Presiden Prabowo Targetkan 82 Juta Penerima Manfaat Makan Bergizi Gratis akan Terwujud Bertahap

Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan pada acara Peresmian Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) VI Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tahun 2025 di Golden Ballroom, The Sultan Hotel, Jakarta, pada Senin, 29 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto menegaskan capaian penting program Makan Bergizi Gratis yang dalam 11 bulan pelaksanaan telah menjangkau hampir 30 juta penerima manfaat. Kepala Negara menyampaikan bahwa program pemerintah ini bukan hanya memberikan manfaat langsung bagi anak-anak dan ibu hamil, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi rakyat hingga ke tingkat desa.

“Dalam 11 bulan kita telah membuktikan dengan iktikad yang baik, dengan tujuan yang baik, dengan hati yang ikhlas, dengan cinta Tanah Air dan cinta rakyat, kita bisa berbuat banyak. Kita telah menyelamatkan minimal Rp300 triliun rupiah. Rp300 triliun inilah yang kita pakai untuk makan bergizi gratis,” ujar Presiden.

Kepala Negara mengakui masih ada tantangan di lapangan, termasuk kasus kekurangan dan keracunan makanan, namun jumlahnya sangat kecil jika dibandingkan dengan skala program. Presiden Prabowo menyebut tingkat penyimpangan yang tercatat hanya 0,00017 persen dari seluruh distribusi. “Ini tidak membuat bahwa kita puas dengan itu, tapi namanya usaha manusia yang demikian besar, yang belum pernah dilaksanakan, saya kira dalam sejarah dunia,” tegas Kepala Negara.

Presiden Prabowo mencontohkan pengalaman Brasil yang membutuhkan waktu 11 tahun untuk mencapai 40 juta penerima manfaat. Indonesia, kata Presiden, dalam waktu kurang dari satu tahun sudah mampu menjangkau 30 juta penerima. “Ada kekurangan? Ada. Tapi manfaatnya sangat-sangat besar. Banyak elit tidak menyadari bahwa masih ada rakyat kita yang makan nasi hanya dengan garam. Kini kita bisa memberi sesuatu yang mereka butuhkan,” ungkap Presiden.

Selain manfaat langsung bagi penerima, program ini juga memberi dampak besar terhadap perekonomian rakyat. Kebutuhan bahan pangan untuk program ini berasal dari desa dan kecamatan, sehingga petani dan peternak memiliki pasar yang terjamin.

“Dengan program makan bergizi ini menjadi strategis, menjadi sesuatu yang di luar ekspektasi kita. Ternyata dengan makan bergizi ini kita bisa menciptakan lapangan di awal tahun depan, Januari-Februari, 1,5 juta lapangan kerja baru. Kita telah berhasil menghidupkan ekonomi rakyat, bahwa tiap hari kita butuh telur, kita butuh sayur, kita butuh ikan, kita butuh ayam, kita butuh bahan-bahan dari kampung-kampung itu sendiri, dari kecamatan-kecamatan itu sendiri,” jelas Presiden.

Presiden menambahkan bahwa alokasi anggaran yang mendekati Rp335 triliun atau sekitar USD20 miliar akan digelontorkan tahun depan untuk mendukung program ini. Dana tersebut akan langsung mengalir ke desa-desa, membalik arus yang sebelumnya terkonsentrasi di kota besar.

“Yang selama berapa puluh tahun uang dari daerah mengalir ke Jakarta, dan di Jakarta sering mengalir ke luar negeri, menetap di luar negeri dan tidak tinggal di Indonesia. Kita balik sekarang uang masuk ke desa-desa,” kata Presiden.

Lebih jauh, Presiden menegaskan bahwa target program adalah menjangkau 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia “Sebagai seorang pemimpin, sebagai seorang Bapak, saya bangga dengan 30 juta, tapi saya masih ingat 52 juta anak-anak kita masih berharap, masih menunggu dengan ibu-ibu hamil,” ungkap Presiden. (BPMI Setpres)

red/mpl/sc

Gerakan Pangan Murah Polri Salurkan 1.386 Ton Beras SPHP di Tengah Panen Raya Kuartal III

(Dok. Div Humas Polri)

OKU Timur, SUMSEL – Maspolin.id|| Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III 2025 tidak hanya menghadirkan optimisme pada sektor pertanian, tetapi juga membawa kabar baik bagi masyarakat luas melalui Gerakan Pangan Murah yang digelar Polri. Program ini menjadi wujud nyata kepedulian institusi kepolisian dalam menjaga daya beli masyarakat dan memastikan ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau.

