Sejak Periode Agustus-September 2025, BNN Sita Setengah Ton Narkotika dari 11 Jaringan

(Gambar Antara)

JAKARTA – Maspolin.id|| Badan Narkotika Nasional (BNN) menyita setengah ton atau tepatnya 503.715,65 gram narkotika dari tangan 53 tersangka yang berasal dari 11 jaringan narkotika di berbagai daerah strategis di Indonesia.

“Pada periode Agustus sampai September, total barang bukti narkotika yang diamankan 503.715,65 gram atau hampir setengah ton lebih,” ujar Kepala BNN Komjen Pol Suyudi Ario Seto, Senin (15/9/2025).

Ia menjelaskan setengah ton narkotika yang berhasil diamankan itu terdiri atas narkotika jenis sabu sebanyak 60.226,71 gram, sabu cair 352 mililiter, ganja 441.376,17 gram, dan ekstasi 2.134 butir atau 791,77 gram.

Kemudian, narkotika jenis kokain sebanyak 1.321 gram, ganja sintetis 80 mililiter, serta bahan kimia padat 4.674,37 gram, dan bahan kimia cairan 5.483 mililiter.

“Kami bekerja dengan cepat antara BNN pusat dan BNN provinsi bersinergi dengan stakeholder (pemangku kepentingan) terkait berhasil melumpuhkan 11 jaringan narkotika di berbagai daerah strategis dengan 53 tersangka,” terang Kepala BNN.

Pada periode sama, BNN juga membongkar kasus laboratorium yang memproduksi narkotika (clandestine laboratory) jenis sabu dengan skala industri rumahan. BNN pun mengamankan vape yang mengandung narkotika dan obat berbahaya.

Selain itu, BNN berhasil mengungkap kasus hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) jaringan Sutarnedi dan kawan-kawan di wilayah Palembang, Sumatera Selatan. “Total aset dari bisnis haram ini diestimasikan senilai Rp52.788.500.000,” tambah Kepala BNN.

Menurut dia, upaya yang dilakukan BNN itu telah menyelamatkan lebih dari 1,1 juta jiwa dari bahaya narkotika sekaligus mencegah kerugian ekonomi negara sebesar Rp130 miliar.

“Angka ini bukan hanya sekadar barang bukti, melainkan cermin dari besarnya ancaman yang dihadapi bangsa ini,” ujar Kepala BNN.

Selain memberantas peredaran barang haram tersebut melalui kampanye perangi narkoba demi kemanusiaan (war on drugs for humanity), Suyudi menambahkan BNN juga akan memperkuat program rehabilitasi bagi penyalahguna.

“Perang melawan narkotika tidak semata-mata memenjarakan, tetapi juga memberikan harapan membangun kembali kehidupan dan memastikan bangsa Indonesia terbebas dari ancaman narkotika,” imbuh Kepala BNN.

Kepala BNN mengatakan pemberantasan narkotika membutuhkan kerja sama lintas sektor. Tidak hanya pemerintah, peran berbagai elemen masyarakat juga dinilai penting untuk memutus peredaran barang haram tersebut di tanah air.

“Kami mengajak segenap elemen bangsa, pemerintah, swasta, akademisi, media, komunitas, dan keluarga untuk bersama-sama memperkuat langkah war on drugs for humanity. Dengan kebersamaan inilah kita dapat memutus mata rantai peredaran narkotika dan menyelamatkan masa depan bangsa,” ujar Kepala BNN. (ndt/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/nn

Korlantas Polri Pererat Silaturahmi dan Siapkan Bakti Sosial, Jelang HUT ke-70

Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin

JAKARTA – Maspolin.id|| Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri bersiap merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Lalu Lintas Bhayangkara ke-70 yang jatuh pada bulan September. Kesiapan ini ditekankan dalam apel pagi personel yang dipimpin oleh Kabag Ops Korlantas Polri, Kombes Pol Aries Syahbudin, di Lapangan Gedung NTMC, Cawang, Jakarta, Senin (15/9/2025).

Dalam arahannya, Kombes Aries menjelaskan bahwa meskipun ada dinamika politik yang terjadi, rangkaian kegiatan HUT tetap berjalan sesuai rencana. Salah satu agenda utama adalah kegiatan anjangsana atau kunjungan ke para senior dan purnawirawan Korlantas Polri.

