Kakorlantas Tegaskan Isu Kenaikan Denda Tilang 150 Persen adalah Hoaks

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Wibowo

KORLANTAS POLRI – Maspolin.id|| Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menegaskan bahwa informasi yang beredar di media sosial terkait pemberlakuan kembali tilang manual secara menyeluruh dan kenaikan denda tilang sebesar 150 persen tidak benar. Klarifikasi tersebut disampaikan menyusul maraknya unggahan yang mengatasnamakan Kapolri dan mencatut nama sejumlah tokoh nasional untuk meyakinkan masyarakat.

Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri Irjen Pol. Wibowo memastikan hingga saat ini tidak ada kebijakan baru sebagaimana yang beredar dalam narasi tersebut. Menurutnya, sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) tetap menjadi prioritas dalam penegakan hukum lalu lintas di Indonesia.

“Kebijakan penegakan hukum lalu lintas hingga saat ini tetap mengedepankan sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE), baik ETLE statis maupun ETLE mobile. Informasi yang menyebutkan adanya kebijakan pemberlakuan kembali tilang manual secara menyeluruh maupun kenaikan denda tilang sebesar 150 persen adalah informasi yang tidak benar,” tegas Irjen Pol. Wibowo.

Ia menjelaskan, Polri terus mengembangkan penegakan hukum berbasis teknologi melalui ETLE. Langkah tersebut dilakukan untuk menciptakan proses penindakan yang objektif, transparan, dan akuntabel.

Meski demikian, petugas di lapangan tetap memiliki kewenangan melakukan penindakan manual dalam kondisi tertentu. Penindakan tersebut diterapkan secara selektif dan situasional, sehingga tidak menggantikan peran ETLE sebagai metode utama penegakan hukum.

“Penindakan secara manual hanya dilakukan secara terbatas terhadap pelanggaran lalu lintas yang kasat mata dan berpotensi menimbulkan fatalitas maupun membahayakan pengguna jalan lainnya,” ujarnya.

Pelanggaran yang dapat ditindak secara langsung meliputi penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis atau knalpot brong, aksi balap liar, melawan arus, serta perilaku berkendara secara ugal-ugalan yang membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Kakorlantas kembali menegaskan bahwa tidak ada perubahan kebijakan yang mengesampingkan ETLE. Penindakan manual hanya dilakukan untuk menjangkau pelanggaran tertentu yang belum dapat terdeteksi oleh sistem elektronik, sehingga keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Selain itu, Korlantas Polri mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar tanpa verifikasi. Masyarakat juga diminta memastikan setiap informasi berasal dari kanal resmi sebelum membagikannya kepada orang lain.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bijak dalam menggunakan media sosial. Pastikan setiap informasi yang diterima berasal dari sumber resmi kami, melalui NTMC Korlantas, sehingga tidak ikut menyebarkan informasi yang menyesatkan dan belum tentu benar,” tandas Irjen Pol. Wibowo.

Korlantas Polri berkomitmen mempertahankan penegakan hukum lalu lintas yang profesional, modern, transparan, dan berkeadilan. Upaya tersebut menjadi bagian dari mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas di seluruh wilayah Indonesia.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/pr

Andre Fernando Alias The Doctor Bandar Narkoba, Resmi Dilimpahkan ke Kejaksaan

Bareskrim Polri resmi melimpahkan tersangka bandar narkoba Andre Fernando Tjhandra alias Charlie alias The Doctor (32) beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri resmi melimpahkan tersangka bandar narkoba Andre Fernando Tjhandra alias Charlie alias The Doctor (32) beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan. Pelimpahan tahap II tersebut dilaksanakan pada Senin (4/8/2026) dan berlangsung dengan aman serta lancar.

Kasubdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri Kombes Pol. Handik Zusen menjelaskan, proses penyerahan tersangka dan barang bukti dilakukan oleh Unit V Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri kepada JPU Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan dengan didampingi penasihat hukum tersangka.

“Pada hari Senin, 4 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB sampai dengan selesai, telah dilaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti atau tahap II terhadap tersangka Andre Fernando Tjhandra alias Charlie alias The Doctor bin Tan Bun Sing,” ujar Handik dalam keterangannya, Rabu (5/8/2026).

