Pelaku Kekerasan Seksual di Majalengka Diringkus

Majalengka, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Guna memastikan penegakan hukum berjalan secara progresif, memberikan rasa keadilan yang mendalam, serta membentengi generasi masa depan bangsa dari segala bentuk kekerasan, Kepolisian Resor (Polres) Majalengka Polda Jabar bertindak tegas. Langkah hukum yang dikemas melalui pergelaran pelayanan prima kepolisian ini diekspos secara transparan melalui kegiatan Konferensi Pers terkait pengungkapan kasus dugaan tindak pidana perkosaan dan atau pencabulan terhadap anak di bawah umur yang terjadi di wilayah Kecamatan Kasokandel, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan Konferensi Pers di hadapan para awak media tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Majalengka AKBP Rita Suwadi, dengan didampingi oleh Kasat Reskrim AKP Udiyanto, dan Kasi Humas AKP Yayan Suripna Dalam pemaparannya, Kapolres mengungkapkan bahwa pihak kepolisian telah mengamankan seorang tersangka pria berinisial Sdr. DP (39), masyarakat Kabupaten Majalengka.

Pengungkapan kasus asusila ini dilakukan berdasarkan jaminan respons cepat atas Laporan Polisi yang diterima pada tanggal 29 Juni 2026. Tempat Kejadian Perkara (TKP) berada di sebuah rumah di wilayah Desa Jatimulya, Kecamatan Kasokandel, dengan korban seorang anak perempuan berinisial Sdri. SK yang baru berusia 11 tahun (identitas dilindungi secara ketat demi masa depan anak).

Kronologis kejadian memilukan ini terungkap pada Senin (29/06/2026) sekira pukul 08.00 WIB. Awalnya pada dini hari sekira pukul 04.00 WIB, pelapor sedang tidur di dalam kamar dan mengetahui tersangka sedang tidur di area ruang tamu bersama anak korban. Namun sekira pukul 08.00 WIB saat pelapor terbangun dan keluar kamar, pelapor dibuat terkejut sekaligus histeris menyaksikan tersangka sudah tidak menggunakan celana dan posisi berada di atas anak korban yang juga sudah tidak mengenakan pakaian.

Melihat tindakan bejat tersebut, pelapor langsung berteriak sekencang-kencangnya dan lari keluar rumah untuk meminta pertolongan warga sekitar. Mengetahui aksinya tepergok, tersangka DP langsung mengambil langkah seribu melarikan diri meninggalkan rumah tersebut. Berdasarkan hasil pengembangan dan keterangan mendalam dari anak korban, perbuatan keji ini ternyata bukan yang pertama kali, melainkan sudah dilakukan berulang kali oleh pelaku sejak tahun 2025.

Merespons laporan tersebut, unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Majalengka langsung bergerak cepat melakukan pemburuan. Melalui kerja keras tim di lapangan, dalam jangka waktu kurang dari 1 x 24 jam, pelarian pelaku berhasil dihentikan dan Sdr. DP langsung diringkus petugas guna mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa 1 lembar akta kelahiran korban, 1 stel pakaian milik korban, serta 1 stel pakaian milik pelaku.

Saat ini, pelaku telah dilakukan proses penyidikan lebih lanjut di Sat Reskrim Polres Majalengka demi kelancaran pemberkasan perkara. Atas perbuatan tidak terpujinya, tersangka DP dijerat dengan Pasal 4 ayat (2) huruf c Jo Pasal 6 huruf b UU RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS) dan atau Pasal 473 dan atau Pasal 415 huruf b UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana, dengan ancaman hukuman pidana penjara maksimal 15 tahun hingga seumur hidup.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/adr

Pilot WN Amerika Tewas Ditembak, Satgas Ops Damai Cartenz Ungkap Hasil Visum dan Pastikan PT AMA Jalankan Misi Kemanusiaan di Papua

PAPUA PEGUNUNGAN – Maspolin.id|| Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 memastikan pilot pesawat PT Associated Mission Aviation (AMA), Captain Nicholas F. Goselin (29), warga negara Amerika Serikat, meninggal dunia akibat luka tembak pada insiden penembakan dan pembakaran pesawat Pilatus PK-RCY di Lapangan Terbang Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Sebelumnya, jenazah diterbangkan dari Timika pada pukul 16.30 WIT menggunakan Pesawat Boeing 737 (AI-7304) dan tiba di Jayapura pada pukul 17.30 WIT.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kaops Damai Cartenz 2026 Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., Wakapolda Papua Brigjen Pol. Muhajir, S.I.K., M.H., Wakaops Damai Cartenz 2026 Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., serta sejumlah pejabat utama TNI-Polri dan unsur terkait.

Setibanya di Jayapura, dilaksanakan prosesi ibadah penguatan yang dipimpin oleh Uskup Yanuarius Teofilus Matopai You. Selanjutnya, dilakukan penghormatan terakhir sebelum jenazah diberangkatkan ke RSUD Bhayangkara untuk menjalani visum oleh Dokter Spesialis Forensik beserta tim.

