Antisipasi Cuaca Ekstrem Pemprov DKI Siagakan Pompa Air

(Foto: Mochamad Tresna Suheryanto)

JAKARTA – Maspolin.id|| Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyatakan kesiapannya menghadapi potensi cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi seperti yang diprakirakan oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

 

“kami sudah mempersiapkan,”

 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebut, salah satu upaya yang dilakukan jajarannya dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem serta curah hujan tinggi yakni dengan menyiagakan seluruh sarana dan prasarana penanganan banjir, terutama unit pompa air.

“Jadi, kami sudah mendapatkan warning dari BMKG mengenai kemungkinan dalam satu, dua hari ke depan ini akan ada curah hujan ekstrem dan kami sudah mempersiapkan, termasuk pompa yang dimiliki oleh Jakarta,” ujar Pramono, di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Selasa (30/9).

Pramono merinci, total hampir 1.200 unit pompa milik Pemprov DKI Jakarta siap beroperasi, terdiri dari sekitar 600 unit pompa portable dan 600 pompa statis.

Pramono optimistis, banjir akan segera tertangani jika curah hujan ekstrem hanya terjadi di wilayah Jakarta dan tidak mendapatkan kiriman air dari hulu (wilayah Bogor atau sekitarnya).

“Sekarang sudah kita stand by-kan. Tetapi, mudah-mudahan, kalau kemudian curah hujan ini hanya di Jakarta, tidak kemudian dari atas, saya yakin akan segera tertangani,” kata dia.

Meski demikian, Pramono berharap intensitas curah hujan tidak melebihi batas yang sulit ditangani. Selain menyiagakan infrastruktur pompa air, Pemprov DKI juga telah menginstruksikan wali kota untuk mengerahkan pasukan pelangi guna memastikan saluran air dan selokan dalam kondisi bersih.

“Tapi, mudah-mudahan, curah hujannya tidak di atas 250 mm. Kalau 200 mm saja pasti. Dan yang paling penting adalah kami juga sudah meminta kepada para wali kota melalui pasukan pelanginya untuk membersihkan selokan-selokan,” tandasnya.

 

Pemprov DKI

bjak/mpl/ay

Brimob Polda Metro Jaya Jalin Silaturahmi ke Kediaman Habib Ali Kwitang

Wadansat Brimob Polda Metro Jaya AKBP Eko Sumaryanto, S.I.K., M.S.I. (Dok. Bid Humas PMJ)

POLDA METRO JAYA – Maspolin.id|| Brimob Polda Metro Jaya menggelar kunjungan ke kediaman Habib Ali Kwitang sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat silaturahmi dengan tokoh agama. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Wadansat Brimob Polda Metro Jaya AKBP Eko Sumaryanto, S.I.K., M.S.I. bersama jajaran personel.

Dalam agenda tersebut, bantuan sosial disalurkan melalui Majlis Ta’lim Al Habib Ali Alhabsyi. Paket kebutuhan pokok diberikan kepada jamaah majelis sebagai wujud kepedulian dan perhatian terhadap masyarakat.

Kunjungan diwarnai dengan doa bersama serta interaksi hangat antara jajaran Brimob dan pengurus majelis, yang menjadi sarana mempererat hubungan kemasyarakatan serta memperkuat jalinan silaturahmi.

Dansat Brimob Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Henik Maryanto, S.I.K., M.Si., menyampaikan apresiasi atas kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kegiatan sosial ini merupakan perintah Dansat Brimob sesuai arahan Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol. Asep Edi Suheri, S.I.K., M.Si., agar insan Bhayangkara senantiasa hadir di tengah masyarakat, selalu dekat dengan umat, serta menebarkan manfaat yang nyata.

“Semoga kegiatan ini membawa berkah, memperkokoh persaudaraan, dan menumbuhkan semangat kepedulian sosial. Semoga Allah SWT meridhoi setiap langkah kita dalam memberikan pengabdian terbaik bagi masyarakat,” ungkap pihak Brimob Polda Metro Jaya.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Selamatkan 4,5 Juta Jiwa Polda Metro Jaya Musnahkan 1,14 Ton Narkoba

Pengungkapan sebanyak 1.719 kasus narkoba dalam tiga bulan terhitung sejak Juli hingga September 2025. (Dok. Bid Humas PMJ)

JAKARTA – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya mengungkap sebanyak 1.719 kasus narkoba dalam tiga bulan terhitung sejak Juli hingga September 2025. Total 2.318 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam pengungkapan kasus tersebut.

