Mahasiswi Pelaku Pencurian yang Terekam CCTV Ditangkap Resmob PMJ

PMJ – Maspolin.id|| Polisi menangkap seorang mahasiswi berinisial SAP (20) alias Caca yang diduga mencuri telepon seluler di sebuah rumah di kawasan Cipinang Cempedak, Jatinegara, Jakarta Timur.

Aksi pencurian tersebut sempat terekam kamera pengawas (CCTV) dan beredar di media sosial. Rekaman itu kemudian menjadi salah satu petunjuk polisi dalam mengungkap identitas pelaku.

Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ressa Fiardy Marasabessy mengatakan, penangkapan dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan berdasarkan laporan dari korban.

“Pelaku berhasil diamankan di kediamannya di kawasan Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Kamis (4/9) sekitar pukul 21.30 WIB,” kata Ressa dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (08/09/2026).

Ressa menjelaskan, pencurian tersebut terjadi pada Sabtu (27/06/2026) sekitar pukul 18.05 WIB. Saat itu, korban sedang melaksanakan ibadah di lantai dua rumahnya.

Korban sebelumnya meletakkan satu unit telepon seluler Samsung S23 Ultra di dekat meja kerja. Sementara itu, pintu rumah dalam kondisi tertutup tetapi tidak terkunci.

Situasi tersebut diduga dimanfaatkan pelaku untuk masuk ke dalam rumah. Pelaku kemudian mengambil ponsel milik korban dan meninggalkan lokasi.

“Usai beribadah, korban menyadari ponselnya telah hilang. Saat memeriksa rekaman CCTV rumah, terlihat seorang perempuan masuk dan mengambil ponsel tersebut,” ujarnya.

Berbekal rekaman CCTV serta keterangan sejumlah saksi di tempat kejadian perkara (TKP), Tim Opsnal Unit 5 Subdit Resmob yang dipimpin Kompol Arief Ryzki Wicaksana melakukan penelusuran terhadap identitas dan keberadaan pelaku.

Hasil penyelidikan mengarah kepada SAP. Polisi kemudian mendatangi kediamannya di kawasan Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, dan mengamankan pelaku.

Dalam penangkapan tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan aksi pencurian. Barang bukti itu berupa sepasang sandal berwarna hitam dan satu celana panjang berwarna abu-abu yang digunakan pelaku saat beraksi.

“Saat ini, pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Subdit Resmob Polda Metro Jaya guna pemeriksaan dan penyidikan lebih lanjut,” kata Ressa.

Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku untuk mendalami kasus tersebut. Atas perbuatannya, SAP terancam dijerat Pasal 476 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). (Ad/hn/rs)

 

Tribratanews

bjak/mpl/ay

KKB Tembak Hingga Tewas 3 ASN Dinas Pertanian Jayawijaya

3 ASN ditembak KKB (Foto Istimewa)

JAYAPURA, KOMPAS.com – Maspolin.id|| Satuan Tugas Operasi Damai Cartenz memastikan tiga korban penembakan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, merupakan aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya.

Ketiga korban yakni WB (24), AR (49), dan AAM (35).

AR diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang Peternakan pada Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Sementara WB dan AAM juga merupakan ASN di instansi tersebut.

Kepala Operasi Damai Cartenz, Irjen Faizal Ramadhani, mengatakan ketiga korban merupakan bagian dari rombongan Dinas Pertanian yang baru selesai meninjau kegiatan cetak sawah. “Dalam perjalanan kembali menuju Wamena, rombongan tersebut diduga diadang dan ditembaki oleh KKB,” ucap Faizal dalam keterangan resmi, Rabu (9/9/2026) malam.

Akibat penembakan tersebut, AR dan AAM tewas di lokasi kejadian. Sementara WB sempat dievakuasi ke RSUD Wamena untuk mendapatkan perawatan medis, tetapi akhirnya meninggal dunia.

“Akibat penembakan itu, korban AR mengalami luka tembak pada bagian perut dan AAM mengalami luka tembak pada bagian belakang kepala dan tangan kiri. Keduanya meninggal dunia di lokasi kejadian,” kata Faizal.

“Sementara korban WB mengalami luka tembak pada bagian pinggang kanan,” tambah dia.

Setelah menerima laporan penembakan, personel gabungan Satgas Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya langsung bergerak menuju lokasi kejadian.

Petugas kemudian menyisir sekitar area Puskesmas Muliama serta lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya penembakan.

“Anggota yang tiba di lokasi sempat melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, namun pelaku penembakan sudah melarikan diri,” ujar Faizal.

