Polsek Kalideres Ringkus DPO Otak Aksi Curas Korban Wanita

Jakarta Barat – Maspolin.id|| Polsek Kalideres Jakarta Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam mengungkap tindak kriminalitas dengan berhasil menangkap Daftar Pencarian Orang (DPO) pelaku utama kasus pencurian dengan kekerasan yang terjadi di wilayah Kalideres, Jakarta Barat.

Pelaku berinisial DC alias Pedaw berhasil diamankan pada Selasa, 9 Juni 2026, saat tengah bekerja di Terminal Kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Penangkapan tersebut merupakan hasil pengembangan penyelidikan intensif yang dilakukan Unit Reskrim Polsek Kalideres sejak laporan korban diterima.

Kasus ini bermula ketika korban RR berkenalan dengan seorang wanita berinisial GF pada 17 Mei 2026.

Setelah menjalin komunikasi, korban diajak bertemu dan dibawa ke sebuah kamar kos di kawasan Puri Garden, Kalideres, Jakarta Barat.

Namun sesampainya di lokasi, korban justru menjadi sasaran kejahatan setelah GF memanggil dua pria berinisial F dan GC.

Kedua pelaku kemudian melakukan penganiayaan terhadap korban serta merampas telepon genggam dan kunci sepeda motor milik korban.

Setelah itu, kunci kendaraan diserahkan kepada GF yang kemudian membawa kabur sepeda motor korban.

Kanit Reskrim Polsek Kalideres Polres Metro Jakarta Barat AKP Rachmad Wibowo menjelaskan bahwa pihaknya telah berhasil mengamankan DC alias Pedaw yang berperan sebagai pelaku utama dalam aksi penganiayaan sekaligus penguasaan sepeda motor milik korban.

DC alias Pedaw berhasil kami amankan saat bekerja di Terminal Kargo Bandara Soekarno-Hatta. Yang bersangkutan merupakan pelaku utama yang melakukan penganiayaan terhadap korban dan mengambil kendaraan milik korban, ujar AKP Rachmad Wibowo saat dikonfirmasi, Rabu, 24/6/2026

Dari hasil pemeriksaan, diketahui sepeda motor milik korban dibawa oleh pelaku ke kawasan Kompleks Ambon, Cengkareng, Jakarta Barat.

Di lokasi tersebut, motor hasil kejahatan itu ditukarkan dengan narkotika jenis sabu sebanyak dua ji serta uang tunai sebesar Rp500 ribu.

Atas perbuatannya, pelaku DC alias Pedaw harus mempertanggungjawabkan tindakannya di hadapan hukum dan dijerat dengan Pasal 479 KUHP.

Polwan Polres Metro Depok Bagikan Air Mineral kepada Peserta Aksi di Depok Open Space

Depok, PMJ – Maspolin.id|| Polisi Wanita (Polwan) Polres Metro Depok menunjukkan kepedulian dan pendekatan humanis saat melaksanakan pengamanan kegiatan aksi yang digelar oleh Aliansi Masyarakat Kota Depok di kawasan Depok Open Space, Jalan Margonda Raya, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Selasa (23/6/2026).

Di sela-sela pelaksanaan pengamanan, para Srikandi Bhayangkara membagikan air mineral kepada para peserta aksi sebagai bentuk pelayanan dan perhatian Polri kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan dengan penuh keakraban dan suasana kekeluargaan, sehingga tercipta komunikasi yang baik antara aparat kepolisian dengan para peserta aksi.

Selain menjaga keamanan dan ketertiban selama berlangsungnya kegiatan, Polwan Polres Metro Depok juga mengedepankan pendekatan persuasif dan humanis guna memastikan penyampaian aspirasi berjalan secara damai, tertib, dan kondusif.

Aksi berbagi air mineral tersebut mendapat sambutan positif dari para peserta aksi dan menjadi wujud nyata komitmen Polri dalam memberikan pelayanan yang humanis serta hadir di tengah masyarakat sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Polres Metro Depok berharap sinergitas antara Polri dan masyarakat terus terjalin dengan baik, sehingga tercipta situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang aman, sejuk, dan kondusif di wilayah Kota Depok.

