Prestasi Jadi Penentu: CAT Berstandar Olimpiade Antar 350 Catar Lolos Akpol 2026

SEMARANG, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Prestasi menjadi faktor utama dalam Seleksi Penerimaan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026. Melalui sistem Computer Assisted Test (CAT) berstandar olimpiade, nilai yang ditampilkan secara langsung kepada peserta, serta pengawasan dari berbagai lembaga independen, Polri menetapkan 350 calon taruna dan taruni yang berhak mengikuti pendidikan di Akademi Kepolisian.

Sidang Penetapan Kelulusan yang digelar Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri di Auditorium Cendekia Akpol, Semarang, Senin (27/7), menetapkan 320 calon taruna dan 30 calon taruni lulus dari total 404 peserta yang mengikuti seleksi tingkat pusat.

Proses sidang berlangsung dengan prinsip Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis (BETAH). Untuk memastikan objektivitas, Polri melibatkan pengawasan eksternal dari Ombudsman RI, Setara Institute, Centra Initiative, Amnesty International Indonesia, hingga Komisi Percepatan Reformasi Polri (KPRP).

Asisten Kapolri Bidang SDM Irjen Pol. Dr. Anwar mengatakan, seleksi tahun ini menjadi tonggak penguatan kualitas rekrutmen Polri melalui sistem yang semakin modern dan berbasis merit.

“Penerimaan Taruna dan Taruni Akademi Kepolisian tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan pada kualitas peserta. Kami terus mendorong sistem seleksi yang objektif, transparan, dan mampu menjaring calon-calon perwira Polri terbaik,” ujar Irjen Pol. Anwar.

Berbeda dari tahun sebelumnya, seleksi Akpol 2026 menghadirkan inovasi melalui CAT dengan materi Tes Potensi Akademik berstandar olimpiade, sehingga mampu mengukur kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah secara lebih komprehensif.

Hasil seleksi menunjukkan kualitas peserta yang semakin kompetitif. Empat peserta meraih nilai tertinggi Tes Potensi Akademik sebesar 80, sementara empat peserta lainnya memperoleh nilai Bahasa Inggris tertinggi sebesar 82.

Penilaian dilakukan secara proporsional dengan komposisi Tes Potensi Akademik 30 persen, Bahasa Inggris 30 persen, Kesamaptaan Jasmani 30 persen, dan Penampilan 10 persen.

Selain menghadirkan sistem yang lebih modern, transparansi juga menjadi perhatian utama. Nilai ujian ditampilkan secara langsung di komputer masing-masing peserta setelah tes selesai. Selanjutnya, seluruh hasil peserta dicetak dalam satu dokumen dan ditandatangani bersama sehingga dapat diketahui secara terbuka.

Salah seorang calon taruni, Ghyna Islamiati Ramly, mengaku sempat kewalahan menghadapi soal Tes Potensi Akademik dan Bahasa Inggris. Namun, ia menilai seluruh proses seleksi berlangsung objektif dan adil.

“Menurut saya rekrutmen ini adil karena nilai langsung ditampilkan di komputer masing-masing, jadi kami bisa langsung melihat hasil sendiri,” ujar Ghyna.

Ia juga mengapresiasi mekanisme keterbukaan hasil yang diterapkan panitia.

“Semua nilai peserta di-print dalam satu kertas untuk ditandatangani bersama-sama. Jadi kami bisa melihat nilai peserta lain juga,” katanya.

Menurut Ghyna, seluruh peserta diperlakukan sama tanpa membedakan asal daerah maupun latar belakang.

“Saya merasa panitia memperlakukan masing-masing dari kami secara adil, tidak melihat latar belakang kami apa. Aturannya berlaku sama untuk semua peserta,” ungkap alumnus SMA Al-Azhar Mandiri Palu tersebut.

Komitmen membangun SDM Polri yang unggul juga menjadi perhatian Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. saat memberikan pembekalan kepada calon Taruna dan Taruni Akpol di Gedung Serba Guna Akpol, Semarang.

“Masa depan Polri sangat bergantung pada sejauh mana kita mempersiapkan generasi penerusnya. Tugas kita bukan hanya melahirkan sumber daya manusia yang unggul secara intelektual dan profesional, tetapi juga membentuk insan Bhayangkara yang berkarakter kuat, berintegritas, memiliki kepedulian sosial yang tinggi, adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta berani memimpin perubahan untuk menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks. Pendidikan menjadi fondasi utama dalam melahirkan pemimpin Polri masa depan yang Presisi, humanis, dan dipercaya masyarakat,” ujar Wakapolri.