Berdasarkan hasil penyelidikan dan pendalaman awal, penembakan tersebut diduga dilakukan oleh KKB yang berasal dari wilayah Nduga.

Meski demikian, aparat keamanan masih melakukan penyelidikan dan mengumpulkan bahan keterangan untuk memastikan identitas serta keterlibatan para pelaku.

“Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” imbuhnya.

** Berita ini dimuat juga di Kompas.com, edisi Kamis, 10/09/2026.

 

red/mpl/nn

Mabes Polri Gelar Syukuran Hari Jadi Polwan RI ke-78

JAKARTA – Maspolin.id|| Semangat pengabdian dan penghormatan terhadap kiprah Polisi Wanita (Polwan) mewarnai kegiatan Syukuran Hari Jadi Polwan Republik Indonesia ke-78 yang digelar di Aula Bareskrim Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (8/9/2026).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, turut dihadiri Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo, Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, Kapolda Metro Jaya Komjen Pol. Asep Edi, Kalemdiklat Polri Komjen Pol. R.Z. Panca Putra S., bersama Bhayangkari, jajaran pejabat utama Mabes Polri, serta para Polwan yang hadir.

Kehadiran Dankorbrimob menjadi bagian dari dukungan terhadap peran strategis Polwan dalam memperkuat pelaksanaan tugas Kepolisian Negara Republik Indonesia yang profesional, humanis, dan Presisi.

Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan dan registrasi tamu undangan, dilanjutkan dengan tarian pembuka serta sesi foto bersama. Suasana kemudian berlangsung khidmat saat seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Polwan.

Momentum peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 semakin bermakna melalui tayangan selayang pandang dan video testimoni yang menggambarkan perjalanan serta kontribusi Polwan dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.

Setelah pembacaan doa dan laporan ketua panitia, acara dilanjutkan dengan prosesi pemotongan tumpeng oleh Kapolri. Tumpeng tersebut diberikan kepada KBP Eti Haryati dan Bripda Rasya sebagai simbol rasa syukur sekaligus bentuk penghargaan kepada personel Polwan dari berbagai generasi.

Rangkaian syukuran juga diisi dengan penyerahan penghargaan kepada Polwan berprestasi serta pengumuman pemenang lomba video konten kesehatan mental. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi, kreativitas, dan prestasi Polwan dalam menjalankan tugas sekaligus memberikan kontribusi positif bagi institusi dan masyarakat.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penampilan biola oleh Diva Baranita sebelum ditutup oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan ramah tamah.

Peringatan Hari Jadi Polwan ke-78 tidak sekadar menjadi momentum syukuran, tetapi juga menjadi refleksi atas perjalanan panjang Polisi Wanita dalam mengabdikan diri kepada bangsa dan negara. Semangat pengabdian tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan Polri yang semakin profesional, modern, humanis, dan dekat dengan masyarakat.

Melalui momentum ini, Polri terus mendorong seluruh personel, termasuk Polwan, untuk menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta menghadirkan pelayanan kepolisian yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Satgas Damai Cartenz Bersama Polres Jayawijaya Respons Cepat Gangguan Tembakan di Muliama

Jayawijaya, PAPUA TENGAH – Maspolin.id|| Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya tengah melakukan penyelidikan dan penyisiran pascaaksi penembakan terhadap tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, Rabu (9/9/2026) sore. Ketiga korban yang merupakan bagian dari rombongan 11 orang tersebut meninggal dunia setelah mengalami luka tembak dalam perjalanan pulang usai meninjau kegiatan cetak sawah.

Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.53 WIT di Kampung Muliama, Distrik Muliama. Rombongan pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sebelumnya bergerak dari Wamena menuju Distrik Muliama untuk meninjau pelaksanaan kegiatan cetak sawah.

Dalam perjalanan kembali menuju Wamena, rombongan diduga dihadang oleh kelompok bersenjata. Berdasarkan pendalaman yang diperoleh petugas, rombongan kemudian dipisahkan oleh pelaku. Sebanyak delapan orang yang merupakan warga asli Papua, termasuk seorang anak kecil, diduga dipisahkan dari tiga pegawai yang merupakan warga pendatang. Setelah itu, tiga pegawai tersebut diduga menjadi sasaran penembakan.

Adapun identitas korban sebagai berikut:

1. WB (24), perempuan, sebagai pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Korban mengalami luka tembak pada bagian pinggang kanan. Korban dinyatakan meninggal dunia di RSUD Wamena yang sebelumnya telah mendapatkan penanganan medis.