Ia menambahkan, seluruh rangkaian proses pelimpahan berjalan tertib sesuai prosedur.

“Adapun proses pelimpahan satu orang tersangka beserta barang bukti kepada Jaksa Penuntut Umum secara keseluruhan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar,” tegasnya.

Adapun barang bukti yang diserahkan meliputi satu lembar boarding pass pesawat Batik Air atas nama Tjhandra/Andre, satu paspor Republik Indonesia atas nama Andre Fernando Tjhandra, serta dua unit telepon seluler, masing-masing iPhone 17 Pro Max berwarna biru dan iPhone Air berwarna hitam.

Sebelumnya, Andre Fernando Tjhandra berhasil ditangkap di Penang, Malaysia, pada Minggu (5/4/2026) sekitar pukul 14.30 waktu setempat. Penangkapan dilakukan setelah Interpol berhasil melacak keberadaan tersangka di sebuah hotel di Penang. Saat diamankan, Andre diketahui berada di dalam kamar bersama seorang perempuan warga negara Kazakhstan.

Penangkapan tersebut merupakan hasil kerja sama antara Dittipidnarkoba Bareskrim Polri, Divisi Hubungan Internasional (Divhubinter) Polri, dan Interpol yang telah berlangsung sejak 5 Maret 2026. Sebelumnya, tersangka sempat lolos dalam upaya penangkapan di Kuala Lumpur, Malaysia.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menjelaskan bahwa operasi pencarian dilakukan secara intensif melalui koordinasi dengan Interpol hingga akhirnya keberadaan tersangka berhasil diketahui.

“Tim gabungan Dittipidnarkoba Bareskrim Polri dan Jatranin Divhubinter Polri telah melakukan kerja sama dengan Interpol sejak tanggal 5 Maret 2026 dalam rangka operasi pencarian keberadaan dan penangkapan DPO atas nama Andre Fernando alias The Doctor,” ujar Eko dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).

Eko menyebutkan, Andre Fernando diduga merupakan pemasok narkotika bagi jaringan Erwin Iskandar di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), serta terhubung dengan jaringan peredaran narkotika Whiterabit. Setelah menjadi buronan, tersangka diduga melarikan diri ke Malaysia sebelum akhirnya berhasil diamankan melalui kerja sama internasional.

Dengan telah dilaksanakannya pelimpahan tahap II, proses penegakan hukum terhadap tersangka selanjutnya akan memasuki tahap persidangan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

71 Taruni Akpol Perkuat Pembentukan Karakter Siswa Sekolah Rakyat

AKPOL – Maspolin.id|| Di balik pengabdian lebih dari 1.000 Taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian dalam Program Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Tahun 2026, terdapat 71 Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) yang turut mengambil peran penting dalam mendampingi para siswa. Bersama 372 Taruna Akpol yang diterjunkan Polri ke 73 Sekolah Rakyat di 29 Subsatuan Taruna (Subsattar), para taruni hadir untuk memperkuat pembentukan karakter generasi muda melalui keteladanan, kepemimpinan, dan pendekatan yang humanis.

Program Taruna Bhakti merupakan kolaborasi Kementerian Sosial RI, Akademi TNI, dan Akademi Kepolisian yang dilaksanakan selama lima hari, 1–5 Agustus 2026, bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Melalui program ini, para taruna mendampingi siswa baru untuk mengenal kehidupan berasrama, membangun disiplin, kepemimpinan, semangat kebangsaan, serta kebiasaan hidup yang mandiri dan bertanggung jawab.

Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, S.I.K., mengatakan kehadiran Taruni Akpol merupakan implementasi nyata arahan Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, yang saat melepas Program Taruna Bhakti pada 1 Agustus 2026 meminta seluruh taruna menjadi role model dan kakak asuh bagi siswa Sekolah Rakyat.