Yang pertama, bahwa rangka kegiatan hari ulang tahun Lalu Lintas Bhayangkara yang ke-70 sudah terlaksana. Ya walaupun masih ada riak-riak dinamika politik yang ada, tapi pelaksanaan tetap dilakukan, kata Kombes Aries.

Kombes Aries juga menekankan pentingnya persiapan yang matang untuk kegiatan anjangsana. Tolong nanti disiapkan betul. Kesiapannya koordinasi dengan senior-senior kita yang akan kita datangi. Jangan sampai nanti ada miss atau lain-lain yang akhirnya tidak terlaksananya kegiatan anjangsana, tutur Kombes Aries. Menurutnya, momen ini sangat sakral untuk merajut hubungan dan silaturahmi.

Selain anjangsana, Korlantas Polri juga akan mengadakan kegiatan lainnya, termasuk doa bersama. Kombes Aries mengajak seluruh personel untuk hadir sebagai bentuk rasa syukur atas bertambahnya usia Korlantas.

Ini acara dari kita untuk kita dan kita siapkan sebagai bentuk rasa syukur kita sebagai insan Korlantas Bhayangkara yang merayakan hari ulang tahunnya. Jadi dari kita untuk kita, ucapnya.

Di akhir arahannya, Kombes Aries berpesan agar personel lebih mendekatkan diri kepada lingkungan sekitar. Ia mengarahkan agar kegiatan bakti sosial difokuskan pada area terdekat.

Kita perlu lebih mendekatkan diri kepada lingkungannya. Bakti sosial juga diarahkan ke sini. Tidak perlu jauh-jauh, sekeliling kita. Banyak mantan anggota Polri, banyak purnawirawan yang berdinas di Korlantas, bertugas di sini, tuturnya.

Beliau berharap, kegiatan ini menjadi jembatan antara Polri dan masyarakat, khususnya mereka yang pernah mengabdi. Jadikan itu penghubung untuk kita bisa memberikan sesuatu sebagai ikatan kedekatan kita dengan masyarakat kita. Silakan nanti tim bakti sosial dipersiapkan kembali masyarakat kita, pungkas Kombes Aries.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Anjangsana HUT ke-70 Korlantas, Kesan dan Harapan ke Keluarga Kol Pol (P) Alm S. Pramudarjono

(Dokumentasi Humas Korlantas Polri)

KORLANTAS POLRI, JAKARTA – Maspolin.id|| Dalam rangka memperingati HUT Korlantas Polri ke-70, keluarga besar mantan pejabat Korlantas turut berbagi kesan, pengalaman, serta harapan bagi satuan lalu lintas Polri. Salah satunya datang dari Ibu Julia Pramudarjono, putri almarhum perwira Polri yang pernah menjabat Kakorlantas pada tahun 1979–1982.

Dalam wawancara, Julia mengenang masa kecilnya yang penuh perhatian dari keluarga besar Polri, meskipun sang ayah telah berpulang sejak ia berusia 10 tahun.

(Dokumentasi Humas Korlantas Polri)

“Alhamdulillah sampai saat ini perhatian terhadap keluarga kami sangat baik, terutama kami selalu diingat di setiap ulang tahunnya. Ayah saya dulu aktif di Brimob, lalu di Korlantas, dan banyak pengalaman serta penghargaan yang kami terima dari Kepolisian Republik Indonesia,” ungkapnya.

Melihat perjalanan panjang Korlantas hingga kini berusia 70 tahun, Julia menilai ada banyak kemajuan signifikan, terutama dari sisi pelayanan publik. Menurutnya, polisi lalu lintas saat ini lebih ramah, sabar, serta cepat tanggap dalam menghadapi berbagai situasi di jalan.

“Kalau lihat polisi di jalan sekarang, mereka lebih sabar dalam memberikan arahan. Mengingat banyaknya kendaraan bermotor, tentu emosi di jalan besar, tapi saya lihat mereka tetap mengayomi masyarakat. Kehadiran NTMC di televisi juga sangat membantu kami untuk mengetahui kondisi lalu lintas secara cepat,” ujarnya.