“Polri untuk Masyarakat, Humanis dalam Pelayanan, Presisi dalam Pengabdian.”

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Festival Heritage Depok Lama, Sebagian Jalan Pemuda Akan Ditutup

Jalan Pemuda, lokasi acara Festival Heritage Depok Lama. (Foto: Diskominfo Depok/ Ilustrasi).

Depok, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bersama Yayasan Lembaga Cornelis Chastelein (YLCC) akan menggelar acara perdana Festival Heritage Depok Lama.

Rencananya acara tersebut akan diselenggarakan pada Sabtu dan Minggu, 27-28 Juni 2026.

Demi kelancaran agenda budaya tersebut, sebagian ruas Jalan Pemuda, Kecamatan Pancoran Mas, akan ditutup sementara waktu.

Warga yang biasa melintasi kawasan tersebut diimbau untuk mengantisipasi rute perjalanan mereka.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporyata) Kota Depok, Eko Herwiyanto, menjelaskan bahwa penutupan jalan ini akan dimulai sejak H-1 acara untuk persiapan teknis.

“Sebagai informasi untuk warga Kota Depok, khususnya pada Jumat tanggal 26 Juni mulai pukul 21.00 WIB, akan ada penutupan sebagian ruas Jalan Pemuda,” ujar Eko kepada berita.depok.go.id, Selasa (23/07/26).

​Titik Penutupan dan Durasi Acara

Eko menambahkan, penutupan Jalan Pemuda ini tidak bersifat total dan radiusnya relatif pendek, yakni hanya berkisar 150 meter.

Titik pengalihan arus tepat berada di rentang setelah Jalan Mawar sampai dengan depan SMP Kasih.

​Jalur ikonik di kawasan Depok Lama ini dijadwalkan akan steril selama satu hari penuh dan baru akan dibuka kembali pada Sabtu, 27 Juni pukul 22.00 WIB.

​”Insyaallah setelah acara selesai malam itu, lokasi akan langsung kita bersihkan dan akses jalan segera dibuka kembali untuk umum,” terangnya.

(Denah Jalan Pemuda selama acara Festival Heritage Depok Lama. Foto: Panitia)

Jalur Alternatif yang Bisa Dilalui

​Mengingat Jalan Pemuda merupakan salah satu urat nadi lalu lintas di Depok, Disporyata telah berkoordinasi dengan pihak terkiat untuk menyiapkan sejumlah rute alternatif.

Bagi warga lokal maupun pengendara yang datang dari arah Jalan Kartini atau Jalan Siliwangi, jalur pengalihan yang bisa diambil antara lain, Jalan Mawar, Jalan Belimbing dan Simpang Tugu Jam Jalan Margonda.

​”Jalan alternatif di sekitar lokasi cukup banyak, terutama bagi warga setempat yang sudah familiar dengan jalur di sana,” katanya.

Ia mewakili Pemkot Depok, juga memohon maaf kepada masyarakat yang akses jalannya terganggu.

“Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya apabila kenyamanan berkendara masyarakat sedikit terganggu selama festival ini berlangsung,” tutup Eko.

Penulis : Zaid A, Editor : Yanu

 

bjabar/mpl/adr

Polda Jabar Akan Periksa Kejiwaan Taufik Hidayat Karena Lakukan Penganiayaan Berat Diluar Batas

CREATOR: gd-jpeg v1.0 (using IJG JPEG v62), quality = 50?

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Polda Jawa Barat bakal melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap tersangka Taufik Hidayat (30). Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kondisi psikologi dari tersangka penyekapan dan penganiayaan YTR (29).

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Rudi Setiawan, menilai bahwa pola kekerasan yang diduga dilakukan Taufik terhadap korban tergolong ekstrem dan jauh dari perilaku yang lazim terjadi dalam sebuah hubungan.

“Karena apa yang dilakukan, sebagaimana teman-teman ketahui, ini sesuatu yang tidak wajar, sesuatu yang di luar, ya, kebiasaan, perilaku seseorang terhadap kekasihnya, yang bisa kita katakan terlalu atau sadis ya,” jelas Irjen Pol. Rudi, dikutip Rabu (24/6/26).

