Dekat Dengan Masyarakat Kapolres Gresik Bentuk Program “Nasi Krawu” Jaga Kamtibmas di Kota Pudak

Gresik,Maspolin.id – Dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kota Pudak, Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, SH SIK MH menciptakan program Nasi Krawu (NyAngkruk bareng polisi untuk keamanan KeRukunAn Wargaku).

Rabu, (2/10/2019) bertempat di Kantor Desa Kembangan, Kecamatan Kebomas Kabupaten Gresik Kapolres mengajak semua elemen masyarakat dari sejumlah Kepala Desa, tokoh agama dan tokoh masyarakat serta organisasi pemuda nyangkruk bersama  dalam rangka meningkatkan keamanan diwilayah masing-masing bersama Polri juga berdisku masalah-masalah masyarakat.

Kapolres menyatakan program ini tujuannya membuat warga nyaman dan aman. Sekaligus upaya memerangi penyakit masyarakat yang ada di lingkungan masing masing, seperti bandar judi, bandar narkoba, miras, begal atau kejahatan yang meresahkan lainnya.

” Sebagai warga baru, Kami mohon dukungan semoga melalui kegiatan ini kami bisa lebih dekat dengan masyarakat sebagai mitra Polri. Menyerap aspirasi masyarakat terutama dalam hal tindak kejahatan yang rawan terjadi diwilayah Gresik, terang AKBP Kusworo.

Kepada media ini,AKBP Kusworo Wibowo menyatakan program Makan Pagi Nasi Krawu (NyAngkruk bareng polisi untuk keamanan KeRukunAn Wargaku) akan digulirkan terus ke semua desa di seluruh Kabupaten Gresik.

“Waktunya kita sesuaikan dengan kondisi, yang jelas semua kepala desa harus tahu dan paham program Nasi Krawu. Agar nantinya Nasi Krawu (NyAngkruk bareng polisi untuk keamanan KeRukunAn Wargaku) bisa disampaikan kepada masyarakat Gresik, demi terwujudnya kamtibmas yang aman dan kondusif,” pungkasnya.

FITA

PROFESIONALISME PENYIDIK SEBAGAI KEBUTUHAN BUKAN SEBUAH SLOGAN

Oleh: Shinto Silitonga
(Penyidik Profesional)

Pada 26 Agustus 2019 lalu Kapolres Gowa telah melakukan simulasi tentang prosedur olah TKP. Dalam giat tersebut tergambar bagaimana seharusnya perlakuan penyidik bila menemukan TKP.

Makna TKP terkadang dilupakan oleh penyidik. Tidak hanya tempat terjadinya kejahatan, TKP harus dimaknai sebagai tempat ditemukannya pelaku kejahatan juga tempat ditemukannya barang bukti yang patut diduga berkaitan dengan suatu kejahatan. Contoh sederhana, ketika penyidik melakukan penangkapan di suatu rumah dan menemukan sajam, bom molotov di rumah tersebut, maka tempat itu harus dimaknai sebagai TKP dan berlakulah profesionalisme olah TKP sebagai suatu kebutuhan. Gagal dalam olah TKP, maka akan memberikan kesulitan kepada penyidik untuk merangkai alat bukti guna menemukan tersangkanya.

Tindakan represif kepolisian dengan mendatangi basecamp komunitas, bertemu dengan puluhan member komunitas dan menemukan barang bukti berupa senpi, sajam, bom molotov, narkoba, dokumen penting, dan lain-lain harus ditindaklanjuti dengan profesionalisme oleh TKP. Bisa dibayangkan kalau tidak ada olah TKP secara profesional, maka kumpulan barang bukti akan diserahkan semuanya kepada penyidik di kantor, dan penyidik pasti akan kewalahan untuk menindaklanjutinya dalam pemeriksaan. Apalagi jika penyidik tidak ikut saat penindakan dilakukan. Belum lagi kalau petugas lapangan yang tidak profesional olah TKP itu menyerahkan puluhan orang kepada penyidik di kantor. Sempurna stressing yang dialami penyidiknya.

