Kapolri Pimpin Pelantikan dan Sertijab Sejumlah PJU Mabes Polri dan Kapolda

JAKARTA – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin langsung pelantikan dan serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat utama Mabes Polri serta beberapa Kapolda di Rupattama Mabes Polri, Jakarta, Minggu (17/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, Kapolri melantik Komjen Pol Drs. R. Z. Panca Putra S., M.Si. sebagai Kalemdiklat Polri. Selain itu juga dilakukan pelantikan Brigjen Pol Nasri, S.I.K., M.H. sebagai Kapolda Sulawesi Tengah, Brigjen Pol Dr. Himawan Bayu Aji, S.H., S.I.K., M.H. sebagai Kapolda Sulawesi Tenggara, serta Brigjen Pol Arif Budiman, S.I.K., M.H. sebagai Kapolda Maluku Utara.

Sementara itu, sertijab juga dilaksanakan terhadap Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, S.E., M.H. sebagai Kapolda NTB menggantikan Irjen Pol Edy Murbowo, S.I.K., M.Si., kemudian Brigjen Pol Yudhi Sulistianto Wahid, S.I.K. sebagai Kapolda Bengkulu menggantikan Irjen Pol Mardiyono, S.I.K., M.Si., serta Kombes Pol Yudi Arkara Oktabera, S.I.K., M.H. sebagai Kayanma Polri menggantikan Brigjen Pol Abas Basuni, S.I.K., M.H.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri dalam rangka pembinaan karier serta penguatan kelembagaan.

“Mutasi jabatan pada institusi polri merupakan bentuk penyegaran sekaligus pengembangan karier personel. Diharapkan para pejabat yang mendapatkan amanah baru dapat langsung bekerja secara optimal dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Johnny kepada wartawan di Jakarta Minggu (17/05/2026).

Johnny menambahkan, pergantian pejabat di lingkungan Polri juga menjadi bagian dari upaya institusi untuk terus meningkatkan profesionalitas, soliditas internal, dan efektivitas pelaksanaan tugas di berbagai wilayah.

“Dengan pengalaman dan kompetensi yang dimiliki para pejabat yang dilantik maupun melaksanakan sertijab hari ini, kami optimistis kinerja organisasi akan semakin baik dan mampu menjawab berbagai tantangan tugas ke depan,” tutupnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sc

Antisipasi Peredaran Narkoba Ditresnarkoba Polda Riau Intensifkan Razia Permukiman

Pekanbaru, RIAU – Maspolin.id|| Direktorat Reserse Narkoba Polda Riau terus memperkuat langkah pencegahan peredaran narkotika dengan melaksanakan razia di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan penyalahgunaan narkoba di Kota Pekanbaru.

Kegiatan tersebut dilakukan di beberapa lokasi, antara lain Jalan Pangeran Hidayat Gang Abadi dan Gang Teladan di Kelurahan Tanah Datar, serta Gang Assalam di Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota.

Razia dipimpin Tim Opsnal Subdit II Ditresnarkoba Polda Riau sebagai bagian dari upaya preventif sekaligus pengawasan terhadap kemungkinan terjadinya peredaran gelap narkotika di lingkungan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, personel melakukan patroli kawasan permukiman, pemeriksaan terhadap orang maupun barang yang dinilai mencurigakan, serta memberikan edukasi langsung kepada warga mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba.

Direktur Reserse Narkoba Polda Riau, I Putu Yudha Prawira menegaskan kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Razia ini menjadi langkah pencegahan sekaligus pengawasan di wilayah yang terindikasi rawan penyalahgunaan narkotika. Kami ingin memastikan lingkungan masyarakat tetap aman dan terbebas dari aktivitas peredaran narkoba,” ujar Kombes I Putu, Senin, 18 Mei 2026.

Selain pemeriksaan lapangan, petugas juga melakukan dialog bersama warga dan kelompok masyarakat setempat guna mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pemberantasan narkotika.

Kombes Putu mengingatkan bahwa penyalahgunaan narkoba tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga berpotensi memicu gangguan keamanan di lingkungan sekitar.

