Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz Tindak Pasukan Batalyon Eden Sawi di KPU Lama Dekai, Empat Orang Meninggal Dunia

Yahukimo, PAPUA PEGUNUNGAN – Maspolin.id|| Personel gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Yahukimo melakukan penindakan terhadap kelompok bersenjata yang diduga merupakan pasukan KKB Kodap XVI Yahukimo Batalyon Eden Sawi pimpinan Wadanyon Habis Nare di kawasan Kantor KPU Lama, Jalan Miyaro, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo, Selasa (1/9/2026).

Penindakan dilakukan setelah petugas kepolisian menerima informasi melalui proses hasil penyidikan mengenai rencana berkumpulnya pasukan Batalyon Eden Sawi untuk melakukan konsolidasi di salah satu rumah persinggahan yang berada di kawasan tersebut.

Sekitar pukul 16.35 WIT, personel gabungan tiba di lokasi. Saat memasuki area tersebut, personel mendapat gangguan tembakan dari kelompok yang diduga merupakan pasukan Batalyon Eden Sawi. Personel kemudian memberikan tembakan peringatan ke udara.

Namun, peringatan tersebut tidak diindahkan. Sejumlah orang terlihat melarikan diri ke arah belakang hutan sambil membawa senjata api dan masih melakukan penembakan ke arah personel. Situasi tersebut kemudian direspons aparat dengan tindakan tegas dan terukur sesuai prosedur.

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., saat memberikan keterangan kepada media, Rabu (2/9), menjelaskan bahwa tindakan tersebut dilakukan setelah personel menghadapi gangguan tembakan dan peringatan yang diberikan tidak diindahkan.

“Pada saat personel tiba di lokasi, terjadi gangguan tembakan dari kelompok yang diduga merupakan pasukan Batalyon Eden Sawi. Personel sudah memberikan tembakan peringatan, namun penembakan masih berlangsung. Sehingga kemudian dilakukan tindakan tegas dan terukur,” jelas Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026.

Dalam penindakan tersebut, empat orang yang diduga merupakan bagian dari pasukan Batalyon Eden Sawi meninggal dunia. Keempat jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai untuk menjalani pemeriksaan serta proses identifikasi lebih lanjut.

“Berdasarkan hasil identifikasi awal, tiga dari empat jenazah diketahui berinisial EH alias E, YK alias LY, dan M. Sementara identitas satu jenazah lainnya masih dalam proses identifikasi. Tim investigasi Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 juga melakukan face registration atau pencocokan data wajah untuk memastikan identitas secara lebih akurat” tambah Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026.

Selain menemukan empat orang meninggal dunia, tim gabungan juga mengamankan sejumlah barang bukti dalam penyisiran di sekitar lokasi. Barang bukti tersebut berupa satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 11 butir amunisi kaliber 5,56 milimeter, serta tiga unit telepon seluler.

Petugas juga mengamankan enam orang dari sekitar lokasi yang diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok Batalyon Eden Sawi. Keenamnya masing-masing berinisial BK, PM, DH, NJK, PA, dan AS.

Keenam orang tersebut beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Polres Yahukimo untuk menjalani pemeriksaan dan pendalaman terkait identitas, aktivitas, peran, serta kemungkinan keterkaitan masing-masing dengan kelompok bersenjata.

“Enam orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan. Kami masih mendalami identitas, aktivitas, peran, dan keterkaitan masing-masing. Jadi, prosesnya masih berjalan dan kami tidak akan terburu-buru menyimpulkan status mereka sebelum pemeriksaan selesai,” ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz-2026.

Penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana di wilayah Yahukimo. Salah satunya berkaitan dengan DPO Nomor DPO/10/V/2023/Reskrim terkait dugaan tindak pidana pembunuhan terhadap almarhum Yonathan Arruan dan almarhum Asri Obet pada 30 April 2023 di Jalan Statistik, Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo.

Selain itu, penindakan juga berkaitan dengan dugaan penyerangan terhadap tenaga kesehatan dan guru di Distrik Anggruk, Kabupaten Yahukimo, pada 21 hingga 22 Maret 2025 sebagaimana tercantum dalam DPO Nomor DPO/s-35/18/VII/RES.1.7./2025/Reskrim.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama jajaran kewilayahan selanjutnya melakukan pendalaman dan pengembangan terhadap hasil penindakan, termasuk memantau perkembangan situasi kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo.