Melalui sistem seleksi yang semakin modern, transparan, dan berbasis merit, Polri berharap para calon taruna dan taruni yang dinyatakan lulus mampu menjalani pendidikan dengan penuh dedikasi serta tumbuh menjadi pemimpin yang profesional, berintegritas, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan hadir sebagai pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat yang semakin dipercaya publik.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Bentrokan Maut Matraman, PMJ Tetapkan 7 Tersangka

PMJ – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya terus mengusut tuntas kasus bentrokan antarkelompok yang terjadi di Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7/2026), yang mengakibatkan seorang pemuda berinisial S (23) meninggal dunia. Hingga saat ini, penyidik telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka berdasarkan hasil penyelidikan dan alat bukti yang berhasil dikumpulkan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Bhudi Hermanto, menjelaskan bahwa penanganan perkara dilakukan secara terpadu oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat. Untuk mempermudah proses penyidikan, perkara dipisahkan ke dalam dua klaster sesuai dengan tindak pidana yang terjadi.

Perkara pertama berkaitan dengan dugaan tindak pidana perusakan gerobak milik pedagang. Dalam kasus ini, penyidik menetapkan empat orang berinisial GNA, AJL, PAM, dan ELL sebagai tersangka. Penetapan tersebut dilakukan setelah penyidik memeriksa delapan orang saksi, menganalisis rekaman kamera pengawas (CCTV), serta mengumpulkan sejumlah barang bukti yang menguatkan dugaan keterlibatan para pelaku.

Sementara itu, perkara kedua berkaitan dengan dugaan tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Penyidik menetapkan tiga orang berinisial SK, AS, dan OR sebagai tersangka. Ketiganya telah diamankan untuk menjalani proses penyidikan lebih lanjut.

“Kedua peristiwa tersebut saat ini ditangani oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Pusat,” ujar Bhudi Hermanto, Senin (27/7/2026).

Meski telah menetapkan tujuh tersangka, penyidik masih terus melakukan pengembangan kasus untuk mengungkap kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam bentrokan tersebut. Pendalaman dilakukan melalui pemeriksaan tambahan terhadap para saksi, analisis rekaman CCTV, serta pengumpulan alat bukti lainnya.

Sebelumnya, Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol. Reynold EP Hutagalung menyampaikan bahwa sebanyak 15 orang sempat diamankan untuk dimintai keterangan. Pemeriksaan dilakukan berdasarkan klaster peristiwa yang terjadi di kawasan Matraman hingga Jalan Tambak guna mengidentifikasi peran masing-masing pihak dalam insiden tersebut.

Polda Metro Jaya menegaskan komitmennya untuk menangani perkara ini secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Seluruh pihak yang terbukti terlibat dalam aksi kekerasan akan diproses secara tegas tanpa pandang bulu sebagai wujud penegakan hukum serta upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Tujuh Tersangka Pengeroyokan Anggota TNI di Tangerang Berhasil Ditangkap

PMJ – Maspolin.id|| Polres Tangerang Selatan menetapkan tujuh orang sebagai tersangka dalam kasus pengeroyokan yang mengakibatkan prajurit TNI, Prada Arif Budi Sampurna, meninggal dunia. Seluruh tersangka telah diamankan, sementara penyidik masih memburu dua pelaku lain yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan, ketujuh tersangka masing-masing berinisial BR (36), RRGB (22), MKN (28), EYR (21), AEL (22), SS (39), dan FNK (27).

“Saat ini, tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka,” ujar AKBP Boy Jumalolo, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, empat tersangka pertama berhasil diamankan oleh tim gabungan dalam waktu kurang dari 1×24 jam setelah peristiwa terjadi. Selanjutnya, pada Selasa (21/7/2026), penyidik kembali menangkap tiga tersangka lainnya sebagai hasil pengembangan penyelidikan.

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, masing-masing tersangka memiliki peran berbeda, mulai dari mengejar korban, melakukan pengeroyokan, mengambil telepon genggam korban, hingga melakukan penusukan.

Penyidik juga masih memburu dua orang berinisial U dan B yang diduga turut terlibat dalam peristiwa tersebut. Keduanya telah ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Peristiwa pengeroyokan terjadi di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, tepatnya di depan pertigaan Cluster Turquoise, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Minggu (19/7/2026).

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni Pasal 458 KUHP tentang pembunuhan, Pasal 262 ayat (4) KUHP tentang pengeroyokan, dan Pasal 466 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan. Mereka terancam pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 20 tahun.

Konferensi pers pengungkapan kasus tersebut turut dihadiri Kasi Intel Korem 052/Wijayakrama Kolonel Inf. Muhammad Zia Ulhaq, Danden Inteldam XVII/Cenderawasih Letkol Inf. Nasser Al Khaled, Dandenpom Jaya 1/Tangerang Mayor Cpm Dio Muhammad Putra Utama, serta Kasipidum Kejaksaan Negeri Kabupaten Tangerang Hifni.

AKBP Boy Jumalolo menegaskan, Polres Tangerang Selatan berkomitmen mengusut tuntas perkara tersebut secara profesional, transparan, dan akuntabel.

