Kecelakaan Maut di Lereng Bromo, Bus Rombongan Karyawan RSBS Jember alami Rem Blong

Bus yang mengalami kecelakaan (Foto istimewa).

Probolinggo, JAWA TIMUR – Maspolin.id|| Sebuah bus rombongan karyawan Rumah Sakit Bina Sehat (RSBS) Jember mengalami kecelakaan maut di Jalan Raya Bromo, Desa Boto, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Minggu (14/9/2025) sekitar pukul 11.45 WIB.

Sebanyak 8 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya mengalami luka-luka. Korban tewas sebagian besar merupakan tenaga kesehatan dan keluarga karyawan RSBS yang baru saja menggelar acara tasyakuran kelulusan S1 di kawasan Gunung Bromo.

Direktur RS Bina Sehat, Faida, membenarkan peristiwa tersebut. “Beberapa orang kritis. Kami sudah di Probolinggo membawa 18 ambulans dengan patwal untuk mengevakuasi korban,” ujarnya.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan laporan Satlantas Polres Probolinggo, kecelakaan terjadi akibat bus Hino bernomor polisi P-7221-UG yang mengalami rem blong saat melaju dari arah barat ke timur di jalan menurun dan menikung. Bus kemudian menabrak pembatas jalan (guardrail) dan menghantam sepeda motor bernopol N-2856-OE yang melintas.

Bus tersebut dikemudikan Al Bahri (60), warga Jember, dengan 52 penumpang di dalamnya. Akibat kecelakaan itu, 8 orang meninggal dunia, 44 orang lainnya luka-luka dan mendapat perawatan di beberapa fasilitas kesehatan seperti RSUD dr. Mohamad Saleh Probolinggo, RSU Ar-Rozy, RSU Tongas, serta Puskesmas Sukapura, Lumbang, dan Wonomerto.

Polisi mencatat delapan korban meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut, di antaranya:

  1. Bela Puteri Kayila Nurjati (10), pelajar
  2. Hesti Purba Wredhamaya (39), perawat RSBS
  3. Hendra Pratama (37), karyawan RSBS
  4. Arti Wibowati (34), perawat RSBS
  5. Wardatus Soleha (35), perawat RSBS
  6. Aiza Fahrani Agustin (7), pelajar
  7. Desi Eka Agustin (33), ibu rumah tangga
  8. Nasha Azkiya Naygara (14), pelajar

Sementara puluhan korban luka masih dalam penanganan medis, termasuk sopir bus dan seorang kernet.

Kapolres Probolinggo bersama jajaran Satlantas turun langsung ke lokasi untuk melakukan evakuasi korban dan olah TKP. Polisi memastikan dugaan awal penyebab kecelakaan adalah rem blong pada bus.

Kerugian material akibat kecelakaan ini ditaksir mencapai Rp30 juta. Saat ini, kasus kecelakaan maut tersebut masih dalam penyelidikan Satlantas Polres Probolinggo.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sc

Siswa-Siswi SRMA Margaguna Haru dan Bahagia Disapa Presiden Prabowo

Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Margaguna di Jakarta Selatan, pada Kamis, 11 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA – Maspolin.id|| Suasana haru dan bahagia menyelimuti Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Margaguna pada Kamis, 11 September 2025, saat Presiden Prabowo Subianto berkunjung dan berinteraksi langsung dengan para siswa-siswi sekolah rakyat tersebut. Bagi mereka, momen ini bukan sekadar kunjungan, melainkan pengalaman berharga yang akan terus dikenang.

Raffan Nur Aprillian, salah satu siswa SRMA Margaguna, tak mampu menyembunyikan rasa bangga sekaligus harunya. Ia bahkan sempat berinteraksi langsung dengan Presiden Prabowo. “Saya mau salam, mendekati. Lalu kepala saya dipegang sama Pak Presiden. Lalu saya kaget, terharu,” ungkap Raffan.

Kebahagiaan serupa dirasakan oleh para siswi yang mendapat kesempatan tampil menari di hadapan Presiden Prabowo. Juanita Hamidah, salah satunya, mengaku impiannya sejak lama akhirnya terwujud.

“Senang, deg-degan. Bisa mewujudkan keinginan aku yang dulu. Aku dulu punya keinginan buat foto bareng presiden. Terus akhirnya kesampaian sekarang,” ujarnya penuh antusias.

