Aspers Danlantamal V Laksanakan Penutupan Bintal Juang Remaja Bahari (BJRB) Tahun 2019

Lantamal V,Maspolin.id – Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut (Lantamal V), Koarmada II, Aspers Danlantamal V Kolonel Laut (P) Ambiyah mewakili Komandan Lantamal  V Laksamana Pertama TNI Edwin, S. H,. M,Han menutup  Bintal Juang Remaja Bahari (BJRB) Tahun 2019 di lapangan apel  Mako Lantamal V (12/7).

Di hadiri Para Kasatlak Jajaran Lantamal V, Para Guru Pembimbing,segenap panitia BJRB tahun 2019, Para Perwira, Bintara,  serta adik-adik peserta Bintal Juang Remaja Bahari yang saya cintai dan saya banggakan.

Peserta BJRB  yang naik KAL 06 dan KAL 07 yang Komandani oleh Mayor Laut (P) Haris Sandi. Komandan Lantamal V menyampaikan BJRB ini bertujuan untuk mencari momentum pada hari libur sekolah, SMP, SMA, dan ada dari Pondok pesantren Indramayu, Trengalek, Kediri, Madura, Gresik, Malang. Para siswa bertujuan untuk menambah pengalaman serta mengenal linkungan TNI AL.

Kegiatan yang pelaksanaannya relatif singkat ini,   para peserta BJRB telah mendapatkan kesempatan berlayar dengan menggunakan Kal Kadet V-06 dan Kal Kadet V-07 sehingga dapat mengenal secara umum bagaimana kehidupan anggota TNI AL yang bertugas di KRI  dan semoga   adik-adikpara peserta BJRB tahun 2019 ini dapat mengambil hikmah dan manfaatnyauntuk dijadikan pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Hendaknya kegiatan ini  dapat dijadikan evaluasi dan acuan pada pelaksanaan kegiatan  BJRB di masa yang akan datang bagi panitia berikutnya, hal-hal yang baik dan positif supaya dipertahankan dan dikembangkan serta lebih ditingkatkan. 

Selesainya kegiatan bintal juang remaja bahari ini berarti salah satu program kegiatan lantamal v dalam pembinaan generasi muda khususnya para remaja, telah dapat diselesaikan dengan baik sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

Pelajaran dan pengalaman  yang  telah kalian terima dapat dijadikan acuan untuk memantapkan kepribadian, pendalaman keimanan dan mengerti permasalahan kelautan serta meningkatkan kesegaran jasmani.

Marilah kita semua memantapkan jati diri kita sebagai negara bahari untuk menyukseskan indonesia sebagai poros maritim dunia.

Pgs Kadispen Kapten Laut (E) Kusnan

APKLI DAPAT APRESIASI DARI UNIVERSITAS INDONESIA (UI)

Surabaya,Maspolin.id – Setelah 26 tahun sejak berdiri di Yogyakarta tanggal 29 Januari 1993 hingga kini, akhirnya perjuangan Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI) lindungi, dampingi dan memberdayakan Pedagang Kaki Lima (PKL) dan ekonomi rakyat kecil (kawulo alit) mendapatkan pengakuan secara akademik menjadi tesis (S2) di Universitas Indonesia (UI).

“Atas kehendak dan rindo Tuhan YME, Allah S.W.T, mendapatkan pengakuan secara akademik menjadi tesis (S2) saudara Dian Rahil, dari Universitas Indonesia (UI)”.ungkap dr. Ali Mahsun, M. Biomed, Ketua Umum DPP APKLI melalui pesan WhatsAppnya, Jumat(12/07/2019).

Tesis tersebut dengan mengambil judul, “Analisis Program Percepatan Ekonomi Kerakyatan di APKLI Dalam Studi Ketahanan Ekonomi Nasional”, dan telah dinyatakan lulus pada sidang ujian tesis PKN UI pada hari kamis 11Juli 2019.

