Hujan Berpotensi Basahi Jakpus dan Jaktim Hari Ini

Dikutip dari laman resmi BMKG, pada pagi hari, cuaca cerah akan menaungi seluruh wilayah Jakarta, meliputi Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

JAKARTA – Maspolin.id|| Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi cuaca cerah hingga hujan dengan intensitas ringan terjadi di Jakarta sepanjang hari ini, Selasa (8/9).

Dikutip dari laman resmi BMKG, pada pagi hari, cuaca cerah akan menaungi seluruh wilayah Jakarta, meliputi Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Utara, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, dan Jakarta Timur.

“hujan dengan intensitas ringan,”

Menjelang siang hari, langit cerah masih akan menaungi sejumlah wilayah, yakni di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan. Sementara hujan ringan diprakirakan membasahi Jakarta Pusat dan Jakarta Timur.

Memasuki sore hari, cuaca cerah kembali beralih menaungi seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.

Begitu juga pada malam hari, BMKG memprakirakan cuaca cerah akan menyelimuti seluruh wilayah Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu.

Adapun untuk suhu udara hari ini berkisar 27 sampai 35 derajat celsius, dengan kelembapan udara antara 38 hingga 79 persen.

 

Pemprov DKI

bjak/mpl/ma

HUT ke-78 Polwan, Korlantas Dorong Polwan Jadi Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat.

KORLANTAS POLRI – Maspolin.id|| Korlantas Polri menggelar syukuran Hari Jadi ke-78 Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia Tahun 2026 di Gedung NTMC Polri, Jakarta, Senin (7/9/2026). Momentum ini menjadi ajang memperkuat semangat pengabdian Polwan dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pakor Polwan Korlantas Polri AKBP Febriyani Aer mengatakan Polwan Korlantas mendapat kepercayaan dan kesempatan yang sama untuk berperan dalam tugas operasional kepolisian.

“Polwan Korlantas tidak hanya dipandang sebagai pelengkap administrasi, melainkan telah menjadi pilar operasional yang setara. Kami diberikan kesempatan yang sama untuk memimpin, berinovasi dan menjadi garda terdepan dalam institusi Korlantas ini,” ujar AKBP Febriyani Aer.

Saat ini, terdapat 123 Polwan yang berdinas di Korlantas Polri. Rinciannya, 15 Pamen, 35 Pama, 64 Bintara, serta 9 Polwan yang tengah melaksanakan BKO maupun mengikuti pendidikan.

AKBP Febriyani Aer menyebut para Polwan terus menunjukkan kiprah di lapangan. Mulai dari mengatur arus lalu lintas, mengurai kemacetan, mengamankan agenda nasional dan jalur mudik, hingga memberikan pelayanan publik.

“Polwan senantiasa berupaya menjadi etalase Polri yang ramah, cepat, adaptif dan humanis,” katanya.

Ia menuturkan, Polwan Korlantas juga terus mendukung visi Kakorlantas Polri melalui program Polantas Smart.

Ingatkan Polwan Jaga Marwah Institusi

Dalam peringatan HUT ke-78 Polwan, AKBP Febriyani Aer mengingatkan seluruh personel untuk terus menjaga marwah dan nama baik institusi. Menurutnya, Polwan lalu lintas berhadapan langsung dengan masyarakat sehingga sikap dan perilaku menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik.

“Tunjukkan bahwa Polwan Korlantas adalah sosok yang elegan, profesional, dan melayani dengan setulus hati,” tegasnya.

AKBP Febriyani Aer juga berpesan agar para Polwan tetap menjaga keseimbangan antara tugas kedinasan dan kehidupan keluarga.

“Seberat apapun tugas negara yang kita emban, mari kita menjaga keseimbangan hidup kita, work-life balance, antara hubungan keluarga dan kedinasan,” tuturnya.

Ia berharap Polwan Korlantas ke depan semakin profesional, presisi, dan adaptif terhadap kebijakan pimpinan. Polwan juga diharapkan terus memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat, bangsa, dan negara.

“Selamat Hari Jadi Polwan ke-78. Esthi Bhakti Warapsari,” pungkas AKBP Febriyani Aer.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/nn

Dua WNA China Ditangkap Polisi Manado dan Gagalkan 16 Kg Emas Ilegal

Konferensi pers dipimpin Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol FX Winardi Prabowo, Dirreskrimum Kombes Pol Suryadi, serta perwakilan dari Imigrasi dan Bea Cukai

MANADO, SULUT – Maspolin.id|| Upaya membawa keluar negeri 16 batang emas diduga ilegal melalui Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara, berhasil digagalkan polisi. Dua warga negara asing (WNA) asal China diamankan dalam pengungkapan tersebut.