Meski baru dua bulan lebih bersekolah di SRMA, para siswi merasa betah dengan lingkungan yang nyaman. Mereka juga merasa bangga mendapat pesan langsung dari Presiden. “Disuruh rajin-rajin belajar, terus hormati guru, sayangi orang tua. Jangan malas-malas beribadah,” kata Juanita dan teman-temanya.

Kesan positif juga datang dari siswa lain yang sudah 2,5 bulan menempuh pendidikan di sekolah rakyat. Selain lingkungan yang mendukung, fasilitas sekolah juga membuat mereka nyaman. “Enak, adem, kamarnya ada AC. Kita ketemu teman baru, fasilitasnya juga bagus, makanannya juga enak-enak,” ujarnya.

Para siswa pun kompak menyampaikan doa dan harapan untuk Presiden Prabowo. Mereka mengungkapkan rasa syukur karena keberadaan Sekolah Rakyat telah memberikan manfaat langsung dan nyata bagi mereka, khususnya dalam membuka akses pendidikan yang lebih merata.

“Terima kasih Pak sudah membangun Sekolah Rakyat buat kita, semoga Bapak Prabowo sehat terus, dilancarkan rezekinya, panjang umur. Semoga bisa berkunjung ke sekolah rakyat lagi,” ucap mereka serentak. (BPMI Setpres)

red/mpl/sc

Polda Sumut Bekuk Pelaku Penyelundupan Narkoba di Sumut

(Ilustrasi)

MEDAN, SUMUT – Maspolin.id|| Polda Sumatera Utara, berhasil menangkap dua pelaku penyelundupan narkoba di Jalan Sunggal, Kabupaten Deliserdang. Dari tangan kedua pelaku turut disita barang bukti sabu-sabu seberat 5Kg.

Saat dikonfirmasi, Minggu (14/9), Kabid Humas Polda Sumut, Kombes. Pol. Ferry Walintukan, membenarkan penangkapan dua pelaku penyelundup narkoba tersebut.

Dalam kesempatannya ia menjelaskan, bahwa dua pelaku itu berinisial R dan A, yang merupakan warga Provinsi Aceh. Modus kejahatan yang dilakukan dengan membawa narkoba melalui jalur darat dari Aceh ke Sumut.

“Anggota menangkap warga Aceh itu saat memarkirkan mobil di halaman masjid, Jalan Sunggal, Kabupaten Deliserdang,” ujarnya, dilansir dari laman Sumutpos.

Ia mengungkapkan, barang bukti narkoba yang diselundupkan itu dibawa dari daerah Kuala Simpang, Aceh dengan memanfaatkan transportasi darat menggunakan kendaraan roda empat.

“Kasus penyelundupan narkoba itu masih dalam pengembangan untuk mengungkap adanya jaringan lebih besar di balik upaya penyelundupan narkoba antar provinsi tersebut,” tutupnya. (fa/pr/rs)

 

red/mpl/sc

Peredaran 101 Kg Sabu Jaringan Freddy Pratama di Kalsel Berhasil Digagalkan Polda Kalsel

(Gambar Kompas)

KALIMANTAN SELATAN – Maspolin.id|| Polda Kalsel melalui Satuan Direktorat Reserse Narkoba, berhasil menggagalkan peredaran 101,6 kilogram sabu dari jaringan antarprovinsi yang terafiliasi dengan sindikat gembong narkoba Freddy Pratama.

Kapolda Kalsel, Irjen. Pol. Rosyanto Yudha Hermawan, S.I.K., S.H., M.H., mengatakan pengungkapan ini menjadi kasus terbesar sepanjang tahun 2025 di wilayah Kalsel.

“Ini dari 45 laporan polisi dan masih terafiliasi dengan jaringan dengan DPO kita Freddy Pratama,” ujarnya, dilansir dari laman kompas, Kamis (11/9/25).

Selain sabu, petugas juga menyita 11.973 butir ekstasi serta 134 gram serbuk ekstasi. Dari kasus ini, polisi mengamankan 60 tersangka, termasuk seorang perempuan.

“Dengan jumlah barang bukti tersebut, kami mengamankan sebanyak 60 orang tersangka, seorang di antaranya wanita,” jelasnya.

Selanjutnya, ia menjelaskan bahwa penyelundupan narkoba ke Kalsel melibatkan jaringan besar dari berbagai daerah, baik jalur darat maupun laut. Selain dijual di wilayah Kalsel, sabu tersebut juga transit sebelum dipasarkan ke daerah lain.