” InsyaAllah preseden baik ini kedepan jadi pendulum dan bola salju untuk jadi skripsi (1), tesis (2), disertasi (3), juga menjadi kurikulum di Sekolah Atas, Menengah dan Dasar”.harapnya. 

Selain itu, dr. Ali menambahkan akan memberikan penghargaan khusus kepada saudari Dian Rahim dan Universitas Indonesia dalam waktu dekat ini. Semoga dengan ini nasib dan masa depan PKL dan pelaku ekonomi rakyat kecil kawulo alit di negeri ini kedepan semakin di manusiakan, dilindungi serta mendapatkan pemberdayaan dari segenap pemangku kepentingan di Republik ini. 

Selain itu, segala usaha dan kerja PKL lebih maju, berkembang dan unggul hadapi era super kapitalis dan revolusi Industri 5.0 serta teragresikan sebagai raksasa ekonomi dunia dan jadi pilar utama Imagenary Holding Company Nusantara dan hidupnya sejahtera dan Makmur secara berkeadilan.

“We can be Want!, kita mampu asal mau, wujudkan kejayaan nusantara II adil dan Makmur dan adidaya era keadilan 2024-2060”.pungkasnya.

(Eko S).

Bursa Inovasi Desa Digelar Pertama Kali di Kalijaran

Cilacap, Maspolin.id – Pertama kali Pemkab Cilacap melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) menggelar Bursa Inovasi Desa (BID) di Balai Desa Kalijaran, Kecamatan Maos, Cilacap, Jateng, Jumat (12/7/2019).

BID ini dihadiri Camat Maos Ahmad Husen, Danramil 07/Maos Kapten Inf Joko Yunanto diwakili Babinsa Serma Darsono, Kapolsek Maos diwakili Bripka Arif Prabowo, para Kades di Kecamatan Maos, Yekti dari Dispermades Kabupaten Cilacap, Tim Penggerak Inovasi Desa, tokoh masyarakat Kecamatan Maos, BPD, dan LPPMD.

Yekti mengatakan, Bursa Inovasi Desa merupakan forum penyebaran dan pertukaran inisiatif atau inovasi masyarakat yang berkembang di desa. Kegiatan ini merupakan turunan dari Program Inovasi Desa (PID) yang mulai diluncurkan pada 2017.

Sementara, Danramil melalui Serma Darsono mengakui, untuk desa-desa di Kecamatan Maos memang belum terlihat hasil inovasi yang dikembangkan di desa. Namun, dengan adanya Bursa Inovasi Desa nantinya akan menumbuhkan ide-ide inovatif untuk memajukan pembangunan di desa. (Estanto)

sebanyak 2019 Penari Tengul Dan 25 Ribu Nasi Buwohan Akan Hiasai Jembatan Sosrodilogo

Bojonegoro,Maspolin.id – Tinggal 2 hari lagi pemecahan rekor MURI tari Thengul akan diadakan di jembatan Sosrodilogo hari Minggu (14/7/19) disertai dengan nasi buwuhan juga dihadiri oleh chef Juna (juri dalam acara memasak Master Chef Indonesia).

Dalam gladi resik tampak Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menghadiri secara langsung yang didampingi oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Amir Syahid di lapangan desa Trucuk Jumat (12/7/19) pagi.

“Sebanyak 2019 penari Thengul akan memecahkan rekor MURI dan 25 ribu nasi buwuhan disediakan, serta ada chef Juna sebagai juri dalam lomba menu cipta nasi buwuhan,” ujar Bupati.

Bulan Juli Festival Nasi Buwuhan Bojonegoro Bakal Meriahkan Rekor Muri Tari Thengul Pelatih Tari Thengul Bojonegoro Jalani Pelatihan Terakhir
50 Peserta Kange Yune Bojonegoro Bakal Ikuti Tourism Camp.

Dikatakan pula nanti dalam festival juga akan dihadiri 4 (empat) negara yakni negara Bulgaria, Poland, Mexico dan Thailand yang secara langsung ikut menyaksikan dan sebagai pengenalan budaya ke luar negeri.