Sebanyak 16 batang emas dengan berat total sekitar 16 kilogram ditemukan petugas di dalam dua koper milik kedua WNA tersebut. Emas itu diduga berasal dari aktivitas pertambangan ilegal dan hendak dibawa ke Singapura sebelum dilanjutkan ke Hongkong.

“Petugas berhasil menggagalkan upaya penyelundupan barang berharga berupa 16 batang emas yang diduga tidak memiliki izin resmi atau berasal dari tambang ilegal. Emas tersebut hendak dibawa keluar negeri oleh dua orang warga negara asing (WNA) asal China,” kata Kabid Humas Polda Sulut, Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan di Manado, Sabtu (05/09/2026).

Pengungkapan kasus ini bermula dari informasi masyarakat yang diterima Tim URC Polda Sulut pada Jumat (04/09/2026). Informasi tersebut menyebut adanya dugaan penyelundupan emas melalui Bandara Sam Ratulangi dengan tujuan Singapura, kemudian dilanjutkan ke Hongkong.
Menindaklanjuti informasi tersebut, tim gabungan berkoordinasi dengan pihak Bandara Sam Ratulangi untuk melakukan pemantauan dan pengawasan.

Sekitar pukul 12.00 WITA, dua koper milik terlapor diperiksa menggunakan mesin X-Ray. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan lebih mendalam bersama staf bandara.

Hasilnya, petugas menemukan 16 batang logam berwarna emas di dalam koper tersebut. Dua terlapor berinisial XQI dan XQU, yang merupakan WNA asal China, langsung diamankan.

Dari pemeriksaan awal, keduanya mengaku diperintahkan seseorang berinisial H untuk membawa emas yang diduga hasil pertambangan ilegal tersebut keluar dari Indonesia.

Selain 16 batang emas seberat kurang lebih 16 kilogram, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Di antaranya dua paspor, empat kartu tanda pengenal, dua boarding pass rute Manado–Singapura, dua boarding pass rute Singapura–Hongkong, lima telepon seluler, dua koper, serta uang tunai Rp5 juta.

Dalam kasus ini, para tersangka dijerat Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. Mereka terancam hukuman penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp100 miliar.

Saat ini, kedua tersangka bersama seluruh barang bukti telah diamankan di Polda Sulut untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Pengungkapan kasus tersebut disampaikan dalam konferensi pers tindak pidana di bidang Pertambangan Mineral dan Batubara yang digelar Polda Sulut di Aula Tribrata Polda Sulut.

Konferensi pers dipimpin Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan, didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol FX Winardi Prabowo, Dirreskrimum Kombes Pol Suryadi, serta perwakilan dari Imigrasi dan Bea Cukai. (Ad/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/sc

Polisi Bongkar Jaringan Joker Malaysia dan Sita 9 Kg Sabu dan 10.255 Ekstasi

MAKASSAR – Maspolin.id|| Polisi membongkar jaringan narkoba internasional yang dikenal dengan sebutan “Joker Malaysia” di Makassar, Sulawesi Selatan. Tujuh orang ditangkap dalam pengungkapan tersebut.

Dari jaringan ini, polisi menyita barang bukti dalam jumlah besar, yakni sekitar 9 kilogram sabu dan 10.255 butir pil ekstasi.

Pengungkapan jaringan tersebut dilakukan Satuan Narkoba Polrestabes Makassar dan dilaporkan pada Sabtu (05/09/2026).

Kasat Narkoba Polrestabes Makassar, AKBP Lulik Febyantara, menjelaskan tujuh orang yang ditangkap masing-masing berinisial EA, SI, SA, AD, DK, SB, dan EW. Mereka diduga berperan sebagai penghubung antara bandar narkoba di Malaysia dengan jaringan di Indonesia.

“Mereka ini adalah kaki tangan bandar sabu asal Malaysia yang saat ini masih kami identifikasi,” ujar Lulik.

Sebutan “Joker Malaysia” muncul karena jaringan tersebut menggunakan pembungkus sabu dan pil ekstasi dengan logo bergambar wajah Joker.
Jaringan ini ternyata tidak hanya beroperasi di Makassar.

Polisi menemukan adanya distribusi narkoba ke sejumlah kota besar di Indonesia, yakni Medan, Jakarta, Surabaya, dan Makassar.