“Pesan Bapak Menteri Sosial sangat jelas, para taruna harus menjadi teladan yang membimbing dengan empati dan keteladanan. Polri menerjemahkan arahan tersebut melalui kehadiran 372 Taruna Akpol, termasuk 71 Taruni Akpol yang bergabung bersama Taruna Akademi TNI. Kehadiran para taruni semakin memperkaya proses pendampingan karena membawa nilai kepemimpinan, kepedulian, komunikasi yang hangat, serta semangat pengabdian yang dapat menginspirasi seluruh siswa,” ujar Brigjen Pol. Trunoyudo.

Menurutnya, para Taruni Akpol memiliki pengalaman yang sama dalam menjalani pendidikan yang disiplin dan kehidupan berasrama sebagai calon perwira Polri. Pengalaman tersebut menjadi bekal berharga untuk membantu para siswa beradaptasi dengan lingkungan baru, menghadapi tantangan, serta membangun rasa percaya diri sejak hari pertama memasuki Sekolah Rakyat.

Selama lima hari pendampingan, Taruna Akpol bersama Taruna Akademi TNI berperan sebagai kakak asuh, mentor, dan teladan. Mereka membimbing para siswa melalui pengenalan tata tertib sekolah dan kehidupan berasrama, pembiasaan bangun pagi dan manajemen waktu, penataan kamar dan kerapian tempat tidur, pembiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan, pelatihan baris-berbaris, pembinaan kepemimpinan, kerja sama dan gotong royong, penguatan wawasan kebangsaan, kegiatan kepramukaan, pembinaan karakter dan kepribadian, penguatan nilai-nilai keagamaan, hingga memberikan motivasi agar siswa tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, berintegritas, dan bertanggung jawab.

Kehadiran 71 Taruni Akpol juga memperkuat pendekatan yang inklusif dalam proses pendampingan. Bersama para taruna lainnya, mereka memastikan seluruh siswa memperoleh ruang belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai, sejalan dengan penekanan Menteri Sosial agar pelaksanaan Program Taruna Bhakti terbebas dari perundungan, kekerasan fisik maupun seksual, serta intoleransi.

“Yang kami bangun bukan hanya kedisiplinan, tetapi juga karakter. Taruni Akpol bersama Taruna Akpol lainnya hadir sebagai kakak yang menginspirasi, membimbing, dan mendengarkan. Kami ingin setiap siswa merasakan bahwa mereka didampingi untuk tumbuh menjadi generasi yang percaya diri, berkarakter, serta memiliki semangat untuk menggapai cita-cita. Itulah makna pengabdian Polri melalui Program Taruna Bhakti,” tutup Brigjen Pol. Trunoyudo.

Dalam Program Taruna Bhakti Tahun 2026, Polri mengerahkan 372 Taruna Akpol yang didukung 110 personel pendamping (Paping) terdiri atas 23 Perwira Menengah, 77 Perwira Pertama, dan 10 Bintara, sehingga total personel Polri yang terlibat mencapai 482 personel. Kehadiran mereka menjadi bagian dari sinergi nasional bersama lebih dari 1.000 taruna Akademi TNI dan Akademi Kepolisian untuk mendukung Program Sekolah Rakyat sebagai investasi pembangunan karakter generasi penerus menuju Indonesia Emas 2045.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Mobil Klinik Hewan Keliling Sudah Layani 226 Hewan di Jaksel

Mobil Klinik Hewan Keliling Sudah Layani 226 Hewan di Jaksel

JAKARTA – Maspolin.id|| Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan mencatat Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta (KHKJ) telah melayani 226 ekor hewan mulai dari kucing hingga domba.

Kepala Seksi Peternakan dan Kesehatan Hewan Sudin KPKP Jakarta Selatan, Irawati Harry Artharini mengatakan, tujuan dari hadirnya Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta untuk mendekatkan akses layanan kesehatan hewan langsung ke lingkungan warga.

“Untuk layanan yang diberikan, ada pemeriksaan kesehatan hewan dasar,”

“Untuk layanan yang diberikan, ada pemeriksaan kesehatan hewan dasar, pencegahan penyakit menular, layanan ultrasonografi (USG), pemeriksaan darah dan lain sebagainya,” ujarnya, Rabu (5/8).

Irawati merinci, ratusan hewan tersebut terdiri dari 198 ekor kucing, 23 ekor anjing, satu ekor domba, dua ekor kelinci, dan dua hewan eksotis.