Sekitar pukul 23.55 WIT, usai pelaksanaan visum, jenazah kemudian diserahterimakan kepada perwakilan PT. AMA. Setelah itu, dilaksanakan press release di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua, Jayapura, Jumat (3/7/2026), yang menghadirkan Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo, Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua Kombes Pol. Dr. dr. Rommy Sebastian, M.Kes., M.H., CPM., QHIA., dan Kasatgas Gakkum Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. I. G. G. Era Adinata, S.I.K.

Dalam kesempatan tersebut, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 Kombes Pol. Yusuf Sutejo menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya pilot PT AMA yang selama ini melayani penerbangan misi kemanusiaan dan keagamaan di wilayah pedalaman Papua.

“Atas nama Satgas Operasi Damai Cartenz-2026, kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban, pihak PT AMA, serta seluruh pihak yang terdampak atas peristiwa ini,” ujar Kasatgas Humas.

Kasatgas Humas menambahkan, pihaknya saat ini telah melakukan pemeriksaan visum terhadap jenazah untuk membantu menjelaskan secara ilmiah penyebab kematian sehingga peristiwa pidana dapat menjadi lebih terang.

“Perlu kami sampaikan bahwa tadi pagi jenazah korban telah berhasil dievakuasi oleh jajaran TNI. Selanjutnya, pada malam hari ini kami melaksanakan salah satu rangkaian proses penegakan hukum, yaitu pemeriksaan visum terhadap jenazah. Mengapa tidak dilakukan autopsi, berdasarkan pemeriksaan awal terhadap kondisi jenazah, autopsi tidak dinilai sebagai tindakan yang sangat diperlukan karena penyebab kematian sudah dapat diketahui melalui pemeriksaan luar yang didukung pemeriksaan radiologi,” jelas Kasatgas Humas.

Disisi lain, Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua, dr. Rommy Sebastian, menyampaikan bahwa berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan terhadap jenazah, pihaknya menemukan beberapa luka yakni.

“Terdapat Luka terbuka pada kepala, dahi, pipi kiri, dan daerah sekitar telinga kanan, Luka lecet pada sisi kanan kepala, Patah tulang rahang atas kiri dan kanan. Patah tulang rahang bawah sisi kanan akibat kekerasan benda tumpul. Selain itu, ditemukan luka terbuka pada pipi kiri yang sesuai dengan karakteristik luka tembak masuk tempel (contact gunshot wound), yaitu posisi moncong senjata berada tegak lurus dan menempel pada permukaan kulit,” jelas Karumkit.

Karumkit juga menambahkan bahwa jalur peluru masuk melalui pipi kiri dan keluar di sekitar telinga kanan sehingga menyebabkan patah tulang maksila atau tulang pipi sebelah kanan.

“Pemeriksaan radiologi (X-ray) menunjukkan adanya patah tulang pada dasar tengkorak. Pemeriksaan ini dilakukan karena kami tidak melaksanakan autopsi dalam, melainkan hanya pemeriksaan luar yang didukung foto rontgen. Dari hasil tersebut diketahui bahwa lintasan peluru masuk dan keluar serta menyebabkan kerusakan berat pada dasar tengkorak. Cedera inilah yang menyebabkan korban meninggal dunia dengan sangat cepat atau sudden death,” tambah Karumkit RS Bhayangkara Polda Papua.

Kasatgas Gakkum Ops Damai Cartenz Kombes Pol I. G. G. Era Adinata, menambahkan, sejak terjadinya peristiwa penembakan tersebut, pihaknya langsung melakukan serangkaian penyelidikan melalui pemeriksaan saksi, wawancara, pengumpulan informasi, serta pemantauan media sosial.

“Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kami menyimpulkan bahwa aksi tersebut dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Bakusip. Kelompok ini merupakan kelompok baru yang dipimpin oleh M. Mbalingga. Dalam sejumlah unggahan media sosial, yang bersangkutan mengaku sebagai bagian dari kelompok pimpinan Elkius Kobak di wilayah Yahukimo,” jelas Kasatgas Gakkum.

Namun demikian, kata Kasatgas Gakkum, hubungan antara kelompok Bakusip dengan kelompok Elkius Kobak masih kami dalami oleh penyidik.

“Sesaat setelah kejadian, M. Mbalingga mengeluarkan pernyataan yang mengklaim bertanggung jawab atas aksi tersebut. Tidak lama kemudian, Elkius Kobak juga mengeluarkan pernyataan serupa. Selain itu, kami memperoleh dokumentasi berupa foto pelaku yang berdiri di atas pesawat PT AMA yang telah terbakar. Berdasarkan identifikasi, pelaku tersebut dipastikan adalah M. Mbalingga,” papar Kasatgas Gakkum.