“Sinergi antara Polri, TNI, dan Kejaksaan akan terus diperkuat guna memastikan seluruh pihak yang bertanggung jawab diproses sesuai hukum yang berlaku, sehingga rasa keadilan bagi korban, keluarga korban, dan masyarakat dapat terwujud,” tegasnya.

Sementara itu, Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf. Tri Purwanto menjelaskan, berdasarkan informasi awal, insiden diduga dipicu perselisihan yang terjadi di salah satu tempat makan sebelum berujung pada aksi pengeroyokan dan penusukan terhadap korban.

Prada Arif Budi Sampurna merupakan prajurit Kodam XVII/Cenderawasih yang saat itu sedang melaksanakan tugas membantu Kantor Perwakilan Kodam XVII/Cenderawasih di Jakarta. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di lokasi kejadian pada Minggu (19/7/2026) sekitar pukul 05.45 WIB.

Saat ditemukan, saksi menemukan kartu tanda anggota (KTA) militer milik korban dan segera melaporkan peristiwa tersebut kepada Babinsa serta Bhabinkamtibmas setempat. Hingga kini, penyidik masih terus melakukan pengembangan untuk menangkap dua pelaku yang masuk dalam daftar pencarian orang serta melengkapi berkas perkara.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Delapan Tersangka Buzzer Penyebar Hoaks Diamankan, Uang Tunai Rp220 Juta Disita

JAKARTA – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya mengungkap kasus dugaan penyebaran berita bohong (hoaks) melalui media sosial yang diduga dilakukan oleh sebuah sindikat buzzer. Dalam pengungkapan tersebut, penyidik mengamankan delapan orang yang diduga memiliki peran berbeda dalam memproduksi hingga menyebarluaskan konten bermuatan hoaks.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Iman Imanuddin, mengatakan konten yang disebarkan diduga dibuat atas permintaan kelompok maupun perorangan tertentu.

“Telah terjadi pergeseran yang disebabkan penyalahgunaan media sosial untuk kepentingan-kepentingan kelompok tertentu maupun kepentingan perorangan,” ujar Kombes Pol. Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Senin (27/7/2026).

Menurutnya, penyalahgunaan media sosial tersebut berpotensi mengganggu stabilitas sosial, ekonomi, politik, hingga keamanan dan ketertiban masyarakat. Selain itu, konten yang diproduksi juga diduga digunakan untuk menyerang kehormatan seseorang dan berpotensi memicu gangguan terhadap fasilitas umum.

“Konten-konten digunakan untuk menjatuhkan harkat dan martabat perorangan maupun dapat mengakibatkan kerusakan fasilitas umum,” jelasnya.

Penyidik mengungkap, kedelapan tersangka memiliki peran yang berbeda dalam menjalankan aktivitas tersebut. Tersangka berinisial G diduga berperan sebagai koordinator yang berkomunikasi langsung dengan pihak penyandang dana. Dana yang diterima secara tunai kemudian disalurkan kepada anggota jaringan melalui transaksi non-tunai. G juga diduga merekrut sejumlah anggota lainnya.

Sementara itu, tersangka S, bersama YAP dan MMA, diduga bertugas membuat desain grafis untuk konten yang akan dipublikasikan. Adapun tersangka ADIK dan BCK berperan menyusun narasi, sedangkan AYV bertugas mengunggah konten melalui akun media sosial yang dikelolanya.

Tersangka YNI diduga bertugas meningkatkan interaksi atau engagement konten dengan membayar sejumlah akun lain agar memberikan komentar dan memperluas jangkauan penyebaran informasi.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, penyidik menyita barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp220 juta yang diduga berasal dari pihak pemesan kepada tersangka G. Selain itu, sejumlah telepon seluler dan tablet yang diduga digunakan untuk memproduksi serta menyebarkan konten hoaks turut diamankan.

Kombes Pol. Iman mengatakan penyidik masih terus mengembangkan perkara untuk mengungkap pihak yang diduga menjadi pemesan utama sekaligus penyandang dana kegiatan tersebut.

“Untuk pemesanannya, dalam hal ini kami penyidik sedang melakukan penelusuran kepada pemesan utamanya,” ujarnya.

Penyidik juga tidak menutup kemungkinan adanya dugaan penyalahgunaan keuangan negara apabila dalam pengembangan perkara ditemukan penggunaan dana negara untuk membiayai aktivitas tersebut.

“Apabila uang yang digunakan untuk membayar proyek-proyek ini adalah uang negara, tentu dapat dilakukan pendalaman atas dugaan penyalahgunaan keuangan negara sehingga mengakibatkan kerugian negara,” tegas Kombes Pol. Iman.