Ia menuturkan, pihaknya berharap bisa menjangkau seluruh kelurahan yang ada di Jakarta Selatan. Namun, pelayanan Mobil Klinik Hewan Keliling kadang terkendala akses jangkauan.

“Tapi karena tidak semua lokasi mempunyai akses yang memadai untuk Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta, maka nantinya pasien bisa memilih lokasi terdeket dari rumahnya,” ucapnya.

Menurut Irawati, antusiasme warga terbilang tinggi hingga Sudin KPKP Jakarta Selatan perlu memetakan potensi permintaan pelayanan mobil keliling tersebut.

Nantinya, wilayah yang memiliki antusiasme tinggi akan diberikan pelayanan selama dua hari.

“Kelurahan di Jakarta Selatan yang antusiasme tinggi terhadap mobil klinik hewan keliling yakni Menteng Dalam dan Guntur,” katanya.

Irawati manambahkan, dengan kehadiran layanan di tengah permukiman, tentunya akan memudahkan warga memperoleh pemeriksaan dan penanganan kesehatan bagi hewan peliharaan mereka tanpa harus datang ke fasilitas kesehatan hewan yang lokasinya lebih jauh.

Sehingga, lanjut Irawati, penanganan atau tindakan terhadap hewan yang sakit atau ada masalah kesehatan bisa dilakukan dengan cepat. Maka, kesehatan hewan tetap terpenuhi dan terjaga.

“Kalau ingin mengetahui lokasi Mobil Klinik Hewan Keliling Jakarta, bisa melihat di instagram kami. Yuk mari bawa hewan kesayangan untuk dicek kesehatannya. Hewan sehat, kita pun ikut sehat,” tandasnya.

 

Pemprov DKI

bjak/mpl/ma

Kapolres Bondowoso Kawal Langsung Evakuasi 2 Korban MD Gunung Piramid pada Medan Ekstrem

Bondowoso, JAWA TIMUR – Maspolin.id||  Di tengah medan terjal dan cuaca yang tak bersahabat, sebuah operasi kemanusiaan di jalur pendakian Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, berhasil dituntaskan dengan penuh kehati-hatian dan koordinasi yang solid. Di bawah komando langsung Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, S.H., S.I.K., M.M., proses pencarian hingga evakuasi korban hilang berjalan efektif sejak hari pertama, dengan ditemukannya dua korban dalam kondisi meninggal dunia.

Namun, upaya evakuasi tidak dapat segera dilakukan lantaran kondisi alam yang sangat ekstrem. Kabut tebal yang menyelimuti kawasan pegunungan, ditambah menurunnya visibilitas menjelang malam, membuat jalur pendakian tidak aman untuk dilalui. Dengan mengedepankan keselamatan personel, proses evakuasi kemudian ditunda dan dilanjutkan pada hari berikutnya.

Pada Rabu, 5 Agustus 2026, sejak pukul 06.50 WIB, AKBP Aryo Dwi Wibowo memimpin langsung Apel Gabungan Evakuasi di Posko Pencarian Gunung Piramid. Apel tersebut menjadi titik awal pelaksanaan evakuasi dua jenazah yang melibatkan kekuatan gabungan TNI, Polri, BPBD, Basarnas, serta unsur relawan.

Hadir dalam apel tersebut Wakapolres Bondowoso Kompol I Gede Suartika, Kabag Ops Polres Bondowoso Kompol Nanang Sugiyono, Kepala Pelaksana BPBD Bondowoso Kristianto Putro Prasojo, Koordinator Tim Operasi SAR Pos SAR Jember Jefry S, Danki 3 Batalyon B Satbrimobda Jatim AKP Hariyanto, Kasat Narkoba Polres Bondowoso AKP Deky Julkarnaen, Kapolsek Curahdami AKP Muktamar, Danramil Curahdami Kapten Inf Heri Purwanto, Camat Curahdami Guruh Purnama, beserta personel gabungan dari berbagai instansi.