Hal itu diungkap dalam Konferensi pers sekaligus pemusnahan barang bukti yang digelar di halaman Direktorat Reskrimsus Polda Metro Jaya, Selasa (30/9/2025). Kegiatan dipimpin langsung Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri dan dihadiri stakeholder terkait.

Bahwa jajaran Polda Metro Jaya akan melaksanakan pemusnahan barang bukti hasil pengungkapan dari Ditresnarkoba Polda Metro Jaya dan Polres jajaran selama periode Juli-September. Dengan total 1,14 ton, kata Irjen Asep Edi Suheri di lokasi.

Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David menambahkan, total 2.318 ditetapkan sebagai tersangka. Ahmad David memerinci, dari total tersangka yang ditangkap, enam orang merupakan produsen atau pembuat narkotika. Selain itu, ada satu orang bandar, 769 orang pengedar, dan 1.542 pecandu atau korban.

Kami jelaskan terhadap 1.542 kami lakukan rehabilitasi sosial maupun medis untuk kesembuhan kembali keadaan semula, kata Ahmad Davi.

Ia merinci, barang bukti yang berhasil disita dalam pengungkapan selama tiga bulan, yakni sabu seberat 604 kilogram, ganja 221 kilogram, sabu cair 67,7 kilogram, ekstasi 23 ribu butir, obat keras 569 ribu butir, tembakau sintetis 9,1 kilogram, bibit sintetis sebanyak 19,8 kilogram, dan sejumlah barang bukti lainnya.

Barang bukti ini apabila dikonversi dengan nilai jual peredaran gelap narkoba, maka Polda Metro Jaya menyita Rp 1,13 triliun dan telah menyelamatkan penduduk Jakarta dan sekitarnya, dari bahaya narkoba, selaku penyalahgunaan narkoba, kita telah menyelamatkan 4.563.791 nyawa manusia, jelasnya.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Polda Jatim Tangkap MF alias P Terkait Unras Anarkis di Kediri

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abast (Dok Bid Humas Polda Jatim).

SURABAYA, JAWA TIMUR — Maspolin.id|| Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur menangkap tersangka MF alias P sebagai hasil pengembangan dari tersangka SA dalam kasus unjuk rasa anarkis di Kediri yang berujung pada pembakaran dan penyerangan fasilitas umum serta kantor kepolisian.

Penangkapan dilakukan pada Sabtu, 27 September 2025, sekitar pukul 15.00 WIB di rumah tersangka yang berlokasi di Kecamatan Ngaglik, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kabid Humas Polda Jawa Timur, Kombes Pol Jules Abast, menjelaskan bahwa proses penangkapan dan penggeledahan telah dilakukan sesuai prosedur hukum dengan melibatkan aparat lingkungan setempat.

“Saat dilakukan upaya penangkapan dan penggeledahan, tersangka MF alias P berada sendirian di rumah. Penyidik juga telah berkoordinasi dengan ketua RT dan RW setempat serta memberitahukan kepada keluarga melalui video call yang disertai bukti tangkapan layar,” jelas Kombes Pol Jules Abast, Senin (29/9).

Setelah ditangkap, MF alias P langsung dibawa ke Polda Jawa Timur untuk pemeriksaan lebih lanjut. Ia juga telah mendapatkan pendampingan hukum dari YLBHI Surabaya, serta didampingi adik kandungnya saat tiba di Polda Jatim.

Sebelum dilakukan penangkapan, penyidik Ditreskrimum Polda Jatim telah melakukan gelar perkara dan menetapkan MF alias P sebagai tersangka. Penetapan ini dilakukan karena adanya bukti kuat keterlibatan tersangka dalam tindak pidana penghasutan yang mengarah pada kekerasan dan pembakaran fasilitas publik.

“Tersangka MF alias P berperan aktif berkomunikasi dengan tersangka SA untuk melakukan penghasutan terhadap masyarakat agar melakukan perbuatan melawan hukum, seperti penyerangan dan pembakaran sejumlah fasilitas di Kediri,” ujar Kombes Pol Jules Abast.

Peran MF alias P diduga terkait langsung dengan peristiwa unjuk rasa anarkis pada 30 Agustus 2025 di Kediri, termasuk pembakaran Kantor Polres Kediri Kota, penyerangan Kantor DPRD Kota Kediri, serta pelemparan molotov ke pos polisi dan fasilitas publik lainnya.