Penindakan di lapangan yang disertai dengan olah TKP secara profesional tentu saja akan memudahkan pemeriksaan lanjutan oleh penyidik di kantor. Petugas lapangan ketika menemukan sajam di TKP, tolong jangan tergesa-gesa untuk mengambilnya. Ikuti standar prosedur untuk memfoto, memberi nomor dan mencari pemiliknya terlebih dahulu. Dengan langkah itu, penyidik tidak sulit untuk memeriksa pemilik sajam dan menyita sajam tersebut dari pemiliknya sesuai foto yang sudah diberikan petugas lapangan. Dalam teorinya bahkan diwajibkan ketika petugas lapangan akan menyerahkan barang dan orang kepada penyidik di kantor, maka petugas lapangan harus memaparkan temuannya, menjelaskan rinci posisi temuannya dan membantu penyidik untuk melengkapi pemeriksaan. Kondisi ini mencerminkan sinergitas dan keharmonisan petugas lapangan dan penyidik di kantor dalam membangun suatu perkara.

Ego sektoral petugas lapangan yang seolah-olah ingin mengaktualisasikan diri dengan heroisme sempit tentu saja berdampak pada sulitnya penyidik untuk mengelola informasi dari barang bukti dan puluhan orang yang dibawa. Waktu penguasaan terhadap orang yang hanya 24 jam, jumlah penyidik di kantor yang tidak signifikan juga kemampuan penyidik yang beragam akan ikut mempengaruhi tidak optimalnya pemeriksaan. Akibatnya bisa fatal, kantor kepolisian dikomplain, gugatan pra peradilan, lepasnya subjek hukum yang seharusnya bertanggungjawab dan bisa juga muncul persepsi di media sosial yang mendiskreditkan penyidik.

Dengan demikian, penting dipahami bahwa penyidik dan petugas lapangan yang disebut penyelidik adalah profesi. Hormati profesi tersebut dengan terampil menjalankan SOP sehingga SOP itu akan terus menjadi kebutuhan, bukan hanya sebagai slogan.

Alasan Sakit Berjama’ah, Tiga Bos Q-Net Tidak Hadiri Pemeriksaan Di Polres Lumajang

Lumajang,Maspolin.id – 3 bos Qnet yang merupakan Direksi PT Amoeba Internasional yang bernama Gita Hartanto alias Tobing, Deni Hartoyo dan Tri Hartono tidak menghadiri panggilan Tim Cobra Polres Lumajang untuk dilakukan pemeriksaan.

konfirmasi dari jajaran Tim Cobra Polres Lumajang bahwa Ketidakhadiran Direksi PT Amoeba Internasional karena sedang sakit dan dirawat di rumah sakit Pantai Hospital Kuala Lumpur Malaysia sesuai surat pemberitahuan yang kirim oleh lawyernya.

Kapolres Lumajang AKBP DR Muhammad Arsal Sahban SH SIK MM MH pria lulusan S3 Universitas Padjajaran tahun 2010 tersebut mengungkapkan “Gita, Deni dan Tri yang merupakan Direksi PT Amoeba operator Qnet tidak hadir sesuai jadwal pemeriksaan dengan alasan ketiganya sakit di Malaysia”

“Seharusnya ketiga Direksi PT Amoeba Internasional tersebut tidak usah takut kalau merasa benar. Kami sudah melakukan pemanggilan sebanyak 2 kali dan tidak pernah dipenuhi”

“sesuai kewenangan yang diberikan undang-undang, setelah panggilan kedua, Penyidik mememiliki kewenangan membawa para saksi ke Polres Lumajang dengan cara paksa. untuk itu ketiganya kami himbau agar kooperatif memenuhi panggilan dari penyidik Polres Lumajang”Ujar Arsal yang merupakan putra Asli makassar.

pasal 112 KUHAP ayat 2 yang berbunyi Orang yang dipanggil kepada penyidik dan jika ia tidak datang, penyidik memanggil sekali lagi, dengan perintah kepada petugas untuk membawanya.

Perlu diketahui bahwa menolak panggilan sebagai saksi dikategorikan sebagai tindak pidana menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Adapun ancaman hukuman bagi orang yang menolak panggilan sebagai saksi diatur di dalam Pasal 224 ayat (1) KUHP.

Agus

Seratus Personel Naik Pangkat, Komandan Denma Lantamal V Terima Laporan Kenaikan Pangkat

Lantamal V,Maspolin.id – Seratus prajurit dan PNS Mako Lantamal V naik pangkat kala waktu 1 Oktober 2019 ini, Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Mako Lantamal V, Lantamal V Letkol Marinir Achmad Yudinanto, S.Pd, menerima sekaligus memimpin upacara laporan kenaikan pangkat yang dihelat di Lapangan Yos Sudarso, Mako Lantamal V, Jl. Laksda M. Nazir No. 56 Surabaya, Rabu (2/10).