Pengamanan juga terus diperkuat sebagai langkah antisipasi terhadap kemungkinan gangguan keamanan lanjutan. Seluruh langkah tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan keselamatan masyarakat dan personel.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., mengatakan penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya penegakan hukum sekaligus menjaga keamanan masyarakat di Kabupaten Yahukimo.

“Penindakan ini merupakan bagian dari penegakan hukum terhadap kelompok bersenjata yang diduga terlibat dalam sejumlah tindak pidana dan mengancam keamanan masyarakat. Kami tetap mengedepankan tindakan yang terukur serta sesuai dengan ketentuan hukum,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

Ia mengimbau masyarakat Yahukimo untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau masyarakat Yahukimo untuk tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Prioritas kami adalah memastikan situasi tetap terkendali sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman,” pungkasnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Upacara Serah Terima Jabatan Sejumlah Pejabat Polri Dipimpin oleh Kapolri

JAKARTA – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo memimpin upacara serah terima jabatan (sertijab) sejumlah pejabat di lingkungan Polri. Upacara tersebut digelar di Rupattama Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2026).

Serah terima jabatan tersebut mencakup sejumlah jabatan strategis, baik di tingkat Mabes Polri maupun kewilayahan. Berdasarkan daftar pejabat yang melaksanakan serah terima jabatan, sejumlah posisi mengalami pergantian sebagai bagian dari dinamika organisasi Polri.

Beberapa jabatan yang diserahterimakan antara lain Asisten Utama Kapolri Bidang Operasi (Astamaops Kapolri), Kapolda Sulawesi Utara, Karopaminal Divpropam Polri, Asisten Sumber Daya Manusia (AS SDM) Kapolri, Koorsahli Kapolri, hingga sejumlah jabatan kewilayahan.

Dalam rotasi tersebut, Komjen Pol. Dr. Mohammad Fadil Imran, M.Si. menyerahkan jabatan Astamaops Kapolri dan memasuki masa pensiun. Posisi tersebut selanjutnya diisi Irjen Pol. Roycke Harry Langie, S.I.K., M.H. yang sebelumnya menjabat Kapolda Sulawesi Utara.

Sementara itu, jabatan Kapolda Sulawesi Utara selanjutnya diemban Brigjen Pol. Yudo Hermanto, S.I.K., M.M. yang sebelumnya menjabat Karopaminal Divpropam Polri.

Pergantian juga terjadi pada posisi AS SDM Kapolri. Irjen Pol. Dr. Anwar, S.I.K., M.Si. memasuki masa pensiun dan posisinya digantikan Irjen Pol. Drs. Jawari, S.H., M.H. yang sebelumnya menjabat Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri.

Selain itu, Irjen Pol. Drs. Herry Rudolf Nahak, M.Si. memasuki masa pensiun dari jabatan koorsahli Kapolri. Posisi tersebut selanjutnya diisi Irjen Pol. Drs. Ruslan Effendi, M.Si. yang sebelumnya menjabat Sahli Sosial Politik Kapolri.

Pada jabatan kewilayahan, Brigjen Pol. Yulius Audie Sonny Latuheru, S.I.K., M.Han. yang sebelumnya menjabat Kapolda Papua Barat Daya mendapat penugasan sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama Tingkat I Sespim Lemdiklat Polri. Jabatan Kapolda Papua Barat Daya selanjutnya diisi Brigjen Pol. Dr. Hengki Haryadi, S.I.K., M.H. yang sebelumnya menjabat Wakapolda Riau.

Sementara itu, sejumlah jabatan lainnya yang turut berganti yakni Kayanma Polri, Karobinopsnal Baharkam Polri, serta Kabagpamwal Roprovos Divpropam Polri.

Kadiv Humas Polri Irjen Pol. Johnny Eddizon Isir mengatakan, upacara serah terima jabatan tersebut merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus upaya menjaga kesinambungan pelaksanaan tugas kepolisian.

“Serah terima jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi Polri. Pergantian ini merupakan proses pembinaan karier sekaligus penyegaran organisasi untuk memastikan roda organisasi terus berjalan secara optimal dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” kata Isir dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Ia menambahkan, setiap pejabat yang menerima amanah baru diharapkan dapat segera beradaptasi dengan tugas dan tanggung jawabnya serta melanjutkan program yang telah berjalan.