Julia menitipkan harapan agar Korlantas semakin memberi perhatian pada generasi muda serta mampu menjawab tantangan sosial di era modern.

“Korlantas itu garda terdepan dalam mengatasi masalah ketertiban lalu lintas. Harapan kami, Korlantas bisa lebih mengayomi, melindungi, dan berkomunikasi dengan masyarakat, khususnya anak muda. Pendekatannya seperti berteman, lebih santai, sehingga tidak ada jarak antara polisi dengan masyarakat,” tambahnya.

Sebagai penutup, Julia memberikan motivasi kepada seluruh personel Korlantas agar terus semangat dalam mengabdi bagi masyarakat dan negara.

“Lebih sabar, banyak berdoa, komunikatif, produktif, kreatif, dan jangan patah semangat menghadapi era globalisasi. Terus belajar ilmu-ilmu baru dari dunia internasional untuk dibawa ke Indonesia sebagai perbaikan,” tuturnya.

Dengan semangat kebersamaan, Julia berharap Korlantas Polri semakin maju, profesional, dan humanis dalam memberikan pelayanan lalu lintas demi terciptanya keamanan, ketertiban, dan kelancaran di jalan raya.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/pr

Irjen Pol (Purn) Alm. Drs. Ursinus Elias Medellu, Sosok di Balik Lahirnya BPKB dan Sistem Tilang Indonesia

(Dokumentasi Humas Korlantas Polri)

KORLANTAS POLRI, JAKARTA – Maspolin.id|| Saat ini, hampir setiap pemilik kendaraan bermotor di Indonesia mengenal Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) dan surat tilang. Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa kedua sistem penting tersebut lahir dari gagasan seorang perwira polisi asal Sulawesi Utara, Irjen Pol (Purn) Alm. Drs. Ursinus Elias Medellu.

Beliau merupakan sosok visioner yang memberikan terobosan besar dalam penataan registrasi kendaraan dan penegakan hukum lalu lintas di Indonesia. Ursinus Elias Medellu lahir di Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, pada 6 April 1922.

Ia merupakan anak bungsu dari enam bersaudara, buah hati pasangan Hengkengdame Elias Medellu dan Yochima Makahanap-Medellu. Sejak kecil, Medellu tumbuh dengan nilai-nilai kesederhanaan dan kedisiplinan yang kuat.

Pada era 1960-an, Indonesia dihadapkan pada masalah serius: maraknya pencurian kendaraan bermotor yang sulit ditangani karena tidak adanya sistem pendataan yang terstruktur.

Saat itu, Medellu menjabat sebagai Direktur Lalu Lintas Markas Besar Angkatan Kepolisian (MABAK) dengan pangkat Komisaris Besar. Melihat kondisi tersebut, ia merasa perlu menciptakan sistem yang dapat membantu kepolisian dalam mengidentifikasi kepemilikan kendaraan dan menekan angka kejahatan.

Gagasan ini kemudian melahirkan ide pembentukan BPKB. Namun, perjalanan mewujudkannya penuh tantangan. Salah satunya adalah keterbatasan anggaran negara. Medellu pun menyusun proposal yang diajukan ke Departemen Keuangan.

Setelah melalui proses panjang, pendanaan akhirnya disetujui dan disalurkan melalui Bank Indonesia dengan sistem pinjaman. Berkat kegigihannya, proyek BPKB tidak hanya terealisasi, tetapi juga mampu memberikan dampak besar bagi kepolisian dan masyarakat.

Dari proyek ini, Medellu berhasil membangun berbagai fasilitas pendukung kepolisian, termasuk kompleks Korlantas Polri seluas empat hektar di Jalan MT Haryono, Jakarta. Selain itu, dana yang terkumpul juga dimanfaatkan untuk membangun peternakan babi untuk ekspor di Kapuk, Jakarta Barat, peternakan ayam di Cisalak, budidaya ikan di Merak, pom bensin di Pumpung, hingga bengkel di Duren Tiga. Bahkan, dari hasil pengelolaan proyek ini, kepolisian kala itu dapat mengadakan mobil patroli merek Volvo, yang pada masanya merupakan terobosan modern dalam memperkuat armada patroli.

