Polda Jabar Sita Puluhan Buku Anarkistis dari Tangan Perusuh, Ungkap Peran Tersangka

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan

BANDUNG, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Polda Jawa Barat menyita sejumlah buku yang didominasi berisi paham anarkistis saat menangkap seorang mahasiswa berinisial AD, yang diduga berperan dalam menyebarkan provokasi dalam aksi demo di Jawa Barat. AD termasuk ke dalam 42 orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jawa Barat terkait insiden perusakan dan pembakaran saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu.

Berdasarkan data kepolisian, sedikitnya ada 38 buku dan Zine yang diamankan dari tangan para tersangka. Bacaan-bacaan tersebut dihadirkan dalam konferensi pers di Mapolda Jawa Barat bersama barang bukti lainnya. Beberapa buku yang disita diantaranya berjudul Sastra dan Anarkisme, Estetika Anarkis, Jiwa Manusia di Bawah Sosialisme, Ajakan Desersi, hingga karya Pramoedya Ananta Toer bertajuk “Anak Semua Bangsa.”

Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol Rudi Setiawan, mengatakan bahwa buku-buku tersebut menjadi referensi para tersangka dalam melakukan aksi anarkis. Setelah membaca buku-buku tersebut, para tersangka mengaplikasikannya secara langsung dalam tindakan mereka. Mereferensikan buku-buku ini yang membaca kemudian menerapkan bagaimana paham anarkisme itu ada, bagaimana mereka lakukan mengembangkan dan segala macam, kata Irjen Pol Rudi Setiawan.

Kapolda menambahkan, dalam pemeriksaan tidak ditemukan indikasi radikalisme pada para tersangka, termasuk AD. Menurutnya, mereka murni hanya menganut paham anarkisme dan masih mengetahui batasannya. Kalau radikalisme, biasanya lebih berani mengorbankan jiwa raganya karena ada suatu paham, mungkin sebagai syuhada, mati syahid, dan sebagainya, ucapnya. Ketertarikan para tersangka terhadap anarkisme berawal dari rasa kecewa mereka terhadap negara. Sebagaimana diketahui, kemiskinan dan ketidakadilan masih kerap ditemukan di negeri ini. Kalau ini tidak lepas dari kekecewaan. Masih pada tahap kekecewaan, kemiskinan, dan ketidakadilan yang mereka alami. Dan itu semua terungkap di buku-buku, tuturnya.

Irjen Pol Rudi Setiawan menuturkan, beberapa dari buku tersebut merupakan produksi luar negeri. Selain itu, AD diduga menyusun, mencetak, dan menjual buku-buku paham anarkis secara online. AD berperan sebagai admin akun medsos yang berafiliasi dan menyebarkan faham anarkis tertentu; menyusun, mencetak dan menjual buku-buku faham anarkis tertentu secara online, ucap Irjen Pol Rudi Setiawan.

Tidak hanya terlibat dalam propaganda, AD juga disebut melakukan kegiatan operasional yang berbahaya. Ia membeli endplug (pipa) bahan bom pipa melalui toko online dan terlibat merakit bom pipa dan bom molotov bersama tersangka lain. Dalam beberapa insiden, AD bersama MN—tersangka lainnya—diduga melakukan pelemparan bom pipa dan bom molotov ke pos polisi Gentong, yang mengakibatkan kerusakan dan kebakaran. Juga diduga terlibat dalam aksi perusakan di Bandung.