Dari profil yang dimiliki, kelompok ini tergolong kelompok baru dengan persenjataan yang masih terus diidentifikasi oleh tim Ops Damai Cartenz 2026.

Terkait motif penyerangan, penyidik menyebut bahwa kelompok tersebut sebelumnya sempat menyampaikan ancaman terhadap aktivitas penerbangan yang masuk ke wilayah yang mereka klaim sebagai daerah operasi. Namun demikian, aparat menegaskan bahwa motif pasti penyerangan masih terus didalami melalui proses penyidikan yang sedang berlangsung.

Menanggapi narasi yang beredar di media sosial mengenai tuduhan bahwa PT AMA terlibat dalam aktivitas selain misi kemanusiaan, Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026 membantah informasi tersebut.

Kasatgas Humas mengatakan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan manajemen PT AMA serta Uskup Jayapura selaku pimpinan misi.

“Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, PT AMA telah melayani penerbangan misi kemanusiaan dan pelayanan keagamaan di Papua selama 67 tahun. Baru kali ini mereka mengalami peristiwa yang sangat tragis seperti ini,” ujar Kasatgas Humas.

Ia menegaskan bahwa PT AMA murni menjalankan pelayanan bagi gereja-gereja dan masyarakat di wilayah pedalaman Papua.

Satgas Operasi Damai Cartenz memastikan penyidikan akan terus dilakukan secara profesional guna mengungkap seluruh pelaku beserta motif di balik penembakan yang menewaskan pilot asing tersebut, sekaligus memberikan kepastian hukum atas peristiwa yang menjadi perhatian nasional maupun internasional tersebut.

(ta/hn/rs)

Wakapolri: 418 Lulusan Sespim Siap Jadi Garda Terdepan Hadapi Tantangan Global dan Era Digital

MABES POLRI – Maspolin.id|| Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Dedi Prasetyo menegaskan bahwa 418 lulusan pendidikan kepemimpinan Polri harus menjadi garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional di tengah dinamika global, percepatan transformasi digital, serta meningkatnya ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.

Pesan tersebut disampaikan Wakapolri saat memimpin Upacara Penutupan Pendidikan Sespimti Polri Dikreg Ke-35, Sespimmen Polri Dikreg Ke-66, Sekolah Pengembangan Profesi Kepolisian (SPPK) Angkatan Ke-3, dan Sespimma Polri Angkatan Ke-75 Tahun Anggaran 2026 di Sespim Lemdiklat Polri, Jumat (3/7/2026).

Sebanyak 418 peserta didik resmi menyelesaikan pendidikan, terdiri atas 57 peserta Sespimti, 201 peserta Sespimmen, 35 peserta SPPK, dan 125 peserta Sespimma. Para lulusan akan kembali ke satuan masing-masing sebagai calon pemimpin yang diharapkan mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis.

“Kelulusan ini merupakan awal pengabdian dan tanggung jawab yang lebih besar untuk menjadi pemimpin Polri yang profesional, adaptif, dan berintegritas, serta mampu menjawab tantangan tugas yang semakin kompleks dan dinamis,” ujar Wakapolri.

Pendidikan tahun ini juga memperkuat kolaborasi lintas institusi. Program Sespimti diikuti 47 peserta Polri, delapan peserta TNI, serta dua peserta dari Kejaksaan Agung dan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sementara Sespimmen diikuti peserta Polri, TNI, serta dua peserta mancanegara dari Timor Leste sebagai bagian dari penguatan kerja sama dan pertukaran pengalaman kepemimpinan.

Dalam amanatnya, Wakapolri mengingatkan bahwa situasi global masih dipenuhi ketidakpastian akibat konflik geopolitik, perang, serta persaingan antarnegara yang berdampak pada sektor energi, pangan, logistik, hingga perekonomian dunia. Kondisi tersebut juga memberikan pengaruh terhadap Indonesia sehingga membutuhkan stabilitas keamanan yang kuat sebagai fondasi pembangunan nasional.

Menurut Wakapolri, Polri memiliki peran strategis dalam menjaga keamanan agar berbagai program pemerintah, mulai dari swasembada pangan dan energi, hilirisasi industri, hingga pertumbuhan ekonomi nasional dapat berjalan dengan baik.

Selain tantangan global, perkembangan teknologi juga mengubah lanskap keamanan. Kejahatan siber, penyebaran hoaks, disinformasi, hingga penyalahgunaan Artificial Intelligence (AI) oleh pelaku kejahatan menjadi tantangan baru yang harus diantisipasi.

Karena itu, Wakapolri meminta seluruh lulusan meningkatkan kompetensi digital melalui penguasaan AI, analisis data, dan Open Source Intelligence (OSINT) agar mampu mengambil keputusan secara cepat, tepat, dan berbasis data.

“Pemimpin Polri masa depan harus memiliki kemampuan membaca perubahan zaman, menguasai teknologi, serta mampu mengelola setiap dinamika melalui kepemimpinan yang adaptif, visioner, dan berorientasi pada penyelesaian masalah,” tegasnya.