“Salah satu tujuan festival ini tidak lain untuk mengenalkan budaya Bojonegoro ke luar negeri juga bagian dari pelestarian budaya Jawa agar tetap terjaga kelestarianya,” ungkapnya.

“Mari masyarakat Bojonegoro datang menyaksikan festival tari Thengul dan nasi buwuhan di jembatan Sosrodilogo pada Minggu (14/7/19) pagi,” pungkasnya.

(Ags/Hum)

Unit Reskrim Polsek Kampar Tangkap Terduga Bandar Narkotika Jenis Shabu di Desa Rumbio

Kampar,Maspolin.id – Unit Reskrim Polsek Kampar tangkap terduga bandar Narkoba di desa Rumbio, kecamatan Kampar, kabupaten Kampar, Jumat (12/7/19) sekira pukul 10.30 WIB.

Pelaku terduga bandar narkoba yang berhasil diringkus unit reskrim Polsek Kampar, yakni YN (Pr 35 th) seorang ibu rumah tangga warga desa Rumbio, HZ (Pr 31 th) seorang ibu rumah tangga warga desa Pulau Sarak, dan BA (lk 25 th) pemuda warga desa Pulau Sarak.

Ketiga pelaku terduga bandar narkoba ini berhasil diringkus unit Reskrim Polsek Kampar di kediaman YN, di RT 027, RW 014 desa Rumbio kecamatan Kampar, kabupaten Kampar.

Bersama ketigas pelaku terduga bandar narkoba ini turut diamankan sejumlah barang bukti, berupa 1 (satu) buah dompet kecil warna putih dengan resleting warna pink, 2 ( dua) paket kecil Narkotika jenis sabu yang dibungkus plastik bening, dan 1 (satu) bal plastik bening ukuran kecil.

Pengungkapan kasus terduga bandar narkoba ini, bermula pada hari Jumat (12/7/19), sekira pukul 10.30 WIB, tim opsnal unit Reskrim Polsek Kampar mendapat informasi dari masyarakat bahwa di rumah YN sering terjadi transaksi Narkotika jenis shabu.

Setelah mendapat informasi yang dilaporkan oleh anggotanya, selanjutnya Kapolsek Kampar AKP. Hendirzal Gani, SH, M.Si memerintahkan Kanit Reskrim beserta anggotanya untuk menuju ke rumah YN, dan setibanya di rumah YN, pada saat itu ditemukan YN bersama HZ dan BA.

Kemudian dilakukan penggeledahan terhadap badan YN dan HZ, dan dilanjutkan penggeledahan dikamar YN ditemukan didalam keranjang pakaian 1 (satu) buah dompet kecil warna putih dengan resleting warna pink yang berisikan 2 (dua) paket kecil narkotika jenis shabu yang dibungkus plastik bening, dan 1 (satu ) bal plastik bening ukuran kecil.

Setelah dilakukan introgasi singkat, YN mengaku bahwa shabu tersebut merupakan milik BA, kemudian pada saat itu juga turut diamankan BA yang juga berada di rumah YN.

Kapolsek Kampar, AKP. Hendrizal Gani, SH, M.Si mengatakan, bahwa saat ini pelaku berikut barang buktinya telah diamankan di Mapolsek Kampar guna proses hukum selanjutnya.

Penulis ; Canggih

Sempat Viral di Medsos, Perampasan Handphone di Kawasan KP3B, Tiga Tersangka Berhasil Diamankan Tim Gabungan Direktorat Reskrimum Polda Banten

Banten,Maspolin.id – Kota Serang. Tersangka yang diduga melakukan kejahatan jalanan yang kerap beraksi di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) di Jalan Syekh Nawawi Al Bantani, Kota Serang berhasil diringkus Tim Resmob dan Tim Jawara Polda Banten. Selain tiga tersangka penjahat, Tim Subdit Jatanras juga mengamankan satu pelaku yang diduga sebagai penadah barang hasil kejahatan.