2. AR (49), perempuan, sebagai Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Korban mengalami luka tembak pada bagian perut dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.

3. AAM (35), laki-laki, sebagai pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya. Korban mengalami luka tembak pada bagian kepala bagian belakang dan tangan kiri dinyatakan meninggal dunia dilokasi kejadian.

Ketiga korban kemudian dievakuasi untuk mendapatkan penanganan medis di RSUD Wamena.

Setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut, personel gabungan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya langsung bergerak menuju lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan.

Selain melakukan pengamanan di sekitar lokasi kejadian, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 juga melakukan penyisiran di sekitar area Puskesmas Muliama serta lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya aksi penembakan.

Petugas juga mengamankan delapan orang saksi yang berada bersama rombongan korban saat kejadian. Para saksi selanjutnya dimintai keterangan guna membantu penyidik mengungkap kronologi serta mengidentifikasi pihak yang diduga terlibat dalam aksi penembakan tersebut.

Berdasarkan penyelidikan dan pendalaman, aksi penembakan tersebut diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga. Namun, petugas keamanan masih melakukan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan untuk memastikan identitas serta keterlibatan para pelaku.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan langkah-langkah pengamanan terkait kejadian tersebut dengan melakukan penyelidikan mendalam serta mengecam tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil.

“Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya langsung melakukan langkah-langkah penanganan setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut. Kami memastikan proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh untuk mengungkap kronologi, mengidentifikasi para pelaku, serta memastikan mereka mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

Kaops Damai Cartenz-2026 menegaskan bahwa tindakan kekerasan terhadap masyarakat sipil merupakan perbuatan yang tidak dapat dibenarkan. Oleh karena itu, petugas keamanan akan terus melakukan penyelidikan mendalam guna mengungkap dan menangkap para pelaku.

Sementara itu, Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengimbau masyarakat di Kabupaten Jayawijaya agar tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap tenang dan mempercayakan proses penanganan perkara ini kepada petugas keamanan. Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz bersama Polres Jayawijaya akan mengusut tuntas aksi penembakan ini dan berupaya semaksimal mungkin mengungkap serta menangkap para pelaku sesuai dengan ketentuan hukum,” kata Wakaops Damai Cartenz-2026.

Wakaops Damai Cartenz-2026 juga mengajak masyarakat agar tidak terprovokasi atas informas-informasi yang tidak valid, yang dapat menimbulkan keresahan ditengah masyarakat.

Saat ini, Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 bersama Polres Jayawijaya masih melakukan penyelidikan, penyisiran, serta pengumpulan keterangan dari para saksi. Langkah tersebut dilakukan untuk mengungkap secara menyeluruh aksi penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Distrik Muliama.

Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 menegaskan bahwa seluruh proses penanganan perkara akan dilakukan secara profesional, terukur, dan berdasarkan alat bukti serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan tetap mengedepankan keamanan masyarakat di wilayah Kabupaten Jayawijaya. (ta/hn/rs)

 

Tribratanews

red/mpl/pr

Satgas Operasi Damai Cartenz-2026 Tinggalkan Kenangan Kekeluargaan di Kiwirok setelah 8 Bulan Berdinas

Kiwirok, PEGUNUNGAN BINTANG – Delapan bulan menjalankan tugas di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 membangun kedekatan dengan masyarakat di 12 kampung. Kebersamaan yang terjalin selama penugasan itu menjadi bagian dari cerita yang tidak hanya berkaitan dengan tugas pengamanan, tetapi juga hubungan antarmanusia.

Momen kebersamaan tersebut terlihat dalam kegiatan makan bersama masyarakat Kiwirok yang dirangkaikan dengan acara pisah sambut personel Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026. Dalam suasana sederhana dan penuh keakraban, personel lama dan personel baru bersama masyarakat duduk menikmati makanan serta berbincang untuk mempererat hubungan sebelum berlangsungnya serah terima tugas.

Di tengah suasana tersebut, Kepala Distrik Kiwirok, Abdeus Tepmul, mewakili masyarakat dari 12 kampung menyampaikan ucapan terima kasih kepada personel yang selama kurang lebih delapan bulan telah berada dan menjalankan tugas bersama masyarakat. Penyampaian tersebut disampaikan pada Senin (7/9/2026).

“Atas nama masyarakat dari 12 kampung, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak dan seluruh rombongan Satgas Ops Damai Cartenz-2026 yang selama kurang lebih delapan bulan telah bersama-sama dengan kami. Selama berada di sini, Bapak dan seluruh personel telah memberikan perhatian, menjaga serta membangun kebersamaan yang luar biasa dengan masyarakat,” ujar Abdeus.