Barang bukti yang diamankan merupakan hasil pengembangan sejumlah penangkapan di beberapa wilayah. Selain Makassar, pengungkapan juga dilakukan di Pinrang, Surabaya, Pasuruan, dan Depok.

Pengungkapan tersebut menjadi langkah penting polisi dalam memutus peredaran narkoba yang melibatkan jaringan lintas daerah hingga terhubung dengan bandar dari luar negeri.

Polisi masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap lebih jauh jaringan tersebut, termasuk mengidentifikasi bandar narkoba yang disebut berada di Malaysia. (Ad/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/sc

Penanganan Bencana Berjalan, Presiden Prabowo Terus Percepat Pemulihan Masyarakat

ISTANA MERDEKA – Maspolin.id|| Bagi masyarakat yang terdampak bencana, pemulihan bukan sekadar membangun kembali rumah dan fasilitas yang rusak. Lebih dari itu, pemulihan berarti memastikan listrik kembali menyala, komunikasi tersambung, air bersih tersedia, anak-anak dapat kembali bersekolah, dan aktivitas sehari-hari perlahan kembali berjalan.

Hal tersebut menjadi perhatian Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas bersama sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih dan kepala badan terkait di Istana Merdeka, Jakarta, melalui konferensi video pada Senin, 7 September 2026.

Dalam rapat yang berlangsung siang hingga sore hari tersebut, Presiden memonitor perkembangan penanganan bencana di sejumlah wilayah sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat terdampak dapat terus dipenuhi.

“Kita menghadapi berbagai keadaan karena bencana gempa di Flores kemudian sekarang aktivitas Gunung Anak Krakatau dan juga kebakaran hutan dan asap yang masih menjadi masalah bagi kita semua,” ujar Presiden.

Di Flores, pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa terus ditangani. Sejumlah layanan publik seperti listrik, komunikasi, BBM, air bersih, transportasi, kesehatan, dan pendidikan secara umum telah kembali fungsional.

Presiden juga mendorong percepatan pemulihan Flores melalui pengaktifan kembali kegiatan belajar mengajar, penyusunan peta jalan pemulihan ekonomi, serta pembangunan hunian sementara bagi masyarakat yang rumahnya terdampak.

Untuk memperkuat penanganan di daerah, pemerintah menyalurkan Rp200 miliar kepada Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT). Verifikasi kerusakan rumah juga terus dilakukan sebagai dasar pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Di tengah upaya pemulihan Flores, pemerintah juga merespons erupsi Gunung Anak Krakatau yang berdampak pada aktivitas penerbangan. Sebanyak delapan bandara terdampak akibat sebaran abu vulkanik yang mengganggu penerbangan.

Pemerintah terus melakukan berbagai langkah untuk memastikan dampak erupsi dapat ditangani, termasuk melalui operasi modifikasi cuaca untuk membantu meluruhkan abu vulkanik.

Pada saat yang sama, pemerintah terus memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan melalui operasi darat dan udara. Sebanyak 19 pesawat dikerahkan untuk operasi modifikasi cuaca dan patroli, serta 36 pesawat untuk water bombing.

Penegakan hukum juga terus berjalan. Berdasarkan laporan Kapolri kepada Presiden, sebanyak 200 laporan polisi sedang diproses dan 138 tersangka telah diamankan. Selain itu, sejumlah korporasi juga tengah menjalani proses hukum dan pendalaman.

Presiden menegaskan agar setiap dugaan pembakaran hutan yang disengaja ditindak secara tegas, terutama apabila terdapat keterlibatan korporasi.

“Saya tertarik juga itu yang habis kebakaran langsung jadi lahan perkebunan dalam waktu yang sangat singkat. Jadi ini benar-benar kesengajaan dan apakah ini korporasi. Tolong diselidiki terus,” tegas Presiden.

Bagi Presiden Prabowo, penanganan bencana tidak berhenti ketika situasi darurat berakhir. Setiap kejadian harus menjadi bahan evaluasi untuk membangun sistem yang lebih siap menghadapi kemungkinan bencana berikutnya.

Indonesia, menurut Presiden, berada di wilayah ring of fire dan menghadapi berbagai potensi bencana. Karena itu, kesiapsiagaan harus dibangun jauh sebelum bencana terjadi.

“Ini membawa kita untuk kita harus siap menghadapi keadaan seperti ini setiap saat,” ujar Presiden.