Ada tiga tersangka yaitu WH, (19), FH (17), dan RY (17). Ketiganya merupakan warga Desa Sinarmukti, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang, sedangkan satu tersangka penadah berinisial AR  (28), Desa Sukamenak, Kecamatan Cikeusal, Kabupaten Serang. Barang bukti yang diamankan motor Yamaha Vixion dan satu unit handphone OPPO F5.

“Ada 4 tersangka yang berhasil kita amankan, tiga diantaranya sebagai pelaku pencurian dengan kekerasan (curas) yang kerap beraksi di Kawasan KP3B dan satu tersangka penadah berikut barang buktinya,” terang Direktur Reserse Krimum Polda Banten Kombes Pol Novri Turangga, didampingi Kabid Humas Kombes Pol Edy Sumardi dan Kasubid Penmas Kompol Rupiadam kepada wartawan di Mapolda Banten, Jumat (12/7/2019).

Lanjut, Kombes Pol Novri, menjelaskan, pengungkapan kasus perampasan ini tindaklanjut dari laporan Muhamad Fatih Nadaraya (15), warga Karundang Tengah, Kelurahan Karundang Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang. Korban perampasan yang berstatus sebagai santri ini mengaku dipaksa menyerahkan handphone merk Oppo kepada tiga pria berkendara Yamaha Vixion saat dirinya sedang menunggu angkutan online di Kawasan KP3B usai mengerjakan tugas memotret dengan latar KP3B Provinsi Banten.

Berdasarkan laporan tersebut, tim gabungan Direktorat Reskrimum Polda Banten yang dipimpin Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum AKBP Asep Sukandarisman langsung melakukan penyelidikan.

Hasilnya, Tim Resmob dan Tim Jawara Polda Banten berhasil mengetahui keberadaan handphone korban yang berada ditangan tersangka ARS.

“ARS berhasil kami amankan di rumahnya, pada hari Rabu (10/7/2019) sore. Dari pengakuan ARS, handphone yang dipegangnya itu diakui dibeli dari tersangka WH dan selanjutnya dilakukan penangkapan di rumahnya pada hari Kamis (11/7/2019) siang. Dari rumah WH juga petugas mengamankan Yamaha Vixion yang dijadikan sarana kejahatan,” kata Kombes Pol Novri Turangga.

Dari pengembangan kasus yang sempat viral di media sosial tersebut, terus dilakukan dan dari pengakuan tersangka WH, aksi perampasan handphone melibatkan tersangka FH dan RY. Berbekal dari keterangan tersangka WH, dua tersangka lainnya ini berhasil ditangkap sore harinya saat berada di Jalan Raya Ciruas – Petir, Kabupaten Serang.

“Dalam pemeriksaan, ketiga tersangka mengakui secara bersama-sama melakukan aksi perampasan handphone milik korban Muhammad Fatih. Ketiga tersangka yang diketahui juga diduga pelaku balap motor liar sudah melakukan kejahatan perampasan sebanyak 5 kali di Kawasan KP3B Provinsi Banten,” ucap Direktur Reserse Krimum Polda Banten Kombes Pol Novri Turangga.

Polres Serang Gelar Rapat Tentang Sosialisasi Perlombaan Lingkungan Bersih dan Aman Tahun 2019

Banten,Maspolin.id – Kabupaten Serang. Polres Serang Polda Banten mengadakan Sosialisasi Perlombaan Lingkungan Bersih dan Aman tahun 2019. Bertempat di salah satu hotel di Cikande ruang auditorium lantai 3, Kamis, (11/07/2019).

