Kapolri Takziah ke Rumah Duka Korban Penyiraman Air Keras di Tambun Bekasi

Bekasi, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo melaksanakan kunjungan takziah ke kediaman almarhum Tri Wibowo di Perumahan Bumi Sani Permai, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Senin (27/4/2026) malam. Kunjungan tersebut merupakan bentuk empati dan perhatian terhadap korban tindak pidana penganiayaan berat yang terjadi di wilayah tersebut.

Almarhum Tri Wibowo diketahui merupakan korban penganiayaan menggunakan air keras. Dalam kunjungan tersebut, Kapolri didampingi oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suhaeri, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, Kapolres Metro Bekasi Kombes Pol. Sumarni, serta jajaran pejabat utama Mabes Polri dan Polda Metro Jaya.

Setibanya di lokasi, Kapolri beserta rombongan disambut keluarga korban dan melakukan dialog dengan istri almarhum, Eni Racmawati. Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyampaikan belasungkawa secara langsung serta memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.

Kunjungan ini juga menjadi wujud komitmen Polri dalam mengawal penanganan kasus penganiayaan berat hingga tuntas. Perkara tersebut ditangani sesuai ketentuan Pasal 469 dan/atau Pasal 470 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Melalui kunjungan ini, diharapkan keluarga korban memperoleh kekuatan, sekaligus menegaskan kehadiran negara melalui Polri dalam memberikan rasa keadilan bagi masyarakat.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Polisi Prioritaskan Evakuasi Korban pada Kecelakaan Kereta Api

Bekasi, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Kepolisian membenarkan terjadinya kecelakaan yang melibatkan Kereta Rel Listrik (KRL) dengan kereta api jarak jauh Argo Bromo Anggrek di kawasan Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.50 WIB.

Kepala Bagian Pembinaan Operasional Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kompol Robby Hefados, menjelaskan bahwa insiden tersebut saat ini masih dalam penanganan oleh personel Satlantas Polres Metro Bekasi Kota bersama Ditlantas Polda Metro Jaya.

“Telah terjadi kecelakaan yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek rute Gambir–Surabaya dengan KRL di kawasan Bekasi Timur. Saat ini masih dalam proses penanganan oleh petugas di lapangan,” ujarnya.

Akibat kejadian tersebut, jalur kereta untuk sementara waktu belum dapat dilintasi. Selain itu, kondisi lalu lintas di sekitar lokasi kejadian terpantau padat seiring dengan proses penanganan dan evakuasi korban.

Petugas kepolisian melakukan pengaturan arus lalu lintas dengan memprioritaskan akses bagi kendaraan ambulans yang menuju lokasi kejadian maupun yang membawa korban ke rumah sakit rujukan terdekat.

“Kami memprioritaskan perlintasan ambulans agar proses evakuasi korban dapat berjalan lancar,” jelas Kompol Robby.

Terkait kronologi lengkap kejadian, pihak kepolisian menyampaikan masih melakukan pendalaman. Informasi sementara menyebutkan bahwa KRL tengah berhenti di jalur 1 menuju arah Cikarang, sebelum kemudian tertabrak oleh kereta jarak jauh yang melintas pada jalur yang sama.

Akibat kecelakaan tersebut, sejumlah penumpang dilaporkan mengalami luka-luka. Hingga sekitar pukul 21.50 WIB, proses evakuasi masih terus dilakukan oleh petugas gabungan bersama masyarakat di lokasi kejadian.

Salah seorang penumpang selamat, Heri, menyampaikan bahwa benturan terjadi secara tiba-tiba dan menyebabkan bagian belakang rangkaian KRL mengalami kerusakan.

“Bagian belakang kereta rusak dan kami langsung dievakuasi oleh petugas,” ujarnya.