Saat ini, kedelapan tersangka dijerat dengan Pasal 32 juncto Pasal 48 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik sebagaimana telah diubah, dengan ancaman pidana paling lama delapan tahun penjara dan denda paling banyak Rp2 miliar.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Open Drag Bike Dhira Brata Cup Championship 2026 Resmi Dibuka di Samarinda

SAMARINDA, KALTIM – Maspolin.id|| Open Drag Bike Akpol 1990 Dhira Brata Cup Championship 2026 resmi dibuka pada Sabtu (25/7/2026) di Lapangan Ex Bandara Temindung, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kejuaraan yang berlangsung selama dua hari, 25–26 Juli 2026, diikuti 506 pembalap dari berbagai daerah dengan mempertandingkan 32 kelas balap, mulai dari kelas utama, supporting, Sunmori Open, kelas lokal Kalimantan Timur, lokal Samarinda-Kutai Kartanegara, hingga kelas Harley dan moge.

Ketua Ikatan Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 1990 Dhira Brata yang juga menjabat sebagai Wakapolri, Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., menyampaikan sambutan melalui tayangan video dari lokasi berbeda karena tengah melaksanakan agenda kedinasan. Dalam sambutannya, ia mengucapkan selamat atas terselenggaranya Open Drag Bike Akpol 1990 Dhira Brata Cup Championship 2026 dan menegaskan bahwa kejuaraan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi otomotif, tetapi juga sarana membangun budaya keselamatan berlalu lintas, khususnya bagi generasi muda.

“Acara ini tidak hanya menjadi wadah inovatif untuk menguji kemampuan dan memperkuat kolaborasi otomotif nasional, namun juga berperan strategis dalam mengedukasi masyarakat serta generasi muda untuk menjadi pelopor keselamatan lalu lintas dan mewujudkan budaya berkendara yang aman di Indonesia,” ujar Komjen Pol. Dedi Prasetyo.

Ia menegaskan bahwa semangat balap harus diwujudkan di arena yang tepat, bukan di jalan raya. Karena itu, Open Drag Bike Dhira Brata Cup Championship dihadirkan sebagai wadah resmi yang aman, terukur, dan memenuhi standar keselamatan sehingga generasi muda memiliki ruang positif untuk menyalurkan hobi dan adrenalin tanpa harus melakukan balap liar.

“Generasi muda diharapkan memperoleh sarana yang tepat untuk menyalurkan hobi dan adrenalin berkendara secara positif, tanpa melalui aksi balap liar di jalan umum yang membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya,” lanjutnya.

Ajang ini menjadi wadah resmi bagi para pecinta otomotif untuk menyalurkan hobi, mengasah kemampuan, sekaligus berkompetisi secara aman, sportif, dan sesuai standar keselamatan. Sebanyak 32 kelas dipertandingkan untuk mengakomodasi berbagai kategori pembalap, mulai dari kelas utama hingga kelas lokal dan Harley maupun moge.

Kegiatan pembukaan dihadiri Komjen Pol. (Purn.) Drs. M.H. Ritonga, M.Si., Irjen Pol. (Purn.) Iman Prijantoro, S.H., Irjen Pol. (Purn.) Mashudi, S.I.K., S.H., M.Hum., Brigjen Pol. (Purn.) Rudi Hartono, S.H., S.I.K., Wakil Gubernur Kalimantan Timur Ir. Seno Aji, M.Si., Wakapolda Kalimantan Timur Brigjen Pol. Adrianto Jossy Kusuma, S.H., M.Han., Danrem 091/ASN Brigjen TNI Anggara Sitompul, S.I.P., M.Si., Kapolresta Samarinda Kombes Pol. Hendry Umar, S.H., S.I.K., M.H., Direktur Lalu Lintas Polda Kalimantan Timur Kombes Pol. Ahmad Yanuari Insan, Ketua IMI Provinsi Kalimantan Timur Narto Bulang, Ketua IMI Samarinda H. Syahrial Saraping, serta unsur pemerintah daerah dan komunitas otomotif.

Komjen Pol. Dedi Prasetyo berharap Open Drag Bike Dhira Brata Cup Championship dapat terus menjadi agenda tahunan yang melahirkan pembalap-pembalap berprestasi sekaligus memperkuat budaya keselamatan berlalu lintas di Indonesia.

Hari ini, suasana dipastikan akan semakin semarak karena memasuki babak final dan perebutan gelar juara di berbagai kelas. Para pembalap terbaik akan kembali turun ke lintasan untuk menentukan siapa yang paling cepat, paling konsisten, dan paling layak menyandang gelar juara Open Drag Bike Dhira Brata Cup Championship 2026.

“Gas di sirkuit, tertib di jalan.” Pesan tersebut menjadi semangat utama kejuaraan ini, bahwa kecepatan memiliki tempatnya sendiri, sedangkan jalan raya adalah ruang bersama yang harus dijaga demi keselamatan seluruh pengguna jalan.