Merencanakan, merakit bom molotov dan petasan serta melakukan pelemparan, pengrusakan dan pembakaran pada tanggal 29 agustus 2025 di kantor DPRD Jawa Barat, sebutnya. Para tersangka dijerat Pasal 45A Ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) Undang-Undang R.I Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dan/atau Pasal 170 KUHPidana dan/atau Pasal 406 KUHPidana dan/atau pasal 66 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 Tentang Bendera, Bahasa, Dan Lambang Negara, Serta Lagu Kebangsaan dan/atau Pasal 55 dan/atau pasal 56 KUHPidana. Dipidana dengan pidana penjara pidana penjara paling lama 6 tahun, tegasnya.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/sc

Dugaan Kasus Pemerasan yang Libatkan Bupati Satreskrim Polres Tasikmalaya Terus Usut

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, SH

Tasikmalaya, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kasus dugaan pemerasan yang melibatkan Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, terkait kegiatan pengadaan hewan kurban di Kabupaten Tasikmalaya tahun 2025, masih terus diusut oleh Satreskrim Polres Tasikmalaya. Meskipun sempat tidak terdengar di media, penyidikan terhadap kasus ini terus berlanjut.

Selain meminta keterangan dari sejumlah saksi dari pihak pelapor, tim penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya juga telah memeriksa saksi-saksi dari pihak terlapor. Langkah ini menunjukkan keseriusan Polres Tasikmalaya dalam mengungkap kebenaran di balik dugaan kasus pemerasan ini.

“Hingga saat ini masih kami dalami. Kami lakukan pemeriksaan sejumlah saksi,” kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Ridwan Budiarta, SH, pada Rabu, 17 September 2025. Dalam mengungkap dugaan kasus seperti ini, sambung AKP Ridwan, membutuhkan waktu yang tidak sederhana, apalagi menyangkut adanya saksi yang belum dapat memenuhi undangan untuk dimintai keterangan.

“Intinya pengungkapan dugaan kasus pemerasan ini masih berlanjut,” ujar AKP Ridwan. Polres Tasikmalaya berkomitmen untuk menuntaskan kasus ini secara profesional dan transparan.

Seperti pada berita sebelumnya, salah satu rekanan Pemerintah Daerah Kabupaten Tasikmalaya atau pengusaha pengadaan hewan kurban berinisial SG, melalui kuasa hukumnya melaporkan dugaan pemerasan oleh Bupati Cecep Nurul Yakin ke Polres Tasikmalaya pada Senin, 11 Agustus 2025 lalu.

Firman Nurhakim, Kuasa Hukum SG, mengemukakan bahwa kedatangannya ke Polres Tasikmalaya adalah untuk melaporkan Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, atas dugaan tindak pidana pemerasan atas proyek kliennya di wilayah Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya.

Ia menjelaskan bahwa dugaan pemerasan terjadi dalam proyek pengadaan hewan kurban untuk Idul Adha 1.446 Hijriah/2025 di Kabupaten Tasikmalaya. Dalam sebuah video wawancara yang diunggah akun Youtube Priangan.com tertanggal 22 Agustus 2025, Firman mengapresiasi langkah cepat Polres Tasikmalaya. Tim penyidik Satreskrim Polres Tasikmalaya, telah melakukan pemeriksaan sejumlah saksi dari pihak pelapor sejak tiga hari pasca pelaporan, yaitu pada tanggal 13 Agustus 2025.

Firman juga menegaskan bahwa delik pemerasan itu bukan delik aduan. Artinya, berlanjut atau tidaknya suatu tindakan pidana tidak tertumpu kepada pelapor, kecuali delik kesusilaan. “Delik pemerasan itu pidana murni, berlanjut atau tidaknya bukan bertumpu kepada kerugian pelapor secara inkonkrito. Tetapi karena ada pelanggaran kepentingan umum, atau karena ada perbuatan melawan hukum,” jelas Firman.

 

Humas Polda Jabar

bjabar/mpl/sc

Respon Cepat Polisi Lapor Hotline 110: “Warga Koja Geger Pemuda Diduga Depresi Panjat Tower Sutet 70 Meter”

Dokumentasi Bidang Humas PMJ

Jakarta Utara – Maspolin.id|| Suasana di Jalan Maduratna, Kelurahan Rawa Badak Selatan, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, mendadak heboh pada Kamis (18/9/2025) siang. Seorang pemuda bernama BEK (21) nekat memanjat tower sutet PLN hingga ketinggian sekitar 70 meter. Aksi itu diduga dipicu oleh kondisi depresi yang dialaminya.