Menurutnya, pendekatan pencegahan dan edukasi menjadi salah satu strategi utama Polda Riau dalam menekan angka penyalahgunaan narkotika. Ia menilai keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan untuk memutus rantai peredaran barang terlarang tersebut.

“Peran masyarakat sangat dibutuhkan. Jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait narkotika, segera laporkan agar dapat segera ditindaklanjuti,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan di sejumlah titik, petugas tidak menemukan adanya indikasi penyalahgunaan narkotika pada lokasi yang menjadi sasaran razia. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman dan tertib tanpa gangguan kamtibmas.

Polda Riau kembali mengajak masyarakat untuk tidak ragu memberikan informasi terkait dugaan penyalahgunaan maupun peredaran narkoba di lingkungan sekitar melalui Satgas Anti Narkoba di nomor 0813-6306-547.

“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama melawan narkotika. Informasi dari warga sangat membantu dalam memutus jaringan peredaran narkoba,” pungkasnya.

 

Humas Polda Riau

red/mpl/sc

Polda Sumut Ungkap 264 Kasus Narkoba dalam Lima Hari, 342 Pelaku Diamankan dan 57 Lokasi Digerebek

Polda Sumatera Utara terus mengintensifkan pemberantasan peredaran narkotika di berbagai wilayah. Dalam kurun waktu lima hari berturut-turut, aparat kepolisian berhasil mengungkap ratusan kasus serta mengamankan ratusan pelaku yang diduga terlibat dalam jaringan narkoba.

Selama periode 13 hingga 17 Mei 2026, sebanyak 264 kasus narkotika berhasil diungkap dengan total 342 tersangka yang diamankan. Para tersangka terdiri atas pengguna, pengedar, hingga pihak yang diduga memiliki keterkaitan dengan jaringan peredaran narkotika.

Selain melakukan penindakan terhadap pelaku, kepolisian juga melaksanakan penggerebekan terhadap sejumlah lokasi yang diduga menjadi pusat aktivitas narkoba. Sebanyak 57 titik dilakukan penindakan, sementara 26 barak dan gubuk yang diduga digunakan sebagai tempat transaksi serta penyalahgunaan narkotika dibongkar dan dimusnahkan.

Dalam operasi tersebut, petugas turut menyita barang bukti berupa 908,90 gram sabu, 3.319,84 gram ganja, 344,25 butir pil ekstasi, serta 93 vape yang mengandung etomidate.

Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H melalui Kabid Humas Polda Sumut, Ferry Walintukan menegaskan upaya pemberantasan narkoba dilakukan secara menyeluruh dengan menyasar seluruh rantai jaringan peredaran.

“Dalam lima hari, ratusan pelaku berhasil diamankan dari berbagai wilayah di Sumatera Utara. Penindakan ini dilakukan secara intensif oleh seluruh jajaran untuk memutus rantai peredaran narkotika,” kata Ferry, Minggu (17/5/2026).

Menurut Ferry, strategi penegakan hukum tidak hanya difokuskan pada penangkapan pelaku, tetapi juga penertiban lokasi yang diduga digunakan sebagai pusat aktivitas peredaran narkoba.

“Kami tidak ingin lokasi-lokasi tersebut kembali digunakan untuk aktivitas narkotika. Karena itu dilakukan pembongkaran hingga pembakaran barak yang ditemukan saat penggerebekan,” ujarnya.

Dari seluruh pengungkapan yang dilakukan, kategori target operasi berdasarkan lokasi menjadi yang paling dominan dengan total 107 kasus dan 142 tersangka. Sementara target operasi berdasarkan individu tercatat sebanyak 99 kasus dengan jumlah tersangka yang sama.

Selain itu, dari pengungkapan non target operasi, aparat kembali mengamankan 101 tersangka yang berasal dari 58 perkara berbeda.

Polrestabes Medan tercatat menjadi wilayah dengan jumlah pengungkapan terbanyak selama pelaksanaan operasi lima hari tersebut. Sementara pengungkapan menonjol lainnya dilakukan Polres Langkat dengan penyitaan ganja lebih dari dua kilogram.