Operasi evakuasi melibatkan dua regu Kompi 3 Yon B Satbrimobda Jawa Timur, 25 personel Polres Bondowoso, 20 personel Kodim 0822 Bondowoso, serta satu regu Basarnas Pos SAR Jember.

Dalam arahannya, Kapolres Bondowoso mengatur strategi penempatan personel secara terukur. Posko utama dipimpin Kabag Ops Polres Bondowoso bersama personel Polsek Curahdami, sementara personel TNI dan Polri ditempatkan di Pos 2 serta sejumlah titik rawan di jalur pendakian untuk memperkuat jalur pengamanan dan mempercepat proses evakuasi. Setelah apel selesai, seluruh personel bergerak menuju titik tugas sesuai rencana operasi.

Koordinator Tim Operasi SAR Pos SAR Jember, Jefry S, menjelaskan bahwa kedua jenazah telah dikemas sesuai prosedur sehingga siap dievakuasi menggunakan tandu. Proses pengangkutan dilakukan dengan sistem estafet oleh personel gabungan, dimulai dari jenazah pertama, kemudian dilanjutkan jenazah kedua setelah kondisi dinyatakan aman.

Seluruh tahapan evakuasi berlangsung di bawah kendali dan koordinasi langsung Kapolres Bondowoso sehingga setiap pergerakan personel berjalan tertib, terukur, dan mengedepankan faktor keselamatan.

Sebelum pelaksanaan evakuasi, Polsek Curahdami lebih dahulu melakukan koordinasi intensif dengan Muspika Curahdami, BPBD, Basarnas, serta para relawan. Pengumpulan informasi dan pemantauan perkembangan pencarian dipimpin langsung Kapolsek Curahdami AKP Muktamar bersama jajaran anggotanya sehingga seluruh unsur memiliki data dan strategi yang sama di lapangan.

Keberhasilan menemukan korban pada hari pertama menjadi bukti nyata efektivitas koordinasi yang dibangun sejak awal operasi. Meski evakuasi baru dapat dilaksanakan keesokan harinya akibat cuaca ekstrem dan kabut pekat yang membahayakan keselamatan petugas, seluruh proses akhirnya dapat dituntaskan dengan baik berkat kepemimpinan yang cepat, tepat, dan penuh perhitungan dari AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Dalam arahannya, Kapolres Bondowoso mengatur strategi penempatan personel secara terukur. Posko utama dipimpin Kabag Ops Polres Bondowoso bersama personel Polsek Curahdami, sementara personel TNI dan Polri ditempatkan di Pos 2 serta sejumlah titik rawan di jalur pendakian untuk memperkuat pengamanan dan mempercepat proses evakuasi. Usai apel, seluruh personel langsung bergerak menuju titik tugas sesuai rencana operasi.

Koordinator Tim Operasi SAR Pos SAR Jember, Jefry S, menjelaskan bahwa kedua jenazah telah dikemas sesuai prosedur sehingga siap dievakuasi menggunakan tandu. Proses pengangkutan dilakukan secara estafet oleh personel gabungan, dimulai dari jenazah pertama, kemudian dilanjutkan jenazah kedua setelah kondisi dinyatakan aman.

Seluruh rangkaian evakuasi berlangsung di bawah kendali langsung Kapolres Bondowoso, sehingga setiap pergerakan personel dapat berjalan tertib, terukur, dan tetap mengutamakan keselamatan.

Sebelum pelaksanaan evakuasi, Polsek Curahdami lebih dahulu melakukan koordinasi intensif dengan Muspika Curahdami, BPBD, Basarnas, serta para relawan. Pengumpulan data dan pemantauan perkembangan pencarian dipimpin langsung Kapolsek Curahdami AKP Muktamar bersama jajaran, sehingga seluruh unsur memiliki kesamaan informasi dan strategi di lapangan.

Keberhasilan penemuan korban pada hari pertama menjadi bukti efektivitas koordinasi sejak awal operasi. Meski evakuasi baru dapat dilaksanakan keesokan harinya akibat cuaca ekstrem dan kabut tebal yang membahayakan keselamatan petugas, seluruh proses akhirnya dapat diselesaikan dengan baik berkat kepemimpinan yang cepat, tepat, dan penuh perhitungan dari AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Kapolres Bondowoso, AKBP Dr. Aryo Dwi Wibowo, menegaskan bahwa keselamatan personel menjadi prioritas utama dalam setiap operasi kemanusiaan.