Peristiwa bermula sekitar pukul 12.30 WIB, ketika ibu kandung korban S, melihat anaknya keluar rumah dan langsung memanjat tower yang berada tepat di depan kediamannya. Suryani sempat berusaha menarik tangan Bagas agar berhenti, namun usahanya gagal. Ia bersama kerabat kemudian melaporkan kejadian itu melalui call center 110.

Mendapat laporan, Kapolsek Koja Kompol Dr. Andry Suharto, S.H., M.H., bersama jajaran piket fungsi segera mendatangi lokasi. Polisi kemudian berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran (Damkar) dan pihak PLN untuk melakukan upaya penyelamatan.

“Tim gabungan langsung bergerak cepat. Damkar mengerahkan empat unit kendaraan dengan peralatan lengkap untuk membantu evakuasi,” ujar Kompol Andry.

Sekitar pukul 13.50 WIB, sebelum petugas sempat mendekat, Bagas turun sendiri dari tower. Ia kemudian diamankan petugas dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk pemeriksaan medis.

Kapolsek Koja menegaskan, tindakan cepat kolaborasi polisi, damkar, dan PLN berhasil mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan. “Kami juga berkoordinasi dengan pihak keluarga agar korban mendapatkan penanganan lebih lanjut,” ucapnya.

Peristiwa ini sempat menyedot perhatian warga sekitar yang berbondong-bondong menyaksikan jalannya evakuasi.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ma

Polisi Sigap Berikan Pertolongan pada Peserta Demo yang Alami Kejang

Seorang peserta aksi dari massa Aliansi Ikatan Pelopor Penerus Reformasi mengalami kejang-kejang saat mengikuti unjuk rasa di kawasan Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/9/2025). (Dok. Bid.Humas PMJ)

JAKARTA – Maspolin.id|| Seorang peserta aksi dari massa Aliansi Ikatan Pelopor Penerus Reformasi mengalami kejang-kejang saat mengikuti unjuk rasa di kawasan Silang Selatan Monas, Gambir, Jakarta Pusat, pada Kamis (18/9/2025).

Aksi unjuk rasa dimulai sekitar pukul 13.18 WIB. Sekitar pukul 14.47 WIB, salah satu peserta tiba-tiba mengalami kejang yang diduga akibat epilepsi. Menyadari hal itu, personel Dokkes Polres Metro Jakarta Pusat yang sudah disiagakan langsung bergerak cepat memberikan pertolongan pertama.

Kami memang menempatkan tim medis di setiap titik aksi, karena keselamatan semua pihak, baik peserta aksi maupun petugas adalah prioritas kami, ujar Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro.

Pihak kepolisian juga dengan sigap mengimbau massa aksi agar tidak mendekat dan memberikan ruang bagi petugas medis untuk bekerja.

Kami minta massa tidak mengerumuni lokasi karena yang dibutuhkan dalam situasi darurat adalah ruang gerak dan ketenangan. Dan alhamdulillah, massa kooperatif, lanjut Susatyo.

Setelah diberikan pertolongan awal, peserta tersebut berhasil disadarkan dan kemudian diarahkan untuk beristirahat di luar area aksi, demi kenyamanan dan keselamatan bersama.

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres juga menyampaikan pesan yang lebih humanis dan menyentuh, menekankan pentingnya rasa kemanusiaan dalam setiap pengamanan aksi.

Kami tidak hanya hadir sebagai aparat pengamanan. Kami juga manusia, saudara sebangsa. Saat ada yang membutuhkan bantuan, siapa pun dia, tugas kami adalah menolong. Karena pada akhirnya, kemanusiaan harus selalu didahulukan.

Sementara itu, Kapolsek Metro Gambir, Kompol Rezeki R. Respati, turut mengapresiasi sikap tertib para peserta aksi yang dinilai cukup dewasa dalam menyampaikan aspirasi.