Pada panen raya kuartal III yang dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Menko Pangan RI, Kepala Bapanas RI, Dirut Perum Bulog RI hingga Forkopimda Prov. Sumsel dan Kab. OKU Timur, Polri turut menyalurkan beras SPHP sebanyak 1.386 Ton. Sedangkan di Prov. Sumatera Selatan, target Beras SPHP yang disalurkan sebanyak 39 Ton.

“Polri tentunya ikut menyalurkan beras SPHP melalui program Gerakan Panganan Murah. Kami laporkan bahwa mulai dari 6 Agustus sampai dengan 26 September 2025, Polri telah menyalurkan sebanyak 78.996 ton beras,” jelas Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, Sabtu (27/9/25).

Adapun penyaluran Beras SPHP di Kab. OKU Timur sebanyak 16,5 TON. Khusus lokasi Panen Raya yang menjadi pusat lokasi kegiatan, jumlah Beras SPHP yang disalurkan sebanyak 1,5 Ton.

“Selanjutnya, hari ini target beras SPHP yang diselalurkan di seluruh Indonesia sebanyak 1.386 ton,” ungkap Kapolri.

Beras SPHP tidak disalurkan begitu saja, melainkan dikemas dalam bentuk paket murah seharga Rp60 ribu. Dalam satu paket, masyarakat memperoleh 5 kg beras SPHP, 1 kg minyak goreng, 1 kg tepung terigu, dan 1 kg gula pasir.

Di pasaran, harga beras SPHP kemasan 5 kg berkisar antara Rp65 ribu hingga Rp75 ribu.

Sebelumnya sejak 6 Agustus hingga 26 September 2025, Polri telah menyalurkan 78.996 ton beras SPHP ke berbagai wilayah di Indonesia. Angka ini memperlihatkan skala besar intervensi yang dilakukan, di tengah situasi harga pangan yang fluktuatif.

Gerakan pangan murah ini juga dirancang agar tepat sasaran, sehingga masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga di bawah pasar.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Sosialisasi “Hari Hak untuk Tahu” di CFD Jakarta, Perkuat Edukasi Informasi Publik ‎

(Dok. Div Humas Polri)

JAKARTA – Maspolin.id|| Divisi Humas Polri menggelar sosialisasi hak untuk tahu di tengah car free day (CFD) Jalan Sudirman, Jakarta Selatan, Minggu (28/9/2025) pagi.

Kegiatan ini digelar untuk memperingati Hari Hak untuk Tahu Sedunia 2025 sekaligus menunjukkan komitmen Polri dalam mengimplementasikan keterbukaan informasi.

‎‎Kabag Yaninfodok Biro PID Divisi Humas Polri Kombes Pol Komang Suartana mengatakan, kegiatan ini menjadi sarana untuk memperluas informasi bahwa masyarakat memiliki hak untuk memperoleh, mencari, dan menyimpan informasi publik. Masyarakat bisa melakukan permohonan informasi kepada badan hukum publik.

“Kehadiran kami di sini sebagai upaya sosialisasi ke masyarakat, memperluas informasi bahwa Polri sebagai badan hukum publik turut menjalankan amanah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik,” ujar Kombes Pol. Komang di sela kegiatan, Minggu.

‎‎Kombes Pol. Komang menambahkan, Polri telah membuka berbagai kanal permohonan informasi publik yang dapat diakses dengan mudah.

Masyarakat dapat mengajukan permohonan melalui email layanan informasi, situs resmi Humas Polri, bersurat, maupun datang langsung ke Humas Polri. Permohonan tersebut ditujukan ke Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Polri.

‎‎“Polri akan menyediakan informasi publik secara cepat, mudah, tentunya sesuai dengan koridor Undang-Undang Keterbukaan Informasi Publik,” ucapnya.

‎‎Selain itu, Polri juga menghadirkan sejumlah platform digital seperti SPIT-Mediahub, Polri TV, E-PPID dan Tribratanews, serta menerbitkan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2024 tentang tata cara pelayanan informasi publik di lingkungan Polri.