Irjen Pol. Rudi berharap pemeriksaan hasil kejiwaan ini akan melengkapi seluruh berkaitan dengan tersangka sebelum nantinya berkas perkara dilimpahkan ke tahap berikutnya. Selain menunggu pemeriksaan kejiwaan, penyidik telah menempatkan Taufik dalam ruang tahanan khusus yang dilengkapi kamera pengawas selama 24 jam.

“Kita akan lakukan penahanan di sel khusus, ya, yang kita sudah pasang CCTV-nya dan berada sendiri, ya, dan dalam pengawasan kita semua,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, untuk hasil pemeriksaan kesehatan dan narkoba, Taufik dipastikan dalam keadaan baik dan negatif dari zat narkotika. Namun, penyiksaan yang dilakukan terhadap korban dilakukannya dalam pengaruh minuman keras (miras) atau di bawah kesadaran.

“Dia tadi sempat menyatakan bahwa dia juga menyesal, karena ini dilakukan di bawah kesadarannya akibat konsumsi alkohol tadi itu. Intisari, minuman itu. Minuman keras, ya. Sebuah merek minuman keras Intisari, ya. Sejenis anggur hitam itu,” jelasnya.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/he

Wakapolri Pimpin Ziarah Nasional Menjelang Hari Bhayangkara ke-80

MABES POLRI – Maspolin.id|| Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polri melaksanakan ziarah dan tabur bunga secara serentak di berbagai wilayah Indonesia sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan bangsa, negarawan, serta para pendahulu Polri yang telah mewariskan nilai perjuangan, integritas, dan pengabdian kepada negeri.

Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, memimpin langsung Upacara Ziarah Rombongan dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan Rabu (24/6/2026). Kegiatan tersebut dihadiri para Pejabat Utama Mabes Polri dan diawali dengan penghormatan kepada arwah pahlawan, mengheningkan cipta, peletakan karangan bunga, pembacaan doa, serta tabur bunga di pusara para pahlawan bangsa.

Secara bersamaan, jajaran Polri juga melaksanakan ziarah di berbagai lokasi bersejarah dan tempat peristirahatan terakhir tokoh-tokoh bangsa serta para pendahulu Polri. Di TPU Tanah Kusir, dilaksanakan ziarah di makam Jenderal Polisi Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo, Kapolri pertama yang meletakkan fondasi Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta makam Presiden ke-3 Republik Indonesia Prof. Dr. Ir. H. B.J. Habibie, negarawan dan ilmuwan yang menginspirasi bangsa melalui dedikasi, inovasi, dan kecintaannya kepada Indonesia.

Sementara itu, di TPBU Giritama, Tonjong, Bogor, Irwasum Polri Komjen Pol. Drs. Wahyu Widada, M.Phil. memimpin ziarah dan tabur bunga di makam Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Hoegeng Iman Santoso, sosok yang dikenal sebagai simbol integritas, kejujuran, dan keteladanan moral dalam sejarah Polri.

Penghormatan juga diberikan kepada para pendahulu Polri yang telah berjasa membangun dan membesarkan institusi Kepolisian Republik Indonesia, di antaranya Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Kunarto, Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Dibyo Widodo, Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Dr. Awaloedin Djamin, Jenderal Polisi (Purn.) R. Soetjipto Danoekoesoemo, Jenderal Polisi (Purn.) Drs. Widodo Budidarmo, Jenderal Polisi (Purn.) Drs. H. M. Hasan, Jenderal Polisi (Purn.) Anton Soedjarwo, serta Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Mochammad Yasin, yang merupakan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia pertama pascaproklamasi dan tokoh penting dalam mempertahankan eksistensi Kepolisian RI pada masa awal kemerdekaan.

Selain ziarah di daratan, Polri juga melaksanakan ziarah laut dan pelarungan karangan bunga di perairan Teluk Jakarta yang dipimpin oleh Kabaharkam Polri. Kegiatan tersebut merupakan bentuk penghormatan kepada para pahlawan dan pejuang bahari yang gugur dalam menjaga kedaulatan wilayah perairan Indonesia. Pelarungan bunga menjadi simbol doa dan penghormatan kepada mereka yang jasanya tetap hidup dalam sejarah meskipun sebagian tidak diketahui tempat peristirahatan terakhirnya.