Tampak hadir dalam upacara Kenaikan Pangkat tersebut Palaksa Denma Lantamal V, Pasops Denma Lantamal V dan para perwira jajaran Mako Lantamal lainnya.

Dari seratus personel yang naik pangkat periode 1 Oktober 2019 ini, 63 orang diantaranya strata bintara, 15 orang tamtama dan 22 orang PNS .

Menurut Dandenma Lantamal dalam amanatnya mengatakan bahwa kenaikan pangkat bukan merupakan hadiah, tetapi pada hakikatnya merupakan wujud pengakuan kepercayaan dan penghargaan atas dedikasi, loyalitas serta prestasi yang sudah diwujudkan selama yang bersangkutan melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang dibebankan oleh negara/TNI AL kepadanya.

“Untuk itu khusus kepada Bintara, Tamtama dan PNS yang naik pangkat, saya atas nama pribadi dan keluarga besar serta atas nama keluarga Lantamal V mengucapkan selamat atas kenaikan pangkat yang saudara peroleh saat ini,” terang Yudhi -sapaan akrab Dandenma Lantamal V ini.

Dandenma juga mengingatkan kembali kepada prajuritnya bahwa keberhasilan pelaksanaan tugas adalah adanya keserasian interaksi yang baik dan kondusif dalam organisasi, antara pemimpin dan bawahannya.

“Oleh karena itu pegang teguh Trisila TNI AL, yang berisi nilai-nilai disiplin, kirarkhi dan kehormatan militer,” pintanya.

Kadispen Mayor Rohman Arif

Palaksa Lanal Semarang Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Lantamal V,Maspolin.id – Perwira Pelaksana (Palaksa) Pangkalan TNI Angkatan Laut  Semarang, Lantamal V, Koarmada II, Letkol Laut (P) Joko Santosa mewakili Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal)  Semarang Kolonel Laut (P)  Musleh Yadi memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober 2019 yang di gelar di Lapangan Apel Mako Lanal Semarang, Selasa (1/10).

Upacara yang dihadiri seluruh prajurit, PNS Lanal Semarang dan Pengurus Jalasenastri Cabang 4 Korcab V DJA II terdebut, di Komandani oleh Kapten Laut (P)  Agus Dwiantoro yang tugas kesehariannya sebagai Komandan Satuan Markas Lanal Semarang.

Dalam Pelaksanaan upacara tersebut di bacakan Teks Pancasila oleh Inspektur Upacara,  dilanjutkan dengan Pembacaan UUD 45 oleh Serda Mar Muladi dan pembacaan Ikrar oleh Lettu Laut (PM)  Heru Wicaksono.

Kapolrestabes Medan Sampaikan Pesan Kamtibmas Usai Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Al Mujtahidin

Kapolrestabes Medan Sampaikan Pesan Kamtibmas Usai Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Al Mujtahidin

Medan, Maspolin.id—Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi melaksanakan sholat subuh berjamaah di masjid Al Mujtahidin jalan Brigjen Katamso Gang Lori Kampung Baru Medan, Rabu 2 Oktober 2019.

Kegiatan Sholat Subuh ini Dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH, SIK, MSi,Kapolsek Medan Kota Akp M Rikki Ramadhan,SIK, Bkm Al Mujtahidin, Tokoh agama, tokoh masyarakat, Personel Polsek Medan Kota serta jamaah masjid Al Mujtahidin yang melaksanakan sholat Subuh.

Kegiatan ini Diawali temu
ramah dengan pengurus Bkm Al Mujtahidin, Sholat Subuh berjamaah dan Foto Bersama.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto, SH, SIK, MSi mengatakan Sholat subuh berjamaah ini adalah Kegiatan rutin yang kami lakukan. Sholat Subuh ini hanya semata mata karena ibadah dan ingin Mendapatkan Ridho dari Allah Swt dan juga menjalin silaturahim dan berkomunikasi.

Kota Medan saat ini aman dan kondusif. Saya mengucapkan terima kasih kepada Warga Kota Medan, Bapak ibu hadirin sekalian bahwa keamanan dan ketertiban yang kita rasakan sekarang ini adalah berkat kerjasama Kita, hasil kita semua melalui doa, ikhtiar dan kerja keras sehingga kota Medan Ini aman dan kondusif.

Ke depan harus kita pelihara supaya kita bisa terus berkarya, memajukan masyarakat kita. Anak – anak remaja adalah sebagai penerus generasi,calon menggantikan kita semua yang sudah tidak mampu lagi berkarya karena usia.Mereka inilah harus kuat dan cerdas.