Atas perbuatannya, MF alias P dijerat dengan Pasal 160 KUHP junto Pasal 187 KUHP, junto Pasal 170 KUHP, junto Pasal 55 KUHP tentang penghasutan untuk melakukan kekerasan terhadap orang atau barang serta pembakaran.

Dari hasil penggeledahan, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa handphone, MacBook, tablet Huawei, lima kartu ATM, satu buku tabungan BCA, serta beberapa buku bacaan milik tersangka.

“Barang bukti utama berupa perangkat elektronik dan dokumen keuangan sudah diamankan. Sementara buku-buku yang tidak berkaitan langsung dengan perkara akan dikembalikan kepada tersangka atau keluarga,” terang Kombes Pol Jules Abast.

Penyidik Polda Jawa Timur saat ini masih mendalami kemungkinan adanya afiliasi kelompok lain atau pihak penyandang dana yang terlibat dalam aksi anarkis tersebut.

“Kami terus mendalami jaringan tersangka, termasuk hubungan dan komunikasi dengan SA serta potensi dukungan dari pihak lain. Hasil pendalaman akan kami sampaikan lebih lanjut,” tutup Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Jules Abast.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/vs

Posko Penanganan Korban Musala Roboh di Ponpes Al Khoziny Didirikan

Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast. (Dok. Bid Humas Polda Jatim)

Sidoarjo, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Dalam upaya penanganan dan evakuasi korban robohnya musala  di Ponpes Al Khoziny, Tim Gabungan Polri, Basarnas dan BPBD Jatim mendirikan posko tidak jauh dari pondok pesantren. Hal tersebut disampaikan langsung Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, dalam keterangannya di Mapolda pada Senin (29/9/2025).

Kami sudah mendirikan posko tim gabungan untuk mendukung jalannya evakuasi, ujarnya.

Jules menjelaskan bahwa posko gabungan yang bertempat tidak jauh dengan Ponpes Al Khoziny. Selain itu ada juga posko kesehatan untuk bisa melakukan pemeriksaan dan pengecekan apabila ada keluarganya yang mengalami sakit ataupun ditemukan korban yang perlu perawatan.

Lebih lanjut, Jules memastikan bahwa evakuasi akan terus dilanjutkan hingga benar-benar tidak ada lagi korban yang terjebak. Pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan pengurus pondok untuk memastikan data jumlah santri yang belum ditemukan.

Kami juga bersama stakeholder terkait terus melakukan komunikasi dengan pihak-pihak termasuk dengan pihak ponpes untuk mengetahui berapa pastinya jumlah korban yang masih korban atau dimungkinkan berada di reruntuhan, jelasnya.

Jules berharap, jika masih ada korban di reruntuhan bisa segera dilakuka proses evakuasi, sehingga bisa dilakukan pertolongan secepatnya.

Sebelumnya, bangunan Musala Pondok Pesantren Al Khoziny, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo, mengalami runtuh dari atas lantai 4 yang sedang dilakukan pengecoran, pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.00 WIB.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/ag

Bangunan Ponpes Al Khoziny Roboh, Tim Gabungan Fokus Penyelamatan Korban

Pascarobohnya bangunan di lingkungan Pondok Pesantren Al Khoziyn, Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) sore. (Dokumentasi Bid Humas Polda Jatim)

Sidoarjo, JAWA TIMUR – Polda Jawa Timur menegaskan bahwa upaya evakuasi dan penyelamatan korban menjadi prioritas utama pascarobohnya bangunan di lingkungan Pondok Pesantren Al Khoziyn, Buduran, Sidoarjo, pada Senin (29/9/2025) sore.

Dalam keterangannya di Mapolda pada Senin (29/9) malam, Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menjelaskan bahwa hingga malam ini petugas kepolisian bersama tim gabungan masih berada di lokasi.

Kombes Jules menegaskan bahwa pihaknya tetap fokus pada proses evakuasi. Ia menyatakan bahwa evakuasi dan penyelamatan korban merupakan hal yang sangat penting karena mengutamakan sisi kemanusiaan. Pernyataan ini disampaikan pada Senin malam.

Lebih lanjut, Kombes Jules menjelaskan bahwa Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Polda Jatim telah menyiapkan posko di lokasi kejadian. Posko tersebut mulai beroperasi sejak malam hari guna melakukan identifikasi korban apabila diperlukan.