Bagi masyarakat Kiwirok, pertemuan tersebut bukan sekadar kegiatan makan bersama. Setelah berbulan-bulan bertemu dan berinteraksi, suasana pisah sambut membuat hubungan yang terbangun terasa semakin dekat. Percakapan ringan, saling menyapa, dan menikmati makanan dalam satu tempat menjadi bagian dari momen yang menghangatkan suasana.

Abdeus mengatakan, kebersamaan selama delapan bulan telah membuat hubungan antara masyarakat dan personel Satgas terasa lebih dekat. Menurutnya, interaksi yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari telah menumbuhkan rasa saling mengenal dan kepercayaan.

“Bagi kami, kebersamaan selama delapan bulan ini bukan hanya sekadar tugas, tetapi telah menjadi sebuah hubungan kekeluargaan yang akan selalu kami kenang. Kami juga memohon maaf apabila selama kebersamaan terdapat kesalahan, kekurangan, maupun hal-hal yang kurang berkenan, baik dalam perkataan maupun perbuatan,” katanya.

Ia berharap hubungan baik yang telah terbentuk tetap terjaga dalam pelaksanaan pisah sambut personel Satgas. Abdeus juga menyampaikan apresiasi kepada personel lama atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan selama menjalankan tugas, serta menyambut personel baru yang akan melanjutkan pengabdian di Kiwirok.

“Kami berharap kebersamaan dan hubungan baik yang telah dibangun selama ini dapat terus dilanjutkan. Kepada personel yang akan melanjutkan tugas di tempat lain, kami mengucapkan terima kasih atas segala perhatian, bantuan dan kebersamaan yang telah diberikan. Kepada personel yang baru, kami menyampaikan selamat datang dan berharap dapat terus bersama-sama menjaga keamanan serta kedamaian di Kiwirok,” tuturnya.

Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Irjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., menyampaikan terima kasih atas penerimaan masyarakat Kiwirok selama personel menjalankan tugas.

“Selama berada di Kiwirok, kami tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga berusaha membangun komunikasi dan hubungan yang baik dengan masyarakat. Kami berterima kasih karena masyarakat telah menerima dan mendukung personel kami selama menjalankan tugas di sini,” ujar Kaops Damai Cartenz-2026.

Menurutnya, kegiatan pisah sambut menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan tugas dan hubungan baik antara personel Satgas dengan masyarakat. Pergantian personel diharapkan tidak mengurangi komunikasi serta kerja sama yang telah terbangun.

“Pesan kami kepada masyarakat Kiwirok dan 12 kampung, tetap jaga persaudaraan, keamanan dan kedamaian. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah hubungan antarmasyarakat. Kami berharap hubungan baik yang sudah terbangun dapat terus dijaga dan dilanjutkan bersama personel yang baru,” tegasnya.

Wakil Kepala Operasi Damai Cartenz-2026, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., mengatakan kebersamaan selama delapan bulan menjadi pengalaman berharga bagi personel yang bertugas di Kiwirok.

“Delapan bulan merupakan waktu yang cukup panjang untuk membangun komunikasi dan kedekatan dengan masyarakat. Kami sangat menghargai sambutan, dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan masyarakat kepada personel Ops Damai Cartenz-2026. Hubungan seperti ini menjadi modal penting untuk menjaga keamanan secara bersama-sama,” ujar Wakaops Damai Cartenz-2026.

Momen makan bersama dan pisah sambut tersebut menjadi penanda berakhirnya satu rangkaian penugasan bagi sebagian personel sekaligus dimulainya tugas bagi personel yang baru. Namun, bagi masyarakat Kiwirok, delapan bulan kebersamaan telah meninggalkan cerita tentang pertemuan, komunikasi, saling membantu, dan hubungan kekeluargaan yang diharapkan tetap terjaga.

Pisah sambut personel boleh mengubah siapa yang bertugas di lapangan, tetapi hubungan baik yang telah dibangun bersama masyarakat diharapkan tetap menjadi bagian dari perjalanan Satgas Kepolisian Operasi Damai Cartenz-2026 dalam menjaga keamanan dan kedamaian di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Polantas Temukan 313 Butir Diduga Ekstasi di Bima Karena Curiga Gerak Gerik Pengendara

MATARAM, NTB – Maspolin.id|| Kecurigaan personel Satuan Lalu Lintas Polres Bima Kota terhadap gerak-gerik sejumlah pengendara berujung pada penemuan ratusan butir yang diduga ekstasi. Sebanyak 313 butir diduga ekstasi ditemukan dari sebuah tas yang disimpan di bagasi sepeda motor.

