkinkan informasi mengenai kejadian kontinjensi dapat diterima dan direspons secara lebih cepat, termasuk melalui mekanisme dispatch personel maupun pasukan untuk melakukan mitigasi. Langkah ini penting karena kejadian kontinjensi membutuhkan penanganan segera untuk mencegah eskalasi dan meminimalkan dampak yang lebih besar.

Selain pengembangan sistem, dilakukan pula penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui workshop pelayanan pengaduan kontinjensi serta penyusunan komitmen bersama dalam penanganan pengaduan lintas fungsi secara terintegrasi.

Hari Brata menjelaskan, keberadaan sistem yang terintegrasi diharapkan dapat mengubah pola penanganan pengaduan yang sebelumnya cenderung reaktif menjadi lebih cepat, prediktif, dan preventif.

“Transformasi ini kita bangun untuk memastikan setiap pengaduan yang memiliki potensi kontinjensi dapat segera diterima, diverifikasi, didistribusikan kepada fungsi yang tepat, ditindaklanjuti, dan dimonitor. Dengan begitu, pengaduan masyarakat dapat menjadi bagian dari sistem early warning Polri,” ujarnya.

Proyek perubahan ini juga mendorong kolaborasi lintas fungsi dan lintas instansi. Penguatan koordinasi menjadi bagian penting agar informasi yang diterima dari masyarakat dapat ditindaklanjuti secara efektif sesuai karakteristik dan tingkat urgensinya.

Dalam rancangan proyek perubahan tersebut, Polri telah memiliki sejumlah modal pendukung, di antaranya layanan Call Center 110 dan Dumas Presisi, command center, infrastruktur teknologi informasi, jaringan komunikasi data, serta sumber daya manusia yang mendukung pengelolaan pengaduan dan pengendalian operasional.

Hari Brata menegaskan, keberhasilan transformasi manajemen pengaduan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga membutuhkan kesiapan sumber daya manusia, standar operasional yang jelas, koordinasi lintas fungsi, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan.

“Teknologi adalah salah satu instrumen. Yang tidak kalah penting adalah kesiapan personel, kesamaan pola kerja, koordinasi lintas fungsi dan kolaborasi dengan stakeholder. Semua harus bergerak dalam satu sistem agar respons terhadap pengaduan masyarakat benar-benar cepat dan terintegrasi,” tuturnya.

Melalui proyek perubahan tersebut, diharapkan terwujud tata kelola pengaduan kontinjensi yang cepat, responsif, terintegrasi, dan profesional. Transformasi ini sekaligus menjadi fondasi untuk memperkuat pelayanan publik Polri, meningkatkan kepercayaan masyarakat, serta mendukung resiliensi keamanan nasional dalam menghadapi dinamika ancaman yang terus berkembang.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Gegap Gempita Kota Tua Warnai Perayaan HUT Ke-81 RI

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) menyelenggarakan acara "Gegap Gempita Kota Tua" dalam rangka menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

JAKARTA – Maspolin.id|| Kawasan Kota Tua Jakarta kembali semarak menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) menyelenggarakan Gegap Gempita Kota Tua di Taman Fatahillah, Taman Sari, Jakarta Barat, pada 16-17 Agustus 2026.

“Panggung hiburan”

Kepala Unit Pengelola Kawasan Kota Tua, Denny Aputra mengatakan, Gegap Gempita Kota Tua merupakan agenda tahunan yang diadakan untuk menghidupkan suasana perayaan kemerdekaan di salah satu kawasan bersejarah Jakarta.

“Hari ini Kota Tua menggelar acara Gegap Gempita Kota Tua dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI. Acara sudah dimulai sejak pukul 14.00 tadi,” ujarnya, Minggu (16/8) malam.

Denny menjelaskan, perayaan tahun ini tidak hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat, tetapi juga membawa pesan kepedulian terhadap lingkungan. Salah satunya melalui program Senandung Pilah Sampah yang mengajak pengunjung dan komunitas sekitar Kota Tua membiasakan pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

“Kami ingin kegiatan ini bukan hanya meriah, tetapi juga memberikan pesan kepada masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah,” terangnya.

