Laksanakan DDS, Kades Bukit Ranah Apresiasi Bhanbinkamtibmas Brigadir Wendi

Kampar, Riau,Maspolin.id – Bhabinkamtibmas desa Bukit Ranah, Polsek Kampar, Brigadir Wendi laksanakan Dor To Dor System (DDS) di wilayah binaannya, desa Bukit Ranah kecamatan Kampar, Senin (15/7/19).

Dalam kegiatan DDS ini, Brigadir Wendi melakukan pendataan warga desa Bukit Ranah kecamatan Kampar. Disamping melakukan pendataan, Brigadir Wendi juga menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada warga yang dijumpainya di kantor desa Bukit Ranah.

Kapolsek Kampar, AKP. Hendrizal Gani, SH.M.Si mengatakan bahwa dirinya selaku Kapolsek selalu memberikan pengarahan kepada Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan silaturahmi dengan warga binannya masing-masing.

“Selalu saya arahkan dan perintahkan untuk melakukan pendekatan dengan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas kepada seluruh elemen masyarakat di wilayah binaannya,” ujar Kapolsek.

Sementara itu, Kades Bukit Ranah, Firdaus menyampaikan apresiasinya kepada Brigadir Wendi yang bersedia turun langsung berkomunikasi dengan warga desa Bukit Ranah.

“Semenjak Brigadir Wendi menjadi Bhabinkamtibmas desa Bukit Ranah inilah warga merasakan kehadiran polisi ditengah-tengah masyarakat,” tutupnya.

Penulis : Canggih

KAPOLRESTABES MEDAN PIMPIN APEL PEMBERIAN PIAGAM PENGHARGAAN DAN PENGUMUMAN PEMENANG LOMBA DLM RANGKA HUT BHAYANGKARA KE 73 TH 2019

Medan,Maspolin.id – Kapolrestabes medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi Pimpin Apel pemberian piagam penghargaan dan Pengumuman Lomba dalam Rangka Hari Bhayangkara Ke 73 yang Dilaksanakan Dilapangan Apel Mapolrestabes Medan Jalan H M Said No 1 Medan,Senin 15 July 2019.

Kegiatan dihadiri oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto,SH,SIK,MSi, Waka Polrestabes Medan Akbp Rudi Rifani,SIK,Para Kabag,Kasat,
Kasi,Kapolsek Jajaran Polrestabes Medan dan personel Polrestabes Medan serta Masyarakat yang mengikuti Lomba video.

Adapun Personel Yang Menerima Penghargaan ada 91 Personel terdiri dari 24 Personil Sat Narkoba Polrestabes Medan Berhasil Menangkap Pelaku pengedar Narkotika jenis Shabu seberat 8 Kg,8 Personel Sat Intelkam Polrestabes Medan atas Loyalitas dan Dedikasi Sebagai Operator Posko Omb dan Quick Wins,12 Personel Polsek Sunggal yang berhasil Mengungkap Tindak Pidana Curas yang dilakukan Geng Motor,10 Personel Pancur Batu yang Berhasil Mengungkap Tindak Pidana Penganiayaan secara Bersama yang mengakibatkan Korban Meninggal Dunia,10 Personel Polsek Medan Baru yang Berhasil Menangkap Pelaku Pengedar Narkotika Shabu 1,5 Kg,2 Personel Sat Sabhara Polrestabes Medan yang berhasil menggagalkan Penyeludupan Shabu di Rtp Polrestabes Medan dan 22 Personel Sat Reskrim Polrestabes Medan yang
berhasil Mengungkap Curanmor.

Adapun Jenis Perlombaan dan Pemenang Lomba yaitu Perlombaan Futsal dimenangkan Oleh Sat Reskrim Polrestabes
Medan,Perlombaan Kendaraan Mobil Patroli Sabhara yang dimenangkan Oleh Sat Sabhara Polrestabes Medan,Perlombaan Pemenang Bongkar Pasang Senjata dimenangkan Oleh Sat
Reskrim Polrestabes Medan,
Pemenang Lomba Yel-yel Wbbm oleh Sat Lantas Polrestabes medan,Pemenang Lomba Kebersihan Mako Satker jajaran Polrestabes Medan oleh Spkt Polrestabes Medan,
Pemenang Lomba Kebersihan Mako Poksek jajaran Polrestabes Medan dan Pemenang Lomba Video tentang Kepolisian adalah Farizi Fathan Pane.*

Novian Harhara

Pembunuh Pasutri Pengusaha Kasur Di Plumpang Ternyata Warga Kecamatan Trucuk

Tuban,Maspolin.id – Peristiwa tewasnya Pasutri yakni Sukamto (60) dan Sri Endang Wati (55), pemilik toko kasur warga Desa Plumpang, Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban yang ditemukan tewas di dalam rumahnya sudah menemukan titik terang.