Kepolisian memastikan penanganan dilakukan secara maksimal, meliputi pengamanan lokasi, evakuasi korban, serta pengaturan lalu lintas guna mendukung kelancaran proses penanganan di lapangan.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

RS Polri Kramat Jati Terima 10 Kantong Jenazah Korban Kecelakaan Kereta, 7 Keluarga Korban Melapor

JAKARTA – Maspolin.id|| Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, menerima 10 kantong jenazah korban kecelakaan antara Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line dan kereta api jarak jauh yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur.

Kepala RS Polri Kramat Jati, Brigjen Pol. Prima Heru Yulihartono, menyampaikan bahwa hingga Selasa (28/4/2026), proses identifikasi terhadap para korban masih terus berlangsung.

“Sejak pukul 03.00 WIB, RS Bhayangkara Tingkat I Pusdokkes Polri telah menerima 10 kantong jenazah,” ujarnya kepada wartawan.

Ia menjelaskan, seluruh kantong jenazah yang diterima berisi korban berjenis kelamin perempuan. Hingga saat ini, tercatat sebanyak tujuh keluarga telah melaporkan kehilangan anggota keluarganya ke posko yang disediakan di RS Polri Kramat Jati.

“Seluruh kantong jenazah berisi korban perempuan, dan sejauh ini sudah ada tujuh keluarga yang melapor ke posko,” jelasnya.

Dalam proses identifikasi, RS Polri bekerja sama dengan tim identifikasi dari Polda Metro Jaya, Polres jajaran, serta Mabes Polri. Proses tersebut melibatkan pencocokan data ante mortem dan post mortem untuk memastikan identitas korban secara akurat.

“Nantinya akan dilakukan rekonsiliasi antara data ante mortem dan post mortem guna memastikan identitas korban,” tambahnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya agar segera melapor ke posko ante mortem yang telah disediakan di RS Polri Kramat Jati, guna mempercepat proses identifikasi.

“Kami mengimbau kepada keluarga yang belum melapor agar segera datang ke posko ante mortem di RS Polri Kramat Jati,” tutupnya.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/sss

DKI Raih Penghargaan Penyelenggara Pemerintahan Daerah Terbaik 2025

(Foto: Andri Widiyanto)

JAKARTA – Maspolin.id|| Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI, menobatkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai Penyelenggara Pemerintah Daerah tingkat Provinsi terbaik 2025.

Penobatan itu direalisasikan dalam bentuk penghargaan yang diberikan langsung Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya kepada Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno, Senin (27/4) di Plaza Kemendagri Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat.

“Ini adalah hasil kerja yang luar biasa,”

Selain Pemprov DKI Jakarta, penghargaan serupa juga diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat di urutan kedua, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) peringat ketiga, Jawa Timur dan Kalimantan Selatan di posisi empat dan lima terbaik dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah tingkat provinsi 2025 Kemendagri RI.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengaku bangga terhadap penghargaan yang diraih. Perolehan skor 3,672 dari hasil evaluasi dan menjadikan Provinsi DKI Jakarta sebagai pemerintah daerah yang terbaik menurutnya merupakan capaian yang luar biasa.

“Ini adalah hasil kerja yang luar biasa periode kami dengan Pak Gubernur Pramono Anung. Alhamdulillah didukung dengan semua OPD,” katanya.

Diakui Rano, capaian ini tidak lepas dari peran serta seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) mulai tingkat provinsi hingga kelurahan yang telah bekerja dengan baik. Penghargaan ini merupakan kedua kali berturut-turut diraih Pemprov DKI Jakarta.

Diharapkan Rano capaian prestasi ini tidak membuat semua pihak cepat puas. Namun, harus jadi pemacu untuk terus menjaga kinerja dan memberikan yang terbaik melakukan pelayanan pada masyarakat.

“Kita bisa mempertahankan prestasi ini dan tahun-tahun berikutnya harus kita pertahankan,” tegasnya.

Wamendagri RI, Bima Arya mengakui menjadi kepala daerah saat ini tidak mudah, lantaran harus menghadapi sejumlah tantangan seperti tuntutan warga, mengawal program prioritas nasional dan tantangan global.