 

Humas Polda Kaltim

red/mpl/nn

 

Operasi Antik Mahakam 2026, Polda Kaltim Sisir Tempat Hiburan Malam untuk Berantas Narkoba

Balikpapan, KALTIM – Maspolin.id|| Polda Kalimantan Timur terus menggencarkan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika melalui pelaksanaan Operasi Antik Mahakam 2026. Salah satu kegiatan operasi dilakukan dengan menyasar sejumlah tempat hiburan malam di wilayah Kota Balikpapan pada Minggu dini hari (26/7/2026).

Kegiatan diawali dengan apel kesiapan yang dipimpin Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim selaku Kepala Operasi (Kaops) Antik Mahakam 2026, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu, S.Sos., S.I.K., M.Krim. Apel tersebut turut didampingi Kasetops Antik Mahakam 2026, AKBP Fauzi Akhmad, S.E., M.M., dan diikuti seluruh personel Polda Kalimantan Timur yang terlibat dalam operasi. Dalam pelaksanaannya, Polda Kaltim juga bersinergi dengan unsur Polisi Militer (PM) guna mendukung kelancaran serta efektivitas kegiatan.

Setelah apel, personel gabungan bergerak menuju dua tempat hiburan malam yang menjadi target operasi. Di lokasi tersebut, petugas melakukan pemeriksaan terhadap pengunjung dan karyawan, termasuk pengecekan identitas serta tes urine sebagai langkah deteksi dini terhadap penyalahgunaan narkotika.

Dalam pelaksanaan operasi di salah satu tempat hiburan malam, petugas menemukan seorang pengunjung yang diduga membawa narkotika jenis ekstasi. Menindaklanjuti temuan tersebut, personel Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim langsung melakukan tindakan kepolisian berupa pengamanan serta pendalaman lebih lanjut untuk kepentingan penyelidikan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Operasi Antik Mahakam 2026 merupakan operasi kepolisian kewilayahan yang bertujuan menekan angka penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika di wilayah hukum Polda Kalimantan Timur. Selain mengedepankan penegakan hukum, operasi ini juga menjadi langkah preventif dalam menjaga situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, khususnya di lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat penyalahgunaan narkoba.

Dalam apel konsolidasi, Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu menyampaikan apresiasi kepada seluruh personel yang telah melaksanakan tugas dengan penuh dedikasi, disiplin, dan profesionalisme. Ia menegaskan bahwa keberhasilan operasi merupakan hasil sinergi seluruh unsur yang terlibat dalam upaya pemberantasan narkoba di Kalimantan Timur.

“Polda Kalimantan Timur berkomitmen untuk terus melakukan langkah-langkah preventif maupun represif dalam rangka memberantas peredaran gelap narkotika. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi penyalahgunaan narkoba dengan memberikan informasi kepada kepolisian apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana narkotika di lingkungan sekitarnya,” ujar Kombes Pol. Romylus Tamtelahitu.

Melalui Operasi Antik Mahakam 2026, Polda Kalimantan Timur berharap dapat menciptakan lingkungan yang bebas dari penyalahgunaan narkotika sekaligus memberikan rasa aman dan perlindungan kepada masyarakat sebagai bagian dari komitmen Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

 

Humas Polda Kaltim

red/mpl/sc

Polda Sumsel Bongkar 96 Kasus BBM Ilegal Sepanjang 2026

PALEMBANG, SUMSEL – Maspolin.id|| Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Selatan menggelar konferensi pers berskala besar terkait pengungkapan kasus kejahatan penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ilegal sepanjang Januari hingga Juli 2026. Berlokasi di UPPKB Kertapati (Terminal Timbangan Kramasan), Palembang, Senin (27/7/2026), Polda Sumsel membeberkan keberhasilannya menyelamatkan lebih dari 1,26 juta liter minyak bumi ilegal dari tangan mafia migas.

​Acara ini dihadiri oleh perwakilan Kodam II/Sriwijaya, Kejati, Pengadilan Tinggi, SKK Migas, serta Pertamina. Kapolda Sumsel menegaskan bahwa penindakan ini sejalan dengan upaya mendukung Ketahanan Energi Nasional yang dicanangkan Presiden, dengan pendekatan ganda: ketegasan hukum dan solusi ekonomi.

​”Ini menjadi solusi nyata bahwa yang tadinya ilegal kini bisa menjadi legal. Sesuai Permen 14 Tahun 2025, sumur rakyat dan sumur tua saat ini sudah diizinkan untuk dikelola oleh masyarakat melalui wadah Koperasi, BUMD, maupun UMKM. Syarat utamanya hanya satu, sumur tersebut harus diverifikasi oleh SKK Migas dan hasilnya disalurkan resmi ke Pertamina,” jelas Kapolda.