Hanya Dalam waktu kurang dari 24 jam setelah mayat pasutri itu ditemukan, petugas dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban berhasil menangkap seorang pelaku pembunuhan sadis itu. Kini pelaku sudah diamankan di Polres Tuban untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut guna mengungkap motif kasus perampokan sadis itu.

Informasi yang dihimpun beritajatim.com, tim identifikasi dari jajaran Sat Reskrim Polres Tuban melakukan olah TKP selama beberapa jam di dalam lokasi toko korban itu. Pemeriksaan secara teliti yang dilakukan tim Identifikasi Polres Tuban di setiap ruangan rumah dan gudang milik pengusaha kasur itu akhirnya menemukan berapa barang bukti dan mengarah pada pelaku.

“Kurang dari 24 jam setelah kita selesai olah TKP pelaku pembunuhan sudah berhasil kita tangkap. Pelaku berhasil ditangkap kemarin sore,” ungkap AKP Mustijat Priyambodo, Kasat Reskrim Polres Tuban, Minggu (14/7/2019).

Pelaku pembunuhan pasutri yang ditemukan bersimbah darah itu di dalam rumahnya itu diketahui bernama Wiji (37), warga Desa Banjarsari, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Bojonegoro. Pelaku itu telah melarikan diri setelah berhasil membunuh pasutri tersebut dan membawa barang-barang berharga milik korban.

“Ada barang bukti sudah kita amankan dalam pengungkapan kasus ini. Termasuk peralatan yang digunakan pelaku dalam membunuh korban,” tambah Kasat Reskrim Polres Tuban itu.

Adapun untuk barang bukti yang ditemukan oleh petugas dari sekitar lokasi mayat Sukmato dan Sri Emadang Wati itu di antaranya adalah balok kayu yang terdapat bercak darah, sebuah palu martil juga terdapat bekas darah serta sabit. Barang bukti itu merupakan alat yang digunakan untuk membunuh kedua korban pengusaha kasur itu.

“Pelaku dan barang bukti sudah kita amankan untuk proses pengungkapan lebih lanjut,” Pungkasnya.

Admin/BJ

Mengenaskan, Pasutri Pengusaha Kasur Di Plumpang Tewas Bersimbah Darah

Tuban,Maspolin.id – Pasangan suami istri tewas mengenaskan dalam toko mereka di kawasan Pasar Plumpang, Desa/Kecamatan Plumpang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur. Keduanya ditemukan bersimbah darah dan penuh luka diduga akibat aniaya benda tumpul.

Kasus dugaan pembunuhan ini pun mengemparkan masyarakat setempat, Jumat (12/7/2019) malam. Ratusan warga tampak berkerumun dan berdatangan ke lokasi tempat kejadian perkara (TKP). Identitas kedua korban diketahui bernama Sukamto dan Sri Endang Wati. Mereka merupakan pengusaha toko kasur yang keberadaan tempat usahanya persis di depan Pasar Plumpang.

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Mustijat Priyambodo mengatakan, jasad sepasang suami istri ini ditemukan pertama kali oleh anak mereka. Saksi datang ke toko yang juga tempat tinggal orangtuanya setelah tiga hari tak bisa menghubungi mereka.

Betapa terkejutnya saksi saat melihat kedua orangtuanya sudah terbujur kaku di dalam rumah. Dengan perasaan campur aduk, saksi melaporkan kejadian ini ke warga setempat dan polisi.

Mendapat laporan, petugas Polres Tuban langsung meluncur ke lokasi kejadian. Parameter dilakukan dengan memasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.

“Hasil olah TKP, sepasang suami istri diduga jadi korban tindak pidana pembunuhan. Dari identifikasi awal, ada dua luka di bagian leher korban. Mereka ditemukan dalam jarak kurang dari 15 meter,” ujar Mustijat.

Kasatreskrim mengungkapkan, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kematian dan memburu pelaku pembunuhan. Jenazah kedua korban saat ini sudah dibawa ke RSUD dr R Koesma Tuban untuk kepentingan autopsi.

