MABES POLRI – Maspolin.id|| Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengerahkan bantuan kemanusiaan secara serentak dari sejumlah Polda untuk masyarakat yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pengiriman bantuan tersebut dilakukan bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026).
Sebanyak 44 truk dan satu mobil box diberangkatkan dengan membawa beragam kebutuhan dasar bagi warga terdampak. Bantuan tersebut mencakup air mineral, makanan siap saji, susu, beras, mi instan, biskuit, popok, selimut, kasur, alas tidur, terpal, pakaian, obat-obatan hingga perlengkapan kebersihan.
Selain kebutuhan pokok, Polri turut mengirimkan sejumlah perlengkapan pendukung penanganan bencana, di antaranya genset, tenda, perangkat komunikasi, fasilitas air bersih, kendaraan dapur lapangan, serta water treatment.
Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., M.I.Kom., mengatakan pengiriman bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian operasi kemanusiaan Polri yang terus dilakukan sejak gempa terjadi.
“Di Hari Kemerdekaan ini, Polri serentak bergerak dari berbagai wilayah untuk membantu saudara-saudara kita di Flores. Yang kita kirim bukan hanya logistik, tetapi juga sarana pendukung seperti dapur lapangan dan water treatment agar kebutuhan masyarakat di pengungsian bisa segera ditangani,” ujar Trunoyudo.
Dari Bali, Polda Bali memberangkatkan lima truk bantuan pada Senin (17/8/2026). Bantuan yang dikirim meliputi 1.015 dus air mineral, 318 dus mi instan, 100 dus biskuit, 5.500 selimut, 20 terpal, 6.333 dus popok, 250 kasur tipis, 60 dus susu, 250 kasur lipat, serta tisu basah dan kering.
Sementara Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) mengerahkan delapan truk berisi berbagai kebutuhan masyarakat, seperti air mineral, susu, makanan siap saji untuk orang dewasa dan balita, selimut, alas tidur, terpal, mi instan, roti, dan biskuit. Kedekatan geografis NTB dengan NTT turut mendukung percepatan pengiriman bantuan ke wilayah terdampak.
Dukungan juga datang dari Polda Jawa Tengah yang mengirimkan 10 truk dan satu mobil box. Logistik yang diberangkatkan antara lain 2.025 dus air mineral, 60 dus susu bubuk, 636 dus mi instan, 12.766 dus popok, 11.052 selimut, 20 terpal, 6,8 ton beras, minyak goreng, biskuit, gula, 15.000 potong pakaian anak dan remaja, satu ton abon, tiga genset, serta 600 sarung.
Polda Metro Jaya turut mengirimkan 12 truk bantuan. Pengiriman dilakukan dengan dukungan transportasi udara melalui Halim Perdanakusuma dan dipimpin langsung oleh Kapolda Metro Jaya. Selanjutnya, bantuan akan diarahkan ke wilayah yang membutuhkan berdasarkan hasil koordinasi dan kondisi di lapangan.
Dari Jawa Timur, sebanyak sembilan truk bantuan juga dikerahkan. Selain membawa bantuan sosial, Polda Jatim mengirimkan dua kendaraan dapur lapangan dan dua unit water treatment. Sebanyak 31 personel Satbrimob, empat personel Ditpolairud, serta enam personel tim psikologi dan trauma healing turut dilibatkan.
Karena membawa kendaraan dan perlengkapan berukuran besar, bantuan dari Polda Jatim diberangkatkan menggunakan jalur laut dengan Kapal Ferry Dharma Kencana V dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Kupang. Kapal tersebut dijadwalkan berangkat Selasa (18/8/2026) pukul 15.00 WIB dengan waktu tempuh diperkirakan sekitar lima hari.
“Pergerakannya berbeda-beda sesuai moda transportasi, tetapi tujuannya sama. Bantuan kita dorong sedekat mungkin ke wilayah terdampak, kemudian dikoordinasikan dengan Polda NTT dan Polres-Polres setempat untuk segera disalurkan kepada masyarakat,” kata Trunoyudo.
Pengiriman bantuan dalam jumlah besar ini melanjutkan dukungan Polri yang sebelumnya telah diterjunkan ke NTT. Sejumlah unsur telah dikerahkan, termasuk Brimob BKO, tim SAR, K9, DVI, Dokkes, serta personel trauma healing.
Polri juga terus menyalurkan berbagai kebutuhan operasional untuk mendukung penanganan bencana, seperti obat-obatan, tenda, Makanan Tambahan Polri (MTP), Watergen, water treatment, dapur lapangan, genset, Wi-Fi portable, Wontech, dan Starlink.
“Kebutuhan masyarakat kita lihat secara utuh. Ada kebutuhan pangan, air bersih, tempat tinggal sementara, kesehatan, komunikasi sampai dukungan psikologis. Karena itu, bantuan dan personel terus kita sesuaikan dengan data terbaru dari lapangan,” ujar Trunoyudo.
Data sementara Posko Terpadu/Polda NTT mencatat sekitar 8.861 hingga 8.911 jiwa masih berada di lokasi pengungsian yang tersebar pada 22 titik. Jumlah tersebut masih dapat berubah mengikuti pembaruan informasi dari wilayah terdampak.
Setelah tiba di NTT, seluruh bantuan akan dikoordinasikan oleh Polda NTT untuk selanjutnya didistribusikan melalui Polres-Polres di wilayah terdampak. Mekanisme tersebut dilakukan agar bantuan dapat semakin dekat dengan masyarakat sekaligus menyesuaikan kebutuhan pada setiap lokasi pengungsian.
“Kami ingin bantuan ini tidak berhenti di gudang. Bantuan didorong sampai wilayah terdampak dan diteruskan melalui Polres setempat agar masyarakat yang membutuhkan bisa segera menerima,” tutur Trunoyodo.
Menurut Trunoyodo, pengerahan bantuan bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan menjadi bentuk nyata semangat gotong royong dan kepedulian Polri terhadap masyarakat yang tengah menghadapi bencana.
“Kemerdekaan bukan hanya tentang upacara dan perayaan. Hari ini jajaran Polri bergerak serentak untuk hadir dan membantu saudara-saudara kita yang sedang menghadapi bencana,” pungkasnya.
Dengan dukungan berbagai Polda, Polri terus mengupayakan agar bantuan kemanusiaan segera sampai kepada masyarakat terdampak gempa di Flores. Meski menggunakan jalur dan moda transportasi yang berbeda, seluruh pengerahan diarahkan untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan dasar serta mendukung penanganan warga terdampak bencana.
HUMAS POLRI
red/mpl/nn