Pada saat ini,ada beberapa fakta bahwa anak-anak sekarang ini berkumpul dan berkelompok. Apabila berpas-
pasan saling pandangan terjadi perkelahian, mereka banyak menghabiskan waktu dengan nongkrong dan menciptakan kebencian-kebencian dan melakukan perilaku penyimpangan secara sosial. Kemarin ada beberapa remaja yang diamankan dalam berunjuk rasa. Ada pihak tertentu memanfaatkan mereka seperti peristiwa kemarin ada dua kelompok anak remaja dan mahasiswa.anak remaja yang masih pelajar yaitu Smp dan Sma dengan agresifnya melempar
petugas dan Merusak Fasilitas Umum. Seharusnya dalam demokrasi anak-anak pelajar ini tidak boleh digunakan dan alat politik karena mereka tidak memiliki hak suara tetapi dalam kondisi sekarang ini pelajar dimajukan, mereka datang unjuk rasa diajak dari temannya, Seniornya dan dari media sosial dan adakala mereka ingin keluar dari kelompok tersebut Mereka takut diintimidasi. Siapa yang bertanggung jawab untuk mengatasi ini adalah kita bersama.Kita harus peduli terhadap anak-anak kita, yang melapisi adalah guru-gurunya.

Kita sebagai warga, mari ajak anak-anak kita untuk melakukan kegiatan-kegiatan positif dan jangan dijauhin anak-anak tersebut, lakukan pendekatan, kalau mereka melakukan penyimpangan dan harus kita rangkul karena mereka generasi penerus, ajak mereka melakukan kegiatan-kegiatan positif seperti PMR, Pramuka dan Paskibraka dan lainnya.

Kita tidak berharap generasi penerus kita ini tidak memiliki kemampuan bersaing dengan negara lain.kalau seperti itu negara kita biasa saja dan tidak berkembang. Ingat Kita Hari ini berdiri adalah hasil dari orang tua kita terdahulu dan telah mempersiapkan kita maka kita juga harus mempersiapkan generasi penerus kita. Mari kita masing-masing memegang amanah yang diberikan kepada kita dan akan dipertanggung jawabkan di kemudian hari, apa yang telah kita perbuat. Kita jangan puas hanya menjadi orang baik itu hanya untuk diri kita sendiri tetapi kita harus menjadi penyeru kebaikan dengan mengajak orang untuk berbuat baik, sebaik-baiknya manusia bermanfaat bagi orang lain.

Novian Harhara

Komandan Lanal Malang Pimpin Upacara Memperingati Hari Kesaktian Pancasila 2019

Lantamal V,Maspolin.id – Komandan Pabgkalan TNI AL (Lanal) Malang, Lantamal V, Koarmada II,  Kolonel Laut (P) Hreesang Wisanggeni   S.E. memimpin jalannya upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila yang digelar di Lapangan Apel Mako Lanal Malang,  Selasa (1/10).

Upacara ini dikomandani Komandan Upacara Mayor  Laut (P) Yuhanit   dan diikuti seluruh   Perwira staf,  Bintara,Tamtama dan PNS  Lanal Malang.

Dalam upacara ini dibacakan Ikrar peringatan Hari Kesaktian Pancasila bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah  banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara.

Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pada peringatan hari kesaktian Pancasila yang  mengusung tema “Pancasila sebagai dasar penguatan karakter bangsa menuju Indonesia maju dan bahagia” ini, Lanal Malang juga mengirimkan 1 SST pasukannya untuk mengikuti kegiatan Upacara hari kesaktian Pancasila di  Stadion Brantas Jl.Sultan Agung Kota Batu.

Danlanal Malang Beserta Prajurit Mengikuti Upacara Hapsak di Balaikota Malang

Lantamal V,Maspolin.id – Komandan Lanal Malang, Lantamal V, Koarmada II,  Kolonel Laut (P)  Hreesang Wisanggeni, S.E  beserta prajuritnya menghadiri Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun 2019 yang digelar di Balaikota Malang Jl. Tugu No.1 Kec. Klojen Kota Malang, Selasa (1/10).

Peringatan yang bertemakan “Pancasila Sebagai Dasar Penguatan Karakter Bangsa Menuju Indonesia Maju dan Bahagia” ini dipimpin Irup Walikota Malang Drs. Sutiaji.