“Setiap jabatan merupakan amanah dan tanggung jawab yang harus dilaksanakan dengan penuh integritas, profesionalitas, dan komitmen. Polri berharap para pejabat yang baru dapat segera menjalankan tugas serta memberikan kontribusi terbaik bagi organisasi dan masyarakat,” ujarnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Ratusan Senjata Diamankan di Kwamki Narama, Mobil Polisi Diserang Batu dan Anak Panah

Timika, PAPUA BARAT – Maspolin.id|| Polres Mimika mengamankan ratusan senjata dan benda yang berpotensi digunakan untuk kekerasan saat menggelar patroli dan razia di Distrik Kwamki Narama, Selasa malam (01/09/2026).

Dalam razia tersebut, polisi menyita 11 busur, 115 anak panah, tiga parang, dan satu pucuk senapan angin.

Patroli yang dipimpin langsung Kapolres Mimika AKBP Alfredo Agustinus Rumbiak itu menyasar sejumlah lokasi yang dinilai rawan di sepanjang Jalan Trans Nabire hingga wilayah Kwamki Narama.

Saat menyusuri salah satu ruas jalan, kendaraan operasional Polres Mimika justru mendapat serangan dari sekelompok orang. Mobil polisi dilempari batu dan anak panah hingga menyebabkan kaca dan bodinya mengalami kerusakan.

Meski kendaraan rusak, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden tersebut.
Kapolres Mimika mengatakan patroli dan razia dilakukan sebagai langkah pencegahan menyusul konflik antarkelompok yang terjadi di Kwamki Narama.

“Kita habis melakukan patroli di sekitar Jalan Trans Nabire sampai ke Kwamki Narama. Kita menemukan beberapa kumpulan masyarakat yang membawa busur dan panah. Namun, ada juga yang melarikan diri saat melihat kehadiran polisi,” ujar Alfredo.

Dalam kegiatan tersebut, personel menemukan sejumlah kelompok masyarakat membawa busur, anak panah, dan senjata tajam. Polisi kemudian mengamankan benda-benda tersebut untuk mencegah terjadinya kekerasan.

Menurut Alfredo, peningkatan patroli merupakan respons kepolisian untuk mencegah konflik antara kelompok Noap Dang dan Newegalen meluas. Polisi juga berupaya mencegah terjadinya tindak pidana lanjutan, termasuk pembunuhan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.

“Razia ini dalam rangka upaya pencegahan perang antara kubu Noap Dang dengan Newegalen. Kita juga melakukan upaya pencegahan terjadinya kriminalitas, termasuk pembunuhan, yang dalam beberapa hari ini terjadi dari kedua kubu,” jelasnya.

Terkait pelemparan terhadap kendaraan polisi, Alfredo menyayangkan tindakan tersebut. Ia memastikan patroli dan penertiban tetap dilakukan untuk menjaga situasi keamanan di Kwamki Narama.

“Kita akan rutin terus. Ini akan menjadi suatu kegiatan rutin yang ditingkatkan. Selain razia, kita juga akan terus melakukan upaya-upaya penangkapan terhadap pelaku-pelaku pembunuhan,” tegas Alfredo.

Polres Mimika akan terus meningkatkan patroli dan razia senjata sesuai perkembangan situasi keamanan di lapangan. Polisi juga masih memburu sejumlah pelaku pembunuhan yang hingga kini belum tertangkap.

Masyarakat diimbau tidak membawa, menyimpan, atau menggunakan senjata tajam, busur, anak panah, maupun benda lain yang dapat digunakan untuk melakukan kekerasan.

Polisi juga mengajak masyarakat tidak mudah terprovokasi dan bersama-sama menjaga keamanan lingkungan agar situasi kamtibmas di Kabupaten Mimika, khususnya Kwamki Narama, tetap aman dan kondusif. (Ad/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/sc

Bareskrim Kejar Aktor Jaringan Internasional Penyelundupan Narkotika Kepri

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Bareskrim Polri terus memburu jaringan internasional di balik sejumlah upaya penyelundupan narkotika melalui jalur laut di Kepulauan Riau (Kepri), Penyelidikan kini diperluas dengan melibatkan aparat penegak hukum dari sejumlah negara.

Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan pengungkapan kasus narkotika di perairan Kepri tidak berhenti pada penangkapan pelaku di lapangan. Polisi masih menelusuri aktor yang diduga mengendalikan jaringan tersebut dari luar Indonesia.

“Prinsip penyelidikan adalah prinsip yang berkelanjutan. Jadi apa yang kita temukan hari ini juga merupakan hasil pengolahan data dan penyelidikan yang dilakukan jauh hari sebelumnya. Demikian juga nanti hasil pendalaman menjadi cara menentukan penyelidikan berikutnya,” kata Eko di Batam, Selasa (01/09/2026).

Dalam satu bulan terakhir, aparat menggagalkan sejumlah penyelundupan narkotika melalui jalur laut Kepri. Kasus tersebut antara lain pengungkapan 1,3 ton ketamin dari kapal MV King Sun, 2,6 ton sabu cair dari MV Ocean Porter, serta 800 kilogram ketamin dari kapal Fu Chang Xing I.

Rentetan pengungkapan itu kini didalami untuk mengungkap kemungkinan keterkaitan antarperkara sekaligus memetakan jaringan yang berada di balik pengiriman narkotika tersebut.

Eko menjelaskan kasus-kasus tersebut diduga melibatkan jaringan internasional karena pergerakan kapal dan awaknya bersinggungan dengan wilayah perairan internasional. Kondisi tersebut membuat penyidikan membutuhkan kerja sama lintas negara.

“Mengapa kami sebut sebagai jaringan internasional? Karena awak kapalnya, pergerakan, pelintasannya semua berada di lautan internasional. Sehingga kita perlu bekerja sama dengan APH atau counterpart aparat penegak hukum yang berperan di negara masing-masing,” ujarnya.

Bareskrim Polri pun telah membangun kerja sama bilateral dengan aparat penegak hukum di sejumlah negara untuk bertukar informasi dan menelusuri pihak-pihak yang diduga berada di balik jaringan tersebut.

Menurut Eko, sejumlah aktor yang diduga berkaitan dengan penyelundupan berada di luar Indonesia. Polisi kini berkoordinasi dengan mitra penegak hukum di Malaysia, Singapura, China, dan sejumlah negara lainnya.

“Untuk aktor dalam kasus penyelundupan ini ada, tapi tidak berada di negara kita. Masih diolah oleh beberapa counterpart kita yang berada di luar negeri, baik itu di Malaysia, Singapura, China dan lain-lain,” katanya.

Terkait kapal-kapal asing yang masuk ke wilayah Indonesia, Eko mengatakan polisi masih mendalami apakah Indonesia menjadi tujuan akhir pengiriman narkotika atau hanya digunakan sebagai wilayah transit.

“Kita belum bisa berhipotesa. Selama itu masuk wilayah hukum Indonesia, kita melakukan penindakan. Terkadang ada yang hanya lewat, terkadang ada tujuan,” ujarnya.

Menurut Eko, jaringan penyelundupan narkotika juga menggunakan pola komunikasi dan pengendalian yang tidak mudah terdeteksi. Perintah kepada pelaku di lapangan dapat diberikan secara bertahap, bahkan setelah kapal berada di tengah perjalanan.

“Kadang mereka dikendalikan, terputus, menunggu kira-kira lima menit. Ke mana harus mereka meluncur, ke mana mereka harus komunikasi, siapa yang akan menemui mereka dan lain-lain,” jelasnya.

Karena itu, pengungkapan jaringan tersebut membutuhkan perpaduan antara informasi dari lapangan, human intelligence, teknologi intelijen, serta pertukaran informasi dengan aparat penegak hukum negara lain.

Eko membenarkan bahwa sejumlah pengungkapan penyelundupan narkotika dalam beberapa pekan terakhir memiliki korelasi dalam proses penyelidikan, Tapi kalau kita lakukan pendalaman terus ke depan dan ada kemungkinan untuk kita melakukan intercept, akan kita lakukan,” kata Eko.