“Pencarian korban adalah tugas kemanusiaan yang harus dilaksanakan dengan maksimal. Alhamdulillah korban berhasil ditemukan pada hari pertama. Namun kami tidak akan mempertaruhkan keselamatan personel karena kondisi cuaca saat itu sangat berisiko. Evakuasi baru kami laksanakan setelah situasi memungkinkan. Terima kasih kepada seluruh personel gabungan, relawan, dan masyarakat yang telah bekerja tanpa mengenal lelah. Sinergi yang solid inilah yang menjadi kekuatan utama dalam setiap misi penyelamatan,” tegas AKBP Aryo Dwi Wibowo.

Keberhasilan operasi ini akan menjadi cerminan kuat bahwa kolaborasi, profesionalisme, dan kepemimpinan yang hadir langsung di tengah personel mampu menjawab tantangan medan yang berat. Di balik medan terjal dan kabut yang menyelimuti Gunung Piramid, semangat kemanusiaan tetap menjadi cahaya yang mengantarkan setiap langkah hingga misi evakuasi berhasil diselesaikan.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/ls

Tim DVI Polda Jatim Kembali Serahkan Jenazah Korban KM Mutiara Sentosa II Asal Sumatera dan Sulawesi kepada Keluarga

SURABAYA, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Tim Disaster Victim Identification (DVI) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Jawa Timur kembali menyerahkan Dua jenazah korban KM Mutiara Sentosa II asal Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan kepada pihak keluarga.

Penyerahan jenazah dilakukan oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Surabaya, Kombes dr Bayu Dharma Shanti kepada keluarga kedua korban di Posko DVI RS Bhayangkara H.S. Samsoeri Mertojoso Surabaya, Selasa sore (4/8/2026).

Hal tersebut seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast di Mapolda Jatim, Rabu (5/8/2026).

“Benar, kemarin sore Tim DVI Polda Jatim telah menyerahkan 2 jenazah korban asal Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan yang meninggal akibat peristiwa KMP Mutiara Sentosa II,” kata Kombes Abast.

Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, jenazah yang diketahui bernama Rino Eka Putra, laki-laki, (48) warga Kampung Dalam No. 84, Jorong Tangah Koto, Sungai Pua, Agam, Sumatera Barat dan jenazah Siti Fatimah, perempuan,(57) warga Jalan Sultan Abudallah II, Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Menurut Kombes Pol Abast kedua jenazah tersebut diantar ambulance RS Bhayangkara Surabaya menuju Bandara Juanda untuk selanjutnya diterbangkan ke daerah asal korban.

“Sudah kita antarkan ke Bandara Juanda selanjutnya diterbangkan pukul 18.00 WIB untuk korban asal Kota Padang dan pukul 21.00 WIB untuk korban asal Kota Makasar,” terang Kombes Abast.

Mewakili keluarga besar Polda Jawa Timur, Kombes Abast menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga atas musibah yang menimpa almarhum Rino Eka Putra dan almarhumah Siti Fatimah.

“Atas nama pribadi dan seluruh keluarga besar Polda Jatim, saya turut berduka cita dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan iman dan ketabahan,” ungkap Kombes Abast.

Dengan demikian lanjut Kombes Abast, Tim DVI Polda Jatim telah menyerahkan 4 jenazah korban yang telah terindentifikasi kepada pihak keluarga masing – masing.

“Sudah 4 jenazah korban dari 5 yang teridentifikasi kita serahkan kepada pihak keluarga, sementara 1 korban asal Kalimantan Tengah masih menunggu keluarganya,” pungkas Kombes Abast.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/vs

Dukung Program Makan Bergizi Gratis, Polda Metro Jaya Panen 82 Kilogram Pakcoy

Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Pol. Sri Satyatama

PMJ – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya kembali memperkuat ketahanan pangan melalui pemanfaatan Green House Hidroponik SPPG Polri Palmerah. Sebanyak 82 kilogram sayur pakcoy berhasil dipanen pada Selasa (4/8/2026) dan langsung didistribusikan sebagai bahan baku menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di SPPG Palmerah Polres Metro Jakarta Barat.