“Tim DVI kita sudah membentuk posko di lokasi, dan nanti akan melakukan proses identifikasi, baik melalui pengumpulan data antemortem maupun postmortem,” jelasnya.

Mengenai jumlah korban yang masih terjebak, Kombes Jules mengakui bahwa pihaknya belum dapat memastikan secara rinci. Saat ini, komunikasi intensif terus dilakukan dengan pihak pengelola pesantren untuk mengetahui jumlah pasti santri maupun pihak lain yang berada di dalam bangunan saat peristiwa terjadi.

Kita belum merinci secara jelas jumlah korban, namun proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan. Kami sudah mendirikan posko tim gabungan untuk mendukung jalannya evakuasi, pungkasnya.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/ag

Kapolri Jelaskan Pentingnya Jaga Kamtibmas, Singgung Dampak Kerusuhan pada Perekonomian Nasional

Kapolri dalam dialog publik di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025). (Dok. Div Humas Polri)

JAKARTA – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) demi mendukung iklim investasi dan pembangunan nasional. Pesan itu ia sampaikan dalam dialog publik di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025).

“Kita harus menjaga stabilitas Kamtibmas sehingga iklim investasi tetap kondusif serta pertumbuhan pembangunan nasional dapat terus berjalan dengan optimal untuk mencapai tujuan mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ujar Kapolri.

Jenderal Sigit menyinggung kerusuhan yang terjadi di sejumlah daerah pada akhir Agustus hingga awal September lalu. Menurutnya, peristiwa itu berdampak langsung terhadap stabilitas kamtibmas dan perekonomian nasional.

“Kerusuhan yang terjadi pada akhir bulan Agustus hingga awal bulan September kemarin tentunya berdampak pada instabilitas Kamtibmas dan dapat mengganggu perekonomian nasional, termasuk timbulnya kekhawatiran kalangan investor yang akan berinvestasi di Indonesia,” lanjutnya.

Ia menyebutkan kerusuhan tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian material seperti rusaknya fasilitas publik, gedung DPR, dan markas Polri di berbagai daerah, tetapi juga korban jiwa serta dampak imaterial berupa rasa takut, kekhawatiran, dan trauma di masyarakat.

“Untuk itu, penting bagi kita memastikan bahwa kebebasan berpendapat dijalankan secara tertib, damai, dan bertanggung jawab. Ruang demokrasi harus tetap hidup, namun tidak boleh menjadi celah bagi tindakan yang menghambat kemajuan bangsa,” tegas Kapolri.

Mantan Kabareskrim ini juga menegaskan penyampaian pendapat di muka umum merupakan hak konstitusional masyarakat yang dijamin undang-undang. Namun, ia mengingatkan agar hak tersebut tidak menimbulkan dampak negatif.

“Seiring dengan hak yang dijamin oleh negara, kewajiban dalam menyampaikan pendapat juga perlu untuk dipahami sehingga tidak melanggar ketentuan hukum dan membawa dampak negatif bagi kepentingan umum lainnya,” ucapnya.

Kapolri memastikan kehadiran Polri dalam aksi unjuk rasa bukan untuk membatasi penyampaian pendapat, melainkan menjamin keamanan dan kenyamanan bersama.

“Pada kegiatan aksi unjuk rasa yang tertib, Polri selalu berupaya mengedepankan pelayanan dan menghadirkan pendekatan pengamanan yang humanis. Pendekatan ini menempatkan dialog dan komunikasi bersama stakeholder terkait untuk mau bersama-sama mendengarkan aspirasi yang disampaikan,” jelas Jenderal Sigit.

Meski begitu, ia mengakui ada demonstrasi yang ditunggangi perusuh sehingga berubah menjadi anarkis. Dalam kondisi itu, Polri tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam penanganannya.

“Selanjutnya, terhadap setiap pelanggaran hukum seperti perusakan fasilitas umum, penjarahan, maupun tindak pidana lainnya, Polri harus melaksanakan aturan dan ketentuan yang berlaku melalui proses penegakan hukum yang profesional, akuntabel, dan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia,” sambungnya.

Jenderal Sigit menambahkan pendekatan represif adalah langkah terakhir. Polri, kata dia, mengutamakan pendekatan restoratif, terutama bila melibatkan anak berhadapan dengan hukum.