Admin

Oposisi Tanpa Hoax dan Peran Media Sebagai Pengawal Jalannya Demokrasi Konstruktif Demi Suksesnya Pembangunan 5 Tahun Kedepan

Oleh : Taufiq Rahmat (Netizen- Mahasiswa Komunikasi Politik Universitas Jayabaya)

Maspolin.id – Pilpres telah selesai, begitu juga sengketanya di MK yang dimenangkan duet Jokowi – Mahruf Amin serta Jokowi dan Prabowo telah bertemunguna sepakat membangin bangsa dan menjaga persatuan.

Kemudian, muncul dua wacana tentang koalisi dan oposisi. Meskipun oposisi tidak dikenal dalam sistem politik kita, namun kekuatan pengontrol sebagai check and balance harus ada untuk terus menyehatkan kehidupan demokrasi kita.

Harmoni antara oposisi konstruktif dengan tidak menggunakan hoaks memang menjadi sangat penting, jadi oposisi sah-sah saja yang penting saling mendukung demi pencapaian terhadap target pembangunan demi kepentingan rakyat.

Maka disinilah peran media sebagai kontrol di antara koalisi dan oposisi dalam mengawal demokrasi yang konstruktif, harus jelas dan konkrit bersikap, artinya media boleh dan harus memberikan ruang bagi kubu oposisi dalam rangka menjalankan fungsi chek and balances sepanjang oposisi harus menyajikan sesuai data dan fakta apa ada nya dan bukan dibangun atas dasar hoax serta kemasan kebencian agar kondusifitas diruang media publik tetap terjaga dan jalannya program pembangunan tidak terhambat.

Media jug harus menjalankan tanggung jawab edukasinya melalui literasi dan mencegah berita-berita hoax yang disebar oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang bisa saja juga dilakukan kubu oposisi. Untuk itu disisi lain media juga harus tegas tidak memberi ruang terhadap opini opini yang dibangunntanpa sumber yang jelas, media harus menjaga suasana kondusif dan persatuan di tengah masyarakat.

Sehingga masyarakat pun secara objektif akan dapat dan bisa menilai posisi oposisi , apakah konstruktif atau kontraproduktif sehingga peran masayarakat bisa scara optimal berkontribusi kepada pembangunan melalui peran edukasi dan literasi media secara cerdas dan bertanggung jawab disisi lain masyarakat juga pada akhirnya dapat memiliki referensi untuk memberikan reward dan funismhent pada kontestasi pollitik selanjutnya tanpa kegaduhan sehingga kehidupan demokrasipun akan berjalan lebih sehat dan konstruktif.

Admin

Menjadi Oposisi Konstruktif Tanpa Hoax Demi Kemajuan Bangsa Indonesia

Oleh : Natsir Akbar (Mahasiswa Komunikasi Politik Universitas Diponegoro)

Maspolin.id – Partai politik pendukung pemerintah dipastikan akan mendominasi kursi Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia periode 2019-2024.

Meski demikian, partai politik di luar koalisi pemerintah mesti menjadi oposisi , seperti yang disampaikan Jokowi pada pidato kemengannya di Sentul Jaaa Barat bahwa menjadi oposisi juga sebuah tugas mulia sepanjang dilakukan secara baik tanpa dendam dan tanpa kebencian, karena yang terpenting adalah menjaga persatuan sebab bangsa inimmembutuhkan kebersamaan dalam membangun.

Berdasarkan data rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum (KPU), Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) meraih suara paling banyak yakni 19,38 persen atau 27.053.961 suara.

Kemudian, disusul Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), 12,57 persen atau 17.594.839 . Dari 16 partai yang menjadi peserta Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, terdapat sembilan partai yang lolos ambang batas parlemen (4 persen).

Seharusnya parpol di luar pemerintah juga dapat menjadi oposisi yang konstruktif.

“Oposisi yang menjadi penyeimbang pemerintah dengan memberi kritik demi membangun bangsa, bukan dibangun atas dasar hoax dan kebencian yang bertujuan untuk menjatuhkan karena seburuk apa pun kinerja pemerintah, itu adalah pilihan rakyat selama lima tahun mendatang, dan.pemerintah.memnag.mebutuhkan kritik tapi yang konstruktif.