Namun, Ia optimistis kepala daerah yang baik seperti para penerima penghargaan ini berani dan mampu menghadapi berbagai tantangan tersebut.

“Kepala daerah yang hadir hari ini menunjukkan di balik retorika, ada angka-angka yang memiliki makna. Angka-angka terkait kinerja pemerintahan, pertumbuhan ekonomi, kemiskinan, pengangguran terbuka dan angka lainnya yang manfaatnya dirasakan langsung masyarakat,” tandasnya.

 

Pemprov DKI

bjak/mpl/ma

Polisi Gerebek Titik Peredaran Sabu di Tanah Abang

Gambar Ilustrasi

JAKARTA – Maspolin.id|| Kepolisian Resor Metropolitan Jakarta Pusat melakukan penggerebekan terhadap lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran narkotika jenis sabu di kawasan Jati Bunder, Kebon Melati, Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Minggu (27/4/2026). Dalam operasi tersebut, polisi mengamankan lima orang terduga pelaku beserta sejumlah barang bukti.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold E.P. Hutagalung menyampaikan bahwa pengungkapan ini merupakan tindak lanjut cepat atas informasi masyarakat yang viral di media sosial Instagram dan TikTok. Pihak kepolisian langsung bergerak untuk menindaklanjuti dugaan aktivitas peredaran narkoba di lokasi tersebut.

“Tim langsung bergerak melakukan penyelidikan hingga akhirnya berhasil melakukan penindakan,” kata Reynold pada Senin (27/4/2026).

Sebelum penggerebekan dilakukan, petugas terlebih dahulu melakukan pemantauan dan observasi intensif di area yang diduga menjadi tempat transaksi serta penyalahgunaan narkotika. Dari hasil operasi tersebut, lima orang berinisial BS, AS, RS, BHP, dan HB berhasil diamankan.

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa 11 paket sabu dengan berat bruto 18,57 gram, 14 alat hisap, 12 cangklong, puluhan korek api modifikasi, serta beberapa botol yang diduga digunakan untuk mengonsumsi sabu.

“Barang bukti yang kami amankan mengindikasikan kuat bahwa lokasi tersebut menjadi tempat penyalahgunaan sekaligus peredaran narkoba,” ujar Reynold.

Kasat Resnarkoba Polres Metro Jakarta Pusat AKBP Wisnu Setiyawan Kuncoro menambahkan bahwa pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap jaringan yang lebih luas.

“Kami tidak berhenti sampai di sini. Saat ini masih dilakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain, termasuk pemasok barang haram tersebut,” kata dia.

Saat ini para terduga pelaku telah dibawa ke Polres Metro Jakarta Pusat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga telah melakukan tes urine serta mengirim barang bukti ke laboratorium untuk diuji. Apabila terbukti, para pelaku akan dijerat Pasal 127 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

 

Humas PMJ

bjak/mpl/ay

Tim Elit Basarnas Dikerahkan pada Kecelakaan KA di Bekasi

Gambar ilustrasi

Bekasi, JAWA BARAT – Maspolin.id|| Basarnas mengerahkan personel elit Basarnas Special Group (BSG) untuk menangani kecelakaan kereta yang melibatkan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin malam.

Direktur Kesiapsiagaan Basarnas Noer Isroedin saat dihubungi di Jakarta, Senin malam, mengonfirmasi bahwa tim khusus tersebut sudah bergerak menuju lokasi untuk memperkuat tim dari Kantor SAR Jakarta dan Pos SAR Bekasi.

“Ya, personel Basarnas Special Group menuju lokasi mendampingi personel dari Kantor SAR Jakarta dan Pos SAR Bekasi,” kata dia.

Noer memastikan tim SAR yang dikerahkan merupakan personel terlatih dengan kualifikasi khusus dan dibekali peralatan lengkap untuk melakukan ekstraksi pada kecelakaan transportasi darat.