Karena itu, pemerintah juga menyusun master plan mitigasi bencana yang lebih menyeluruh dan masif, termasuk memperkuat ketersediaan helikopter, pompa air, pemadam kebakaran, ekskavator, pesawat modifikasi cuaca, dan drone.

Presiden menekankan prinsip kesiapsiagaan dengan memastikan kapasitas penanganan bencana tersedia sebelum keadaan darurat terjadi.

“Kita gunakan prinsip, lebih baik lebih daripada kurang. Jadi kita persiapan mengatasi dan mitigasi itu jangan menunggu kejadian. Jauh sebelumnya kita siapkan,” lanjutnya.

Dengan kesiapsiagaan yang lebih kuat, negara diharapkan tidak hanya mampu merespons ketika bencana terjadi, tetapi juga semakin siap untuk melindungi masyarakat.

Pemerintah akan terus bekerja hingga wilayah terdampak pulih dan memastikan setiap pengalaman penanganan bencana menjadi pijakan untuk membangun Indonesia yang lebih tangguh. (AIT/GYD)

red/mpl/pr

Formula X-Fire Dipakai Polri untuk Pemadaman Karhutla di Sumsel

JAKARTA – Maspolin.id|| Polri terus memperkuat upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan. Salah satunya dengan mengirimkan sebanyak 4.000 liter formula pemadam X-Fire untuk mendukung pemadaman karhutla, khususnya di kawasan lahan gambut.

Pengiriman dilakukan melalui Slog Polri pada Minggu (6/9/2026). Sebanyak 200 jerigen berisi formula X-Fire dengan kapasitas masing-masing 20 liter dimuat ke dalam dua unit truk dari Gudang Slog Polri.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan pengiriman tersebut merupakan bagian dari penguatan dukungan operasional Polri dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan.

“Polri terus memperkuat dukungan terhadap jajaran di wilayah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya dengan mengirimkan dukungan formula pemadam X-Fire yang akan digunakan untuk membantu penanganan karhutla, terutama pada karakteristik lahan gambut yang membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat,” ujar Trunoyudo dalam keterangannya di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Trunoyudo menjelaskan, sebanyak 4.000 liter formula tersebut diangkut menggunakan dua unit truk. Masing-masing truk membawa 100 jerigen berkapasitas 20 liter atau sebanyak 2.000 liter.

“Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel di lapangan dalam melakukan pemadaman dan pengendalian karhutla, sehingga api tidak semakin meluas dan dapat segera ditangani,” katanya.

Formula X-Fire sebelumnya telah digunakan dalam penanganan karhutla di Sumatera Selatan. Dalam penerapannya, formula tersebut dicampurkan dengan air dengan komposisi 200 liter formula dan 800 liter air untuk setiap 1.000 liter campuran. Penggunaan formula tersebut ditujukan untuk mengoptimalkan penggunaan air ketika petugas melakukan pemadaman di medan yang sulit dijangkau.

Selain penggunaan formula pemadam, penanganan karhutla di lahan gambut juga dilakukan dengan teknik penyiraman spiral. Metode tersebut dilakukan dari sisi luar area terbakar secara bertahap menuju titik api utama untuk membantu memutus rambatan api sekaligus mempercepat proses pendinginan.

“Penanganan karhutla membutuhkan sinergi antara kesiapan personel, dukungan peralatan, metode pemadaman yang tepat, serta kecepatan dalam merespons setiap titik api. Polri memastikan dukungan tersebut terus diperkuat agar penanganan di lapangan dapat berjalan optimal,” jelas Trunoyudo.

Dua truk pengangkut formula X-Fire tersebut diberangkatkan dari Slog Polri pada Minggu (6/9/2026) sekitar menuju Polda Sumatera Selatan.

Trunoyudo menegaskan, Polri tidak hanya mengedepankan langkah pemadaman, tetapi juga memperkuat upaya pencegahan agar karhutla tidak terus meluas.

“Upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, pemadaman hingga penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan. Kami mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla,” pungkasnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Polri Tetapkan 138 Tersangka Karhutla, 8 Korporasi Masih Diproses

MABES POLRI – Maspolin.id|| Polri terus memperkuat penegakan hukum terhadap kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hingga Senin (07/09/2026), sebanyak 138 tersangka telah ditetapkan dari 200 laporan polisi yang ditangani.

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo mengatakan, dari jumlah tersebut, 119 tersangka diduga melakukan pembakaran secara sengaja, sedangkan 19 lainnya terkait kasus karhutla akibat kelalaian.