Di wilayah lain, Polres Simalungun berhasil mengungkap peredaran sabu seberat 273,22 gram, sedangkan Polres Toba menyita sebanyak 243 butir pil ekstasi.

Dalam rangkaian penggerebekan sarang narkoba, petugas juga menemukan 17 orang yang dinyatakan positif menggunakan narkotika berdasarkan hasil pemeriksaan urine.

Polda Sumut menegaskan langkah penindakan terhadap jaringan narkoba akan terus diperkuat guna mempersempit ruang gerak pelaku sekaligus melindungi masyarakat, khususnya generasi muda, dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

 

Humas Polda Sumut

red/mpl/nn

Kampung Narkoba di Samarinda yang Dijaga Puluhan “Sniper” di Grebeg Bareskrim Polri

SAMARINDA, KALTIM – Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri berhasil mengungkap jaringan peredaran narkoba di kawasan Gang Langgar, Samarinda, Kalimantan Timur yang dijaga puluhan pengawas lapangan atau disebut “sniper”. Pengungkapan dilakukan melalui operasi yang berlangsung pada 11 hingga 16 Mei 2026.

Jaringan tersebut menerapkan sistem pengamanan berlapis guna memantau setiap pergerakan aparat yang masuk ke area transaksi sabu. Sindikat diketahui menempatkan sejumlah pengawas di berbagai titik gang dengan dukungan alat komunikasi untuk menjaga aktivitas peredaran.

“Peredaran tersebut terbuka, terstruktur, dan terorganisir dalam penjualannya dengan melibatkan banyak pengawas loket penjualan tersebut serta para pengawas dibekali handy talky,” kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Eko Hadi Santoso, Senin (18/5/2026).

Hasil penyelidikan menunjukkan jumlah personel pengawas meningkat pada waktu tertentu. Pada malam hari tercatat terdapat 31 pengawas yang berjaga, sedangkan pada siang hari sebanyak 22 orang ditempatkan untuk memantau situasi di sekitar lokasi.

“Dari hasil pengamatan keadaan malam hari di Gang Langgar terdapat 31 sniper (Anggota sindikat Narkoba yang bertugas sebagai pengawas area kampung narkoba) pada setiap gangnya yang mana masyarakat di daerah Gang Langgar lebih sensitif terhadap orang yang datang,” ungkap Eko.

Para pengawas lapangan bertugas mengarahkan calon pembeli menuju titik transaksi menggunakan kode atau isyarat tertentu. Polisi juga menemukan adanya aturan internal yang membatasi akses masuk ke area penjualan di Blok F Gang Langgar guna menjaga keamanan aktivitas mereka.

“Sniper (pengawas) mewajibkan hanya satu orang pengendara saja yang dapat masuk ke lokasi penjualan narkoba tersebut. Apabila berboncengan salah satu harus turun dan menunggu,” jelas Eko.

Meski menerapkan penjagaan ketat, tim gabungan Subdit IV Dittipidnarkoba Bareskrim Polri bersama Satgas NIC yang dipimpin Kombes Handik Zusen dan Kombes Kevin Leleury berhasil masuk ke lokasi melalui metode pembelian terselubung sebelum melakukan penindakan pada 15 Mei 2026.

Dalam operasi tersebut, aparat mengamankan 13 tersangka, termasuk sejumlah pengawas lapangan yakni Muhamad Tamrin alias Ipin, Asrheel alias Asri, Muhammad Aswin alias Wiwin, Muhammad Ical alias Ical, Kamarudin alias Dores, dan Idham Halid alias Idam. Polisi juga menangkap penjual loket bernama Ade Saputra alias Ayam Jago.

Selain penangkapan tersangka, petugas turut menyita barang bukti berupa paket sabu, alat hisap, perangkat komunikasi HT, telepon seluler, serta uang tunai yang diduga berkaitan dengan aktivitas peredaran narkoba.

Dari hasil pemeriksaan diketahui lokasi penjualan di Gang Langgar telah beroperasi sekitar empat tahun dengan volume penjualan diperkirakan mencapai 1.000 hingga 1.200 paket sabu per hari, masing-masing dijual sekitar Rp150.000 untuk paket kecil.