“Upaya ini bertujuan agar penyelesaian perkara tidak hanya berorientasi pada penghukuman, tetapi juga menekankan pada pemulihan, pembinaan, serta perlindungan masa depan anak,” ujarnya.

“Sedangkan upaya represif adalah langkah terakhir, yaitu ultimum remedium apabila pendekatan persuasif dan restoratif tidak lagi dapat dilakukan. Karena ini merupakan bagian dari tugas Polri dalam memelihara kamtibmas serta memberikan jaminan keamanan bagi masyarakat lain,” tutup Kapolri.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Bukan Batasi untuk Pendapat, Kapolri Tegaskan Kehadiran Polisi Kawal Demokrasi

JAKARTA – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa kehadiran polisi di lokasi demonstrasi bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban, bukan membatasi kebebasan berpendapat masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Sigit melalui sambutan video dalam dialog publik bertema “Penyampaian Pendapat di Muka Umum: Hak dan Kewajiban, Tindakan Anarkistis Menjadi Tanggung Jawab Hukum” yang digelar di PTIK, Jakarta Selatan, Senin (29/9/2025).

Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber seperti akademisi Franz Magnis Suseno, Rocky Gerung, Direktur Amnesty International Usman Hamid, anggota Kompolnas Choriul Anam, serta perwakilan KontraS Dimas Bagus.

“Kehadiran Polri bukan untuk membatasi, melainkan untuk menjamin agar kegiatan tersebut dapat dijalankan secara aman, tertib dan tidak mengganggu hak warga negara lainnya,” kata Sigit.

Ia menekankan Polri kini mengedepankan pendekatan pelayanan dan humanis dalam pengamanan demonstrasi. Pendemo juga diupayakan dapat berdialog dengan pemangku kepentingan terkait.

“Pendekatan ini menempatkan dialog dan komunikasi bersama stakeholder terkait untuk mau bersama-sama mendengarkan aspirasi yang disampaikan,” jelasnya.

Namun demikian, Sigit mengingatkan adanya potensi penyusupan yang bisa memicu kericuhan.

“Di sisi lain, realita dinamika di lapangan menunjukkan bahwa beberapa kegiatan penyampaian pendapat tidak hanya diikuti oleh pengunjuk rasa, tetapi juga ditumpangi oleh perusuh yang membuat kegiatan bergeser menjadi tindakan yang kontraproduktif yang berdampak pada tindakan anarkis, kerusuhan, dan korban jiwa,” ujarnya.

Kapolri memastikan jajaran Polri akan merespons sesuai prosedur demi meminimalkan dampak kericuhan dan tetap menjunjung tinggi hak asasi manusia.

“Dalam menghadapi situasi tersebut, Polri senang bisa hadir untuk melindungi hak-hak masyarakat lain yang terganggu dengan tetap menjunjung tinggi HAM. Polri telah memiliki serangkaian SOP dalam penanganan unjuk rasa,” kata dia.

Melalui forum ini, Sigit berharap lahir gagasan konstruktif untuk meningkatkan profesionalisme kepolisian dalam penanganan aksi massa sekaligus menjaga ruang demokrasi. “Semoga forum diskusi ini dapat menjadi wadah strategis untuk merumuskan gagasan-gagasan konstruktif guna mewujudkan Polri yang lebih profesional dan dekat dengan masyarakat, serta adaptif dalam upaya memelihara stabilitas kamtibmas negeri,” ungkapnya.

“Khususnya dalam menjaga dan mewujudkan ruang demokrasi yang menjadi hak warga negara, sehingga suara kritis dapat terus disampaikan dalam rangka check and balances sebagai alat kontrol,” sambung dia

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Kapolri Pimpin Sertijab Kabaintelkam dan Dankor Brimob Polri

Sertijab jabatan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) serta Komandan Korps Brimob (Dankor Brimob) Polri. (Dok. Div Humas Polri)

JAKARTA – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) di Rupattama Mabes Polri, Selasa (30/9/2025). Sertijab ini meliputi jabatan Kepala Badan Intelijen dan Keamanan (Kabaintelkam) serta Komandan Korps Brimob (Dankor Brimob) Polri.

Dalam kesempatan itu, Irjen Pol Yuda Gustawan resmi menjabat sebagai Kabaintelkam Polri menggantikan Komjen Pol Dr. Akhmad Wiyagus, yang memasuki masa purna pengabdian setelah menorehkan rekam jejak penuh dedikasi dan integritas kepada bangsa dan negara. Posisi Wakabaintelkam kemudian diisi oleh Brigjen Pol Nanang Rudi Supriatna, yang sebelumnya bertugas di jajaran Baintelkam.