Dari hasil penanganan yang sudah dilakukan oleh kepolisian saat ini, ada 200 laporan polisi yang masuk dan kami sudah menetapkan 138 tersangka yang melakukan kesengajaan dan kelalaian.

“Ada 119 kesengajaan dan 19 kelalaian,” kata Kapolri dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (07/09/2026).

Kapolri menegaskan jumlah tersangka masih dapat bertambah. Polri masih melakukan pendalaman terhadap laporan serta temuan kebakaran hutan dan lahan di berbagai wilayah.

Tak hanya menyasar pelaku perorangan, Polri juga mulai mendalami keterlibatan korporasi. Saat ini terdapat delapan korporasi yang sedang dalam proses hukum terkait penanganan karhutla.

Sigit mengatakan Polri berkoordinasi dengan Kementerian Kehutanan serta Kementerian Lingkungan Hidup dalam menangani perusahaan yang diduga memiliki kaitan dengan kasus karhutla.

Sebelumnya, sejumlah perusahaan telah mendapatkan sanksi administratif dari kementerian terkait.

Sanksi tersebut berupa pembekuan dan pencabutan izin terhadap sejumlah perusahaan, yang terdiri atas 18 perusahaan dan 42 perusahaan, untuk selanjutnya didalami kemungkinan adanya unsur pidana.

“Dan kalau itu ada, maka kami akan proses,” ujarnya.

Sigit menjelaskan, proses hukum terhadap pelaku karhutla dapat menggunakan sejumlah aturan perundang-undangan. Di antaranya ketentuan terkait kawasan hutan, perkebunan, serta perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Penerapan sejumlah pasal secara berlapis dilakukan untuk memastikan penanganan kasus karhutla berjalan maksimal dan memberikan efek jera.

“Ini juga untuk memastikan agar jangan lagi ada peristiwa-peristiwa pembakaran hutan yang saat ini kita ketahui bahwa musim El Nino masih panjang,” kata Sigit.

Selain menindak pelaku, Polri bersama TNI, pemerintah daerah, dan instansi terkait juga terus memperkuat upaya pencegahan.

Edukasi kepada masyarakat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman mengenai aturan pembukaan lahan, termasuk risiko dan konsekuensi hukum dari pembakaran yang dapat memicu karhutla.

Langkah pencegahan dinilai penting karena kondisi El Nino diperkirakan masih berlangsung hingga akhir tahun. Situasi tersebut membuat potensi kebakaran hutan dan lahan tetap harus diwaspadai.

“Kita semua berharap bahwa aturan-aturan yang ada ini bisa ditaati, bisa dilaksanakan, dan sosialisasi akan betul-betul terus kita maksimalkan sehingga kita bisa mencegah dan memitigasi selain upaya-upaya pemadaman yang dilakukan,” ujarnya.
(Ad/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/sss

Gunung Ili Lewotolok di NTT Kembali Erupsi, Polisi Tingkatkan Kesiapsiagaan

Lembata, NTT – Maspolin.id|| Aktivitas vulkanik Gunung Api Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata kembali meningkat setelah terjadi erupsi pada Minggu (6/9/2026) pagi. Kendati masih berada pada Status Level II atau Waspada, Polres Lembata bersama jajarannya terus meningkatkan upaya mitigasi serta mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi bahaya.

Erupsi tercatat terjadi sekitar pukul 06.41 WITA. Saat kejadian, kolom abu teramati membumbung hingga sekitar 600 meter dari puncak atau mencapai kurang lebih 2.023 meter di atas permukaan laut. Abu erupsi berwarna kelabu dengan intensitas tebal dan terlihat bergerak ke arah tenggara.

Aktivitas tersebut tercatat dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 40 milimeter dan berlangsung selama sekitar 1 menit 22 detik. Erupsi juga disertai suara dentuman dengan intensitas sedang.

Kapolres Lembata AKBP Nanang Wahyudi, S.Psi., M.Psi., Psikolog, menyampaikan bahwa pemantauan terhadap perkembangan Gunung Ili Lewotolok terus dilakukan bersama Pos Pengamatan Gunung Api dan BPBD Kabupaten Lembata.

Menurutnya, kepolisian juga berupaya memastikan masyarakat memperoleh informasi yang akurat serta memahami kawasan yang harus dihindari demi keselamatan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, namun tidak mengabaikan perkembangan aktivitas Gunung Lewotolok. Hindari wilayah yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya dan ikuti setiap informasi resmi dari petugas,” ujar AKBP Nanang.