Menurutnya, suasana di kawasan Kota Tua semakin meriah dengan aksi flash mob yang membawakan lagu-lagu daerah, termasuk Kicir-Kicir. Pengunjung pun turut larut dalam suasana dengan menari dan menikmati rangkaian hiburan yang ada.

“Panggung hiburan juga diramaikan oleh berbagai penampil, mulai dari komunitas seni lokal, Suara 80, hingga grup musik Monkey Boots,” ungkapnya.

Tak hanya menyuguhkan hiburan, lanjut Denny, Gegap Gempita Kota Tua juga menjadi ruang untuk menumbuhkan solidaritas kemanusiaan. Panitia membuka donasi bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui layanan QRIS.

“Kami membuka donasi untuk saudara-saudara kita di NTT melalui layanan QRIS. Besok, rekan-rekan dari Baznas (Bazis) DKI juga akan bergabung. Intinya, di sela kegiatan ini, kita ingin mendukung dan merasakan apa yang dirasakan teman-teman di NTT,” ucapnya.

Denny mengajak masyarakat memanfaatkan transportasi umum untuk menuju kawasan Kota Tua. Pada puncak peringatan HUT ke-81 RI, 17 Agustus 2026, tersedia tarif khusus transportasi umum sebesar Rp8 yang berlaku untuk layanan Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.

“Akses semuanya mudah, warga tidak perlu khawatir. Meskipun cuaca sedikit panas, sore hari akan terasa angin laut yang sejuk dari arah Sunda Kelapa,” bebernya.

Ia memaparkan,tingginya antusiasme masyarakat juga diperkirakan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Dinas Parekraf memproyeksikan jumlah pengunjung mencapai sekitar 10.000-15.000 orang per hari selama acara, bahkan berpotensi meningkat hingga 20.000 orang pada hari libur kemerdekaan.

Kondisi tersebut diharapkan turut meningkatkan transaksi dan pendapatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar Kota Tua.

“Kami mengimbau kepada warga untuk tetap mendukung program pemerintah, terutama dalam memilah sampah dan menjaga ketertiban. Mari kita rayakan kemerdekaan Indonesia ini di Kota Tua,” ajaknya.

Sementara itu, salah seorang wisatawan asal Kelapa Gading, Vera (56) mengaku terkesan dengan kemeriahan perayaan kemerdekaan di Kota Tua. Ia datang bersama rekannya, Yanti, dengan memanfaatkan transportasi umum.

“Saya sering keliling Jakarta naik transportasi umum. Tadi setelah Ashar saya berangkat naik Transjakarta lanjut KRL. Hiburannya sangat meriah dan menarik, apalagi gratis. Seru merayakan HUT ke-81 kemerdekaan RI di sini,” tandasnya.

 

Pemprov DKI

bjak/mpl/am

Ribuan Warga Nikmati Kemeriahan HUT Kemerdekaan RI di Kawasan Monas

Pantauan beritajakarta.id, puluhan ribu warga Jabodetabek sudah masuk kkawasan Monas persisnya di pintu Patung Kuda. Mereka datang dari berbagai penjuru untuk menyaksikan langsung kemeriahan HUT ke 81 Kemerdekaan RI yakni atraksi pesawat terbang. 

JAKARTA – Maspolin.id|| Ribuan warga Jabodetabek, Senin (17/8), menikmati kemeriahaan ramgkaian acara Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di kawasan Monas, Jakarta Pusat.

Pantauan beritajakarta.id, warga mulai berdatangan ke area Monas melalui pintu gerbang Patung Kuda, sejak pagi. Menjelang siang, warga yang datang makin bertambah banyak.

Wisata ke Monas saat hari kemerdekaan sangat menyenangkan

Beberapa dari mereka memgaku datang bersama anak dan istrinya, untuk menikmati ‘Pesta Rakyat’ yang digelar pemerintah di kawasan Monas.

Partono (42), warga Jelambar, Jakarta Barat, mengatakan datang bersama istri dan anak Balitanya untuk berkreasi sekaligus menikmati atraksi pesawat tempur.

“Saya sudah datang sekitar jam 09.00 di Monas membawa istri dan anak untuk berekreasi dan menyaksikan langsung atraksi pesawat tempur ,” ujarnya.