Penemuan tersebut terjadi saat personel Satlantas Polres Bima Kota melakukan pengaturan lalu lintas di simpang empat Pasar Raya Bima, Rabu (09/09/2026).

Kapolres Bima Kota AKBP Mubiarto dalam keterangan tertulis yang diterima di Mataram, Rabu, membenarkan adanya penindakan terhadap pengendara tersebut.

“Benar, ada dua unit kendaraan dengan empat orang pengendara yang kami amankan,” katanya.

Berawal dari kecurigaan terhadap gerak-gerik pengendara, personel kemudian meminta mereka menepi untuk dilakukan pemeriksaan. Saat pemeriksaan, polisi menemukan sebuah tas yang tersimpan di bagasi salah satu sepeda motor.

“Jadi, awalnya personel kami ini curiga dengan gerak-gerik pengendara. Setelah diminta menepi dan diperiksa, barang bukti diamankan dalam tas yang tersimpan di bagasi kendaraan,” ujarnya.

Petugas kemudian memeriksa isi tas tersebut. Di dalamnya ditemukan plastik hitam dan bekas kemasan teh yang berisi ratusan butir yang diduga narkotika jenis ekstasi.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, barang tersebut diduga berjumlah 313 butir ekstasi,” katanya.

Polisi selanjutnya mengamankan dua sepeda motor yang digunakan para pengendara.

Empat orang yang berada di dalam kendaraan tersebut bersama barang bukti kemudian diserahkan kepada Satuan Reserse Narkoba Polres Bima Kota untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

“Seluruhnya kini diserahkan kepada Satresnarkoba Polres Bima Kota untuk dilakukan pemeriksaan dan proses hukum lebih lanjut,” katanya.

Mubiarto mengatakan, pemeriksaan lebih lanjut masih diperlukan untuk mendalami temuan tersebut, termasuk mengetahui peran dan keterlibatan empat orang yang diamankan.

Menurutnya, kegiatan pengaturan lalu lintas yang dilakukan personel di lapangan tidak hanya bertujuan menjaga kelancaran dan keselamatan pengguna jalan.

Kehadiran polisi juga dapat membantu menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.

“Temuan ini menunjukkan bahwa kehadiran personel di lapangan melalui kegiatan rutin dapat menjadi langkah preventif sekaligus mendukung upaya pemberantasan peredaran narkotika,” ujarnya.

Penemuan ratusan butir yang diduga ekstasi tersebut kini ditangani Satresnarkoba Polres Bima Kota untuk memastikan jenis barang bukti, asal-usul, serta kemungkinan keterlibatan pihak lain dalam peredarannya. (Ad/hn/rs)

 

Humas Polda NTB

red/mpl/sss

5 Wartawan dan 3 Kru Kapal yang Hilang Kontak di Selat Sunda, Polda Lampung Perkuat Pencarian

POLDA LAMPUNG – Maspolin.id|| Kepolisian memperkuat operasi pencarian terhadap delapan orang yang dilaporkan hilang kontak saat berlayar dari Pantai Carita, Kabupaten Pandeglang, Banten, menuju kawasan Gunung Anak Krakatau (GAK), Selat Sunda.

Delapan orang tersebut terdiri dari lima wartawan dan tiga kru kapal. Mereka sebelumnya berangkat menggunakan speedboat untuk mengambil dokumentasi aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Memasuki hari kedua pencarian, Rabu (9/9/2026), personel Kepolisian dari KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang bersama dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri serta Basarnas Lampung diterjunkan dalam operasi SAR gabungan.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Isawandari Yuyun mengatakan, kepolisian bersama unsur terkait terus melakukan pencarian dengan mengedepankan keselamatan personel dan efektivitas penyisiran wilayah perairan.

“Polri bersama Basarnas dan unsur terkait terus melakukan upaya pencarian. Personel dan sarana yang ada kami siagakan untuk mendukung operasi SAR ini,” ujar Yuni, Rabu (9/9/2026).

Dirpolairud Polda Lampung Kombes Pol Erick Sartani Marbun menambahkan, pihaknya telah mengerahkan personel dan kapal patroli untuk memperluas penyisiran di sejumlah titik yang diperkirakan menjadi jalur pelayaran speedboat tersebut.

“Kami terus memperluas area pencarian dengan memperhatikan kondisi cuaca, arus, serta titik terakhir komunikasi. Seluruh personel di lapangan kami minta tetap mengutamakan keselamatan dan melaporkan setiap perkembangan secara berkala,” kata Erick.