‎‎Menurut Kombes Komang, seluruh upaya tersebut merupakan bagian dari transparansi dan akuntabilitas Polri sebagai badan hukum publik untuk mendukung program Polri Presisi. Selain itu mengutakan aspek pemantapan komunikasi publik dan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

‎Bagi Polri, keterbukaan informasi bukan hanya tuntutan, tetapi juga kunci keberhasilan dalam menghadapi berbagai tantangan di era digital, pungkasnya.

Personel dalam kegiatan ini membagikan flyer edukasi keterbukaan informasi publik. Selain itu, ada hiburan game spin wheel dengan hadiah menarik.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Anggota Komisi IV Apresiasi Inovasi Polisi Olah Eceng Gondok Jadi Pupuk

(Dok. Div Humas Polri)

JAKARTA – Maspolin.id|| Anggota Komisi IV DPR RI, Rajiv, memberikan apresiasi tinggi kepada Direktorat Polairud Polda Sumatera Selatan (Sumsel) bersama Universitas Sriwijaya yang berhasil mengolah eceng gondok menjadi pupuk organik. Ia menilai langkah ini bukan sekadar inovasi, tetapi solusi ramah lingkungan yang bisa menjadi alternatif murah bagi petani di seluruh Indonesia.

“Saya mengapresiasi inovasi pemanfaatan eceng gondok sebagai pupuk organik yang dilakukan Ditpolairud Polda Sumsel, dengan menggandeng Universitas Sriwijaya dalam menguji temuan tersebut,” ujar Rajiv dalam keterangannya, Minggu (28/9/2025).

Rajiv mengungkapkan, penggunaan pupuk kimia untuk satu hektar tanaman jagung dapat mencapai Rp5,9 juta. Dengan pupuk organik berbahan eceng gondok, petani berpotensi menghemat hingga 86 persen atau sekitar Rp5,127 juta per hektar.

Selain pupuk padat, eceng gondok juga diolah menjadi pupuk amino cair berbahan batang dan daun. Biaya produksinya hanya sekitar Rp300 per liter, atau Rp648 ribu untuk kebutuhan satu hektar lahan selama tiga bulan.

Menurut Rajiv, inovasi ini membuktikan gulma air yang selama ini dianggap masalah justru memiliki kandungan hara bermanfaat bagi tanaman seperti jagung, cabai, dan padi.

“Dengan pendekatan ini, eceng gondok bukan lagi masalah, tapi potensi. Ini bisa direplikasi secara nasional, karena inovasi luar biasa dan langkah konkret untuk mendukung pertanian ramah lingkungan,” jelas Anggota Fraksi Partai NasDem itu.

Rajiv juga mendorong Kementerian Pertanian serta Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mendukung program berbasis inovasi lokal seperti yang dilakukan Polairud Sumsel. Ia menegaskan Komisi IV DPR RI siap mengawal agar program tersebut mendapat perhatian pemerintah pusat.

“Kami di Komisi IV DPR RI siap mengawal agar terobosan seperti ini mendapat perhatian serius dari pemerintah pusat. Jangan sampai program sebaik ini hanya berhenti di Sumsel. Ini bisa menjadi contoh bagi daerah-daerah di Indonesia,” tegasnya.

Anggota DPR dapil Jawa Barat II ini menambahkan, persoalan ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab kementerian teknis, melainkan tugas lintas sektor. Karena itu, peran Polri juga penting dalam mendukung program strategis nasional melalui pendekatan non-tradisional.

“Polairud menunjukkan bahwa peran kepolisian bisa melampaui tugas pengamanan. Ini bentuk kontribusi langsung terhadap masa depan pertanian kita,” pungkas Rajiv.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Ketua Komisi IV DPR Apresiasi Polri Atas Panen Raya Jagung Kuartal III

Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi Polri atas panen raya jagung serentak kuartal III. (Dok. Div Humas Polri)

OKU Timur, SUMATERA SELATAN – Maspolin.id|| Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi Polri atas panen raya jagung serentak kuartal III. Panen raya ini dihadiri langsung Ketua Komisi IV di OKU Timur, Sumatera Selatan.