Bukan cuma itu, dia dan keluarga juga sempat foto-foto di atas tank TNI yang parkir di area Monas, serta menikmati aneka kuliner yang disediakan gratis.

Alhamdulilah, ada makanan gratis tang disiapkan. Wisata ke Monas saat hari kemerdekaan sangat menyenangkan untuk keluarga,” katanya.

Kegembiraan yang sama dirasakan James (38), warga Bekasi, Jawa Barat, yang mengaku sudah datang ke Monas sejak pukul 07.00 pagi.

Dikatakan James, dia dan keluarga sangat menikmati sajian hiburan di HUT Kemerdekaan RI ini.

“Tadi anak saya juga sempat ikutan lomba yang diadakan panitia , seru meskipun tidak menang,” ucapnya sambil senyum.

Pesta Rakyat di kawasan Monas ini digelar sejak pagi hingga malam hari. Pada pagi hingga sore hari, pesta dimeriahkan dengan berbagai lomba dan permainan anak, atraksi pesawat tempur, serta sajian 600.000 kuliner Nusantara gratis bersama 1.200 UMKM,.

Menjelang sore, masyarakat juga bisa menyaksikan karnaval kendaraan hias, mulai dari Monas, Bundaran HI, dan berakhir di Taman Atas Skatepark.

Malam harinya, masyarkat akan disuguhkan berbagai panggung hiburan, pertunjukan drone show, video mapping, dan pesta kembang api.

 

Pemprov DKI

bjak/mpl/ma

Polda Kepri Ungkap 6 Kasus Narkotika, 11 Tersangka Berhasil Diamankan

Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Suyono, S.I.K., S.H., M.H. dan Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H.,

KEPULAUAN RIAU – Maspolin.id|| Ditresnarkoba Polda Kepri kembali menunjukkan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkotika. Dalam kurun waktu 31 Juli hingga 6 Agustus 2026, Ditresnarkoba Polda Kepri berhasil mengungkap 6 tindak pidana narkotika di wilayah hukum Polda Kepri dan mengamankan 11 orang tersangka.

Dalam keterangannya, Dirresnarkoba Polda Kepri Kombes Pol Suyono, S.I.K., S.H., M.H., melalui Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., menyampaikan bahwa dari enam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa narkotika jenis sabu dengan total berat 402,09 gram bruto, ganja seberat 58,4 gram bruto, 20 butir tablet diduga ekstasi, serta 2 cartridge vape yang diduga mengandung Etomidate. Selain narkotika, petugas juga mengamankan sejumlah barang bukti pendukung, antara lain telepon seluler, timbangan digital, sepeda motor, uang tunai, serta barang lainnya.

Pengungkapan pertama dilakukan pada 31 Juli 2026 oleh Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Kepri di wilayah Batam Kota. Petugas mengamankan dua orang tersangka yang diduga terlibat dalam peredaran narkotika. Dari pengungkapan tersebut, petugas menyita 8,5 gram bruto sabu, satu unit timbangan digital, serta dua unit telepon seluler. Dilansir dari TBN Kepri, Sabtu (8/8/26).

Pada 1 Agustus 2026, Unit I Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kepri mengungkap tindak pidana narkotika di wilayah Batu Ampar, Kota Batam. Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan tiga orang tersangka, terdiri dari dua perempuan dan satu laki-laki. Dari hasil penggeledahan, ditemukan 8,19 gram bruto sabu yang dikemas dalam sejumlah paket, serta beberapa telepon seluler, dompet, uang tunai dan barang pendukung lainnya.

Masih pada rentang waktu 31 Juli hingga 1 Agustus 2026, Unit 2 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kepri mengungkap peredaran narkotika di wilayah Sekupang, Kota Batam. Dalam perkara ini, dua orang tersangka diamankan dengan barang bukti berupa 4 gram bruto sabu, 20 butir tablet diduga ekstasi, serta 2 cartridge vape yang diduga mengandung Etomidate. Dari hasil pengembangan, petugas juga menemukan barang bukti tambahan di tempat tinggal salah satu tersangka.