Berdasarkan informasi awal, rombongan bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.

Salah satu jurnalis sempat mengirimkan titik lokasi terakhir sekitar pukul 14.42 WIB. Namun, komunikasi dengan rombongan kemudian terputus sekitar pukul 15.04 WIB.

Sejak saat itu, keberadaan mereka belum diketahui. Tim SAR kemudian melakukan pencarian berdasarkan titik komunikasi dan lokasi terakhir yang diketahui.

Lima wartawan yang telah teridentifikasi yakni M. Bagus Khoirunnas dari Antara, Ari Basuki dari Merdeka, Yudhis dari iNews, Daus dari Anadolu, serta Donal yang merupakan jurnalis freelance.

Selain kelima wartawan tersebut, terdapat tiga kru kapal yang juga berada dalam speedboat.

Yuni mengatakan, pihak kepolisian terus berkoordinasi dengan Basarnas dan seluruh unsur yang terlibat agar wilayah pencarian dapat disisir secara maksimal.

“Koordinasi dan sinergi terus dilakukan. Fokus kami saat ini adalah menemukan dan memberikan pertolongan kepada seluruh korban yang masih dalam pencarian,” katanya.

Pada Rabu pagi, operasi SAR memasuki hari kedua. Apel kesiapan penebalan operasi SAR gabungan dipimpin Kasi Operasi Basarnas Lampung Agus Mujiono.

Tim kemudian disiapkan untuk menyisir sejumlah wilayah perairan yang dinilai menjadi bagian dari jalur atau lokasi yang berkaitan dengan keberadaan rombongan.

Pencarian meliputi perairan Pulau Legundi, perairan Pulau Sebesi hingga kawasan perairan Gunung Anak Krakatau.

Dari unsur kepolisian, dua personel KP.XXV-1001 dan KP.XXV-2009 Pelabuhan Panjang serta dua personel KP HAYABUSA 3008 Ditpolairud Baharkam Polri turut dilibatkan.

Sementara Basarnas Lampung menurunkan empat personel dalam operasi tersebut.

“Kami berharap seluruh proses pencarian berjalan lancar dan rombongan dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. Seluruh unsur di lapangan akan terus bekerja sesuai tugas dan kewenangannya,” tutur Yuni.

Yuni juga mengimbau masyarakat maupun pihak-pihak yang memiliki informasi mengenai keberadaan rombongan untuk segera menyampaikannya kepada petugas.

“Kami mengajak semua pihak untuk membantu memberikan informasi sekecil apa pun yang dapat mendukung proses pencarian,” ujarnya.

Operasi pencarian masih berlangsung dengan menyisir wilayah perairan menggunakan sarana yang telah disiapkan. Polisi bersama Basarnas dan unsur SAR lainnya akan terus melakukan pemantauan hingga keberadaan delapan orang tersebut berhasil ditemukan.

 

Humas Polda Lampung

red/mpl/sss

Pemerintah Perkuat Kesiapan Hadapi El Nino dan Pantau Dampak Erupsi Gunung Berapi

Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto usai rapat terbatas rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto, Senin, 7 September 2026. (Foto: BPMI Setpres)

ISTANA MERDEKA – Maspolin.id|| Pemerintah memperkuat kesiapan menghadapi potensi fenomena El Nino sekaligus terus memantau dampak erupsi sejumlah gunung berapi terhadap aktivitas masyarakat dan perekonomian. Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto bersama jajarannya di Istana Merdeka, Jakarta, Senin, 7 September 2026.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa pemerintah membahas kesiapan menghadapi El Nino serta berbagai program bantuan yang disiapkan untuk masyarakat. Pembahasan tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah potensi dampak kondisi iklim.

“Tadi kita bahas terkait dengan kesiapan untuk menghadapi El Nino dan antara lain juga terkait dengan program-program bantuan yang disiapkan untuk tahun ini,” ujar Airlangga dalam keterangannya.

Airlangga menyebut, salah satu bantuan yang turut dibahas yakni bantuan pangan berupa beras. Airlangga menyampaikan bahwa penyaluran bantuan beras yang telah berjalan hingga September akan dilanjutkan pada tiga bulan berikutnya sesuai arahan Presiden Prabowo.

“Termasuk bantuan beras yang sampai dengan bulan September itu 30 kg dan arahan Bapak Presiden itu untuk dilanjutkan di bulan selanjutnya yaitu Oktober, November, dan Desember,” kata Airlangga.