Konsep oposisi konstruktif sebagai sebuah konskwensi berdemokrasi iharus ditujukan sebagai bentuk perjuangan untuk kepentingan masyarakat umum. oposisi konstruktif berfungsi untuk menciptakan keseimbangan yang sehat sesungguhnya.

Konsep oposisi konstruktif saat melakukan kritik kepada pemerintah jika kebijakan pemerintah dinilai menciderai kepentingan rakyat.

Kelompok oposisi ini juga tetap mampu melihat sisi positif yang telah dicapai oleh pemerintah sehingga rakyat dapat menilai pemerintahan secara seimbang. Disinilah peran media menjadi penting dalam mengawal opini opini oposisii agar mencegah sumber hoax dan meliterasi masayarakat guna memberi bekal krpada masyarakat untuk menilai bahkan memberi sikap pada kontestasi politik selanjutnya.

Kelompok oposisi konstruktif harus membuang jauh- jauh niat untuk menggulingkan kekuasaan yang ada untuk digantikan dengan kekuasaan tertentu melalui berbagai upaya yang melanggar hukum dan etika dengan membangun narasi narasi yang berbasis hoax karena dapat membahayakan rasa persatuan bangsa.

Maka demi persatuan dan kemajuan bangsa, gerakan oposisi haruslah konstruktif dan tanpa hoaks dengan tetap menjaga Harmonisasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Admin

WAKIL BUPATI LEPAS BIKERS DALAM PERINGATAN HARI KOPERASI KE 72

BANGKALAN,Maspolin.id – Wakil Bupati Bangkalan, H. Mohni membuka dan melepas para bikers pada acara fun bike di stadion gelora Bangkalan, Minggu ( 14/07/2019).

Kegiatan Funbike diadakan dalam rangka Hari Koperasi ke 72 dan diikuti oleh Komunitas sepada asal Bangkalan. Tak hanya itu, Funbike yang di konsep mengelilingi Kota Bangkalan serta diisi juga dengan hiburan berbagai hadiah.

Wakil Bupati Bangkalan, dalam sembutannya selain mengucapkan Hari Koperasi ke 72, juga mengatakan bahwa kegiatan Funbike yang di adakan selain untuk memperingati Hari Koperasi juga mengajak masyarakat untuk hidup sehat melalui olahraga dan menjadi media untuk mengajak masyarakat lebih mengenal dan ikut menjadi anggota Koperasi.

Koperasi selama ini, lanjut Wakil Bupati Bangkalan, menadi salah satu mitra Pemerintah Kabupaten Bangkalan dalam upaya pembangunan ekonomi masyarakat, banyak peran koperasi dalam menumbuhkan sektor ekonomi, salah satunya yakni dengan memenuhi kebutuhan sektor ekonomi, salah satunya yakni dengan memenuhi kebutuhan masyarakat melalui unit simpan pinjam hingga pemberdayaan masyarakat melalui sektor UMKM “.terangnya.

Selain itu, melalui kegiatan Peringatan Hari Koperasi, Wakil Bupati Bangkalan berharap kedepan koperasi mampu menjadi pilar pertumbuhan ekonomi masyarakat dan semakin menyiapkan diri menjadi koperasi yang semakin maju dengan sumber daya yang handal serta tata kelola dan manjemen yang baik sehingga mampu menjawab tantangan kedepan. ( eko S ).

BUPATI BANGKALAN LANTIK LIMA PEJABAT PEMKAB BANGKALAN

BANGKALAN,Maspolin.id – Bupati Bangkalan, R. Abdul Latif Amin Imron melantik lima pejabat di lingkungan daerah Kabupaten Bangkalan. Dan acara pelantikan dilakukan di Aula Diponegoro Kantor Bupati Bangkalan, Kamis ( 11/7/09).

Berikut nama-nama pejabat pemerintah Kabupaten Bangkalan yang dilantik ;

  1. Rudiyanto, S.Sos. MM. Sebagai Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bangkalan.
  2. Eko Setiawan, S.Si.MT, Sekretaris pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu satu pintu Kabupaten Bangkalan.
  3. Drs. Joni Artiono, M.M. Sekretaris pada Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangkalan.
  4. Drs. Andang Pradana, M.M. Kepala Bagian Administrasi Kesejahteraan Rakyat pada sekretariat daerah Kabupaten Bangkalan.
  5. Drs.Amir Sjarifudin, M.MPub, Inspektur pembantu 1 pada Inspektorat Kabupaten Bangkalan.