Pemantauan langsung di lapangan juga dilakukan personel Polres Lembata bersama Polsubsektor Ile Ape. Sampai saat ini, aktivitas warga maupun arus lalu lintas yang menghubungkan Kecamatan Ile Ape dan Lewoleba masih berlangsung normal.

Selain melakukan pemantauan, petugas turut menyampaikan imbauan kepada warga dan pengguna jalan untuk lebih berhati-hati, terutama bagi mereka yang menjalankan aktivitas di kawasan sekitar kaki gunung.

Warga juga diminta mematuhi ketentuan keselamatan dengan tidak memasuki wilayah dalam radius 2 kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Khusus sektor selatan dan tenggara, batas yang harus dihindari mencapai radius 3 kilometer.

Potensi bahaya tidak hanya berasal dari guguran lava maupun awan panas pada sektor tertentu. Abu vulkanik juga dapat menimbulkan dampak bagi masyarakat. Karena itu, warga di sekitar gunung disarankan memakai masker untuk melindungi hidung dan mulut, menggunakan pelindung mata serta kulit, dan memastikan wadah penampungan air bersih dalam kondisi tertutup guna mencegah masuknya abu.

Erupsi Gunung Ili Lewotolok turut berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan. Sebaran abu vulkanik membuat operasional Bandara Wunopitu Lembata mengalami gangguan. Berdasarkan informasi dari pengelola bandara, penutupan operasional masih diberlakukan.

Meski aktivitas gunung meningkat, situasi masyarakat di sejumlah wilayah sekitar, termasuk Kecamatan Ile Ape, Ile Ape Timur dan Kota Lewoleba, hingga kini masih relatif kondusif dan belum mengalami gangguan signifikan akibat erupsi.

AKBP Nanang menyebut penanganan situasi tersebut dilakukan melalui koordinasi lintas instansi. Polres Lembata terus bersinergi dengan Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok dan BPBD Kabupaten Lembata dalam menjalankan langkah antisipasi dan pencegahan.

“Kami terus berkoordinasi dengan instansi terkait dan memantau perkembangan aktivitas gunung. Yang paling penting adalah keselamatan masyarakat. Kami mengajak warga untuk tidak panik, tetapi tetap disiplin mengikuti rekomendasi dan informasi resmi,” katanya.

Polda NTT Ingatkan Warga Utamakan Keselamatan

Kapolda NTT Irjen Pol. Dr. Rudi Darmoko melalui Kabidhumas Polda NTT Kombes Pol. Henry Novika Chandra, S.I.K., M.H., turut mengingatkan masyarakat agar tidak beraktivitas di area yang telah ditetapkan sebagai kawasan rawan.

Masyarakat juga diminta tidak mudah mempercayai kabar mengenai aktivitas Gunung Ili Lewotolok yang belum dipastikan kebenarannya. Informasi mengenai perkembangan gunung hendaknya merujuk pada sumber resmi.

“Keselamatan masyarakat menjadi perhatian utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan petugas serta informasi resmi dari Pos Pengamatan Gunung Api dan Badan Geologi,” ujar Kabidhumas Polda NTT.

Menurutnya, keberadaan personel kepolisian di lapangan tidak sebatas melakukan pemantauan kondisi, tetapi juga untuk menyampaikan informasi serta imbauan keselamatan secara langsung kepada masyarakat.

Polri bersama pemerintah daerah dan berbagai instansi terkait akan terus mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Langkah lanjutan akan dilakukan sesuai kebutuhan apabila terdapat perubahan aktivitas yang berpotensi memberikan dampak kepada masyarakat.

Saat ini Gunung Ili Lewotolok masih berstatus Level II atau Waspada. Masyarakat diimbau terus memperoleh informasi perkembangan aktivitas gunung dari kanal resmi Badan Geologi dan PVMBG serta menjalankan setiap rekomendasi keselamatan yang diberikan.

Di tengah aktivitas vulkanik yang masih berlangsung, masyarakat Lembata diingatkan untuk tetap tenang namun tidak mengurangi kewaspadaan. Warga juga diminta tidak mendekati kawasan yang telah ditetapkan sebagai wilayah berbahaya.

Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, petugas pemantau gunung api dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi setiap perubahan aktivitas Gunung Ili Lewotolok. Dengan koordinasi dan kesiapsiagaan yang terus diperkuat, potensi dampak terhadap warga diharapkan dapat diantisipasi sedini mungkin dengan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas.