​Namun bagi yang menolak solusi tersebut, Kapolda memastikan aparat tidak akan segan bertindak. Melengkapi ketegasan tersebut, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumsel memaparkan rincian fantastis hasil tangkapan jajarannya bersama jajaran Polres se-Sumsel.

​”Secara keseluruhan, kami telah menangani 96 Laporan Polisi (LP). Dari total tersebut, kami berhasil mengamankan 129 orang tersangka. Adapun total barang bukti bahan bakar minyak ilegal yang berhasil disita mencapai angka 1.261.864 liter,” ungkap Dirreskrimsus. Dari 96 perkara tersebut, 26 kasus sudah berstatus P21, 24 kasus Tahap II, dan sisanya masih dalam proses penyidikan hukum secara intensif.

​Terkait sarana kejahatan, Dirreskrimsus merinci deretan barang bukti yang disita. “Barang bukti kendaraan yang kami hadirkan di hadapan rekan-rekan media hari ini berjumlah 50 unit. Rinciannya terdiri dari 9 unit kendaraan roda empat (R4), 25 unit roda enam (R6), dan 16 unit truk tronton roda sepuluh (R10)” tambahnya.

​Dirreskrimsus juga menyoroti kejahatan illegal refinery (penyulingan ilegal) yang merusak lingkungan. Terdapat 11 kasus illegal refinery dengan 13 tersangka dan barang bukti 125.320 liter minyak. Bahkan, beberapa penggerebekan di Musi Banyuasin diwarnai dengan hangusnya 4 unit kendaraan pelaku di lokasi penyulingan.

Deretan puluhan truk sitaan dan jutaan liter BBM yang berhasil diselamatkan ini bukanlah sekadar deretan angka statistik semata, melainkan bukti nyata kehadiran negara dalam memotong urat nadi kejahatan ekonomi. Di bawah terik matahari yang menyengat, keringat para personel Polda Sumatera Selatan menjadi saksi bisu atas komitmen tanpa kompromi institusi Polri. Bahwa di Bumi Sriwijaya, tidak ada sejengkal ruang pun yang tersisa bagi para mafia migas dan perusak lingkungan untuk mencari celah keuntungan di atas penderitaan rakyat dan kerugian negara.

 

Humas Polda Sumsel

red/mpl/nn

Tes Komputer dan Soal Akademik Standar Olimpiade Jadi Kebaruan Seleksi Taruna Akpol 2026

SEMARANG, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Seleksi Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 menghadirkan sejumlah pembaruan sebagai bagian dari transformasi rekrutmen Polri yang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan organisasi di masa depan. Salah satu kebaruan tersebut adalah penerapan tes komputer serta peningkatan kualitas soal akademik dengan standar setara olimpiade.

Pelaksanaan tahapan akhir seleksi tingkat panitia pusat dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M. di Gedung Serba Guna Akademi Kepolisian, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (24/7).

Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Pol. Dr. Anwar menjelaskan bahwa kemampuan menguasai teknologi kini menjadi kompetensi dasar yang harus dimiliki setiap calon anggota Polri, mulai dari jenjang tamtama, bintara, hingga taruna Akpol.

“Beberapa hal yang baru di rekrutmen anggota Polri, tes komputer,” ujar Irjen Anwar.

Menurutnya, penerapan tes komputer bertujuan memastikan calon anggota Polri memiliki kemampuan dasar dalam mengoperasikan perangkat digital sehingga siap menghadapi tantangan tugas kepolisian yang semakin modern.

“Dari mulai bintara, tamtama, perwira sama, mereka semua Gen Z ini harus mengenal teknologi. Jadi di rekrutmen tamtama, bintara, Akpol ada tes komputernya,” kata Irjen Anwar.

“Kalau mereka tidak ngerti komputer, teknologi, mengoperasikan komputer, gadget, mereka akan ketinggalan,” lanjutnya.

Selain kemampuan teknologi, Polri juga meningkatkan standar kualitas tes akademik. Tahun ini, materi ujian dirancang setara dengan standar olimpiade sehingga tidak lagi berorientasi pada hafalan, melainkan menguji kemampuan berpikir kritis, analitis, dan pemecahan masalah.

“Polisi itu tesnya ada empat. Terkait intelektualitas tesnya tes akademik, bahasa Inggris, pengetahuan umum, matematika dan sebagainya. Dan sekarang ini sudah standar olimpiade,” ungkap Irjen Anwar.

“Inilah yang paling kita senang, sudah bukan zamannya soal hafalan lagi atau textbook. Sehingga kualitas mereka itu saat melihat ada permasalahan, bisa menganalisa, memecahkan suatu permasalahan. Ini yang diperlukan Polri di masa depan,” tambahnya.