Polisi memperkirakan nilai perputaran uang dari jaringan tersebut mencapai sekitar Rp630,7 miliar. Saat ini penyidik masih melakukan pengejaran terhadap dua orang yang diduga menjadi pengendali jaringan dan masuk dalam daftar pencarian, yakni Andes alias H Endi dan H Andi Sudi.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

2 Pelaku Dugaan Penyekapan Pria di Jakarta Dibekuk Polisi

JAKARTA – Maspolin.id|| Satuan Reserse Mobile Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia (Satresmob Bareskrim Polri) menindaklanjuti laporan masyarakat yang diterima melalui saluran khusus “Bang Resmob”, dengan menangkap dua pelaku dugaan penyekapan terhadap seorang pria di Jakarta.

Polri Kombes Teuku Arsya Khadafi menjelaskan mulanya pihaknya menerima aduan adanya dugaan tindak pidana penculikan, penyanderaan, dan pengeroyokan melalui “Bang Resmob” pada 14 Mei 2026.

Polri kemudian menerbitkan surat perintah penyelidikan terhadap laporan masyarakat tersebut, dan mendatangi Wijoyo Showroom Motor di Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada tanggal yang sama.

“Polisi kemudian berhasil menemukan keberadaan korban atas nama RNA yang sedang disekap di lantai dua Wijoyo Showroom Motor,” ujar Kasat Resmob, Senin (18/5/2026). Selain itu, polisi menangkap dua terduga pelaku berinisial AB dan RN, dan barang bukti seperti tiga unit telepon seluler atau HP.

“Polisi kemudian melakukan serah terima korban, dan para terduga pelaku serta barang bukti ke Polsek Cakung, Polres Metro Jakarta timur, dan Polda Metro Jaya,” lanjut Kasat Resmob.

“Respons terhadap kasus tersebut menunjukkan gerak cepat Polri dalam menindaklanjuti laporan pengaduan masyarakat,” tegasnya. (ndt/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/pr

Peredaran 32 Kg Sabu Asal Malaysia Digagalkan Subdit 3 Narkoba PMJ

PMJ – Maspolin.id|| Subdit 3 Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan peredaran narkotika jenis sabu seberat bruto 32.044 gram atau 32 kilogram yang diduga berasal dari jaringan Malaysia. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang pelaku berinisial VAR. (32) pada Sabtu (9/5/26) sore.

“Polda Metro Jaya kembali menggagalkan peredaran Narkoba jaringan Internasional jenis Sabu dengan barang bukti sebanyak kurang lebih 30 kilogram dan satu orang tersangka berinisial VAR (32),” ungkap Kasubdit 3 Ditresnarkoba Polda Metro Jaya AKBP Ade Candra, Senin (18/5/26).

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat terkait aktivitas peredaran narkotika di wilayah Jalan Kirana Legacy, Cilincing, Jakarta Utara (Jakut). Setelah dilakukan penyelidikan, polisi berhasil mengamankan VAR beserta dua bungkus besar sabu yang dibalut lakban cokelat dengan berat bruto mencapai 2.169 gram.

Dari hasil interogasi awal, ujar AKBP Ade, petugas kemudian melakukan pengembangan ke sebuah apartemen di wilayah Kabupaten Bekasi. Di lokasi kedua, polisi kembali menemukan 28 bungkus besar sabu dengan total berat bruto sekitar 29,7 kilogram, serta sejumlah barang bukti lain berupa timbangan manual, cutter, tas besar, dan telepon genggam.

Berdasarkan pemeriksaan sementara, tersangka mengaku mendapatkan barang haram tersebut dari seseorang yang berada di Malaysia. Penyidik menduga sabu tersebut merupakan bagian dari jaringan peredaran narkotika internasional yang beroperasi lintas negara.