Bareskrim Polri memastikan pendalaman terhadap jaringan tersebut masih berlanjut. Polisi tidak hanya mengejar pelaku yang berada di lapangan, tetapi juga berupaya mengungkap pihak yang mengendalikan peredaran narkotika dari balik layar.(Ad/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/sc

Presiden Prabowo Jadi Tamu Kehormatan Utama EEF ke-11 di Vladivostok

Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Vladivostok, Federasi Rusia, pada Rabu, 2 September 2026, pukul 10.45 waktu setempat (WS). (Foto: BPMI Setpres)

VLADIVOSTOK, FEDERASI RUSIA – Maspolin.id|| Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional Vladivostok, Federasi Rusia, pada Rabu, 2 September 2026, pukul 10.45 waktu setempat (WS). Kehadiran Presiden Prabowo di Vladivostok memenuhi undangan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin untuk hadir sebagai tamu kehormatan utama pada Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 yang digelar di Far Eastern Federal University (FEFU).

Di bandara, ketibaan Presiden Prabowo disambut oleh Vice Governor of Primorye Region, Said Yusupov dan Minister of Foreign Relations of Vladivostok, Konstantin Sidorenko. Selain itu, Kepala Negara turut disambut oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia merangkap Republik Belarus Jose Antonio Morato Tavares dan Atase Pertahanan KBRI Moskow Marsma TNI Budi Susilo, serta Konsul Kehormatan RI di Vladivostok Anton Zubkho.

Kedatangan Kepala Negara di Vladivostok menjadi bagian dari penguatan hubungan Indonesia dan Rusia yang terus berkembang di berbagai bidang. Kehadiran Presiden sebagai tamu kehormatan utama juga mencerminkan eratnya hubungan kedua negara.

Sebelumnya, pada tahun 2025 lalu, Presiden juga hadir sebagai tamu kehormatan pada St. Petersburg International Economic Forum (SPIEF). Kehadiran Presiden kali ini juga melanjutkan partisipasi aktif Indonesia dalam forum ekonomi internasional.

Lebih luas, kunjungan Presiden ke Vladivostok menjadi momentum untuk memperluas kerja sama antara Indonesia dan Rusia di berbagai bidang. Sejumlah isu strategis seperti ekonomi, perdagangan, investasi, maupun sektor potensial lain akan menjadi bagian penting dalam agenda kunjungan ini.

Sebelumnya, Presiden beserta rombongan terbatas lepas landas dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma pada Selasa (1/9), pukul 23.20 WIB. Turut mendampingi Presiden Prabowo dalam penerbangan menuju Federasi Rusia yakni Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. (BPMI SETPRES)

red/mpl/pr

Batas Usia dan Syarat dalam Membuat SIM B

KORLANTAS POLRI – Maspolin.id|| Tidak semua Surat Izin Mengemudi (SIM) dapat dibuat setelah seseorang menginjak usia 17 tahun. Khusus untuk SIM golongan B yang diperuntukkan bagi pengemudi kendaraan besar, terdapat ketentuan usia dan persyaratan khusus yang harus dipenuhi.

Dikutip dari website resmi Korlantas Polri https://korlantas.polri.go.id/, Ketentuan tersebut berkaitan dengan karakteristik kendaraan yang dikemudikan. Kendaraan dengan ukuran dan bobot besar, termasuk kendaraan angkutan barang maupun kendaraan penarik, membutuhkan kemampuan serta pengalaman berkendara yang lebih matang. Karena itu, batas usia pemohon SIM golongan B ditetapkan lebih tinggi dibandingkan golongan SIM lainnya.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) serta Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi, terdapat beberapa kategori SIM golongan B dengan batas usia yang berbeda.

SIM B I, digunakan untuk mengemudikan kendaraan penumpang atau barang perseorangan dengan berat lebih dari 3.500 kilogram, pemohon harus berusia minimal 20 tahun. Sementara SIM B I Umum, yang diperuntukkan bagi kendaraan umum penumpang atau barang, memiliki batas usia minimal 22 tahun.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/sc

Polres Muba Bongkar Jaringan Migas Ilegal dan Amankan 22 Tersangka dan 33 Truk Berisi 419.600 Liter Minyak

Musi Banyuasin, SUMSEL – Maspolin.id|| Polres Musi Banyuasin (Muba) terus menunjukkan komitmennya dalam memberantas praktik pertambangan dan pengolahan minyak ilegal. Dalam rangkaian penindakan yang dilakukan pada 19 hingga 30 Agustus 2026, polisi mengungkap sejumlah perkara migas ilegal dan menetapkan 22 orang sebagai tersangka.

Dari pengungkapan tersebut, sebanyak 33 unit truk yang diduga digunakan untuk mengangkut minyak hasil penyulingan ilegal turut diamankan. Total minyak yang diamankan mencapai 419.600 liter, terdiri dari sekitar 399.600 liter minyak hasil penyulingan dan 20.000 liter minyak bumi.