Di sisi lain, pemerintah juga terus memonitor dampak bencana erupsi gunung berapi terhadap kondisi perekonomian di daerah terdampak. Pemantauan dilakukan untuk mengidentifikasi sektor-sektor yang mengalami gangguan serta memastikan langkah penanganan dapat disesuaikan dengan perkembangan di lapangan.

“Ya pertama tentu di daerah yang terdampak pasti terjadi kontraksi, dan kami masih monitor program-program apa yang terkena di berbagai provinsi tersebut,” jelas Airlangga.

Pemerintah juga mencermati dampak dari aktivitas erupsi sejumlah gunung berapi terhadap mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. Airlangga menyebut pemantauan dilakukan terhadap dampak letusan beberapa gunung di Indonesia, khususnya terhadap aktivitas masyarakat di wilayah terdampak.

“Sekarang juga kami sedang monitor akibat daripada letusan 5-6 gunung di Indonesia ini. Terutama untuk aktivitas masyarakat yang sangat berkurang,” lanjutnya.

Selain aktivitas masyarakat, gangguan akibat bencana juga berpotensi memengaruhi sektor logistik. Pemerintah mencermati kondisi tersebut, termasuk dampaknya terhadap sektor penerbangan yang memiliki keterkaitan dengan pengangkutan kargo.

“Logistik sudah pasti di sektor penerbangan sudah terjadi gangguan. Karena sektor penerbangan juga ada kaitannya dengan kargo,” ungkap Airlangga.

Lebih lanjut, Airlangga menyampaikan bahwa pemerintah masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan gangguan tersebut, termasuk memperkirakan berapa lama penutupan atau pembatasan pada sektor penerbangan perlu dilakukan.

“Kita masih monitor berapa lama ini harus ditutup,” pungkas Airlangga.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah berupaya menjaga keseimbangan antara penanganan dampak bencana, perlindungan masyarakat, serta keberlangsungan aktivitas ekonomi dan distribusi kebutuhan pokok di berbagai daerah. (BPMI SETPRES)

red/mpl/sc

Erupsi Gunung Anak Krakatau Berakhir

Gambar istimewa

JAKARTA (ANTARA) – Maspolin.id|| Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah berakhir setelah berlangsung selama 25 jam.

Kepala Badan Geologi Lana Saria dalam laporan evaluasi perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang diterima di Jakarta, Senin, menyampaikan episode erupsi menerus yang dimulai sejak Jumat (4/9) pukul 23.07 WIB resmi berakhir pada Minggu (6/9) pukul 00.04 WIB.

“Pasca-berakhirnya episode tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau bertransisi kembali ke karakteristik erupsi strombolian yang ditandai dengan perekaman tiga kali gempa letusan/erupsi strombolian,” kata Lana.

Badan Geologi menginterpretasikan kembalinya erupsi strombolian ini sebagai penanda berakhirnya fase letusan terus menerus berdurasi panjang. Kendati demikian tingkat probabilitas terjadinya letusan susulan pada periode berikutnya dinilai masih tinggi.

Berdasarkan pengamatan instrumental periode 6-7 September 2026, Badan Geologi mencatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, 98 kali gempa hybrid/fase banyak, empat kali gempa tremor menerus, dan satu kali gempa vulkanik dangkal.

Grafik perataan amplitudo RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) yang sempat melonjak pada 5 September 2026 kini menunjukkan tren penurunan sejak 6 September 2026.

Sementara itu data deformasi tiltmeter Stasiun Tanjung mencatat indikasi inflasi tipis sejak awal Agustus 2026 dan Stasiun Lava93 menunjukkan pola konstan.

Atas evaluasi menyeluruh tersebut, Badan Geologi masih menetapkan tingkat aktivitas Gunung Anak Krakatau berada pada Level III (Siaga).

Menurut Lana, pihaknya merekomendasikan masyarakat, wisatawan, maupun pendaki, untuk tidak mendekati atau beraktivitas dalam radius bahaya tiga kilometer dari kawah aktif guna menghindari ancaman lontaran batu pijar, awan panas, aliran lava, dan hujan abu lebat.