“Kami belum menerima laporan final mengenai jumlah total korban secara rinci, namun tim di lapangan terus berupaya melakukan yang terbaik dengan berkoordinasi bersama pihak PT KAI,” katanya.

Adapun berdasarkan informasi awal yang diterima kecelakaan terjadi pada pukul 20.55 WIB. Kereta dilaporkan mengalami tabrakan adu kepala atau head to head dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).

Hingga berita ini diturunkan, laporan sementara mencatat adanya sejumlah korban dalam insiden tersebut.

Berdasarkan data awal, terdapat empat orang korban dengan rincian satu orang petugas kebersihan (cleaning service) dan tiga orang penumpang dalam kondisi terjepit material kereta.

Selain itu, dilaporkan adanya dua kru dan empat orang lainnya dalam status meninggal dunia (MD), namun data ini masih terus diperbarui. Informasi terbaru masih menunggu konfirmasi lanjutan dari Basarnas dan KAI.

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi

 

Antara

red/mpl/sc

Kasus Ladang Ganja 20 Hektare di Empat Lawang, Polda Sumsel Buru 4 DPO

PALEMBANG, SUMSEL – Maspolin.id|| Polda Sumatera Selatan (Sumsel) masih melakukan pengejaran terhadap empat orang tersangka yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) terkait kasus ladang ganja seluas 20 hektare di Desa Batu Jungul, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel Kombes Pol Yulian Perdana menyampaikan bahwa keempat DPO tersebut merupakan bagian dari jaringan peredaran ganja yang beroperasi lintas wilayah. Hal itu disampaikannya di Palembang, Senin (27/04/2026).

“Empat pelaku lain yang terlibat saat ini masih dalam pengejaran. Kami terus melakukan pengembangan untuk mengungkap seluruh jaringan,” katanya.

Kasus ini terungkap melalui operasi gabungan pada 24 April 2026 yang berhasil menemukan ladang ganja aktif sekaligus mengamankan 220 kilogram ganja kering siap edar sebagai barang bukti.

Sebelumnya, polisi telah menangkap tersangka utama berinisial PD alias Pinhar di kawasan Jalan Gubernur H. Bastari, Palembang, yang diduga sebagai pengendali jaringan tersebut.

Dari hasil penyidikan, tersangka diketahui mengelola seluruh proses mulai dari penanaman hingga distribusi ganja ke beberapa wilayah, termasuk Empat Lawang, Palembang, hingga Pulau Jawa sejak tahun 2024.

Selain ganja dalam jumlah besar, polisi juga mengamankan empat unit sepeda motor serta dokumen kepemilikan lahan dan peta lokasi ladang ganja.

Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi menegaskan pihaknya akan terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku yang masih buron serta meningkatkan pengawasan di wilayah rawan.

“Kami berkomitmen menuntaskan kasus ini hingga seluruh pelaku tertangkap, sekaligus mencegah aktivitas serupa kembali terjadi,” ujarnya.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya menambahkan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari upaya memutus rantai peredaran narkotika dari hulu ke hilir.

Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar berperan aktif melaporkan aktivitas mencurigakan guna mendukung pemberantasan narkotika di Sumatera Selatan.

Atas perbuatannya, tersangka utama dijerat Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

 

Humas Polda Sumsel

red/mpl/nn

“Asosiasi Bingung, Negara Ngotot: Kisah Runtuhnya Industri Vape dalam Semalam”

Oleh: S Stanley Sumampouw

“Negara rusak karena ngototnya pejabat menerapkan peraturan yang tidak masuk akal”

Imajiner 1.

Pak Banu bangun pagi dengan malas dan ogah-ogahan berangkat kerja.
Tadi malam baru saja berlaku pelarangan vape dan produk turunannya. Meskipun ada peringatan dari pemerintah dan waktu yang cukup longgar diberikan untuk berlakunya pelarangan, tetap saja rasa pahit dan aroma penghianatan pemerintah, cukup terasa.