Wakapolri mengatakan bahwa rangkaian ziarah dan tabur bunga yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia merupakan momentum untuk memperkuat jati diri, karakter, dan nilai-nilai pengabdian yang menjadi fondasi Polri.

“Ketika kita berdiri di tempat peristirahatan terakhir para pahlawan bangsa, negarawan, dan para pendahulu Polri, sesungguhnya kita sedang belajar tentang arti pengorbanan, integritas, dan pengabdian yang tulus kepada negara. Dari Jenderal Polisi Raden Said Soekanto kita belajar tentang kepeloporan dan pengabdian dalam membangun Kepolisian Republik Indonesia, dari B.J. Habibie kita belajar tentang visi dan karya untuk Indonesia, dari Jenderal Hoegeng kita belajar keteladanan moral, dan dari para pendahulu Polri lainnya kita mewarisi semangat pengabdian yang menjadi fondasi institusi ini hingga hari ini,” ujar Wakapolri.

Menurutnya, ziarah dan tabur bunga bukan sekadar tradisi seremonial menjelang Hari Bhayangkara, melainkan sarana untuk merawat memori kolektif bangsa bahwa kemerdekaan, keamanan, dan keutuhan negara dibangun melalui perjuangan, pengorbanan, serta dedikasi para pendahulu.

“Tabur bunga adalah simbol penghormatan, tetapi makna yang lebih dalam adalah melanjutkan nilai perjuangan mereka. Kita datang membawa doa, namun pulang membawa tanggung jawab untuk meneruskan pengabdian. Semangat para pahlawan dan pendahulu Polri harus hidup dalam integritas, profesionalisme, keberanian, serta pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegasnya.

Terkait pelarungan bunga di Teluk Jakarta, Wakapolri menegaskan bahwa laut yang luas menjadi simbol pengabdian tanpa batas dari para pejuang bangsa. Penghormatan yang diberikan di perairan merupakan pengingat bahwa jasa para pahlawan bahari akan terus dikenang dan diwariskan kepada generasi penerus.

“Baik di daratan maupun di lautan, seluruh rangkaian ziarah hari ini mengajarkan satu hal yang sama, bahwa bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa para pahlawannya. Menjelang Hari Bhayangkara ke-80, Polri meneguhkan komitmen untuk meneruskan nilai perjuangan, menjaga kepercayaan masyarakat, dan mengabdikan diri sepenuhnya kepada bangsa dan negara,” pungkas Wakapolri.

Melalui rangkaian ziarah nasional menjelang Hari Bhayangkara ke-80 ini, Polri meneguhkan komitmennya untuk terus menjaga amanah para pendahulu, memperkuat kepercayaan masyarakat, serta menghadirkan pengabdian yang semakin profesional, modern, dan humanis bagi Indonesia.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Polda Sumsel Musnahkan Barang Bukti Sabu dan Ekstasi Di Musi Rawas

Musi Rawas, SUMATERA SELATAN – Maspolin.id|| Kepolisian Daerah Sumatera Selatan melalui Satuan Reserse Narkoba Polres Musi Rawas kembali menegaskan komitmennya dalam perang melawan peredaran gelap narkotika dengan memusnahkan barang bukti sabu dan ekstasi hasil pengungkapan jaringan narkoba lintas wilayah. Kegiatan pemusnahan tersebut dilaksanakan sebagai bentuk transparansi, akuntabilitas, serta komitmen penegakan hukum yang profesional dalam memberantas kejahatan narkotika yang menjadi ancaman serius bagi masa depan bangsa.

Pemusnahan barang bukti dilaksanakan di Mapolres Musi Rawas dan merupakan tindak lanjut dari pengungkapan kasus peredaran gelap narkotika yang berhasil diungkap pada 8 Mei 2026. Dalam perkara tersebut, Tim Elang Musi Satres Narkoba Polres Musi Rawas berhasil mengamankan seorang tersangka berinisial H (26) di wilayah Desa Muara Megang, Kabupaten Musi Rawas.