Pada 29 Januari 1968, BPKB resmi diluncurkan dan menjadi tonggak penting dalam sistem registrasi kendaraan di Indonesia. Inovasi ini terbukti efektif mengurangi kasus pencurian kendaraan dan memberikan kejelasan hukum bagi pemilik kendaraan. Tidak berhenti di situ, Medellu juga menciptakan sistem bukti pelanggaran (tilang) dengan tiga warna, yang hingga kini masih digunakan dalam penegakan hukum lalu lintas.

Karier Medellu terus menanjak hingga ia dipercaya menjabat sebagai Kapolda Sumatera Utara. Selama masa jabatannya, ia melakukan pembenahan besar-besaran pada kompleks kepolisian yang sebelumnya kumuh, menjadi fasilitas yang lebih layak dan profesional. Di mata bawahannya, Ursinus dikenal sebagai sosok pemimpin yang disiplin, tegas, namun penuh perhatian.

Di balik semua pencapaiannya, Medellu tetap hidup sederhana. Ia tidak pernah memanfaatkan jabatannya untuk memperkaya diri sendiri maupun keluarganya. Bahkan, ia dikenal menolak menerima komisi dari berbagai proyek pemerintah.

Nilai-nilai kejujuran dan disiplin ini juga ia terapkan dalam mendidik keluarganya agar tetap rendah hati.
Setelah mengakhiri pengabdiannya pada tahun 1975, Ursinus tetap aktif berkontribusi bagi bangsa. Ia mengajar di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) serta aktif dalam kegiatan sosial dan keagamaan, termasuk menjadi Presiden pertama Full Gospel International Indonesia. Ia juga terlibat dalam komunitas Rukun Kawanua, organisasi yang mewadahi masyarakat Sulawesi Utara di perantauan.

Ursinus Elias Medellu wafat pada 6 Januari 2012 dalam usia 90 tahun. Ia meninggalkan delapan anak dari dua pernikahan.

BPKB dan sistem tilang yang ia gagas menjadi bukti nyata kontribusinya bagi Indonesia. Lebih dari itu, integritas, ketulusan, dan dedikasi Ursinus menjadi teladan bagi generasi penerus kepolisian. Ia dikenang bukan hanya sebagai pejabat tinggi kepolisian, tetapi juga sebagai pejuang yang mengabdikan seluruh hidupnya untuk bangsa dan negara.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/pr

HUT Lalu Lintas Bhayangkara ke 70, Korlantas Polri Anjangsana ke Kediaman Irjen Pol (Purn) Alm Drs. U.E. Medellu

(Dokumentasi Korlantas Polri)

KORLANTAS POLRI, JAKARTA – Maspolin.id|| Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-70 Lalu Lintas Bhayangkara, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menggelar kegiatan anjangsana ke kediaman Irjen Pol (Purn) Alm. Drs. U.E. Medellu periode 1965-1975 salah satu tokoh yang berperan penting dalam sejarah Korlantas Polri.

Anjangsana ini dipimpin oleh Kasubdit BPKB Korlantas Polri Kombes Pol Sumarji bersama jajaran Korlantas Polri, Kegiatan ini disambut hangat oleh keluarga almarhum. Suasana terasa haru ketika keluarga menceritakan sosok Irjen Pol (Purn) Alm. Drs. U.E. Medellu yang dikenal sebagai sosok berdedikasi tinggi selama bertugas.

Salah satu anak Almarhum Joshua Medellu menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan tersebut. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bukti nyata bahwa Korlantas tidak pernah melupakan jasa para pendahulu yang telah mengabdikan hidupnya untuk kemajuan lalu lintas di Indonesia.

“Arti dari kunjungan ini adalah Korlantas benar-benar menghargai apa yang sudah dilakukan oleh mendiang ayah kami. Apa yang beliau lakukan untuk Korlantas tidaklah sia-sia, bahkan sampai sekarang masih dihargai. Dari cerita yang tadi disampaikan, beliau benar-benar menjadi teladan dan panutan untuk setiap anggota Korps Lalu Lintas Polri,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menceritakan mendiang ayahnya sebagai sosok yang totalitas dalam bekerja lebih banyak menghabiskan waktu di kantor dibandingkan di rumah, karena mengutamakan tugas dan tanggung jawabnya untuk Korlantas.