Kapolres Muba AKBP Adik Listiyono didampingi Kasat Reskrim AKP M. Wahyudi menjelaskan, pengungkapan tersebut merupakan hasil penindakan terhadap sejumlah perkara yang terjadi di wilayah hukum Polres Muba.

Kasus yang ditangani tidak hanya berkaitan dengan pengangkutan minyak hasil penyulingan ilegal, tetapi juga mencakup kebakaran sumur minyak ilegal hingga kebakaran tempat penyulingan minyak ilegal.

Untuk perkara pengangkutan minyak hasil penyulingan ilegal, tersangka ditetapkan berdasarkan 15 laporan polisi, sementara 18 laporan polisi lainnya masih dalam proses penyidikan. Dari sejumlah kendaraan yang diamankan, volume muatan masing-masing truk bervariasi, mulai dari sekitar 6.600 liter hingga 30.000 liter.

“Pengungkapan ini masih terus kami kembangkan. Kami tidak hanya berhenti pada pengemudi atau pelaku di lapangan, tetapi akan mendalami seluruh mata rantai aktivitas ilegal ini,” ujar AKBP Adik Listiyono.

Selain perkara pengangkutan, polisi juga mengungkap kasus kebakaran sumur minyak ilegal yang terjadi di Dusun V, Desa Keban I, Kecamatan Sanga Desa, pada 18 Agustus 2026.

Dalam perkara tersebut, empat orang ditetapkan sebagai tersangka. Polisi turut mengamankan barang bukti berupa sekitar 20.000 liter cairan yang diduga merupakan minyak bumi.

Kasus lainnya terjadi di lokasi tempat penyulingan minyak ilegal di Pal VI, Dusun III, Desa Bangun Sari, Kecamatan Babat Toman, pada 26 Agustus 2026. Dalam perkara tersebut, satu orang berinisial Parles ditetapkan sebagai tersangka.

Kebakaran di lokasi penyulingan tersebut diduga dipicu percikan api yang berasal dari mesin penyedot ketika digunakan untuk memindahkan minyak hasil penyulingan. Peristiwa tersebut kembali menunjukkan besarnya risiko keselamatan yang ditimbulkan dari aktivitas pengolahan minyak secara ilegal.

Kapolres Muba menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti pada pengungkapan pelaku yang berada di lapangan. Penyidikan akan terus dikembangkan untuk mengungkap pihak-pihak yang memasok, membiayai, mengendalikan, hingga dugaan pihak yang memberikan perlindungan atau membekingi aktivitas pengangkutan dan pengolahan minyak ilegal.

“Kami akan terus kembangkan perkara ini. Siapa pun yang terlibat akan kami tindak sesuai hukum. Tidak hanya pelaku di lapangan, tetapi juga pihak yang memasok, membiayai, mengendalikan, maupun yang terbukti membekingi kegiatan ilegal tersebut,” tegasnya.

Polres Muba juga memberikan perhatian khusus terhadap kemungkinan keterlibatan oknum anggota dalam praktik ilegal tersebut. Kapolres menegaskan bahwa apabila dalam proses penyidikan ditemukan adanya anggota yang terlibat, pihaknya tidak akan memberikan toleransi dan akan menindak sesuai ketentuan yang berlaku.

Dalam penanganan barang bukti, Polres Muba telah berkoordinasi dengan SKK Migas, Pertamina, dan Medco. Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan barang bukti minyak yang telah diamankan dapat ditangani sesuai ketentuan serta dimanfaatkan secara optimal.

Sebagian besar barang bukti berupa minyak hasil penyulingan akan melalui proses penanganan lebih lanjut agar dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar minyak dengan kualitas yang lebih baik.

Pengungkapan ini menjadi bukti keseriusan Polres Muba dalam menekan aktivitas migas ilegal yang tidak hanya berpotensi menimbulkan kerugian negara, tetapi juga mengancam keselamatan masyarakat dan lingkungan.

Polres Muba memastikan penindakan dan pengembangan perkara akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menciptakan tata kelola sektor migas yang aman, tertib, dan sesuai dengan ketentuan hukum.