Sebelum dimusnahkan, seluruh barang bukti terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan dan verifikasi guna memastikan kesesuaian dengan hasil penyitaan serta ketentuan hukum yang berlaku. Proses ini dilakukan secara terbuka dengan disaksikan unsur kejaksaan, penasihat hukum, tersangka, serta para undangan yang hadir.

Barang bukti yang dimusnahkan terdiri dari narkotika jenis sabu seberat bruto 2.090,44 gram dan 20 butir pil ekstasi dengan berat bruto 9,51 gram. Sebagian kecil barang bukti disisihkan sesuai ketentuan untuk kepentingan pembuktian di persidangan dan pemeriksaan laboratorium forensik.

Proses pemusnahan dilakukan dengan cara melarutkan narkotika ke dalam wadah yang telah dicampur cairan pembersih, kemudian dihancurkan menggunakan mesin pelumat hingga tidak dapat digunakan kembali. Seluruh tahapan pemusnahan berlangsung di bawah pengawasan ketat guna memastikan barang bukti benar-benar musnah dan tidak berpotensi disalahgunakan.

Kapolres Musi Rawas AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., CPHR., menegaskan bahwa pemusnahan barang bukti merupakan bagian penting dari proses penegakan hukum yang transparan sekaligus bukti keseriusan Polri dalam memutus mata rantai peredaran gelap narkotika.

“Pemusnahan ini merupakan bentuk pertanggungjawaban kami kepada masyarakat bahwa seluruh barang bukti hasil pengungkapan perkara narkotika dikelola sesuai prosedur hukum. Kami berkomitmen untuk terus melakukan penindakan terhadap jaringan narkoba yang merusak generasi bangsa,” tegas AKBP Agung Adhitya Prananta, S.H., S.I.K., M.H., CPHR.

Pemusnahan narkotika dalam jumlah besar tersebut juga menjadi langkah strategis dalam menyelamatkan masyarakat dari ancaman penyalahgunaan narkoba. Dengan dimusnahkannya lebih dari dua kilogram sabu dan puluhan butir ekstasi, aparat penegak hukum berhasil mencegah potensi peredaran yang dapat merusak ribuan jiwa, khususnya generasi muda.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumsel akan terus memperkuat sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam upaya pemberantasan narkotika.

“Kami memastikan setiap proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan akuntabel. Pemberantasan narkoba merupakan salah satu prioritas utama karena dampaknya sangat besar terhadap keamanan, kesehatan, dan masa depan generasi bangsa. Polda Sumsel akan terus bertindak tegas terhadap setiap pelaku yang terlibat dalam peredaran gelap narkotika,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumatera Selatan juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam memerangi narkoba dengan memberikan informasi kepada aparat apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran gelap narkotika di lingkungan masing-masing. Kolaborasi antara kepolisian dan masyarakat menjadi kunci penting dalam mewujudkan Sumatera Selatan yang aman, sehat, dan bebas dari narkoba.

 

Humas Polda Sumsel

red/mpl/sss

 

Kapolri: 664.975 Masyarakat Terima Layanan Bakti Kesehatan Polri 2026

JAKARTA – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan sebanyak 664.975 masyarakat telah menerima layanan kesehatan dalam kegiatan Bakti Kesehatan Polri 2026 yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia. Hal tersebut disampaikan Kapolri saat menghadiri puncak kegiatan Bakti Kesehatan Polri 2026 di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Angkanya tadi sampai dengan hari ini 664.975 masyarakat, yang tentunya terdiri dari masyarakat umum yang membutuhkan layanan kesehatan gratis, ujar Kapolri.

Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan gratis, pengobatan umum, pemeriksaan gigi, pemeriksaan dan pengobatan spesialis, operasi katarak, operasi bibir sumbing, operasi bedah minor, donor darah, pemeriksaan laboratorium, khitan massal, hingga pelayanan kesehatan bagi penyandang disabilitas.

Kapolri menjelaskan, program Bakti Kesehatan Polri 2026 berlangsung selama satu bulan, mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026, dengan melibatkan 5.354 tenaga kesehatan dari berbagai wilayah di Indonesia.

Pada puncak kegiatan yang digelar hari ini di Jakarta, sekitar 8.000 peserta hadir untuk memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang disediakan. Selain memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat, Polri juga meluncurkan program Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan pekerja.