Menurut Ra Latif, sapaan akrab Bupati Bangkalan, pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari pelantikan sebelumnya, namun karena masih menunggu keputusan dari Kemendagri sehingga baru dilantik sekarang.

” Ini sebenarnya merupakan tindak lanjut dari pelantikan yang kemarin, namun kita masih menunggu keputusan kemendagri dan tadi sudah turun makanya dilantik”.terangnya.

Selain itu, pelantikan tersebut merupakan tahapan kedua dari rangkaian pelantikan pejabat di Pemerintahj Kabupaten Bangkalan. 

” Saat ini masih tahap dua, yang plt kita difinitifkan, yang mutasi kita plt-kan sementara”.tambahnya.

Ditambahkan pula, Bupati berharap setelah pelantikan ini, semua pejabat dapat bekerja dengan baik dan dapat bertanggung jawab atas jabatannya.

” Saya harap semua pejabat yang dilantik hari ini dapat bekerja dengan baik dan bertanggung jawab terhadap jabatan barunya. ( eko S )

BUPATI BANGKALAN LANTIK PENGURUS KARANG TARUNA KABUPATEN BANGKALAN 2019-2024

BANGKALAN,Maspolin.id – R. Abdul Latif Amin Imron, Bupati Bangkalan melantik dan mengukuhkan Forum Pengurus Karang Taruna Kabupaten Bangkalan periode 2019-2024. Acara pelantikan berlangsung di Gedung Diklat Kabupaten Bangkalan di ikuti oleh seluruh perwakilan Karang Taruna Kecamatan dan Kelurahan di Kabupaten Bangkalan, Kamis ( 11/07/2019).

Dalam sambutannya, Bupati Bangkalan mengatakan bahwa, Karang Taruna merupakan salah satu organisasi kepemudaan yang memiliki peran penting, tidak hanya sebagai media pengembangan generasi muda, namun Karang Taruna juga memiliki fungsi sebagai wadah pemberdayaan masyarakat sekaligus sebagai penggerak pembangunan. Karena itu, untuk dapat meningkatkan peran aktifnya diperlukan upaya koordinasi, kolaborasi, komunikasi dan kerjasama antar Karang Taruna, dengan kata lain koordinasi konstruktif dengan pemerintah Kabupaten Bangkalan selaku pembina fungsional sehingga apa yang kita kerjakan kedepan dapat seiring dan sejalan.

Selain itu, sebagai potensi pemberdayaan masyarakat , Karang Taruna bergerak dalam bidang Usaha Kesejahteraan Sosial ( UKS ), perlu untuk selalu meningkatkan kualitas kelembagaan, sehingga pada gilirannya dapat membina generasi muda secara lebih selektif dan efesien khususnya dalam kegiatan usaha-usaha Kesejahteraan Sosial”.ungkapnya.

Selain itu, Ra Latif, biasa ia di sapa berharap, Kepengurusan Karang Taruna Masa Bhakti 2019-2024 diharapkan dapat menggali segala aspek yang menyangkut pembangunan Kesejahteraan sosial dan sekaligus membina generasi muda untuk terampil dalam pembangunan secara kreatif dan inovatif sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

( Eko S)

Akhirnya Prabowo dan Jokowi Saling Menyapa

Oleh : Dodik Prasetyo (Pengamat Sosial Politik)

Maspolin.id – Cita – cita rekonsiliasi sudah terwujud, Prabowo telah bersedia bertemu dengan Jokowi dengan senyum tanpa dendam, ia pun mengatakan bahwa tidak ada cebong – cebong, tidak ada kampret – kampret, semuanya merah putih.

Rakyat Indonesia bersatu “Peluk, peluk, peluk,” ketika Jokowi dan Prabowo berada dalam 1 tempat. Layaknya sahabat karib, keduanya pun berpelukan sembari menebar senyum.

Gong perdamaian antar kubu telah menggema, akan menjadi ironi jika polarisasi cebong – kampret masih menjadi topik pemberitaan.

Dalam pidatonya Jokowi berkata, tidak ada lagi yang namanya 01, tidak ada lagi yang namanya 02. Tidak ada lagi yang namanya kampret. Yang ada adalah Garuda. Garuda Pancasila. Sontak kalimat tersebut mampu menggemakan riuh tepuk tangan.