“Aksi ini berlangsung damai dan terorganisir. Terima kasih kepada adik-adik dan seluruh elemen yang telah menjaga ketertiban. Bahkan saat terjadi insiden medis, semua bisa dikendalikan tanpa kepanikan,” ujarnya.

Unjuk rasa akhirnya selesai dengan aman dan tertib. Massa membubarkan diri secara damai, dan sempat menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada aparat kepolisian atas pengamanan serta respons cepat terhadap insiden yang terjadi.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ma

Mengaku Tak Hilang, Bima Permana Pergi Untuk Hidup Mandiri

Bima Permana Putra (Foto istimewa)

JAKARTA – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya mengungkap alasan Bima Permana Putra (29) pergi ke Malang, Jawa Timur, padahal sebelumnya sempat disebut hilang usai aksi anarkis akhir Agustus lalu. Kepada polisi, Bima mengaku alasannya karena mau hidup mandiri.

“Dari hasil komunikasi dengan Bima, beliau bilang alasan pergi dari rumah karena beliau ingin hidup mandiri,” jelas Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Wira Satya Triputra, Kamis (18/9/25).

Diakui Bima, ponselnya memang habis baterai saat dirinya tengah dikabarkan hilang tersebut. Namun, tak ada maksud untuk membuat khawatir pihak keluarga hingga dinyatakan hilang.

Bima pun menyampaikan permintaan maaf kepada orang tuanya atas hal ini. Ia juga meminta maaf atas kabar kehilangan yang selama ini beredar di media sosial.

“Saya mohon maaf ke orang tua pergi tanpa kabar dan kabar di media sosial bahwa saya sempat hilang,” ujar Bima. (ay/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/ay

Pemerintah Matangkan Magang Nasional Bagi Lulusan Baru Perguruan Tinggi

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan keterangan pers usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 16 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA – Maspolin.id|| Pemerintah saat ini tengah mematangkan program magang nasional yang ditujukan bagi lulusan perguruan tinggi dengan maksimal satu tahun kelulusan atau fresh graduate. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa program prioritas nasional ini tengah difinalkan bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk segera diimplementasikan.

“Program magang sedang dimatangkan Menristekdikti. Tapi salah satunya adalah mereka yang eligible adalah yang lulus maksimal 1 tahun. Sehingga bisa fresh graduate, bisa ditangkap,” ujar Airlangga usai menghadiri rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, pada Selasa, 16 September 2025.

Airlangga menjelaskan, program magang tersebut terbuka untuk seluruh perusahaan, baik swasta maupun badan usaha milik negara, dan akan dijalankan melalui skema kerja sama antara perguruan tinggi dengan dunia usaha.

“Perusahaan semuanya bisa, swasta atau milik negara dan akan ada kerja sama link and match antara perguruan tinggi dan perusahaan-perusahaan tersebut,” jelas Airlangga.

Selain itu, Airlangga menjelaskan bahwa program magang nasional ini ditargetkan dapat mulai berjalan pada kuartal keempat tahun 2025 dan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia. Para peserta magang juga akan mendapatkan upah sesuai dengan upah minimum provinsi (UMP) di daerah masing-masing. “Sesuai dengan UMP daerah masing-masing,” kata Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menuturkan bahwa peserta akan mendapatkan  biaya upah selama enam bulan yang ditanggung oleh pemerintah. (BPMI Setpres)

red/mpl/sss

Presiden Prabowo Anugerahkan Pangkat Istimewa kepada Dua Purnawirawan Sebagai Apresiasi atas Pengabdian untuk Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat istimewa kepada masing-masing satu purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), di Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 17 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto menganugerahkan pangkat istimewa kepada masing-masing satu purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Penganugerahan tersebut dilaksanakan di Ruang Kredensial, Istana Merdeka, Jakarta, pada Rabu, 17 September 2025.

Berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Republik Indonesia Nomor 84/TNI Tahun 2025 dan Nomor 85/POLRI Tahun 2025 tentang Penganugerahan Pangkat secara Istimewa, Presiden Prabowo menganugerahkan pangkat Jenderal TNI Kehormatan kepada Letnan Jenderal TNI (Purn.) Djamari Chaniago. Sementara itu, pangkat Jenderal Polisi Kehormatan dianugerahkan kepada Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Ahmad Dofiri.

Prosesi penganugerahan diawali dengan pembacaan Keppres oleh Sekretaris Militer Presiden, Mayjen TNI Kosasih. Selanjutnya, Kepala Negara secara langsung melakukan prosesi penanggalan pangkat lama dan pemasangan pangkat baru kepada kedua penerima anugerah.

Dalam sambutannya usai prosesi penganugerahan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keputusan pemberian pangkat kehormatan kepada keduanya merupakan bentuk penghargaan atas pengabdian kepada bangsa dan negara. Kepala Negara juga memandang bahwa dedikasi dan pengorbanan keduanya telah memperlihatkan kesetiaan yang patut menjadi teladan.

“Untuk itu dalam menghadapi tugas yang akan datang, di mana saya atas nama negara, dan bangsa masih minta kerelaan saudara untuk masih berbakti kepada negara dan bangsa walaupun saudara sudah berhak untuk istirahat sebagai warga negara,” katanya.

Dengan khidmat, kedua purnawirawan menerima penganugerahan tersebut dari Presiden Prabowo. Dengan penganugerahan ini, Presiden pun berpesan agar keduanya tetap menjaga kehormatan TNI dan Polri.

“Untuk memberi sesuatu kekuatan terhadap pengabdianmu, saya telah putuskan untuk memberi pangkat istimewa berupa jenderal bintang 4. Untuk itu, saudara harus menjaga kehormatan korps jenderal dan menjaga kehormatan TNI dan Polri untuk selanjutnya,” tandasnya.

Turut hadir dalam penganugerahan tersebut yakni sejumlah menteri Kabinet Merah Putih, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Wakil Panglima TNI jenderal Tandyo Budi R., dan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo, serta para Kepala Staf Angkatan. (BPMI Setpres)

 

red/mpl/sss

 

Bantu Pencarian Korban Bencana Alam di NTT, Polri Turunkan Tim K9 SAR Ditpolsatwa Baharkam Polri

Operasi kemanusiaan pencarian korban bencana alam di wilayah Nagakeo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (18/9/2025). (Dok. Div Humas Polri)

Nagakeo, NTT – Maspolin.id|| Tim K9 Search and Rescue (SAR) dari Detasemen K9 Subditcakkal Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri dikerahkan untuk membantu operasi kemanusiaan pencarian korban bencana alam di wilayah Nagakeo, Nusa Tenggara Timur, Kamis (18/9/2025).

Kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, serta rencana kerja Korsabhara Baharkam Polri dan Ditpolsatwa tahun anggaran 2025. Pengiriman tim dilakukan setelah adanya permintaan resmi dari Kapolda NTT kepada Kakorsabhara Baharkam Polri.

Dok. Divisi Humas Polri

Tim yang diturunkan berjumlah enam personel terdiri dari Ka Team, dua pawang K9, dua pelindung pawang, serta satu paramedik K9. Dua ekor anjing pelacak turut diperbantukan, yakni K9 Felicia dan K9 Karer yang memiliki spesialisasi deteksi kadaver.

Sejak pukul 07.00 WITA, tim gabungan K9 SAR Mabes Polri bersama K9 Polda NTT mengikuti apel bersama di Polres Nagakeo bersama unsur Brimob dan Polres setempat. Usai apel, dilakukan pengarahan dan pengecekan perlengkapan pasukan sebelum tim bergerak menuju lokasi bencana.

Pukul 07.40 WITA, prosesi pelepasan tim K9 dilakukan oleh Kepala Adat Desa Sewu, yang kemudian turut memimpin rombongan menuju lokasi pencarian. Setelah survei lokasi dan koordinasi lapangan, tim K9 mulai melakukan operasi penyisiran di sektor 1 pada pukul 09.00 WITA.