Selanjutnya, pada 3 Agustus 2026, Unit II Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Kepri mengungkap peredaran narkotika jenis ganja di wilayah Nagoya, Kota Batam. Seorang tersangka diamankan dengan barang bukti 58,4 gram bruto ganja. Petugas kemudian melakukan pengembangan untuk mengungkap pihak lain yang diduga berkaitan dengan peredaran narkotika tersebut.

Pada 5 Agustus 2026, Unit 2 Subdit 2 Ditresnarkoba Polda Kepri kembali mengungkap perkara narkotika di wilayah Lubuk Baja, Kota Batam. Dalam pengungkapan tersebut, dua orang tersangka diamankan. Petugas menyita 5,14 gram bruto sabu, satu unit timbangan digital, kendaraan bermotor, telepon seluler, serta barang bukti lainnya.

Pengungkapan dengan barang bukti sabu terbesar dilakukan pada 6 Agustus 2026 oleh Unit 1 Subdit 3 Ditresnarkoba Polda Kepri di wilayah Tanjung Batu Kundur, Kabupaten Karimun. Petugas mengamankan seorang tersangka dengan barang bukti 376,26 gram bruto sabu. Saat hendak diamankan, tersangka sempat membuang bungkusan yang diduga berisi narkotika ke laut. Namun, petugas berhasil mengambil kembali bungkusan tersebut yang masih terapung di sekitar lokasi. Dari pengembangan, petugas juga mengamankan satu unit timbangan digital.

Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan pengungkapan enam perkara tersebut merupakan bentuk komitmen jajaran Polda Kepri dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika di wilayah Kepulauan Riau.

“Setiap pengungkapan tidak berhenti pada tersangka yang telah diamankan. Ditresnarkoba Polda Kepri akan terus melakukan pengembangan untuk mengungkap sumber barang, pemasok, maupun jaringan yang berada di belakang para pelaku,” ujar Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei.

Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Dr. Nona Pricillia Ohei., mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memerangi narkotika. Apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan atau peredaran narkotika, masyarakat dapat segera melaporkannya kepada Kepolisian melalui Layanan Polisi 110 yang gratis selama 24 jam. Layanan ini merupakan sarana bagi masyarakat untuk menyampaikan informasi maupun laporan kepada kepolisian agar dapat segera ditindaklanjuti.
(ax/hn/rs).

 

red/mpl/nn

Profile Kombes Jerrold Danup Penurunan Bendera Merah Putih HUT RI ke-81 di Istana

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 90?

JAKARTA – Maspolin.id|| Upacara penurunan Bendera Merah Putih Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana akan segera diselenggarakan. Kali ini, upacara dipimpin Komandan Upacara Kombes Pol Jerrold Hendra Yosef Kumontoy dari Polri.

Kombes Pol Jerrold merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 2003. Pria kelahiran Tomohon Manado, 22 Februari 1979, ini menjabat sebagai Kapolresta Balikpapan, Kalimantan Timur.

Dalam perjalanan karirnya, ia memulai dari satuan Korbrimob Polri sejak 2004-2009. Kemudian, ia sempat menjabat di beberapa posisi pada Satbrimob Polda Metro Jaya sejak 2010-2017.

Ia kemudian menjalani pendidikan Sespimmen dan kembali ke Korbrimob Polri pada 2018. Kemudian, ia menjadi Kapolsek Kelapa Gading Polda Metro Jaya pada 2019-2020.

Selanjutnya, pada 2020-2021, beliau sempat menjabat sebagai Danyon B Pelopor Satbrimob Polda Metro Jaya. Ia kemudian dipromosikan ke posisi Kapolres Kubu Raya Polda Kalimantan Barat pada 2021-2022.

Kemudian, ia menjabat sebagai Kapolres Karanganyar Polda Jawa Tengah pada 2022-2024. Lalu, ia dipromosikan kembali sebagai Kabagbinkar Biro SDM Polda Jawa Tengah pada 2024-2025. Hingga akhirnya menjabat sebagai Kapolres Balikpapan sampai saat ini.

Sejumlah prestasi pun telah diraihnya, mulai dari tanda kehormatan dari Presiden, yakni Satyalencana Pengabdian 8 Tahun pada 2015 dan Satyalencana Pengabdian 16 Tahun pada 2021.

Ada juga piagam penghargaan dari Bupati pada 2021dan piagam penghargaan Kapolri pada 2004.