“Ini memang jaringan antarprovinsi, ada yang dari Kalimantan Barat, Semarang, Banjarmasin. Serta ada dari Aceh, Medan, Jakarta dan Makassar,” jelasnya.

Diakhir kesempatan, ia menambahkan, Kalsel masuk empat besar daerah dengan tingkat penyalahgunaan narkoba tertinggi di Indonesia. Karena itu, pihaknya mendorong kerja sama semua pihak untuk menekan peredaran narkoba.

“Mari kita sama-sama memerangi narkoba ini guna mewujudkan generasi muda yang sehat menuju Indonesia emas 2045,” tutupnya. (fa/hn/rs)

 

red/mpl/sc

Presiden Prabowo: Teknologi Buka Akses Pendidikan Merata di Indonesia

Presiden Prabowo Subianto meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Margaguna di Jakarta Selatan, pada Kamis, 11 September 2025. (Foto: BPMI Setpres)

JAKARTA – Maspolin.id|| Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, khususnya di Sekolah Rakyat. Pemerintah tengah menyiapkan distribusi layar digital pintar atau smart digital screen untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia. Teknologi ini diharapkan mendukung pembelajaran jarak jauh dan pemerataan akses pendidikan.

“Sekarang pun kita sudah sebarkan, tapi baru mampu satu sekolah, satu layar digital pintar, istilahnya smart digital screen. Baru mampu satu sekolah satu. Tapi berarti tahun ini kita harapkan 330 ribu sekolah akan dapat,” ujar Presiden Prabowo usai meninjau Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) Margaguna, Jakarta Selatan, pada Kamis, 11 September 2025.

Menurut Kepala Negara, melalui teknologi tersebut, siswa dapat belajar dari konten terbaik, termasuk animasi dan materi interaktif, serta didukung pembelajaran jarak jauh dari guru-guru pilihan. Presiden menilai sistem ini dapat membantu daerah-daerah yang masih kekurangan guru atau memiliki keterbatasan tenaga pengajar.

“Ada guru-guru yang terbaik, tiap mata pelajaran kita akan seleksi, mungkin 20-30 guru terbaik, tiap mata pelajaran akan siaran dari studio jarak jauh. Berarti secara teoritis, guru ini bisa bantu semua kelas di seluruh Indonesia,” jelas Kepala Negara.

Selain itu, Presiden Prabowo menyebut fasilitas smart TV bersifat interaktif, memungkinkan pengawasan langsung terhadap kegiatan belajar mengajar. Teknologi ini juga membuka peluang bagi siswa maupun guru untuk mengakses materi kapan saja, termasuk melalui telepon seluler.

“Murid-murid yang nanti kurang ini, bisa ulangi lagi pelajaran, bisa ulangi dan itu bisa juga diakses dari handphone. Semua konten bisa dari handphone. Guru pulang, dia bisa buka. Jadi kita interaktif,” imbuh Presiden.

Pemerintah juga menyiapkan program berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas tenaga pendidik melalui pelatihan intensif berbasis teknologi. Kepala Negara menegaskan komitmen bahwa pengembangan Sekolah Rakyat bukan sekadar wacana, melainkan upaya nyata yang terus diwujudkan setiap tahun.

“Sekarang sudah ada 100 Sekolah Rakyat riil. Minggu depan, 2 minggu lagi 65. Tahun depan 100 lagi, 100 lagi, 100 lagi. We make the impossible, possible,” tegas Presiden. (BPMI Setpres)

red/mpl/sss

Polda Bali Laksanakan Ops Aman Nusa Agung II-2025

Tanggap darurat Polda Bali Laksanakan Ops Aman Nusa 2025

BALI – Maspolin.id|| Kabid Humas Kombes Pol Ariasandhy S.I.K., sekaligus Kasatgas Humas menyampaikan dalam rangka tanggap darurat bencana, Polda Bali melaksanakan Operasi Aman Nusa Agung II-2025, sabtu 13/9/2025.

Ops tersebut melibatkan 1.646 Personil Polda Bali dan Polres/ta jajaran dimulai sejak tanggal 10 s/d 16 september, dalam rangka penanggulangan tanggap darurat
bencana alam di Provinsi Bali.