Irwasda Polda Metro Jaya Kombes Pol. Sri Satyatama menjelaskan bahwa kegiatan panen tersebut merupakan bagian dari pengembangan ekosistem rantai pasok bahan baku SPPG yang dikelola secara mandiri guna menjamin ketersediaan bahan pangan yang segar, aman, dan berkualitas bagi operasional Program Makan Bergizi Gratis.

“Melalui Green House Hidroponik ini, kami membangun sistem penyediaan bahan baku yang terintegrasi, mulai dari proses budidaya hingga hasil panen dimanfaatkan langsung untuk kebutuhan SPPG. Dengan demikian, kualitas, kesegaran, dan keberlanjutan pasokan bahan pangan dapat terus terjaga, sekaligus memperkuat kemandirian pangan di lingkungan Polda Metro Jaya,” jelas Kombes Pol. Sri Satyatama.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto menambahkan bahwa pengembangan Green House Hidroponik merupakan salah satu bentuk dukungan Polda Metro Jaya terhadap program prioritas pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan dan menyukseskan Program Makan Bergizi Gratis.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/apl

Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Gagalkan Peredaran Sabu di Tambun Selatan

Kabupaten Bekasi, PMJ – Maspolin.id|| Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi mengungkap dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu di Jalan Kali Baru, Kelurahan Mangunjaya, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Sabtu (1/8/2026) malam.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas mengamankan seorang pria berinisial SH sekitar pukul 21.23 WIB. Penindakan berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan aktivitas transaksi narkotika yang kerap terjadi di wilayah Tambun Selatan.

Menindaklanjuti informasi itu, personel Subnit 3 Unit 2 Satresnarkoba Polres Metro Bekasi melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil menemukan dan mengamankan terduga pelaku.

Saat dilakukan penggeledahan terhadap pelaku dan lokasi, petugas menemukan 38 paket plastik klip berisi sabu, terdiri atas 10 paket berlakban hitam dengan berat bruto sekitar 9 gram dan 28 paket berlakban merah dengan berat bruto sekitar 10 gram. Petugas juga menemukan satu plastik klip besar berisi sabu dengan berat bruto sekitar 46 gram.

Total barang bukti narkotika yang diamankan diperkirakan mencapai sekitar 65 gram bruto.

Selain narkotika, polisi menyita dua unit timbangan digital, satu pak plastik klip kosong, alat isap sabu, lakban merah, dua unit telepon genggam, serta dua unit sepeda motor yang diduga berkaitan dengan aktivitas tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan awal, barang haram tersebut diduga akan diedarkan oleh pelaku. Petugas juga masih mendalami keterangan mengenai asal narkotika yang disebut diperoleh melalui sistem tempel di wilayah Tangerang.

Pelaku beserta seluruh barang bukti kemudian dibawa ke Satresnarkoba Polres Metro Bekasi untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Petugas selanjutnya melengkapi administrasi penyidikan, mengirimkan barang bukti untuk pemeriksaan laboratorium, melakukan tes urine terhadap terduga pelaku, serta berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum.

Polres Metro Bekasi mengapresiasi peran masyarakat yang telah memberikan informasi dan mengajak warga untuk segera melaporkan apabila mengetahui adanya dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika di lingkungannya.

Terduga pelaku masih berstatus tersangka dan berhak memperoleh asas praduga tak bersalah hingga terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Polsek Pondok Aren Ungkap Kasus Penemuan Bayi Perempuan MD di Teras Klinik

PMJ – Maspolin.id|| Polsek Pondok Aren berhasil mengungkap kasus penemuan bayi berjenis kelamin perempuan yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di teras sebuah klinik di wilayah Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren, Kota Tangerang Selatan.

Kapolsek Pondok Aren, Kompol Anne Rose Agrippina Putri, S.I.K., M.M., menjelaskan bahwa saat ditemukan, kondisi bayi sudah dalam keadaan meninggal dunia dengan ari-ari dan tali pusar yang masih lengkap.