“Untuk tersangka dan barang bukti ini kami amankan di salah satu apartemen Sayana di wilayah Bekasi dan asal barang bukti Sabu ini dari Malaysia dan akan diedarkan di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” jelasnya. (ay/hn/rs)

 

Tribratanews

bjak/mpl/ay

Diduga Jadi Bendahara Jaringan, Calon Istri Bandar Narkoba Ishak Ditangkap

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri kembali mengembangkan pengungkapan jaringan peredaran narkotika milik bandar narkoba Ishak di wilayah Kutai Barat, Kalimantan Timur. Dalam pengembangan tersebut, penyidik menangkap dua tersangka berinisial Mery Christine Kiling dan Marselus Vernandus pada Selasa (12/5/2026).

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan, kedua tersangka diduga merupakan bagian dari jaringan sindikat narkoba yang dikendalikan oleh Ishak.

“Penangkapan Marselus Vernandus dan Mery Christine Kiling terkait jaringan sindikat narkoba tersangka Ishak dan kawan-kawan,” ujar Eko Hadi Santoso, Rabu (13/5/2026).

Berdasarkan hasil penyidikan, keduanya diketahui memiliki peran sebagai penghubung antara DJS dengan bandar narkoba Ishak. Selain itu, Mery Christine Kiling yang merupakan calon istri Ishak juga diduga berperan sebagai bendahara hasil penjualan narkotika.

Tak hanya itu, tersangka Mery juga diduga membantu proses pengemasan sabu serta melakukan penjualan narkotika di sebuah loket yang disewa oleh Ishak.

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi terkait keberadaan jaringan bandar narkoba Ishak di kawasan Kutai Barat, Kalimantan Timur. Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan kedua tersangka.

“Tim gabungan melakukan penangkapan terhadap kedua orang tersebut di sebuah rumah yang berada di lokasi Galian C milik Perusahaan BPS (Batuharta Pepas Asa Sejahtera) bersama para pekerja di lokasi tersebut,” jelasnya.

Saat ini, kedua tersangka telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut terkait jaringan peredaran narkotika tersebut. Penyidik juga terus mendalami keterlibatan pihak lain dalam sindikat narkoba yang beroperasi di wilayah Kalimantan Timur.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Presiden Prabowo Berziarah ke Makam Marsinah

Presiden Prabowo Subianto berziarah ke makam Marsinah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026. (Foto: BPMI Setpres)

Nganjuk, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Usai meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Presiden Prabowo Subianto melanjutkan agenda dengan berziarah ke makam Marsinah pada Sabtu, 16 Mei 2026. Ziarah tersebut berlangsung khidmat dan penuh penghormatan sebagai bentuk penghargaan negara terhadap perjuangan sosok buruh perempuan yang dikenang sebagai simbol keberanian dan perjuangan hak-hak pekerja di Indonesia.

Makam Marsinah berada sekitar satu kilometer dari kompleks museum yang sebelumnya diresmikan Presiden Prabowo. Setibanya di lokasi pemakaman, Presiden Prabowo berjalan menuju pusara Marsinah didampingi sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih.

Di hadapan makam Marsinah, Presiden Prabowo menaburkan bunga dan berdoa sejenak untuk mendiang Marsinah. Momen tersebut menjadi penutup penuh makna dari rangkaian peresmian Museum Ibu Marsinah yang pada hari itu dipadati masyarakat dan para buruh dari berbagai daerah.

Dalam sambutannya saat acara peresmian museum, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa aspirasi terkait penetapan tokoh buruh sebagai pahlawan nasional datang langsung dari kalangan buruh Indonesia. Kepala Negara mengatakan bahwa seluruh organisasi buruh kemudian menyampaikan satu nama yang dianggap mewakili perjuangan kaum pekerja di Indonesia, yakni Marsinah.

“Mereka satu suara, semua organisasi buruh sepakat Ibu Marsinah sebagai pahlawan nasional. Dan saya mendapat kehormatan untuk jadikan beliau sebagai pahlawan nasional,” ungkap Presiden.