Selain itu warga pesisir Provinsi Banten dan Lampung diimbau tetap tenang, tidak mempercayai isu hoaks terkait potensi tsunami akibat erupsi, serta dianjurkan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan untuk mengantisipasi gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah

 

antara

red/mpl/sc

6 TSK Diamankan, Bareskrim Polri Bongkar Praktik Live Streaming Pornografi di TikTok dan Tevi

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Adex Yudiswan

BARESKRIM POLRI – Maspolin.id|| Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri membongkar praktik siaran langsung bermuatan pornografi melalui aplikasi TikTok dan Tevi selama periode Juni 2026. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan enam orang tersangka yang diduga menjalankan aksi live streaming pornografi untuk memperoleh keuntungan dari penonton.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol. Adex Yudiswan mengatakan, pengungkapan dilakukan terhadap dua perkara berbeda dengan modus yang relatif serupa. Para pelaku memanfaatkan fitur siaran langsung di media sosial untuk menarik penonton, kemudian mengarahkan mereka ke aplikasi Tevi untuk mendapatkan tayangan yang lebih vulgar.

“Dalam menjalankan aksinya, RA berperan sebagai talent, sedangkan RY bertindak sebagai host. Keduanya melakukan siaran langsung melalui fitur Pertarungan Koin (PK) untuk meningkatkan jumlah penonton dan interaksi,” kata Adex dalam keterangannya, Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Dalam perkara pertama, polisi mengamankan tiga tersangka berinisial RA (20), RY (26), dan MK (21) di wilayah Bandung hingga Cianjur. RA berperan sebagai talent, sementara RY menjadi host yang mengarahkan jalannya siaran.

Adex menjelaskan, dalam siaran tersebut RA sengaja dibuat kalah dalam fitur Pertarungan Koin sehingga melakukan aksi membuka dan menutup pakaian. Sementara itu, RY mengarahkan penonton untuk memberikan tap-tap layar hingga mencapai target sekitar 5K-10K.

“RY kemudian mengarahkan penonton untuk berpindah ke aplikasi Tevi, dengan menawarkan tayangan lanjutan yang lebih vulgar dari RA. Penonton yang ingin mengikuti siaran lanjutan diwajibkan memiliki deposit dan membeli Star atau Bintang sebagai akses menonton, dengan nilai sekitar Rp5.000,” ujarnya.

Selain melalui pembelian Star atau Bintang, para pelaku juga memperoleh keuntungan melalui transfer langsung ke akun DANA dengan nominal sekitar Rp1.000 hingga Rp2.000 per transaksi. Dari rangkaian aktivitas tersebut, para pelaku menargetkan memperoleh imbalan sekitar Rp200 ribu hingga Rp300 ribu dari penonton.

“Pada siaran lanjutan di aplikasi Tevi, RA diduga menampilkan konten seksual secara eksplisit. Dalam pelaksanaannya, RA juga dibantu oleh MK untuk melakukan siaran tersebut,” jelas Adex.

Dalam perkara kedua, Bareskrim Polri juga membongkar praktik live streaming bermuatan pornografi di wilayah Lampung, Yogyakarta, dan Jawa Barat. Dalam pengungkapan ini, tiga orang diamankan, yakni PA (31), DI (36), dan SS (25).

“Dalam aktivitas tersebut, talent melakukan adegan asusila dengan memamerkan atau mempertontonkan area intim kepada penonton. Selanjutnya, host mengarahkan penonton untuk memberikan donasi, sawer, atau gift dengan target nominal sekitar Rp250 ribu sampai dengan Rp400 ribu,” kata Adex.

Setelah target donasi terpenuhi, talent kemudian diarahkan untuk berpindah ke aplikasi Tevi. Di platform tersebut, pelaku kembali melakukan siaran bermuatan asusila yang dinilai lebih leluasa karena tidak terkena pemblokiran atau banned.

“Apabila target tersebut terpenuhi, talent akan berpindah ke aplikasi Tevi, di mana pada aplikasi tersebut talent dapat melakukan live asusila tanpa di-banned oleh platform Tevi,” tambahnya.

Atas perbuatannya, keenam tersangka diduga melakukan tindak pidana terkait pembuatan, penyebarluasan, penyiaran, penawaran, atau penyediaan pornografi serta penyertaan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 407 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana juncto Pasal 20 huruf C Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Bareskrim Polri menegaskan penindakan tersebut merupakan bagian dari upaya kepolisian dalam memberantas penyalahgunaan ruang digital, khususnya praktik penyebarluasan konten pornografi yang dilakukan untuk memperoleh keuntungan ekonomi.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/nn

Jangan Lewatkan

Kepolisian Udara Polri Perkuat Dukungan Kemanusiaan dalam Operasi Damai Cartenz 2026

JAKARTA – Maspolin.id|| Direktorat Kepolisian Udara Korpolairud Baharkam Polri terus memberikan dukungan penerbangan dalam pelaksanaan Operasi Damai Cartenz-2026 di wilayah Papua Tengah. Dukungan tersebut...
Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.