Sekarang pak Banu sudah sampai ditempat kerjanya. Dari tempat parkir, dia menatap toko vape dua lantai didepan matanya. Lantai pertama dipergunakan untuk show room penjualan ritel. Sedangkan lantai dua dipergunakan untuk gudang penempatan stok.

Tangannya dengan malas membuka pintu teralis tokonya. Karyawan sudah diliburkan alias dalam proses pemecatan. Dan hanya akan masuk kerja jika ada panggilan dari pak Banu untuk beres-beres toko gudang.

Setelah masuk kedalam toko, ditatapnya berbagai produk vape dan liquid yang entah harus diapakan. Usaha yang tiba-tiba berhenti atau terpaksa dihentikan paksa oleh pemerintah, tidak disertai dengan regulasi bantuan yang jelas. Orang dipaksa bangkrut tanpa penggantian modal usaha yang diperjuangkan belasan tahun dengan air mata, keringat dan darah.

Asosiasi vape.

Sejauh ini asosiasi vape bisa di bagi dalam beberapa kategori. Asosiasi untuk penjualan ritel atau toko. Asosiasi produsen vape, baik alat dan liquidnya. Lalu ada asosiasi pengusaha vape.

Entah apa arti asosiasi-asosiasi tersebut jika tidak bisa melindungi usaha para anggotanya. Selain melindungi, sudah seharusnya asosiasi juga menjadi tempat “berteriak” para anggotanya.

Dalam kasus ini, terlihat para asosiasi gamang dan gagal paham pada situasi dan kondisi yang terjadi. Tidak ada langkah yang berarti hingga hari ini yang dilakukan. Mereka saling tunggu dan berharap kawan asosiasi yang lain punya langkah terbaik untuk menyelamatkan mereka semua dari situasi genting saat ini.
Mereka gagal paham dan tetap pada kursi empuknya di kantor asosiasi sementara dunia sekitar akan runtuh dan mengubur mereka.

Mereka lupa, bahwa Pahlawan itu lahir disaat kritis bukan disaat damai.

BNN.

Langkah “ngotot” BNN memasukkan dalam undang-undang produk yang bukan narkoba untuk di larang sangat mengherankan dan patut dipertanyakan.

Langkah cepat BNN melakukan dengar pendapat dengan DPR, seperti sudah diploting sebelumnya, juga mendapat dukungan kuat dari Syahroni, wakil ketua Komisi III DPR-RI.
Ketua BNN dengan wajah dingin dan kaku, tanpa senyum, menyampaikan alasan-alasan dia kenapa vape harus dilarang. Untuk mendukung argumen dia itu, Kepala BNN memakai backup data yang hanya dia sendiri yang tau data itu dari mana. Data yang tidak terverifikasi pada pihak manapun juga.

Argumen yang disampaikan pada Komisi III tersebut, semuanya terdengar resmi, cerdas serta kuat.

Namun justru di situlah masalahnya, ketika argumen terdengar terlalu rapi, terlalu cepat, dan terlalu satu arah, publik patut bertanya: di mana ruang uji, di mana transparansi, dan di mana akuntabilitas?

Tidak ada pembanding. Tidak ada diskursus ilmiah terbuka. Tidak ada keterlibatan pemangku kepentingan yang terdampak langsung, produsen, pedagang, hingga konsumen. Semua seolah diputuskan dalam ruang tertutup, lalu diumumkan sebagai kebenaran mutlak yang tidak boleh digugat.

Padahal kebijakan publik bukan sekadar soal siapa yang paling berwenang bicara, tetapi siapa yang paling siap diuji argumennya.

Imajiner 2.

Pak Banu tidak mengerti soal data. Ia bukan akademisi, bukan pula pejabat. Tapi ia mengerti satu hal: hidupnya hancur dalam semalam. Belasan tahun membangun usaha, membayar pajak, menggaji karyawan, kini dianggap seolah tidak pernah ada kontribusinya.