 

Humas Polda NTT

red/mpl/pr

Erupsi Anak Krakatau Berhenti, Polisi Tetap Waspadai Aktivitas Vulkanik

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun

Lampung Selatan – Maspolin.id|| Erupsi menerus Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, berhenti pada Minggu (6/9/2026) dini hari. Meski demikian, aktivitas kegempaan gunung api tersebut masih terekam hingga pagi.

Berdasarkan hasil monitoring Polres Lampung Selatan yang mengacu pada laporan MAGMA-VAR Kementerian ESDM melalui PVMBG, erupsi menerus GAK berhenti pada pukul 00.04 WIB.

Dalam periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, aktivitas vulkanik masih tercatat. Kondisi ini menunjukkan sistem vulkanik Gunung Anak Krakatau masih aktif.

PVMBG mencatat satu kali gempa letusan dengan amplitudo 46 milimeter dan durasi 30 detik. Selain itu, terjadi dua kali gempa hembusan, 14 kali gempa low frequency, sembilan kali gempa hybrid/fase banyak, serta satu kali gempa vulkanik dangkal.

Tremor menerus atau microtremor juga masih terekam dengan amplitudo 8-45 milimeter dan dominan pada 15 milimeter.

Kondisi visual Gunung Anak Krakatau pada periode tersebut belum dapat dipantau secara optimal karena tertutup kabut dengan tingkat 0-III. Asap kawah tidak teramati, sedangkan CCTV visual di lapangan dalam kondisi tidak aktif.

Cuaca di sekitar gunung terpantau berawan hingga mendung. Angin bertiup lemah ke arah barat laut, dengan suhu udara 26-27 derajat Celsius dan kelembapan 78-80 persen.

Meski erupsi menerus berhenti, status aktivitas Gunung Anak Krakatau masih berada pada Level III atau Siaga. Masyarakat, wisatawan, pengunjung maupun pendaki diminta tidak mendekati gunung dan melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun, mengatakan kepolisian terus melakukan pemantauan dan patroli di kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan untuk memastikan masyarakat, nelayan maupun wisatawan tidak memasuki kawasan yang telah ditetapkan sebagai zona berbahaya.

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Kami mengingatkan nelayan maupun wisatawan agar tidak memaksakan diri mendekati Anak Krakatau dan mematuhi radius aman yang telah ditetapkan,” ujar Yuni, Minggu (6/9/2026).

Polda Lampung juga meminta pengelola kapal wisata, nelayan dan masyarakat tidak membawa atau mengarahkan wisatawan ke kawasan yang dilarang.

“Personel di lapangan akan terus melakukan patroli untuk mencegah masyarakat maupun wisatawan memasuki zona berbahaya,” katanya.

Selain potensi erupsi susulan, paparan abu vulkanik juga menjadi perhatian. Abu dalam konsentrasi tinggi dapat mengganggu kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan serta memakai pelindung mata ketika kondisi udara berdebu.

Warga juga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah saat terjadi hujan abu, menutup pintu, jendela dan ventilasi rumah serta melindungi makanan dan sumber air dari paparan abu vulkanik.

Pengendara kendaraan diminta lebih berhati-hati karena abu vulkanik dapat mengurangi jarak pandang dan membuat permukaan jalan menjadi licin.

“Polda Lampung mengingatkan masyarakat agar tidak panik dan mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau hanya melalui informasi resmi pemerintah maupun instansi terkait,” tandas Kabid Humas.

 

Humas Polda Lampung

red/mpl/nn

Dua Bersaudara Hilang Sejak 2021 Ditemukan Tinggal Kerangka, Polisi Tangkap Dua Tersangka

Banyuasin, SUMSEL – Maspolin.id|| Kepolisian Resor Banyuasin jajaran Polda Sumatera Selatan mengungkap kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap dua bersaudara di Kecamatan Talang Kelapa, Kabupaten Banyuasin. Pengungkapan ini menjadi titik terang setelah keberadaan kedua korban yang dilaporkan hilang sejak 2021 akhirnya terungkap melalui penemuan kerangka manusia dan rangka sepeda motor pada Minggu, (6/9/2026).

Kedua korban diketahui berinisial RM (18) dan AM (13), kakak-beradik yang dilaporkan hilang setelah berangkat dari rumah menggunakan sepeda motor pada Rabu, 27 Oktober 2021. Sejak sore hari, keluarga kehilangan kontak dengan keduanya dan telah melakukan pencarian secara mandiri, namun keberadaan korban tidak ditemukan.