 

Humas Polda Sumsel

red/mpl/pr

Polresta Jakbar Ungkap Aksi Satu Keluarga Bobol ATM Minimarket di Jakarta Barat

Jakarta Barat – Maspolin.id|| Polisi membongkar aksi nekat satu keluarga yang berupaya membobol mesin ATM di sebuah minimarket kawasan Kapuk Raya, Cengkareng, Jakarta Barat. Aksi tersebut gagal setelah oksigen yang digunakan untuk mengelas mesin ATM habis.

Kapolres Metro Jakarta Barat Kombes Nasriadi mengatakan, kasus tersebut dilaporkan pada Februari 2026. Dalam menjalankan aksinya, tiga pelaku yang masih memiliki hubungan keluarga telah menyusun peran masing-masing.

Ketiganya terdiri atas bapak tiri berinisial RH, ibu kandung berinisial D, dan anak berinisial H.

“Pelakunya terdiri dari bapak tiri, anak, dan ibu. Anak dan ibu ini statusnya kandung, sedangkan bapaknya adalah bapak tiri,” kata Nasriadi saat jumpa pers di Jakarta, Selasa (01/09/2026).

Modus yang digunakan cukup nekat. RH dan H masuk ke dalam minimarket dengan membawa peralatan las untuk menjebol mesin ATM. Sementara D bertugas mengawasi situasi dari luar minimarket.

Namun, upaya tersebut terhenti ketika oksigen yang digunakan untuk proses pengelasan habis.
“Pelaku RH bersama H masuk ke dalam untuk membobol ATM, sedangkan ibu (D) menunggu di luar untuk melihat dan memantau situasi kondisi di luar. Setelah mereka masuk ke dalam dan mencoba menjebol ATM dengan cara mengelas, tiba-tiba bahan las, oksigen tersebut habis,” ujar Nasriadi.

Gagal membuka mesin ATM, para pelaku kemudian mengalihkan sasaran. Mereka mengambil sejumlah bungkus rokok yang berada di dalam minimarket.

Polisi juga menemukan fakta bahwa salah satu pelaku mengenakan pakaian yang menyerupai seragam karyawan minimarket. Pakaian tersebut dibeli secara daring dan diduga digunakan untuk mengelabui orang di sekitar lokasi serta kamera CCTV.

Dalam pengungkapan kasus ini, polisi telah menangkap dua pelaku, yakni H dan D. Sementara RH masih buron dan telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).

Nasriadi menyebut aksi tersebut diduga dipicu persoalan ekonomi. RH diduga mengajak istrinya untuk ikut dalam pencurian tersebut.

“Ekonomi yang membuat mereka termotivasi. Ibu ini ibaratnya menikah dengan orang yang salah,” ungkap Nasriadi.

Polisi juga menduga aksi pembobolan ATM menggunakan peralatan las bukan pertama kali dilakukan RH. Dugaan itu muncul karena pelaku dinilai telah memahami modus dan berani menggunakan peralatan khusus untuk membongkar mesin ATM.

“Saya dan penyidik yakin ini bukan baru pertama kali. Kalau orang sudah berani menggunakan alat canggih dan modus-modus yang luar biasa, berarti dia sudah lebih dari sekali melakukan hal tersebut,” kata Nasriadi.

Dari kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya baju merah marun, pakaian menyerupai seragam minimarket, satu unit telepon seluler, dan tong sampah.

Sementara itu, peralatan las yang digunakan untuk membobol ATM dibuang para pelaku ke Kali Angke. Polisi masih melakukan pencarian karena peralatan tersebut memiliki bobot cukup berat.
“Sampai saat ini unit Resmob masih terus mencarinya,” pungkas Nasriadi.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Wakapolda Sulut Salurkan 500 Paket Bantuan untuk Warga Terdampak Gempa Flores

Manggarai Timur, NTT – Maspolin.id|| Kepedulian Polri terhadap masyarakat yang terdampak bencana alam kembali diwujudkan melalui aksi kemanusiaan. Wakapolda Sulawesi Utara Brigjen Pol Awi Setiyono menyalurkan bantuan bagi warga terdampak gempa Flores di Desa Kakor dan Desa Bea Kakor, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

Bantuan tersebut tidak hanya menyasar kebutuhan pangan, tetapi juga kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat, termasuk tempat berlindung dan ketersediaan air bersih.