“Waktu yang beliau habiskan di rumah lebih sedikit dibandingkan di kantor. Beliau benar-benar melakukannya dengan segenap hati dan segenap apa yang beliau miliki. Segala sesuatu yang beliau lakukan, seperti menciptakan BPKB, memprakarsai tilang, dan lainnya merupakan bentuk dedikasi penuh beliau untuk Korlantas,” jelasnya.

Terakhir, ia juga berharap semoga Korlantas Polri agar terus berkembang dan menjadi wajah yang membanggakan bagi institusi Polri.

“Saya anak Lalu Lintas. Ayah saya mendedikasikan hidupnya untuk Lalu Lintas. Kami ingin Lalu Lintas benar-benar menjadi first impression dari Polri. Saat ini, Polri seharusnya menjadi institusi yang profesional karena wajah Polri adalah Lalu Lintas,” pungkasnya.

Kegiatan anjangsana ini diharapkan dapat menjadi momen refleksi bagi jajaran Korlantas Polri dalam melanjutkan perjuangan dan cita-cita para pendahulu, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antara generasi sekarang dengan keluarga besar Korlantas di masa lalu.

 

Humas Korlantas Polri

red/mpl/pr

Selamatkan 152 Ribu Jiwa dari Bahaya Narkoba Polres Banjar Gagalkan Peredaran 19 Kg Sabu

(Dokumenmtasi Polres Banjar)

Banjar, KALSEL – Maspolin.id|| Polres Banjar, Polda Kalsel, menggagalkan peredaran sabu seberat 19 kilogram di Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar. Seorang kurir berinisial S diamankan setelah mencoba kabur saat diperiksa petugas Satlantas.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan dua tas berisi 19 paket sabu senilai Rp34,2 miliar, setara potensi konsumsi 152 ribu orang.

Kapolres Banjar AKBP Dr. Fadli mengatakan, “Keberhasilan ini menjadi bukti kesigapan personel Polres Banjar dalam menjaga keamanan dan memberantas peredaran narkoba di wilayah hukum kami.”

Tersangka kini dijerat UU Narkotika dengan ancaman hukuman hingga 20 tahun penjara. Polri mengimbau masyarakat untuk aktif melawan narkoba demi menyelamatkan generasi bangsa.(ta/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/sss

 

 

Polda Metro Jaya Sore Ini Kerahkan 256 Personel Untuk Patroli

Dokumentasi PMJ

JAKARTA – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya kembali menggelar patroli skala besar di sejumlah titik Ibu Kota. Total 256 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).

Patroli dibagi menjadi dua kelompok dengan rute berbeda. Kelompok pertama menyisir wilayah Jakarta Utara, Jakarta Timur, dan Jakarta Pusat.

Rutenya dimulai dari Mako Polda Metro Jaya menuju Otista Raya (Kampung Melayu), Matraman, Pramuka, Pelabuhan, Gunung Sahari, Kramat Raya, kembali ke Matraman, lalu berlanjut ke Manggarai, Tebet, Pancoran, dan berakhir kembali di Mako Polda Metro Jaya.

Sementara itu, kelompok kedua bergerak di wilayah Jakarta Barat, Jakarta Pusat, dan Jakarta Selatan. Para personel berangkat dari Mako Polda Metro Jaya menuju Fatmawati, Lebak Bulus, Pondok Indah, Arteri Permata Hijau, Tentara Pelajar, Palmerah, Tomang, Harmoni, Monas, dan kembali ke Mako Polda Metro Jaya.

Personel gabungan yang dikerahkan terdiri dari Satbrimobda Polda Metro Jaya, Ditlantas, Ditsamapta, Ditintelkam, Ditreskrimum, Ditreskrimsus, Ditnarkoba, serta kelompok masyarakat. Kasiaga 1 Biroops Polda Metro Jaya AKBP Dimas Prasetyo mengatakan patroli ini dilakukan sebagai langkah preventif untuk menjaga situasi tetap kondusif.