Kalau sudah seperti ini, tentu Jokowi tidak perlu risau menanggapi syarat yang digemborkan Dahnil Anzar yang menyatakan jika ingin rekonsiliasi, maka pemerintah akan menjamin kepulangan Rizieq. Semoga saja Rizieq sehat – sehat disana dan bisa pulang tanpa memberatkan siapapun.

Ketika keduanya berada di dalam MRT dari Stasiun Lebak Bulus menuju Senayan. Prabowo dan Jokowi memang sempat berbincang serius, namun kedua tokoh tersebut sama sekali tidak membahas soal Rizieq.

Pertemuan tersebut tentu semakin menegaskan, tidak ada lagi polarsasi dukung mendukung calon presiden dan wakil presiden, artinya semua harus bersatu dan mengambil peran dalam pembangunan NKRI.

Menjaga persatuan nyatanya tidak jauh beda dengan berjuang mengusir penjajah, polarisasi yang kerap menghiasi media menjadi bukti, bahwa terpecahnya persatuan dapat menjadi ancaman yang serius.

Selama pertemuan Jokowi dan Prabowo di Stasiun MRT Lebak Bulus, keduanya terus menebar senyum. Dengan pakaian yang sama – sama berwarna putih, kedua mantan peserta pilpres tersebut semakin memancarkan wajah yang cerah dan memberi kesejukan kepada siapapun yang melihatnya.

Kalau sudah damai dan gayeng seperti ini, sudah semestinya pelukan antara Jokowi dan Prabowo bisa menjadi tombol otomatis bagi masyarakat untuk meredakan tensi politik pasca Pilpres 2019.

Jika polarisasi masih saja tersisa, setidaknya pertemuan tersebut memberikan sinyal positif dari para petinggi pada masyarakat khususnya para simpatisan partai untuk bisa berdamai.

Pertemuan antar keduanya juga dapat dijadikan sebagai ukuran peningkatan demokrasi di Indonesia. Dimana kedua peserta pilpres secara ikhlas saling bertemu, saling menyapa dan saling menunjukkan komitmen untuk menjaga persatuan di Indonesia.

Bertemunya Prabowo dengan Jokowi, mendapatkan apresiasi dari Ketua umum PDIP Megawati Soekarnoputri juga bersyukur atas realisasinya pertemuan anak bangsa antara Jokowi dan Prabowo. Mantan Presiden RI yang menggantikan Gus Dur tersebut juga selalu percaya dengan sikap negarawan yang dimiliki oleh Ketua Umum Partai Gerindra Tersebut.

Artinya, saat rekonsiliasi tidak boleh ada dendam apapun. Karena rekonsiliasi yang telah terwujud tersebut merupakan upaya keduanya dalam menghilangkan perbedaan di Masyarakat.

Dibalik pertemuan yang menyejukkan tersebut, tentu kita juga perlu mengapresiasi inisiator rekonsiliasi tersebut, dimana sosok tersebut adalah Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan. Sebagai kepala Badan Intelijen, ternyata Pria yang akrab disapa BG tersebut bekerja tanpa ada suara.

Hal ini tentu menjadi bukti bahwa proses rekonsiliasi merupakan sesuatu yang perlu diperjuangkan dengan berbagai cara. Masyarakat secara umum sudah saatnya meneladani sikap yang ditujukan oleh Prabowo maupun Jokowi.

Dimana Jokowi tetap ingin berteman dengan Prabowo, sedangkan Prabowo meskipun dirinya kalah dalam Pilpres 2019, ia telah mengatakan pada Jokowi bahwa dirinya siap ambil bagian atau oposisi.

Pernyataan tersebut sudah semestinya dimaknai oleh semua masyarakat, bahwa kekalahan dalam kontes demokrasi tidak lantas menjadikan alasan untuk bermusuhan. Oposisi diperlukan sebagai penyeimbang pemerintah dalam memutuskan segala kebijakan.

Saatnya kita melupakan gesekan sosial pasca pemilu yang dapat mencederai persatuan dan kesatuan bangsa. Perbedaan pandangan politik dengan rekan kerja tentu bukan alasan untuk tidak lagi menjalin silaturahmi. Toh yang diusung sudah berpelukan, masa iya kita masih musuhan gara – gara beda pilihan.

Mari kita buka lembaran baru dengan kepala dingin, permasalahan di negeri ini tidak melulu soal presiden, bersikap baik terhadap sesama tanpa memandang SARA, tentu sudah cukup membantu pemerintah dalam mewujudkan semboyan Bhineka Tunggal Ika.

Admin
 

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.