Hadiri dalam kegiatan tersebut Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan, S.I.K., MH., AKBP Hendria (Kasubdit Indak Krimsus Polda Banten), para PJU Polres Serang, para Kapolsek, Pasi Ops Kodim 0602/ Serang, Budi Prihasto (Kadis LH Kabupaten Serang), Defion Saputra (Pemred Radar Banten) dan Wayan (Perwakilan Industri Modern Cikande).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres serang AKBP Indra Gunawan, mengatakan, selama 3 bulan (Agustus, September, Oktober) di wilayah Kabupaten Serang akan diadakan lomba kampung bersih dan aman. Peserta masing – masing desa diwakili 1 Rukun Warga (RW). Jika program ini berhasil maka dapat di ikuti oleh Kabupaten/ Kota se-Provinsi Banten.

“Out put dari kegiatan ini adalah menjadikan desa menjadi lebih tertata dan bersih dan mengurangi pelanggaran hukum di satu desa,” kata Indra.

Menurut Indra, rencannya kegiatan ini akan dicatat dalam rekor muri dengan jumlah peserta terbanyak.

“Kami mengundang bapak ibu sekalian dalam acara ini adalah untuk mengajak kerja sama untuk mensukseskan kegiatan ini,” imbuhnya.

Indra menjelaskan, program ini berawal dari diskusi antar pimpinan Radar Banten dengan Kapolda Banten. Sehingga dirancang oleh Kapolda Banten kampung bersih dan aman yang diadopsi dari Provinsi Jawa Timur.

“Lomba ini dilaksanakan di 29 Kecamatan di wilayah Kabupaten Serang serta melibatkan 2 lembaga dalam kegiatan ini sebagai tim penilai yaitu Pemerintah Kabupaten Serang, TNI dan Polri,” jelas AKBP Indra Gunawan.

Lanjut AKBP Indra Gunawan, perlombaan ini terdapat beberapa tahap yaitu sosialisai, tersedianya sarana prasarana, pembentukan kelompok penggerak lingkungan dan pembentukan kelompok sadar hukum. Dan tujuan dari kegiatan ini adalah supaya masyarakat mandiri dalam mengelola limbah rumah tangga sehingga terwujud lingkungan layak huni serta menciptakan masyarakat peduli akan lingkungan yang sehat.

“Tahapan kegiatan ini dimulai dari sosialisai tanggal 25 Juli 2019 hingga pengumuman pemenang tanggal 27 November 2019,” terang AKBP Indra Gunawan.

AKBP Indra, menuturkan, hal ini pertama kali dilakukan, namun jika kegiatan ini berhasil kegiatan ini akan berlanjut di tahun depannya. Intinya bertujuan mengembalikan kebiasaan baik kita warga Indonesia yang baik mulai menghilang yaitu budaya gotong royong dan kebersamaan.

“Semoga kegiatan ini bisa membangkitkan budaya gotong royong dan kebersamaan masyarakat Indonesia,” kata Kapolres Serang AKBP Indra Gunawan.

Haruskah Pemulangan Habib Rizieq Shihab Jadi Syarat Rekonsiliasi ?

Oleh : Thiana Ratna Dewi )*

Simpatisan Prabowo yang rata – rata pengikut Habib Rizieq, nampaknya tau persis permasalahan Rizieq. Mereka juga paham atas syarat – sayarat apa saja yang harus dilengkapi jika ingin Rizieq pulang. Tapi di hadapan publik, kini mereka pura – pura tidak tahu.

Malah menyalahkan pemerintah, seolah pemerintah menghalangi kepulangan Rizieq ke Indonesia.

Ketua DPP Partai Golkar, Andi Sinulingga menilai bahwa rencana rekonsiliasi yang memberikan jaminan atas kepulangan Imam Besar FPI Habib Rizieq merupakan sesuatu yang tidak relevan.

Hal tersebut karena sebelumnya sempat diberitakan bahwa Dahnil Azhar Simanjuntak menuturkan, lebih baik rekonsiliasi juga dilakukan dengan memulangkan Rizieq dari Mekkah ke Indonesia.