“Pasca peristiwa tersebut, masyarakat meminta agar frekuensi patroli ditingkatkan. Sampai hari ini patroli masih terus dilakukan secara intensif di titik padat aktivitas, daerah rawan kriminalitas, dan lokasi lain sesuai kebutuhan,” ujarnya, Kamis (11/9/25).

AKBP Dimas menambahkan, evaluasi patroli dilakukan setiap hari baik di tingkat Polda maupun Mabes Polri. Patroli akan terus digelar selama masyarakat masih membutuhkannya.

“Bukan hanya Polda, Polres di jajaran wilayah hukum Polda Metro Jaya juga melakukan hal yang sama. Kami ingin memastikan situasi benar-benar pulih,” jelasnya.

Ke depan, ujar AKBP Dimas, patroli akan lebih difokuskan pada kawasan pemukiman, titik padat lalu lintas, dan lokasi rawan kriminalitas. Menurut Dimas, tujuan utama kegiatan ini adalah menghadirkan rasa aman bagi masyarakat. Patroli skala besar ini juga menjadi bagian dari program Jaga Jakarta+ yang dicanangkan Kapolda Metro Jaya.

“Tujuan kami sederhana, memastikan rasa aman masyarakat benar-benar terwujud,” ungkapnya. (ay/hn/rs)

 

Tribratanews

bjak/mpl/apl

Aksi Demonstrasi di Sejumlah Titik di Jakarta, Polda Metro Turunkan 4.562 Personel Gabungan

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Brigjen Pol Ade Ari Syam Indradi

JAKARTA – Maspolin.id|| Polda Metro Jaya mengerahkan ribuan personel gabungan untuk mengawal aksi demonstrasi di sejumlah titik di Jakarta, Senin (15/9/2025).

Dalam keterangannya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi menjelaskan bahwa 4.562 personel tersebut bersiaga guna memberikan pelayanan pengamanan kepada masyarakat.

Ade Ary menekankan agar personel melakukan pengamanan secara humanis.

Yang menyampaikan pendapat itu saudara-saudara kita, adik-adik kita, bahkan anak-anak kita. Karena itu, sesuai instruksi Kapolda Metro Jaya Irjen Asep Edi Suheri pengamanan harus dilakukan dengan pendekatan humanis. Jangan sampai melukai hati masyarakat, tetapi justru melayani dengan penuh ketulusan, ujarnya.

Ade Ary menambahkan, personel Polda Metro Jaya mengutamakan langkah pencegahan dan edukasi saat mengawal demonstrasi.

Ade Ary juga mengajak semua pihak termasuk massa aksi untuk menjaga situasi Jakarta tetap kondusif dan menyampaikan pendapat secara tertib.

Sejak pagi ini situasi masih aman terkendali. Polda Metro Jaya hadir 24 jam di lapangan, seluruh anggota melaksanakan tugas preventif, edukasi, hingga penegakan hukum, ungkapnya.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Pelican Crossing di Stasiun Cikini Permudah Akses Masyarakat

(Foto: Mochamad Tresna Suheryanto)

JAKARTA – Maspolin.id|| Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta membuka pagar dan membuat pelican crossing pada sisi timur Stasiun KRL Cikini, Jakarta Pusat. Langkah ini diambil untuk membantu dan mempermudah masyarakat mengakses pintu masuk stasiun.

“Tidak perlu lagi muter yang terlalu jauh,”

Selama ini, masyarakat harus berjalan kaki lebih jauh saat mengakses pintu masuk stasiun karena pagar di sekitar stasiun ditinggikan.

“(Stasiun) Cikini yang kemarin juga mendapatkan keluhan karena pagarnya ditinggikan sehingga orang kesulitan, maka saya bersama dengan jajaran Balai Kota telah memutuskan kita buat Zebra Cross di sana dan kita buka,” ujar Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung di halaman kantor Dinas Gulkarmat, Jakarta Pusat, Senin (15/9).

Dengan adanya pelican crossing dan pembukaan pagar, maka warga bisa langsung menyeberang dan masuk ke area stasiun tanpa harus memutar jauh.

“Sehingga demikian masyarakat sekarang ini kalau ke (Stasiun) Cikini tidak perlu lagi muter yang terlalu jauh, mereka bisa langsung masuk ke Cikini,” kata Pramono.