Turut hadir Menko Pangan Zulkifli Hasan, Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, Direktur Utama Perum Bulog Letnan Jenderal TNI Ahmad Rizal Ramdhani, dan Menteri Pertanian Andi Amran.

“Saya selaku pribadi dan Ketua Komisi IV DPR RI kembali menyampaikan apresiasi kepada Kapolri dan seluruh jajarannya, khususnya para petugas Bhabinkamtibmas yang telah berusaha dengan niat dan serius mendampingi para petani, sehingga di masa depan para petani jagung tidak lagi khawatir akan hasil panennya,” jelas Ketua Komisi IV DPR RI, Sabtu (27/9/25).

Menurutnya, Komisi IV DPR RI terus berharap kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat tidak sebatas melakukan pemantuan, melainkan lebih dari itu. Ia mencontohkan, Polti diharapkan memberikan pendekatan yang lebih humanis melalui edukasi dan asistensi.

“Dengan cara ini saya yakin Polri dapat membantu membebaskan petani dari praktek curang tengkulak, menjamin kestabilan harga jagung, memberikan kesempatan distribusi dan penyerapan hasil panen yang selama ini sering menjadi keluhan petani,” ungkap Ketua Komisi IV DPR RI.

Diketahui, Kapolri memimpin panen raya jagung kuartal III. Panen raya dihadir langsung di Kabupaten Oku Timur, Sumatera Selatan, dan terhubung secara virtual dengan seluruh polda hingga polres jajaran.

“Pada panen jagung kuartal ketiga ini kita akan laksanakan di luas lahan seluas 166.512 hektare, dengan estimasi hasil panen sebanyak 751.442 ton yang akan kita laksanakan sampai dengan akhir bulan September,” jelas Jenderal Sigit dalam sambutannya di Oku Timur, Sumatera Selatan, Sabtu (27/9/25).

Menurut Kapolri, untuk di Oku Timur sendiri, panen raya dilakukan di lahan seluas 52 hektare. Sementara, untuk seluruh Indonesia hari ini dilaksanakan panen seluas 1.288 hektare dengan harapan hasil 7.153 ton.

“Khususnya hari ini, kita akan memberangkatkan sebanyak 1.765 ton jagung untuk diserap Bulog dan khusus di Provinsi Sumsel sebanyak 614 ton dan 100 ton dari Oku akan kita prioritaskan ke Bulog,” ungkap Kapolri.

Ditambahkan Jenderal Sigit bahwa Polri akan terus memperkuat ekosistem pertanian komunitas jagung. Polri juga mengedepankan kooperasi sebagai leading sector untuk menyatukan kepentingan dari hulu sampai hilir.

Lebih lanjut disampaikan Kapolri, dengan pelibatan kooperasi dipercaya akan membantu membebaskan para petani dan memotong rantai tengkulak. Selain itu, diyakini dapat menjamin stabilan harga jagung.

“Terlebih saat ini, Bapak Presiden telah mencanangkan program kooperasi merah-putih yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia,” ujar Kapolri.

Ditambahkan Kapolri, secara keseluruhan Polri sudah mendapatkan luasan lahan seluas 819.081 hektare, di mana 483.822 hektare telah ditanami. Kemudian, telah terbentuk 46.076 kelompok tani yang beranggotakan 858.924 petani di seluruh Indonesia.

“Oleh karena itu, dengan mempedomani amanat Bapak Presiden Republik Indonesia, bahwa swasembada pangan adalah kunci daripada keamanan dan swasembada pangan adalah kunci dari kemerdekaan, kami tegaskan bahwa komitmen Polri tidak pernah surut dalam mendukung dan mengawal seluruh agenda pemerintah, termasuk dalam mewujudkan cita-cita mulia untuk menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” jelas Jenderal Sigit.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Panen Raya Kuartal III Polri Distribusikan 1.765 Ton Jagung ke Gudang Perum Bulog

(Dok.Div Humas Polri)

OKU Timur, SUMATERA SELATAN – Maspolin.id|| Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III 2025 kembali menegaskan komitmen Polri dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Tidak hanya mendampingi petani dalam proses budidaya, Polri juga memastikan hasil panen tersalurkan dengan baik ke gudang Bulog agar stok pangan terjaga dan distribusi lebih merata.