Sebelumnya, ia mengatakan bahwa tugas ini sekaligus menjadi bentuk kehormatan bagi masyarakat Kalimantan Timur. Dengan restu dan dukungan Kapolda Kalimantan Timur, serta penunjukan Wakapolresta sebagai pelaksana tugas harian, Kombes Jerrold memastikan stabilitas keamanan dan pelayanan masyarakat di Kota Balikpapan tetap berjalan optimal.

“Kini tanggung jawab ini bukan lagi sekadar membawa nama Balikpapan, melainkan kehormatan Provinsi Kalimantan Timur di kancah nasional,” ucapnya. (ta/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/nn

Pemerintah Telah Tutup 290 BUMN, Target Maksimal 300 BUMN Akhir 2026

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto menyampaikan bahwa Pemerintah telah melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai bagian dari upaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas perusahaan negara. Hingga saat ini, sebanyak 290 BUMN telah ditutup dan Pemerintah menargetkan jumlah BUMN menjadi paling banyak 300 perusahaan pada akhir 2026.

Hal tersebut disampaikan Presiden dalam Pidato Kenegaraan pada Sidang Tahunan MPR RI serta Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI di Gedung Nusantara, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Presiden menjelaskan, ketika Danantara dibentuk, Pemerintah menemukan terdapat 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya. Menurut Presiden, jumlah tersebut dinilai terlalu banyak, termasuk dari sisi lapisan direksi dan komisaris serta perusahaan yang tidak produktif.

“Ketika kita bentuk Danantara, kita menemukan ada 1.074 BUMN beserta anak dan cucu usahanya. Terlalu banyak yang tidak produktif. Terlalu banyak lapisan direksi dan komisaris,” ujar Presiden.

Karena itu, Pemerintah melakukan perampingan dan hanya mempertahankan BUMN yang produktif serta mampu menciptakan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

“Hari ini saya melaporkan kepada Majelis yang terhormat, kita telah tutup 290 BUMN. Pada akhir tahun ini, kita targetkan hanya memiliki paling banyak 300 BUMN. 750 BUMN lebih akan kita tutup. Hanya yang produktif, hanya yang menciptakan nilai tambah akan kita pertahankan,” tegas Presiden.

Presiden menyebut restrukturisasi tersebut sebagai kemungkinan restrukturisasi korporasi terbesar di dunia. Melalui perampingan jumlah BUMN, Pemerintah telah menghemat biaya overhead sekitar Rp50 triliun.

“Ini artinya setiap tahun Rp50 triliun tidak lagi habis untuk membiayai gaji direksi dan komisaris, dan hal-hal yang tidak produktif. Uang itu sekarang kita gunakan untuk investasi, untuk industrialisasi, untuk peningkatan pelayanan, dan hal-hal yang langsung bermanfaat bagi rakyat,” kata Presiden.

Presiden juga menyampaikan bahwa pembenahan BUMN telah memberikan dampak terhadap kinerja sejumlah perusahaan negara. Dalam enam bulan pertama 2026, laba bersih PT Semen Indonesia meningkat 408,9 persen, PT Pupuk Indonesia 252,8 persen, PT Pertamina 86 persen, Pegadaian 84,4 persen, Pelindo 60,4 persen, dan PTPN 54,4 persen.

Sementara itu, laba BUMN pada 2025 mencapai Rp326 triliun, meningkat 75,3 persen dibandingkan 2024 yang telah dikoreksi menjadi Rp186 triliun. Dividen BUMN yang disetorkan pada 2025 mencapai Rp142,3 triliun atau meningkat 67 persen dari tahun sebelumnya.

Jika dihitung secara neto setelah dikurangi Penyertaan Modal Negara (PMN), dividen BUMN meningkat dari Rp53 triliun pada 2024 menjadi Rp138 triliun pada 2025 atau naik 160 persen. Untuk 2026, dividen BUMN diproyeksikan mencapai Rp200 triliun tanpa PMN.

Presiden menegaskan, peningkatan kinerja BUMN tersebut tidak berhenti pada pencapaian keuntungan, tetapi diarahkan untuk mempercepat industrialisasi dan hilirisasi nasional. Melalui Danantara, Pemerintah telah melakukan groundbreaking 13 proyek hilirisasi pada 6 Februari 2026 dan 13 proyek lainnya pada 29 April 2026.