1 SSK personel Lanal Malang bergabung dengan 1.000 personel lainnya dari TNI AD, TNI AU, Polres Malang Kota, Satpol PP Kota Malang, Dishub Kota Malang, dan unsur lainnya.

Ketua DPRD Kota Malang yang ditunjuk membacakan ikrar dengan lantang menyampaikan bahwa sejak diproklamasikan Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945 pada kenyataannya telah  banyak terjadi rongrongan baik dari dalam negeri maupun luar negeri terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahwa rongrongan tersebut dimungkinkan oleh karena kelengahan, kekurangwaspadaan Bangsa Indonesia terhadap kegiatan yang berupaya untuk menumbangkan Pancasila sebagai Ideologi Negara.

Dengan semangat kebersamaan yang dilandasi oleh nilai-nilai luhur ideologi Pancasila, Bangsa Indonesia tetap dapat memperkokoh tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia; maka di hadapan Tuhan Yang Maha Esa dalam memperingati Hari Kesaktian Pancasila, kami membulatkan tekad untuk tetap mempertahankan dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila sebagai sumber kekuatan menggalang kebersamaan untuk memperjuangkan, menegakkan kebenaran dan keadilan demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Turut hadir dalam kegiatan antara lain Wakil Walikota Malang (Ir. Sofyan Edi Jarwoko), Kadislog Lanud Abd Saleh (Kolonel Tek R. L. Tobing, SE), Kasrem 083/Bdj (Letkol Arm Budi S), Dandim 0833/Kota Malang (Letkol Inf Tommy Anderson), Kapolres Malang Kota (AKBP Doni Alexander), Waka Kumdam V/Brw (Letkol Chk Budi Sartono, SH.MH), Kabagjianbang (Letkol Inf Efandi), Waka Topdam V/Brw (Letkol Ctp Susilo), Kasi Datun Kajari (Bpk. Dian Purnama,SH.MH), Ketua FKUB Kota Malang (KH. Ahmad Taufik Kusuma), Ka OPD Pemkot Malang, Kepala Bank Jatim Kota Malang (Bpk. Bambang Ismono), Kepala Bea Cukai Kota Malang diwakili oleh (Bpk. Sulton) serta Para tamu undangan lainnya.

MESKI DIGUYUR HUJAN, KAPOLRESTABES MEDAN SHOLAT BERJAMAAH DENGAN ADEK MAHASISWA

MESKI DIGUYUR HUJAN, KAPOLRESTABES MEDAN SHOLAT BERJAMAAH DENGAN ADEK MAHASISWA

Medan, Maspolin.id—Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,
MSi Sholat Berjamaah dengan Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara di depan Gerbang DPRD Sumut Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa 1 Oktober 2019.

Aliansi Mahasiswa Sumatera utara pada saat ini Melakukan Aksi Damai dan Berdoa untuk Indonesia Damai yang dihadiri sekitar 115 orang.

Adapun Elemen Mahasiswa yang hadir : Mahasiswa UNIMED, Mahasiswa UMSU,
Mahasiswa UINSU dan Mahasiswa UMN Alwasyiah.

Dalam aksi tersebut, mereka melakukan Sholat Ghoib dan Doa bersama untuk kedamaian Bangsa di Negara Indonesia. Dan kedamaian masyarakat di Wamena Papua yang dipimpin Koko Syahputra Marpaung , Mpd Dosen UINSU dan Tausyiah oleh Ustadz Koko Marpaung.

Tampak Kapolrestabes Medan dengan Personel Polrestabes Medan diikuti Aliansi Mahasiswa Sumatera Utara mempersiapkan diri, meski situasi diguyur hujan, namun, tetap melaksanakan Sholat maghrib dengan khusuk.

Selanjutnya saling Bersalaman-salaman, disini, tampak indahnya kebersamaan dan terlihat erat silaturahim.

Novian Harhara

Kuli Tinta Kembali Jadi Korban Kekerasan Saat Liputan Demo

Jakarta,Maspolin.id – Kekerasan kini kembali menimpa seorang jurnalis yang sedang bertugas meliput demonstrasi, ini dialami oleh Haryawan, Wartawan Koran Sinar Pagi Mirisnya, Haryawan mengaku dipukuli oleh Oknum aparat kepolisian justru di tempat dia biasa bertugas.

Haryawan diduga dipukuli hingga babak belur di dalam Markas Polda Metro Jaya yang notabene tempat dia biasa bertugas.