Ia duduk di kursi kasirnya. Kosong. Tidak ada transaksi. Tidak ada suara pelanggan. Yang tersisa hanya bau liquid yang dulu menjadi sumber rezeki, kini berubah menjadi simbol ketidakpastian.

Di luar sana, asosiasi masih sibuk rapat. BNN masih sibuk dengan pembenaran. DPR masih sibuk dengan narasi politiknya.
Sementara itu, Pak Banu dan ribuan pelaku usaha lainnya, sudah lebih dulu “dihukum” tanpa proses yang adil.

Negara seharusnya hadir sebagai penyeimbang. Bukan sebagai algojo.

Jika memang vape dianggap berbahaya, maka regulasi ketat adalah jalan tengah yang masuk akal: pembatasan usia, standar produksi, pengawasan distribusi, hingga edukasi publik. Bukan pelarangan total yang mematikan ekosistem usaha secara brutal.

Karena ketika negara memilih jalan ekstrem tanpa landasan transparan, maka yang lahir bukan ketertiban—melainkan ketidakpercayaan.

Dan ketika kepercayaan publik runtuh, maka yang rusak bukan hanya satu sektor usaha.

Tetapi fondasi negara itu sendiri.

Di ujung hari, Pak Banu menutup tokonya lebih cepat dari biasanya. Ia berdiri sejenak di depan pintu, menatap papan nama usahanya.

Bukan marah. Bukan juga menangis.

Hanya bingung.

Seperti asosiasi yang tak tahu harus melangkah ke mana.
Seperti negara yang lupa cara berpikir jernih di tengah badai yang diciptakannya sendiri.

 

** Penulis adalah Pemred www.maspolin.id dan www.tabloidrealita.id, Pengusaha dan Ketua Umum Masyarakat Polisi Indonesia

Survei IDM: Kepercayaan Publik terhadap Polri Capai 79,2 Persen

MABES POLRI – Maspolin.id|| Tingkat kepercayaan publik terhadap institusi Polri menunjukkan tren positif. Hal ini tercermin dalam hasil survei Indonesia Development Monitoring (IDM) yang mencatat kepercayaan masyarakat terhadap Polri mencapai 79,2 persen.

Direktur Eksekutif Dedi Rohman dalam keterangannya, Sabtu (25/4/2026), menjelaskan bahwa survei tersebut mengkaji persepsi masyarakat terhadap peran Polri, khususnya dalam mendukung program-program kerakyatan Presiden Prabowo Subianto, seperti ketahanan pangan dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dalam temuan survei, sebanyak 52,3 persen responden mengaku mengetahui keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan, sementara 45,2 persen tidak mengetahui, dan 2,5 persen tidak memberikan jawaban. Meski tingkat pengetahuan publik masih beragam, mayoritas responden memberikan penilaian positif. Sebanyak 78,7 persen responden mengapresiasi peran Polri dalam mendukung ketahanan pangan, termasuk upaya menuju swasembada pangan. Adapun 17,4 persen menilai keterlibatan tersebut kurang tepat karena dianggap di luar tugas utama kepolisian, sementara 3,9 persen tidak menjawab.

Apresiasi yang lebih tinggi terlihat pada program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 83,8 persen responden menilai positif keterlibatan Polri, terutama dalam pengawasan mutu pangan dan distribusi melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Sementara itu, 13,8 persen responden menyatakan kurang mengapresiasi, dan 2,4 persen tidak memberikan jawaban.

Menurut Dedi, tingginya apresiasi tersebut juga sejalan dengan pengakuan dari tingkat internasional. Hal ini antara lain tercermin dari kunjungan delegasi Kedutaan Besar Prancis bersama tim Badan Gizi Nasional (BGN) ke SPPG Polri Pejaten. Selain itu, Rockefeller Foundation turut memberikan apresiasi terhadap inovasi Polri dalam membangun sistem penyediaan pangan bergizi yang efisien dan aman.