“Berawal dari laporan masyarakat, tim Unit Reskrim Polsek Pondok Aren bersama Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Di lokasi, petugas menemukan sesosok bayi perempuan yang tergeletak di teras sebuah klinik di wilayah Pondok Kacang Timur,” ujar Kapolsek.

Setelah menerima laporan, polisi langsung melakukan serangkaian penyelidikan dengan mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta melakukan pendalaman terhadap sejumlah petunjuk yang ditemukan di TKP.

Dari hasil penyelidikan tersebut, petugas berhasil mengidentifikasi dan menemukan seorang perempuan berinisial E (38) yang diduga terkait dengan peristiwa tersebut. Saat ini, yang bersangkutan masih menjalani perawatan medis sehingga belum dapat dimintai keterangan secara menyeluruh.

“Dari hasil penyelidikan, kami telah menemukan terduga pelaku berinisial E, usia 38 tahun, yang saat ini masih dalam perawatan medis,” tambah Kompol Anne.

Berdasarkan keterangan awal yang diperoleh, bayi tersebut diduga merupakan hasil hubungan di luar pernikahan dengan pacarnya. Namun demikian, penyidik masih terus mendalami motif, kronologi lengkap, serta mengumpulkan alat bukti lainnya guna memastikan seluruh unsur pidana dalam perkara tersebut.

Saat ini, kasus tersebut masih dalam proses penyelidikan dan penyidikan oleh Unit Reskrim Polsek Pondok Aren. Polisi juga berkoordinasi dengan pihak terkait untuk melengkapi proses pembuktian, termasuk hasil pemeriksaan medis dan forensik.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ma

Polda Metro Jaya Ungkap Dugaan Penyebaran Hoaks di Media Sosial

PMJ – Maspolin.id|| Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya mengungkap dugaan penyebaran informasi bohong atau hoaks melalui media sosial. Dalam perkara tersebut, penyidik mengamankan seorang perempuan berinisial DM (45), warga Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, yang diduga mengunggah konten berisi informasi tidak benar terkait ajakan demonstrasi menjelang 17 Agustus 2026.

Direktur Reserse Siber Polda Metro Jaya Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono mengatakan pengungkapan perkara tersebut berawal dari patroli siber rutin yang kemudian ditindaklanjuti dengan analisis digital dan penelusuran jejak elektronik. “Dalam patroli siber, anggota menemukan konten yang kebenarannya perlu diverifikasi. Setelah dilakukan pendalaman, informasi tersebut diketahui tidak memiliki dasar fakta dan berpotensi menimbulkan keresahan di masyarakat,” ujarnya.

Hasil penyelidikan mengarah kepada DM yang berada di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya kemudian berkoordinasi dengan Polres Ciamis dan mengamankan yang bersangkutan di kediamannya. Dalam pemeriksaan awal, DM mengakui sebagai pemilik akun tersebut. Penyidik turut mengamankan barang bukti berupa satu unit telepon seluler, satu akun TikTok, satu kartu SIM, dan satu akun surat elektronik (e-mail) yang diduga digunakan dalam tindak pidana tersebut.

Atas perbuatannya, DM dipersangkakan melanggar Pasal 48 ayat (1) juncto Pasal 32 ayat (1) dan Pasal 51 ayat (1) juncto Pasal 35 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2024, serta Pasal 264 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto membenarkan penanganan perkara tersebut. Menurutnya, tersangka beserta barang bukti telah dibawa ke Direktorat Reserse Siber Polda Metro Jaya untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

“Kami mengimbau masyarakat agar lebih bijak menggunakan media sosial. Pastikan setiap informasi telah terverifikasi sebelum disebarluaskan dan jangan mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya. Apabila menemukan dugaan hoaks, segera laporkan kepada kepolisian agar dapat ditindaklanjuti,” tutup Budi.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Jangan Lewatkan

Polres Metro Jakpus Gagalkan Peredaran 25,2 Kg Sabu Senilai Rp30 Miliar

Jakarta Pusat - Maspolin.id|| Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 25,2 kilogram dengan nilai diperkirakan mencapai Rp30 miliar. Pengungkapan tersebut...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.