Wakapolri juga mengingatkan bahwa ancaman terorisme dan ekstremisme masih terus berkembang, khususnya melalui ruang digital yang menyasar generasi muda. Sepanjang 2023 hingga 2026, Polri berhasil melakukan preventive strike terhadap 265 tersangka dari delapan kelompok teroris serta mempertahankan zero terrorist attack selama tiga tahun berturut-turut.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa seluruh jajaran tidak boleh lengah terhadap berkembangnya radikalisme digital maupun fenomena Nihilistic Violent Extremism. Penguatan deteksi dini, kontra narasi, deradikalisasi, serta pengawasan ruang siber harus terus diperkuat bersama seluruh pemangku kepentingan.

Mengutip pesan Presiden Republik Indonesia pada Hari Bhayangkara ke-80, Wakapolri menekankan bahwa kekuatan Polri bertumpu pada kepercayaan masyarakat. Hal tersebut selaras dengan hasil Survei Litbang Kompas yang menunjukkan 82,4 persen masyarakat optimistis kinerja Polri akan semakin baik.

“Rekan-rekan adalah wajah Polri di tengah masyarakat. Setiap tindakan, keputusan, dan sikap saudara akan mencerminkan kehormatan institusi. Pegang teguh integritas, junjung tinggi profesionalisme, serta hadir memberikan pelayanan yang humanis agar Polri semakin dipercaya dan dicintai masyarakat,” pesan Wakapolri.

Pada kesempatan tersebut, Polri juga memberikan penghargaan kepada peserta didik berprestasi. Penghargaan Sanyata Sumanasa Wira Utama diraih Kombes Pol. Yudhis Wibisana, S.I.K., M.H. (Sespimti), Sanyata Sumanasa Wira Utama Madya diraih Kompol Ardyan Yudo Setyantono, S.H., S.I.K. (Sespimmen) dan Kompol Dr. Jonathan Hasudungan, S.H., M.H. (SPPK), sementara AKP Riza Ariwibowo, S.H., M.M. meraih Sanyata Sumanasa Wira Pratama pada kategori Sespimma.

Mengakhiri amanatnya, Wakapolri mengajak seluruh lulusan menjadikan bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kepemimpinan yang diperoleh selama pendidikan sebagai modal untuk memperkuat institusi, mempererat sinergi, serta terus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap Polri dalam menghadapi tantangan masa depan.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Kapolri Pimpin Pelantikan dan Sertijab Enam Kapolda Jajaran

MABES POLRI – Maspolin.id|| Kapolri memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) enam Kapolda jajaran di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Sabtu (4/7/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan organisasi, regenerasi kepemimpinan, serta penyegaran di tubuh Polri guna meningkatkan efektivitas pelaksanaan tugas.

Adapun enam Kapolda yang melaksanakan serah terima jabatan, yakni:

– Kapolda Aceh dari Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah kepada Irjen Pol. Ruddi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H.;

– Kapolda Sumatera Barat dari Komjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta, M.Si. kepada Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K.;

– Kapolda Jawa Barat dari Komjen Pol. Dr. Rudi Setiawan, S.I.K., S.H., M.H. kepada Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H.;

– Kapolda Kalimantan Barat dari Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H. kepada Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar, S.I.K., M.H.;

– Kapolda Kalimantan Utara dari Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. kepada Irjen Pol. Agus Wijayanto, S.I.K., S.H., M.H.; dan

– Kapolda Papua Barat Daya dari Brigjen Pol. Gatot Haribowo kepada Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang terus dilakukan untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan serta meningkatkan kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat.

“Serah terima jabatan merupakan bagian dari pembinaan karier, regenerasi kepemimpinan, dan penyegaran organisasi. Hal ini menjadi langkah strategis agar organisasi Polri semakin adaptif, profesional, dan mampu menjawab tantangan tugas yang terus berkembang,” ujar Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir.

Ia menjelaskan, mutasi jabatan merupakan mekanisme yang lazim dalam organisasi sebagai bentuk pengembangan sumber daya manusia sekaligus upaya memperkuat pelaksanaan tugas di tingkat kewilayahan.

“Kami berharap para pejabat yang diberikan amanah baru dapat segera menyesuaikan diri, melanjutkan berbagai program yang telah berjalan, serta terus meningkatkan kualitas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” tutupnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Polsek Pacet Dukung Ketahanan Pangan, Bantu Petani Panen Jagung

Mojokerto, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Polsek Pacet terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional sebagaimana Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Melalui kegiatan Binmas Pioner, Kapolsek Pacet AKP Mohammad Khoirul Umam, S.E., M.H., yang diwakili personel Patroli 14.02 Polsek Pacet melaksanakan pengecekan tanaman jagung sekaligus memberikan sosialisasi kepada petani di lahan persawahan milik Bapak Mutaqin, Dusun Sumberpiji, Desa Sumberkembar, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Minggu (5/7/2026).