Sepanjang Juli hingga September, panen jagung dilakukan di lahan seluas 166.512 hektare di seluruh Indonesia. Hasilnya mencapai lebih dari 751 ribu ton, menambah akumulasi produksi jagung nasional yang sejak awal tahun sudah menembus 2,8 juta ton.

Setelah pelaksanaan panen raya kuartal III yang terpusat di Kab. OKU Timur, Prov. Sumsel, Polri bersama Bulog melaksanakan flag off pendistribusian jagung hasil panen raya serentak. Secara nasional, potensi jagung yang disalurkan mencapai 1.765 ton. Dari jumlah tersebut, 614 ton berasal dari Sumatera Selatan dan 100 ton disalurkan langsung dari OKU Timur.

“Khususnya hari ini, kita akan memberangkatkan sebanyak 1.765 ton jagung untuk diserap Bulog dan khusus di Provinsi Sumsel sebanyak 614 ton dan 100 ton dari Oku akan kita prioritaskan ke Bulog,” ungkap Kapolri, Sabtu (27/9/25).

Gerakan ini menjadi wujud nyata sinergi Polri dengan Bulog untuk memperkuat cadangan pangan nasional. Dengan adanya aliran hasil panen ke gudang resmi, petani mendapat kepastian pasar, sementara masyarakat memperoleh jaminan ketersediaan jagung untuk kebutuhan konsumsi maupun industri.

“Oleh karena itu, kami terus berupaya mewujudkan hal tersebut dengan dukungan penuh dari kementerian terkait, kemudian juga mitra-mitra strategis, masyarakat, gapoktan, sehingga saat ini dengan kerjasama yang ada,” jelas Kapolri.

Dengan dukungan ini, target nasional pengadaan jagung sebesar 1 juta ton pada tahun 2025 diharapkan bisa tercapai. Langkah Polri melalui pendampingan petani, pengawalan panen, hingga distribusi ke Bulog menjadi bagian integral dari strategi menjaga stabilitas pangan.

“Tentunya tolong seluruh jajaran terus dukung teman-teman kelompok tani, teman-teman petani, mulai dari tahapan pemipitan, rawatan, panen, hingga bagaimana kita membantu mengoptimalkan peningkatan penyerapan bak jagung, sehingga petani betul-betul bisa optimal,” ujar Kapolri.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Panen Raya Kuartal III Polri Hasilkan 751 Ribu Ton Jagung, Bukti Nyata Dukung Swasembada Pangan

(Dokumentasi Div Humas Polri)

MABES POLRI – Maspolin.id|| Program Polri dalam mendukung ketahanan pangan kembali menunjukkan hasil signifikan. Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III 2025 yang terpusat di  Kab. OKU Timur, Prov. Sumsel, menorehkan capaian yang tak bisa dipandang sebelah mata. Dari ujung Sumatera hingga pelosok Nusantara, lahan-lahan yang ditanami jagung menghasilkan ratusan ribu ton komoditas strategis tersebut.

Kegiatan panen raya turut dihadiri oleh Ketua Komisi IV DPR RI, Menko Pangan RI, Kepala Bapanas RI, Dirut Perum Bulog RI hingga Forkopimda Prov. Sumsel dan Kab. OKU Timur. Selain itu, Mentan RI juga menghadiri kegiatan tersebut secara virtual dari Prov. Sulsel.

Hingga 27 September 2025, Polri mencatat luas potensi lahan untuk jagung mencapai 819.080 hektare. Dari jumlah itu, 483.822 hektare sudah ditanami, sementara 335.258 hektare lainnya masih menunggu giliran.

Pada Kuartal I dan II, panen telah dilakukan di lahan seluas 360 ribu hektare dengan hasil mencapai 2,08 juta ton. Sementara untuk Kuartal III, panen raya menghasilkan 751 ribu ton jagung dari lahan seluas 166.512 hektare.

Pada panen jagung kuartal ketiga ini kita akan laksanakan di luas lahan seluas 166.512 hektare, dengan estimasi hasil panen sebanyak 751.442 ton yang akan kita laksanakan sampai dengan akhir bulan September, jelas Jenderal Sigit dalam sambutannya di Oku Timur, Sumatera Selatan, Sabtu (27/9/25).