Melalui program tersebut, para buruh dapat memperoleh akses layanan pemeriksaan kesehatan di seluruh Rumah Sakit Bhayangkara yang tersebar di berbagai daerah.

Ini merupakan bagian dari bentuk komitmen dan kerja sama untuk membantu memberikan layanan kesehatan bagi rekan-rekan buruh di seluruh Indonesia, ungkap Kapolri.

Polri juga turut meresmikan Rumah Sakit Bhayangkara Jombang. Kehadiran fasilitas kesehatan tersebut diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan kesehatan bagi masyarakat maupun anggota Polri.

Kapolri menegaskan bahwa Polri akan terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat serta dukungan terhadap program kesehatan nasional.

Melalui Bakti Kesehatan Polri 2026, Polri tidak hanya menghadirkan pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau masyarakat, tetapi juga memperkuat sinergi dengan pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam upaya meningkatkan kualitas kesehatan nasional.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Kapolri Luncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, Permudah Akses Layanan Kesehatan Pekerja

JAKARTA – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sebagai fasilitas layanan kesehatan bagi pekerja di seluruh Indonesia. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung kesejahteraan buruh melalui kemudahan akses layanan kesehatan.

Peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh dilakukan dalam rangkaian kegiatan Puncak Bakti Kesehatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Kapolri mengatakan, melalui program tersebut para pekerja dapat memperoleh akses layanan kesehatan di Rumah Sakit Polri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

“Melalui program Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, Polri memberikan berbagai layanan kesehatan di Rumah Sakit Polri yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga dapat diakses dengan lebih mudah oleh para buruh,” ujar Kapolri.

Kapolri menegaskan, Polri akan terus memperkuat sinergi dengan kalangan pekerja melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi buruh dan keluarganya. Menurutnya, dukungan kepada pekerja tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum dan perlindungan ketenagakerjaan, tetapi juga melalui pelayanan sosial dan kesehatan yang dapat dirasakan secara nyata.

“Kami ingin memastikan kehadiran Polri dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk para pekerja yang menjadi salah satu elemen penting dalam pembangunan nasional,” ungkap Kapolri.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyambut baik peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh. Ia menilai program tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi pekerja yang membutuhkan layanan kesehatan.

“Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sangat membantu buruh yang ingin berobat ke Rumah Sakit Polri di seluruh Indonesia. Kartu ini menjadi hal yang luar biasa bagi buruh,” kata Andi Gani.

Melalui program ini, Polri berharap akses layanan kesehatan bagi pekerja dapat semakin mudah dan merata, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Polri dan kalangan buruh dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

AKP Dr. Adipta Wisnu Wardhani, S.IP., M.Si Dari Penerima Beasiswa SMA di Jepang Hingga Polwan Termuda Peraih Beasiswa S3

JAKARTA – Maspolin.id|| Perjalanan AKP Dr. Adipta Wisnu Wardhani,S.IP., M.Si adalah bukti bahwa semangat belajar sejak usia muda dapat mengantarkan seseorang pada pengabdian dan prestasi tertinggi. Sebagai Kasubnit 1 Unit 5 Subdit I Dittipid PPA PPO Bareskrim Polri, Polwan kelahiran Kabupaten Subang, 24 Februari 1990 ini telah mengukir jejak inspiratif sejak bangku SMA hingga menyandang gelar Doktor dan Pin Emas Kapolri.

Kisah prestasi AKP Dr. Adipta dimulai ketika beliau terpilih sebagai penerima program beasiswa untuk menempuh pendidikan SMA di Jepang. Pengalaman belajar di negeri Sakura sejak usia remaja membentuk fondasi kuat kemampuan berbahasa Jepang dan wawasan lintas budaya yang dimilikinya hingga kini. Bekal inilah yang kemudian mengantarkannya dipercaya menjadi penerjemah Bahasa Jepang bagi Wakapolri dalam berbagai forum resmi. Kemampuan multibahasa AKP Dr. Adipta dilengkapi dengan penguasaan Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris secara aktif, menjadikannya trilingual officer yang siap menjalankan tugas internasional dan kerja sama lintas negara.