Andi menilai bahwa keterkaitan antara kepulangan habib Rizieq dan rekonsiliasi antara Prabowo dan Jokowi tidaklah relevan, dirinya curiga akan adanya kepentingan pribadi dari Dahnil.

Padahal Pemerintah Indonesia tidak pernah sama sekali menyeret Habib Rizieq untuk keluar dari Indonesia.

Namun jika melihat rekam jejaknya, Habib Rizieq memang telah dikenal sebagai sosok yang sering meresahkan negeri ini dengan berbagai ucapan provokatif yang menyakitkan.

Dugaan hinaan yang dilakukannya terhadap negara, pemerintah dan juga Pancasila masih bisa kita dengar di situs berbagi video Youtube.

Meski Habib Rizieq Shihab tengah berada di Arab Saudi, namun selama beberapa tahun terakhir ini, juga terbukti bahwa dirinya tak kunjung jera dalam mengembuskan kalimat provokasinya. Bahkan aksi provokatifnya juga masih terdengar pada masa kampanye pemilu 2019 lalu.

Jika Rizieq merupakan tokoh masyarakat yang ksatria semestinya ia berani pulang ke Indonesia tanpa harus menunggu jemputan, tentunya dirinya juga harus siap apabila pintu rumahnya didatangi oleh pihak kepolisian untuk diperiksa atas dugaan pelanggaran hukum yang telah dimiliki oleh pihak kepolisian.

Apabila kita logikakan, semestinya Rizieq Shihab tidak perlu takut untuk pulang ke Indonesia kapan saja, dengan tak ada rasa takut sedikitpun bahwa aparat penegak hukum akan segera menangkapnya begitu Rizieq tiba di Tanah Air.

Tetapi sepertinya, memulangkan sosok provokatif seperti Rizieq tentu akan menimbulkan masalah bagi Indonesia, karena sudah pasti dirinya akan mengorek – orek apa yang bisa dikoreknya dari pemerintahan Jokowi – JK maupun dari pemerintahan Jokowi – Ma’ruf Amin yang telah berhasil menjadikan Prabowo sebagai Runner Up Pilpres 2019.

Jika Habib Rizieq Shihab saja masih bisa koar – koar dari Arab Saudi, tentu bisa dibayangkan jika sosok tersebut ada di Indonesia, mungkin aksi 22 Mei akan berlanjut di MK.

Kita harus memahami juga bahwa tujuan dari rekonsiliasi adalah untuk mempersatukan dan mempererat rasa nasionalisme yang terlanjur terpolarisasi oleh Pemilu 2019.

Jika syarat rekonsiliasi adalah memulangkan sang Provokator Habib Rizieq, tentu hal ini akan bertolak belakang dari tujuan utama rekonsiliasi, dan akan menambah repot nantinya jika setelah rekonsiliasi lalu rizieq sampai di Indonesia, polarisasi akan muncul kembali akibat ujaran Rizieq yang kerap memprovokasi dan meresahkan.

Lebih dari itu, urusan kepulangan Rizieq merupakan urusan pribadi, bukan urusan negara dengan penduduk lebih dari 250 juta jiwa, masih banyak permasalahan negara yang bisa dipikirkan daripada memulangkan Habib Rizieq Shihab yang tidak taat kepada hukum.

Selain itu, memulangkan Rizieq Shihab merupakan sesuatu yang merepotkan. Dubes Indonesia untuk Arab Saudi telah menyatakan, bahwa memang ada permasalahan terkait kepulangan Rizieq ke tanah air. Karena faktor overstay kepada kerajaan Arab senilai 110 juta rupiah.

Masalahnya, Rizieq tidak sendirian di Arab, Ia bersama dengan istri dan anak – anaknya yang banyak itu. Kalau tidak salah semuanya 8 orang. Jadi denda yang harus dibayarkan sekitar 880 juta rupiah.

Itu juga belum termasuk harga tiket pesawat dari Arab ke Indonesia sekitar 6 – 9 juta rupiah per orang. Sehingga kepulangannya memerlukan biaya hampir 1 Miliar rupiah untuk bisa memulangkan Rizieq.