Hingga saat ini, upaya pencarian masih berlangsung intensif. Untuk sementara, anjing pelacak belum menemukan titik sumber bau yang mengarah pada keberadaan korban. Namun, operasi SAR akan terus dilanjutkan secara bergelombang guna memaksimalkan pencarian dan memberikan harapan bagi para korban maupun keluarga yang terdampak.

Auditor Madya Sispamobvitnas Baharkam Polri, Kombes Pol Edy Sumardi, menyampaikan bahwa pengerahan Tim K9 SAR ini merupakan wujud nyata kepedulian Polri terhadap masyarakat yang sedang mengalami musibah.

“Polri selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga dalam misi kemanusiaan. Kehadiran Tim K9 di lokasi bencana diharapkan dapat mempercepat proses pencarian korban serta memberikan dukungan moril bagi keluarga yang terdampak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Adat Desa Sewu yang langsung mendampingi tim, mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak kepolisian.

“Kami sangat berterima kasih atas respon cepat kepolisian yang hadir membantu masyarakat di saat sulit seperti ini. Harapan kami, kepedulian dan respon cepat ini terus terjaga dan semakin baik ke depannya,” ucapnya.

Kehadiran Tim K9 SAR Mabes Polri bersama Polda NTT ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri untuk masyarakat dalam misi kemanusiaan, sekaligus mempertegas komitmen Polri Presisi dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan terbaik bagi seluruh warga Indonesia.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Eko Purnomo yang Hilang Saat Demo Berhasil Ditemukan Polda Metro Jaya

Eko ditemukan pada 16 September 2025 saat sedang bekerja sebagai penangkap ikan di Kuala Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.

JAKARTA – Maspolin.id|| Tim gabungan Polda Metro Jaya berhasil menemukan Eko Purnomo, salah satu nama yang sebelumnya masuk daftar orang hilang yang diumumkan Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS). Eko ditemukan pada 16 September 2025 saat sedang bekerja sebagai penangkap ikan di Kuala Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi menjelaskan, proses pencarian bermula dari laporan orang tua Eko yang kehilangan kontak dengan anaknya.

“Dari keterangan orang tua, Saudara Eko Purnomo hilang tidak pulang ke rumah. Namun saudara Eko Purnomo memberitahukan kepada orang tuanya melalui aplikasi WhatsApp bahwa saudara Eko Purnomo pergi untuk bekerja di Kalimantan,” ujar Ade Ary, Kamis (18/9/2025).

Berbekal informasi itu, tim gabungan yang dibentuk Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri bergerak menuju Kalimantan. Pencarian turut melibatkan Polda Kalimantan Tengah, Polsek Kuala Jelai, dan Polres Sukamara.

“Saudara Eko Purnomo benar bekerja sebagai penangkap ikan di Kuala Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah. Tim melakukan koordinasi dengan kepolisian dari Polsek Kuala Jelai, Polres Sukamara, Polda Kalimantan Tengah, untuk melakukan bantuan pencarian dan pemeriksaan terhadap saudara Eko Purnomo,” lanjut Ade Ary.

KontraS juga mengumumkan kabar penemuan Eko melalui unggahan pada 9 September 2025. Disebutkan Eko sudah bisa dihubungi setelah sempat hilang kontak.

Selain Eko, satu orang hilang lainnya, Bima Permana Putra, juga telah ditemukan. Polisi mendapati Bima tengah berjualan mainan barongsai di depan Kelenteng Eng Ang Kiong, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu (17/9).

“Pada tanggal 29–31 Agustus 2025, dia mengaku melakukan kegiatan di Kwitang, Jakarta Pusat,” kata Ade Ary.

Setelah itu, pada 1 September Bima bertolak ke Tegal dan melanjutkan perjalanan ke Malang untuk bekerja berjualan mainan barongsai.