Setelah kembali ke Indonesia, semangat berprestasi AKP Dr. Adipta tidak pernah padam. Beliau dinobatkan sebagai Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Universitas Padjadjaran, sebuah pengakuan atas intelektualitas dan kepemimpinan di kampus. Perjalanan akademiknya berlanjut dengan menyelesaikan Sarjana Ilmu Pemerintahan di Universitas Padjadjaran, Magister Ilmu Pemerintahan di Universitas Diponegoro, dan meraih gelar Doktor Ilmu Pemerintahan dari Universitas Brawijaya dengan predikat cumlaude pada 2023.

Puncak capaian akademik AKP Dr. Adipta adalah ketika beliau terpilih sebagai penerima Beasiswa S3 Eka Tjipta Foundation angkatan pertama. Lebih membanggakan lagi, beliau tercatat sebagai Polwan termuda yang pernah meraih beasiswa bergengsi tersebut. Dari beasiswa SMA di Jepang hingga beasiswa S3 Eka Tjipta Foundation, AKP Dr. Adipta membuktikan bahwa ia adalah sosok pembelajar sejati yang konsisten meraih prestasi di setiap jenjang pendidikan.

Di bidang operasional, AKP Dr. Adipta juga menorehkan prestasi gemilang. Beliau pernah meraih Pin Emas Kapolri atas keberhasilannya mengungkap kasus yang menjadi atensi publik. Penghargaan tertinggi dari pimpinan Polri ini menjadi bukti nyata keberanian, ketajaman analisis, dan profesionalisme AKP Dr. Adipta dalam menangani perkara besar yang menyita perhatian masyarakat.

Pengabdian AKP Dr. Adipta di Polri dimulai sejak lulus SIPSS 2014 hingga kini mengemban amanah sebagai Kasubnit 1 Unit 5 Subdit I Dittipid PPA PPO Bareskrim Polri sejak Mei 2025. Di tengah kesibukan menangani kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang serta Perlindungan Perempuan dan Anak, AKP Dr. Adipta tetap aktif sebagai pengajar bahasa jepang profesional bersertifikat BNSP dengan pengalaman mengajar enam tahun.

Wawasan global AKP Dr. Adipta semakin ditempa melalui pendidikan di International Law Enforcement Academy Bangkok pada 2023 dan Community Policing Course by JICA Jepang pada 2022. Untuk menunjang tugas di Dittipid PPA PPO, beliau menuntaskan Diklat Teknis Sistem Penindakan Pidana Kekerasan Berbasis Gender dan Diklat SPPA Bareskrim Polri Tentang Penyidik pada 2025.

Kisah AKP Dr. Adipta Wisnu Wardhani, S.IP., M.Si adalah narasi lengkap tentang konsistensi prestasi. Dari penerima beasiswa SMA di Jepang, menjadi penerjemah Bahasa Jepang Wakapolri, Juara 1 Mahasiswa Berprestasi Unpad, lulus S1 Unpad, S2 Undip, S3 UB cumlaude, Polwan termuda penerima Beasiswa S3 Eka Tjipta Foundation angkatan pertama, hingga meraih Pin Emas Kapolri, setiap langkahnya adalah inspirasi. AKP Dr. Adipta membuktikan bahwa Polwan Indonesia adalah sosok yang smart, strong, dan inspiring, berwawasan global sejak muda, cerdas di kelas, fasih berbahasa asing, tangguh di lapangan, dan berani menjadi yang terdepan.

Bagi AKP Dr. Adipta, belajar adalah investasi terbaik untuk pengabdian. Prestasinya diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh generasi muda Indonesia bahwa dengan beasiswa dan kerja keras, mimpi setinggi apapun dapat diwujudkan untuk mengabdi kepada bangsa. (ta/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/sss

Polisi Kawal Kebebasan Berpendapat Secara Humanis pada Aksi Kritik Program MBG di Depan DPRD Jateng

SEMARANG, JAWA TENGAH – Maspolin.id|| Aksi penyampaian pendapat di muka umum bertema “Dapur Umum Mengkritisi Program Makan Bergizi Gratis (MBG)” yang digelar sejumlah elemen masyarakat sipil di depan Kantor DPRD Jawa Tengah, Jalan Pahlawan, Kota Semarang, Selasa (23/6/2026), berlangsung aman, tertib, dan kondusif di bawah pengamanan aparat kepolisian.