Dalam kegiatan tersebut, personel Polsek Pacet meninjau kondisi tanaman jagung yang tengah memasuki masa pertumbuhan serta berdialog langsung dengan petani mengenai upaya peningkatan produktivitas hasil panen. Selain itu, petani juga diberikan informasi mengenai kebijakan pembelian jagung pipilan kering oleh Bulog, yakni sebesar Rp5.500 per kilogram untuk kadar air 18–20 persen dan Rp6.400 per kilogram untuk kadar air 14 persen.

Kapolsek Pacet AKP Mohammad Khoirul Umam mengatakan bahwa kehadiran Polri melalui program Binmas Pioner merupakan bentuk dukungan nyata terhadap ketahanan pangan sekaligus memastikan para petani memperoleh informasi yang benar mengenai kebijakan pemerintah.

“Kami ingin hadir di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga mendukung kesejahteraan petani. Melalui kegiatan ini kami menyosialisasikan kebijakan pembelian jagung oleh Bulog agar petani mengetahui harga acuan yang telah ditetapkan pemerintah sehingga hasil panennya memiliki kepastian pasar dan nilai jual yang baik,” ujar AKP M.K. Umam.

Ia menambahkan, sinergi antara Polri, pemerintah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mewujudkan ketahanan pangan yang kuat. Menurutnya, sektor pertanian merupakan salah satu pilar penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan ketersediaan pangan nasional.

“Kami berharap para petani terus semangat meningkatkan produktivitas pertanian. Polsek Pacet siap mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan memperkuat ketahanan pangan demi kesejahteraan masyarakat,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Kegiatan Binmas Pioner ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman petani terhadap program pemerintah di bidang pertanian.

 

deskmojokerto/mkU/jatim

 

Pimpin Commander Wish Perdana, Kakorsabhara Polri Tegaskan Soliditas dan Profesionalisme

Kepala Korps Sabhara (Kakorsabhara) Baharkam Polri yang baru, Irjen Pol. Dr. M. Nazly Harahap, M.Si., M.H., M.M.

Depok, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Korps Sabhara (Korsabhara) Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri menggelar sebuah agenda konsolidasi penting yang bertajuk Commander Wish. Kegiatan ini menjadi langkah awal yang krusial untuk menyatukan visi, misi, dan arah kebijakan di bawah tongkat komando yang baru.

Acara yang dihelat pada Jumat (03/07/2026) ini berlangsung dengan penuh khidmat di Gedung Satya Haprabu, Markas Komando Korbrimob Polri, Depok, Jawa Barat. Commander Wish ini dipimpin langsung oleh Kepala Korps Sabhara (Kakorsabhara) Baharkam Polri yang baru, Irjen Pol. Dr. M. Nazly Harahap, M.Si., M.H., M.M.

Bagi Irjen Pol. M. Nazly Harahap, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan gaya dan arah kepemimpinannya kepada seluruh jajaran. Tujuannya sangat jelas, yakni membangun kesamaan persepsi di internal Korsabhara guna menghadapi dinamika dan tantangan tugas pemeliharaan Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) ke depan.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi dan pembacaan doa. Suasana semakin hangat saat penayangan video profil Kakorsabhara Baharkam Polri diputar di hadapan para hadirin. Setelah menerima laporan dari perwira yang ditunjuk, Jenderal Bintang Dua tersebut langsung memaparkan visi, misi, serta deretan program prioritas yang akan dijalankannya.

Kegiatan akbar ini dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama Korsabhara Baharkam Polri. Tampak hadir Dirsamapta, Dirpolsatwa, Anjak Utama, Kabagrenmin, Kabagopsnalev, para Kasubdit dari Ditsamapta, Ditpolsatwa, hingga Ditpamobvit.

Tidak hanya jajaran perwira menengah, acara ini juga diikuti oleh Kaden Perintis, Kataud, para Kaurtu, Kaurmin, Paur, Pamin, serta seluruh personel Bintara, Tamtama, hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Korsabhara Baharkam Polri.

Dalam arahan utamanya, Irjen Pol. M. Nazly Harahap menitikberatkan pada empat pilar sikap yang wajib dimiliki oleh setiap insan Bhayangkara di kesatuannya.

“Membangun soliditas, loyalitas, disiplin, dan profesionalisme adalah fondasi utama dalam menjalankan tugas-tugas Korsabhara Baharkam Polri. Seluruh personel harus memiliki pemahaman yang sama terhadap visi pimpinan agar kita mampu bekerja secara selaras, responsif, dan berorientasi pada pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Irjen Pol. M. Nazly Harahap dalam arahannya.

Melalui penyatuan visi ini, Kakorsabhara berharap tidak ada lagi keraguan di lapangan. Seluruh personel dituntut untuk selalu siap sedia dan peka terhadap kebutuhan masyarakat, menjadikan pelayanan prima sebagai prioritas utama dalam setiap penugasan.