Pertanyaannya siapa pula yang mau membayar kepulangan Rizieq? Toh dia dan keluarganya pergi tanpa ada pengusiran oleh siapapun. Sehingga penilaian Dahnil terkait kepulangan Rizieq sebagai syarat rekonsiliasi adalah sesuatu yang tidak berdasar dan merepotkan.

)* Penulis adalah pengamat sosial politik

Pemindahan Ibukota, Upaya Pemerintah Terhadap Pemerataan Pembangunan

Oleh : Dodik Prasetyo )

Jakarta,Maspolin.id – Ibukota Indonesia, DKI Jakarta memiliki luas wilayah 662 Km2, pada tahun 2017 kota metropolitan tersebut disesaki oleh 10,2 juta jiwa pada malam hari dan bertambah menjadi lebih dari 13,2 juta jiwa pada siang hari. Tak ayal bahwa Jakarta berada di peringkat kesembilan di dunia sebagai ibukota terpadat versi World Economic Forum.

Wacana pemindahan Ibukota di Indonesia rupanya menjadi pembahasan yang serius bagi pemerintahan. Presiden Joko Widodo juga telah melaksanakan rapat terbatas untuk membahas wacana tersebut secara lebih intens.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Dr. Slamet Rosyadi menilai bahwa pemindahan ibukota negara ke wilayah lain bisa memberikan dampak pada pemerataan ekonomi.

“Secara umum, itu merupakan ide yang bagus. Selama ini pusat ekonomi kota di Jakarta. Sementara daerah – daerah lain seperti di luar Jawa menjadi kurang berkembang, fasilitas modern sebagian besar ada di Jakarta,” tuturnya.

Slamet juga mencontohkan, pemisahan kota dagang dan industri dengan ibukota negara akan membawa dampak yang positif.

Seperti Australia. Dimana Canberra sebagai ibukota negara, bukan merupakan kota dagang atau industri. Dari awal Canberra merupakan pusat administras pemerintahan. Hal tersebut dimaksudkan supaya warga yang membutuhkan layanan administrasi akan mengalami kemudahan. Tidak perlu bersusah payah karena kemacetan.

Selain itu, ia juga menuturkan bahwa pemindahan Ibukota negara juga bisa mempengaruhi arus dagang dan ekonomi secara nasional.

“Jika Jakarta mengalami bencana, busa jadi akan mengganggu arus perdagangan dan ekonomi nasional,” tuturnya.

Sementara itu, pemindahan Ibukota juga dinilai sebagai upaya menghindari konflik. Turro Wongkaren selaku Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI menyatakan, dari sisi demografi, Kalimantan Timur memilki indeks pertumbuhan manusia yang lebih tinggi dibandingkan dengan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, bahkan dengan daerah lain di Indonesia.

Selain itu, suku yang ada di Kalimantan Timur lebih kaya dibandingkan dengan provinsi lain yang menjadi kandidat Ibukota baru.

“Kalau kita lihat secara proporsi tiga besar suku yang ada di Kalimantan Timur itu Suku Banjar, Jawa dan Bugis. Sementara di Kalimantan Tengah mayoritas adalah suku Dayak dengan berbagai kelompoknya,” tuturnya.

Dengan proporsi demikian, Kalimantan Timur dinilai lebih minim potensi konflik horizontal dibandingkan dengan Kalimantan Tengah. Apalagi, konflik identitas pernah terjadi di Kalimantan Tengah beberapa tahun yang lalu

Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas Bambang PS Brodjonegoro mengungkapkan estimasi biaya yang diperlukan untuk pembangunan ibu kota baru seluas 40.000 hektare di luar Pulau Jawa membutuhkan anggaran sekitar Rp 466 triliun.

Bambang juga menuturkan, pulau Jawa masih terlalu dominan untuk perekonomian Indonesia. Pemindahan ibukota juga dilakukan untuk mengubah mindset dari jawasentris menjadi Indonesiasentris.