Berawal dari hujan lebat selama dua hari terakhir hingga puncaknya 10 sept dini hari deras dan tingginya debit air mengakibatkan sungai dan kali di seputaran kota Denoasar dan Badung meluap hingga mengakibatkan banjir bandang dijalan maupun komplek perumahan warga banyak terendam air.

Sementara para personil gabungan Satgas Ops Aman Nusa, telah melaksanakan tugas kemanusiaan sejak bencana terjadi 10 sept lalu hingga saat ini, dimana mereka bahu-membahu bersama masyarakat maupun stakeholder terkait berjibaku ditengah guyuran hujan, serta deras dan tingginya debit air di jalan-jalan, untuk menyelamatkan dan mengevakuasi warga dari kepungan banjir tersebut.

Dari bencana tersebut hingga saat ini sudah 15 orang yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan 2 orang masih dalam pencarian, tak hanya itu kerusakan rumah beserta isinya dan kendaraan seperti mobil dan motor, serta barang berharga lainnya sangat banyak dan belum terhitung jumlahnya.

Tentunya bencana ini sangat membawa dukacita yang mendalam terutama bagi keluarga koban yang meninggal dunia.
Bersama kita berdoa semoga ini bencana yang terakhir dan tidak terjadi lagi, jaga Bali agar tetap ajeg aman dan damai, ungkap Kasatgas.

 

Humas Polda Bali

red/mpl/pr

Dampingi Wapres Tinjau Lokasi Banjir, Kapolda Bali Tegaskan Gotong Royong Adalah Kekuatan Utama di Balik Musibah

Kapolda Bali Persiapan Dampingi Wapres Tinjau Lokasi Banjir

BALI – Maspolin.id|| Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, S.H., S.I.K., M.Si., mendampingi kunjungan kerja Wakil Presiden RI ke sejumlah titik terdampak banjir di Kota Denpasar, Jumat (12/9/2025). Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan penanganan bencana berjalan efektif.

Selama peninjauan di lokasi pengungsian Banjar Tohpati, Kelurahan Ubung, hingga Pasar Badung, Kapolda Bali menyampaikan apresiasinya terhadap ketangguhan masyarakat. Ia menegaskan bahwa di balik musibah, terlihat jelas semangat kebersamaan yang luar biasa dari seluruh elemen masyarakat.

Musibah banjir yang kita alami beberapa hari terakhir sungguh membawa luka dan kerugian, namun di balik itu saya melihat keteguhan hati dan semangat gotong royong masyarakat Bali yang luar biasa, ujar Kapolda.

Kapolda Bali menambahkan bahwa penanganan pascabanjir merupakan hasil sinergi kuat antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, dan seluruh stakeholder. Pihaknya memastikan bahwa kehadiran aparat di lokasi bencana bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk membantu kelancaran penyaluran bantuan dan proses pemulihan.

Dengan semangat gotong royong yang terus menyala, Kapolda meyakini bahwa Bali akan segera pulih dan bangkit kembali. Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus saling menguatkan, menjaga kebersamaan, dan tidak pernah kehilangan harapan. Kisah-kisah persatuan yang terjadi di masa sulit ini menjadi bukti nyata bahwa gotong royong adalah kekuatan utama masyarakat Bali.

 

Humas Polda Bali

red/mpl/pr

Kinerja Polri Cegah Konflik Meluas dalam Aksi Demonstrasi Mendapat Apresiasi dari Pemuda Muhammadiyah

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla (Gambar Divisi Humas Polri)

JAKARTA – Maspolin.id|| Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah menyampaikan apresiasi atas kinerja Polri dalam menangani rangkaian aksi demonstrasi yang terjadi di berbagai kota belakangan ini.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dzulfikar Ahmad Tawalla menilai langkah taktis kepolisian mampu mencegah potensi konflik horizontal dan tindakan anarkistis yang lebih besar, meski aksi-aksi tersebut diwarnai tragedi yang menelan korban jiwa.

“Kami mengapresiasi kinerja Polri terutama dalam penanganan aksi demo yang terjadi. Meski ada tragedi memilukan, kerja-kerja taktis Polri dalam menghadapi aksi yang ditunggangi banyak kepentingan tetap bisa dikendalikan dengan baik,” kata Dzulfikar, Sabtu (13/9).