Hingga tahapan akhir seleksi tingkat panitia pusat, sebanyak 404 calon taruna dan taruni mengikuti proses seleksi, terdiri atas 365 calon taruna dan 39 calon taruni. Seluruh peserta sebelumnya telah melalui rangkaian seleksi yang ketat di tingkat panitia daerah dan panitia pusat, meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, psikologi, akademik, kesamaptaan jasmani, hingga pemeriksaan penampilan (rikpil).

Pada tahapan rikpil tingkat pusat, para peserta dinilai secara langsung oleh enam pejabat utama Polri, yaitu Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo, S.H., M.Hum., M.Si., M.M., Kalemdiklat Polri Komjen Pol. R.Z. Panca Putra, As SDM Kapolri Irjen Pol. Dr. Anwar, Kadiv Propam Polri Irjen Pol. Abdul Karim, Wairwasum Polri Irjen Pol. Tomex Korniawan, serta Gubernur Akpol Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga.

Penerapan tes komputer dan peningkatan standar akademik ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk menghasilkan perwira muda yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki kemampuan berpikir kritis, serta siap menghadapi dinamika tantangan tugas kepolisian di era digital.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sc

Kapolri Cup Shooting Championship 2026 Jadi Ajang Perkuat Sinergitas dan Pembinaan Atlet

JAKARTA – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. menyampaikan bahwa Kapolri Cup Shooting Championship 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi menembak, tetapi juga momentum memperkuat sinergitas dan kemitraan antara Polri dengan berbagai elemen masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat pelaksanaan Kapolri Cup Shooting Championship 2026 yang digelar di Lapangan Tembak Hoegeng Iman Santoso, Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Sabtu (25/7/2026).

Kapolri menjelaskan, kejuaraan tersebut diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, kementerian dan lembaga, anggota DPR, komunitas olahraga menembak, atlet, hingga masyarakat umum. Sejumlah pimpinan redaksi media juga turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Memang sengaja kita mengundang mitra-mitra kita dari kementerian lembaga hingga DPR, untuk bersama-sama mengikuti kejuaraan, di samping itu juga tentunya untuk meningkatkan sinergitas. Bahkan juga teman-teman media hingga pimpinan redaksi juga ikut,” ujar Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.

Menurut Kapolri, keterlibatan berbagai pihak dalam kejuaraan tersebut menjadi bagian dari upaya Polri untuk terus membangun kolaborasi, kerja sama, dan kemitraan yang selama ini telah berjalan dengan baik.

“Ini juga bagian dari upaya kita terus untuk membangun sinergitas, membantu kerja sama dan kemitraan yang selama ini sudah berjalan dengan baik, dan juga diikuti oleh kesatuan-kesatuan, baik dari TNI, Polri, dan juga masyarakat umum dan ada beberapa yang juga atlet,” jelasnya.

Selain memperkuat sinergitas, Kapolri Cup Shooting Championship 2026 juga menjadi sarana untuk meningkatkan keterampilan personel Polri. Menurut Kapolri, kemampuan menggunakan senjata merupakan salah satu keterampilan yang perlu terus diasah oleh personel karena berkaitan dengan pelaksanaan tugas di lapangan.

“Selain sinergitas yang kita bangun tentunya juga ini bagian dari upaya untuk melatih keterampilan, khususnya bagi anggota untuk betul-betul bisa mempersiapkan diri, karena memang memiliki tugas yang kadang-kadang juga harus menggunakan senjata,” kata Kapolri.

Ia menekankan pentingnya personel memiliki keterampilan yang baik sehingga setiap tindakan yang dilakukan dalam pelaksanaan tugas dapat dijalankan secara tepat dan profesional.

Di sisi lain, kejuaraan tersebut juga menjadi bagian dari pembinaan dan persiapan atlet menembak untuk menghadapi berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional.

“Di satu sisi juga, kita juga mempersiapkan atlet-atlet saya kira untuk menjadi ajang, salah satu ajang event mereka sebelum mereka mengikuti berbagai macam lomba, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Kapolri Cup Shooting Championship 2026 berlangsung selama empat hari, mulai 23 hingga 26 Juli 2026. Pada penyelenggaraan tahun ini, kejuaraan mempertandingkan berbagai nomor dalam kategori IPSC (International Practical Shooting Confederation) dan Non-IPSC, baik untuk nomor handgun maupun PCC. Selain itu, terdapat pula kategori Tembak Presisi yang mempertandingkan nomor individu dan beregu dengan peserta dari berbagai jenjang kepangkatan personel Polri.

Beragam kategori tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk menguji kemampuan, kecepatan, ketepatan, konsistensi, serta pengambilan keputusan dalam kompetisi menembak. Para peserta terbaik dari setiap nomor akan mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Kapolri berharap penyelenggaraan kejuaraan tersebut dapat menjadi ruang bersama untuk mempererat hubungan antarlembaga, komunitas olahraga, media, dan masyarakat, sekaligus meningkatkan kemampuan para peserta.