Proyek-proyek tersebut antara lain pengolahan batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), hilirisasi tembaga dan emas, pengolahan garam industri, smelter alumina menjadi aluminium, serta sejumlah proyek waste to energy. Proyek-proyek tersebut diharapkan menciptakan puluhan ribu lapangan kerja baru.

Selain itu, Presiden menyampaikan bahwa Pemerintah juga mulai mengoptimalkan pengelolaan devisa hasil ekspor melalui PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI). Sejak mulai beroperasi pada 1 Juni 2026, dalam waktu dua bulan 13 hari, DSI telah mengelola devisa ekspor senilai USD14 miliar dari tiga komoditas strategis.

“Lebih dari 6.500 transaksi ekspor tiga komoditas telah dimonitor oleh DSI. DSI telah menemukan potensi tambahan USD5 miliar dari perbedaan dan penyesuaian harga, kualitas, dan pembayaran devisa hasil ekspor,” ujar Presiden.

Presiden menyampaikan bahwa pengawasan DSI selanjutnya akan diperluas hingga mencakup 50 pelabuhan di 25 provinsi. Dalam waktu dekat, pengelolaan tersebut juga akan diperluas ke seluruh komoditas ekspor strategis Indonesia.

Presiden menegaskan, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan kekayaan dan sumber daya Indonesia memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat.

“Kita tidak ingin lagi bangsa Indonesia dicurangi. Kekayaan Indonesia tidak boleh memperkaya segelintir orang apalagi di luar negeri, dan meninggalkan rakyatnya sendiri hidup susah,” tegas Presiden. (Setpres)

red/mpl/sss

Puluhan Truk Bantuan Polri Bergerak Menuju Korban Gempa Flores

MABES POLRI – Maspolin.id|| Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan bantuan kemanusiaan secara serentak dari sejumlah Polda untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman bantuan tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).

Sebanyak 44 truk dan satu mobil box diberangkatkan dengan membawa beragam kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Bantuan tersebut mencakup air mineral, makanan siap saji, susu, beras, mi instan, biskuit, popok, selimut, kasur, alas tidur, terpal, pakaian, obat-obatan hingga perlengkapan kebersihan.

Selain kebutuhan pokok, Polri turut mengirimkan sejumlah perlengkapan pendukung penanganan bencana, di antaranya genset, tenda, perangkat komunikasi, fasilitas air bersih, kendaraan dapur lapangan, serta water treatment.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi kemanusiaan Polri yang terus dilakukan sejak gempa terjadi.

“Di Hari Kemerdekaan ini, Polri serentak bergerak dari berbagai wilayah untuk membantu saudara-saudara kita di Flores. Yang kita kirim bukan hanya logistik, tetapi juga sarana pendukung seperti dapur lapangan dan water treatment agar kebutuhan masyarakat di pengungsian bisa segera ditangani,” ujar Trunoyudo.

Dari Bali, Polda Bali memberangkatkan lima truk bantuan pada Senin (17/8/2026). Bantuan yang dikirim meliputi 1.015 dus air mineral, 318 dus mi instan, 100 dus biskuit, 5.500 selimut, 20 terpal, 6.333 dus popok, 250 kasur tipis, 60 dus susu, 250 kasur lipat, serta tisu basah dan kering.

Sementara Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mengerahkan delapan truk berisi berbagai kebutuhan masyarakat, seperti air mineral, susu, makanan siap saji untuk orang dewasa dan balita, selimut, alas tidur, terpal, mi instan, roti, dan biskuit. Kedekatan geografis NTB dengan NTT turut mendukung percepatan pengiriman bantuan ke wilayah terdampak.

Dukungan juga datang dari Polda Jawa Tengah yang mengirimkan 10 truk dan satu mobil box. Logistik yang diberangkatkan antara lain 2.025 dus air mineral, 60 dus susu bubuk, 636 dus mi instan, 12.766 dus popok, 11.052 selimut, 20 terpal, 6,8 ton beras, minyak goreng, biskuit, gula, 15.000 potong pakaian anak dan remaja, satu ton abon, tiga genset, serta 600 sarung.