Pria yang juga menjabat Wakil Menteri Pekerja Migran Indonesia ini menyebut eskalasi kerusuhan di sejumlah kota menunjukkan adanya infiltrasi agenda politik dari pihak-pihak tertentu. Menurutnya, dalam kondisi tersebut Polri tetap berhasil menjaga situasi agar tidak semakin memburuk.

“Kerusuhan yang terjadi jelas sudah disusupi agenda politik, bukan lagi semata tuntutan rakyat. Di titik inilah kita melihat kerja Polri patut diapresiasi karena mampu menjaga agar kondisi tidak semakin memburuk,” lanjutnya.

Dzulfikar juga menyoroti respons cepat Polri dalam menangani dugaan pelanggaran prosedur oleh oknum anggotanya. Ia menilai proses hukum terhadap kasus polisi yang menabrak pengemudi ojek online berjalan transparan dan memberi kepastian hukum.

“Kami melihat Polri juga sigap menindak anggotanya yang bertindak di luar SOP. Contohnya kasus polisi yang menabrak ojol bisa ditangani dengan cepat dan transparan. Ini penting agar kepercayaan publik tetap terjaga,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dzulfikar mendorong Polri untuk menuntaskan penyelidikan terhadap aktor intelektual atau dalang kerusuhan demi memastikan tragedi serupa tidak terulang.

“Kami mendorong Polri segera menuntaskan penyelidikan atas dalang kerusuhan yang menelan korban jiwa. Namun di sisi lain, kami berharap Polri bisa tegas membebaskan demonstran yang agenda perjuangannya tulus untuk memperbaiki kinerja pemerintahan,” ucapnya.

Dia juga mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi pihak-pihak yang ingin memecah belah bangsa.

“Pemuda Muhammadiyah mengajak semua elemen untuk tidak pernah lelah mencintai Indonesia. Mari kita dukung setiap kebijakan negara yang bertujuan mempertahankan persatuan dan keutuhan bangsa,” tutur Dzulfikar.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Bareskrim Polri Tangkap Orang Tua Anak Korban Penganiayaan di Jaksel

Direktur PPA dan PPO Bareskrim Polri, Brigjen Nurul Azizah (Gambar Divisi Humas Polri)

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Polisi menangkap orang tua anak MK (7) korban penganiayaan yang ditemukan di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Proses pencarian hingga penangkapan itu memakan waktu sekitar tiga bulan.

Direktur PPA dan PPO Bareskrim Polri, Brigjen Nurul Azizah menyebut bocah MK pertama kali ditemukan pada 11 Juni 2025 tanpa dokumen pribadi yang jelas. Satu-satunya informasi yang diingatnya hanyalah nama beberapa orang yang ada di Surabaya.

Nama-nama itu ialah nama Ayah Juna, Ibu S, Bu Guru E serta nama sekolahnya di Surabaya. Bermodalkan informasi itu, Penyidik Subdit II Dittipid PPA & PPO Bareskrim Polri turun menyelidiki.

Berdasarkan penelusuran penyidik, diketahui MK pernah terdaftar pada Kelompok Belajar MS di Balongbendo, Sidoarjo. Dari data itu, terungkap nama ayah kandung MK adalah SG dan ibu kandungnya berinisial SNK.

Penyelidikan berlanjut hingga diketahui bahwa MK memiliki saudara kembar berinisial ASK. Sedangkan dua kakak laki-laki MK tinggal bersama neneknya.

Singkat cerita, korban bersama saudara kembarnya dirawat oleh SNK, ibu kandungnya yang menjalin hubungan dengan tersangka EF alias YA atau yang kerap dipanggil korban dengan sebutan ‘Ayah Juna’.

EF alias ‘Ayah Juna’ bukan ayah kandung dari korban. Ia adalah pasangan dari ibu kandung korban, SNK, ujar Direktur PPA dan PPO, Sabtu (13/9/2025).

Jadi keduanya hidup bersama sebagai pasangan, meski secara hukum perkawinan dan status keluarga masih dalam pendalaman penyidik. Yang jelas, Ayah Juna bukanlah ayah biologi dari AMK (korban), lanjutnya.

Fakta-fakta adanya kekerasan oleh Ayah Juna terhadap korban semakin jelas, hingga akhirnya pelaku mengakui perbuatannya. Pelaku disebut sering memukul, menendang, membanting, menyiram bensin dan membakar wajah korban di sawah.