Sementara itu, jabatan Dankor Brimob kini diemban oleh Irjen Pol Ramdani Hidayat, yang sebelumnya menjabat Wakil Dankorbrimob. Ia menggantikan Komjen Pol Imam Widodo, yang juga memasuki masa purna tugas dengan catatan pengabdian panjang dalam menjaga stabilitas keamanan serta membesarkan Korps Brimob Polri. Adapun jabatan Wakil Dankorbrimob yang kosong selanjutnya ditempati oleh Brigjen Pol Reza Arief Dewanto.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan bahwa mutasi dan sertijab di lingkungan Polri bukan hanya bentuk regenerasi kepemimpinan, tetapi juga penghormatan kepada para perwira tinggi yang telah menuntaskan masa pengabdiannya.

“Polri memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pejabat yang memasuki masa purna tugas. Dedikasi dan integritas yang diberikan selama bertahun-tahun menjadi teladan bagi generasi penerus di institusi ini,” ujar Irjen Pol Sandi Nugroho.

Lebih lanjut, Sandi menekankan bahwa pejabat baru di jajaran Intelkam dan Brimob diharapkan segera beradaptasi dengan dinamika tantangan tugas yang kian kompleks.

“Ke depan, tantangan kontemporer yang dihadapi semakin dinamis, mulai dari perkembangan teknologi, kejahatan transnasional, hingga potensi ancaman terhadap keamanan dalam negeri. Oleh karena itu, pejabat baru diharapkan mampu menghadirkan strategi yang adaptif, responsif, serta tetap berorientasi pada pelayanan masyarakat,” tutupnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Produksi Jagung Naik 2,7 Juta Ton, Mentan Apresiasi Polri Atas Panen Raya Kuartal III

(Dok. Div Humas Polri)

OKU Timur, SUMSEL – Maspolin.id||  Menteri Pertanian Andi Amran Nasution mengapresiasi kontribusi Polri yang dinilai berperan besar dalam peningkatan signifikan produksi jagung nasional pada kuartal III 2025. Andi Amran menyebut kolaborasi Polri dengan petani di lapangan mampu mendorong lonjakan hasil panen hingga menambah pendapatan petani secara nasional.

“Terima kasih Pak Kapolri, produksi kita meningkat 2,7 juta ton, setara dengan Rp15 triliun peningkatan pendapatan petani di seluruh Indonesia. Ini berkat dukungan Kapolri dan jajaran Kapolda di seluruh Indonesia,” ujar Amran dalam Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III di Kabupaten OKU Timur, Sumatra Selatan, Sabtu (27/9/2025).

Amran menilai kehadiran Polri tak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga turut mendampingi proses penanaman hingga pemasaran ke Bulog.

“Polri turun langsung mendampingi proses panen, mengawal distribusi, dan memastikan harga tetap stabil. Ini bentuk sinergi nyata untuk ketahanan pangan,” tambahnya.

Panen Raya Jagung Serentak Kuartal III 2025 yang digelar di OKU Timur menandai keberhasilan pengelolaan lahan jagung seluas 166.512 hektare di berbagai wilayah. Sepanjang Juli hingga September, total hasil panen mencapai lebih dari 751 ribu ton, menambah akumulasi produksi nasional yang sejak awal tahun telah menembus 2,8 juta ton.

Sebagai tindak lanjut, Polri bersama Bulog melepas pendistribusian (flag off) jagung hasil panen serentak. Secara nasional, potensi jagung yang disalurkan mencapai 1.765 ton, dengan 614 ton berasal dari Sumatra Selatan, termasuk 100 ton dari OKU Timur.

Komitmen Polri yang berperan dalam pendampingan hingga distribusi jagung ini diharapkan dapat menjaga ketersediaan stok pangan nasional dan memperkuat kesejahteraan petani di berbagai daerah.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sc

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

HUT Ke-24 Propam Polri, Bidpropam Korbrimob Gelar Bakti Sosial, Bersihkan Rumah...

Depok, JAWA BARAT - Maspolin.id|| Dalam rangka memperingati Hari Jadi Propam Polri ke-24, Bidpropam Korbrimob Polri menggelar kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian dan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.