Titik terang kasus tersebut muncul ketika seorang warga yang sedang mencari kayu di sekitar Perumahan Amanah, Kelurahan Keramat Raya, Kecamatan Talang Kelapa, menemukan rangka sepeda motor di dalam sebuah parit. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada ketua RT setempat.

Ketua RT yang menindaklanjuti informasi tersebut kemudian memeriksa sebuah rumah kosong yang berada tidak jauh dari lokasi penemuan rangka sepeda motor. Di dalam rumah kosong tersebut ditemukan kerangka manusia. Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada Polsek Talang Kelapa untuk dilakukan penanganan dan penyelidikan.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, kemudian memerintahkan Kapolsek Talang Kelapa AKP Mukhlis, bersama Kasat Reskrim Polres Banyuasin AKP Shandy Kharisma, untuk memimpin proses penyelidikan. Tim opsnal yang dipimpin Panit 3 Reskrim IPDA Joko Prakoso, S.H., bergerak melakukan pendalaman guna mengidentifikasi korban serta mengungkap pihak yang diduga terlibat.

Dari hasil penyelidikan dan pengembangan keterangan, polisi berhasil mengidentifikasi tersangka pertama berinisial RS (27). Tersangka kemudian ditangkap di wilayah Kenten, Kecamatan Talang Kelapa.

Pengembangan berikutnya mengarah kepada tersangka kedua berinisial AD alias D (25). Tim opsnal kemudian menangkap tersangka tersebut di kawasan Sungai Sedapat, Kecamatan Talang Kelapa. Kedua tersangka selanjutnya diamankan untuk menjalani pemeriksaan dan proses penyidikan lebih lanjut.

Penyidik juga mengamankan sejumlah barang bukti yang berkaitan dengan kasus tersebut, di antaranya perlengkapan dan seragam sekolah milik kedua korban, dua tas berisi buku pelajaran, sepatu, serta sejumlah perhiasan berupa kalung, gelang dan cincin. Rangka sepeda motor yang diduga digunakan korban saat berangkat sekolah turut diamankan sebagai bagian dari proses penyidikan.

Kapolres Banyuasin AKBP Risnan Aldino, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa jajaran Polres Banyuasin terus melakukan pendalaman untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa, termasuk motif dan peran masing-masing tersangka. Pengungkapan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan kepastian hukum kepada keluarga korban setelah kasus tersebut belum menemukan titik terang selama bertahun-tahun.

Kedua tersangka diproses atas sangkaan tindak pidana pembunuhan berencana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 459 KUHP atau pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 458 KUHP. Penyidik masih terus mendalami motif serta peran masing-masing tersangka dalam peristiwa tersebut.

Pengungkapan kasus ini menunjukkan bahwa jajaran Polda Sumatera Selatan bersama Polres Banyuasin tetap memberikan perhatian terhadap perkara yang belum terselesaikan dan terus melakukan pendalaman berdasarkan setiap informasi serta temuan baru yang diperoleh di lapangan.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menegaskan bahwa kepolisian berkomitmen menuntaskan setiap perkara sesuai fakta dan alat bukti yang ditemukan dalam proses penyidikan.

“Jajaran Polda Sumsel akan terus mengusut setiap bentuk kejahatan, termasuk perkara yang sudah berlangsung cukup lama. Kami juga mengimbau masyarakat untuk tetap aktif menjaga kamtibmas dan segera melaporkan apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di lingkungan sekitar,” ujar Nandang.

Saat ini proses hukum terhadap kedua tersangka terus berjalan. Penyidik melakukan pemberkasan dan koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum sesuai tahapan hukum yang berlaku, sementara pendalaman terhadap motif dan peran masing-masing tersangka masih dilakukan.

Polda Sumatera Selatan memastikan proses penyidikan dilakukan secara profesional, transparan dan berdasarkan alat bukti. Pengungkapan kasus ini diharapkan memberikan kepastian hukum bagi keluarga korban sekaligus menegaskan komitmen Polri dalam memberikan rasa aman dan keadilan kepada masyarakat.

 

Humas Polda Sumsel

red/mpl/nn

Jangan Lewatkan

Kepolisian Udara Polri Perkuat Dukungan Kemanusiaan dalam Operasi Damai Cartenz 2026

JAKARTA – Maspolin.id|| Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri terus memberikan dukungan penerbangan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026 di wilayah Papua Tengah. Dukungan tersebut...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.