Menurut keterangan korban, dirinya hendak pulang usai bertugas meliput di Polda Metro Jaya. Selepas sholat Isya di dalam masjid Al-Kautsar, korban melihat banyak Anggota kepolisian sedang ramai-ramai. Sontak, naluri jurnalisnya tergerak untuk meliput.

“Saya selesai shalat Isya hendak pulang, sebelum pintu keluar depan minimarket ada keramaian banyak anggota polisi kemudian saya ambil gambar dan video,” ujar Haryawan dalam keterangan resmi yang diterima wartawan, Senin (30/9/2019) malam.

Namun, pada saat mengambil gambar, tiba-tiba korban diminta petugas untuk menghapus rekaman video dan foto yang baru saja dia liput. Haryawan mengaku sudah mengatakan bahwa dia adalah wartawan Sinar Pagi yang biasa bertugas di Polda Metro Jaya. Namun oknum petugas tetap meminta foto itu dihapus.

“Saya bilang dari wartawan sinar pagi , tapi tetap saja petugas memaksa minta dihapus,” ujar Haryawan.

Lantaran takut dan khawatir karena diduga diancam dan paksaan, kemudian korban menuruti permintaan petugas.

“Saat lagi berusaha menghapus, mereka (oknum) memukul saya beramai-ramai, ada yang memukuli dari belakang, ada yang jenggut rambut saya, tonjok kenceng-kenceng mata saya sebelah kanan sampai darah mengucur,” ungkap Haryawan.

Haryawan mengatakan walau sudah memakai atribut dan identitas kartu pers, namun oknum aparat itu tetap memukuli dirinya . “Begitu juga kepala belakang saya dihajar sampai bocor berdarah, bahkan ada yang sembari teriak-teriak, telanjangi. telanjangi. Saya sudah bilang wartawan, namun tidak dihiraukan” ucapnya.

Menurut pengakuan Hartawan, dia berhasil melarikan diri untuk mencari dan berharap ada pertolongan.

“Saya berlari sembari berusaha menyelamatkan diri ke arah Humas PMJ dengan harapan selain ada yang kenal mudah-mudahan ada yang berpangkat atau komandan yang bisa menolong,” Tuturnya.

Korban kemudian berlindung di Balai Wartawan Polda Metro Jaya berharap ada pertolongan. “Untuk sementara demikian, karena kepala senut-senut, mata kanan darah masih netes-netes. Hp dan kunci motor saya juga hilang,” Ujar Haryawan.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menegaskan, Personel anggota kepolisian tidak di perbolehkan menghalangi tugas kerja jurnalistik.

“Kami (Mabes Polri) menekankan untuk personel di lapangan agar tidak menghalang-halangi kerja jurnalis,” ujar Dedi Prasetyo, Kamis (26/9/2019).

Dedi juga mengatakan bahwa jurnalis dilindungi oleh undang-undang . “Yang jelas, enggak boleh mengintervensi media. Media dilindungi (Undang-Undang),” tegasnya.

Dedi juga menghimbau kepada jurnalis di lapangan agar mengenakan tanda pengenal (kartu pers) yang bisa dilihat jelas oleh personel kepolisian. “Untuk Rekan media gunakan tanda pengenal saat di lapangan, salah satunya rompi bertuliskan Pers ” ucapnya.

Namun sangat disayangkan, ada saja oknum anggota kepolisian di lapangan seakan tidak mendengarkan dan terkesan acuh pada instruksi pimpinan . Diharapkan Kapolda Metro Jaya ,Kabid Propam dan Mabes Polri menanggapi masalah Kekerasan yang terjadi terhadap jurnalis.

Ada apa dengan bangsa ini kepolisian seharusnya melindungi wartawan yang tentunya adalah pilar negara dan teropong masyarakat untuk menentukan bangsa ini akan baik di mata dunia sudah jelas-jelas aturan UU pers No 40 tahun 1999.wartawan mempunyai hak untuk meliput dan dilindungi oleh penegak hukum bukan di kriminalisasi dan tentunya wartawan itu mitra polri bukan musuh tandasnya.

( Fahry/Red )

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Pria 55 Tahun Diamankan Polrestabes Bandung Lakukan Budidaya Ganja di Atap...

BANDUNG, JAWA BARAT - Maspolin.id|| Polrestabes Bandung mengungkap praktik budidaya tanaman ganja di atap sebuah rumah di Jalan Sriwulan, Kelurahan Ancol, Kecamatan Regol, Kota...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.