Dari aspek keamanan, sebanyak 88,7 persen responden mengaku merasa aman berjalan di luar rumah pada malam hari, menunjukkan tingkat rasa aman masyarakat yang relatif baik. Pada sektor pelayanan publik, 81,2 persen responden menyatakan puas terhadap layanan Polri, seperti pengurusan SIM, penerimaan laporan, hingga pengaturan lalu lintas saat periode libur dan mudik. Sementara itu, 16,6 persen responden menyatakan belum puas, dan 2,2 persen tidak menjawab.

Dalam aspek penegakan hukum, tingkat kepuasan publik mencapai 75,1 persen, mencakup penanganan berbagai kasus seperti perjudian, perdagangan manusia, narkoba, hingga kejahatan ekonomi. Sebanyak 20,7 persen responden menyatakan tidak puas, dan 4,2 persen tidak memberikan jawaban.

Adapun pada aspek pengawasan internal, 76,7 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Polri dalam menindak anggotanya yang melanggar. Sebaliknya, 20,4 persen menyatakan tidak puas, dan 2,9 persen tidak menjawab.

Dedi menambahkan, capaian kepercayaan publik sebesar 79,2 persen ini mencerminkan pemulihan citra Polri pascaperistiwa kerusuhan pada Agustus 2025. “Kepercayaan publik terhadap Polri terus menunjukkan tren membaik,” ujarnya.

Hasil survei ini juga menunjukkan korelasi dengan tingkat kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto yang mencapai 80,7 persen. Polri dinilai berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis, serta menjaga stabilitas keamanan dan ketersediaan kebutuhan pokok masyarakat.

Sebagai informasi, Survei IDM menggunakan metode multistage random sampling dengan melibatkan 1.580 responden di 34 provinsi. Pengumpulan data dilakukan pada 7 hingga 20 April 2026 melalui wawancara tatap muka, dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,47 persen.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Sepolwan Polri Edukasi Self Defence kepada Masyarakat di CFD Bundaran HI

JAKARTA – Maspolin.id|| Personel Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Polri berpartisipasi dalam kegiatan talkshow yang digelar di kawasan Bundaran HI, bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD), Minggu (26/4/2026). Kegiatan ini menjadi sarana edukatif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan diri dalam kehidupan sehari-hari.

Dalam rangkaian acara tersebut, personel Sepolwan turut ambil bagian sebagai peraga pada sesi simulasi self defence. Melalui peragaan ini, disampaikan sejumlah teknik dasar perlindungan diri yang dapat diterapkan dalam situasi darurat, khususnya sebagai upaya pencegahan terhadap potensi tindakan kejahatan maupun pelecehan.

Peragaan berlangsung tertib dan mendapat perhatian luas dari masyarakat yang hadir. Antusiasme peserta terlihat dari fokus serta partisipasi aktif selama sesi berlangsung, termasuk dalam mengikuti instruksi dan praktik gerakan yang diperagakan.

Kehadiran personel Sepolwan dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai peraga, tetapi juga mencerminkan komitmen Polri dalam memberikan edukasi dan perlindungan kepada masyarakat, khususnya perempuan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya kewaspadaan serta memiliki keterampilan dasar dalam menjaga keamanan diri. Dengan demikian, dapat tercipta lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh lapisan masyarakat.

 

HUMAS POLRI

red/mpl/pr

Jangan Lewatkan

Im deutschsprachigen Umfeld von Fitness und Sportpharma wird bei Suchanfragen auch steroidekaufen24 als möglicher Ausgangspunkt für die Prüfung von Informationen über anabole Wirkstoffe; rechtliche Rahmenbedingungen für bestimmte Wirkstoffe sind für eine realistische Einschätzung möglicher Gesundheitsgefahren wesentlich.