Polda Metro Jaya turut mengirimkan 12 truk bantuan. Pengiriman dilakukan dengan dukungan transportasi udara melalui Halim Perdanakusuma dan dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya. Selanjutnya, bantuan akan diarahkan ke wilayah yang membutuhkan berdasarkan hasil koordinasi dan kondisi di lapangan.

Dari Jawa Timur, sebanyak sembilan truk bantuan juga dikerahkan. Selain membawa bantuan sosial, Polda Jatim mengirimkan dua kendaraan dapur lapangan dan dua unit water treatment. Sebanyak 31 personel Satbrimob, empat personel Ditpolairud, serta enam personel tim psikologi dan trauma healing turut dilibatkan.

Karena membawa kendaraan dan perlengkapan berukuran besar, bantuan dari Polda Jatim diberangkatkan menggunakan jalur laut dengan Kapal Ferry Dharma Kencana V dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Kupang. Kapal tersebut dijadwalkan berangkat Selasa (18/8/2026) pukul 15.00 WIB dengan waktu tempuh diperkirakan sekitar lima hari.

“Pergerakannya berbeda-beda sesuai moda transportasi, tetapi tujuannya sama. Bantuan kita dorong sedekat mungkin ke wilayah terdampak, kemudian dikoordinasikan dengan Polda NTT dan Polres-Polres setempat untuk segera disalurkan kepada masyarakat,” kata Trunoyudo.

Pengiriman bantuan dalam jumlah besar ini melanjutkan dukungan Polri yang sebelumnya telah diterjunkan ke NTT. Sejumlah unsur telah dikerahkan, termasuk Brimob BKO, tim SAR, K9, DVI, Dokkes, serta personel trauma healing.

Polri juga terus menyalurkan berbagai kebutuhan operasional untuk mendukung penanganan bencana, seperti obat-obatan, tenda, Makanan Tambahan Polri (MTP), Watergen, water treatment, dapur lapangan, genset, Wi-Fi portable, Wontech, dan Starlink.

“Kebutuhan masyarakat kita lihat secara utuh. Ada kebutuhan pangan, air bersih, tempat tinggal sementara, kesehatan, komunikasi sampai dukungan psikologis. Karena itu, bantuan dan personel terus kita sesuaikan dengan data terbaru dari lapangan,” ujar Trunoyudo.

Data sementara Posko Terpadu/Polda NTT mencatat sekitar 8.861 hingga 8.911 jiwa masih berada di lokasi pengungsian yang tersebar pada 22 titik. Jumlah tersebut masih dapat berubah mengikuti pembaruan informasi dari wilayah terdampak.

Setelah tiba di NTT, seluruh bantuan akan dikoordinasikan oleh Polda NTT untuk selanjutnya didistribusikan melalui Polres-Polres di wilayah terdampak. Mekanisme tersebut dilakukan agar bantuan dapat semakin dekat dengan masyarakat sekaligus menyesuaikan kebutuhan pada setiap lokasi pengungsian.

“Kami ingin bantuan ini tidak berhenti di gudang. Bantuan didorong sampai wilayah terdampak dan diteruskan melalui Polres setempat agar masyarakat yang membutuhkan bisa segera menerima,” tutur Trunoyodo.

Menurut Trunoyodo, pengerahan bantuan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dan kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana.

“Kemerdekaan bukan hanya tentang upacara dan perayaan. Hari ini jajaran Polri bergerak serentak untuk hadir dan membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana,” pungkasnya.

Dengan dukungan berbagai Polda, Polri terus mengupayakan agar bantuan kemanusiaan segera sampai kepada masyarakat terdampak gempa di Flores. Meski menggunakan jalur dan moda transportasi yang berbeda, seluruh pengerahan diarahkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar serta mendukung penanganan warga terdampak bencana.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Jangan Lewatkan

Polres Metro Jakpus Gagalkan Peredaran 25,2 Kg Sabu Senilai Rp30 Miliar

Jakarta Pusat - Maspolin.id|| Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 25,2 kilogram dengan nilai diperkirakan mencapai Rp30 miliar. Pengungkapan tersebut...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.