Seluruh rangkaian Commander Wish ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan acara ramah tamah yang berlangsung hangat. Momen tersebut terbukti ampuh mempererat hubungan emosional antara pimpinan baru dan jajaran personelnya.

Kegiatan yang dilaporkan berjalan dengan sangat aman, tertib, dan lancar ini diharapkan menjadi tonggak awal penguatan sinergi internal demi mendukung suksesnya pelaksanaan tugas besar Baharkam Polri di masa mendatang.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Sertijab Kakorlantas Polri

JAKARTA – Maspolin.id|| Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar upacara serah terima jabatan Kakorlantas dari Irjen Pol. Agus Suryonugroho kepada Irjen Pol. Wibowo di Lapangan NTMC Polri, Jakarta, Sabtu (4/7/2026)

Dalam sambutannya, Irjen Pol. Agus menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya pernah menjadi bagian dari keluarga besar Korlantas Polri.

Menurutnya, berbagai capaian yang diraih selama masa kepemimpinannya merupakan hasil kerja sama, kekompakan, dan rasa memiliki yang terus dibangun di lingkungan Korlantas.

“Saya merasa bangga dan senang, saya dengan keluarga terutama istri dan anak-anak saya menjadi bagian daripada keluarga besar Korlantas Polri. Banyak hal yang tentunya saya lakukan di Korlantas Polri yang belum maksimal. Tetapi berkat kebersamaan, berkat kekompakan, dan rasa memiliki yang kita bangun, banyak prestasi yang dapat kita ukir bersama,” ujar Irjen Pol. Agus.

Dalam momen tersebut, Irjen Pol. Agus juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh personel apabila selama memimpin terdapat kebijakan, arahan, maupun tindakan yang kurang berkenan.

“Tentunya banyak hal yang saya sampaikan pada saat dinas maupun di luar dinas. Apabila ada kebijakan, perintah, ataupun kegiatan yang membuat rekan-rekan tidak nyaman atau tersinggung, saya menghaturkan permohonan maaf, termasuk dari istri dan anak-anak saya,” ujarnya.

Meski meninggalkan jabatan Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Agus menegaskan bahwa estafet kepemimpinan bukanlah akhir dari pengabdian. Ia optimis di bawah kepemimpinan Irjen Pol. Wibowo, Korlantas Polri akan semakin maju dan mampu melanjutkan berbagai program transformasi yang telah dirintis.

“Saya titip Pak Bowo (Kakorlantas Polri Irjen Pol. Wibowo), ada program Polantas Menyapa, ada Digital Korlantas, ada Transformasi Digital. Yang paling terpenting mari kita mengubah wajah Polantas, menjadi Polantas yang dekat dengan masyarakat, diterima di tengah masyarakat, baik dari pola sikap, perilaku maupun cara kita berbicara,” pesan dia.

Irjen Pol. Agus mengajak seluruh personel untuk terus menjaga kekompakan dan profesionalisme dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ia juga mendoakan agar Korlantas Polri senantiasa menjadi institusi yang bermarwah, disegani, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi Polri maupun masyarakat.

“Saya mohon pamit, saya mohon izin meninggalkan Korlantas Polri, tetapi bukan untuk berpisah. Dalam estafet kepemimpinan sejatinya ada pengabdian dan pelayanan. Mari kita doakan Korlantas Polri ke depan tetap maju dan terus memberikan kontribusi positif, terutama dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.

Upacara serah terima jabatan ini diakhiri dengan tradisi pedang pora. Para personel Korlantas Polri berbaris membentuk dua barisan, kemudian Irjen Pol. Agus Suryonugroho bersama Ny. Deny Agus berjalan di antara barisan tersebut.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/sss

31 Paket Narkotika Golongan 1 Diamankan Saat Kurir Tembakau Sintetis Serahkan Diri

Magelang Kota – Maspolin.id|| Satresnarkoba Polres Magelang Kota mengungkap tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I dengan mengamankan seorang pria berinisial SAM (22), warga Kecamatan Magelang Selatan, Kota Magelang. Tersangka yang berstatus pelajar/mahasiswa tersebut menyerahkan diri dengan membawa puluhan paket diduga narkotika jenis tembakau sintetis yang disimpan di dalam jok sepeda motor yang dikendarainya. Kamis (2/7/2026).

Kasatresnarkoba Polres Magelang Kota IPTU Narto.

Kasus ini masih kami kembangkan untuk mengungkap jaringan yang berada di atas tersangka. Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, tersangka mengaku hanya berperan sebagai kurir dan dijanjikan upah sebesar Rp3.500.000 per bulan, serta sebelumnya telah menerima satu unit telepon genggam sebagai sarana komunikasi. Kami akan mendalami identitas pihak yang memerintahkan, jalur peredaran, serta asal-usul narkotika tersebut agar seluruh jaringan dapat diungkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Polres Magelang Kota berkomitmen memberantas segala bentuk peredaran gelap narkotika demi melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari bahaya penyalahgunaan narkoba, ujar Kasatresnarkoba Polres Magelang Kota IPTU Narto.