Selain itu ia juga mengatakan bahwa alasan rasional pemindahan ibukota ini adalah demi pemerataan ekonomi.

“Pulau Jawa menanggung hampir 50 persen ekonomi Indonesia.” tutur bambang.

Sementara itu, pemerintah telah memilih untuk membangun Ibukota baru pemerintahan di luar Pulau Jawa mengingat beban di DKI Jakarta yang semakin bertambah.

Nantinya Ibukota baru akan dicanangkan dapat merepresentasikan identitas bangsa, meningkatkan pengelolaan pemerintahan yang efektif dan efisien serta menerapkan ibukota yang smart, green and beautiful city.

Dengan ini tentu mimpi Presiden Soekarno yang tak pernah terwujud ini, mulai mencuat lagi saat pemerintahan Presiden Jokowi.

Pada kesempatan Rapat Terbatas (Ratas) di Kantor Kepresidenan, Jokowi mengaku optimis pemindahan Ibu Kota dapat terwujud jika dipersiapkan dengan matang.

Wacana pemindahan Ibukota muncul juga didasari oleh beban Pulau Jawa saat ini yang sudah tidak sanggup lagi menanggung beban dan padatnya penduduk. Pada 2017, jumlah populasi di Pulau Jawa mewakili 60 persen dari jumlah penduduk Indonesia.

Penduduk sebanyak itu tentu membutuhkan air bersih dan ketersediaan pangan yang besar, sementara daerah konservasi, lahan pertanian dan kawasan hutan semakin berkurang.

Pakar Sosiologi Perkotaan Universitas Indonesia (UI) Paulu Wirutomo berpendapat, jika sebuah kota sudah mendekati titik – titik kepadatan yang sudah sangat membahayakan hidup orang sebaiknya dicari jalan penyebaran agar sebuah kota dapat kembali berkembang. Strategi penyebaran penduduk yang paling efektif menurutnya yaitu dengan pemindahan ibu kota.

)* Penulis adalah pegiat sosial di Lembaga Studi Informasi Strategis Indonesia (LSISI)

Tunaikan Kewajiban Danramil 03/Serengan Melaksanakan Sholat Jum’at di Masjid Baitussalam

Surakarta,Maspolin.id – Melepaskan Kewajiban sejenak sebagai Prajurit dan Sekaligus Benteng Keamanan NKRI. Danramil 03/Serengan Kodim 0735/Surakarta, Kapten Inf Tri Sakti laksanakan Shalat Jumat berjamaah bersama dengan Warga Masyarakat Kelurahan Tipes, di Masjid Baitussalam Jl. Veteran  RT.1/RW.13 Kelurahan Tipes Kec. Setengan Kota Surakarta, Jum’at (12/7/2019).

Selain melaksanakan Kewajiban sebagai Umat Muslim yaitu Sholat Jum’at, Danramil juga memanfaatkan momen tersebut sebagi sarana komsos kepada Tokoh agama H. Tohyan, dengan tujuan menjalin silaturahmi kepada warga Kel Tipes, agar terjalin hubungan yang harmonis antara Koramil Serengan dengan Warga masyarakat.

Danramil Serengan  menyampaikan, “Terlepas kami sebagai Prajurit Bela Negara, kami adalah manusia biasa yang tak terlepas dari rasa bersalah serta ke Khilafan, namun sebagai Umat Muslim setidaknya kita jangan pernah lupa menunaikan kewajiban kita yaitu Shalat, apalagi Shalat Jumat berjamaah itu telah diwajibkan, “Dikatakan Danramil.

(Agus Kemplu)

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

Food Safety Rutin Cara Polres 50 Kota Pastikan Keamanan Pangan Program...

50 Kota, SUMBAR – Maspolin.id|| Polres 50 Kota melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes) kembali melakukan pemeriksaan keamanan pangan atau food safety terhadap pelaksanaan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.