Tak hanya itu, korban juga dipukul dengan kayu hingga tulangnya patah, membacok dengan golok, hingga menyiram tubuh korban dengan air panas. Kini polisi telah menetapkan SNK dan EF alias Ayah Juna sebagai tersangka.

Di sisi lain, penyidik juga menemukan bukti manifest perjalanan kereta dari Stasiun Pasar Turi Surabaya menuju Jakarta yang mencatat keberangkatan EF bersama korban. Analisis forensik hingga jejak digital turut dilakukan.

Direktur PPA dan PPO menuturkan, bedasarkan pengakuan korban, SNK, selaku ibu korban turut mengetahui perbuatan pelaku, bahkan setuju meninggalkan korban di Jakarta.

Hasil verifikasi ini membuktikan betapa seriusnya Polri mengungkap kasus AMK. Kami hanya berangkat dari ingatan sepenggal seorang anak yang lemah dan penuh luka, lalu menyusunnya dengan kerja keras penyidik, bantuan tim identifikasi, serta pendampingan dari kementerian dan lembaga terkait. Semua ini adalah bentuk nyata negara hadir untuk melindungi anak, jelas Direktur PPA dan PPO.

Ia pun menegaskan jika tidak ada ruang toleransi bagi pelaku kekerasan terhadap anak. Polri, tegasnya, memastikan proses hukum terus berjalan.

Tidak ada alasan apa pun untuk menukar hak anak atas kasih sayang dengan kekerasan. Komitmen kami adalah memastikan proses hukum berjalan tuntas, berpihak pada korban, dan berlandaskan kepentingan terbaik bagi anak, tegas Direktur PPA dan PPO.

Sebagai informasi, MK ditemukan dalam kondisi penuh luka, mengalami patah tulang, hingga terdapat bekas luka bakar di wajahnya.

Ia diduga menjadi korban kekerasan. Bocah inisial MK itu ditemukan terbaring dan kelaparan oleh warga pada Rabu (11/6) di Pasar daerah Jakarta Selatan.

Kondisi fisik MK saat ini sudah jauh lebih baik dari sejak awal ditemukan. Sebab, beberapa tindakan medis seperti operasi telah dilakukan terhadapnya.

Selain pemulihan fisik, pendampingan psikologis terhadap korban juga terus diberikan. Hal itu untuk memulihkan trauma korban secara menyeluruh.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Polisi Berhasil Identifikasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Kalsel

Kabiddokkes Polda Kalsel Kombes M El Yandiko

KALIMANTAN SELATAN – Maspolin.id|| Proses identifikasi delapan korban kecelakaan helikopter BK-117 D3 yang jatuh di Kecamatan Mentewe, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan (Kalsel), akhirnya tuntas. Tim Disaster Victim Identification (DVI) Dokkes Polda Kalsel menyatakan operasi resmi berakhir.

Setelah seluruh korban berhasil diidentifikasi, operasi DVI kita resmi ditutup atau berakhir, ujar Kabiddokkes Polda Kalsel Kombes M El Yandiko, Sabtu (13/9/2025).

El Yandiko mengungkapkan, enam dari delapan korban telah dipulangkan ke pihak keluarga. Saat ini pihaknya tinggal menunggu dua korban terakhir yang baru saja teridentifikasi.

Kita tinggal menunggu keluarga untuk menjemput korban, tuturnya.

Dalam proses identifikasi, tim DVI melibatkan berbagai ahli, termasuk ahli gigi untuk mengungkap identitas korban melalui struktur gigi. Untuk dua korban terakhir, pemeriksaan dilakukan melalui tes DNA yang dicocokkan dengan DNA keluarga.

Diketahui, helikopter BK-117 D3 milik Eastindo hilang kontak pada Senin (1/9) sekitar pukul 08.00 WITA. Helikopter dengan rute Kotabaru, Kalsel menuju Palangka Raya, Kalimantan Tengah (Kalteng) itu membawa delapan orang termasuk kru.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

 

 

 

 

 

 

Jangan Lewatkan

HUT Ke-24 Propam Polri, Bidpropam Korbrimob Gelar Bakti Sosial, Bersihkan Rumah...

Depok, JAWA BARAT - Maspolin.id|| Dalam rangka memperingati Hari Jadi Propam Polri ke-24, Bidpropam Korbrimob Polri menggelar kegiatan bakti sosial sebagai wujud kepedulian dan...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.