Ziarah Presiden Prabowo ke makam Marsinah pun menjadi simbol penghormatan atas perjuangan seorang buruh perempuan yang namanya terus hidup dalam ingatan banyak pekerja di Indonesia. Kehadiran museum dan rumah singgah yang baru diresmikan diharapkan tidak hanya menjadi ruang memorial, tetapi juga pengingat bagi generasi muda mengenai pentingnya perjuangan keadilan, hak asasi manusia, dan keberpihakan terhadap kaum pekerja. (BPMI SETPRES)

red/mpl/sss

Kapolda Metro Resmi Dipimpin Jenderal Bintang Tiga

PMJ – Maspolin.id|| Jabatan Kapolda Metro Jaya kini dipimpin jenderal bintang tiga (Komjen Pol). Dengan begitu, Komjen Pol. Asep Edi Suheri resmi mendapatkan kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi.

“Benar untuk Kapolda Metrojaya saat ini berpangkat Komisaris Jendral Polisi,” jelas Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto, Kamis (14/5/26).

Upacara kenaikan pangkat tersebut dilaksanakan kemarin (13/5/26). Kenaikan pangkat ini berdasarkan surat keputusan yang dikeluarkan Presiden Prabowo Subianto.

“Berdasarkan KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 38/POLRI/TAHUN 2026 TGL 13 MEI 2026,” ujar Kabid Humas.

Kompolnas sendiri menilai kenaikan pangkat ini dikarenakan Jakarta memiliki karakteristik tersendiri, sehingga memang harus dipimpin oleh pangkat lebih tinggi. Kenaikan pangkat kepala Kapolda Metro Jaya ini juga diharapkan bisa menjadikan pelayanan masyarakat semakin maksimal. (ay/hn/rs)

 

Tribratanews

bjak/mpl/ay

Libur Panjang Kenaikan Isa Al-Masih, Kendaraan ke Puncak Bogor Naik 18 Persen

KORLANTAS POLRI, Bogor, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Arus kendaraan menuju kawasan wisata Puncak, Kabupaten Bogor, meningkat tajam selama libur panjang Kenaikan Isa Al-Masih, Kamis (14/5/2026). Satlantas Polres Bogor mencatat volume kendaraan naik 18 persen dibandingkan akhir pekan biasa.

Kasatlantas Polres Bogor Iptu Afif Widhi Ananto mengatakan hingga Kamis siang sekitar 10 ribu kendaraan dari arah Jakarta telah melintas melalui Gerbang Tol Ciawi menuju jalur wisata Puncak.

“Volume kendaraan menuju jalur Puncak meningkat 18 persen dibandingkan akhir pekan biasa. Hingga siang ini sudah sekitar 10 ribu kendaraan melintas dari arah Jakarta melalui Gerbang Tol Ciawi menuju kawasan wisata Puncak,” ujar Afif kepada wartawan.

Untuk mengurai kepadatan kendaraan, Satlantas Polres Bogor memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem one way dari arah Jakarta menuju Puncak sejak pukul 07.30 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

Menurut Afif, rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional dengan melihat kondisi kendaraan di lapangan. Penerapan one way juga dilakukan guna menjaga kelancaran arus kendaraan wisatawan yang terus meningkat sejak pagi.

“Rekayasa lalu lintas one way dari arah Jakarta menuju Puncak diberlakukan sejak pukul 07.30 WIB dan akan menyesuaikan situasi volume kendaraan di lapangan,” katanya.

Polisi juga memetakan sejumlah titik rawan kemacetan di jalur wisata Puncak, di antaranya Pasir Muncang, Simpang Megamendung, dan Pasar Cisarua. Selain itu, pengamanan turut difokuskan di kawasan wisata Sentul, Babakan Madang, untuk mengantisipasi penumpukan kendaraan.

Satlantas Polres Bogor mengimbau masyarakat mematuhi arahan petugas dan memastikan kondisi kendaraan aman sebelum melakukan perjalanan menuju kawasan wisata.

“Kami mengimbau masyarakat mematuhi arahan petugas, memastikan kendaraan dalam kondisi prima, menjaga jarak aman, serta mewaspadai kepadatan di titik Pasir Muncang, Simpang Megamendung, dan Pasar Cisarua,” tutup Afif.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/sc

Jangan Lewatkan

Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.