Sebanyak 500 paket bantuan dari mantan Wakapolda NTT ini kemudian disalurkan dan didistribusikan pada 10 titik yang tersebar di Desa Kakor dan Desa Bea Kakor. Setiap paket berisi sejumlah kebutuhan pokok, seperti beras, telur, mie instan, snack dan susu.

Penyaluran bantuan dilakukan melalui KOMPAK Community, komunitas pemuda yang berbasis di Desa Kakor, bekerja sama dengan pemerintah desa setempat.

Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan mengatakan, kepedulian terhadap masyarakat yang sedang menghadapi musibah merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat, terlebih bagi warga yang membutuhkan dukungan akibat bencana.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga berupaya hadir ketika masyarakat mengalami kesulitan akibat bencana. Bantuan ini merupakan bentuk kepedulian dan solidaritas kepada saudara-saudara kita yang terdampak gempa,” ujar Kombes Pol Alamsyah P. Hasibuan.

Menurutnya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menjadi bentuk dukungan moril agar warga tetap kuat menghadapi situasi pascabencana.

“Semoga bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan kebutuhan masyarakat. Yang terpenting, warga terdampak tidak merasa sendiri dalam menghadapi masa sulit ini,” katanya.

 

Humas Polda Sulut

red/mpl/pr

Korps Brimob Polri Sediakan Wi-Fi Gratis di Posko Pengungsian Manggarai-NTT

Manggarai, NTT – Maspolin.id|| Akses komunikasi dan informasi menjadi salah satu urat nadi penting bagi masyarakat di tengah masa pemulihan darurat pascabencana gempa bumi.

Merespons kebutuhan krusial tersebut, Korps Brimob Polri melalui Tim Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) bergerak cepat memberikan dukungan langsung di lapangan. Bantuan ini diwujudkan dengan menghadirkan fasilitas akses internet atau Wi-Fi gratis di area pengungsian.

Pada Senin (31/8/2026) sekitar pukul 08.20 WITA, Tim TIK Korbrimob telah merampungkan instalasi perangkat jaringan WONTECH. Infrastruktur komunikasi tersebut didirikan di Posko Pengungsian Barangkolong, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pemasangan perangkat taktis ini memiliki misi ganda. Selain untuk memfasilitasi kebutuhan operasional petugas, jaringan ini sepenuhnya dibuka sebagai layanan Wi-Fi gratis bagi warga yang terdampak gempa.

Sejak perangkat tersebut diaktifkan, tercatat sebanyak 30 gawai telah berhasil tersambung secara bersamaan dengan jaringan internet yang disediakan oleh aparat kepolisian.

Kehadiran akses internet di titik pengungsian ini diharapkan mampu memecah isolasi informasi. Warga kini dapat dengan mudah dan cepat terhubung kembali dengan sanak keluarga mereka yang berada di luar daerah, serta memperoleh pembaruan informasi terkini selama masa pemulihan.

Sementara itu, bagi jajaran personel dan relawan di lapangan, ketersediaan jaringan internet tersebut sangat menunjang kelancaran komunikasi lintas sektoral. Hal ini mempercepat koordinasi taktis dalam pendistribusian bantuan dan pelaksanaan tugas kemanusiaan lainnya.

Di samping dukungan teknologi komunikasi, kesiapsiagaan fisik personel Satuan Tugas (Satgas) SAR Korps Brimob juga terus diperkuat di wilayah terdampak lainnya.

Pada waktu yang bersamaan, jajaran personel Satgas SAR melaksanakan agenda apel pagi yang dipusatkan di Posko Ronting, Desa Satarkampas, Kabupaten Manggarai Timur.

Apel gelar pasukan tersebut dipimpin langsung oleh Komandan Satgas (Dansatgas) SAR Korps Brimob, Kombes Pol. Muh. Hasripuddin. Pengecekan menyeluruh ini menjadi prosedur wajib untuk menakar kesiapan mental, fisik, dan peralatan personel sebelum diterjunkan memberikan pelayanan pascabencana.

Melalui perpaduan strategis antara kesiapan operasional personel dan dukungan infrastruktur teknologi, Korps Brimob Polri menunjukkan komitmen penuhnya dalam misi kemanusiaan. Kepolisian terus berupaya maksimal memastikan komunikasi warga tidak terputus dan menjamin keamanan masyarakat selama berada di lokasi pengungsian.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

Jangan Lewatkan

Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.