Pada panen raya serentak di seluruh Indonesia hari ini dihasilkan jagung dengan estimasi 7.153 ton pada lahan seluas 1.788 hektare. Khusus di Sumsel, panen dilakukan di lahan 52 hektare dengan hasil 271 ton. Sementara di OKU Timur, panen berlangsung di satu hamparan 25 hektare di Kecamatan Bunga Mayang, menghasilkan 150 ton jagung.

Tak hanya panen, kegiatan ini juga disertai dengan penyaluran 300 paket bantuan sembako kepada masyarakat serta 15 mesin pipil jagung portable untuk kelompok tani.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

UAS Tekankan Pentingnya Toleransi Beragama Ketika Berceramah di Mabes Polri

(Dokumentasi Div Humas Polri)

JAKARTA – Maspolin.id|| Ulama Ustaz Abdul Somad menegaskan pentingnya menjaga toleransi beragama di Indonesia. Hal itu disampaikan saat UAS sapaannya memberikan ceramah di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (26/9/2025).

Maka kehadiran saya hari ini menyampaikan tetap pesan-pesan keagamaan terkait tentang toleransi, kata UAS usai kegiatan ramah tamah dan ceramah agama.

UAS juga menekankan soal kekuatan mental dalam menghadapi tugas, serta menjadi seorang yang amanah.

Sesuai dengan saya sebagai tokoh agama Islam, sebagai guru, sebagai dosen, sebagai pendidik, ujarnya.

UAS berharap dengan adanya kegiatan tersebut diharapkan bisa memperkuat hubungan Polri dengan seluruh elemen masyarakat.

Itulah yang saya sampaikan, mudah-mudahan apa yang kami lakukan hari ini bisa memperkuat hubungan Kepolisian Negara Republik Indonesia dengan masyarakat, pengabdian di tengah masyarakat, ucapnya.

Kesempatan yang sama, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut bahwa, kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran Polda, Polres, Polsek hingga Babinkamtibmas se-Indonesia.

Dimana kegiatan yang kita laksanakan hari ini tentunya adalah bagian dari upaya kita untuk terus bisa bersama-sama dengan ulama, ucap Sigit.

Sigit menekankan, seluruh personel yang mengikuti kegiatan ini harus mampu merefleksikan ketika menjalankan tugasnya saat melindungi, melayani dan mengayomi masyarakat.

Dan di dalam kegiatan ini tentunya kita bersama-sama mendengarkan nasihat, petuah dan juga bersama-sama berdoa untuk menjaga amanah yang diberikan bangsa, negara kepada kepolisian, tutur Sigit.

Dan kita sama-sama berdoa untuk terus menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia ini di tengah perbedaan yang ada terus terjaga. Sehingga toleransi, perbedaan yang ada tetap terus bisa kita jaga untuk tetap menjadi dalam satu kesatuan bingkai NKRI, tambah Sigit mengakhiri.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Satgas Operasi Damai Cartenz Evakuasi Dua Warga Korban Pembunuhan di Yahukimo

2 Orang korban pembunuhan dari KKB sedang dievakuasi oleh Satgas Ops Damai Cartenz. (Dok. Div Humas Polri)

Yahukimo, PAPUA PEGUNUNGAN – Maspolin.id|| Tim Satgas Operasi Damai Cartenz berhasil mengevakuasi dua warga pendulang emas, diduga masing-masing bernama Desen Dominggus dan Marselinus Manek, yang menjadi korban pembunuhan di area Kampung Binki, Distrik Seradala, Kabupaten Yahukimo, pada Jum’at (26/9/2025).

Kedua korban telah dievakuasi dengan aman ke RSUD Dekai, Kabupaten Yahukimo, untuk penanganan lebih lanjut oleh pihak medis.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan duka cita mendalam atas peristiwa tersebut dan memastikan aparat akan mengusut tuntas kasus ini.

“Peristiwa ini menegaskan komitmen kami untuk segera mengambil langkah tegas dan terukur. Kami tidak akan tinggal diam dan akan menangkap pelaku,” tegas Brigjen Pol. Faizal.

Wakil Kepala Operasi, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., menambahkan bahwa aparat gabungan TNI-Polri akan terus memperkuat pengamanan di wilayah Yahukimo guna mencegah kejadian serupa.

“Kami akan memastikan masyarakat tetap merasa aman dan terlindungi. Kehadiran aparat di lapangan adalah untuk menjamin stabilitas serta ketenangan warga,” ungkapnya.