“Ini adalah acara kita bersama, dari kita semua dan untuk kita semua,” tutur Kapolri.

Kapolri menambahkan, penyelenggaraan Kapolri Cup Shooting Championship 2026 sekaligus menjadi bagian dari rangkaian kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Bhayangkara ke-80.

“Ini bisa menyemarakkan rangkaian Hari Bhayangkara yang sedang kita laksanakan,” pungkasnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sc

Pengelana Jalan Kaki Keliling Indonesia Disambut Hangat di Polsek Boawae, Kabidhumas Polda NTT: Polisi Harus Jadi Tempat yang Menghadirkan Rasa Aman

Nagekeo, NTT – Maspolin.id|| Perjalanan mengelilingi Indonesia dengan berjalan kaki bukanlah perjalanan yang mudah. Setiap langkah menyimpan cerita, setiap persinggahan menghadirkan pengalaman baru. Hal itulah yang dirasakan Akbar, seorang pengelana yang dikenal melalui akun TikTok @akbarberkelana, saat singgah di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Setelah menempuh perjalanan sekitar 25 kilometer, Akbar memutuskan meminta izin untuk beristirahat di Polsek Boawae, Polres Nagekeo, karena perjalanan tidak memungkinkan untuk dilanjutkan hingga malam hari.

Permintaan sederhana itu mendapat sambutan hangat dari personel Polsek Boawae. Tak hanya dipersilakan bermalam, Akbar juga menerima pelayanan yang ramah sehingga merasa aman dan nyaman selama beristirahat di kantor polisi.

Kehadiran pengelana tersebut pun menarik perhatian masyarakat sekitar. Sejumlah warga datang ke Polsek Boawae untuk menyapa sekaligus mengabadikan momen dengan berfoto bersama Akbar, yang tengah menjalankan misinya menjelajahi Indonesia dengan berjalan kaki.

Dalam unggahan di media sosialnya, Akbar membagikan pengalamannya dengan menulis:

“Bermalam di Kantor Polisi!! Full video di YouTube: Akbar Kelana. Ini adalah cara saya istirahat ketika sudah malam hari. Saya izin istirahat dulu kepada warga sekitar di akhir tempat yang saya tuju ketika saya selesai jalan kaki.”

Unggahan tersebut mendapat banyak respons positif dari warganet. Mereka memberikan apresiasi terhadap sikap humanis personel Polsek Boawae serta keramahan masyarakat Kabupaten Nagekeo yang menerima tamu dengan penuh kepedulian.

Menanggapi hal tersebut, Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, menyampaikan apresiasi atas cerita positif yang dibagikan Akbar.

“Terima kasih sudah berbagi cerita dan pengalaman baik ini. Bagi kami, kantor polisi bukan hanya tempat penegakan hukum, tetapi juga harus menjadi tempat yang menghadirkan rasa aman bagi siapa pun yang membutuhkan pertolongan. Perjalanan sejauh 25 kilometer tentu bukan hal yang mudah. Semoga kebaikan yang diterima bisa menjadi kenangan yang menguatkan bahwa masih banyak orang yang peduli di sekitar kita,” ujar  Henry.

Ia juga memberikan apresiasi kepada personel Polsek Boawae yang telah memberikan pelayanan dengan hati kepada masyarakat maupun siapa saja yang membutuhkan bantuan.

“Terima kasih juga kepada personel Polsek Boawae yang telah menunjukkan pelayanan dengan hati. Semoga semangat untuk saling membantu dan menguatkan ini terus tumbuh, karena sekecil apa pun kebaikan, dampaknya sangat berarti bagi orang lain. Salam hangat dari kami, Polda NTT,” tambahnya.

Menurut Kabidhumas, kisah tersebut menjadi gambaran nyata bahwa Polri terus berupaya menghadirkan pelayanan yang humanis sesuai semangat Polri Presisi. Kantor polisi bukan hanya menjadi tempat masyarakat mencari perlindungan dan keadilan, tetapi juga ruang yang memberikan rasa aman, kepedulian, dan kemanusiaan bagi siapa pun yang membutuhkan.

Momen sederhana di Polsek Boawae ini membuktikan bahwa nilai-nilai kemanusiaan masih tumbuh kuat di tengah masyarakat Nusa Tenggara Timur. Sambutan hangat dari personel kepolisian dan warga setempat menjadi penyemangat bagi Akbar untuk melanjutkan langkahnya menapaki ribuan kilometer perjalanan mengelilingi Indonesia.

 

Humas Polda NTT

red/mpl/sc

Jangan Lewatkan

Polres Metro Jakpus Gagalkan Peredaran 25,2 Kg Sabu Senilai Rp30 Miliar

Jakarta Pusat - Maspolin.id|| Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 25,2 kilogram dengan nilai diperkirakan mencapai Rp30 miliar. Pengungkapan tersebut...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.