Saat ini, masih ada dua orang lagi yang belum ditemukan terkait kericuhan aksi di Jakarta pada akhir Agustus hingga awal September lalu, yakni Muhammad Farhan Hamid dan Reno Syahputradewo.

“Tim khusus Polda Metro Jaya sedang terus mencari (keberadaan Farhan dan Reno),” tutur Ade Ary.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ma

 

Bima yang Dilaporkan KontraS Hilang Usai Ricuh Demo Kwitang Ditemukan di Malang

Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, dalam konperensi persnya, Rabu (17/9/2025)

JAKARTA – Maspolin.id|| Tim khusus pencarian orang hilang Polda Metro Jaya berhasil menemukan Bima Permana Putra, warga yang sebelumnya viral disebut hilang usai kericuhan di Kwitang, Jakarta Pusat. Bima ditemukan di Malang, Jawa Timur, pada Rabu (17/9/2025).

“Update informasi dari tim khusus pencarian orang hilang, Polda Metro Jaya telah menemukan satu orang warga tersebut,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Ade Ary Syam Indradi kepada wartawan, Rabu (17/9).

Pencarian ini dilakukan setelah informasi orang hilang tersebut ramai beredar di media sosial, salah satunya melalui akun KontraS. Meski tidak ada laporan resmi, polisi tetap melakukan penelusuran.

“Tidak ada laporan, tetapi berdasarkan informasi orang hilang yang viral di media sosial dan dikaitkan dengan kerusuhan saat unjuk rasa di beberapa lokasi di Jakarta,” jelas Ade Ary.

Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya yang dipimpin Kasubdit AKBP Resa Fiardi Marasabessy kemudian melakukan serangkaian analisis dan penelusuran hingga akhirnya menemukan Bima di Klenteng Eng An Kiong, Jl RE Martadinata No 1, Kota Lama, Kecamatan Kedaung Kandang, Kota Malang, sekitar pukul 13.55 WIB.

“Yang bersangkutan adalah seorang pedagang asongan. Dia ditemukan di Klenteng Eng An Kiong, Jl RE Martadinata No 1 Kota Lama, Kecamatan Kedaung Kandang, Kota Malang, pada Rabu (17/9) sekitar pukul 13.55 WIB,” ungkap Ade Ary.

Berdasarkan keterangan Bima kepada polisi, ia berada di Kwitang pada 29–31 Agustus 2025 bukan untuk mengikuti aksi demonstrasi, melainkan untuk berjualan asongan.

“Kemudian pada tanggal 1 September, Saudara BPP pergi ke daerah Tegal, Jawa Tengah menggunakan motor dari Jakarta. Sesampainya di Tegal, Saudara BPP menjual motornya,” ujarnya.

Selanjutnya, pada 2 September 2025, Bima bertolak ke Malang dengan kereta api dan memesan kamar hotel untuk 3 hari, 3–5 September 2025. Di kota tersebut, ia berjualan mainan barongsai mini di sekitar Klenteng Eng An Kiong.

Adapun sebelumnya, KontraS melalui akun Instagram @kontras_update menyampaikan masih ada tiga orang yang dilaporkan hilang sejak aksi demo 30–31 Agustus 2025. KontraS menyebut satu orang merupakan non-demonstran (Bima Permana Putra) dan dua lainnya demonstran, yaitu:

1. Bima Permana Putra (non-demonstran)
Hilang sejak 31 Agustus 2025, lokasi terakhir di Glodok, Jakarta Barat.

2. M Farhan Hamid (demonstran)
Hilang sejak 31 Agustus 2025, lokasi terakhir di Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.

3. Reno Syahputradewo (demonstran)
Hilang sejak 30 Agustus 2025, lokasi terakhir di Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ma

 

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

HUT Ke-24 Propam Polri, Bidpropam Korbrimob Gelar Bakti Sosial, Bersihkan Rumah...

Depok, JAWA BARAT - Maspolin.id|| Dalam rangka memperingati Hari Jadi Propam Polri ke-24, Bidpropam Korbrimob Polri menggelar kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian dan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.