Meski demikian, Gubernur mengimbau agar masyarakat mematuhi aturan dan memanfaatkan fasilitas pelican crossing dengan baik.

Sebelumnya, dikutip dari siaran pers Pemprov DKI Jakarta, Kepala Biro Pembangunan dan Lingkungan Hidup Setda Provinsi DKI Jakarta, Iwan Kurniawan mengatakan, pagar Stasiun Cikini akan dibuka pada Minggu pagi (14/9) dan aktif beroperasi pada Senin (15/9). Uji coba penerapan pelican crossing dan pembukaan pagar pada akses masuk stasiun ini akan menyesuaikan jam operasional commuter line, yaitu pukul 05.00-24.00 WIB.

“Kami di Pemprov DKI Jakarta berupaya memberikan solusi atas aduan masyarakat terkait pagar di Stasiun Cikini,” kata Iwan.

Selain menyiapkan pelican crossing yang lengkap dengan lampu lalu lintas pengamannya, Pemprov DKI juga akan mengerahkan petugas Dinas Perhubungan dan Satpol PP untuk memastikan mobilitas masyarakat dapat berjalan dengan lancar dan aman.

Iwan juga mengimbau pengguna kendaraan yang melintasi sisi timur Stasiun Cikini agar mematuhi rambu lalu lintas dan mengutamakan keselamatan. Ia pun mengajak masyarakat untuk menggunakan fasilitas pelican crossing ini secara tertib.

“Mari kita menjaga ketertiban dan kenyamanan di Stasiun Cikini dengan memperhatikan keselamatan diri. Harap berhati-hati saat melintas di pelican crossing yang telah disediakan,” tandasnya.

 

Pemprov DKI

bjak/mpl/ma

Kepada para Menteri Terkena “Reshuffle” Presiden Prabowo Berikan Surat Terima Kasih

Presiden RI Prabowo Subianto saat melantik lima menteri baru di Kabinet Merah Putih, bertempat di Istana Negara, Jakarta, Senin (8/9/2025). (ANTARA/Andi Firdaus)

JAKARTA (ANTARA) – Maspolin.id|| Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan Presiden RI Prabowo Subianto memberikan surat ucapan terima kasih kepada lima menteri Kabinet Merah Putih yang terkena perombakan (reshuffle).

Dalam unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), Minggu (14/9) malam, Teddy menuturkan dirinya bertemu dengan kelima menteri Kabinet Merah Putih yang telah menyelesaikan tugas itu, untuk memberikan surat dari Presiden tersebut.

“Sedikit cerita dari minggu lalu. Berjumpa dengan lima menteri Kabinet Merah Putih yang telah menyelesaikan tugas. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk bersilaturahmi sekaligus menyerahkan surat khusus dari Presiden Prabowo Subianto,” kata Teddy.

Dia mengatakan surat tersebut disusun langsung oleh Presiden Prabowo sebagai ungkap terima kasih atas dedikasi dan kontribusi besar para menteri selama menjalankan amanah sebagai bagian dari Kabinet Merah Putih.

Dalam foto-foto yang diunggah, Teddy berfoto dengan mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Budi Gunawan, mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani, mantan Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi.

Selanjutnya, mantan Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo serta mantan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Karding.

Pada Senin (8/9), Presiden Prabowo, merombak kabinet Merah Putih dengan mengganti lima menteri.

Posisi Menteri Keuangan kini ditempati Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri P2MI dijabat Mukhtarudin, dan Menteri Koperasi diisi Fery Juliantono.

Jabatan Menko Polkam dan Menpora belum diumumkan penggantinya. Namun, Presiden Prabowo telah menunjuk Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Menko Polkam ad interim.

Pewarta: Fathur Rochman
Editor: Jafar M Sidik

 

Antara

red/mpl/pr

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

HUT Ke-24 Propam Polri, Bidpropam Korbrimob Gelar Bakti Sosial, Bersihkan Rumah...

Depok, JAWA BARAT - Maspolin.id|| Dalam rangka memperingati Hari Jadi Propam Polri ke-24, Bidpropam Korbrimob Polri menggelar kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian dan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.