Peristiwa tersebut bermula sekitar pukul 20.30 WIB saat Tim Satresnarkoba menerima informasi secara berjenjang dari anggota Polsek Magelang Selatan bahwa seorang pria mengaku bernama SAM datang ke kantor polisi untuk menyerahkan diri. Kepada petugas, tersangka mengaku menguasai narkotika jenis tembakau sintetis yang dibungkus menggunakan tas jinjing dan disimpan di dalam jok sepeda motor Honda Vario warna hitam tanpa pelat nomor yang dikendarainya.

Menindaklanjuti informasi tersebut, tim segera menuju Kantor Polsek Magelang Selatan. Petugas kemudian meminta tersangka menunjukkan barang yang dimaksud. Tersangka mengambil sebuah tas jinjing warna oranye bertuliskan Selamat Hari Raya Idul Fitri dari dalam jok sepeda motor yang telah diparkir di halaman Polsek Magelang Selatan.

Saat tas dibuka, petugas menemukan 31 bungkus plastik klip bening ukuran sedang berisi irisan daun diduga narkotika golongan I jenis tembakau sintetis dengan berat bruto keseluruhan 1.500,31 gram. Barang bukti kemudian digelar di meja lobi Polsek Magelang Selatan dengan menghadirkan Ketua RT setempat sebagai saksi sesuai prosedur. Kepada petugas, tersangka mengakui barang tersebut berada dalam penguasaannya, namun mengaku bukan sebagai pemilik melainkan hanya dititipi untuk diedarkan.

Selain mengamankan 31 paket tembakau sintetis, petugas turut menyita barang bukti berupa satu tas jinjing warna oranye,  satu tas jinjing warna merah , serta satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam tanpa nomor polisi beserta kunci kontaknya. Seluruh barang bukti kemudian diamankan untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut di Satresnarkoba Polres Magelang Kota.

Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melakukan tindak pidana narkotika sebagaimana dimaksud dalam Pasal 609 ayat (2) huruf a Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2025 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Penyidik Satresnarkoba Polres Magelang Kota masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap pelaku lain yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran narkotika tersebut serta menelusuri asal barang bukti yang berhasil diamankan.

 

Humas Polda Jateng

bjateng/mpl/ls

Pengungkapan 34 Kasus di Bojonegoro, Game Online Dimanfaatkan untuk Transaksi Narkoba dan 11 Orang jadi Tersangka

Bojonegoro, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bojonegoro berhasil mengungkap 34 kasus penyalahgunaan narkotika dan peredaran obat keras berbahaya (okerbaya) selama periode Januari hingga Juli 2026. Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 11 tersangka berhasil diamankan beserta sejumlah barang bukti.

Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi menjelaskan, berbagai modus digunakan para pelaku dalam menjalankan aksinya, termasuk memanfaatkan permainan daring (game online) maupun aplikasi komunikasi untuk melakukan transaksi.

“Dari hasil pengungkapan, kami melihat para pelaku terus mengembangkan modus operandi, termasuk menggunakan game online dan berbagai aplikasi komunikasi untuk bertransaksi,” ujar Kapolres dalam konferensi pers, Kamis (2/7/2026).

Kapolres mengungkapkan, dari total 34 laporan polisi yang berhasil ditangani, sebanyak 16 perkara telah dinyatakan lengkap (P-21) dan dilimpahkan ke kejaksaan. Delapan perkara diselesaikan melalui mekanisme restorative justice (RJ), sementara 10 perkara lainnya masih dalam tahap penyidikan.

“Dari 10 perkara yang masih disidik terdiri atas dua kasus penyalahgunaan narkotika jenis sabu, enam kasus peredaran obat keras berbahaya, dan dua kasus penyalahgunaan narkotika jenis ganja,” jelasnya.

Sebanyak 11 tersangka yang diamankan terdiri atas dua tersangka kasus sabu, tujuh tersangka kasus peredaran obat keras berbahaya, dan dua tersangka kasus ganja.

Dalam pengungkapan tersebut, penyidik menyita barang bukti berupa 0,67 gram sabu, 62,95 gram ganja, 614 butir pil Double L, sembilan unit telepon genggam, dua unit sepeda motor, serta satu unit mobil.

“Berdasarkan hasil penyidikan, dua tersangka berperan sebagai pemilik sabu, tujuh orang sebagai pengedar obat keras berbahaya, dan dua orang sebagai pemilik ganja,” kata Kapolres.

Para tersangka dijerat dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana sebagaimana telah disesuaikan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026, serta Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Mereka terancam hukuman penjara mulai empat hingga 15 tahun serta denda hingga miliaran rupiah.