Satgas Operasi Damai Cartenz mengimbau kepada seluruh masyarakat di wilayah Yahukimo dan sekitarnya agar segera melaporkan kepada aparat keamanan apabila mengetahui adanya aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar. Aparat keamanan akan terus berupaya menjaga situasi kamtibmas agar tetap kondusif demi terciptanya rasa aman bagi seluruh masyarakat.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Presiden Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Rampungkan Lawatan ke Empat Negara Mitra Strategis

Presiden Prabowo Subianto tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu, 27 September 2025, pukul 15.30 WIB. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto tiba di Tanah Air usai merampungkan rangkaian lawatan luar negerinya ke empat negara mitra strategis yakni Jepang, Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda. Pesawat Garuda Indonesia-1 yang membawa Presiden beserta rombongan tiba di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Sabtu, 27 September 2025, pukul 15.30 WIB.

Ketibaan Presiden Prabowo di Indonesia disambut oleh Wakil Presiden Gibran Rakabuming, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, Kepala BIN Muhammad Herindra, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

Rangkaian lawatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama Indonesia di bidang diplomasi, ekonomi, pertahanan, dan hubungan antarbangsa. Presiden Prabowo, dalam keterangannya, menyampaikan bahwa rangkaian lawatan luar negeri yang baru saja dituntaskan berlangsung produktif, serta membawa sejumlah capaian penting bagi Indonesia.

“Alhamdulillah perjalanan cukup lama. Tapi saya kira bermanfaat, produktif. Kita dapat sambutan yang baik di mana-mana. Dan alhamdulillah pertemuan-pertemuan di PBB sangat produktif,” ujar Presiden.

Di New York, Amerika Serikat, Presiden menyampaikan pandangan Indonesia dalam Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Menurutnya, sambutan positif dari berbagai pemimpin dunia membuka peluang tercapainya langkah konkret untuk isu-isu global, khususnya konflik di Palestina.

“Mudah-mudahan ada terobosan dalam beberapa hari ini. Ya kita berdoa. Saya lihat ada itikad baik dari banyak pihak. Kita segera butuh gencatan senjata untuk rakyat Gaza dan penyelesaian yang substantif. Jadi saya kira alhamdulillah kunjungan saya bawa manfaat,” katanya.

Dalam kunjungan ke Kanada, Presiden Prabowo menyaksikan penandatanganan Indonesia-Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), sebuah kesepakatan perdagangan bebas yang telah lama dinegosiasikan. “Ini terobosan juga. Kita sudah dengan Eropa, dengan Eropa 10 tahun, dengan Kanada juga berapa tahun. Terobosan,” jelas Presiden.

Sementara di Belanda, Presiden diterima oleh Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima di Istana Huis ten Bosch, Den Haag. Presiden mengungkapkan apresiasinya atas langkah Belanda yang mengembalikan 30 ribu artefak bersejarah kepada Indonesia.

“Saya kira itikad baik dari Belanda ingin memelihara hubungan baik dengan kita. Kemudian Ratu juga seorang, ternyata seorang ahli keuangan dan akan ke sini tanggal 25 November untuk diskusi sama ahli-ahli keuangan kita. Bagaimana untuk membantu keuangan rakyat yang belum mahir, belum pandai soal keuangan akan dibantu oleh PBB,” jelasnya.

Pada kesempatan tersebut, Presiden turut menuturkan bahwa sejumlah pimpinan negara menghubunginya secara langsung untuk mengapresiasi sikap Indonesia terhadap isu global yang disampaikan dalam pidatonya. “Ya, beberapa Kepala Negara nelpon saya. Ada yang datang juga ke saya. Mereka terkesan oleh sikap Indonesia yang benar-benar ingin mencari titik tengah, kita ingin mencari penyelesaian yang substantif. Saya kira itu,” tandasnya. (BPMI Setpres)

red/mpl/sss

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

HUT Ke-24 Propam Polri, Bidpropam Korbrimob Gelar Bakti Sosial, Bersihkan Rumah...

Depok, JAWA BARAT - Maspolin.id|| Dalam rangka memperingati Hari Jadi Propam Polri ke-24, Bidpropam Korbrimob Polri menggelar kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian dan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.