Sekitar 30 peserta dari berbagai organisasi masyarakat sipil seperti Reaksi Kolektif, LBH Semarang, WALHI Jawa Tengah, Maring Institut, dan Bara Puan mengikuti kegiatan tersebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi terhadap kebijakan publik yang tengah berjalan. Aksi dikoordinatori oleh Fathan Hakim dari Reaksi Kolektif/Aksi Kamisan Semarang dan Aditya Pramandira dari WALHI Jawa Tengah.

Dalam kegiatan tersebut, peserta membawa berbagai alat peraga berupa perangkat sound system, perlengkapan memasak, bahan makanan, serta poster berisi aspirasi dan pandangan kritis terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Selain menyampaikan orasi dan pembacaan puisi, peserta juga menggelar kegiatan memasak bersama sebagai simbol penyampaian pesan kepada pemerintah terkait isu pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.

Rangkaian kegiatan dimulai sekitar pukul 5 Sore dengan persiapan perlengkapan aksi, dilanjutkan penyampaian aspirasi secara bergantian oleh peserta. Suasana berlangsung tertib dan damai, mencerminkan semangat demokrasi yang menghargai perbedaan pandangan serta menjunjung tinggi kebebasan berekspresi secara bertanggung jawab.

Sebagai bentuk kepedulian sosial, hasil masakan yang telah disiapkan kemudian dikemas menjadi sekitar 50 paket makanan dan dibagikan kepada masyarakat di sejumlah titik di Kota Semarang. Kegiatan tersebut menjadi simbol bahwa penyampaian aspirasi dapat berjalan berdampingan dengan aksi kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

Selama kegiatan berlangsung, personel Polsek Semarang Selatan bersama unsur pengamanan terkait melaksanakan pengamanan secara humanis dan profesional. Kehadiran aparat tidak hanya bertujuan menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga memastikan hak konstitusional masyarakat untuk menyampaikan pendapat dapat terlaksana dengan baik.

Kapolsek Semarang Selatan, Kompol Sucipto, S.H., menegaskan bahwa Polri berkomitmen mengawal setiap kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat selama dilakukan secara damai dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Polri hadir untuk memberikan pelayanan dan pengamanan agar seluruh rangkaian kegiatan penyampaian aspirasi masyarakat dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Alhamdulillah, kegiatan aksi unjuk rasa di depan DPRD Jawa Tengah berjalan lancar, situasi tetap kondusif, serta tidak ditemukan gangguan kamtibmas selama kegiatan berlangsung,” ujar Kompol Sucipto.

Menurutnya, kebebasan berpendapat merupakan hak setiap warga negara yang dijamin oleh undang-undang. Oleh karena itu, Polri senantiasa mengedepankan pendekatan persuasif, dialogis, dan humanis dalam setiap pengamanan kegiatan masyarakat.

Kapolsek juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara damai, santun, dan tertib sehingga kegiatan dapat berlangsung tanpa mengganggu keamanan maupun aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

“Terima kasih kepada seluruh peserta aksi yang telah menjaga ketertiban selama kegiatan berlangsung. Kami juga mengapresiasi seluruh personel pengamanan yang melaksanakan tugas secara profesional, humanis, dan mengedepankan pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Sekitar pukul 20.00 WIB, seluruh rangkaian kegiatan berakhir dan peserta membubarkan diri dengan tertib. Situasi di kawasan DPRD Jawa Tengah maupun wilayah hukum Polsek Semarang Selatan terpantau aman dan kondusif, sementara aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Keberhasilan pengamanan ini menjadi wujud komitmen Polri dalam menjaga keseimbangan antara perlindungan hak demokratis warga negara dan pemeliharaan keamanan serta ketertiban masyarakat, sehingga ruang dialog dan penyampaian aspirasi dapat terus berlangsung dalam suasana yang damai, toleran, dan bermartabat.

 

Humas Polda Jateng

red/mpl/ls

Jangan Lewatkan

Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.