Dalam kesempatan yang sama, Kasatresnarkoba Polres Bojonegoro IPTU Mudo Tri Sanjoyo memaparkan salah satu pengungkapan kasus sabu di wilayah Kecamatan Baureno. Seorang pria berinisial MA (41), warga Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan, diamankan pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di Jalan Raya Bojonegoro–Babat, Desa Trojalu, Kecamatan Baureno.

Pengungkapan tersebut berawal dari informasi masyarakat mengenai dugaan transaksi narkotika di lokasi tersebut. Setelah dilakukan penyelidikan, petugas berhasil mengamankan tersangka beserta barang bukti berupa satu paket sabu, bungkus rokok, potongan tisu yang dibalut isolasi hitam, serta satu unit sepeda motor Yamaha N-Max.

“Tersangka diduga menguasai narkotika golongan I jenis sabu dan saat ini masih menjalani proses penyidikan,” ujar IPTU Mudo Tri Sanjoyo.

Menutup konferensi pers, Kapolres mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap pergaulan dan lingkungan sekitar guna mencegah penyalahgunaan narkotika maupun peredaran obat keras berbahaya yang dapat merusak generasi muda.

Ia menegaskan, jajaran Satresnarkoba akan terus mengoptimalkan upaya pemberantasan narkotika dan peredaran obat keras berbahaya melalui penegakan hukum yang tegas, sekaligus mengajak masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi apabila mengetahui adanya dugaan tindak pidana narkotika di lingkungan masing-masing.

 

Humas Polda Jatim

bjatim/mpl/gg

Dua Pengedar Sabu di Tapanuli Tengah Ditangkap Polisi

Tapanuli Tengah, SUMUT – Maspolin.id|| Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba (Sat Resnarkoba) Polres Tapanuli Tengah berhasil meringkus dua pria yang diduga kuat sebagai pengedar narkotika jenis sabu. Penangkapan tersebut dilakukan di dua lokasi berbeda pada Rabu (1/7/2026) sore.

Kapolres Tapanuli Tengah melalui Kasat Narkoba AKP Johannes Munthe, S.H., membenarkan adanya penangkapan tersebut. Operasi ini bermula dari informasi berharga yang disampaikan oleh masyarakat mengenai aktivitas transaksi narkotika di sebuah rumah.

Berdasarkan informasi dari masyarakat, tim langsung melakukan penyelidikan di lapangan. Pada Rabu sore sekitar pukul 17.30 WIB, petugas berhasil mengamankan seorang terduga pelaku berinisial HS (38) di dalam sebuah rumah di Lingkungan VIII, Kelurahan Sarudik, Kecamatan Sarudik, Kabupaten Tapanuli Tengah, ujar AKP Johannes Munthe.

Dari hasil penggeledahan terhadap HS, petugas mengamankan barang bukti berupa satu tas sandang hijau tua. Di dalamnya, ditemukan dompet kecil berwarna merah muda (pink) yang berisi 6 paket narkotika jenis sabu dibungkus plastik bening, 2 plastik klip bening, 5 potongan kecil plastik bening, satu unit timbangan digital, serta dua buah pisau lipat. Total berat bruto sabu yang disita mencapai 1,30 gram.

Saat diinterogasi di lapangan, HS mengaku mendapatkan narkotika jenis sabu tersebut dari seorang pria lain berinisial NT alias NK (48), warga Kelurahan Sibuluan Nalambok.

Tak buang waktu, Tim Opsnal Sat Resnarkoba langsung melakukan pengembangan. Sekitar pukul 18.00 WIB, petugas berhasil mencegat dan mengamankan NT alias NK di Jalan Sibolga – Padang Sidempuan, Kelurahan Sibuluan Nalambok, tepatnya di sekitar simpang BKKBN. Dari tangan NT, polisi menyita satu unit telepon genggam yang diduga digunakan untuk melancarkan transaksi.

Kepada penyidik, NT menerangkan bahwa barang bukti tersebut ia peroleh dari seorang pria di Kota Medan yang belum diketahui identitasnya, dengan sistem pengiriman paket melalui jasa travel komersial.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua terduga pelaku beserta seluruh barang bukti kini telah dibawa ke markas Polres Tapanuli Tengah untuk menjalani proses hukum sesuai dengan UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Saat ini kedua tersangka dan barang bukti diamankan di Mapolres Tapteng untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. Kami juga berkomitmen untuk terus mengembangkan jaringan ini, tegas Kasat Narkoba.

 

Humas Polda Sumut

red/mpl/pr

Jangan Lewatkan

Polres Metro Jakpus Gagalkan Peredaran 25,2 Kg Sabu Senilai Rp30 Miliar

Jakarta Pusat - Maspolin.id|| Polres Metro Jakarta Pusat menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat 25,2 kilogram dengan nilai diperkirakan mencapai Rp30 miliar. Pengungkapan tersebut...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.